5 Contoh Resensi Buku, Novel, Non Fiksi, Pengetahuan, Ilmiah, Cerita

Contoh Resensi Buku dan Contohnya

Resensi dapat di artikan sebagai pemberian ulasan untuk sebuah karya tulis yang biasanya berupa buku. Istilah serapan bahasa Belanda ini memberikan manfaat pada calon pembaca sebelum memutuskan untuk membaca sebuah buku.

Ulasan dalam resensi ini bersifat subjektif dan personal sesuai dengan pengalaman membaca sang penulis resensi, tanpa pengaruh dari orang lain atau desakan tertentu. Sebuah resensi novel atau buku berisi pembahasan singkat namun jelas yang memberikan suatu ulasan serta pendapat mengenai buku atau karya fiksi yang sedang di baca.

Sebelum menulis sebuah resensi yang berarti penjelasan atau ulasan dari sebuah buku, seseorang harus mengetahui kelebihan dan kekurangan yang ada dalam sebuah buku. Sebuah resensi novel atau buku berisi pembahasan singkat namun jelas yang memberikan ulasan dan pendapat mengenai buku atau novel yang sedang di baca.

Format dan unsur yang perlu di tuliskan ketika menulis resensi juga perlu di perhatikan agar pesan yang di sampaikan dapat di pahami dengan sempurna.

Tujuan Resensi Buku

Tujuan Resensi Buku
sahabatnesia.com

Tujuan dari kegiatan meresensi buku adalah memberikan penilaian terhadap karya tulis yakni buku, lalu di ulas dan di buat bahkan yang singkat dan jelas. Target utama dari penulisan resensi tersebut adalah untuk memberikan informasi buku kepada pembaca atau masyarakat luas mengenai kelebihan dan kekurangannya.

Resensi juga bertujuan memberikan rekomendasi apakah buku tersebut memiliki nilai manfaat lebih atau tidak untuk di baca. Adanya resensi juga mengajak pembaca untuk berdiskusi lebih dalam tentang masalah yang di angkat dalam buku yang di buat resensi. Entah itu berupa novel atau pun karya non fiksi.

Resensi di buat untuk memberikan pemahaman serta informasi secara mendalam kepada pembaca mengenai sebuah karya yang akan di resensi. Memberikan jawaban serta informasi kepada pembaca mengenai berbagai pertanyaan terkait sebuah karya yang telah di terbitkan.

Selain untuk menambah minat pembaca, resensi buku juga memberikan pengalaman menulis yang lebih pada penulisnya. Karena kegiatan resensi memerlukan pikiran yang kritis. Selain identitas buku dan sinopsis, keberimbangan unsur kelebihan dan kekurangan buku juga menjadi poin penting.

Manfaat Resensi Buku

Manfaat Resensi Buku
christinenatalieblog.blogspot.com

Resensi dapat di tulis dari berbagai jenis buku mulai dari novel fiksi hingga non fiksi seperti biografi. Resensi juga juga memiliki beberapa manfaat, baik bagi penulis maupun pembacanya. Berikut adalah beberapa di antaranya:

  • Bahan Pertimbangan

Resensi sebuah buku yang baik, mulai dari sinopsis, kelebihan hingga kelemahan buku, memberikan  informasi yang bisa di jadikan bahan pertimbangan Memberikan bayangan dan rekomendasi kepada para pembaca mengenai sebuah karya seseorang.

  • Sumber Penghasilan

Penulis resensi akan mendapatkan uang atau imbalan hingga hadiah berupa buku-buku yang di resensi secara gratis dari penerbit buku, jika karya yang di resensinya di muat di koran atau surat kabar. Sehingga resensi juga bisa memberikan penghasilan tersendiri.

  • Media sarana Promosi Buku

Setiap buku yang di resensi biasanya adalah buku terbitan baru, sehingga dengan melakukan kegiatan resensi buku, bisa menjadi media sarana promosi untuk menarik perhatian orang yang suka membaca.

  • Pengembang Kreativitas

Semakin sering membuat resensi. Maka kreativitas, imajinasi dan pikiran yang kritis juga semakin berkembang. Bagi seseorang yang memiliki bakat dalam menulis, resensi bisa di gunakan sebagai media pengasah. Resensi menjadi sebuah potensi yang bisa meningkatkan kreativitas penulisnya.

Jenis-jenis Resensi

Jenis-jenis Resensi
pixabay.com

Berikut ini adalah jenis-jenis resensi buku :

  • Resensi Informatif

Resensi informatif merupakan resensi yang memberikan informasi secara umum dan singkat dari keseluruhan buku atau karya.

  • Resensi Deskriptif

Resensi deskriptif merupakan resensi yang membahas lebih rinci pada setiap bagian atau babnya.

  • Resensi Kritis

Resensi kritis merupakan resensi yang berbentuk ulasan secara mendetail dengan metodologi ilmu.

Unsur-Unsur Resensi

Unsur-Unsur Resensi
www.romadecade.org

Hal yang perlu di perhatikan dalam meresensi buku adalah memahami segala unsur yang ada di dalamnya, karena untuk memudahkan dalam teknis meresensi buku.

Identitas Buku

Berikut ini adalah identitas buku yang harus di ketahui:

  • Judul buku
  • Nama pengarang buku
  • Tahun terbit buku
  • Ketebalan buku
  • Nomor edisi buku

Selain itu, identitas buku juga mencakup ukuran buku, ilustrasi jilid buku hingga warna buku. Namun pada kebanyakan resensi buku atau novel, hal-hal ini jarang sekali di munculkan atau di cantumkan.

Ikhtisar Buku

Sebuah ikhtisar buku di tata berdasarkan dari bahan-bahan atau pokok-pokok yang terkandung di dalam sebuah buku atau novel. Buku novel atau buku fiksi yang akan di resensi cara penentuan atau cara menentukan ikhtisarnya berbeda dengan buku non fiksi.

Bahan-bahan atau pokok-pokok yang ada pada isi novel bisa di tentukan berlandaskan dengan kondisi atau kejadian-kejadian yang di jelaskan di dalam novel.

Pengarang Buku

Penulis sering di ceritakan pada sebuah resensi buku atau novel. Karena persoalan ini berkaitan dengan latar belakang, keahlian, sikap-sikap dan karya-karya yang telah di buat atau di ciptakan olehnya. Bagian-bagian tersebut biasanya di ceritakan secara ringkas dan biasanya tidak lebih dari satu atau dua paragraf.

Nama pengarang suatu buku atau novel biasanya di cantumkan pada halaman pertama atau pada bagian belakang novel atau buku.

Kelemahan dan Kelebihan Buku

Kelemahan dan kelebihan pada sebuah resensi berkaitan dengan unsur-unsur pada buku atau novel. Berlandaskan unsur-unsur tersebut bisa di berikan sebuah penilaian. Baik itu berasaskan kesederhanaan, kekhasan, kejelasan, penguasaan masalah dan bagian-bagian lainnya yang bisa kamu tentukan sendiri dan sesuaikan dengan kreatifitas kamu.

Unsur Intriksik dan Ekstrinsik

Unsur Intriksik dan Ekstrinsik
sastrawacana.id

Unsur intrinsik merupakan unsur yang ada dalam buku, di antaranya:

  • Tokoh : Yaitu karakter yang ada dalam sebuah cerita, serta pengambaran watak masing-masing tokoh.
  • Tema :  adalah ideologi dasar dalam sebuah cerita.
  • Alur : merupakan tatanan pola karangan sebuah cerita.
  • Latar : meliputi keadaan, tempat, suasana, waktu, dan budaya dalam cerita.
  • Gaya bahasa : adalah penggunaan bahasa dalam cerita, biasa di sebut majas.
  • Sudut pandang : merupakan persepsi penulis atau pengarang dalam alur ceritanya.
  • Amanat : adalah sebuah pesan moral yang di sampaikan oleh penulis atau pengarang kepada para pembaca.

Ekstrinsik merupakan unsur yang ada di luar bahasan isi buku, di antaranya :

  • Latar belakang penulis atau pengarang
  • Kondisi sosial
  • Nilai yang terkandung, meliputi nilai moral, sosial, budaya, dan estetika

Cara Membuat Resensi Buku Non Fiksi

Cara Membuat Resensi Buku Non Fiksi
Cara Membuat Resensi Buku Non Fiksi

1. Menentukan Buku

Langkah pertama yang harus di lakukan jika hendak membuat resensi buku ialah menentukan terlebih dulu buku apa yang akan di resensi. Buku yang layak di resensi ialah buku yang di dalamnya memenuhi beberapa persyaratan, yaitu,

  • Berisi hal-hal atau persoalan yang aktual dan nyata
  • Buku tersebut memiliki kualitas yang baik
  • Belum pernah di resensi sebelumnya
  • Buku tersebut merupakan buku terbitan baru

2. Menulis Identitas Buku

Ketika menulis sebuah identitas atau tanda pengenal buku, yang harus di perhatikan adalah judul buku, nama penulis, nama penerbitnya, kota penerbit, tahun terbit buku, jumlah halaman, dan sebagainya.

Contoh identitas buku adalah sebagai berikut:

Judul Buku : Membentuk Pribadi yang Mandiri

Penulis Buku : Brian Rahadian

Penyunting Buku : Prabu Iskandar

Penerbit Buku : Fatamorgana Press

Cetakan : Ketiga, April Tahun 2017

Ketebalan Buku : XII + 290 halaman

ISBN : 9785621700703

3. Menulis Rangkuman Buku atau Sinopsis Buku

Menulis sinopsis buku memiliki tujuan agar pembaca mendapatkan sebuah gambaran mengenai isi dari buku tersebut. Agar bisa menulis sinopsis buat buku dengan baik, membaca seluruh isi buku dengan cermat menjalani kuncinya. Rangkuman buku juga harus mencerminkan garis besar dari keseluruhan isi buku.

4. Menjelaskan Kelebihan dan Kekurangan Buku

Setelah menuliskan isi rangkuman atau sinopsis sebuah buku, langkah selanjutnya adalah menuliskan kelebihan dan kekurangan dari isi buku tersebut. Karena tujuan dari resensi adalah memberikan penilaian isi dari sebuah buku maka menuliskan kelebihan dan kekurangan isi buku menjadi bagian dari resensi.

Saat melakukan penilaian, memberikan sebuah tanggapan pribadi terhadap buku yang sedang di resensi secara jujur dan objektif juga bisa di lakukan.

5. Menuliskan Resensi Buku

Apabila semua data-data pendukung sudah lengkap, langkah selanjutnya adalah menyusun resensi dari data-data yang telah di peroleh menjadi tulisan yang padu dan runtut. Pada bagian akhir resensi, menuliskan rekomendasi bagi para pembaca mengenai pantas atau tidaknya buku tersebut untuk di baca menjadi poin penting yang bisa di cantumkan.

Contoh Resensi Buku

Contoh Resensi Buku
Contoh Resensi Buku

Berikut ini contoh resensi buku yang bisa di jadikan acuan dalam membuat sebuah resensi untuk berbagai jenis buku yang baik dan benar:

1. Contoh Resensi Novel

1. Contoh Resensi Novel
Contoh Resensi Novel

A. Contoh Resensi Novel 5 Cm

Judul Buku : 5 Cm
Penulis : Dhonny Dhirgantoro
Tebal Buku : 381 halaman
Penerbit : PT. Grasindo, Yogyakarta
Tahun Terbit : 2005

  • Sinopsis

5 Cm, adalah sebuah novel fiksi yang berkisah tentang lima orang sahabat yang bernama Zafran, Arial, Ian, Genta, dan Riani sebagai satu-satunya wanita. Mereka memiliki komitmen dan impian masing-masing. Riani adalah sosok wanita yang cerdas dan cantik, dan mempunyai cita-cita untuk bekerja di stasiun televisi.

Arial, memiliki perawakan yang tinggi besar dan paling tampan di antara yang lainnya. Zafran, berpostur tubuh kurus yang merupakan anak band. Genta, salah satu orang di antara mereka yang selalu di anggap “leader”. Ian memiliki perawakan yang lebih dari ideal, ia fanatik dengan bola.

Persahabatan mereka sudah terjalin selama 7 tahun, namun pada suatu ketika mereka merasakan hal yang sama, yaitu jenuh dengan aktivitas yang selalu mereka lakukan bersama. Di situ lah muncul ide untuk tidak saling berkomunikasi dalam tiga bulan ke depan, dan setelahnya akan bertemu satu sama lain.

Masa tiga bulan sedang mereka jalani, masing-masing dari mereka mengejar impian yang belum di raih. Selama tiga bulan berpisah memang terjadi banyak hal perubahan dalam diri masing-masing, hati mereka lebih kaya dari pada sebelumnya. Akhirnya waktu yang di tunggu-tunggu telah tiba, usai sudah masa tiga bulan untuk tidak berkomunikasi.

Mereka merayakan pertemuan itu dengan menempuh sebuah perjalanan panjang. Tujuan akhir perjalanan mereka adalah puncak Mahameru, puncak tertinggi di Pulau Jawa. Dalam perjalanan itu mereka menemukan sebuah arti kehidupan sesungguhnya. Mereka merasakan perubahan idealisme, karir, dan cinta. Akhirnya mereka telah meraih impian masing-masing.

  • Kelebihan

Menggunakan gaya bahasa yang sederhana, sehingga pembaca jelas dan mudah mengerti. Memiliki alur cerita yang tidak membosankan, membuat para pembaca ingin terus menyimak perjalanan kisahnya hingga akhir. Menuangkan motivasi dalam merubah mimpi untuk menjadi nyata.

  • Kekurangan

Pengambaran kelima sahabat yang sudah memiliki keturunan di akhir cerita masih bertingkah seperti masa mudanya dahulu.

B. Contoh Resensi Novel Negeri 5 Menara

Judul Buku : Negeri 5 Menara
Penulis : Ahmad Fuadi
Tebal Buku : 423 halaman
Penerbit : PT. Gramedia Pustaka Utama
Tahun Terbit : 2009

  • Sinopsis

Novel 5 Menara, karya sastra miliki Ahmad Fuadi yang telah di angkat ke film layar lebar. Mengusung tema religius dan moralitas. Tokoh utama dalam novel ini bernama Alif. Alif lahir di tanah Minangkabau, ia di lahirkan di pinggir Danau Maninjau dan tidak pernah ia menginjak tanah di luar Minangkabau. Sejak kecil, Alif memiliki cita-cita menjadi B. J. Habibie.

Karena itu ia sudah berencana setelah lulus SMP ingin melanjutkan pendidikan ke SMU negeri di Padang, dengan harapan dapat memudahkan langkahnya untuk menerobos kuliah di jurusan yang sesuai. Di sisi lain, Amak Alif menginginkan ia jadi penerus Buya Hamka, membuat mimpi dan harapan Alif kandas.

Alif di beri pilihan, ingin sekolah agama atau menuntut ilmu di pondok pesantren. Sempat kesal, namun akhirnya Alif ikhlas, karena ia tak ingin mengecewakan harapan orang tuanya, terutama ibu. Alif pun menuruti keinginan ibunya dan masuk pondok.

Alif mendapatkan saran dari pamannya yang di Cairo untuk melanjutkan di pondok yang ada di Jawa Timur, yaitu Pondok Madani (Pondok Pesantren Modern Gontor). Awalnya amak Alif berat, karena ia lebih memilih untuk mondok di Jawa.

Namun dengan pertimbangan Alif yang belum pernah menginjak tanah di luar ranah minang, akhirnya amaknya merestui keinginan Alif. Awal, Alif dengan setengah hati menuntut ilmu di pondok, karena ia harus merelakan cita-citanya yang ingin kuliah di ITB, agar bisa seperti Habibie.

Alif berubah pikiran saat mendengar kalimat bahasa Arab pada hari pertama di Pondok Madani, ia tetap melanjutkan pendidikan di pesantren. Kalimat yang dapat merubah pikirannya itu adalah mantera sakti yang di berikan Kiai Rais (pimpinan pondok), yaitu ‘Man Jadda Wajada’ yang berarti ‘siapa yang bersungguh-sungguh pasti akan berhasil.

Di Pondok Madani, Alif memiliki teman baru yang berasal dari berbagai daerah, ada Raja dari Medan, Dulmajid dari Sumenep, Said dari Surabaya, Atang dari Bandung, dan Baso dari Gowa. Alif menyadari bahwa kehidupan di pesantren tak semudah dan sesantai menjalani di sekolah formal.

Sehari-hari, Alif dan teman-temannya di padati dengan aktivitas pondok, seperti hafalan Al-Qur’an, belajar siang dan malam, mempelajari bahasa Inggris dan Arab pada 6 bulan pertama. Karena Pondok Madani tidak menerapkan bahasa Indonesia. Di Pondok Madani, semua santri di wajibkan berbahasa Inggris dan Arab.

Dan juga di sertai peraturan yang ketat, pelanggaran kecil pun akan di kenakan hukuman. Di tahun pertama, Alif dan teman-teman merasa begitu berat, karena masih proses penyesuaian diri dengan peraturan yang ada. Masuk tahun kedua, Alif dan teman-temannya merasakan hidup lebih berwarna dan penuh pengalaman berkesan.

Persahabatan terasa begitu kompak, hingga pada suatu hari ada hal yang tidak terduga, Baso, sahabat Alif yang paling pintar memutuskan untuk keluar dari pondok, karena masalah ekonomi dan keluarga. Dengan kepergian Baso, Alif dan sisa teman lainnya tergugah semangatnya untuk menyelesaikan pendidikan di Pondok Madani dan menjadi orang sukses yang mampu mewujudkan impian, yaitu menginjakkan kaki di benua Eropa dan Amerika.

Akhirnya, mimpi mereka berenam telah menjadi nyata. Alif dan teman-teman telah berada di lima negara yang berbeda, sesuai apa yang mereka impikan dan di lukis di awan. Alif berada di Amerika, Atang di Afrika, Raja di Eropa, Baso berada di Asia, lalu Said dan Dulmajid di Negara Kesatuan Republik Indonesia tercinta.

Jangan pernah remehkan impian, walau setinggi apapun. Allah swt Maha Pendengar.

MAN JADDA WAJADDA…

  • Kelebihan

Penulis, A. Fuadi, menggambarkan kehidupan di pesantren begitu nyata, sehingga banyak orang yang ingin tahu lebih dalam akan dunia pesantren sebagai pusat pendidikan islam. Sangat kental dengan motivasi, atas dasar tekad, perjuangan, keluarga dan persahabatan impian sebesar apa pun bisa di raih.

  • Kekurangan

Terdapat sedikit kekurangan, yaitu dari klimaks ceritanya yang tak begitu menonjol. Dan ada kurang penjelasan mengenai kehidupan dari beberapa tokoh di akhir cerita contoh resensinya.

C. Contoh Resensi Novel Koala Kumal

Judul Buku : Koala Kumal
Penulis : Raditya Dika
Tebal Buku : 250 halaman
Penerbit : Gagas Media
Tahun Terbit : 2015

  • Sinopsis

Raditya Dika telah menjadi salah satu insan kreatif Indonesia yang karyanya selalu di terima di tengah masyarakat. Kesuksesannya berawal dari aktivitas isengnya, yaitu nge-blogging. Tulisan di blognya lalu di adaptasi menjadi sebuah buku fiksi berjudul Kambing Jantan, yang merupakan hasil karya perdana Raditya Dika.

Saat ini Dika telah memiliki karya tulis fiksi sebanyak 7 buku. Perubahan drastis telah di alami olehnya, menulis bukan lagi menjadi aktivitas isengnya dan dia juga seseorang yang multi profesi. Kini dia berprofesi sebagai penulis, sutradara, komika (stand-up comedy), aktor, dan youtuber. Hebatnya Dika yaitu bisa memegang semua profesi dengan terkendali.

Pada tahun 2015 Raditya Dika merilis buku barunya yang berjudul Koala Kumal. Buku yang berkisah tentang manis pahitnya sebuah cinta. Seperti pada karya-karyanya yang sebelumnya, Dika mengombinasikan konsep drama cinta dan komedi. Dalam bukunya, Raditya Dika mengutarakan tentang patah hati.

Dika menggambarkan hal itu dengan kisah seekor koala yang berimigrasi dari tempat tinggalnya di hutan. Namun saat seekor koala kembali ia kebingungan, karena hutan yang pernah menjadi tempat tinggalnya dahulu telah gundul akibat ulah manusia tidak bertanggung jawab.

Dan dari penggambaran imajinasi itu Dika memberikan judul buku barunya Koala Kumal. Jika sebelum-sebelumnya Dika selalu menuangkan komedi kasar dalam setiap karyanya, di buku Koala Kumal ini ia justru menuangkan komedi pakai hati. Karena Dika sendiri memiliki prinsip bahwa lucu itu tidak harus menggunakan komedi kasar, komedi pakai hati juga bisa untuk membuat kelucuan.

Koala Kumal menjelaskan bahwa patah hati merupakan suatu proses menuju taraf kedewasaan. Dalam patah hati janganlah kamu untuk mudah putus asa mengejar cinta. Meraih suatu harapan itu butuh perjuangan. So, dalam perjuangan cinta kamu harus bisa mempertahankan kenyamanan.

  • Kelebihan

Menuangkan kisah cinta yang sangat cocok untuk di baca para remaja. Konsepnya sedikit berbeda dengan buku-buku sebelumnya. Menggunakan gaya bahasa yang mudah di pahami secara universal. Tata tulisan jauh lebih baik di banding karya tulis perdananya “Kambing Jantan”.

  • Kekurangan

Secara menyeluruh kekurangan hanya pada tebal bukunya saja yang lebih tipis dari karya tulis lainnya.

2. Contoh Resensi Buku Non Fiksi

2. Contoh Resensi Buku Non Fiksi
thegorbalsla.com

Salah satu jenis buku adalah buku non fiksi yang membahas kisah nyata atau pengalaman dari penulis. Berikut contoh resensi buku non fiksi:

  •  Buku

Judul buku : God, Do You Speak English?.

Pengarang : Jeff Kristianto, Rini Hanifa, Nina Silvia

Penerbit : Rene Books.

Tahun Terbit : 2013.

Tebal : 384 Halaman.

  • Sinopsis

Buku Ini bercerita tentang berbagai tempat yang di kunjungi oleh para penulisnya yang merupakan anggota sukarelawan internasional VSO (Voluntary Service Organization) Indonesia. Sebuah misi sosial yang di emban oleh kegiatan sukarela ini telah menyatukan tiga orang dari berbagai latar belakang yang berbeda dalam wadah yang sama.

Sebelum bergabung menjadi volunteer, Jeff merupakan pemilik usaha kerajinan dan restoran di Bali, Nina adalah staf LSM di Padang sedangkan Rini bekerja di lembaga donor internasional. Meski sudah memiliki pekerjaan, mereka memutuskan untuk ikut dan bergabung dengan VSO di yang ada di setiap negara penempatan sebagai angkatan pertama.

Salah satu negara bekas jajahan Uni Soviet, Tajikistan menjadi lokasi penempatan Jeff. Ia di tugaskan untuk mendukung para pengrajin di Tajikistan. Nina bertugas mendampingi sebuah lembaga pendukung suku asli Bangladesh. Dan Rini bekerja di LSM lokal yang berada di Guyana, Amerika Latin.

Demi mencapai tujuan VSO, ketiga orang ini setiap hari harus selalu berinteraksi dengan penduduk lokal setempat. Dari pengalaman yang mereka peroleh di lokasi penempatan, setiap penulis dalam buku ini memiliki bagian dan versi ceritanya masing-masing yang unik dan menarik.

  • Kelebihan Buku

Buku ini sangat menarik untuk di baca dari segi judul sudah membawa nama Tuhan “God” sehingga pasti tinggi nilainya. Cerita dari ketiga penulis sangat menginspirasi bagi pembacanya, di mana mereka membawa misi kemanusiaan dengan menjadi voluntir VSO.

  • Kekurangan Buku

Banyak istilah asing yang akan sulit di terima oleh orang awal, pembaca akan sulit mengerti. Cerita pada bagian karakter Nina Silvia sedikit bernarasi, sehingga melelahkan mengikuti alur ceritanya.

3. Contoh Resensi Buku Pengetahuan

3. Contoh Resensi Buku Pengetahuan
uprint.id
  • Identitas Buku

Judul Buku : Serba-Serbi Film

Pengarang : Budian Silungga

Penerbit : Rajastan Pustaka

Tahun Terbit : 2001

Tebal : 195 halaman.

  • Sinopsis

Pemahaman masyarakat umum tentang film masih sangat minim. Tak sedikit orang yang berpikiran bahwa film adalah hal yang sulit bahkan mustahil untuk di lakukan. Terbatasnya pemahaman mengenai dunia film, justru berbanding terbalik dengan minat belajarnya yang tinggi.

Faktanya, pengetahuan dan daya paham seseorang terhadap film juga tak pernah berjalan beriringan. Kebanyakan ilmu film hanya di pelajari di bangku perkuliahan, padahal film sejatinya milik semua orang. Setiap orang yang terlibat dalam sebuah film mulai dari pemain hingga penikmatnya berhak mendapat pengetahuan mengenai film. Pemahaman film sebagai sebuah karya seni tertuang dalam buku ini.

  • Kelebihan Buku

Buku ini menyertakan beragam ilustrasi dan contoh-contoh dalam setiap babnya. Sehingga sangat memudahkan pembaca untuk memahami isi dari setiap bagian yang di berikan. Bahasanya yang ringan dan mudah di pahami juga meningkatkan minat pembaca untuk lebih mendalami dan mempelajari mengenai film lebih dalam.

  • Kekurangan Buku

Buku ini belum terdistribusi secara luas, dan kebanyakan hanya bisa di peroleh melalui toko-toko online, sehingga masyarakat non kota besar yang ingin membelinya agak kesulitan.

4. Contoh Resensi Buku Ilmiah

4. Contoh Resensi Buku Ilmiah
bangkudepan.com

Buku ilmiah adalah buku yang di tulis oleh para ahli di bidangnya seperti peneliti atau pakar. Sebuah buku ilmiah selalu berisi teori yang bisa di buktikan kebenarannya secara ilmiah. Berikut ini contoh resensi buku ilmiah:

  • Identitas Buku

Judul Buku : Metodologi Penelitian Biologi

Pengarang : Prof. Bambang Subali

Penerbit : University Press

Tahun Terbit : 2006.

  • Sinopsis Buku

Buku ini di susun untuk memberikan penjelasan mengenai metode-metode yang di gunakan dalam berbagai penelitian Biologi. Sebagai akademisi, pemahaman mengenai metode penelitian sangatlah penting dan krusial. Dengan metode yang tepat, sebuah hasil penelitian akan mampu memberikan hasil yang valid dan bisa di percaya.

  • Kelebihan Buku

Buku ini sangat mudah bisa di pahami oleh mahasiswa atau akademisi di bidangnya karena di tulis dengan sangat runtut dan sistematis. Berbagai toko buku juga telah menyediakan buku ini, sehingga siapapun bisa dengan mudah mendapatkannya.

  • Kekurangan Buku

Karena setiap universitas memiliki aturan tersendiri, terkadang informasi yang tertulis dalam buku ini kurang sesuai dengan apa yang yang di pelajari. Beberapa istilah asing juga di rasa sulit untuk di pahami oleh mahasiswa tingkat awal yang masih perlu belajar.

5. Contoh Resensi Buku Cerita

5. Contoh Resensi Buku Cerita
www.romadecade.org

Buku cerita adalah buku yang berisi tentang cerita-cerita atau kisah nyata yang ada pada jaman dahulu. Atau juga bisa berisi cerita dari kisah nyata yang di alami penulisnya. Berikut ini contoh resensi buku cerita:

  • Identitas Buku

Judul Buku : Cerita 25 Nabi Dan Rasul.

Pengarang : Dimas Khairullah

Penerbit : Cipta Media Press

Tahun terbit : 2011

  • Sinopsis

Buku ini bercerita tentang kisah-kisah 25 nabi lengkap dengan mukjizat yang di miliki. Cerita mengenai Nabi dan Rasul di kemas dengan sangat menarik dengan menyertakan kisah mukjizatnya, mulai dari bisa berbicara dengan hewan, tidak terbakar dalam api, bisa membelah lautan dan mukjizat lainnya.

Kisah-kisah 25 Nabi  dalam buku ini menyimpan hikmah yang bisa di ambil dan di pelajari. Buku ini juga di lengkapi dengan peta perjalanan orang-orang pilihan Allah yang di berikan keistimewaan khusus ini untuk menyelesaikan tugasnya dalam berdakwah.

  • Kelebihan Buku

Buku ini memiliki judul yang cukup menarik, sehingga pembaca akan memilih buku ini sebagai bacaannya. Alu cerita dalam setiap cerita di tulis dengan sangat baik dan runtut, berdasar sumber yang terpercaya seperti hadis dan Al-Quran. Gambar dan ayat Al-Quran menjadi nilai tambah dari buku ini. Setiap cerita memiliki skema dan alur yang mudah diikuti.

  • Kekurangan Buku

Pada setiap cerita yang di hadirkan, belum memberikan informasi yang lengkap dan detail mengenai perjalanan Nabi dan Rasul saat berdakwah.

Tinggalkan komentar