Contoh Autobiografi Panjang, Tokoh, Pahlawan, Anak SMA, Diri Sendiri, Dll

Contoh Autobiografi – Autobiografi merupakan catatan diri sendiri yang menceritakan pengalaman hidup atau riwayat perjalanannya.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), ditulis sendiri secara mandiri. Pengalaman yang ditulis berupa hal kecil, keadaan yang pernah dialami hingga situasi penulis saat ini.

Pembuatan autobiografi ini berdasarkan pada ingatan penulis terhadap hidupnya dimasa lalu. Berikut adalah beberapa contoh autobiografi yang dapat dijadikan referensi menulis.

Contoh Autobiografi Panjang

Contoh Autobiografi Panjang
baabun.com

Nama saya Arita Pratiwi, anak pertama dari pasangan suami istri Fajri Rizal dan Mulya Santika. Ayah merupakan seorang Kepala Sekolah di SMA N 12 Solo. Sementara ibu adalah seorang ibu rumah tangga yang menggeluti bisnis online shop. Aku dilahirkan ibu di Rumah Sakit Sinar Harapan Kota Solo pada 10 Agustus 1995.

Tepat saat hari kelahiranku, ayah baru pulang dari tugas kedinasannya dari Jakarta. Eyang kakong dan eyang putrilah yang terburu-buru mengantarkan ibuku ke rumah sakit ketika ayah dalam perjalanan pulang.Tak berselang lama setelah aku mengeluarkan suara tangisan untuk pertama kalinya ayah telah tiba di depan ruangan persalinan.

Ketika aku mulai memasuki umur 4 tahun, ibu dan ayah memberikanku seorang adik. Adik perempuan yang lucu dan cantik jelita itu dinamai Cantika Vania. Vania lahir di rumah sakit tempat aku dilahirkan pada 19 Oktober 1999. Ibu selalu menceritakan saat-saat dia akan melahirkan adikku. Beliau menyebutkan bahwa aku lah yang paling sibuk saat detik-detik keluarnya adikku dari rahim ibuku.

Ada-ada saja yang ku lakukan saat itu jelas ibu ku, mondar-mandir dalam ruangan, membawa boneka beruang ke kamar persalinan, dan membelikannya es krim. Saat itu sepertinya aku sangat bahagia sekali menyambut kelahiran malaikat kecil kedua di keluarga ku setelah diriku. Tidak lama setelah mama melahirkan, kami hijrah ke rumah baru di Yogyakarta.

Kami menghuni salah satu rumah di Puri Citra Raya Berseri, Kota Yogyakarta. Rumah yang hingga saat ini menyimpan banyak kenangan indah. Aku melewati masa kecil yang sangat indah, penuh kasih sayang ibu dan ayah dan tidak kekurangan mainan. Aku tahu dari Papa yang selalu menggodaku dengan mengatakan tangisanku paling kencang jika tidak di belikan mainan boneka saat di supermarket.

Aku mulai memasuki dunia pendidikan ketika berumur 5 tahun di TK Putri Ayu Yogyakarta. Aku sudah mulai menunjukkan kecintaan dibidang jurnalistik sejak SD. Saat menimba ilmu di SD N 21 Yogyakarta, sudah banyak cerita dan puisi yang aku tulis. Tidak ketinggalan pula ikut serta dalam lomba baca puisi, lomba cerpen, dan lomba membuat komik.

Berkat hobiku di bidang jurnalistik dan kerja keras, akhirnya saat menduduki bangku kelas 6 SD aku mendapatkan penghargaan. Penghargaan tersebut diberikan oleh Kepala Sekolah SD N 21 Yogyakarta sebab aku telah 3 kali berhasil membawa pulang piala tertinggi. Selain mengikuti beberapa perlombaan di bidang jurnalistik, aku juga merupakan salah satu anggota paduan suara di sekolah.

Bidang tarik suara ini menjadi hobi kedua setelah menulis yang ku geluti sejak dibangku kelas 4 SD. Ada satu guru vokal perempuan yang menjadi idolaku saat itu, ia adalah ibu Tika. Suaranya yang merdu dan rupanya yang anggun membuat aku mengidolakannya. Disamping itu, aku juga sering meminta Ibu Tika untuk mengajari teknik bernyanyi usai bel berbunyi.

Aku sempat berfikir bahwa mungkin saja Ibu Tika adalah penyanyi yang menyamar menjadi guru saat itu. Beliau tidak keberatan mendengar senandung lagu dari ku yang saat itu bersuara cempreng. Aku memiliki dua orang sahabat terbaik di SD yaitu Diandra Tania dan Camila Frizzy. Mereka adalah orang yang paling mengerti tentang aku dan masih setia sebagai sahabat hingga saat ini.

Kami bertiga seperti perangko dan surat yang tidak dapat dipisahkan. Secara kebetulan kami ditakdirkan sekelas dari kelas 3 sampai kelas 6 SD. Namun, saat kami lulus dari bangku pendidikan dasar Diandra harus pindah ke Jakarta ikut dengan kedua orang tuanya. Hal itu membuat aku sedih karena harus berjauhan tempat tinggal dan tidak satu sekolah dengan Diandra.

Sementara Camila dan aku memilih SMP yang sama yaitu SMP N 1 Yogyakarta. Masa SMP aku dan Diandra mendapatkan sahabat baru, ia adalah Sindi murid pindahan dari SMP N 20 Bogor. Saat itu bel bermain berdering, hanya tinggal aku dan Camila. Ketika hendak keluar kami melihan Sindi seorang diri di kelas, karena kasihan dia anak baru dan belum memiliki teman, akhirnya kami mengajak dia ke kantin.

Mulai dari situlah ikatan persahabatan diantara kami tumbuh. Hari demi hari tidak terasa telah kami lalui, hingga tiba saatnya ujian kelulusan SMP. Saat hari terakhir ujian aku memberitahu kedua sahabat setia ku itu bahwa akan mengikuti orang tua ku ke Jakarta. Raut sedih tersirat dari wajah mereka, tetapi mau bagaimana lagi aku tidak boleh jauh dari ibu dan ayah.

Kami bertiga telah berjanji tidak akan putus komunikasi dan aku akan mengunjungi mereka jika ada kesempatan dan diperbolehkan orangtua. Tak disangka-sangka ternyata kepindahan ke ibukota membuat aku bertemu kembali dengan Diandra, sahabat kecil ku. Kami juga tidak sengaja menimba ilmu di sekolah yang sama yaitu SMA N 13 Jakarta.

Aku pun menceritakan hal ini dengan Camila dan Sindi. Beruntung sebab kemajuan media komunikasi yang makin canggih kami dapat berkomunikasi jarak jauh. Aku, Camila, Diandra, dan Sindi pun berencana belajar yang giat ada dapat diterima di perguruan tinggi favorit kami di Jakarta. Buah dari kerja keras kami tidak sia-sia, setelah lulus dari SMA dengan nilai memuaskan kami mendaftarkan diri di fakultas dan universitas yang sama.

Kami berempat tertarik di bidang ekonomi, oleh karena itu aku dan ketiga sahabatku memilih jurusan Manajemen Bisnis di Universitas Indonesia. Sampai saat ini pertemanan kami berjalan dengan indah dan langgeng.

Contoh Autobiografi Tokoh

Contoh Autobiografi Tokoh
ilmu-terlengkap.blogspot.com

Bill Gates

Lebih dikenal dengan sapaan Bill Gates oleh seluruh masyarakat dunia. Ternyata pria kelahiran 28 Oktober 1955 di Seattle Washington ini memiliki nama lengkap Willian Henry Gates III. Bill Gates dikenal dengan kejeniusannya menciptakan dan mendirikan Perusahaan Microsoft. Pada tahun 1995 hingga 2007 dirinya tercatat sebagai orang terkaya nomor satu di dunia oleh majalah Forbes.

Ia bersama sang istri Melinda Gates telah mendirikan Yayasan Bill and Melinda Gates. Ia merupakan anak kedua dari tiga saudara dengan Ayah seorang pengacara, sementara sang ibu adalah guru. Sejak kecil Bill Gates telah menunjukkan kecerdasannya. Namun, karena memiliki semangat berlebihan, beliau cenderung mendapatkan kesulitan dimasa-masa sekolah.

Saat Bill kecil memasuki usia 13 tahun dikirimkan kedua orangtuanya ke sekolah di kota lain. Sebuah sekolah bergengsi khusus anak laki-laki yaitu Lakeside School. Pada tahun 1928 di sekolahnya merupakan saat pertama kali Bill Gates mengenal dunia komputer. Saat itu hanya berbentuk mesin teletype yang menghubungkan telepon dan komputer pembagian waktu. Saat itu disebut mesin ASR-33 dan kondisinya masih pasaran.

Seperti mesin ketik yang dapat dimasukkan perintah dan setelah itu dikirimkan ke komputer. Kemudian, kita akan memperoleh jawaban yang diketikkan diatas gulungan teletype tersebut. Bill Gates menganggap bahwa proses tersebut memakan waktu lama dan merepotkan. Ia pun belajar BASIC dan menguasai dengan cepat, bahasa pemrograman bersama para hecker di Lakeside.

Mereka belajar secara mandiri dan menghabiskan waktu berjam-jam untuk menulis program dan belajar segala hal mengenai komputer. Bersama temannya Paul Allen, pada tahun 1975 mereka tengah mempersiapkan program software pertama kalinya yang digunakan mikro komputer. Bill Gates dan Paul Allen sangat yakin bahwa software merupakan kunci membuka masa depan dunia teknologi. Hal inilah merupakan cikal bakal dari Microsoft.

Kemudian mereka melanjutkan studi di Harvard University, saat itu mereka membuat perangkat Altar BASIC lunak untuk Altar 8800 pada tahun 1970-an. BASIC tersebut merupakan inspirasi terbentuknya sebuah bahasa komputer yang dipelajari dan ditulis dalam kolese Dartmouth dengan mudah.

Perkembangan selanjutnya, hasil karya mereka dinamai Microsoft Basic yang digunakan untuk sistem operasi komputer MS.DOS. Microsoft Basic tersebut kemudian ditingkatkan menjadi versi Microsoft Quick Basic dan dijual tanpa kompiler. Quick Basic tersebut lebih dikenal dengan sebutan Qbasic dan diperbarui menjadi Visual Basic.

Dalam awal era 1970-an, Bill Gaters mengirimkan surat terbuka kepada komunitas yang memiliki hobi komputer. Isi suratnya tersebut menyatakan bahwa terdapat pasaran untuk menjual program perangkat lunak tersebut secara komersial. Program perangkat lunak tersebut tidak layak untuk di gandakan maupun di salin tanpa izin dari penerbitnya.

Namun ketika itu, komunitas pencinta komputer dipengaruhi dengan paham mengenai pengetahuan maupun inovasi wajib dibagi oleh komunitasnya. Setelah itu, Bill Gates mendirikan Perusahaan Microsoft yang menjadi perusahaan tersukses di dunia. Lahirnya perusahaan ini menjadi pemimpin ke arah pembukaan industri software komputer sampai sekarang.

Microsoft memiliki rencana untuk membeli sistem operasi x86 yang berasal dari Seattle Computer Company namun rencana tersebut gagal. Ditambah lagi Microsoft saat itu tengah digugat oleh Seattle Computer Company. Saat memasuki dasawarsa 1980, Bill Gates patut berbahagia berkat kemungkinan penggunaan CD-ROM untuk menyimpan dokumen. Penerbitan CD-ROM ini di sponsori oleh The New Papyrus.

Berita tak terduga datang di awal tahun 2000, Bill Gates mengundurkan diri sebagai CEO. Ia memberi mandat kepada Steve Ballmer, seorang teman lamanya. Sementara itu, ia tengah mempersiapkan diri untuk menggeluti hobi lamanya sebagai pencipta perangkat lunak. Saat ini ia memimpin microsoft dalam Kepala Penelitian dan Pengembangan Perangkat Lunak, perusahaan yang didirikannya sendiri.

Bill Gates menikahi Miranda French pada 1 Januari 1994 dan dikaruniai 3 orang anak. Mereka adalah Jennifer Katharine Gates, Rory John Gates, dan Phoebe Adele Gates. Bersama sang istri, ia mendirikan Bill and Melinda Gates Foundation merupakan yayasan sosial filantropi. Ia mengemukakan sebuah pernyataan untuk menyumbangkan 90 persen hartanya selama ia mendirikan microsoft melalui koran Washington Post tahun 1997.

Bill and Melinda Gates Foundation mengemban misi untuk memberikan beasiswa tingkat universitas untuk kaum minoritas. Disamping itu juga melawan AIDS dan penyakit-penyakit yang menyerang penduduk dunia ketiga. Pada tahun 2005, Gates menerima suatu penghargaan dari Ratu Elizabeth II yakni Knight Commander of the Order of the British Empire. Saat ini ia tengah mengkonsentrasikan diri pada yayasan yang ia dirikan bersama Melinda Gates.

Contoh Autobiografi Anak SMA

Contoh Autobiografi Anak SMA
themoondoggiesmusic.com

Banyak orang memanggilku Ican, nama lengkap ku sebenarnya adalah Ikhsan Muklis. Mama dan papa memikirkan nama itu sejak aku berada dalam kandungan. Aku terlahir di Rumah Sakit Bhayangkara Kota Bandung pada 15 July 1995.  Papa adalah seorang wiraswasta yang memiliki usaha cukup sukses di Bandung.

Sementara mama menunaikan kewajibannya sebagai ibu rumah tangga dan berbisnis online saat waktu senggangnya. Irwan Ramadhan dan Tina Amalia Putri kedua orang tua yang selalu melimpahkan kasih sayang dan perhatiannya padaku. Kami tinggal bertiga di daerah Puri Kamboja, Bandung.

Aku merupakan putra tercinta mereka satu-satunya sebab aku anak tunggal. Aku lahir dan dibesarkan dalam lingkungan yang ramah tamah dan indah. Puri Kamboja menyimpan berjuta memori di hatiku, tentang perjalanan hidup kedua orangtua ku dan aku. Meskipun aku berasal dari keluarga dengan ekonomi berkecukupan, mama papa selalu mengajarkan hidup hemat.

Saat papa libur dari rutinitas kerjanya, kami tidak ke mall tetapi ke tempat-tempat wisata. Hal itulah yang sangat membuatku gembira. Selain itu, mama tidak pernah absen memasakan makanan untuk kami setiap hari. Bagiku, makanan mama yang nomor satu di dunia ini.

Aku mengenyam pendidikan di SD Negeri 3  Bandung ketika memasuki usia 6 tahun. Jarak antara rumah ke sekolah tidak terlalu jauh sekitar 2 km. Sehingga mama dan papa selalu menyempatkan diri mengantarkanku setiap hari hingga aku duduk di bangku kelas 4 SD.

Di kelas aku bukan termasuk murid yang pandai, tetapi dengan kemampuan rata-rata yang dimiliki terus aku asah. Berkat kerja keras dalam studi, aku selalu berhasil menduduki peringkat 10 besar di kelas.Mama dan Papa memang tidak pernah memaksakan aku untuk banyak belajar. Mereka selalu memberi nasihat dan mendorong semangatku. Itulah sebabnya aku tidak ingin membuat mereka kecewa.

Sampai pada tahun 2007 aku dinyatakan lulus dengan nilai akhir dan nilai rapot yang memuaskan. Kemudian aku berencana untuk melanjutkan studi di SMP terfavorit di Kota Bandung. Pilihanku jatuh pada SMP Negeri  1, yang berjarak 5 km dari rumahku. Aku mulai mendalami minat di bidang tarik suara ketika kelas 2 SMP.

Saat itu aku aktif dalam ekstrakulikuler bina vokalia. Aku bersama teman-teman selalu berlatih vokal setiap Jum’at sore dan Minggu sore. Seni tarik suara bagiku adalah dunia yang amat ku cintai. Aku bermimpi bahwa suatu saat nanti akan menggelar konser di ibukota. Meskipun aktif menyanyi, aku tidak pernah melupakan tugas sebagai seorang murid.

Setiap pulang sekolah aku selalu meluangkan waktu untuk belajar minimal selama 2,5 jam. Belajar bahasa inggris adalah rutinitasku, aku tidak pernah lupa untuk membuka buku bahasan bahasa inggris setiap hari. Tak terasa waktu berlalu hingga aku memasuki ujian akhir sekolah. Aku benar-benar mempersiapkan dengan matang agar memperoleh nilai yang memuaskan dan dapat masuk di SMA terbaik.

Saat kelas 3 SMP aku mulai mengurangi kegiatan ekstrakulikuler bina vokal karena ingin fokus belajar. Perjuanganku pun tidak sia-sia dengan nilai yang memuaskan aku mendapat peringkat 3 nilai ujian tertinggi di sekolah. Saat kelulusan ada peristiwa yang sangat mengejutkan. Ketika itu nama ku dipanggil ke depan untuk mendapatkan sertifikat penghargaan sebagai murid teladan. Aku tidak menyangka penghargaan bergengsi itu ditujukan padaku.

Aku pun dipanggil secara mendadak untuk berpidato didepan teman-teman dan para orangtua murid di sekolah. Terlihat raut bahagia dan haru kedua orangtua ku saat aku menyampaikan pidato di depan mereka. Berselang seminggu dari hari kelulusanku, aku mengikuti seleksi di SMA terbaik Kota Bandung.

SMA Negeri 5 adalah sekolah yang sangat aku idam-idamkan. Akhirnya semua berjalan lancar dan saat pengumuman kelulusan test masuk, namaku terpampang di urutan teratas. Atas keberhasilan diriku selama ini dan kepercayaan mereka, aku diberikan hadia berupa motor bebek. Meskipun telah menolak, mama dan papa tetap memberikan kepercayaan padaku untuk mengendarai roda dua itu.

Sebenarnya aku sangat senang mendapat hadiah dari mereka yang sangat berguna. Aku berjanji pada diri sendiri akan belajar lebih giat dan mengukir prestasi di SMA.Saat ini aku tengah duduk di bangku kelas 2 SMA, dan sedang mengikuti seleksi sebagai kandidat OSIS. Hingga saat ini aku telah beberapa kali mengharumkan nama sekolah dalam perlombaan paduan suara dan debat.

Masa-masa SMA ini kulewati dengan belajar giat terkhususnya dalam debat bahasa inggris. Disamping itu, aku juga aktif dalam kegiatan komunitas paduan suara di sekolah. Sudah beberapa kali namaku dipanggil saat upacara dalam rangka menerima penghargaan. Sekolah juga telah memberikan beasiswa murid berprestasi kepadaku hingga tamat sekolah.

Hal tersebut tentu membuat kedua orangtua ku bangga dan bahagia. Selama aku mengerjakan sesuatu untuk melihat raut bahagia mereka, aku akan melakukannya dengan sungguh-sungguh.  

Contoh Autobiografi Diri Sendiri Yang Menarik

Contoh Autobiografi Diri Sendiri Yang Menarik
www.belajarbahasainggrisku.id

Saya adalah gadis berdarah Sunda yang diberi nama lengkap Laksmi Ayu Safitri. Saya lahir di Bandung, 14 Mei 1994. Di Rumah Sakit Alam Raya Harapan. Terlahir dari pasangan suami istri yang bernama Andi Sudrajat dan Lilis Lesmana merupakan penduduk asli bumi pasundan. Saya melewati masa-masa keci penuh kebahagiaan dibimbing seorang ayah seniman sementara ibu adalah penulis lepas.

Tanah kelahiran saya adalah sebuah desa yang asri di daerah Bandung yakni Desa Pendangin. Desa tempat saya dilahirkan memiliki banyak lahan pertanian oleh karena itu semasa kecil saya senang bermain di sawah. Saat itu ayah saya bekerja sebagai petani, namun pekerjaan seni tetap ia jalani selepas berladang. Sementara ibu sering ikut bersama ayah dan membawa saya ke sawah dan tak lupa melanjutkan kegiatan menulis disela-sela waktu santai.

Saya memiliki seorang sahabat setia dari kecil bernama Ena, kami selalu bermain bersama di lapangan dekat sawah. Hari-hari saya lewati bersama Ena sampai saya berusia 5 tahun. Saat itu tuntutan kebutuhan meningkat, sehingga ayah dan ibu harus hijrah ke kota untuk mencari nafkah. Tentu saja mereka membawa anak semata wayangnya saat itu.

Saya pun dengan rasa sedih harus memberitahu Ena tentang kepindahan saya. Kami berdua berjanji persahabatan setia untuk tidak melupakan satu sama lain dan bertemu ketika sudah dewasa. Di Kota Bandung, ayah dan ibu membeli hunian dekat taman yang terlihat rindang dan saya jadikan tempat bermain. Saya senang sekali dapat menikmati suasana baru di kota ini.

Saya menimba ilmu di SD Negeri 13 Bandung yang lokasinya tidak jauh dari rumah. Setiap pagi saya diantar ibu dengan berjalan kaki ke sekolah. Saya mendapatkan sahabat-sahabat baru di sekolah yaitu Rani, Dwi, dan Santi. Mereka sangat ramah dan sering mengajak belajar bersama.

Saat SMP saya dan keempat sahabat saya memilih sekolah yang sama yaitu SMP N 4 Bandung. Kemudian saat melanjutkan tingkat pendidikan berikutnya kami bersama-sama memilih SMA N 3 Bandung. Kami sangat bahagia bisa satu sekolah kembali, meskipun memilih jurusan berbeda.

Saya dan Rani memilih mengambil jurusan pengetahuan alam. Sementara Dwi dan Santi memilih mengambil jurusan sosial. Walaupun jurusan kami berbeda, tidak menghalangi kami untuk berkumpul di saat istirahat dan sepulang sekolah. Kami bahkan mempunyai geng sendiri yang kami sebut ‘Cibi Cibi Girl’, markas berkumpul kami adalah rumah Dwi.

Selain berkumpul saya dan keempat sahabat saya selalu belajar bersama. Meskipun kami memiliki geng Cibi Cibi Girl, kami tetap berbaur dengan teman-teman lainnya. Setelah meluluskan pendidikan SMA, aku dan Cibi Cibi Girl melanjutkan pendidikan di Universitas Gadjah Mada. Kami berempat merantau bersama dan sengaja menyewa sebuah rumah untuk tempat tinggal.

Saya memilih fakultas kedokteran umum dan Rani mengambil fakultas kesehatan masyarakat. Sementara itu Dwi dan Santi memilih fakultas yang sama yaitu fakultas hukum. Meskipun sibuk dengan kegiatan masing-masing, saat malam hari kami selalu berkumpul bersama di ruang santai.

Saat ini saya sedang mengerjakan tugas akhir perkuliahan sebagai salah satu syarat untuk wisuda. Selama masa perkuliahan saya meraih beberapa prestasi seperti memenangkan olimpiade sains tingkat nasional dan pertukaran pemuda antar negara. Saya sangat optimis bahwa dapat meraih kesuksesan sebagai seorang dokter dan menemui sahabat lama saya di desa.

Contoh Autobiografi Pahlawan

Contoh Autobiografi Pahlawan
www.avoskinbeauty.com

R.A. Kartini

Lebih dikenal dengan nama R.A. Kartini atau Raden Ajeng Kartini Djojo Adhiningrat lahir pada 21 April 1879 di Rembang. Beliau memiliki ayah yang bernama Raden Mas Adipati Ario Sosroningrat dan ibunya Ngasirah. R.A. Kartini. Terlahir dari keluarga ningrat, R.A. Kartini memiliki sepuluh orang saudara kandung dan saudara tirinya.

Saudara-saudara beliau adalah R.M. Slamet Sosroningrat, P.A Sosrobusoni, R.A. Soelastri, R.A. Roekmini, R.A Kardinah, R.A. Kartinah, R.M.P. Sosrokartono, R.M. Muljono, R.M. Soemarti, dan R.M. Rawito. Semasa kecil hingga berumur 12 tahun, beliau telah disekolahkan ayahnya di Europese Lagere School (ELS). Saat menimba ilmu di ELS, Kartini juga belajar bahasa Belanda.

Keadaan dan kebiasaan adat yang sangat kuno pada waktu itu membuat beliau harus menjalani masa pingit usai menamatkan pendidikannya. Beliau memiliki ketertarikan dengan pola pikir teman-temannya dari Eropa. Disamping itu, R.A. Kartini juga sering berkirim surat dengan sahabatnya yang berkedudukan di Belanda. Sahabat beliau yang bertukar surat dengannya juga sering mengiriminya majalah. Itulah sebabnya R.A.

Kartini mulai mengerti bahwa kehidupan dan pengetahuan perempuan pribumi di nusantara jauh tertinggal. Dari situlah ia mulai menyuarakan pendapat dan berusaha memajukan derajat perempuan pribumi. Saat menginjak usia 24 tahun, ayahnya menikah kan beliau dengan K.R.M. Adipati Ario Singgih Djojo yang merupakan seorang bangsawan. Saat itu Adipati Ario tengah diberikan amanah sebagai Bupati Rembang.

Semasa hidupnya, beliau selalu melakukan tindakan-tindakan untuk memajukan wanita pribumi dan bangsa Indonesia. R.A. Kartini menghembuskan nafas terakhir ketika melahirkan anak pertama mereka yakni Soesalit Djojoadhiningrat pada tanggal 13 September 1904. Kemudian, ia dikembalikan di Desa Bulu, Kabupaten Rembang.  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *