Contoh Makalah Pendidikan / Penelitian / Kewirausahaan / Narkoba

Contoh Makalah – Makalah menjadi hal yang umum di kalangan siswa atau pun mahasiswa. Penyusunan makalah sering kali menjadi tugas sekolah, tugas kuliah, materi Ujian Akhir, bahkan menjadi salah satu syarat kelulusan.

Pentingnya menulis makalah karena mulai digencarkannya budaya membaca, menulis, dan berpikir ilmiah. Umumnya, makalah berisi permasalahan, isu terkini, studi kasus yang kemudian diteliti.

Namun, tidak sedikit yang masih mempertanyakan bagaimana cara dan format penulisan sebuah makalah. Padahal makalah menjadi momok yang harus segera diselesaikan sebelum deadline datang menghantui.

Pada intinya, masih banyak yang belum paham bagaimana cara membuat karya ilmiah yang baik dan benar. Artikel ini akan memandu Anda yang sedang bingung. Simak contoh makalah berikut ini.

Cara Penulisan Makalah

cara penulisan makalah

Langkah awal yang harus diperhatikan sebelum memulai menulis yaitu Anda harus mengetahui dan memahami struktur penulisan atau elemen dari makalah. Umumnya, makalah terdiri dari halaman sampul, kata pengantar, daftar isi, bab-bab inti yang mencakup pendahuluan, pembahasan, serta penutup. Kemudian di akhiri dengan penulisan daftar pustaka.

Format penulisan yang biasa digunakan, berupa jenis huruf, ukuran huruf, margin, jenis kertas yang digunakan. Umumnya, penulisan makalah menggunakan font Times New Roman (12 pt). Ukuran kertas yang digunakan adalah A4 (21 x 29,7 cm) dari jenis HVS 80 gram. Ukuran margin tepi atas, bawah, kiri, kanan, masing-masing adalah 4, 3, 4, dan 3 cm. Ini bergantung ketentuan dari guru/dosen jika ada.

  • Halaman Sampul / Cover

Halaman sampul terdiri dari judul makalah, logo institusi, nama penulis beserta nomor induk penulis, serta nama institusi.

  • Daftar Isi

Daftar isi memberikan informasi tentang halaman dari setiap isi makalah untuk memudahkan pembaca dalam menemukan bagian penting dalam suatu makalah.

  • Kata Pengantar

Esensi dari makalah bisa didapatkan melalui kata pengantar. Penulis memberikan gambaran makalah secara umum agar pembaca bisa memahami arah penelitian dalam makalah. Penulis juga menuliskan ucapan rasa syukur kepada berbagai pihak yang telah membantu dalam penyusunan makalah, serta memberikan kesan dan harapan kepada pembaca.

  • Pendahuluan

Bab pendahuluan berisi gambaran awal mengenai topik penelitian. Penulis menuliskan permasalahan yang ditemukan dan akan diselesaikan pada makalah ini. Isi dari pendahuluan mencakup latar belakang, rumusan masalah, tujuan dan manfaat penelitian.

  • Pembahasan

Bab pembahasan menjelaskan tentang metode penelitian, instrumen penelitian, tempat dan sasaran penelitian, serta kumpulan data-data yang digunakan. Sebab dari masalah dan hasil penyelesaian juga masalah dijelaskan secara detail pada bab ini.

  • Penutup

Bab penutup umumnya terdiri dari kesimpulan dan saran mengenai penelitian yang dilakukan.

  • Daftar Pustaka

Semua referensi yang digunakan saat menyusun makalah dicantumkan pada daftar pustaka.

Contoh Makalah Karya Ilmiah

Contoh Makalah Karya Ilmiah

Analisis Hierarchical Clustering dengan Metode Average Linkage untuk Mengelompokkan Bandar Udara yang Dikelola PT Angkasa Pura I (Persero)

(Logo Institusi)

 

Di susun oleh :

 

Nayla Farah Nazimah

1024810

 

Jurusan Statistika Terapan

Fakultas Statistika

Sekolah Tinggi Harapan Bangsa

Bima

2018

 

DAFTAR ISI

 

Halaman Sampul i

Daftar Isi ii

Kata Pengantar iii

BAB I PENDAHULUAN 1

1.1 Latar belakang 1

1.2 Rumusan Masalah 2

1.3 Tujuan Penelitian 2

1.4 Manfaat Penelitian 2

BAB II PEMBAHASAN 3

2.1 Sumber Data 1

2.2 Variabel Penelitian 2

2.3 Metode Analisis Data 2

2.4 Hasil dan Pembahasan 2

BAB III PENUTUP 4

DAFTAR PUSTAKA 5

 

KATA PENGANTAR

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Alhamdulillah. puji syukur penulis panjatkan atas kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat serta hidayahnya, sehingga makalah yang berjudul ”Analisis Hierarchical Clustering dengan Metode Average Linkage untuk Mengelompokkan Bandar Udara yang Dikelola PT Angkasa Pura I (Persero)” dapat diselesaikan.

Sholawat serta salam semoga selalu tercurah kepada Nabi Muhammad SAW serta para sahabat dan pengikutnya sampai akhir zaman.

Makalah penelitian ini dibuat sebagai salah satu tugas yang harus dipenuhi dalam menyelesaikan mata kuliah Statistika Multivariat Terapan. Penyelesaian makalah ini tidak terlepas dari dukungan, bantuan, arahan, dan bimbingan dari berbagai pihak. Untuk itu, ucapan terima kasih dari penulis kepada semua pihak yang sudah membantu.

Demikian makalah penelitian ini, penulis menyadari bahwa masih banyak berbagai kekurangan karena keterbatasan pengetahuan dan kemampuan. Oleh karena itu, kritik dan saran yang bersifat membangun diharapkan demi kesempurnaan penulisan makalah ini. Semoga makalah ini bermanfaat bagi semua pihak. Aamiin.

Wassalamu’alaikum Wr. Wb

 

Yogyakarta, 13 Desember 2018

 

Peneliti

 

BAB I

PENDAHULUAN

 

Latar Belakang

Kebutuhan manusia akan transportasi sudah tidak terbatas lagi, hingga saat ini transportasi terus mengalami perkembangan yang signifikan seiring dengan perkembangan zaman, termasuk transportasi udara. Kemudahan akses, efisiensi waktu, dan fasilitas yang baik menjadikan transportasi udara sebagai pilihan utama dalam bepergian.

Kini, bandar udara yang merupakan sebuah fasilitas untuk transportasi udara termasuk pesawat terbang untuk dapat lepas landas dan mendarat semakin berkembang bahkan berevolusi fungsi dan perannya. Sebelumnya, pemahaman bandar udara hanya sebagai tempat pengoperasian pesawat terbang, mencakup pengelolaan landasan pacu, menara kontrol, terminal, dan fasilitas lainnya yang berhubungan pesawat terbang, penumpang dan kargo.

Kini, konsep bandar udara semakin berkembang cepat dan lebih luas atau lebih dikenal sebagai kota bandar udara atau airport city.

Airport city menjadikan evolusi terminal bandar udara berkembang pesat antara lain menjadi pusat perbelanjaan mewah dan tempat-tempat artistik dan rekreasi. Tidak hanya sebatas pada toko majalah, gerai makanan cepat saji, dan toko bebas pajak.

Kini bandar udara di beberapa negara bagai pusat belanja dunia, dengan menampilkan butik berkelas dunia, pusat ritel, bahkan berdiri hotel dan restoran kelas atas yang menampilkan hiburan.

PT Angkasa Pura I (Persero) sebagai salah satu perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang memberikan pelayanan lalu lintas udara dan bisnis bandar udara di Indonesia yang menitikberatkan pelayanan pada kawasan Indonesia bagian tengah dan kawasan Indonesia bagian timur, memiliki komitmen untuk meningkatkan nilai pemangku kepentingan, menjadi mitra pemerintah dan pendorong pertumbuhan ekonomi.

Serta mengusahakan jasa kebandarudaraan melalui pelayanan prima yang memenuhi standar keamanan, keselamatan, dan kenyamanan dalam pengelolaan bandar udara. Termasuk perhatian pada aspek kepatuhan terhadap berbagai peraturan yang ada serta peningkatan kemampuan manajemen risiko, seiring dengan pertumbuhan pergerakan pesawat udara dan penumpang yang meningkat dari tahun ke tahun.

Berdasarkan tantangan tersebut, PT Angkasa Pura I (Persero) harus tetap memberikan pelayanan terbaik dan memerlukan arah kebijakan dan strategi pengembangan perusahaan untuk mencapai visi & misi perusahaan yaitu “Menjadi Salah Satu Dari Sepuluh Perusahaan Pengelola Bandar Udara Terbaik di Asia”.

Pencapaian ini tentunya didasarkan pada kontribusi seluruh bandar udara. Akan tetapi, karena saat ini karakteristik dari setiap bandar udara berbeda-beda, sehingga penulis berusaha melakukan pengelompokan terhadap bandar udara yang di kelola PT Angkasa Pura I (Persero) untuk melihat karakteristik setiap bandar udara dengan tujuan untuk memudahkan penentuan arah kebijakan dan strategi pengembangan perusahaan.

Pengelompokan didasarkan pada tingkat pendapatan masing-masing bandar udara, pergerakan pesawat, pergerakan penumpang, pergerakan kargo, dan jumlah karyawan pada tahun 2015. Berdasarkan latar belakang tersebut peneliti membuat makalah dengan judul “Analisis Hierarchical Clustering dengan Metode Average Linkage untuk Mengelompokkan Bandar Udara yang Dikelola PT Angkasa Pura I (Persero)”.

Rumusan Masalah

Rumusan masalah yang diangkat dari latar belakang di atas adalah :

  1. Bagaimana gambaran umum mengenai pendapatan masing-masing bandar udara, pergerakan pesawat, pergerakan penumpang, pergerakan kargo, dan jumlah karyawan di PT Angkasa Pura I (Persero)?
  2. Bagaimana pengelompokan terhadap bandar udara yang dikelola Angkasa Pura I (Persero) berdasarkan pendapatan masing-masing bandar udara, pergerakan pesawat, pergerakan penumpang, pergerakan kargo, dan jumlah karyawan?

Tujuan Penelitian

Tujuan dilaksanakannya penelitian ini adalah sebagai berikut :

  1. Untuk mengetahui gambaran keadaan mengenai bandar udara yang dikelola PT Angkasa Pura I (Persero) yaitu mengenai pendapatan masing-masing bandar udara, pergerakan pesawat, pergerakan penumpang, pergerakan kargo, dan jumlah karyawan.
  2. Sebagai bantuan bagi PT Angkasa Pura I (Persero) dalam menentukan arah kebijakan strategis pengembangan perusahaan.

Manfaat Penelitian

Manfaat dari adanya penelitian ini yaitu ;

  1. Bagi penulis

Dapat menerapkan ilmu yang diperoleh di perkuliahan dan menambah pengetahuan baru.

  1. Bagi PT Angkasa Pura I (Persero)

Bisa dijadikan sebagai bahan masukan, pertimbangan atau acuan arah kebijakan dan strategi pengembangan bagi PT Angkasa Pura I (Persero) terhadap bandar udara yang dikelola.

  1. Bagi Pemerintah

Sebagai masukan bagi pemerintah, untuk menetapkan kebijakan pemerintah terhadap bandar udara yang dikelola PT Angkasa Pura I.

 

BAB II

PEMBAHASAN

 

Sumber Data

Data yang diperoleh dalam penelitian ini merupakan data sekunder, di mana data diambil dari buku Laporan Tahunan (Annual Report) PT Angkasa Pura I (Persero) tahun 2014 dan 2015.

Variabel Penelitian

Adapun variabel penelitian yang digunakan adalah pendapatan usaha, pergerakan pesawat, pergerakan penumpang, pergerakan kargo, dan jumlah karyawan di setiap bandar udara yang dikelola PT Angkasa Pura I (Persero) pada tahun 2015.

Metode Analisis Data

Penelitian ini membahas mengenai analisis hierarki clustering yang akan digunakan untuk mengelompokkan bandar udara berdasarkan pendapatan usaha, pergerakan pesawat, pergerakan penumpang, pergerakan kargo, dan jumlah karyawan di setiap bandar udara yang dikelola PT Angkasa Pura I (Persero) pada tahun 2015 dengan menggunakan metode average linkage.

Hasil dan Pembahasan

  1. Analisis Deskriptif

Analisis deskriptif dapat digunakan untuk menggambarkan karakteristik setiap bandar udara. Berikut adalah grafik yang dapat menggambarkan kondisi setiap bandar udara dilihat dari pergerakan pesawat, pergerakan penumpang, pergerakan kargo, pendapatan usaha, dan jumlah karyawan di setiap bandar udara.

Standarisasi Data

Pada penelitian ini, data yang digunakan memiliki satuan variabel yang berbeda/bervariasi, sehingga perlu dilakukan standarisasi data dalam bentuk Z score. Standarisasi dilakukan menggunakan bantuan software IBM SPSS Statistics 22.

    2. Asumsi Analisis Cluster

  • Populasi atau Sampel Representatif

Penelitian ini menggunakan data populasi yaitu keadaan yang berkaitan dengan semua bandar udara yang dikelola PT. Agkasa Pusa I tahun 2015.

  • Tidak Ada Multikolinearitas

Tidak terjadi Multikolinearitas antar variabel

    3. Analisis Cluster

Pengelompokan pada metode average linked yaitu menghitung jarak antara dua cluster yang disebut sebagai jarak rata – rata di mana jarak tersebut dihitung pada masing – masing cluster dengan meminimumkan rata – rata jarak antara pasangan cluster yang digabungkan (Johnson dan Wichern, 1996 dalam Ningsih, dkk., 2016).

Berdasarkan hasil output cluster membership, dapat dilihat anggota dari masing-masing cluster adalah sebagai berikut.

Tabel 3.1 Anggota Cluster

Cluster Anggota Cluster
1 DPS (Bali), SUB (Surabaya)
2 UPG (Makassar), BPN (Balikpapan), JOG (Yogyakarta)
3 BIK(Biak), MDC(Manado), SOC (Surakarta), BDJ (Banjarmasin), SRG (Semarang), LOP (Lombok), AMQ (Ambon), KOE (Kupang)

 

BAB III

PENUTUP

Hasil studi kasus tentang pengelompokan bandar udara menggunakan hierarki clustering yaitu dengan metode average linked diperoleh :

  1. Anggota cluster 1 memuat bandar udara yang memiliki rata-rata jumlah karyawan, pergerakan pesawat, pergerakan penumpang, pergerakan kargo, serta jumlah pendapatan usaha tertinggi. Anggota cluster 1 adalah bandar udara I Gusti Ngurah Rai-Bali dan bandar udara Juanda-Surabaya.

Untuk lebih meningkatkan pencapaian yang telah didapatkan, PT Angkasa Pura I juga bisa lebih meningkatkan pelayanan dan fasilitasnya terutama dalam pencapaian airport city yang lebih baik tanpa menghilangkan unsur budaya dan keindahan wilayah Indonesia.

  1. Anggota cluster 2 memuat bandar udara yang memiliki rata-rata jumlah karyawan, pergerakan pesawat, pergerakan penumpang, pergerakan kargo, serta jumlah pendapatan usaha yang cukup tinggi atau menengah. Anggota cluster 2 adalah bandar udara Sultan Hasanuddin-Makassar, bandar udara Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan-Balikpapan, dan bandar udara Adi Sutjipto-Yogyakarta.

Untuk meningkatkan pergerakan penumpang, pesawat, atau pun lainnya, peningkatan kualitas fasilitas dan promosi destinasi wisata juga perlu untuk dilakukan.

  1. Anggota cluster 3 memuat bandar udara yang memiliki rata – rata jumlah karyawan, pergerakan pesawat, pergerakan penumpang, pergerakan kargo, serta jumlah pendapatan usaha terendah dibanding cluster lainnya. Bandar udara yang termasuk dalam kelompok ini juga bisa menjadikan bandar udara lainnya sebagai icon dalam meningkatkan pelayanan, fasilitas, maupun promosi destinasi wisata di daerah bandar udara tersebut.

DAFTAR PUSTAKA

Angkasa Pura Airports. 2015. Membangun Keberlanjutan Bersama. Jakarta Pusat.

Angkasa Pura Airports. 2015. Pengembangan Perusahaan Pengelola Bandar Udara Berkinerja Tinggi. Jakarta Pusat.

Angkasa Pura Airports. 2014. Delivering Excellent Service and Performance. Jakarta Pusat.

Bandar Udara Online. 2011. Pengertian Pesawat Terbang-Aircraft. http://bandaraonline.com/aircraft/pengertian-pesawat-terbang%e2%80%93aircraft, Diunduh Tanggal 23 Februari 2017, pukul 11.28 WIB.

Contoh Makalah Tentang Narkoba

Contoh Makalah Tentang Narkoba
muslim.or.id

BAB I

PENDAHULUAN

 

Latar Belakang

Narkoba adalah salah satu barang terlarang di Indonesia. Penggunaan narkoba semakin marak hingga saat ini. Pengguna narkoba mencakup semua kalangan. Mulai dari siswa, mahasiswa, profesional, atau pun masyarakat dengan profesi lainnya. Hingga saat ini, pemerintah gencar melakukan berbagai aksi untuk menurunkan tingkat penggunaan narkoba.

Berbagai upaya preventif juga dilakukan. Namun, tidak begitu saja diperhatikan oleh para pengguna. Padahal efek atau dampak dari pemakaian narkoba sangat mematikan selain kesenangan sesaat yang didapatkan. Pada makalah ini akan dibahas tentang dampak narkoba yang sering kali tidak diperhatikan oleh pengguna.

Rumusan Masalah

  1. Bagaimana dampak penggunaan narkoba?
  2. Bagaimana upaya penanggulangan narkoba?

Tujuan Penelitian

  1. Untuk mengetahui dampak penggunaan narkoba
  2. Untuk mengetahui upaya penanggulangan narkoba

Manfaat Penelitian

  1. Sebagai himbauan kepada masyarakat sebelum menggunakan barang terlarang
  2. Menyadarkan pengguna narkoba untuk tidak menggunakannya lagi
  3. Sarana komunikasi dalam menghimbau untuk menciptakan lingkungan yang kondusif

 

BAB II

PEMBAHASAN

 

Pengertian Narkoba

Narkoba atau yang sering disebut dengan narkotika dan obat/bahan berbahaya merupakan zat kimia yang bisa mengubah kondisi psikologi pengguna seperti pikiran, suasana hati, atau perasaan, atau perilaku, jika dikonsumsi dengan cara dimakan, dihirup, diminum, atau pun dengan cara lainnya.

Jenis-jenis Narkoba

Narkoba terbagi menjadi 3 jenis, yaitu narkotika, psikotopika, dan zat adiktif lainnya.

1. Data Pengguna Narkoba

Masalah penggunaan narkoba sudah muncul sejak lama. Maraknya penggunaan narkoba sehingga menjadi masalah besar dan dinyatakan sebagai masalah nasional. Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa mayoritas pengguna narkoba adalah dari kalangan remaja.

2. Motivasi Pengguna Sebelum Menggunakan Narkoba

Ada banyak alasan yang mendasari penggunaan narkoba. Mayoritas pengguna mengatakan bahwa karena masalah sosial yang dialaminya. Pengguna merasa ingin diterima di lingkungannya, sebagai pelarian, agar terlihat dewasa, karena masalah keluarga, serta karena ingin bereksperimen semata.

3. Dampak Penggunaan Narkoba

Akibat penggunaan narkoba, tidak sedikit pengguna yang juga menyesal karena efek atau dampak yang dirasakannya. Beberapa dampak yang sering muncul adalah :

  • Gangguan pada anggota tubuhnya, seperti sistem saraf, paru-paru, kulit, serta pada jantung dan pembuluh darah
  • Hilangnya kepercayaan diri, perasaan tertekan muncul, sulitnya berkonsentrasi, cenderung menyakiti diri, serta lamban dalam berfikir dan bersikap.
  • Adanya gangguan mental yang dirasakan, menjadi anti sosial, menjadi beban keluarga, merasa dijauhkan dari masyarakat, pendidikan menjadi terganggu.

4. Upaya Penyelesaian

Adapun beberapa upaya yang sedang digencarkan antara lain adalah :

  • Pencegahan primer, yaitu dengan penyuluhan tentang bahaya narkoba dengan berbagai media. Penyuluhan ini dilakukan rangka memberikan edukasi tentang narkoba
  • Pencegahan sekunder, yaitu dengan deteksi dini anak yang menyalahgunakan narkoba, bimbingan sosial, melakukan konseling, serta mengajarkan tentang berbagai keterampilan
  • Pencegahan tersier, yaitu dengan melakukan bimbingan dan konseling pada kelompok keluarga, serta upaya penciptaan kondisi lingkungan keluarga yang kondusif.

 

BAB III

PENUTUP

 

Kesimpulan

  • Penting untuk mengetahui dampak dari penyalahgunaan narkoba.
  • Penting untuk melakukan upaya – upaya pencegahan sebagai salah satu solusi, serta penanganan pada pengguna narkoba.

Saran

  • Semoga upaya pencegahan yang dilakukan dapat diimplementasikan di seluruh elemen masyarakat.
  • Semoga pihak-pihak yang lebih kecil dalam keluarga dapat menciptakan lingkungan yang kondusif dalam upaya memberikan edukasi yang baik, serta memberikan suasana aman dan nyaman kepada anggota keluarga.
  • Semoga seluruh pihak bisa bekerja sama dengan baik, sehingga keinginan untuk terlepas dari maraknya penggunaan narkoba bisa tercapai.

DAFTAR PUSTAKA

Laeli, S. 2014. Bahaya Narkoba. Skripsi Program Studi Sosial Ekonomi. Sekolah Tinggi Ekonomi, Bantul.

Laraswati, T. 2016. Jauhi Narkoba. Skripsi Program Studi Psikologi. Sekolah Tinggi Ilmu Sosial, Bima.

Contoh Makalah Kewirausahaan

Contoh Makalah Kewirausahaan
organicvolunteers.com

BAB I

PENDAHULUAN

 

Latar Belakang Masalah

Di Indonesia sebagian masyarakatnya telah lama menggunakan bunga – bunga untuk berbagai kegiatan penting seperti resepsi, hari spesial, dan juga upacara kenegaraan. Saat ini bunga sudah berupa hadiah dan pemberian berarti yang mewakili perasaan dan ungkapan bagi seseorang.

Pada bunga pula orang dapat mencurahkan perasaan senang atas kebahagiaan bahkan perasaan ikut berduka cita atas kemalangan yang menimpa orang lain. Namun, bunga asli tak dapat bertahan dalam jangka waktu yang lama, sehingga harus terdapat inovasi yang dapat membuat apa yang kita berikan dapat berkesan dan dapat disimpan dalam jangka waktu yang lama.

Salah satu caranya yaitu dengan membuat bouquet – bouquet yang unik nan cantik seperti bouquet berbentuk bunga asli yang dikreasikan sesuai keinginan konsumen dan tidak mengurangi estetika bunga – bunga asli.

Bouquet yang telah menjadi salah satu simbol kasih sayang atau ucapan untuk orang tersayang memerlukan keunikan yang berkesan. Jadi bouquet “Boutiq Shop” yang kami sediakan adalah selain bouquet yang bentuknya unik dan cantik, bahan-bahan yang digunakan dapat dimanfaatkan kembali seperti pita, makanan ringan, jilbab, dan kaos kaki.

Tersedianya “Boutiq Shop” konsumen tak perlu menghabiskan banyak waktu dan tenaga untuk mencari souvenir atau kado untuk orang-orang tersayang di hari spesial dengan biaya yang relatif terjangkau.

Rumusan Masalah

  1. Apakah produk “Boutiq Shop” dapat menjadi peluang usaha?
  2. Sudah adakah cara untuk memasarkan produk “Boutiq Shop” ini?
  3. Sudah adakah sasaran untuk memasarkan produk “Boutiq Shop”?

Tujuan  

  1. Untuk mengetahui peluang usaha di bidang kerajinan “Boutiq Shop”.
  2. Untuk mengetahui bagaimana caranya memasarkan produk “Boutiq Shop” yang benar.
  3. Untuk mengetahui sasaran pasar untuk membeli produk “Boutiq Shop”.

Manfaat dan Kegunaan

Meningkatkan inovasi dalam menemukan hasil karya yang dapat digunakan sebagai peluang usaha. Selain itu juga dapat digunakan sebagai simbolis kenang-kenangan yang bermanfaat bagi orang yang diberi.

 

BAB II

PEMBAHASAN

Metode

Metode yang digunakan dalam pelaksanaan kegiatan usaha ini adalah berdasarkan input, proses dan output produksi.

Rancangan Biaya

Berikut rancangan biaya yang digunakan

1. Analisis Penjualan

Analisis penjualan dari produk ini

2. Analisis Break Event Point

Dalam Melakukan Analisis Berak Event Point (BEP) atau bisa disebut juga titik balik modal di mana volume penjualan sama dengan total biaya yang di keluarkan atau bisa disebut juga biaya balik modal.

 

BAB III

PENUTUP

Kesimpulan

  • Produk “Boutiq Shop” dapat menjadi peluang usaha.
  • Cara memasarkan produk “Boutiq Shop” dapat tercapai dengan analisis yang telah dilakukan sebelumnya.
  • Sasaran untuk memasarkan produk “Boutiq Shop” dari berbagai kalangan.

Saran

  • Analisis lebih lanjut bisa dilakukan untuk meningkatkan penjualan produk dari “Boutiq Shop”.

DAFTAR PUSTAKA

Fajarfika, Resti. 2014. Makalah Kewirausahaan. Skripsi. Jurusan Ekonomi, Sekolah Tinggi Ekonomi

Familinia. Analisis BEP dalam suatu usaha. Diakses pada tanggal 07 Februari 2018 pukul 22.29 WIB dari https://usahaku.com/contohsaja

Contoh Makalah Penelitian

Contoh Makalah Penelitian
sijai.com

BAB I

PENDAHULUAN

 

Latar Belakang

Indonesia adalah negara dengan potensi pertanian yang luar biasa. Tomat adalah salah satu hasil pertanian yang melimpah. Data BPS tahun 2012 menunjukkan bahwa tomat merupakan komoditas holtikultural dengan laju produktivitas menempati posisi kedua.

Posisi pertama adalah dari komoditas bawang merah. Laju produksi akan tomat tinggi karena kebutuhan masyarakat akan tomat juga tinggi. Tuntutan akan kualitas tomat yang bagus semakin diharapkan oleh masyarakat Indonesia atau pun mancanegara.

Namun, saat ini, proses pemilihan tomat masih menggunakan cara manual. Cara ini memiliki beberapa kelemahan, di antaranya membutuhkan waktu yang lama, kondisi psikologis pemilih yang berbeda, keterbatasan visual pemilih, sehingga hasil tomat yang dipilih pun tidak konsisten dalam hal kualitas. Apalagi jika cara ini masih dilakukan di sebuah perkebunan yang besar di saat masyarakat sangat membutuhkan tomat untuk kesehariannya.

Perkembangan teknologi dan ilmu pengetahuan bisa menjadi solusi akan hal ini. Gambar atau citra tomat bisa digunakan sebagai langkah awal untuk menciptakan sebuah sistem yang bisa mengklasifikasikan kualitas tomat. Dengan demikian, implementasi cara manual sebelumnya bisa ditambah atau bahkan digantikan dengan cara baru menggunakan teknologi.

Metode yang digunakan yaitu Convolutional Neural Networks (CNN). CNN dipilih karena kualitas analisisnya begitu bagus. Pada penelitian ini menggunakan package Keras pada software Rstudio.

Rumusan Masalah

  1. Bagaimana implementasi metode CNN untuk klasifikasi kualitas buah tomat?
  2. Bagaimana hasil pengklasifikasian yang didapatkan?

Tujuan Penelitian

  1. Mengetahui cara implementasi metode CNN dalam hal klasifikasi kualitas buah tomat.
  2. Mengetahui hasil klasifikasi yang dilakukan.

Manfaat Penelitian

  1. Diperoleh suatu cara baru untuk klasifikasi buat tomat dengan bantuan teknologi.
  2. Diperoleh suatu pengembangan algoritma analisis pengolahan citra baru.

 

BAB II

PEMBAHASAN

 

Populasi dan Sampel

Populasi dalam penelitian 280 citra tomat.

Variabel

Variabel yang digunakan adalah citra tomat dengan kualitas bagus dan tidak.

Jenis dan Sumber Data

Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer.

1. Metode Analisis Data

Metode analisis data yang digunakan adalah histogram gambar dan metode CNN.

2. Hasil dan Pembahasan

Ada beberapa proses yang dilakukan dalam menyelesaikan penelitian ini, antara lain adalah melakukan pengumpulan data citra, melakukan persiapan sebelum citra digunakan untuk dianalisis, serta melakukan pelatihan model dengan menggunakan metode CNN. Selanjutnya, dilakukan pengujian model dengan mengubah parameter-parameter yang digunakan, sehingga diperoleh hasil yang paling baik.

 

BAB III

PENUTUP

Kesimpulan

Setelah dilakukan penelitian, adapun beberapa kesimpulan yang didapatkan adalah :

  • Implementasi metode CNN baik untuk melakukan klasifikasi citra tomat.
  • Hasil klasifikasi menunjukkan bahwa 90% tomat berhasil dilakukan klasifikasi dengan benar.

Saran

Berdasarkan kesimpulan di atas, dapat diberikan beberapa saran sebagai berikut :

  • Data citra tomat yang digunakan lebih banyak lagi agar sistem yang dibuat dapat melaksanakan tugasnya dengan baik.
  • Spesifikasi teknologi yang digunakan lebih tinggi. Misalnya dengan menggunakan komputer dengan Random Access Memory (RAM) yang tinggi dan Graphics Processing Unit (GPU).

 

DAFTAR PUSTAKA

Shafira. Iin, et.al. Citra Tomat. Tugas Akhir. Sekolah Tinggi Statistika

Ara, Tiara. Metode CNN. Diakses pada tanggal 28 Januari 2018 pukul 08.08 WIB dari http://contohaja.pdf

 

Contoh Makalah Pendidikan

Contoh Makalah Pendidikan
satujam.com

BAB I

PENDAHULUAN

 

Latar Belakang

Salah satu cita-cita bangsa Indonesia sejak merdeka adalah mencerdaskan kehidupan bangsa. Hal tersebut tertuang dalam Undang-Undang Dasar 1945. Upaya mewujudkan cita-cita tersebut yaitu melalui pendidikan. Melalui pendidikan, harapannya akan mencetak generasi penerus bangsa yang cerdas, berkualitas, unggul, dan akan menjadi tumpuan harapan bangsa Indonesia.

Pemerintah telah menyusun sistem di Indonesia sedemikian rupa sehingga terbentuknya sistem seperti saat ini. Ada beberapa jenjang pendidikan formal yang biasanya ditempuh, yaitu pendidikan dasar, pendidikan menengah, dan pendidikan tinggi. Setiap jenjang ini akan menjadi landasan untuk bisa melangkah ke jenjang selanjutnya.

Ada pula pendidikan untuk masyarakat dengan berbagai kekurangan seperti memiliki kelainan fisik dan mental, tinggal di daerah terpencil, mengalami bencana alam/sosial. Pendidikan ini berupa pendidikan khusus, layanan khusus, dan pendidikan jarak jauh.

Selain itu, pemerintah bahkan mengalokasikan dana untuk sektor pendidikan sekitar 444 triliun pada tahun 2018 ini. Biaya yang dialokasikan semakin bertambah untuk dari tahun sebelumnya. Bantuan lain seperti BSM, program Kartu Indonesia Pintar, Dana BOS, bahkan beasiswa juga diberikan untuk para pelajar Indonesia.

Namun, tidak hanya berhenti di pendidikan formal saja. Menurut UUD No 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, dikatakan bahwa pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk karakter serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa.

Maka, penting untuk diketahui bagaimana membentuk kepribadian berkarakter pada anak bangsa. Pada makalah ini akan dijelaskan mengenai pentingnya pendidikan karakter.

Rumusan Masalah

  1. Bagaimana peranan pendidikan karakter untuk kemajuan bangsa?
  2. Bagaimana pendidikan karakter di Indonesia?

Tujuan Penelitian

  1. Mengetahui peranan pendidikan karakter untuk kemajuan bangsa.
  2. Mengetahui pendidikan karakter di Indonesia.

Manfaat Penelitian

  1. Sebagai himbauan mengenai pentingnya penerapan pendidikan karakter.
  2. Sebagai penerapan pendidikan karakter di Indonesia.

 

BAB II

PEMBAHASAN

 

Pengertian Pendidikan Karakter

Pendidikan karakter merupakan bentuk suatu tindakan yang mendidik dengan menanamkan nilai-nilai karakter yang mencakup berbagai pengetahuan seperti kesadaran, kemauan, kesadaran, dan tindakan untuk mengimplementasikan nilai-nilai tersebut. Tujuan pendidikan karakter yaitu untuk melatih diri dalam membentuk pribadi individu yang lebih baik.

Contoh Program Pendidikan karakter

Program pendidikan karakter sudah banyak dimasukkan ke dalam lingkungan keluarga dan pendidikan formal. Contoh pendidikan karakter di lingkungan keluarga antara lain adalah membangun hubungan spiritual dengan Tuhan Yang Maha Esa, menumbuhkan pemahaman positif pada anak sejak usia dini, serta membiasakan anak untuk bersosialisasi dengan warga sekitar dan lingkungan di luar rumah.

Sedangkan contoh pendidikan karakter di lingkungan pendidikan formal seperti di sekolah antara lain adalah dengan menciptakan kondisi yang aman, nyaman, dan menanamkan nilai-nilai karakter berlandaskan agama dan budaya bangsa. Di samping itu, diadakan program training untuk guru, workshop therapy bimbingan mental untuk siswa, serta sesi seminar khusus untuk orangtua siswa.

Peranan Pendidikan Karakter  

Pendidikan karakter dalam membangun peradaban bangsa sangat digencarkan sampai saat ini. Pendidikan karakter menggambarkan kearifan dan keberagaman nilai-nilai agama serta budaya. Pendidikan karakter tidak hanya sekadar simbol semata, tetapi bisa membangun peradaban bangsa melalui kebiasaan-kebiasaan kecil yang dilakukan sejak dini.

Pendidikan Karakter di Indonesia

Implementasi pendidikan karakter di Indonesia baru bisa dilihat dimulai dari kegiatan-kegiatan kecil yang kemudian akan berproses, sehingga terciptanya kondisi yang menggambarkan peradaban bangsa yang santun dan damai. Adapun beberapa contoh pendidikan karakter yang sudah terlihat antara lain seperti :

  • Menunjukkan sikap sopan.
  • Menunjukkan sikap mandiri.
  • Menunjukkan sikap percaya diri.
  • Menghargai karya seni dan budaya nasional.
  • Menunjukkan rasa toleransi antar suku, budaya, ras, dan agama.
  • Memahami hak dan kewajiban sebagai warga negara Indonesia dan generasi penerus bangsa.
  • Memahami hak dan kewajiban sebagai anak yang berbakti kepada orang tua.
  • Meningkatkan budaya membaca.
  • Menjaga dan bertanggungjawab atas lingkungan.
  • Menunjukkan kepribadian yang berpikir logis, kreatif, kritis, dan inovatif.

 

BAB III

PENUTUP

 

Kesimpulan

Setelah dilakukan penelitian, adapun beberapa kesimpulan yang didapatkan adalah :

  • Pendidikan karakter merupakan salah satu cita-cita bangsa yang akan terus diperjuangkan.
  • Pendidikan karakter sangat berpengaruh terhadap peradaban bangsa.
  • Implementasi pendidikan karakter di Indonesia akan terus digencarkan di segala lini kehidupan.

Saran

Berdasarkan kesimpulan di atas, dapat diberikan beberapa saran sebagai berikut :

  • Diperlukan niat dan tekad yang kuat untuk mengimplementasikan pendidikan karakter.
  • Seluruh elemen masyarakat dan pemangku kebijakan harus berperan aktif dalam mewujudkan peradaban bangsa yang baik melalui pendidikan karakter.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *