Sejarah Kerajaan Samudra Pasai: Masa Kejayaan dan Peninggalan

Sejarah Kerajaan Samudra Pasai – Menilik pintu sejarah kerajaan-kerajaan di Indonesia, Lhokseumawe adalah salah satu tanah tempat berdirinya kerajaan yang peradabannya cukup dikenal dunia.

Samudra Pasai memegang peranan sebagai tonggak peradaban Islam pertama di Nusantara dan seringkali didatangi oleh penjelajah seperti Ibnu Batutah. Begitu juga dengan Laksamana Cheng Ho.

Wilayah ini banyak ditinggali oleh orang Arab, Mesir, Persia dan orang-orang Timur Tengah.
Selain menyebaran agama Islam, mereka juga melakukan aktivitas perdangangan sehingga interaksi dengan warga setempat menjadi akrab. Hingga budaya Islam pun turut melekat pada masyarakat setempat.

Sejarah Singkat Kerajaan Samudra pasai

SEJARAH KERAJAAN SAMUDERA PASAI
1001sejarah

Awal Berdiri Kerajaan Samudra Pasai memiliki nama lain yakni Kerajaan Samudra Darussalam atau disebut juga dengan Kesultanan Pasai yang digagas oleh Nazimuddin Al Kamil pada Abad ke-13 atau pada tahun 1267.

Mandat untuk menjadi Raja di Kerajaan Samudra Pasai dan diberi gelar Sultan Malik As-Saleh ditumpukan pada Marah Silu. Kepemimpinannya berlangsung selama tiga puluh tahun hingga akhirnya wafat pada tahun 1927 Masehi. Malik Az-Zahir pun menggantikan kepemimpinan ayahnya.

Beliau adalah tokoh yang mengenalkan penggunaan emas sebagai mata uang bagi berlangsungnya proses jual beli di wilayah tersebut. Hingga kemudian masa pemerintahan sang sultan digantikan oleh putranya yakni Sultan Ahmad I.

Namun, periodenya tidak berlangsung terlalu lama sehingga diturunkanlah kekuasaan pada cucu dari Sultan Malik Az-Zahir I yakni Sultan Malik Az-Zahir II. Di masa inilah seorang musafir asal Maroko berkunjung, beliau adalah Ibnu Batuthah seorang penulis kitab Rihlah ila I-Masyriq, sebuah buku mengenai perjalanannya ke Timur.

Keramahan para Raja dan rakyat Aceh tertulis dalam buku tersebut.Hingga Kerajaan Majapahit melakukan penyerangan sebanyak dua kali pada tahun 1345 dan tahun 1350. Akhirnya keluarga kerajaan pun mengungsi agar dapat terlindungi.

Masa Kejayaan Samudra Pasai

Masa Kejayaan Kerajaan Samudra Pasai Masa pemerintahan Kerajaan Samudra Pasai tidak luput dari masa kejayaan. Sultan Zain Al-Abidin Malik Az-Zahir adalah Raja yang menaungi Kerajaan Samudra Pasai mulai tahun 1383 hingga tahun 1405 Masehi hingga mengalami perkembangan pesat di beberapa bidang
yaitu :

1. Bidang Perekonomian Dan Perdagangan

Pertumbuhan ekonomi Kerajaan Samudra Pasai semakin melejit semenjak mata uang dirham diberlakukan. Kerajaan ini dengan tegaknya berdiri sebagai pusat ekonomi internasional bersama Sultan Malikul Dhahir. Salah satu jenis hasil alam yang menjadi ladang ekspor utama Kerajaan ini adalah lada. Alhasil selain memeroleh relasi dagang
yang harmonis dengan para pedagang asing, masyarakat juga memeroleh banyak keuntungan dan hidup sejahtera.

 2. Bidang Sosial Dan Budaya

Adanya syariat dan hukum Islam sebagai acuan dalam proses kehidupan masyarakat Samudra Pasai maka keseharian mereka berjalan dengan harmonis. Bahkan karena dianggap memiliki banyak kesamaan dengan kehidupan di Arab, daerah ini diberi julukan Kota Serambi Mekah dan nama itu dikenal hingga sekarang.

Berbagai macam adaptasi berkembang hingga ke bidang budaya dimana masyarakat di Kerajaan Samudra Pasai mengadaptasi huruf Arab menjadi bahasa Melayu. Dan paduan itu disebut dengan huruf Arab Jawi.

 3. Bidang Agama

 BIDANG AGAMA
www.romadecade.org

Bidang ini jelas menjadi salah satu kekuatan pada masa kejayaan Kerajaan Samudra Pasai. Dengan syariat Islam yang berlaku masyarakat hidup dengan keteraturan. Mereka bermazhab Syafi’i dan dekat dengan para tokoh-tokoh Islam.

Ketika Sang Raja mencontohkan segala bentuk ajaran Islam di kesehariannya, hingga banyak rakyat yang tidak beragama Islam akhirnya memilih untuk menganut agama ini. Dari sana dapat dilihat betapa berkembangnya agama Islam di Kerajaan Samudra Pasai.

Bidang Politik

BIDANG POLITIK
id.wikiipedia.org

Dengan adanya intensitas perdagangan antar negara seperti Arab, China, Iran, Mesir dan berbagai negara lainnya menimbulkan relasi yang baik di antara kedua belah pihak. Sehingga hubungan kerjasama di berbagai macam bidang seperti teologi, tafsir, sains bahkan militer dapat berlangsung langgeng.

Masa Kemunduran Kerajaan Samudra Pasai Hancurnya kerajaan ini dipengaruhi oleh dua faktor, yakni faktor internal dan eksternal.

Perselisihan yang terjadi di dalam lingkup keluarga kerajaan adalah salah satu faktor internal yang meruntuhkan kedaulatan Kerajaan Samudra Pasai.

Hal ini memang sering terjadi dalamsebuah tatanan kerajaan dimana terjadi perebutan tahta yang menimbulkan perselisihan serius. Peperangan antar saudara tak terelakkan hingga akhirnya muncul berbagai macam pemberontakan. Ketika itu, Sultan Samudra Pasai sempat meminta bantuan kepada Sultan di Kerajaan Malaka.

Namun keadaan yang sama sulitnya tengah menimpa mereka berdua. Dimana pada tahun 1511 Masehi Kerajaan Malaka akhirnya takhluk di tangan Portugal. Selang 10 tahun berikutnya, giliran Kerajaan Samudra Pasai yang digempur oleh para penjajah Portugal hingga akhirnya lemah dan runtuh.

Peninggalan-Peninggalan Kerajaan Samudra Pasai

PENINGGALAN KERAJAAN SAMUDRA PASAI 2

Meskipun telah mengalami serangan yang luar biasa, Kerajaan Samudra Pasai masih memiliki sisa-sisa peninggalan yang pada akhirnya menjadi satu dengan Kerajaan Aceh. Jejak Kesultanan Pasai Jejak Kesultanan Pasai ditelusuri oleh para ahli.

Berbagai penelitian memunculkan benda-benda berharga milik Kerajaan Samudra Pasai berikut :

 Koin Emas

 KOIN EMAS
www.bhataramedia.com

Dirham atau koin emas merupakan salah satu peninggalan yang berharga sebagai bagian dari realitas aktivitas ekonomi masa lampau yakni pada masa pemerintahan Kerajaan Samudra Pasai dahulu kala. Koin ini terbuat dari campuran emas, perak dan juga tembaga. Keunikan dari koin ini adalah adanya tulisan Arab di bagian permukaannya.

 Cakra Donya

 CAKRA DONYA
www.tirbunnews.com

Seorang Kaisar dari China menghadiahkan sebuah lonceng besar dari besi kepada Kerajaan Samudra Pasai. Pada permukaannya terukir huruf Arab dan China yang hingga kini masih dapat dijumpai di daerah Lhokseumawe, tempat berdirinya Kerajaan Samudra Pasai. Cakra Donya adalah simbol kedekatan Raja Samudra Pasai dan Kaisar China.

Surat Peninggalan Sultan Zainal Abidin

SURAT PENINGGALAN SULTAN ZAINAL ABIDIN

blogdellyaan.blogspot.comSebelum meninggal, Sultan Zainal Abidin sempat menuliskan sebuah surat yang ditujukan kepada Kapten Moran. Surat bertuliskan huruf Arab tersebut berisi mengenai kondisi Kerajaan Samudra Pasai yang sedang mengalami kesulitan tepat saat Kerajaan Malaka takhluk di tangan para penjajah Portugis.

 Makam Para Raja

 MAKAM PARA RAJA
www.batamnews.co.id

Makam para Raja adalah salah satu peninggalan yang berkesan dan menunjukkan eksistensi Kerajaan Samudra Pasai pada masanya.

Di antaranya ada makan Sultan Malik As-Saleh yang berdampingan dengan Makam Sultan Maulana Al Zhahir yang terletah di Desa Beuringin, Kecamatan Samudra. Batu nisan keduanya bertuliskan nama dengan huruf Arab.

Makam Perdana Menteri

MAKAM PERDANA MENTERI
www.edukasinesia.com

Tengku Yacob adalah salah seorang perdana menteri di Kerajaan Samudra Pasai. Makam beliau juga menjadi salah satu bukti sejarah Kerajaan Samudra Pasai. Beliau wafat pada tahun 1252 Masehi atau pada tahun 630 Hijriah. Pada batu nisannya terdapat ukiran Ayat Qursi, Surah Al-Imron ayat 18 serta Surah At-Taubah Ayat 21-22.

Ulasan di atas adalah gambaran sederhana untuk menambah dan menanamkan pengetahuan tentang sejarah. Kerajaan Samudra Pasai ialah bagian penting dari sejarah peradaban Islam di Nusantara. Perkembangan di berbagai bidang tidak luput dari keramahan para Sultan dan Rakyat Aceh.

Meskipun pada akhirnya kejayaan itu harus disudahi dengan adanya berbagai serangan dari para penjajah. Namun, keberadaannya masih tersimpan lewat benda-benda sejarah yang masih tersisa. Wujud kehidupan masa lampau memang tidak lagi bisa dijamah.

Namun kisah dalam sejarah akan menjadi pembelajaran berharga bagi kita, terutama para generasi muda.

Sebab dari sana pula peradaban Islam di negeri Nusantara bermula. Tak hanya soal perkembangan agama Islam, Samudra Pasai juga mengukir sejarah pesatnya kedaulatan ekonomi rakyat di wilayah tersebut.

Adapun koin emas merupakan bentuk nyata dari alat pembayaran yang digunakan di setiap aktivitas perdagangan. Para Sultan mengampu kepemimpinan dengan sangat baik sehingga rakyat terayomi dan mampu berkehidupan secara produktif.

Namun perebutan kekuasaan menjadi marabahaya yang menghancurkan citra keharmonisan
Kerajaan Samudra Pasai. Selain itu, serangan dari kerajaan lain serta para penjajah cukup signifikan dalam meluluhlantakkan peradaban kerajaan ini.

Di sanalah soliditas segenap isi dari kerajaan diuji. Hingga pada akhirnya sisa-sisa peninggalan Kerajaan Samudra Pasai melebur dan menyatu dengan kerajaan Aceh. Sejarah tak ubahnya suatu pelajaran yang berharga.

Meski bila ditelusur akan menunjukkan betapa hal-hal yang berkaitan dengan kerakusan terhadap kekuasaan dapat membutakan dan menghancurkan kesejahteraan.

Namun, dari sanalah kita bisa mulai mengedepankan prinsip persatuan sebagaimana apa yang telah diperjuangkan oleh para pendahulu kita. Demikian, mudah-mudahan ulasan dapat menjadi manfaat.

Tinggalkan komentar