Site icon Made Blog

Efek Rumah Kaca : Pengertian, Proses, Penyebab Dll Terlengkap

EFEK RUMAH KACA

Efek Rumah Kaca – Proses sebuah panas yang terperangkap di bumi disebut dengan istilah efek rumah kaca. Ada berbagai macam hal negatif ketika kita mendengar tentang efek dari rumah kaca. Kebanyakan orang menyebutnya dengan global warming atau pemanasan secara global.

Global warming merupakan salah satu efek dari rumah kaca tersebut. Namun sebenarnya efek dari rumah kaca ini juga bisa menimbulkan efek positif. Walaupun memang tak bisa dipungkiri, efek rumah kaca juga menimbulkan banyak dampak negatif.

Pengertian Efek Rumah Kaca

Sebuah proses yang terjadi secara alami yang dimana panas matahari terjebak di dalam atmosfer bumi, merupakan pengertian dari efek rumah kaca. Proses itulah yang menyebabkan bagian dari permukaan bumi menjadi hangat dan dijadikan tempat yang nyaman untuk manusia hidup.

Temperatur di bumi akan menjadi sangat dingin apabila tidak ada fenomena efek dari rumah kaca tersebut. Bagaimana jika bulan tidak memiliki atmosfer dengan ukuran suhu sekitar 153oC, maka bumi ini tidak akan bisa dihuni oleh makhluk hidup.

Pengertian pada efek dari rumah kaca ini diambil dari cara kerjanya. Sederhananya begini, sebuah bangunan yang dibuat dari kaca pada bagian dinding serta atapnya, biasanya akan dipakai untuk bercocok tanam misalnya menanam tanaman sayur, bunga tropis atau buah-buahan.

Udara dan suhu yang terdapat di dalam rumah kaca tersebut akan terasa hangat. Cahaya matahari akan masuk ke dalam rumah serta membuat udara dan tumbuhan di dalam rumah kaca itu menjadi lebih hangat.

Sebaliknya pada saat suhu udara menjadi dingin maka udara di dalam rumah kaca itu akan tetap hangat. Hal itu disebabkan oleh panas matahari terperangkap di dalam rumah kaca tersebut.

Proses Kerja dari Efek Rumah Kaca

Lalu bagaimana dengan cara kerja yang terdapat pada efek dari rumah kaca tersebut? Berikut ini proses yang terjadi pada efek dari rumah kaca pada bumi:

  1. Panasnya Matahari Membuat Bumi Menjadi Panas

Bumi juga bekerja dengan cara yang sama, yang dimana cahaya matahari akan menyinari seluruh permukaan bumi dengan melewati gas atmosfer kemudian membuat suhu bumi menjadi lebih hangat.

Pada saat suhu permukaan di bumi menjadi lebih dingin di malam hari, panas itu akan balik memantul ke angkasa. Adanya gas atmosfer yang terperangkap, sebagian besar disebabkan oleh radiasi matahari.

  1. Beberapa Gas Rumah Kaca yang Memerangkap Panas

Karbondioksida yang menjadi salah satu gas yang ada di atmosfer, akan memerangkap panas yang berasal dari matahari seperti yang terdapat pada dinding rumah kaca. Gas itulah yang disebut dengan gas rumah kaca atau GHG (greenhouse gas).

Beberapa gas lainnya yang juga menjaga suhu permukaan di malam hari sehingga udara menjadi hangat, diantaranya yaitu Dinitrogen Oksida (N20), Klorofluorokarbon (CFC), Metana (CH4) dan sebagainya.

  1. Aktivitas Manusia akan Meningkatkan Kadar Gas Rumah Kaca

Gas dari rumah kaca yang paling banyak memberi efek atau dampak bagi kehidupan diantaranya yaitu nitrogen dioksida, karbondioksida, metana, dan juga uap air. Selain itu, ada pula aktivitas manusia yang akan meningkatkan kadar gas di rumah kaca.

Seperti misalnya pemakaian kendaraan bermotor, produksi dan jumlah gas di rumah kaca pada atmosfer yang terus meningkat, pembakaran hutan, dan sebagainya. Bahkan, jumlah karbondioksida akan terus meningkat sekitar dua kali lipat di beberapa tahun ke depan.

Semakin banyaknya jumlah gas pada efek rumah kaca maka permukaan bumi akan menjadi semakin panas. Itulah yang nantinya menyebabkan global warming.

Penyebab Efek dari Rumah Kaca dari Aktivitas Manusia

Meningkatnya beberapa gas pada rumah kaca secara drastis bisa dilihat dari tahun 1800an yang disebabkan oleh adanya revolusi industri. Banyak sekali lahan yang dirombak untuk segala jenis penggunaan dan aktivitas sehari-hari dalam memproduksi gas untuk rumah kaca.

Masih banyak juga hal-hal yang menyebabkan efek dari rumah kaca yang disebabkan oleh aktivitas manusia seperti berikut ini:

  1. Pemakaian Bahan Bakar Fosil

Bahan bakar fosil ini menjadi penyebab yang utama dalam meningkatkan jumlah gas karbondioksida pada rumah kaca. Pemakaian bahan bakar ini hampir 1/3 CO2 yang ada di udara serta jenis gas lainnya seperti misalnya karbonmonoksida, metana, dan sebagainya.

Bahan bakar fosil ini pada umumnya digunakan untuk sumber energi dari pembangkit tenaga listrik dan untuk kendaraan bermotor.

  1. Penebangan Hutan

Aktivitas lainnya yang menyebabkan gas di rumah kaca meningkat adalah adanya pembakaran pada hutan. Efek dari rumah kaca ini adalah hutan yang sengaja ditebang untuk segala kebutuhan pertanian, pembangunan rumah dan pabrik.

Ketika hutan dibakar secara besar-besaran maka akan terbentuk suatu gas sampingan yang berupa karbondioksida. Dari penerbangan hutan itu sendiri, terdapat 600 juta sampai 2,6 milyar ton karbondioksida yang dilepaskan ke atmosfer bumi setiap tahunnya.

  1. Industri Pertanian

Banyak sekali industri pertanian yang menggunakan pupuk kimia atau non organik untuk membuat proses penyuburan tanah menjadi lebih cepat. Proses tersebut pada akhirnya mengubah unsur nitrogen menjadi dinitrogen dioksida.

  1. Industri Peternakan

Dalam peternakan kuda, sapi, kambing dan jenis hewan ternak lainnya juga dapat memproduksi gas metana secara tidak langsung. Gas itu dihasilkan oleh fermentasi enterik makanan yang dilakukan oleh bakteri di dalam hewan, serta hasil penguraian pada kotoran hewan.

  1. Limbah Rumah Tangga

Banyak sekali jenis sampah atau limbah rumah tangga yang dibakar atau bisa juga ditimbun di TPA atau tempat pembuangan akhir. Khususnya TPA yang ada di kota-kota besar.

Pada saat limbah rumah tangga itu dibiarkan serta dikubur, maka hal itu akan menghasilkan gas metana serta karbondioksida.

  1. Limbah Industri

Beragam industri seperti misalnya penambangan batu bara atau pabrik semen juga akan menghasilkan karbondioksida.

Dampak serta Akibat dari Efek Rumah Kaca

Berikut ini beberapa dampak dan akibat dari adanya efek rumah kaca yang diantaranya yaitu:

  1. Suhu pada Permukaan Bumi Menjadi Naik

Pada saat gas yang ada di rumah kaca meningkat maka terjebaklah udara panas di sana. Itulah yang menyebabkan suhu pada permukaan bumi terus meningkat dan bumi menjadi panas.

  1. Tingkat Permukaan pada Air Laut Menjadi Naik

Suhu bumi pun akan menjadi semakin panas dan berpengaruh pada es yang ada di kutub selatan dan utara. Es itu akan mencair kemudian permukaan di air laut pun akan meningkat. Hal itu juga yang menyebabkan banyak kota serta pulau tenggelam perlahan-lahan.

  1. Angin Badai yang Semakin Buruk

Pemanasan global yang berdampak pada efek rumah kaca bisa membuat intensitas seperti angin badai atau topan akan terus meningkat. Angin badai berkaitan langsung dengan suhu di air laut. Badai pun hanya akan terbentuk apabila suhu laut berada di atas 26,51oC.

Udara panas itulah yang pada akhirnya membuat angin badai menjadi semakin memburuk.

Dampak negatif ataupun positif tetap ada pada efek rumah kaca tersebut. Tugas kita adalah mengurangi dampak buruk dari efek tersebut.

Efek Rumah Kaca : Pengertian, Proses, Penyebab Dll Terlengkap

Exit mobile version