8 Contoh Teks Tanggapan Kritis Budaya / Pendidikan / Internet / Alam

Contoh Teks Tanggapan Kritis – Seseorang pasti memiliki pendapat tersendiri akan suatu hal, entah itu pendapat positif atau negatif. Demikian pula dengan orang lain. Maka dari itu adalah hal yang wajar apabila dua pihak atau lebih memiliki pendapatnya masing-masing tentang suatu hal.

Satu orang bisa mengatakan suatu hal itu positif, orang lain bisa mengatakan hal itu negatif. Semua tergantung dari sudut pandang dan cara pikir masing-masing.

Teks tanggapan kritis adalah wujud pendapat dari orang-orang tersebut. Seseorang akan melihat sesuatu dari sudut pandangnya dan mengutarakan pendapat-pendapatnya. Jika pendapat itu dituliskan, maka tulisan tersebutlah yang dinamakan dengan teks tanggapan kritis.

Teks ini bisa mencakup seluruh permasalahan dan fenomena dalam kehidupan. Berikut ini adalah beberapa contoh teks tanggapan kritis yang bisa Anda pelajari.

Contoh Teks Tanggapan Kritis Tentang Pendidikan

Contoh Teks Tanggapan Kritis Tentang Pendidikan
www.yuksinau.id

Zaman Berubah, Sekolah Masih Pentingkah?

Dulu, anak-anak mengenyam pendidikan di bangku sekolah dipandang lebih tinggi daripada yang tidak. Waktu berlalu, tiba masa di mana anak yang sekolah sudah biasa karena memang hampir semua orang mampu. Ironi terjadi saat ini.

Kini banyak orang sukses yang masa lalunya tidak pernah belajar di bangku pendidikan. Ditambah lagi, zaman sekarang, siswa sudah banyak yang membantah guru dan prestasi mereka anjlok.

Lalu, dengan masalah yang terjadi saat ini, masih pentingkah siswa mengenyam pendidikan di bangku sekolah? Bukankah kini sudah ada homeschooling atau sekolah di rumah? Yang lebih mengejutkan lagi sudah muncul beberapa ‘sekolah’ yang berbasis online.

Artinya, siswa hanya perlu menyiapkan gawai yang dilengkapi dengan jaringan internet, setelah itu mereka bisa belajar di manapun tempatnya.

Sebenarnya, sekolah masih tetap berperan penting. Semua masalah masa kini seperti banyak anak anti sosial, prestasi anjlok, suka membantah guru, dan terlalu bergantung pada gadget, akar sebenarnya adalah pada peran orang tua.

Orang tua yang menginginkan hasil instan; membelikan gadget untuk menghentikan anaknya yang nakal, memasukkan anaknya ke sekolah, tanpa merasa ada tanggung jawab untuk mendidik karakternya adalah akar dari masalahnya.

Siswa pada zaman dulu, setelah sekolah mereka ada yang membantu orang tua mencari rumput untuk pakan ternak, berdagang keliling untuk memenuhi kebutuhan hidup, dan melakukan pekerjaan-pekerjaan lain yang melatih mereka untuk tahan banting di masa depan.

Hasilnya, kini mereka bisa menjadi orang sukses. Bedakan hal itu dengan siswa sekarang yang sekolah dari pagi sampai sore, dan sepulang sekolah mereka langsung bermain gadget.

Kecenderungan orang tua untuk memanjakan anak dan memberikan apapun yang mereka inginkan tanpa ada usaha sebelumnya membuat anak menjadi manja. Hasilnya, ketika di sekolah guru menasehati, siswa langsung membangkang.

Ketika mereka sudah dinyatakan lulus, mereka berfoya-foya seakan bebas dari belenggu. Parahnya, ketika keinginan mereka tidak dipenuhi, mereka akan melakukan hal yang buruk, seperti mengancam orang tua hingga melakukan tindak kriminal di muka umum.

Penting atau tidaknya sekolah tentu relatif bagi setiap orang. Ada yang benar-benar membutuhkan, dan ada yang tidak terlalu membutuhkan.

Yang jelas, sekolah adalah hal yang baik dan tidak ada sekolah yang memiliki tujuan untuk membodohkan bangsa. Peran sekolah hanya menjadi pembentuk sekunder. Sedangkan pembentuk anak yang utama adalah keluarga, khususnya orang tua.

Dengan bimbingan dan pendampingan yang tepat dari orang tua, anak bisa berkembang pesat ketika disekolahkan. Mereka akan memanfaatkan teman-teman sekolahnya sebagai perluasan jaringan perkenalan.

Mereka akan mengambil semua manfaat dari pelajaran yang diberikan. Mereka akan belajar berpikir logis dari pelajaran matematika. Mereka akan belajar berkesenian dari pelajaran seni dan budaya. Dan mereka akan belajar tentang hidup dari guru-guru mereka.

Kesimpulan dari semua ini adalah sekolah memang penting. Akan tetapi, yang jauh lebih penting adalah peranan orang tua untuk membentuk karakter dasar bagi anak.

Jika dasar karakter anak sudah bagus, disekolahkan atau tidak pun mereka bisa menjadi orang sukses. Dengan sekolah, mereka belajar dari guru dan teman-temannya. Tanpa sekolah, mereka belajar dari kehidupan.

Contoh Teks Tanggapan Kritis Tentang Lingkungan Sekolah

Contoh Teks Tanggapan Kritis Tentang Lingkungan Sekolah
obatrindu.com

Siswa Nakal

Bagi seorang guru, menghadapi murid “nakal” telah menjadi urusan biasa. Apalagi, sebagian murid nakal di sekolah adalah laki-laki. Guru pun sudah terbiasa menghadapi murid yang terlambat datang ke sekolah, bolos sekolah, tidak mengerjakan tugas, membuat gaduh di kelas, sampai tawuran.

Perilaku siswa semacam ini memang benar-benar menuntut guru supaya lebih sabar dan memiliki keuletan tingkat tinggi.

Akan tetapi, benarkah murid seperti tersebut disebut nakal? Sebenarnya kurang tepat juga jika mereka dilabeli murid nakal. Ukuran kenakalan siswa dari pandangan masing-masing guru berbeda-beda.

Ada guru yang memandang muridnya nakal sebab tidak menggarap PR, masuknya telat dan lain-lain. Ada pula guru yang menganggap hal itu bukanlah termasuk hal yang nakal.

Berdasarkan keterangan tersebut, sebenarnya tidak ada yang namanya murid nakal. Yang ada hanyalah siswa yang sedang merasakan apa itu krisis identitas. Proses peremajaan murid membuat mereka mencoba untuk mencoba hal-hal baru.

Sayangnya, hal-hal baru itu adalah kebanyakan hal-hal yang negatif. Mungkin mereka menganggap bahwa bergurau dengan guru adalah sesuatu yang wajar. Maka mereka bergurau dengan guru layaknya bercanda dengan teman tanpa memperhatikan etika.

Etika, sopan santun, dan sikap budi luhur lainnya memang sudah diajarkan pada masa sekolah dasar para siswa. Sayangnya, pelajaran tersebut hanya sekadar berbentuk teks semata. Padahal yang dibutuhkan oleh para siswa adalah bagaimana mengaplikasikannya.

Hasilnya, ketika pelajaran tersebut sudah tidak diajarkan lagi, mereka akan lupa dan belum mendapat praktik akan sikap budi luhur tersebut.

Akar masalah ini yang menyebabkan ketika murid beranjak dewasa dengan segala pergaulannya, mereka akan melupakan apa itu etika dan sopan santun. Hasilnya dengan orang yang lebih tua pun mereka berani melawan, bahkan sampai melakukan kekerasan fisik dan verbal. Guru seakan kehilangan tajinya di mata murid. Padahal murid itulah yang lancang.

Peran orang tua di sini sangat penting. Gerbang utama perilaku anak adalah orang tua. Orang tua adalah orang pertama yang memberikan edukasi terhadap anak. Maka dari itu harus benar-benar dipastikan bahwa apa yang diajarkan oleh orang tua adalah benar-benar hal yang positif dan harus dipastikan melekat pada anak.

Sebagai contoh adalah pelajaran tentang etika. Orang tua harus memahamkan anak bahwa untuk bersikap dan bersosialisasi ada batas-batas yang harus dipahami. Berbicara dengan teman tentu berbeda dengan berbicara dengan orang yang lebih tua.

Demikian halnya dengan bersikap. Bersikap dengan teman seumuran, berbeda dengan bersikap terhadap orang yang lebih tua, dan berbeda juga dengan orang yang usianya sudah tua.

Dengan dipahamkan seperti itu, ketika tumbuh dewasa, anak sudah mendapat dasar yang kuat tentang etika. Mereka pun akan memikirkan sikap apa yang tidak boleh dilakukan terhadap orang yang lebih tua. Ketika semakin dewasa, dia pun akan berperilaku baik terhadap gurunya, sopan, dan menghormati dengan sepenuh hati.

Kesalahan yang dilakukan kebanyakan orang tua adalah hanya mengajarkan tentang menabung saja karena terbilang mudah untuk diajarkan, tidak perlu susah payah untuk mengajarkan bersikap terhadap orang lain.

Yang perlu diajarkan hanyalah bagaimana menyisihkan uang sebanyak-banyaknya dan dia akan jadi kaya. Orang seperti ini jika besar tanpa diimbangi dengan edukasi moral, ia akan melakukan apapun untuk mengejar kekayaan. Bukankah sering ditemui orang dewasa dengan sikap seperti ini?

Kesalahan yang lain adalah terlalu memanjakan anak. Ketika masih kanak-kanak, mereka menangis karena ingin dibelikan mainan.

Orang tuanya pun langsung membelikannya mainan untuk meredakan tangisan secara instan. Agak besar ketika anak ingin sepeda dan orang tua tidak membelikannya, anak mulai mogok makan. Orang tua pun langsung membelikannya sepeda.

Orang tua terlalu malas untuk memberikan penjelasan terhadap anak akan sesuatu dan cenderung memilih cara instan.

Akhirnya ketika dewasa anak akan melakukan hal-hal kriminal jika kemauannya tidak dituruti. Sudah banyak kasus seorang anak membakar orang tuanya sendiri karena tidak membelikannya sepeda motor. Hilang ke manakah moral anak muda ini?

Sekali lagi, anak nakal sebenarnya hanya sekian persen saja kesalahan mereka. Persentase kesalahan yang lebih besar adalah terletak pada orang tuanya.

Ketika orang tuanya mendidik dengan benar, anak akan menjadi pribadi yang baik. Sesekali mungkin mereka nakal, namun masih batas wajar, tidak sampai melukai, merusak, atau pun membunuh.

Contoh Teks Tanggapan Kritis Tentang Narkoba

Contoh Teks Tanggapan Kritis Tentang Narkoba
themoondoggiesmusic.com

Pengedar Narkoba Harus Dihukum Mati

Seperti yang sudah kita ketahui, kita sedang menginjak zaman canggih yang semuanya serba canggih. Sayangnya, kecanggihan ini diikuti pula oleh berkembangnya peredaran narkoba di negara ini.

Perkembangan buruk ini dapat saja menyerang masyarakat, pelajar, bahkan pejabat negara juga tak bisa terelakkan. Yang menjadi polemik panas dalam persoalan ini adalah tentang hukuman mati untuk mereka yang menjadi pengedar sekaligus pemakai narkoba.

Banyak masyarakat yang setuju dengan hukuman mati bagi para pengedar sekaligus pemakai narkoba. Terdapat banyak alasan logis yang menjadi latar belakang persetujuan dari masyarakat ini.

Alasan pertama adalah narkoba dapat memengaruhi bahkan dapat mengubah pola pikir seseorang hingga mereka kehilangan akal sehat mereka. Tentu hal ini sangat berbahaya, baik itu untuk dirinya sendiri maupun untuk orang lain.

Sebagai contoh, misalnya saja saat pemakai narkoba sedang mengemudikan kendaraan bermotor. Mereka akan merasakan halusinasi yang dapat menyebabkan kecelakaan yang berujung kematian.

Alasan yang kedua yakni narkoba bisa merusak generasi muda sebagai penerus bangsa. Remaja adalah aset terbesar bangsa karena jika pemuda baik, masa depan bangsa akan baik. Sebaliknya, jika pemuda buruk, masa depan bangsa akan buruk.

Miris, tidak sedikit pengedar dan pengguna narkoba berasal dari kalangan remaja. Negara sangat membutuhkan generasi penerus yang berperilaku baik dan memiliki tanggung jawab guna memajukan bangsa dan Negara.

Alasan yang selanjutnya adalah narkoba dapat membuat calon pemakainya penasaran dan berujung pada pengupayaan untuk memakainya. Hal ini sangat berbahaya karena ketika orang itu sudah telanjur mengkonsumsi narkoba, ia akan merasa ketagihan dan sulit sekali untuk keluar dari kecanduan.

Tentu ini adalah hal yang tidak baik, apalagi jika pengguna sudah masuk fase sakau, ia akan melakukan hal yang di luar nalar seperti menyayat tangannya dan menghisap darahnya.

Adanya hukuman mati ini diharapkan dapat memberikan efek jera untuk pemakai dan pengedar narkoba. Tidak heran jika tidak sedikit masyarakat yang setuju akan peraturan hukuman mati ini. Namun tidak sedikit pun orang yang menampik hukuman mati guna pemakai dan pun pengedarnya.

Terdapat beberapa dalil yang melatarbelakangi penolakan hukuman ini, di antaranya yakni hukuman mati ini dirasa kurang manusiawi dan melanggar hak asasi yang sudah tercantum dalam Undang-Undang Dasar 1945.

Pendapat selanjutnya penolakan keputusan ini adalah faktor biaya. Melakukan eksekusi mati tidak bisa dilakukan sembarangan. Harus ada prosedur-prosedur dan petugas yang dapat dipercaya. Hal ini tentu memerlukan biaya yang cukup besar, mulai dari persiapan, eksekusi, hingga pengurusan mayat. Padahal uang untuk ini bisa dialokasikan untuk pembangunan Negara.

Dari pro dan kontra akan keputusan hukuman mati tersebut, hal ini mesti ditinjau ulang dan ditegakkan kembali jalan yang terbaik. Hal ini disebabkan narkoba memang dapat memberikan akibat yang negatif untuk perkembangan generasi muda penerus bangsa.

Contoh Teks Tanggapan Kritis Tentang Budaya K-Pop

Contoh Teks Tanggapan Kritis Tentang Budaya K-Pop
fadhilaahmad45.blogspot.com

Budaya K-Pop di Indonesia

Dewasa ini, anak-anak remaja di Indonesia kegandrungan musik K-pop, bahkan hal ini sudah menjadi sesuatu yang wajar dalam kehidupan di Indonesia. Biasanya musik Korea atau musik K-Pop mengangkat musik dance, yang beraliran hip-hop, serta koreografi dan kostum yang menarik. Adanya K-Pop ini membawa akibat yang lumayan besar untuk para remaja terutama di Indonesia.

Fenomena K-pop yang masuk ke Indonesia mulai digandrungi oleh masyarakat terutama untuk kalangan remaja. Terlihat sekali para remaja yang begitu membara terhadap budaya K-Pop. Hal ini dimanfaatkan oleh media sebagai sebuah peluang emas dan mulai menayangkan hal-hal yang berbau Korea.

Yang menjadi keresahan bagi sebagian orang di Indonesia adalah dengan banyaknya remaja Indonesia yang menyukai lagu-lagu dari Korea, mereka dapat melupakan budaya-budaya dari bangsanya sendiri. Jika hal ini terus berlanjut, Indonesia bisa kehilangan identitas dan dicap sebagai negara yang hanya ikut-ikutan saja.

Music K-pop yang masuk ke Indonesia tidak melulu mempunyai sisi negatif. Ada pula sisi positifnya, yakni bertambahnya pengetahuan tentang kebiasaan dan bahasa Korea. Dengan adanya minat yang yang tinggi dari remaja yang mengagumi musik K-pop, mendorong mereka guna semakin termotivasi untuk mempelajari segala urusan yang bersangkutan dengan Korea.

Ketika menyenangi sesuatu, ambil manfaatnya atau ambil sisi positifnya. Begitu kata orang bijak. Misalnya saja saat menyukai K-pop, buat peluang ini guna memotivasi masyarakat agar belajar tentang kebiasaan dan budaya dari negara lain. Setelah mengetahui secara lengkap, ambil nilai-nilai positif yang bisa diambil dan terapkan di dalam kehidupan bernegara di negeri sendiri. Begitulah cara bijak dalam belajar.  

Dari ulasan di atas dapat disimpulkan bahwa kehadiran K-pop membawa akibat yang besar baik positif atau negatif untuk remaja Indonesia. Jangan sampai kehadiran K-pop membuat kita sebagai warga Indonesia meninggalkan kekayaan musik lokal yang tidak kalah baiknya jika dibandingkan dengan negara lain.

Contoh Teks Tanggapan Kritis Tentang Isu Sosial Budaya

Contoh Teks Tanggapan Kritis Tentang Isu Sosial Budaya
contoh.pro

Anime

Sekarang ini tidak sedikit orang yang menyukai anime, terutama semua remaja dan anak-anak. Anime ialah animasi produksi Jepang, yang seringkali dicirikan dengan gambar-gambar berwarna-warni yang memperlihatkan tokoh-tokoh dari sekian banyak cerita dan lokasi.

Anime memiliki kekhasan dengan gaya gambar manga (komik khas Jepang). Dengan grafik yang bagus hingga alur kisah yang menarik, hal ini berhasil membuat masyarakat di Indonesia sering sekali menonton anime, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa.

Sesuatu yang berlebihan pastinya tidak baik, laksana halnya menyaksikan anime. Apabila seseorang terlalu banyak menghabiskan masa-masa untuk menyaksikan anime, maka hal itu akan mengganggu teknik berkomunikasi dengan orang lain dan menyebabkan orang itu menjadi antisosial.

Selain itu, seringkali orang yang suka menonton anime akan melupakan istirahat malam karena waktu malam hari digunakan untuk terus menerus menonton film anime. Padahal keesokan harinya mereka harus pergi ke sekolah. Hal itu dapat membuat prestasi anak menjadi menurun.

Namun, ada sisi positif yang dapat diambil dari anime. Banyak sekali cerita-cerita dalam anime yang mengandung pesan moral yang bagus dan dapat diaplikasikan dalam kehidupan. Anime yang notabene berasal dari Jepang, tentu akan ada hal positif yang dapat diambil dari Jepang.

Sebenarnya baik atau buruknya anime tersebut tergantung dari diri orang yang menontonnya. Jika seseorang bisa memilah-milah antara baik dan buruknya anime, maka tentu ia terhindar dari buruknya anime. Maka jadikanlah anime sebagai hiburan semata. Jangan sampai dengan terlalu asyik menonton anime menjadikan seseorang menelantarkan hal-hal pokok yang jauh lebih penting..

Contoh Teks Tanggapan Kritis Tentang Fenomena Alam

Contoh Teks Tanggapan Kritis Tentang Fenomena Alam
tirto.id

Hujan Deras, Berkah kah?

Akhir-akhir ini hujan deras sering melanda beberapa kota di Indonesia. Hujan lebat ini mengakibatkan beberapa bencana lain seperti tanah longsor dan juga banjir bandang. Memang di saat musim kemarau banyak orang yang mengeluhkan tentang cuaca yang panas dan tanaman-tanaman mereka di sawah yang layu kekurangan air. Namun, ketika hujan datang pun mereka tetap mengeluh dengan alasan susah mengeringkan pakaian, banjir, dan lain-lain.

Sebenarnya, bukan hujan yang terlalu dipermasalahkan oleh masyarakat, melainkan lebatnya hujan. Bencana-bencana seperti banjir dan tanah longsor lebih diakibatkan oleh hujan yang begitu deras dengan waktu yang sangat lama. Tanah yang lemah tidak akan sanggup menahan air yang begitu banyak dan jadilah longsor. Sungai yang tertutup sampah tidak dapat menampung air yang begitu banyak dan jadilah banjir.

Hujan adalah berkah. Tapi apakah tanah longsor dan banjir bisa disebut berkah? Jika kita memikirkan jauh lebih dalam, sebenarnya ini adalah berkah. Adanya bencana tersebut bisa jadi adalah cara Tuhan untuk mengingatkan manusia. Bayangkan, sekarang banyak sekali aksi penggundulan hutan dan kebiasaan membuang sampah sembarangan. Bukankah itu yang menjadi akar masalah dari bencana tersebut?

Jika masyarakat mau sedikit berpikir lebih dewasa dan mau introspeksi diri, setelah kejadian banjir dan tanah longsor melanda, pasti mereka akan mengurangi aksi penggundulan hutan dan membuang sampah sembarangan. Tapi kenapa bencana itu terus terjadi? Karena masyarakat tidak mau melakukan hal positif tersebut. Jadi bukan menjadi pertanyaan lagi kenapa banjir dan tanah longsor masih sering melanda Indonesia.

Jadi, sebenarnya ada fenomena alam yang terjadi murni dari alam. Ada juga fenomena alam yang terjadi karena memang manusia menyakiti alam. Tugas manusia adalah untuk memperbaiki diri dan menyadari bahwa mereka hidup berdampingan dengan makhluk luar biasa besar, yakni alam. Dengan begitu, keseimbangan alam dapat terjaga, bencana pun akan semakin berkurang.

Contoh Teks Tanggapan Kritis Tentang Internet

Contoh Teks Tanggapan Kritis Tentang Internet
themoondoggies.com

Kegilaan Internet

Di zaman yang semakin canggih ini, semua berkembang pesat, terutama dalam hal teknologi. Tentu semua orang sudah tidak asing dengan apa itu internet. Dengan adanya internet, keterbatasan manusia seperti musnah.

Bayangkan saja, dengan hadirnya internet, kita yang berada di Indonesia bisa berkomunikasi dengan orang yang ada jauh di negara lain, mulai dari Inggris, Amerika, Rusia, dan lain-lain. Jarak yang beribu-ribu kilometer ini seakan tidak ada.

Dalam hal informasi, dengan adanya internet semua informasi dapat ditemui, mulai dari nama-nama binatang, para penemu-penemu, hingga kehidupan orang-orang penting di dunia.

Untuk mendapatkan apa yang ingin kita ketahui, kita cukup membuka browser di handphone atau laptop dan menuju ke website mesin pencari. Segala sesuatu akan didapatkan di sana.

Bagi yang menyukai hobi-hobi mulai dari sepak bola, bermain game, menari, bermusik, dan lain-lain, semua sudah bisa belajar lewat video yang ada di situs Youtube. Dari web tersebut orang bisa belajar apapun tanpa perlu bertatap muka dengan pelatihnya.

Hal ini tentu menjadi hal yang sangat fenomenal. Dulu kita hanya bisa belajar jika bertemu dengan orang yang mau mengajari, kini dengan internet kita tak perlu lagi melakukan hal itu.

Sekarang bahkan internet menjadi lebih gila lagi. Mereka sudah merambah lahan-lahan dalam mencari uang, mulai dari bisnis, berdagang, hingga ke ojek online. Saat ini, seseorang yang hanya berada di depan laptop seharian bisa menjadi jutawan tanpa harus keluar bekerja di kantor-kantor. Hal ini yang disebut online freelancer.

Saat ini seorang ojek tidak perlu lagi menunggu di pangkalan untuk menanti pelanggan karena dengan hadirnya aplikasi ojek online penumpang dan tukang ojek dapat berkomunikasi dengan baik.

Marketplace online atau pasar online adalah hal yang paling gila. Orang bisa menjadi miliuner hanya dari berdagang lewat internet, tidak perlu panas-panasan menggelar lapak di pinggir jalan atau berkeliling door to door.

Semua serba digital. Jika hal ini terus berlangsung, tidak heran jika beberapa puluh tahun ke depan orang hanya akan berada di rumah karena semua hal yang mereka butuhkan bisa didapatkan dari internet.

Yang menjadi pertanyaan, apakah internet sepenuhnya menguntungkan? Memang dari segi manfaat, banyak sekali yang bisa didapatkan dengan hadirnya internet, terutama kemudahan dalam melakukan sesuatu. Namun internet juga bisa menjadi boomerang bagi penggunanya jika tidak digunakan dengan bijaksana.

Orang yang paling rawan terkena dampak negatif dari internet adalah para remaja. Bisa dilihat setiap anak muda hampir semuanya memiliki telepon pintar dengan segala kecanggihannya. Sayangnya, kepintaran telepon itu tidak berbanding terbalik dengan kepintaran si pengguna.

Remaja yang ketagihan media sosial akan terlalu larut dalam kehidupan maya dan melupakan kehidupan nyata. Hasilnya, mereka pun menjadi anti sosial.

Belum lagi masalah moral yang bisa rusak gara-gara penggunaan internet. Kemudahan yang dihadirkan internet membuat para anak muda khususnya laki-laki untuk mengakses cerita, gambar-gambar, dan video konten dewasa. Hanya tinggal mengetikkan suatu alamat di browser, mereka sudah bisa mendapatkan sajian konten dewasa dengan mudah.

Akibatnya, krisis moral terjadi. Banyak kasus pemerkosaan dan pergaulan bebas yang melibatkan remaja. Jika tidak memiliki mental yang kuat, wanita korban pemerkosaan bisa depresi dan berujung pada bunuh diri.

Tak lama di Indonesia sering muncul ujaran kebencian di media sosial. Bukan hanya itu, muncul juga berbagai macam hoax atau berita bohong yang meracuni akal sehat para pengguna internet sehingga mereka bisa mudah terprovokasi untuk membenci seseorang. Jika hal ini dibiarkan tanpa adanya undang-undang yang mengatur, Indonesia akan semakin kacau karena semua orang bebas melemparkan ujaran kebencian.

Dari semua itu, bisa dikatakan internet merupakan dua sisi mata uang. Ada sisi positif ada pula sisi negatif. Bukan menghapuskan internet yang menjadi solusi atas semua ini. Namun, mengendalikan diri untuk mengendalikan internet adalah jawaban yang paling bijak untuk saat ini. Ambil baiknya, buang buruknya. Sesimpel itu cara menanggapi sesuatu yang hadir di dalam hidup manusia.

Contoh Teks Tanggapan Kritis Tentang Pergaulan Bebas

Contoh Teks Tanggapan Kritis Tentang Pergaulan Bebas
contoh.pro

Pergaulan bebas

Pergaulan bebas bukan menjadi hal asing lagi di Indonesia. Maraknya video-video dan gambar-gambar berbau konten dewasa di dunia maya memengaruhi penggunanya di dunia nyata. Akibatnya, orang yang mengkonsumsi konten dewasa akan merasa penasaran dan mencobanya di dunia nyata. Jika hal ini terus berlanjut, moral bangsa bisa-bisa tercemar dan masa depan bangsa akan hancur.

Hal yang sangat membuat miris dari masalah ini adalah mayoritas pelaku pergaulan bebas adalah anak remaja. Anak remaja sedang dalam fase mencari jati diri. Jika input-input yang mereka terima tidak baik, maka mereka akan melakukan hal-hal yang tidak baik. Pencarian jati diri yang positif adalah belajar berbisnis, bergaul dengan orang-orang sukses, dan mencoba berbagai kegiatan positif seperti kegiatan kemanusiaan, menjadi relawan, dan lain-lain.

Namun, kurangnya pendampingan orang tua membuat remaja mencari jati diri dengan hal-hal negatif. Setiap hari mereka bertemu dengan orang-orang buruk, dan mendapati banyak konten-konten dewasa. Mereka pun menjadi penasaran dan mencoba untuk melakukannya. Awalnya mungkin sepasang remaja hanya akan saling berpegang tangan, akan tetapi karena rasa penasaran yang begitu besar, hal itu akan berlanjut ke tindakan yang tidak pantas.

Mungkin ada pihak yang menyalahkan bahwa remaja lelaki lah masalah dari pergaulan bebas. Mereka dituding memaksa dan mengintimidasi pihak wanita agar mau diajak untuk melakukan hal tidak baik itu. Padahal sebenarnya keduanya memiliki porsi yang hampir sama.

Tak sedikit pula pihak wanita yang diam-diam penasaran dan mengajak pihak lelaki untuk melakukan itu. Parahnya, wanita berjilbab yang notabene menunjukkan perisai seorang wanita juga tidak luput dari perbuatan tersebut.

Lantas apakah masih ada harapan untuk mengembalikan moral bangsa dan menghapuskan pergaulan bebas? Tentu masih ada. Namun untuk menghapuskan total bukanlah hal yang mungkin, melainkan sekadar mengurangi saja. Peran orang tua adalah yang paling vital dalam masalah ini. Kurangnya perhatian orang tua kepada anak dan jarangnya memberikan edukasi terhadap anak membuat anak kehilangan petunjuk dalam menjalani hidup. Ujung-ujungnya mereka masuk ke jalan yang salah.

Memang hukuman seperti penjara dan sanksi berupa uang bisa menjadi solusi. Namun, kurangnya ketegasan dalam menegakkan hukum ini membuat orang tidak takut dalam melakukan pergaulan bebas. Sepasang kekasih bisa saja diam-diam menginap di hotel dan melakukan perbuatan tidak senonoh tanpa pihak hukum ada yang tahu. Jadi peran orang tua lah yang paling penting.

Bagaimana jika anak sudah terlanjur masuk ke dunia pergaulan bebas? Mau tidak mau anak itu harus diberikan efek jera. Efek jera bisa diberikan dengan melakukan sanksi sosial. Selain itu, peran teman-temannya juga sangat penting.

Jika orang tua sudah tidak didengarkan, maka temannya biasanya lebih berkesempatan untuk didengarkan karena usia yang sama memiliki keterikatan tersendiri. Jadi, memasukkan anak ke dalam lingkungan orang-orang positif bisa menjadi solusi.

Bagaimanapun juga, pergaulan bebas sedikit demi sedikit harus terus dikurangi. Masa depan bangsa tergantung oleh anak muda bangsa tersebut. Jika pemudanya baik, bangsanya akan baik. Jika pemudanya buruk, maka bangsanya akan rusak. Sekali lagi peran orang tua adalah yang terpenting dalam masalah ini.

Itu tadi beberapa contoh teks tanggapan kritis yang bisa Anda coba. Secara umum dapat disimpulkan bahwa bagian dari teks tanggapan kritis adalah pembuka, isi, dan kesimpulan/penutup. Pembuka berisi latar belakang masalah atau masalah apa yang sedang terjadi. Isi membicarakan apa yang ada di pembuka secara lebih dalam. Penutup/kesimpulan berisi kesimpulan atau solusi atas isu yang dilontarkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *