6 Contoh Surat Pribadi Untuk Ibu, Kakak, Teman, Sahabat Sejati

Contoh surat pribadi kini semakin jarang untuk ditemukan keberadaannya. Banyak yang lebih menggunakan pesan singkat melalui smartphone yang mereka miliki daripada menggunakan sebuah surat.

Namun ada pula yang masih mempertahankan untuk menggunakan surat pribadi demi mengungkapkan perasaannya kepada orang lain atau orang yang dekat dengan kita, seperti ibu, ayah bahkan saudara kita.

Tentunya dengan menggunakan surat pribadi tersebut ada kesan tersendiri melalui pesan pada setiap kalimatnya. Baik pengirim maupun penerima surat pun akan memberikan pemaknaan yang berbeda sesuai dengan tujuan dari pembuatan surat tersebut.

Bahkan untuk hari ibu misalnya, sepucuk surat untuk ibunda tercinta dapat menjadi kado terindah meskipun terlihat selembar kertas sederhana.

Contoh Surat Pribadi untuk Ibu di Hari Ibu

Contoh Surat Pribadi untuk Ibu di Hari Ibu
themoondoggiesmusic.com

Desember, 2018.

Selamat Hari Ibu, untuk ibuku yang telah berjuang selama hidupnya. Mungkin tak layak untuk menyebut satu hari dalam satu tahun sebagai hari memperingati sosok ibu. Menurutku, sebagai anak ibu, harusnya kita memperingatinya setiap detik dalam hidup.

Selayaknya ibu yang tak pernah lupa setiap detik untuk mendoakan yang terbaik bagi aku, anakmu. Sebagaimana ibu yang setiap detik dan setiap detak jantungnya lebih mengkhawatirkan aku, anakmu, daripada diri ibu sendiri. Seperti ibu yang selalu berjuang tanpa lelah, tanpa keluh kesah, tanpa menyerah setiap detiknya, untuk aku, anakmu.

Terima kasih sudah menjadi sosok yang kuat dalam diam mu itu ibu. Terima kasih untuk tetesan keringat dalam setiap usahamu itu ibu. Terima kasih untuk dekapan hangat dalam sendumu itu ibu. Terima kasih ibu untuk kemarin, hari ini, besok dan lusa.

Dalam tangismu selalu terucap namaku yang diiringi doa-doa terbaik kepada Tuhan. Dalam setiap usahamu selalu diniatkan untuk mencukupi kebutuhan akan masa depanku. Dalam setiap lelahmu tak pernah sedikitpun keluhan itu terdengar, meski sebenarnya ku tahu bahwa ibu hanya ingin terlihat tegar untuk seluruh keluarga.

Teruntuk ibu yang sudah merelakan seluruh hidupnya untukku, ku ucapkan maaf dan terima kasih. Kehadiranku di dunia semua tak lepas dari segala usaha dan kasih sayangmu. Maaf jika aku masih menyesali banyak hal dalam hidupku, padahal separuh hidupku adalah perjuanganmu. Terima kasih telah mencurahkan segala perhatian dan kasih sayang kepadaku hingga kini. Aku menyayangi ibu selalu.

Rasanya malu diri ini hanya mampu mengucapkan terima kasih tanpa memberikan apapun. Maafkan anakmu ini ibu masih terus saja menyusahkan ibu. Bahkan jika aku menikah pun rasanya tak akan mengurangi beban ibu, hanya karena aku sudah menjadi tanggung jawab suamiku. Namun ibu harus tahu bahwa aku terus berusaha untuk selalu membanggakan ibu.

Hari terindah yang penuh dengan rasa syukur, memilikimu sebagai ibuku di Hari Ibu. Selamat Ulang Tahun, ibu. Pintaku kepada Tuhan setiap harinya adalah untuk memberikan segala kebaikan dan kebahagiaan kepada ibu, bagaimanapun keadaan ibu. Teruslah menjadi wanita yang menjadi panutan bagi anak-anakmu.

Semoga di Hari Ibu yang juga merupakan hari lahir ibu ini, segala doa-doa terbaik segera dikabulkan. Jika semua di dunia ini berubah, aku berdoa agar wanita hebat yang selalu ku panggil “ibu” akan tetap sama. Aku bangga menjadi anak dari sosok ibu seperti ibuku yang sekarang ini. Sekali lagi, ku ucapkan Selamat Ulang Tahun di Hari Ibu untuk ibuku tersayang.

Tak perlu menunggu hari spesial untuk memberikan ucapan sayang kepada ibu. Namun memang salah diri ini sebagai anak ibu yang masih belum bisa untuk mengatakan bahwa aku selalu menyayangi ibu setiap hari. Maafkan aku ibu atas sikap angkuh dan terkadang membuat ibu bersedih atas sikap kaku ku.

Untukmu, ibuku tersayang. Bertahun-tahun yang lalu ibu mendambakan seorang anak yang akan menjadi pelengkap keluarga kecil di rumah ini. Tak sebentar dan tak sedikit usaha yang ibu dan ayah lakukan untuk memiliki kepercayaan Tuhan. Hingga akhirnya Tuhan mengijinkan aku untuk tumbuh di rahim ibu. Aku bersyukur, aku tumbuh dalam rahim yang menjaga dan memperhatikanku dengan baik.

Setelah sembilan bulan menanti, aku pun terlahir ke dunia. Ibu, terima kasih sudah menjaga dan merawatku sejak aku dalam kandungan. Ibu, terima kasih selalu bersyukur atas kehadiranku di dunia hingga saat ini. Meski terkadang aku sendiri lupa untuk bersyukur karena telah memiliki ibu, bahkan aku jarang mengucapkan terima kasih.

Barang ini ku persembahkan sebagai hadiah untuk ibu. Tentu aku sangat paham jika barang ini tidak sebanding dengan segala perjuangan ibu selama merawat dan mendidikku. Setidaknya sekarang aku ingin membahagiakan ibu dengan memberikan apa yang ibu bisa gunakan untuk diri ibu. Tak melulu soal diriku, tapi kini aku ingin ibu juga merawat dan membahagiakan diri ibu.

Di Hari Ibu ini aku ingin mengucapkan terima kasih kepada ibu. Atas segala perjuangan, kekuatan, kesabaran serta ketabahan dalam mendidik anak sepertiku dan telah menjadi ibu hebat dalam hidupku. Semoga kelak aku dapat menjadi isteri yang memiliki sifat tangguh serta kesabaran luar biasa seperti ibu. Aku sayang ibu, tetaplah sehat dan senantiasa bahagia.

Contoh Surat Pribadi untuk Keluarga Ala Anak Rantau

Contoh Surat Pribadi untuk Keluarga Ala Anak Rantau
www.idntimes.com

Banyak cerita bagi anak rantau sepertiku yang ingin ku bagikan bersama dengan keluarga di rumah. Segala kesulitan yang ku alami tanpa hadirnya orang tua di dekatku membuatku belajar mengenai makna hidup. Membuatku ingin lebih dekat dengan keluarga secepat mungkin.

Kepada orang tuaku yang ada di rumah.

Pak, Bu, hari ini makan apa? Bahkan hari ini pun aku masih belum tau mau makan dengan menu apa. Tidak ada makanan seenak masakan ibu di rumah. Tidak ada jagung bakar seenak bapak yang membakarnya sendiri di rumah. Semua tentang rumah, meski di sini pun aku juga sedang berjuang demi impian yang dibangun dari rumah.

Aku rindu semua tentang bapak dan ibu. Aku rindu kehangatan saat berbincang dan bercanda bersama. Aku rindu saat tangan halus ibu menyuapi aku makan. Aku rindu saat bapak menceritakan cerita yang sama tentang masa kecil bapak. Aku rindu saat-saat menanti hari libur untuk segera pulang dan bertemu keluarga. Tetap doakan dan berikan semangat untuk anakmu di tanah perantauan ini.

Meski sulit ku rangkai kalimat dalam surat ini, namun ku harap ayah dan ibu di rumah selalu dalam lindungan Tuhan. Sejujurnya sedih untuk berpisah dengan kalian. Ayah yang selalu memberiku semangat, ibu yang selalu mencoba memberiku dukungan dengan tutur halusnya. Nyatanya mampu membuatku untuk bertahan di tanah perantauan.

Tidak mudah memang untuk jauh dari keluarga. Masakan ibu yang selalu ku rindukan. Nasihat ayah yang selalu menghiasi pagiku sebelum berangkat sekolah. Suasana tawa canda di rumah. Kehangatan kamar mungil yang penuh dengan kenangan. Semuanya harus ku tinggalkan sementara, meskipun dengan berat hati.

Setiap membuka mata rasanya ingin diri ini berada di atas kasur yang baru saja ibu ganti spreinya. Ketika diri ini berat menerima perbedaan di tempat baru, rasanya ingin segera membuka pintu rumah dan berbincang dengan ayah dan ibu. Saat hati ini terlalu lemah menerima tantangan hidup yang baru, rasanya ingin segera memeluk ayah dan ibu. Tapi aku harus menguatkan diriku dan melewati kesulitan itu, demi masa depanku, demi ayah dan ibu.

Beruntungnya aku menjadi anak dari ayah dan ibu yang tak pernah lelah mendengarkan segala keluhanku. Pastinya merantau memang memiliki segala hal yang enak dan tidak enak. Namun itu bukanlah penghalang. Karena kasih sayang ayah dan ibu selalu memberiku kekuatan dan keteguhan untuk terus melanjutkan pendidikan di sini.

Awalnya semua memang terasa baru dan asing. Bahasa yang berbeda, cara bergaul yang berbeda, makanan yang terasa asing di lidah bahkan kebiasaan-kebiasaan yang sulit untuk diikuti. Awalnya diri ini menolak segala hal baru tersebut dan ingin menjadi diri sendiri seperti biasanya. Tapi memang benar, dimana bumi pijak di situlah langit dijunjung.

Ayah, ibu kini aku belajar bahasa baru, bergaul dengan teman-teman baru yang baik. Tak lagi merengek ingin memakan masakan ibu setiap hari, karena di sini aku sudah mulai terbiasa dengan makanan daerah yang memang berbeda dari masakan ibu. Aku mulai memahami segala hal baru adalah hal baik untukku jika aku memang mau menerimanya meskipun hal tersebut berbeda.

Selalu mendapatkan pemberitahuan dari ruang obrolan bersama teman-teman mengenai rencana libur akhir tahun. Hati ini sempat merasa iri saat mereka dapat dengan semangatnya merencanakan berbagai liburan bersama, tetapi aku tidak. Di sini aku hanya bisa melihat teman-teman merencanakan liburan atau hanya sekedar pulang ke rumah berkumpul bersama keluarga.

Sedih memang saat masa libur akan tiba tapi aku tidak bisa memastikan diri untuk pulang ke kampung halaman. Terlebih ketika mendengar suara ayah dan ibu di telpon yang mengatakan rindu akan anak semata wayangnya di tanah perantauan. Berat hati ini untuk mengatakan bahwa tidak bisa untuk pulang sementara waktu meski keinginan diri ini untuk pulang begitu besar.

Ayah, ibu maafkan anakmu yang belum bisa melewati malam tahun baru bersama. Waktu libur yang ku dapatkan tak cukup untuk kita melewati momen libur bersama. Serta aku ingin berjuang hingga aku membawa kabar dengan gelar baruku dari sini. Marilah kita sama-sama saling menahan rindu demi perjuanganku menyelesaikan masa studiku.

Banyak cerita yang ingin ku bagikan kepada ayah dan ibu di rumah. Tapi maaf jika kini hanya bisa melalui sambungan telpon saja. Sejujurnya, aku tak ingin ayah dan ibu mengeluarkan banyak uang untukku yang masih berjuang ini. Biarkan kini tahun baru kita lewati secara terpisah. Ku mohon untuk tidak iri melihat tetangga atau saudara kita yang memamerkan kebersamaan mereka dengan anaknya.

Kelak aku akan membanggakan ayah dan ibu. Namun memang harus dilewati dengan proses yang memang terkadang menempatkan kita pada kenyataan yang tidak kita harapkan. Doakan aku agar segera mendapatkan gelar sarjanaku dan kembali ke kampung halaman. Ayah, ibu percayalah aku merindukan kalian.

Cerita lain mengenai kehidupanku di tanah rantau akan aku bagikan kepada ayah dan ibu. Pastinya bukan cerita sedih atau kemalangan yang menimpaku. Ini tentang bagaimana aku hidup di tanah perantauan dengan orang-orang baik yang selalu membantuku.

Keluarga memang harta yang paling indah dan tak bisa digantikan posisinya oleh siapapun. Bukan ayah atau pun ibu, tapi sebagai anak rantau kami menemukan keluarga kami tanpa adanya hubungan darah. Berbeda asal suku, menggunakan bahasa yang berbeda dan memiliki kebiasaan yang berbeda. Itulah keluarga baruku di tanah perantauan.

Ayah, ibu jika diberi kesempatan ingin sekali aku mengajak keluargaku ini ke rumah kita. Meski baru mengenal mereka di perantauan, kami sudah saling menjaga dan menyayangi layaknya keluarga. Saling memedulikan satu sama lain. Bahkan tak segan untuk menasihati dan menegur apabila satu anggota keluarga kami ada yang melakukan kesalahan.

Seperti halnya ayah dan ibu di rumah, aku merasa memiliki keduanya di sini. Ayah yang bertanggungjawab dan tegas. Ibu yang lemah lembut dan penyayang. Melalui mereka, rasa rinduku kepada ayah dan ibu perlahan bisa ku tahan. Tidak lagi menjadi anak yang lemah dan selalu ingin pulang ke rumah. Karena di sini pun aku juga keluarga yang menguatkan dan menyayangiku.

Contoh Surat Pribadi untuk Kakak yang Hebat

Contoh Surat Pribadi untuk Kakak yang Hebat
www.idntimes.com

Bersyukur aku tidak dilahirkan menjadi anak tunggal di keluarga ini. Tak pernah merasa iri hati namun justru selalu merasa memiliki kebahagiaan yang lengkap. Pasti akan terasa sepi jika suatu saat nanti aku benar-benar akan menjadi anak satu-satunya yang menemani ayah dan ibu di rumah.

Bagiku kamu bukan hanya sebatas saudara kandung, tapi separuh dari diriku yang lahir lebih dulu. Bagiku setiap teriakan dan omelan yang datang darimu bukanlah sebuah amarah, tapi nasihat dan kasih sayang.

Jika aku dilahirkan kembali, aku tetap ingin memiliki seorang saudara kandung sepertimu. Seorang kakak yang rela menjagaku siang dan malam meskipun dirimu pasti ingin bermain dengan teman-temanmu.

Seorang kakak yang membelaku ketika siapapun berbuat tidak adil padaku. Seorang kakak yang siap menjadi benteng pertahanan ketika diriku yang lemah sedang diserang oleh siapapun yang jahat. Selamat untuk kamu yang telah terlahir menjadi seorang kakak yang hebat dan membanggakan untukku. Aku bersyukur menjadi seorang adik dari orang sepertimu, kakak.

Seperti sebuah animasi yang memperlihatkan seekor kucing dan seekor tikus yang selalu bertengkar ketika mereka bertemu, kurasa itu kita. Terkadang kita bertengkar atau mempermasalahkan sesuatu yang sebenarnya tak begitu penting. Namun tak jarang pula kita sebenarnya saling merindu ketika sedang berjauhan.

Tak terasa sudah setahun kita tidak lagi bertemu setiap hari. Waktu itu ketika hari pertama, aku menyadari pagiku menjadi sepi. Malam hari tak ada lagi makan malam bersama sembari menceritakan pekerjaan kantor dan rencana masa depanmu. Kini kau sudah menjadi suami dari seorang wanita yang amat kau cintai, jadilah suami yang hebat seperti halnya kau menjadi kakak yang hebat untukku.

Satu tahun pertama tanpa dirimu di rumah setiap hari, membuatku banyak belajar. Banyak hal yang ternyata kau ajarkan padaku, meskipun terkadang kau menyebutku adik yang nakal.

Seakan kita tak pernah mau mengalah, padahal dirimu selalu mencoba untuk membantu ayah memenuhi kebutuhanku. Terima kasih untuk segalanya, kakak. Kerinduan ini akan ku jadikan alasan untuk selalu membanggakanmu.

Perbedaan usia di antara kita yang begitu jauh memang menjadi penghalang. Terkadang apa yang ku bicarakan tak kamu mengerti, begitu pun sebaliknya.

Namun segala nasihat yang kamu berikan begitu sangat berarti bagi hidupku, kakak. Tak mengapa jika terkadang kita sulit dalam berkomunikasi, namun kasih sayang kita lebih dari batas tersebut.

Pertama, ku ucapkan selamat ulang tahun untuk kakak tersayangku. Segala doa baik menyertai pribadi yang selalu melindungiku dalam keadaan apapun. Kedua, ku ucapkan selamat bertambah usia kepada sosok kakak yang menjadi panutanku dalam mengejar mimpi.

Teruslah berusaha demi menggapai mimpimu dan jadikan segala momen di usia ini menjadi keberkahan bagi sekitarmu.

Ketiga, ku ucapkan selamat menunaikan tugas kepada para malaikat untuk menjaga kakakku dalam segala kebaikan.

Ketangguhanmu adalah bentuk adanya kesabaran dan tekad kuat untuk menjadi seorang yang tak mudah menyerah, semoga begitu hingga masa tuamu. Keempat, sekali lagi ku ucapkan selamat ulang tahun kepada kakakku. Terima kasih sudah menjadi kakak hebat yang membanggakan.

Contoh Surat Pribadi untuk Teman Sekelas di SMA

Contoh Surat Pribadi untuk Teman Sekelas di SMA
www.suherlin.com

Masa-masa di SMA memang menjadi salah satu yang paling meninggalkan kenangan. Segala macam perasaan muncul, dari mulai rasa suka, rasa duka, rasa sedih, rasa cinta, rasa benci hingga semuanya melebur menjadi sebuah rasa yang enggan untuk diungkapkan.

Seperti halnya sebuah mimpi yang tidak nyata, tak semua perasaan yang dialami tak begitu saja bisa dijelaskan dalam kata-kata.

Saat itu usiaku masih 17 tahun saat kita pertama kali bertemu. Sebuah ruang kelas dengan suasana riuh menyatukan puluhan remaja dari berbagai latar belakang.

Ada yang berambut pendek, ada yang berambut panjang, ada yang rajin, bahkan ada yang sengaja melanggar peraturan. Masa itu adalah masa-masa sekolah yang menyenangkan sekaligus mengharukan.

Kini sudah 5 tahun berlalu sejak kelulusan kita di SMA. Semuanya terasa asing sekarang. Canda tawa yang seolah tanpa beban itu kini berubah menjadi raut wajah khawatir akan masa depan.

Tak terasa kita sekarang mulai menjadi pribadi yang berada pada level berbeda. Sampai jumpa kawan seperjuangan, semoga kita bertemu lagi di persimpangan jalan menuju mimpi.

Banyak kenangan yang ditinggalkan para teman-teman semasa SMA yang pastinya akan membuat siapa saja menjadi merindukan masa-masa tersebut. Merindukan mereka yang pernah berjuang bersama menjadi satu hal yang sangat menyiksa. Terlebih jika keadaan tidak mendukung untuk mempertemukan para teman yang dirindukan tersebut.

Seragam putih abu-abu itu kini hanya terpanjang di dalam lemari kayu di kamar ku. Dengan seragam itulah banyak kenangan indah yang dulu kita lalui bersama. Masa-sama orientasi siswa baru yang mempertemukan kita. Berbagai kegiatan baru yang kita lalui bersama. Tak terasa, masa itu membuat kita kompak meski baru kenal.

Tiga tahun yang kita lalui di SMA terasa begitu singkat. Tingkah jahil dan berbagai jargon lucu tak bisa dilupakan hingga kini. Tidur di kelas, bolos jam pelajaran, telat datang ke sekolah bahkan hingga tidak mengerjakan PR merupakan kegiatan yang tak sadar membuat kita semakin rindu sekolah.

Memang tak salah ketika yang kita rindukan dari masa SMA adalah momen-momen itu, bukan guru-guru atau pun fasilitas sekolahnya.

Tak hanya mengukir berbagai momen lucu dan menyenangkan ketika masa SMA, namun pasti ada kisah romantis yang menjadi selingan di kehidupan remaja.

Seperti kisahku yang mungkin tak banyak orang ketahui, bahkan mungkin teman terdekatku sekalipun. Rasa malu karena menyukai seseorang lebih mendorongku untuk tetap diam dan tak mengungkapkannya hingga kini.

Dua tahun yang lalu, setiap pagiku terasa cerah dan selalu membuatku bersemangat. Tak pernah ku bermalas-malasan untuk menyiapkan diri ke sekolah.

Tentu saja bukan untuk mengikuti pelajaran hari itu, tapi untuk kamu. Bertemu dan mengobrol denganmu menjadi motivasi pagiku hingga masa-masa SMA kita berakhir.

Kini sudah tidak ada lagi masa SMA, kamu dan motivasi pagiku. Tapi tak apa, setidaknya aku bersyukur pernah begitu rajin ke sekolah pada masa SMA ku.

Terima kasih kepada kamu yang telah menyumbangkan banyak kenangan di masa remajaku. Mari kita sama-sama berjuang dengan cara dan jalan masing-masing.

Memiliki seseorang yang dapat dipercaya mampu membuat apapun yang akan dilalui saat SMA menjadi lebih mudah. Begitu juga dengan masa SMA ku.

Bertemu banyak orang ketika menginjak masa remaja membuatku semakin berhati-hati untuk percaya. Bahkan sejujurnya aku takut untuk memulai mencari teman baru karena diriku dalam masa pencarian jati diri saat itu.

Ku pikir awalnya kita tidak akan cocok satu sama lain. Kamu rajin dan aku tidak. Kamu pintar dan aku selalu langganan untuk mengikuti remedial tiap pelajaran.

Tapi hati baik mu selalu mendorongmu untuk membantuku dalam setiap kesulitan. Begitu pula ketika aku tahu bahwa dirimu lemah dalam pelajaran olahraga, tak segan aku selalu membantu untuk meningkatkan nilaimu.

Tiga tahun kita lalui bersama. Tak terasa setiap perjuangan hingga akhirnya mendapatkan ijazah pun kita lakukan bersama-sama. Terima kasih sudah menjadi sahabat seperjuanganku selama SMA. Takkan ku lupa berbagai kerja keras dan juga segala doa yang telah kita lakukan bersama. Maafkan aku belum bisa menjadi sahabat yang sempurna untukmu.

Setiap waktu yang kita habiskan bersama pada masa SMA membuatku terkenang akan berbagai memori indah. Meski dulu kita berpikir bahwa apapun yang kita lakukan adalah hal yang membosankan dan nakal. Aku bersyukur bisa melewati hari-hari di SMA dengan teman-teman seperti kalian. Memang ku akui untuk membuat masa SMA ku menyenangkan, kalian tak tertandingi.

Mengisi hari-hari dengan rutinitas yang membosankan rasanya membuatku jengah. Enggan melangkahkan kaki untuk pergi ke sekolah setiap pagi. Terlebih jika harus ada PR yang selalu membuat setiap malamku tak tenang menyambut hari besok. Upacara bendera yang mengharuskanku berdiri di terik matahari yang membuatku semakin ingin kembali ke rumah pagi itu.

Semua itu terulang selama tiga tahun. Tanpa ku sadari aku mampu melewatinya. Tentunya semua itu tak mungkin bisa ku lalui seorang diri. Tanpa adanya para teman-teman yang berjuang untuk lulus dari SMA tentu aku akan menjadi seorang siswa yang biasa. Tak pernah dikenal guru sebagai murid yang bandel. Tak pernah di idolakan oleh adik-adik kelas. Tak pernah tahu kenakalan masa SMA.

Kepada para teman seperjuanganku di SMA, terima kasih atas segalanya. Bahu yang kalian lapangkan untuk kusandari sewaktu lelah dan jatuh dalam menjalani hari. Tangan yang selalu terulur untuk membantuku disetiap kesulitan yang kualami. Serta telinga dan hati yang selalu sabar untuk menerima segala ocehan curahan hatiku saat masa-masa SMA.

Sedikit ingin ku bercerita mengenai satu masa di hidupku yang cukup melelahkan, membosankan dan tak terlupakan. Masa ketika aku merasa sudah lelah untuk mengenakan seragam setiap hari. Masa ketika aku tidak menyadari kesulitan hidup kecuali dengan PR matematika dan segala hitungan yang membuatku lelah untuk berpikir. Tapi nyatanya, segala hal tersebut membuatku teringat akan masa-masa indah.

Kata orang, masa SMA itu merupakan masa yang paling menyenangkan. Aku tidak percaya itu sampai pada waktu aku bertemu dengan teman sekelas seperti kalian. Satu tahun kita lalui bersama di akhir masa sekolah kita. Semua menjalankan perannya sesuai karakternya. Ada si pintar yang selalu menjadi kebanggaan guru, ada di bandel yang menjadi omelan guru, ada pula si anak cantik yang menjadi idola.

Perlahan perjuangan kita yang terasa berat pun mulai disertai tawa canda yang riuh. Segala beban untuk lulus berubah menjadi ketakutan dan kekhawatiran. Doa semakin sering dipanjatkan yang disertai dengan deraian air mata memperlihatkan ketulusan. Masa-masa tegang saat penerimaan rapot mulai terlewati. Kini penantian menerima ijazah yang menjadi kebanggaan sekaligus rasa sedih.

Inilah tujuan kita, kawan. Lulus dari sekolah ini dan menapaki jalan baru. Sudah tak ada lagi putih abu-abu yang melekat begitu pula disertai kabar yang perlahan menghilang. Tak apa, kita akan sama-sama berjuang kembali di jalan masing-masing. Meski kini bukan lagi teman sekelas seperti masa SMA. Jangan bersedih, kita akan bertemu lagi di ruang yang lebih menakjubkan di masa depan.

Contoh Surat Pribadi untuk Guru di Indonesia

Contoh Surat Pribadi untuk Guru di Indonesia
www.kamusmufradat.com

Semakin ku beranjak dewasa, aku semakin teringat akan orang-orang berjasa yang mendorongku untuk semakin maju. Jika aku membuat cerita akan hidupku, pastinya masa-masa sekolah adalah bagian paling panjang untuk diceritakan. Tak hanya teman-teman yang menyenangkan ketika aku bersekolah, namun juga segala jasa para guru-guru ku yang membuatku termotivasi untuk semakin sukses dalam hidup.

Tak hanya sekedar memberikan pengajaran mengenai ilmu pengetahuan, tetapi mereka juga membimbing untuk menjadi manusia yang lebih berguna. Tak hanya sebatas memberikan himbauan, tetapi juga mendidik secara langsung. Merekalah yang disebut guru. Kasih sayang yang tak terhingga diberikan kepada para anak didiknya, generasi penerus bangsa.

Tak pilih kasih dalam hal membimbing para muridnya. Begitu pun ketika ada yang melakukan kesalahan, tak segan untuk menegur. Memberikan nasihat dengan cara yang santun serta menjadi suri tauladan para anak didiknya. Bapak dan Ibu guruku, terima kasih atas segala jasamu. Didikan dan bimbinganmu semasa sekolah membuatku menjadi sosok yang lebih baik sekarang.

Seorang guru dengan diamnya mampu membius para anak didiknya untuk menjadi anak yang disiplin. Ketegasannya mendidik para muridnya untuk tidak menjadi generasi masa depan yang mudah menyerah. Segala yang dilakukan guru memang pantas untuk di contoh, karena memang mereka ada untuk menjadi contoh baik bagi siapapun.

Berbagai ilmu yang telah kau ajarkan tak sebanding dengan kenakalan-kenakalan yang selalu aku lakukan. Tak hanya membuka pengetahuan yang lebih luas, namun kau juga membantuku untuk lebih memahami arti kehidupan. Semua cerita kehidupanmu yang kau bagikan kepadaku telah menghiasi masa-masa sekolahku.

Semua itu sempat kuanggap sebagai ocehan tak penting. Kurenungkan setiap kalimat mu, “kalian ini masih sekolah, nanti kalau sudah kuliah akan lebih berat lagi rasanya.” Memang berat, tak semenyenangkan ketika kau yang memberikan ilmu kepadaku. Terima kasih sudah memberiku banyak pengalaman dan telah membantuku menemukan jati diriku, wahai para guruku.

Banyak mungkin yang masih mengesampingkan jasa guru untuk mencerdaskan para generasi penerus bangsa. Mungkin masih ada juga yang merasa bahwa standar guru di Indonesia masih rendah sehingga banyak yang memilih sekolah di luar negeri. Itu semua bukan karena guru tidak layak untuk mendidik, namun memang kesempatan untuk membuktikan kelayakan tersebut masih diragukan.

Bertahun-tahun telah kau abdikan dirimu untuk mengajar dan membimbingku. Terima kasih kepada para guruku untuk senantiasa mendidikku. Harapan tinggi untuk menjadi generasi penerus bangsa rasanya begitu berat untukku. Namun atas segala curahan ilmu dan kasih sayangmu, semua perjuanganku menjadi seorang murid kini tak terlalu sulit.

Sulit untuk membencimu, meski memang terkadang apa yang guru perintahkan tak sesuai dengan keinginanku. Segala masam tugas yang diberikan membuatku kehilangan waktu untuk bermain. Tapi kini aku bersyukur. Segala tugas tersebut membantuku untuk memiliki wawasan ilmu yang bertambah serta mengajarkanku untuk lebih memanfaatkan waktu dengan baik.

Banyak jasamu yang telah membantuku untuk menjalani hidup. Terima kasih wahai para guruku untuk tak pernah lelah mengabdi pada negara mencerdaskan bangsa. Tentunya tanpa jasa dan kebaikan hatimu, aku tidak akan memiliki wawasan luas dan menjadi penerus bangsa yang cerdas. Segala jasamu akan ku kenang selalu.

Jasa para guru di Indonesia memanglah tak ternilai harganya. Banyak di antara mereka yang rela untuk mengabdi di pedalaman demi mencerdaskan anak-anak bangsa. Tak lagi mempedulikan berbagai kemewahan dan fasilitas yang lebih bagus. Hanya diniatkan untuk membantu dan membagikan berbagai ilmunya kepada para anak-anak bangsa.

Beratus-ratus kilometer jarak yang ditempuh setiap hari tak pernah melunturkan semangatnya. Berjam-jam waktu yang dihabiskan untuk memberikan ilmu setiap hari tak pernah membuatnya lelah. Bahkan banyak pengorbanan lain yang harus dilakukan selama bertahun-tahun. Itulah guru, sosok yang akan terus memberikan suri tauladan kepada para muridnya untuk masa depan.

Bahkan mengabdi di tanah perantauan pun tak pernah membuatnya menyerah untuk tetap mendidik para generasi muda. Dengan segala keterbatasan yang ada di wilayah pedalaman tak membuat semangat para guru surut. Enggan meninggalkan tempat pengabdian sebelum tugas yang diberikan tuntas dilaksanakan.

Tak heran bila kini banyak generasi muda berlomba-lomba ingin menjadi guru. Bukti nyata akan didikan sejak jaman sekolah membuat sebagian besar muridnya mencontoh apa yang dilakukan para guru tersebut. Terima kasih atas semangatmu, pengabdianmu dan kesabaranmu untuk mengabdi pada negara meski tidak di tempat yang kau harapkan.

Mengabdi pada negara bukanlah hal yang mudah. Banyak rintangan yang terjadi, bahkan beberapa di antaranya pasti akan berpikir untuk menyerah saja. Namun hal itu tidak pernah dilakukan oleh para guru. Murid yang nakal, gaji yang tak seberapa, sulitnya membangun kerja sama dengan masyarakat sekitar, tak pernah membuat para guru untuk berhenti mengajar dan mendidik para muridnya.

Contoh Surat Pribadi Pendek untuk Sahabat Sejati

Contoh Surat Pribadi Pendek untuk Sahabat Sejati
dimasfan.com

Wajar jika aku berkata bahwa hidupku istimewa, setidaknya saat ini aku memiliki seseorang sepertimu. Melengkapi hari-hariku dengan segala kebaikan dan keunikan dalam dirimu membuatku bersyukur bahwa aku bisa bersahabat denganmu. Tak hanya menemani dan mendengarkan ceritaku, kamu pun menjadi bagian dari dalam diriku.

Tak terasa waktu begitu cepat berlalu. Kita pun juga semakin bertumbuh kembang sebagaimana lingkungan baru menyambut kehadiran kita.

Masing-masing dari kita punya mimpi. Meski kita sadar bahwa mimpi kita semakin memperlebar jarak di antara kita. Dua manusia yang saling mengandalkan kini arus mengejar mimpi masing-masing.

Aku dukung semua keputusanmu, sahabatku. Kejarlah mimpimu, wujudkan segala harapan baikmu. Kamu adalah sahabat yang selalu membuatku bangga atas setiap pencapaian dalam hidupmu. Jarak semakin tidak berarti jika kita tetap saling memiliki dan percaya. Kini doa adalah jembatan terbaik untuk kita yang sedang berjuang di tempat berbeda.

Memiliki seorang teman dekat atau sahabat sejak kecil membuat berbagai memori dalam hidup menjadi lebih indah. Tak perlu merasa sedih ketika sendiri, karena sahabat tak akan pernah membiarkan hal tersebut terjadi. Bahkan tak perlu lagi menjelaskan tentang siapa diriku karena aku memilikimu sejak masa kecil kita.

Sahabat, tanpamu hari-hariku akan terasa hampa. Tak ada kenangan yang indah jika semua ku lalui seorang diri. Bersyukur aku telah memilikimu dari bertahun-tahun yang lalu. Berbagai hal-hal indah dan tak terlupakan bersamamu akan selalu menjadi cerita hidupku kelak. Terima kasih sudah selalu berada di sisiku hingga kini.

Sahabat, meskipun suatu saat kita berbeda pendapat ku harap kita tak pernah saling meninggalkan. Pastinya akan banyak rintangan dan masalah pada hubungan persahabatan kita. Tapi yakinlah bahwa kita memang ditakdirkan untuk bersama, sebagai sahabat sejati. Senang dan sedih kita lalui bersama tanpa adanya keinginan untuk saling meninggalkan. Aku menyayangimu sahabat sejatiku.

Tak hanya kata-kata romantis atau ucapan menyentuh untuk membuktikan bahwa aku menyayangimu. Segala momen indah yang kita lalui bersama rasanya menjadi bukti nyata bahwa kita ini satu. Sangat aneh rasanya jika kita tak bersama, meski segala kesalahpahaman pernah terjadi dalam persahabatan kita. Namun rasa percaya memang dibutuhkan untuk menguatkan sebuah persahabatan.

Mengenalmu sejak usia belia membuatku merasa bahwa kamu bukan lagi orang lain. Bahkan terkadang aku merasa kita bagaikan saudara yang terpisah. Mungkin terdengar berlebihan, tapi itu yang sebenarnya ku rasakan. Menjadi semakin dekat ketika berbagai masalah terjadi dan kita saling ada untuk menguatkan satu sama lain. Aku bersyukur dan aku bangga padamu.

Ku ucapkan terima kasih yang tak terhingga karena tak pernah meninggalkanku bagaimanapun keadaanku. Meski memang ada satu waktu kita saling membenci, tapi itu hanyalah masa jenuh dari sebuah hubungan. Nyatanya kita memang tak pernah bisa saling berjauhan. Persahabatan ini akan terus ku jaga sebagaimana kamu selalu menjagaku di kala aku sedang membutuhkan pertolongan.

Semua sikapmu yang selalu membuatku nyaman dan aman ketika di dekatmu, membuatku tak ingin kehilanganmu.

Pernah ku berandai suatu hari kita akan memiliki keluarga kecil dan tinggal bertetangga. Sedikit berlebihan mungkin, tapi itu wujud ketakutanku karena tak pernah terbayang untuk menjalani hidup terpisah denganmu. Baik itu saat ini atau pun di masa depan. Tetaplah menjadi sahabat sejatiku.

Tak lupa, segala bentuk terima kasih dan sayangku padamu tak hanya sekedar ucapan betapa bersyukurnya aku memiliki sahabat sepertimu.

Kini usiamu telah bertambah, selamat ulang tahun wahai sahabat sejatiku. Kuiringkan segala doa terbaik untukmu di tahun ini. Serta semoga hal-hal baik akan selalu terjadi padamu di tahun ini dan tahun-tahun berikutnya. Sampai jumpa di ulang tahun berikutnya wahai sahabat.

Sahabat bukan hanya sekedar teman di kala sedih, namun juga kala bahagia. Namun akan terasa haru apabila sahabat kita telah melangkah ke jenjang pernikahan. Kini aku merasakannya, sahabatku akan menjadi isteri dari laki-laki pilihannya.

Mungkin ini saatnya aku harus mengatakan bahwa kebahagiaan sesungguhnya yang kamu rasakan adalah kebahagiaanku juga, sahabatku.

Hari demi hari kita lalui dan seolah tak peduli bagaimana masa depan akan kita hadapi. Seperti itulah masa-masa remaja kita lewatkan. Bercanda gurau serta saling bertukar cerita tentang kegalauan masa muda.

Hal-hal sederhana dapat menjadi sangat berkesan jika kita lalui bersama. Bahkan segala kesedihan akan hilang dalam sekejap ketika bahumu tersedia sebagai tempat bersandarku.

Bertahun-tahun kita lewati hari bersama. Aku bersyukur sempat melewati masa-masa indah dengan membagi cerita hidupku denganmu. Menjadi sahabatmu adalah salah satu peran yang aku banggakan, selamanya akan terus kumainkan peran itu.

Kini sudah waktunya untuk melepasmu menjadi isteri dari laki-laki yang menjadi pilihanmu. Bukan lagi aku satu-satunya orang selain keluargamu yang akan kamu jadikan curahan isi hati. Meski ku tahu, tempatku tak akan tergantikan oleh suamimu. Hari-harimu akan terlewati bersama sang pujaan hati yang telah lama kamu nantikan.

Sejujurnya, aku menangis semalaman untuk melihatmu bersanding di pelaminan hari ini. Rasa haru karena kamu telah menjalankan satu ibadah lagi dengan menikah, terlebih dengan calon imam pilihanmu. Bukan karena aku cemburu, bukan karena aku tak rela. Seperti halnya saudara yang akan merasa kehilangan ketika kakak perempuannya tak lagi menjadi miliknya seutuhnya.

Wahai sahabatku, jadilah bidadarinya kini. Kuiringkan doaku selalu untuk kebahagiaan kehidupan pernikahanmu.

Tetaplah datang padaku ketika kamu membutuhkan tempat berbagi cerita dan menghabiskan waktu seperti dulu kala. Kurasa persahabatan kita akan tetap sama, tapi memang haruslah lebih erat. Selamat menikah, sahabat terbaikku. Doa terbaik ku panjatkan untukmu.

Tentunya ketika matahari telah terbenam, maka pertanda hari mulai malam. Namun ingat, tak selalu malam itu gelap dan begitu pula tak selalu siang itu cerah.

Hai sahabatku, selamat pagi. Mungkin seharusnya pagi ini diawali dengan rasa syukur dan semangat. Tapi entah mengapa sepertinya aku tidak melihat itu diraut wajahmu.

Setidaknya berterima kasihlah pada-Nya karena kamu masih bisa membuka mata dan melihat indahnya pagi. Meskipun memang pagi ini tidak sesuai dengan pagi yang kamu harapkan.

Siang ini mungkin terasa sedikit panas dari hari kemarin. Bahkan bisa saja lebih sejuk daripada besok. Sama seperti segala takdir yang terjadi padamu. Hari ini bisa menjadi hari yang lebih sedih daripada kemarin dan berakhir pada penyesalan. Bisa juga menjadi hari yang lebih membahagiakan daripada besok dan justru lebih banyak bersyukur.

Kamu hebat sahabatku, senja yang ada di sore ini membuktikan itu. Seperti senja yang menghilang dan tergantikan malam.

Maka segala perasaan burukmu juga akan berlalu dan tergantikan dengan perasaan baru yang mengajarkanmu untuk lebih bersyukur. Terkadang yang paling berat dari menghadapi sebuah perasaan adalah menerima kenyataan yang terjadi pada saat yang sama.

Selamat malam, sahabatku. Selamat beristirahat dan sampai bertemu besok. Apabila hari ini kamu bersedih, maka segera tidur dan beristirahatlah. Jika ingin menangis sebelum tidur, jangan lupa menelponku dan menangislah.

Jangan menahan diri untuk beristirahat malam ini. Tuhan akan mengijinkanmu untuk lupa sejenak dan tidurlah. Bersemangatlah. Kamu kuat dan hebat karena sudah melewati hari ini dengan baik.

Surat dapat menjadi sebuah hadiah bagi siapapun penerimanya. Berbagai contoh surat pribadi di atas dapat menjadi referensi untuk memberikan ucapan selamat ulang tahun atau pun peringatan tertentu kepada banyak pihak. Tentukan pemilihan kata serta jika perlu lihat pula karakter si penerima surat tersebut. Agar kalimat dalam surat dapat disusun dengan indah dan memiliki makna yang dalam.

Satu pemikiran pada “6 Contoh Surat Pribadi Untuk Ibu, Kakak, Teman, Sahabat Sejati”

Tinggalkan komentar