7 Contoh Laporan Kegiatan, Pelatihan, Pramuka, Sekolah, Pentas Seni, Dll

Contoh Laporan Kegiatan – Laporan kegiatan adalah sebuah laporan atas kegiatan tertentu yang telah dilakukan sebelumnya oleh individu maupun organisasi. Laporan kegiatan biasanya dibuat oleh peserta yang ikut atau panitia sebuah kegiatan. Berikut ini adalah format contoh laporan kegiatan yang baik dan bisa dikembangkan sendiri sesuai dengan jenis kegiatan yang diikuti.

Contoh Laporan Kegiatan Pramuka

Contoh Laporan Kegiatan Pramuka
www.academicindonesia.com

BAB I

1. Latar Belakang

Gerakan pramuka adalah penyelenggara pendidikan kepanduan di Indonesia yang merupakan bagian tak terpisahkan dari pendidikan nasional. Tujuan gerakan pramuka adalah membina kaum muda untuk mencapai potensi sosial, spiritual, fisik, dan intelektual generasi muda. Pramuka adalah kegiatan yang bisa mendidik sifat mandiri, disiplin, dan bertanggung jawab pada diri siswa.

2. Tujuan dari gerakan pramuka di Indonesia antara lain adalah:

  1. Membentuk kepribadian dan akhlak mulia.
  2. Menanamkan semangat kebangsaan, cinta tanah air, dan bela negara.
  3. Meningkatkan keterampilan sehingga siap menjadi anggota masyarakat yang bermanfaat, berjiwa patriot, pejuang tangguh, dan menjadi calon pemimpin bangsa yang handal di masa depan.

Gerakan pramuka adalah wadah yang tepat bagi semua anggota pramuka untuk bisa mengembangkan diri. Demi mencapai tujuan tersebut, semua anggota pramuka harus dilibatkan dalam berbagai kegiatan pramuka yang bersifat mendidik. Kegiatan tersebut haruslah bisa meningkatkan kualitas anggota pramuka agar lebih siap terjun sebagai generasi pemimpin bangsa.

Segala kegiatan yang akan dijalankan oleh Gerakan Pramuka harus direncanakan dengan baik. Persiapan yang matang adalah kunci utama agar kegiatan tersebut mendapatkan nilai yang baik dari segi pendidikan serta kejiwaan. Oleh karena itu, maka evaluasi pelaksanaan Gerakan Pramuka program Gugus Depan SMP 1 Depok ini penting dilaksanakan dan dibuat dalam laporan tertulis.

3. Sasaran Kegiatan

Sasaran kegiatan yang disusun oleh panitia Gerakan Pramuka Gugus Depan SMP 1 Depok adalah para anggota yang berasal dari kelas VII dan VIII. Selain itu, sasaran kegiatan program ini juga melibatkan penggalangan inti dari anggota kelas VII, VIII, dan IX.

4. Manfaat Kegiatan

Melalui kegiatan Gerakan Pramuka yang dilaksanakan di Gugus Depan SMP 1 Depok ini, diharapkan akan diperoleh manfaat sebagai berikut:

  1. Mengukur kemajuan kegiatan ekstrakurikuler Gerakan Pramuka di SMP 1 Depok.
  2. Meningkatkan kapasitas anggota Gerakan Pramuka Gugus Depan SMP 1 Depok sesuai dengan tingkatannya masing-masing.
  3. Meningkatkan rasa cinta tanah air, patriot, pemberani, jujur, beraklak mulia bagi setiap anggota pramuka.

5. Pembiayaan Kegiatan

Kegiatan ekstrakurikuler Gerakan Pramuka ini sepenuhnya dibiayai oleh alokasi dana Bantuan Operasional Sekolah SMP 1 Depok.

 

BAB II

 

  • Materi

Materi kegiatan ekstrakurikuler pramuka di SMP 1 Depok ini terdiri dari:

  1. Pelatihan rutin 2 kali seminggu yang dilakukan setiap hari Selasa dan Sabtu pukul 14.00 – 17.00 WIB.
  2. Kegiatan baris-berbaris.
  3. Pelatihan kepemimpinan.
  4. Pengetahuan umum Pramuka penggalang.
  5. Pelatihan pertolongan pertama.
  6. Pelatihan kekompakan anggota dan kerjasama antar regu.
  • Waktu

Kegiatan dilakukan pada hari Selasa dan Sabtu pada pukul 14.00 – 17.00 WIB. Kegiatan ekstrakurikuler ini bersifat teratur dilakukan tiap minggu. Anggota pramuka diwajibkan untuk hadir, menandatangani absensi, dan mengikuti latihan sampai selesai.

  • Tempat

Latihan ekstrakurikuler Pramuka Penggalang di Gugus Depan SMP 1 Depok ini dilaksanakan di halaman/lapangan basket SMP 1 Depok atas izin yang telah diberikan oleh pihak sekolah. Untuk penyampaian materi yang bersifat tertulis, maka dilakukan di dalam salah satu kelas dengan sarana dan prasarana penunjang yang mampu mempermudah pemahaman anggota pramuka.

  • Hasil yang Dicapai

Berdasarkan kegiatan yang telah dilakukan, bisa disimpulkan bahwa pencapaian hasil anggota pramuka penggalang yang mengikuti kegiatan ini sekitar 75%. Tiga perempat anggota yang mengikuti latihan bisa memahami dan mempraktekkan pengetahuan pramuka dengan baik. Sedangkan seperempat sisanya dianggap belum memahami materi secara optimal.

25% anggota yang belum memahami materi secara optimal lebih disebabkan oleh beberapa kendala seperti sarana dan prasarana, banyaknya jumlah peserta, keterbatasan pelatih, dan konsentrasi yang kurang pada waktu sore hari.

Hambatan yang muncul dalam pelatihan pramuka ini antara lain:

  1. Kurangnya semangat dari beberapa anggota pramuka yang mengikuti latihan.
  2. Banyak anggota pramuka yang berdomisili sangat jauh dari sekolah, sehingga menyulitkan mereka ketika harus pulang-pergi untuk mengikuti kegiatan ekstrakurikuler pramuka ini.
  3. Kurangnya kesadaran para anggota tentang pentingnya kegiataan kepramukaan.
  4. Kurangnya dukungan dari orang tua siswa terhadap kegiatan pramuka yang dianggap tidak lebih penting dibandingkan dengan kegiatan pelajaran formal sekolah.
  5. Banyak anggota yang masih memiliki kepercayaan diri rendah saat harus mengikuti kegiatan praktikum latihan fisik dan kepemimpinan dalam pramuka.

Saran yang bisa diberikan berdasarkan kondisi yang terjadi di atas antara lain:

  1. Meminta dukungan dari seluruh elemen sekolah seperti kepala sekolah, guru mata pelajaran, dan wali kelas untuk memotivasi siswa mengikuti kegiatan pramuka.
  2. Melatih kepercayaan diri seluruh anggota agar bisa terampil dalam kegiatan pramuka.

 

BAB III

PENUTUP

 

  • Kesimpulan

Kesimpulan yang dapat ditarik dari kegiatan ekstrakurikuler pramuka ini antara lain:

  1. Perlu dibentuk kepengurusan gugus depan di SMP 1 Depok yang lebih sistematis.
  2. Sarana dan prasarana pendukung kegiatan pramuka di SMP 1 Depok masih minim.
  3. Masih rendahnya kesadaran yang dimiliki oleh siswa untuk mengikuti kegiatan pramuka di SMP 1 Depok.

Contoh Laporan Kegiatan Sekolah

Contoh Laporan Kegiatan Sekolah
thegorbalsla.com

LAPORAN KEGIATAN PERKEMAHAN SABTU-MINGGU (PERSAMI)

DALAM RANGKA MENYAMBUT SISWA BARU SMA NEGERI 1 KOTA BATU

TAHUN AJARAN 2017/2018

 

 

1. Latar Belakang

Perkemahan Sabtu-Minggu (Persami) adalah kegiatan perkemahan yang dilaksanakan oleh anggota pramuka, baik dari tingkat SD hingga SMA. Persami bisa dilakukan untuk berbagai tujuan, namun utamanya dilakukan untuk memperingati dan meresmikan kenaikan tingkat anggota pramuka.

Siswa baru yang diterima di SMA Negeri 1 Kota Batu akan secara otomatis masuk sebagai anggota pramuka Penegak. Gugus depan SMA Negeri 1 Kota Batu berkewajiban untuk menjalankan upacara peresmian tersebut dalam sebuah kegiatan perkemahan Sabtu-Minggu (Persami). Kegiatan ini dilaksanakan pada awal tahun pembelajaran dan memiliki beberapa tujuan serta manfaat khusus.

2. Tujuan Kegiatan

Melalui kegiatan Persami, maka diharapkan siswa baru kelas IX di SMA Negeri 1 Batu akan:

  1. Mengenal lingkungan sekolahnya yang baru.
  2. Memiliki jiwa patriotisme, pemberani, jujur, berakhlak mulia, dan mampu bekerja sama.
  3. Menyiapkan calon-calon generasi penerus bangsa yang berkualitas dan siap terjun dalam masyarakat.

3. Anggaran Dana

Kegiatan Persami yang dilaksanakan dan di panitiai oleh Gerakan Pramuka Gugus Depan SMA Negeri 1 Batu ini di danai dari:

– Sumbangan bantuan operasional sekolah (BOS).

– Sumbangan dari seluruh siswa baru kelas IX.

4. Jadwal Kegiatan

Kegiatan Persami penerimaan siswa baru dilaksanakan pada:

Hari : Sabtu-Minggu

Tanggal : 11-12 September 2018

Tempat : SMA Negeri 1 Batu

Jumlah peserta : 180 siswa dari 6 kelas.

5. Hasil Kegiatan

Kegiatan Persami Penerimaan Siswa Baru telah diselenggarakan dengan baik dan lancar. Kegiatan dimulai dengan apel pembukaan pada hari Sabtu, 11 September 2018 pukul 16.00 WIB dan diakhiri dengan apel penutup pada hari Minggu, 12 September 2018 pukul 11.00 WIB.

Peserta Persami mengikuti instruksi dan jadwal kegiatan dengan tertib sesuai arahan dari panitia. Namun, masih banyak para peserta Persami yang tidak membawa kelengkapan yang dipersyaratkan dengan berbagai alasan. Kondisi ini menjadi tanda bahwa masih terdapat berbagai kendala kedisiplinan dalam diri siswa.

  • Kesimpulan

Kegiatan Persami yang dilakukan di SMA Negeri 1 Kota Batu sudah dilaksanakan dengan baik dan lancar, meskipun dengan anggaran dan kondisi yang terbatas. Siswa baru yang menjadi peserta Persami bisa mendapatkan berbagai manfaat, terutama kedisiplinan, kerjasama, kekompakan, dan juga sifat berani.

Acara Persami ini diharapkan bisa menjadi ajang memupuk calon generasi penerus bangsa yang berkualitas, baik dalam segi akademik maupun non-akademik. Demikianlah laporan ini dibuat sebagai bentuk pertanggungjawaban panitia dan semoga bermanfaat bagi evaluasi penyelenggaraan kegiatan Persami berikutnya.

Contoh Laporan Kegiatan Pelatihan

Contoh Laporan Kegiatan Pelatihan
www.lahiya.com

LAPORAN KEGIATAN PELATIHAN PENYULUHAN KELOMPOK TANI

KECAMATAN BUMI ASIH KAB. BANDUNG

 

PENDAHULUAN

1. Latar Belakang

Pertanian merupakan garda terdepan ketahanan pangan nasional. Sektor pertanian di Indonesia harus terus dikembangkan setiap tahunnya demi mencukupi angka kebutuhan pangan nasional yang juga terus meningkat seiring dengan pertambahan jumlah penduduk. Dengan mantabnya sektor pertanian, maka negara juga akan mencapai kestabilan ekonomi dan bebas rawan pangan.

Namun, sektor pertanian di Indonesia terus mengalami hambatan baik dari segi alih fungsi lahan, berkurangnya kesuburan lahan, hingga kemampuan sumberdaya manusia pertanian yang dinilai kurang bisa memenuhi tantangan pertanian di era sekarang ini. Oleh karena itu, pengembangan sumberdaya manusia di bidang pertanian, khususnya petani itu sendiri sangat penting.

Penyuluhan pertanian adalah upaya yang dilakukan oleh pemerintah atau pun badan swasta yang dilakukan bertujuan untuk meningkatkan kemampuan setiap petani. Kemampuan tersebut baik dalam hal keterampilan maupun sikap dalam memutuskan sendiri terkait usaha tani yang dilakukan oleh petani tersebut.

Salah satu kegiatan yang dilakukan oleh pemerintah dalam penyuluhan pertanian ini adalah dengan mengadakan pelatihan teknis bagi kelompok tani. Tujuan kegiatan penyuluhan kelompok tani ini adalah untuk melibatkan seluruh panca indra dan kemampuan petani saat mengolah tanah. Selain itu, dalam pelatihan ini juga diperkenalkan berbagai macam teknologi tepat guna pertanian.

Tujuannya adalah agar para petani tidak asing dengan teknologi modern pertanian dan mau menggunakan serta memanfaatkannya demi kemajuan dan perubahan hasil pertanian di kemudian hari. Kelompok tani diharapkan menjadi garda terdepan dalam gerakan efisiensi pertanian yang mampu meningkatkan kapasitas hasil panen serta pemeliharaan kesuburan lahan.

Jenis pelatihan yang berkualitas harus disertai dengan kriteria sebagai berikut:

  1. Kegiatan tersusun dengan rapi.
  2. Terwujudnya implementasi perencanaan dengan baik.
  3. Pelaksanaan kegiatan dan evaluasi harus memenuhi syarat terpenuhinya sebuah pelatihan kelompok tani yang berkualitas.

2. Tujuan Dibuatnya Laporan Kegiatan

Laporan kegiatan ini dibuat dan disusun sebagai bentuk pertanggung jawaban dari kegiatan pelatihan kelompok tani yang diselenggarakan oleh Dinas Pertanian Kecamatan Bumi asih Kabupaten Bandung pada bulan Desember 2018.

 

BAB II

METODE PELAKSANAAN

 

1. Waktu dan Tempat

Pelatihan Penyuluhan Kelompok Tani ini dilaksanakan di Kantor Dinas Pertanian Kecamatan Bumi asih Kabupaten Bandung yang beralamat di Jl. Cempaka No.17A, Bumi asih, Bandung. Pelatihan Penyuluhan Kelompok Tani ini diselenggarakan pada tanggal 1 – 7 Desember 2018.

2. Peserta Pelatihan

Pelatihan ini diikuti oleh seluruh kelompok tani yang ada di Kecamatan Bumi asih, Kabupaten Bandung. Pelatihan dibagi berdasarkan masing-masing desa perhari. Total terdapat 25 kelompok tani yang tersebar dalam 7 desa di Kecamatan Bumi asih Kabupaten Bandung. Peserta kelompok tani ini terdiri dari ketua,pengurus, dan juga seluruh anggota kelompok tani tersebut.

Penyuluh pertanian yang diikutsertakan dalam kegiatan ini berjumlah 3 orang dari Dinas Pertanian Kecamatan Bumi asih. Selain itu, penyuluhan ini juga mendatangkan masing-masing sekretaris desa yang bertugas sebagai pendamping masyarakat/kelompok tani.

3. Materi Pelatihan

Materi pelatihan kelompok tani yang diberikan pada program penyuluhan ini adalah komposisi pemberian pupuk organik bagi tanaman padi, jagung, dan kedelai. Pada program kali ini juga diajarkan cara membuat pupuk organik dari sisa tanaman pakan ternak dan kotoran ternak yang bermanfaat bagi pertumbuhan tanaman.

 

BAB III

HASIL DAN PEMBAHASAN

 

1. Pelaksanaan Kegiatan

Pelaksanaan kegiatan yang harusnya mulai dilakukan tepat pada pukul 09.00 WIB harus mundur sekitar 1 jam lebih hingga pukul 10.15 WIB setiap harinya. Kondisi ini terjadi karena lambatnya kedatangan kelompok tani dari desa masing-masing. Selain itu, jam pelatihan juga dianggap masih menyulitkan petani, karena merupakan jam kerja mereka di sawah.

Penyuluhan pertanian berjalan efektif sekitar 50% saja, karena masih banyak anggota kelompok tani yang tidak hadir dalam penyuluhan. Banyak anggota yang masih merasa penyuluhan pertanian kurang penting, sehingga memasrahkan kedatangan hanya kepada pihak ketua dan pengurus kelompok tani saja.

Kelompok tani juga dirasa kurang begitu percaya dengan pupuk organik serta metode pembuatan pupuk organik yang ditawarkan dalam penyuluhan. Para petani beralasan bahwa pupuk organik tidak akan meningkatkan hasil panen mereka secara signifikan dan tidak bisa menjamin 100% akan menyelamatkan tanaman mereka dari serangan hama.

PENUTUPAN

Acara pelatihan ini ditutup dengan pemberian produk pupuk organik kepada masing-masing peserta anggota kelompok tani dan selebaran panduan cara membuat pupuk organik mandiri di rumah.

KESIMPULAN DAN SARAN

  • Kesimpulan

Kegiatan ini sudah bisa berjalan dengan baik, meskipun terdapat berbagai hambatan selama pelaksanaannya. Jumlah anggaran dan penyuluh pertanian yang terbatas tidak menjadi hambatan yang berarti dan dapat dikelola dengan baik untuk mensukseskan pelatihan ini.

  • Saran

Program pelatihan kelompok tani ke depannya lebih baik dilaksanakan dengan sistem “jemput bola” dalam artian pelatihan langsung dilaksanakan di rumah ketua kelompok tani. Kondisi ini akan lebih meningkatkan partisipasi keikutsertaan anggota kelompok tani dalam program pelatihan daripada dilaksanakan di Kantor Pertanian Kecamatan Bumiasih.

Contoh Laporan Kegiatan Lomba

Contoh Laporan Kegiatan Lomba
sarungpreneur.com

LAPORAN KEGIATAN

LOMBA MENULIS CERITA PENDEK (CERPEN) DI SMP NEGERI 1 KUDUS

DALAM RANGKA BULAN BAHASA NASIONAL 2018

1. Latar Belakang

Bulan Bahasa dicanangkan oleh pemerintah untuk meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap budaya membaca dan menulis di Indonesia. Rendahnya kepedulian masyarakat terhadap kegiatan membaca utamanya buku dan karya sastra melatarbelakangi dicanangkannya program Bulan Bahasa ini.

Selama Bulan Bahasa berlangsung, pemerintah berharap Dinas Pendidikan dan pihak-pihak lain yang memiliki kepedulian dalam dunia literasi mampu mengajak masyarakat untuk meningkatkan partisipasi dan memahami pentingnya literasi bagi kehidupan.

Oleh karena itu, SMP Negeri 1 Kudus yang merupakan institusi pendidikan dan salah satu garda terdepan dunia pendidikan di Indonesia juga ikut berpartisipasi dalam meningkatkan kesadaran literasi siswa dalam Bulan Bahasa ini. SMP Negeri 1 Kudus menggelar Lomba Menulis Cerita Pendek (Cerpen) dalam memperingati Bulan Bahasa Nasional 2018.

2. Tujuan Kegiatan Lomba

Kegiatan Lomba Menulis Cerita Pendek (Cerpen) di SMP Negeri 1 Kudus ini bertujuan untuk:

  1. Menumbuhkan jiwa kreatif siswa dalam hal literasi menulis.
  2. Menumbuhkan kesadaran siswa terhadap pentingnya literasi (menulis dan membaca) bagi masa depan.
  3. Mencetak kemampuan menulis siswa.
  4. Menumbuhkan minat membaca bagi siswa.
  5. Menumbuhkan semangat apresiasi dan jiwa kritis siswa terhadap karya sastra milik orang lain.

3. Nama dan Tema Kegiatan

Nama Kegiatan : Lomba Menulis Cerita Pendek (Cerpen)

Tema : Gerakan sadar literasi dalam Bulan Bahasa Nasional

Peserta Lomba : Seluruh siswa kelas VII, VII, dan IX SMP Negeri 1 Kudus.

4. Waktu Kegiatan

Hari : Senin

Tanggal : 15 Desember 2018

Waktu : 07.00 – 10.00 WIB

Tempat : Aula SMP Negeri 1 Kudus

5. Hadiah

Juara 1 : Piala, piagam penghargaan dan uang pembinaan senilai Rp 500.000,00.

Juara 2 : Piala, piagam penghargaan dan uang pembinaan senilai Rp 300.000,00.

Juara 3 : Piala, piagam penghargaan dan uang pembinaan senilai Rp 100.000,00.

6. Hasil Lomba

Lomba Menulis Cerita Pendek (Cerpen) SMP Negeri 1 Kudus yang dilaksanakan pada tanggal 15 Desember 2018 dimenangkan oleh:

Juara 1 : Siska Adelia

Kelas IX-C

Judul cerpen “Ibu”

Skor akhir 405.

 

Juara 2 : Luthfi Azzar

Kelas IX-F

Judul cerpen “Rembulan”

Skor akhir 399.

 

Juara 3 : Muhammad Ikhsan Adiputra

Kelas VIII-D

Judul cerpen “Malam Gerimis”

Skor akhir 380.

 

PENUTUP

Demikianlah laporan kegiatan lomba “Menulis Cerita Pendek (Cerpen) SMP Negeri 1 Kudus dalam Rangka Bulan Bahasa Nasional 2018” yang menjadi tanggung jawab kami sebagai panitia penyelenggaranya. Laporan kegiatan ini kami buat dengan sebenar-benarnya. Jika masih terdapat maka banyak kesalahan, akan menjadi dasar perbaikan kami di kemudian hari.

Kami menyampaikan banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu mensukseskan kegiatan lomba ini. Semoga SMP Negeri 1 Kudus bisa melaksanakan lomba untuk meningkatkan budaya literasi dengan lebih baik lagi di masa yang akan datang.

Contoh Laporan Kegiatan Pentas Seni

Contoh Laporan Kegiatan Pentas Seni
thegorbalsla.com

LAPORAN KEGIATAN PENTAS SENI SMP MARDI INSAN BANDUNG

 

PENDAHULUAN

Kreativitas bisa diperoleh dari berbagai hal yang dilakukan dalam kehidupan sehari-hari. Kecerdasan dan bakat siswa juga bisa dikembangkan dengan baik melalui media yang tepat. Bakat siswa harus dikembangkan dan diasah sejak dini. Daya kreativitas dan imajinasi yang mendukung bakat siswa masih sangat tinggi di usia muda.

Melalui daya kreativitas dan imajinasi yang terus diasah, siswa bisa meningkatkan dan menumbuhkan kepekaan terhadap estetika. Jiwa yang artistik dalam diri siswa nantinya bisa menumbuhkan sikap kritis, kreatif, apresiatif, dan kepedulian yang tinggi tentang berbagai fenomena yang ada di sekitar mereka.

Sikap-sikap tersebut perlu dipupuk melalui sebuah kegiatan yang mampu memancing daya kreativitas, contohnya adalah sebuah pentas seni. Melalui kegiatan ini, berbagai macam pertunjukan seni bisa dilakukan oleh siswa. Misalnya saja seperti pertunjukan musik, tari, drama, dan lain sebagainya.

  • Manfaat sebuah kegiatan pentas seni adalah:
  1. Melatih siswa untuk berani menunjukkan bakatnya.
  2. Meningkatkan potensi diri setiap siswa di luar bidang akademik.
  3. Mengajarkan kebersamaan dan kerjasama antar siswa.
  4. Sebagai ajang menyalurkan kreativitas siswa dan mendapatkan panggung pertunjukan yang layak.
  5. Mengajarkan siswa untuk bisa mengapresiasi karya orang lain dengan baik dan santun.

Oleh karena itulah, kegiatan pentas seni sangat penting dilakukan karena berbagai manfaat yang bisa didapatkan oleh siswa. Kegiatan pentas seni di SMP Mardi Insan Bandung haru dilakukan untuk memupuk kreativitas dan bakat terpendam siswa. Karena hal tersebut, maka SMP Mardi Insan Bandung akan menyelenggarakan pentas seni pada tahun ajaran 2017/2018 di luar jam pelajaran efektif sekolah.

Tujuan Kegiatan

Tujuan yang ingin dicapai melalui kegiatan pentas seni SMP Mardi Insan Bandung ini antara lain:

  1. Menjadi ajang pertunjukan kreativitas seluruh siswa SMP Mardi Insan Bandung.
  2. Menciptakan dan melatih kerjasama antar siswa.
  3. Meningkatkan tali silaturrahmi antara siswa dan juga antara guru dengan siswa.
  4. Mencari kandidat bibit-bibit baru dalam bidang seni di SMP Mardi Insan Bandung yang bisa dilatih dan diikutkan dalam berbagai kegiatan lomba seni di kemudian hari.

Kegiatan

Nama Kegiatan : Pentas Seni SMP Mardi Insan Bandung

Tema Kegiatan : Pengembangan bakat dan kreativitas seni siswa

Sasaran Kegiatan : Siswa-siswi SMP Mardi Insan Bandung

Tanggal Kegiatan : 15 – 22 Desember 2018.

Tempat Kegiatan : SMP Mardi Insan Bandung

Anggaran Dana

Pemasukan

– Bantuan biaya operasional dari pihak SMP Mardi Insan Rp 10.000.000,00

– Sumbangan dari pihak-pihak sponsor Rp  3.000.000,00

 

Pengeluaran

 

– Sewa panggung, sound, dekorasi, dll Rp 5.500.000,00

– Sewa tenda dan kursi penonton Rp 3.000.000,00

– Konsumsi panitia Rp 2.000.000,00

– Konsumsi peserta pentas seni Rp 1.000.000,00

– Spanduk dll Rp    500.000,00

 

Hasil Kegiatan

Kegiatan “Pentas Seni SMP Mardi Insan Bandung” yang dilaksanakan pada tanggal 15-22 Desember 2018 berjalan dengan baik dan tanpa hambatan. Acara diikuti oleh 25 siswa/grup yang menunjukkan berbagai kemampuannya di bidang seni antara lain:

– 12 grup band menunjukkan bakat di bidang musik.

– 2 orang peserta menunjukkan bakat dalam bidang musik/lagu tradisional.

– 5 orang siswa menunjukkan bakat di bidang olah vokal/penyanyi solo.

– 3 grup menunjukkan bakat di bidang tari tradisional.

– 2 grup menunjukkan bakat di bidang tari/dance modern.

– 1 grup menunjukkan bakat dalam bidang teater/drama.

 

PENUTUP

Berdasarkan kegiatan Pentas Seni SMP Mardi Insan Bandung yang telah dilakukan, disimpulkan bahwa kegiatan penggalian dan pelatihan bakat siswa ini bisa terus dilakukan di tahun-tahun mendatang. Acara pentas seni ini sangat potensial untuk mengetahui bakat artistik terpendam para siswa SMP Mardi Insan Bandung dan menjadi sarana untuk menjalin kekompakan serta kerjasama baik siswa maupun guru.

Demikian laporan kegiatan Pentas Seni SMP Mardi Insan Bandung tahun ajaran 2017/2018 yang telah terselenggara dengan lancar dan sukses. Kami menyadari bahwa laporan ini masih memiliki banyak kekurangan, sehingga kami meminta maaf yang sebesar-besarnya atas kekurangan tersebut. Diharapkan laporan ini bisa menjadi bahan pertimbangan perbaikan untuk kegiatan mendatang.

Contoh Laporan Kegiatan PPS

Contoh Laporan Kegiatan PPS
thegorbalsla.com

LAPORAN KEGIATAN PANITIA PEMUNGUTAN SUARA (PPS)

PEMILIHAN UMUM KEPALA DESA SUKAMADU, KECAMATAN JATIASIH, KABUPATEN BOGOR

TAHUN 2018

 

1. Latar Belakang

Pemilihan umum adalah kegiatan pesta demokrasi yang dijamin oleh undang-undang di Indonesia. Pemilihan umum digelar sebagai sarana untuk memilih kepala daerah, mulai dari tingkat desa, kabupaten, provinsi, hingga presiden Republik Indonesia. Melalui pemilihan umum, hak konstituen dan demokrasi rakyat untuk memilih sendiri kepala pemerintahan sesuai hati nurani tetap terjaga.

Pemilihan kepala daerah yang dipilih langsung oleh rakyat merupakan proses politik menuju Indonesia yang demokratis dan bertanggung jawab. Kepala daerah yang dipilih oleh rakyat diharapkan bisa menanggung amanat rakyat dan menjalankan tugasnya demi kepentingan rakyat, bukan demi kepentingan pribadi atau pun golongan semata.

Panitia pemungutan suara (PPS) desa adalah sekelompok orang yang diberikan tanggung jawab dan wewenang dalam menjalankan pemilihan umum kepala desa. Panitia pemungutan suara (PPS) ini bertugas untuk melaksanakan pemilihan umum kepala desa mulai dari persiapan, pengaturan jadwal masa kampanye, pelaksanaan pemilihan umum, hingga rekapitulasi hasil pemilihan umum.

Laporan akhir dari panitia pemungutan suara (PPS) diperlukan sebagai dasar dalam menetapkan kepala desa yang terpilih secara resmi dalam pemilihan umum. Laporan ini memuat hasil perolehan suara pada masing-masing TPS beserta rekapitulasinya dan bisa dijadikan sebagai dasar dalam menentukan pemenang pemilihan umum kepala desa (Pilkades) Desa Sukamadu tahun 2018.

2. Tujuan

Laporan ini dibuat dengan tujuan untuk:

  1. Sebagai bahan laporan pertanggung jawaban hasil kerja Panitia Pemungutan Suara dalam Pemilihan Kepada Desa Sukamadu, Kecamatan Bumi asih, Kabupaten Bogor tahun 2018.
  2. Memberikan gambaran umum mengenai hasil pemungutan suara Pemilihan Kepala Desa Sukamadu tahun 2018.
  3. Menetapkan kepala desa terpilih Bumi asih untuk periode masa jabatan 2018-2023 berdasarkan hasil rekapitulasi suara pemilihan umum kepala desa yang telah dilakukan.

3. Jadwal Pemilihan

Pemilihan Kepala Desa Sukamadu Kecamatan Bumi asih ini dilaksanakan dengan jadwal sebagai berikut:

Hari : Rabu

Tanggal : 12 Desember 2018

Jam : 07.00 – 13.00 WIB

Jumlah TPS: 5 TPS di 5 Dusun

Jumlah DPT: 1400 orang

4. Hasil Pemungutan Suara

Berdasarkan kegiatan pemungutan suara di 5 Tempat Pemungutan Suara (TPS) pada 5 Dusun di Desa Sukamadu pada hari Rabu tanggal 12 Desember 2018, diperoleh rekapitulasi hasil sebagai berikut:

Calon kepala desa nomor urut 1 : Drs. Wantono memperoleh 514 suara.

Calon kepala desa nomor urut 2 : Subagyo, S.Si. memperoleh 560 suara.

Surat suara yang dinyatakan tidak sah : 67 suara.

DPT yang tidak menyalurkan hak suara : 259 orang.

PENUTUP

Demikianlah laporan kegiatan Panitia Pemungutan Suara (PPS) Kepala Desa Sukamadu Kecamatan Bumi asih Kabupaten Bogor tahun 2018. Laporan ini dibuat dengan sejujur-jujurnya tanpa rekayasa apapun. Diharapkan laporan ini bisa berguna sebagai bahan pertimbangan dalam memutuskan Calon Kepala Desa yang terpilih untuk masa jabatan tahun 2018-2023 mendatang.

Contoh Laporan Kegiatan Membaca Buku Fiksi

Contoh Laporan Kegiatan Membaca Buku Fiksi
deweezz.com

LAPORAN KEGIATAN MEMBACA BUKU

 

  • Kegiatan Prabaca

Judul buku : Introvert, Sebuah Novel Penggugah Jiwa

Nama Pengarang : M. F. Hazim

Penerbit : PT. Pustaka Alfabet

Tahun Terbit : 2017

Jenis Buku : Fiksi

Tebal Buku : vii + 270 halaman

  • Laporan Rangkuman Hasil Membaca

 

Prolog

Pada bagian ini diceritakan tokoh “aku” yang sedang mengagumi seseorang seperti dia sedang mengagumi sebuah karya lukisan terkenal dari John Uban. Ia beranggapan sosok yang sedang ia kagumi saat ini memiliki kehidupan yang sangat sempurna dan cocok dengan dirinya. Sosok yang dikagumi ini mampu memisahkan tokoh “aku” dari delusi dan kebingungan pikiran.

BAB I

Pada bagian ini menceritakan tentang sudut pandang tokoh “aku” dengan pemikirannya bahwa “semakin beriman seseorang, maka akan semakin tinggi ujian yang akan didapatkan”. Sama dengan pemikiran bahwa semakin kerja keras, kamu justru akan semakin miskin.

Tokoh “aku” memiliki motivasi hidup yang biasa saja, agar cobaan dalam hidupnya tidak begitu besar. Di dalam bab ini dijelaskan bahwa tokoh “aku” sedang membuat esai yang menceritakan pandangan hidup serba biasa. Ia menjelaskan hakekat kehidupan normal berdasarkan sudut pandangnya. Bahwa hidup normal bukanlah dengan banyak pengikut, namun yang hanya sedikit.

Tokoh “aku” berusaha menggugah orang lain dengan realita bahwa kaum minoritas yang tidak populer dengan pengikut sedikit atau berbeda keyakinan dianggap oleh kaum minoritas sebagai kelompok yang kurang bergaul dengan lingkungan.

Pada bab ini juga dijelaskan sifat introvert tokoh “aku” yang lebih suka menyendiri di rumah. Ia tidak suka dilibatkan dalam pembicaraan yang hanya basa-basi dan lebih suka terlibat percakapan yang substantional. Ia juga lebih suka berhati-hati dalam berbicara. Ia memikirkan apa akibat yang bisa ditimbulkan dari kata-kata yang keluar dari mulutnya.

 

BAB II

Dalam bab ini, diceritakan bahwa tokoh “aku” mulai merasa ingin juga memiliki teman agar ia bisa bertahan hidup. Ia mulai memiliki ide bagaimana cara mencari dan memulai pertemanan dengan orang lain. Namun, lama-lama ia justru mengurungkan niat tersebut, karena ia berfikir memiliki banyak teman memang bisa meningkatkan popularitas, tapi menurunkan kualitas dirinya.

Sifat tokoh “aku” yang introvert ini membuatnya merasa selalu dijadikan sebagai kelinci percobaan oleh orang-orang yang memiliki sifat ekstrovert. Baik oleh teman-temannya di sekolah yang mencoba membuatnya akrab dengan orang lain, guru, dan bahkan keluarganya sendiri. Tokoh “aku” merasa tidak nyaman dengan kondisi ini.

 

BAB III

Pada bagian ini, tokoh “aku” mencoba memecahkan konflik dalam dirinya sendiri. Ia mulai mencari-cari apa makna pertemanan yang sesungguhnya. Ia mencoba mencari-cari buku tentang makna pertemanan, bahkan ia pun mencarinya melalui internet. Namun, ia tak puas dengan semua jawaban yang disuguhkan buku-buku tersebut.

Ia mulai membaca buku berjudul Sang Nabi karya Kahlil Gibran. Ia juga mengingat-ingat cerita tentang Sokrates. Ia memahami kisah-kisah tersebut. Ia beranggapan bahwa harus menjadi seperti orang gila, hanya agar teman-teman mau menerima dirinya apa adanya. Dengan begitu, dia merasa sebenarnya tidak membutuhkan teman sama sekali.

BAB IV

Tokoh “aku” bertemu dengan seorang gadis pelukis yang menyadarkannya mengenai makna hidup yang sesungguhnya. Gadis pelukis ini lama-lama mengisi kekosongan dalam diri dan hati tokoh “aku”. Mereka banyak bertukar pikiran mengenai apa makna sebenarnya dari sepi dan hening.

Epilog

Tokoh “aku” mulai membuka diri kepada seorang gadis, sahabatnya yang berkepribadian ambivert yaitu gabungan ekstrovert dan introvert. Meskipun mereka memiliki kepribadian yang sedikit berbeda, namun mereka bisa saling melengkapi satu sama lain. Mereka seperti tak membutuhkan orang lain. Tokoh “aku” bersyukur bisa menemukan teman yang selama ini selalu ia tunggu.

KESIMPULAN

Manusia memang ditakdirkan untuk memiliki sifat yang berbeda-beda. Ada yang bersifat ekstrovert dan mudah berbaur dengan orang lain dimanapun ia berada. Kelompok ini selalu populer dimanapun ia berada dan memiliki banyak teman. Ada juga orang dengan kepribadian introvert yang merasa nyaman dalam kesendirian.

Namun bukan berarti orang-orang introvert ini bermasalah. Mereka hanya memahami dan menjalani hari-hari di dunia dengan cara yang unik dan berbeda. Mereka suka keheningan dan sepi, namun bukan berarti mereka kesepian.

Itulah beberapa contoh laporan kegiatan yang bisa dijadikan sebagai panutan. Masih banyak jenis laporan kegiatan yang lain, misalnya saja laporan kegiatan praktikum, seni, observasi, karya wisata, gathering, dan lain sebagainya.

 

Penulis:

Yuliana Ristantya

Tinggalkan komentar