12 Pakaian Adat Jawa Tengah : Nama, Gambar dan Penjelasannya

Pakaian Adat Jawa Tengah – Semakin berkembangnya kemajuan zaman membuat budaya daerah yang menjadi suatu ciri khas semakin dilupakan oleh generasi penerus. Hal tersebut terjadi hampir diseluruh daerah di Indonesia terutama pada daerah perkotaan, tidak terkecuali daerah Jawa Tengah.

Salah satu budaya daerah yang berperan dalam hal ini adalah mengenai pakaian adat daerah. Perlu diketahui bahwa Jawa Tengah memiliki banyak macam jenis pakaian adat. Melestarikan budaya daerah khususnya pakaian adat tentu tidak harus dilakukan dengan mengenakannya dalam kehidupan sehari-hari.

Akan tetapi, melestarikan pakaian adat dapat dilakukan dengan setidaknya mengetahui semua jenis pakaian adat daerah. 

Pakaian Adat Jawa Tengah

PAKAIAN ADAT JAWA TENGAH

Akan lebih baik lagi jika pakaian adat tersebut dapat digunakan dalam acara-acara tertentu serta memperkenalkannya terhadap dunia luar. Dengan demikian, ciri khas dari kebudayaan Nusantara dapat dilestarikan serta tetap menjadi salah satu ikonik dari bangsa. 

Namun banyak diantara kalangan muda saat ini yang belum mengenal beberapa diantara pakaian adat tersebut. Oleh karena itu agar dapat tetap dilestarikan, berikut ini merupakan berbagai macam pakaian adat Jawa Tengah yang harus diketahui terutama bagi kaum muda. 

Batik

Batik
Batik

Merupakan salah satu pakaian adat dari Jawa Tengah yang cukup dikenal oleh dunia. Pengertian dari batik sendiri adalah suatu kain yang digambar dapat berupa menuliskan atau menerakan malam pada kain batik melalui cara khusus. Lebih lanjut, batik diolah melalui proses dengan cara tertentu yang khas. 

Pengenalan batik di dunia internasional saat ini telah berhasil dilakukan oleh desainer-desainer terkenal. Hal tersebut dilakukan dengan membuat kain batik sebagai bahan dalam pembuatan pakaian-pakaiannya. Selain itu, batik juga telah dinobatkan sebagai Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Non bendawi oleh salah satu organisasi dunia yaitu UNESCO. 

Penobatan tersebut terjadi pada 2 Oktober 2009 yang sekaligus menjadikan tanggal tersebut sebagai Hari Batik Nasional di Indonesia. Oleh karena itu, masyarakat Indonesia tentu harus bangga terhadap salah satu warisan budaya ini serta harus melestarikannya dengan baik. 

Surjan

Surjan
Surjan

Pakaian adat Jawa Tengah yang satu ini mungkin masih terdengar asing dikalangan anak muda masa kini. Surjan sendiri merupakan pakaian adat berupa atasan yang bersifat resmi untuk kaum laki-laki. Adapun tampilan dari surjan adalah menyerupai jas yang didesain oleh bangsa Belanda pada zaman dulu. 

Jika dibandingkan dengan jas masa kini, surjan memiliki perbedaan pada letak kantong kancing yang berada disamping. Saat ini, pakaian adat surjan sudah sangat jarang ditemukan dikalangan masyarakat Jawa Tengah. 

Adapun penggunaan dari surjan ini hanya dapat ditemukan pada waktu resepsi pernikahan saja. Sementara itu, orang-orang yang mengenakan pakaian adat ini untuk keseharian adalah dari para abdi kerajaan saja. 

Keris

Keris
Keris

Sebagian besar orang Jawa tentu sudah tidak asing dengan benda yang biasanya dianggap keramat ini. Meskipun bukan termasuk ke dalam jenis pakaian adat, keris memiliki peran sebagai pelengkap utama pada pakaian adat. Dalam hal ini, keris digunakan bersamaan dengan surjan untuk menjadi pelengkap utama dari pakaian adat. 

Jika tidak menggunakan keris yang diletakkan di punggung, maka akan terasa ada yang kurang dengan pakaian adat dari Jawa Tengah tersebut. Namun perlu diketahui bahwa keris yang digunakan sebagai pelengkap utama tersebut hanyalah berupa hiasan. 

Dengan kata lain, keris tersebut bukanlah keris asli yang tajam dan terbuat dari besi. Akan tetapi keris dalam pakaian adat ini terbuat dari sepotong kayu yang diukir sehingga menyerupai keris sungguhan. 

Kebaya

Kebaya
pakaian adat jawa tengah

Pakaian adat asli dari Jawa Tengah yang satu ini juga sudah dikenal oleh sebagian masyarakat di Jawa. Seperti yang diketahui, kebaya merupakan pakaian adat khusus bagi kaum wanita. Pakaian adat ini memiliki ciri khas yaitu berbahan tipis dan terawang sehingga akan memperlihatkan kulit dari penggunanya. 

Pakaian adat kebaya ini juga sering terlihat pada acara adat atau pesta pernikahan. Biasanya, pakaian ini dikenakan bersama dengan jarik sebagai pasangannya. Selain itu, juga telah banyak ditemukan kebaya dengan berbagai desain yang menyesuaikan perkembangan zaman dikalangan masyarakat. 

Jarik

Jarik
kumparan.com

Seperti yang dijelaskan sebelumnya, jarik merupakan pasangan yang digunakan bersama kebaya. Dalam hal ini, jarik adalah suatu kain bermotif batik yang terdiri dari beragam corak. Bukan hanya sekedar kain, jarik juga memiliki filosofi tersendiri dalam kebudayaan Jawa Tengah yaitu sebagai tingkatan dalam hidup. 

Adapun pada zaman dulu penggunaan jarik dilakukan pada aktivitas sehari-hari bagi kaum wanita baik kaum tua maupun dewasa. Sebagai generasi penerus, tentu tidak boleh melupakan salah satu pakaian adat ini. Jarik dapat dilestarikan dengan menggunakannya pada acara atau kegiatan adat tertentu. 

Kemben

Kemben
Kemben

Pakaian adat yang satu ini juga sudah jarang ditemukan saat ini. Penggunaan dari kemben ini adalah dililitkan pada area dada hingga bawah pinggul untuk kaum wanita. Oleh karena itu, pakaian adat ini tidak akan terlihat jika digunakan karena fungsinya sebagai pakaian dalam. Adapun bentuk dari kemben sendiri adalah terbuat dari kain yang sangat panjang. 

Kuluk

Kuluk
pakaian adat jawa tengah

Merupakan pakaian adat berupa penutup kepala dengan ciri khasnya yang kaku dan tinggi. Saat ini, kuluk biasa ditemukan saat acara pernikahan dengan tradisi adat Jawa Tengah. Selain itu, kuluk juga sering digunakan ketika menghadiri acara adat Jawa. 

Berdasarkan hal tersebut, kuluk digunakan oleh raja-raja pada upacara tertentu di masing-masing kerajaan. Akan tetapi penggunaan kuluk ini hanya khususkan untuk acara-acara tertentu sehingga tidak setiap orang dapat menggunakan penutup kepala ini. 

Stagen

Stagen
pakaian adat jawa tengah

Pakaian adat ini memiliki bentuk yang menyerupai kemben yaitu kain panjang berbentuk seperti gulungan. Fungsi dari pakaian ini adalah untuk menahan penggunaan jarik sehingga tidak melorot. Oleh karena itu, pakaian dalam ini juga digunakan bersamaan dengan kebaya atau beskap. 

Akan tetapi, karena kehadiran dari rok kebaya yang didesain lebih praktis penggunaan dari stagen kini jarang ditemukan. Selain itu, bahan yang digunakan pada kain stagen juga langka sehingga membuatnya jarang ditemukan. Biasanya pakaian adat dalaman ini juga digunakan sebagai terapi perut agar tidak terlalu besar. 

Jawi Lengkap

Jawi Lengkap
Jawi Lengkap

Pakaian adat Jawa Tengah yang satu ini merupakan kebalikan dari kebaya, dengan kata lain digunakan oleh kaum pria. Adapun bentuk dari pakaian ini adalah perpaduan dari pakaian beskap bermotif kembang. 

Selain itu, penggunaan jawi lengkap juga disertai dengan blankon yang ada di kepala. Biasanya, yang menggunakan jawi lengkap ini adalah abdi keraton dan juga pada acara resepsi pernikahan. Tentu saja yang menggunakan jawi lengkap untuk aktivitas keseharian sangat langka untuk saat ini. 

Blankon

Blankon
Blankon

Pakaian adat yang satu ini juga cukup dikenal oleh sebagian masyarakat Jawa Tengah. Pemakaian dari blankon ini dikenakan sebagai penutup kepala yang terbuat dari kain bercorak larik. Adapun hal yang menjadi ciri khas dari blankon ini adalah adanya tonjolan dari bundelan kain dibagian belakang. 

Selain itu, blankon juga memiliki dua ikatan yang diibaratkan sebagai dua kalimat syahadat. Tidak hanya itu, ikatan yang sangat kuat pada bagian belakang blankon tersebut juga menjadi filosofi mengenai keteguhan pada pendirian. 

Sementara itu, untuk fungsi dari penggunaan blankon adalah menyembunyikan rambut panjang. Menurut kepercayaan, rambut panjang diibaratkan sebagai aib sehingga harus disembunyikan menggunakan blankon. 

Sinjang atau Dodot

Sinjang atau Dodot
Sinjang atau Dodot

Pakaian adat Jawa Tengah ini terbuat dari kain katik yang berfungsi untuk menutup bagian bawah badan. Meskipun hanya memiliki fungsi tersebut, sinjang juga dianggap sebagai pakaian adat. 

Akan tetapi penggunaan dari sinjang sendiri adalah sebagai keperluan, bukan menjadi pakaian adat baku seperti kebaya. Oleh karena itu, pada era yang sudah modern ini sinjang tentu jarang diperlukan sehingga membuatnya tidak dikenal oleh generasi muda masa kini. 

Kain Tapih Pinjung

Kain Tapih Pinjung

Pakaian adat dari Jawa Tengah yang terakhir adalah kain tapih pinjung yang digunakan pada bagian pinggang. Adapun cara penggunaannya adalah dengan melilitkannya dari kiri ke kanan mulai dari perut hingga pinggang. 

Bahan yang digunakan untuk kain ini adalah terbuat dari jarik bermotif batik. Sementara itu, tujuan dari penggunaan kain ini adalah untuk menutupi stagen agar tidak terlihat. Dalam hal ini, kain tapih pinjung digunakan sebagai pelengkap dalam berpakaian khususnya pakaian adat Jawa Tengah.

Itulah beragam jenis pakaian adat dari Jawa Tengah yang harus tetap dilestarikan dengan tidak melupakannya. Dengan mengetahui berbagai macam pakaian adat seperti diatas maka nilai dari kebudayaan khususnya pada pakaian adat tidak akan hilang nantinya. 

Tinggalkan komentar