40 Permainan Tradisional, Gambar, Penjelasan, Dan Cara Bermain

Permainan Tradisional – Indonesia terkenal akan kekayaan alam dan budayanya. Banyak sekali warisan budaya yang mengandung nilai luhur dan patut untuk dilestarikan. Salah satu warisan budaya tersebut adalah permainan tradisional.

Meski disebut permainan, namun hal itu tetap mengandung nilai positif dalam kehidupan. Berikut ini adalah beberapa permainan tradisional dari Indonesia.

40 Permainan Tradisional Indonesia

Gobak Sodor

Permainan Tradisional Gobag Sodor
azzamoviero.com

Gobak sodor merupakan salah satu permainan yang membutuhkan keterlibatan banyak orang. Dalam permainan tersebut, pemain dibagi menjadi dua tim dengan anggota masing-masing minimal tiga orang.

Satu tim bertugas untuk menjaga daerahnya, sedangkan tim yang lainnya berusaha untuk menembus daerah yang dijaga oleh tim lawan.

Tim yang mendapat tugas untuk menyerang harus bisa melewati daerah yang berupa kotak-kotak yang telah dibuat dengan tidak boleh tersentuh oleh anggota tim yang berjaga. Apabila tim penyerang tersentuh, permainan berakhir dan kedua tim bertukar posisi.

Yang sebelumnya menjadi tim penyerang berganti menjadi tim jaga. Poin yang didapat dihitung dari jumlah pemain yang bisa menembus daerah jaga dan kembali lagi ke daerah awal.

Permainan gobak sodor ini dapat melatih ketangkasan, kewaspadaan, kecepatan, serta kerja sama. Maka dari itu, jika anak-anak sudah sering memainkan permainan ini, hal itu adalah hal yang positif.

Persiapan untuk bermain pun tidak terlalu rumit, hanya sebuah tanah kosong ukuran 20 x 10 meter dan minimal 6 orang permainan sudah bisa dilakukan.

Petak Umpet

Petak umpet merupakan permainan yang sangat mudah dilakukan. Prinsip permainan ini adalah menemukan orang yang bersembunyi.

Orang yang bersembunyi yang pertama kali ditemukan adalah orang yang akan bergantian menjadi si pencari atau sering disebut dengan penjaga pos. Apabila penjaga tidak dapat menemukan semua pemain dan menyatakan menyerah, dia dinyatakan kalah.

Permainan ini dapat dilakukan minimal oleh dua orang. Akan tetapi, permainan akan menjadi lebih seru apabila semakin banyak pemain yang terlibat karena dengan banyaknya pemain, tempat untuk bersembunyi pun menjadi terbatas dan kemungkinan ditemukan menjadi semakin besar. Maka dari itu, permainan ini mengasah kreativitas dan kepekaan pemainnya.

Untuk aturan permainan, seorang pemain akan menjadi penjaga dengan dipilih melalui suit atau sesuai kesepakatan. Selanjutnya penjaga menutup matanya selama waktu yang ditentukan, antara 10-100 detik.

Dalam rentang waktu tersebut, pemain lain berkesempatan untuk segera mencari tempat persembunyian yang paling aman. Setelah hitungan selesai, siap atau tidak si penjaga akan mencari pemain lain dan orang yang pertama kali ditemukan akan menjadi penjaga.

Angkling atau Engklek

Permainan Tradisional Ingkling atau Engklek
gametradisionalku.wordpress.com

Permainan Engklek atau Angkling merupakan permainan yang dilakukan dengan cara berjalan dengan satu kaki pada petak-petak berbentuk kotak yang digambar di atas tanah. Ada berbagai jenis petak permainan dalam Angkling atau Engklek, yakni bentuk gunung, kincir, huruf L, dan lain-lain.

Aturan bermain dari Angkling atau Engklek adalah pemain melempar koin atau serpihan genting pada kotak-kotak yang telah digambar di tanah secara berurutan, dari petak yang paling dekat dengan pelempar. Pada kotak yang ditandai koin atau serpihan genting, pemain tidak boleh menginjaknya dan harus melewati petak tersebut.

Saat kembali ke garis awal, pemain tersebut harus mengambil kembali serpihan genting tersebut dan melanjutkan melempar ke kotak berikutnya. Permainan ini dapat dilakukan dengan minimal jumlah pemain dua orang. Selain melatih ketangkasan, permainan ini juga melatih keseimbangan dan konsentrasi..

Dakon atau Congklak

Dakon atau Congklak

Dakon atau congklak merupakan permainan tradisional yang popular di Indonesia. Bahkan ada permainan congklak yang bisa dimainkan di smartphone, pada aplikasi Hago sebagai contoh. Permainan dakon atau congklak ini sebenarnya bukan asli dari Indonesia.

Dakon diyakini oleh beberapa ahli sejarah sebagai sebuah permainan yang dibawa pedagang asal Arab yang datang ke Indonesia.

Aturan main permainan dakon tidak terlalu susah. Area permainan dakon berupa tempat lonjong yang terbuat dari plastik, kayu, atau tanah yang dibuat lubang dengan jumlah 12 lubang. Lubang-lubang tersebut diisi dengan kecik (biji sawo) atau kerikil.

Pemain akan mengambil kecik dari satu lubang dan membagikannya satu persatu selain lubang ‘tabungan’ milik lawan secara berurutan. Kecik terakhir yang jatuh di lubang yang ada isinya harus dipungut lagi dan di sebar lagi.

Permainan ini hanya dapat dilakukan oleh dua pemain saja. Biasanya, pemain yang suka bermain dakon adalah wanita. Banyak manfaat yang bisa didapatkan dari permainan ini, yakni melatih kecerdasan karena untuk memenangkan permainan ini dibutuhkan strategi yang tepat.

Egrang

Permainan Tradisional Egrang
www.timesindonesia.co.id

Egrang merupakan sebuah alat permainan yang berasal dari bambu. Batang bambu dengan ketinggian tertentu di pasangi bambu yang lebih pendek secara melintang yang digunakan sebagai tempat pijakan. Setelah itu egrang digunakan untuk berjalan.

Dibutuhkan ketekunan dan banyak latihan agar seseorang bisa menaiki egrang. Orang yang baru pertama mencoba egrang pasti akan kesusahan dan terjatuh.

Biasanya anak-anak bermain egrang dengan mengadakan semacam lomba lari, tetapi menggunakan egrang. Siapa yang paling cepat, dia adalah pemenangnya.

Jika Anda sudah susah untuk menemui anak-anak yang bermain egrang atau ingin sekadar mencoba untuk bermain egrang, tidak perlu khawatir akan sulit menemukannya.

Di alun-alun kota, sebagai contoh Alun-Alun Kidul Yogyakarta setiap malam ada yang menawarkan jasa peminjaman egrang beserta panduan untuk memainkannya.

Lompat Tali

Permainan Tradisional Lompat Tali
www.dictio.id

Permainan lompat tali adalah permainan yang melatih ketangkasan, konsentrasi, dan kelincahan. Permainan ini minimal dilakukan oleh tiga orang, dua orang sebagai pemegang tali dan satu orang sebagai pelompat tali.

Tali yang dipakai terbuat dari karet gelang yang disambung-sambungkan dengan simpul tertentu. Namun, ada juga yang langsung menggunakan tali dalam permainan ini.

Aturan permainan dari permainan ini adalah dua orang pemegang tali mengatur tinggi talinya setinggi lutut, kemudian pelompat harus berhasil melompati tali tersebut.

Jika berhasil, maka tinggi tali dinaikkan menjadi seperut, sedada, telinga, kepala, dan terakhir setinggi tangan diangkat di atas kepala (istilahnya ‘merdeka’). Jika pemain gagal dalam melompati tali tersebut, dia harus bergantian menjadi pemegang tali.

Lempar Batu atau Gatheng

Permainan Tradisional Lempar Batu atau Gatheng
kknm.unpad.ac.id

Lempar Batu atau Gatheng merupakan permainan menggunakan kerikil yang gampang-gampang susah. Disebut demikian karena untuk memainkan permainan ini dibutuhkan kecepatan, kelincahan, dan konsentrasi tingkat tinggi. Akan tetapi, permainan ini sangat seru jika dimainkan secara beramai-ramai.

Aturan main dari permainan ini adalah kerikil dikumpulkan terlebih dahulu dengan jumlah tertentu. Lebih banyak kerikil yang digunakan akan membuat permainan menjadi lebih seru. Setelah itu pemain mengadakan kesepakatan jumlah kerikil yang harus diambil pemain. Setelah itu, dilakukan hompimpah untuk menentukan siapa pemain pertama.

Pemain melempar sebuah batu ke atas dan harus mengambil kerikil sejumlah kesepakatan sebelum batu yang di lempar kembali ditangkap. Jika pemain tersebut gagal, maka dilanjutkan oleh pemain berikutnya. Pemain yang berhasil mengumpulkan kerikil terbanyak keluar sebagai pemenang.

Bola Bekel

Permainan Tradisional Bola Bekel
www.youtube.com

Hampir mirip dengan gatheng, permainan bola bekel juga memiliki aturan harus mengambil beberapa kecik ketika melempar bola. Yang membedakan antara keduanya adalah dalam bola bekel, bola tidak harus langsung ditangkap, namun dibiarkan memantul satu kali terlebih dahulu sebelum ditangkap.

Perlengkapan untuk permainan ini adalah satu bola karet dan sedikitnya empat kecik yang biasanya terbuat dari plastik atau logam. Cara bermainnya, pemain memantulkan bola karet dan mengambil kecik satu-satu, lalu dua-dua, dan seterusnya.

Setelah itu, kecik di bolak-balik dengan posisi tertentu. Hal ini harus dilakukan dalam maksimal satu pantulan bola karet. Jika pemain gagal mengambil kecik atau bola memantul lebih dari satu kali, dia dinyatakan gagal dan diteruskan pemain lainnya.

Ular Naga

Permainan Tradisional Ular Naga
regional.kompas.com

Dibutuhkan pemain yang cukup banyak dalam permainan ular naga, kira-kira lebih dari tujuh orang. Untuk aturan mainnya, dua orang akan menyatukan tangan di atas kepala sehingga membentuk sebuah terowongan dan menyanyikan lagu ular naga. Saat lagu dinyanyikan pemain lain berbaris membentuk seperti ular memutar melewati terowongan tersebut.

Lagu ular tangga kurang lebih liriknya seperti ini; Ular naga panjangnya, bukan kepalang. Menjalar – jalar selalu riang kemari. Umpan yang lezat itulah yang dicari. Ini dianya yang terbelakang. Ketika lagu selesai dan berhenti pada seorang anak, dia harus mengikuti salah satu pemain yang menjadi terowongan.

Yang memiliki pengikut terbanyak antara dua pemain yang membentuk terowongan akan menjadi ayam dan induk, sedangkan yang memiliki pengikut lebih sedikit akan menjadi serigala. Tugas serigala adalah menangkap anak ayam dan tugas induk ayam adalah melindunginya.

Layang-Layang

Permainan Tradisional Layang-Layang
idntimes.com

Kuambil buluh sebatang, kupotong sama panjang.

Kuraut dan kutimbang dengan benang, kujadikan layang-layang.

Pasti Anda generasi 90-an tidak begitu asing dengan lagu tersebut. Layang-layang adalah mainan paling popular di kalangan anak-anak, khususnya anak lelaki. Ketika musim kemarau datang, anak-anak di desa beramai-ramai membuat layang-layang dan bermain di lapangan atau persawahan. Dengan bahan bilah bambu, kertas layang-layang, dan benang, mereka sudah bisa membuat sebuah layang-layang.

Memainkan layang-layang lumayan mudah. Ketika angin sedang berembus, layang-layang tinggal di angkat ke atas dan dibiarkan terkena angina dengan sekali-kali mengatur kencang kendurnya benang. Jika berhasil, layang-layang akan melayang di udara.  Pada awalnya, layang-layang hanya berbentuk segi empat saja.

Akan tetapi, seiring berkembangnya zaman, mulai ada banyak variasi layang-layang, mulai dari bentuk naga, ular, dan bentuk-bentuk lainnya. Mungkin saat ini agak sulit untuk bermain layang-layang karena lahan yang kosong mulai dibangun gedung-gedung. Namun, di daerah pedesaan hal ini masih tak jarang ditemui.

Cublak-Cublak Suweng

Permainan Tradisional Cublak-Cublak Suweng
plus.kapanlagi.com

Cublak-Cublak Suweng merupakan permainan yang berasal dari Jawa Tengah. Dalam permainan ini, satu orang pemain harus berjongkok di tanah menghadap ke bawah dengan membentuk seperti meja, sedangkan pemain lainnya meletakkan tangan di atas punggung pemain yang membentuk seperti meja tersebut. Setelah itu mereka menyanyikan lagu Cublak-Cublak Suweng sambil memindahkan benda kecil dari tangan ke tangan.

Lagu Cublak-Cublak Suweng liriknya kurang lebih seperti ini.

Cublak – cublak suweng, Suwenge teng gelenter.

Mambu ketundung gudel.

Pak dempo wela welo.

Sopo ngguyu ndhelekake.

Sir-sirpong dhele kopong! Sir-sirpong dhele kopong!”

Setelah baris terakhir dinyanyikan, seorang yang berjongkok harus menebak di tangan mana benda kecil itu disembunyikan. Jika berhasil menebak, maka si pemegang benda tersebut bergantian menjadi orang yang jongkok. Apabila ia gagal menebak, ia harus menjadi orang yang jongkok lagi.

Jamuran

Permainan Tradisional Jamuran
budayajawa.id

Selain Cublak-Cublak Suweng, ada lagi permainan yang berasal dari Jawa Tengah, yaitu Jamuran. Jamuran melibatkan banyak orang sebagai pemain. Untuk aturan mainnya, salah satu pemain berada di tengah, sedangkan yang lainnya membentuk sebuah lingkaran dan berjalan mengelilingi anak tersebut.

Setelah itu, semua menyanyikan lagu jamuran yaitu “Jamuran! Jamuran! Ndoge getok, jamur gaje mbejijeh sak oro-oro, sira badhe jamur opo?” Ketika lagu selesai, pemain yang mengelilingi tadi harus berhenti dan langsung duduk. Anak yang berada di tengah akan memilih jenis jamur apa. Memang permainan ini tidak ada menang atau kalah, namun hanya sebuah rekreasi saja.

Kotak pos

Permainan Tradisional Kotak pos
www.dictio.id

Permainan kotak pos merupakan permainan yang mudah dilakukan. Dalam permainan ini, pemain mengepalkan tangannya dan menyatukan di tengah. Salah satu pemain ada yang menjadi pemimpin dengan menyentuh satu per satu kepalan tangan sambil menyanyikan ‘Kotak pos belum diisi, mari kita isi dengan buah-buahan, tak uk uk minta apa?”

Setelah lagu berakhir, pemain yang terkena sentuhan terakhir harus menyebutkan tiga nama buah-buahan. Jika ia tidak dapat menyebutkan nama tersebut, dia harus keluar dari permainan dan dianggap kalah. Buah-buahan dalam permainan ini bisa diganti dengan nama-nama lain seperti sayur, nama artis, nama negara, atau yang lainnya.

Sepak Sekong

Permainan Tradisional Sepak Sekong
thegorbalsla.com

Permainan sepak sekong ini sebenarnya hampir sama dengan permainan petak umpet. Salah satu pemain menutup mata dan menghitung sampai waktu yang ditentukan. Saat berhitung, pemain lainnya mencari tempat sembunyi. Yang membedakan permainan ini dengan petak umpet adalah pemain yang bersembunyi harus menyentuh pos jaga dan berteriak ‘sekong!’

Si penjaga pun tidak boleh hanya menunggu di pos. Dia harus mencari orang yang bersembunyi dan menyentuhnya. Apabila semua pemain yang bersembunyi bisa menyentuh pos, maka si penjaga harus menjadi penjaga lagi.

Cendak Beralih

Permainan Tradisional Cendak Beralih
thegorbalsla.com

Permainan Cendak Beralih minimal dilakukan oleh tiga orang. Sebelum permainan dimulai, pemain akan melakukan hompimpah atau suit terlebih dahulu untuk menentukan pemain yang akan menjadi pencendak. Setelah pemain ditentukan, pemain lain harus menyilangkan tangan di depan dada selama beberapa waktu dan membukanya.

Apabila pencedak menyentuh pemain saat pemain tersebut tidak menyilangkan tangannya, maka ia harus berganti posisi dengan pemain yang menjadi pencendak. Hal itu dilakukan terus menerus. Meski tanpa alat atau benda apapun sebagai alat bantu, namun permainan ini sangat asyik untuk dilakukan, apalagi jika dimainkan beramai-ramai.

Gundu atau Kelereng

Permainan Tradisional Gundu atau Kelereng
azzamoviero.com

Gundu atau kelereng merupakan permainan idaman para anak lelaki selain layang-layang. Tak jarang anak yang mengoleksi kelereng hingga satu kaleng biskuit. Mereka mengoleksi kelereng dengan berbagai macam motif dan ukuran.

Maka dari itu, kelereng ini dijadikan lahan bisnis bagi orang yang tajam dalam melihat situasi. Banyak penjual kelereng yang mangkal di sekolah-sekolah dan terbukti laris manis.

Ada berbagai macam permainan yang dapat dilakukan dengan kelereng, tergantung apa yang dipahami oleh anak-anak di daerah tertentu. Salah satu permainan dengan kelereng adalah pemain menggambar kotak lintasan di tanah.

Setelah itu, secara bergantian pemain akan menyentilkan kelereng mereka ke kelereng lawan. Jika mengenai kelereng tersebut dan keluar lintasan, maka kelereng itu menjadi miliknya.

Permainan lain yang dilakukan dengan kelereng adalah pemain membuat cekungan di tanah sedalam 5 cm. Kemudian, dari jarak tertentu mereka melemparkan kelerengnya ke arah cekungan tersebut. Pemain yang berada paling dekat dengan cekungan berhak mendapat giliran pertama.

Pemain harus memasukkan kelerengnya ke cekungan untuk mengincar kelereng lawan. Ketika kelereng berhasil dikenai, ia mati dan siapa yang bisa bertahan sampai akhir dia yang menang.

Bentik

Permainan Tradisional Bentik
gpswisataindonesia.wordpress.com

Permainan Bentik dilakukan dengan sebuah patahan ranting pohon atau kayu kecil yang pendek. Para pemain akan berlomba-lomba untuk mencari kayu yang terbaik dan diyakini dapat membawa kemenangan. Bahkan ada beberapa pemain yang meniupnya seakan-akan dengan melakukan itu, kayu mereka akan mendatangkan keberuntungan.

Sebelum permainan dimulai, pemain melakukan hompimpah untuk mendapatkan giliran pertama. Permainan dimulai dengan mendorong tongkat yang dipasang secara melintang pada sebuah lubang. Pemain menyebutnya dengan gerakan “mencuthat”.

Apabila tongkat melambung dan pemain lawan dapat menangkapnya, maka ia akan mendapat poin. Pemain dengan poin tertinggi keluar sebagai pemenang.

ABC Lima Dasar

Permainan Tradisional ABC Lima Dasar
ragampermainantradisional.blogspot.com

Permainan ABC lima dasar bisa dimainkan minimal dua orang. Berbeda dengan permainan lain yang mayoritas mengandalkan kelincahan atau keterampilan, permainan ini lebih membutuhkan pengetahuan dan kecerdasan. Untuk memainkan ini, barang yang dibutuhkan hanya kertas dan pulpen atau pensil.

Semua pemain menyumbangkan jarinya untuk menentukan huruf apa yang akan digunakan sebagai patokan. Sebagai contoh, ada 7 jari, maka dihitung dari abjad pertama, jatuh pada huruf ketujuh, yaitu G. Setelah itu semua harus segera menuliskan segala sesuatu yang diawali dengan huruf G dalam waktu tertentu.

Setelah waktu berakhir, jawaban peserta dicocokkan dan dinilai. Jawaban yang sama dengan pemain lainnya mendapat nilai 50, sedangkan jawaban yang berbeda dengan pemain lainnya mendapat nilai 100. Skor terbanyak dari permainan ini akan keluar sebagai pemenang.

Benteng-Bentengan

Permainan Tradisional Benteng-Bentengan
budayajawa.id

Permainan benteng-bentengan bisa dikatakan lebih spesial daripada permainan sebelumnya. Hal ini dikarenakan permainan benteng-bentengan pernah dimasukkan dalam kurikulum pelajaran olahraga. Permainan membutuhkan banyak pemain dan dibagi menjadi dua kelompok.

Setiap kelompok memiliki tiang sebagai pos dan benteng. Target permainan ini adalah menguasai benteng lawan.

Dengan segala kreativitasnya, pemain akan maju ke wilayah lawan dan berusaha menyentuh lawan. Jika lawan sudah tersentuh dalam keadaan di luar zona aman, ia dinyatakan sebagai tawanan.

Untuk memudahkan menguasai benteng lawan, maka harus banyak yang dijadikan sebagai tawanan. Kelompok yang berhasil menduduki benteng lawan dinyatakan sebagai pemenang.

Balap Karung

Permainan Tradisional Balap Karung
mtheodric.blogspot.com

Jika mendengar istilah hari kemerdekaan, pasti akan terbesit permainan balap karung. Rupanya, permainan balap karung sudah sangat  pada zamannya. Karung yang digunakan dalam permainan ini bebas, bisa berupa karung gandum, karung beras, atau karung goni.

Cara bermain balap karung cukup mudah. Intinya adalah peserta harus adu cepat untuk sampai garis finish dengan kondisi separuh badannya terbungkus oleh karung. Maka dari itu, satu-satunya cara untuk melaju adalah dengan melompat. Inilah yang menyebabkan di beberapa daerah ada yang menyebutnya dengan lompat karung.

Rumah-Rumahan Tanah

Permainan Tradisional Rumah-Rumahan Tanah
thegorbalsla.com

Permainan rumah-rumahan lebih sering dimainkan oleh anak perempuan. Secara permainan pun tidak seseru permainan anak lelaki yang lebih membutuhkan ketangkasan.

Dalam permainan ini, biasanya anak perempuan membuat petak-petakan tanah menjadi beberapa ruang sebagai miniatur dari rumah. Setelah itu mereka akan memainkan sebatang lidi sebagai orang-orangan dan memainkan permainan pura-pura memiliki rumah.

Boi-Boinan

Permainan Tradisional Boi-Boinan
www.boombastis.com

Boi-boinan merupakan permainan yang berasal dari Jawa. Biasanya permainan ini dimainkan menjelang matahari terbenam setelah mereka pulang sekolah. Laki-laki atau perempuan, semuanya bisa memainkan ini. Permainan ini mirip dengan bowling. Pemain harus melempar bola kertas ke susunan pecahan genting yang disusun.

Tim dalam permainan ini dibagi menjadi dua kelompok, satu sebagai pelempar bola sedangkan  satunya penyusun piramida pecahan genting. Tim pelempar harus bisa melempar bola tepat mengenai tumpukan pecahan genting agar jatuh berantakan. Kumpulan pecahan yang tersebar karena lemparan bola harus disusun kembali oleh tim penyusun.

Permainan menjadi lebih seru karena di saat tim penyusun sedang menyusun tumpukan, tim pelempar akan melempar mereka dengan bola kertas, dan pemain yang terkena lemparan bola kertas dinyatakan mati dan tidak dapat melanjutkan permainan. Maka dari itu, diperlukan kerja sama yang baik dalam permainan ini.

Jika tim penyusun berhasil menyusun tumpukan pecahan genting, dia harus berteriak “boi!” dan tim penyusun dinyatakan menang. Permainan ini amat bermanfaat bagi anak-anak. Selain dapat melatih kelincahan dan kecepatan, permainan ini juga mengajarkan anak tentang pentingnya kerja sama.

Bahkan dapat dikatakan bahwa peran ketangkasan dan kecepatan pada permainan ini lebih sedikit dibandingkan dengan kebutuhan kerja sama. Maka dari itu, sangat perlu permainan ini untuk dilestarikan.

Gasingan

Permainan Tradisional Gasingan
thegorbalsla.com

Permainan Gasingan atau Gasing ini bukanlah seperti mainan gasing yang banyak dijumpai di pusat perbelanjaan atau toko mainan zaman sekarang. Gasing itu bukan terbuat dari susunan besi dan plastik, melainkan dari bluluk atau buah kelapa yang masih kecil. Nantinya bluluk inilah yang dijadikan gasing oleh anak-anak.

Untuk membuat gasing dari bluluk tidak dibutuhkan alat yang susah. Bahan yang diperlukan hanyalah bluluk, lidi pendek, dan sebuah karet gelang. Karet gelang disatukan dengan bluluk dengan cara menancapkannya dengan lidi. Setelah jadi, bluluk yang sudah tersambung dengan karet diputar-putar dan dilepaskan.

Setelah berkembang, ada gasing yang terbuat dari bambu yang dibentuk sedemikian rupa. Cara memainkannya agak lebih sulit, yakni menggunakan tali kenur atau tali sejenis. Tali dililitkan ke gasing kemudian sambil di lempar tali tersebut ditarik. Alhasil gasing pun berputar dan siap untuk di adu.

Gatrik

Permainan Tradisional Gatrik
www.dictio.id

Gatrik adalah sebuah permainan yang berasal dari Jawa Barat. Yang dibutuhkan untuk memainkan gatrik adalah batu bata, sebuah tanah lapang, dan tim dengan masing-masing tim beranggota 2 orang. Permainan ini mirip dengan bentik.

Yang membedakan keduanya adalah teknik memukulnya. Selain anak-anak, orang dewasa juga gemar memainkan permainan ini.

Untuk cara mainnya adalah pemain menyilangkan gatrik di atas batu. Lalu, gatrik yang lebih panjang dipakai untuk melemparkannya dengan cara di sodok.

Apabila gatrik yang terlempar ke udara berhasil ditangkap, maka kelompok tersebut mendapatkan nilai 1 poin. Tim dengan poin tertinggi dinyatakan sebagai pemenang.

Kasti

Permainan Tradisional Kasti
kusniyati09.blogspot.com

Seperti halnya benteng-bentengan, kasti juga menjadi salah satu permainan yang kadang dimasukkan kurikulum sekolah dalam mata pelajaran olahraga. Kasti membutuhkan 12 orang sebagai pemainnya, dibagi ke dalam 2 tim, yakni tim jaga dan tim main.

Tim penjaga bertugas sebagai pelempar bola, menjaga pemain yang memukul bola, dan sisanya menyebar untuk bersiap-siap menangkap bola yang dipukul.

Bagi tim main, tugas mereka adalah mencoba memukul bola sejauh mungkin dan berlari melalui beberapa pos dan kembali ke home atau rumah mereka.

Jika tim jaga berhasil menangkap bola dan menyentuhkan bola ke tim main yang memukul sebelum dia masuk pos, maka tim main menjadi tim jaga dan tim jaga langsung menjadi tim main.

Lenggang Rotan

Permainan Tradisional Lenggang Rotan
www.tintapendidikanindonesia.com

Jika Anda tidak asing dengan hoola hoop, berarti Anda tidak akan merasa asing dengan lenggang rotan. Ternyata permainan ini sudah ada sejak zaman dahulu.

Anak-anak bermain hoola hoop dengan bahan rotan. Barang siapa yang bisa memutar rotan tersebut paling lama, maka dialah yang dinyatakan sebagai pemenangnya.

Masak-Masakan

Permainan Tradisional Masak-Masakan
ragampermainantradisional.blogspot.com

Seperti permainan rumah-rumahan tanah, masak-masakan juga paling sering dimainkan oleh anak perempuan. Mereka memainkan imajinasi mereka dan membayangkan menjadi seorang juru masak.

Bahan-bahan yang digunakan untuk bermain masak-masakan pun juga imajiner, seperti tanah sebagai nasi, daun-daun sebagai lauk, atau ranting sebagai pengganti ayam.

Selain berpura-pura menjadi seorang juru masak, permainan ini juga biasanya diiringi dengan pura-pura berinteraksi layaknya ibu-ibu yang sedang asyik bercakap-cakap di rumah. Anak perempuan bisa sangat mahir memainkan peran karena sering ikut ibunya dalam melakukan aktivitas yang diperankan oleh mereka.

Donal Bebek

Permainan Tradisional Donal Bebek
www.youtube.com

Permainan donal bebek dimainkan oleh banyak anak. Pemain akan membentuk lingkaran sambil menepukkan tangan antar satu dan lainnya dengan iringan lagu “Donal bebek maju satu langkah.” Kata maju dalam lagu tersebut dapat diganti dengan mundur dengan jumlah sesuai kesepakatan.

Setelah melangkah maju atau mundur, pemain akan melakukan suit atau hompimpah. Pihak yang menang akan melangkahkan kaki dan menginjak kaki milik temannya. Jika gagal, dia harus keluar permainan dan menunggu sampai permainan berakhir. Jika dia berhasil menginjak, maka yang kakinya diinjak harus keluar. Pemenang adalah pemain yang sanggup bertahan sampai akhir permainan.

Bakiak atau Teklek

Permainan Tradisional Bakiak atau Teklek
www.dictio.id

Bakiak atau teklek adalah permainan yang membutuhkan kekompakan dalam tim. Bentuk bakiak seperti sandal namun memanjang dengan 4 atau 5 tempat untuk pijakan kaki. Satu kelompok terdiri dari 3 sampai 5 orang dan masing-masing akan adu cepat untuk sampai ke garis finish. Kelompok yang terlebih dulu sampai dinyatakan menang. Sedangkan kelompok yang jatuh di tengah jalan harus kembali lagi dari garis awal.

Polisi-Polisian

Permainan Tradisional Polisi-Polisian

Permainan ini digemari oleh para anak lelaki karena kesukaan mereka terhadap tokoh polisi. Untuk memainkan permainan ini dibutuhkan minimal dua orang. Akan tetapi, permainan akan jauh lebih menyenangkan apabila pemain semakin banyak.

Inti permainan ini adalah pemain berpura-pura beradegan layaknya polisi yang sedang memburu penjahat.

Pemain dibagi menjadi dua, yaitu tim polisi dan tim penjahat. Tim penjahat diberi waktu untuk bersembunyi. Ketika waktu sudah berakhir, tim polisi berusaha menangkap semua tim penjahat.

Jika tim polisi berhasil menangkap semua penjahat, maka dinyatakan menang. Yang membuat permainan ini seru adalah tim penjahat bisa bersembunyi di banyak tempat, mulai kebun, rumah, balik pohon, dan lain-lain.

Rangku Alu

Permainan Tradisional Rangku Alu
www.youtube.com

Permainan ini disebut juga tari tongkat. Di beberapa daerah, permainan ini bahkan dipentaskan dengan diiringi musik saat pertunjukannya. Alat yang diperlukan untuk memainkan ini adalah empat buah tongkat yang kemudian akan dipegang dan dibuka-tutupkan.

Pemain harus bisa melompat tepat untuk menghindari terkena tongkat ketika membuka dan menutup. Apabila dia gagal, dia harus berganti giliran.

Paraga

Permainan Tradisional Paraga
gopena.net

Pada awalnya, permainan ini dimainkan oleh suku Bugis dan juga orang dewasa. Paraga dimainkan secara beregu. Permainan ini menggunakan bola yang terbuat dari rotan, mirip dengan bola pada permainan bola takraw. Bisa dikatakan permainan ini mirip dengan permainan bola takraw pada umumnya.

Para pemain harus menggocek bola dengan menggunakan kaki atau kepala tanpa boleh menyentuh tanah. Ada hal menarik dari permainan ini. Terkadang sebelum permainan, bola rotan yang digunakan untuk bermain dibacakan mantra terlebih dahulu agar bolanya menjadi ‘hidup’.

Pletokan

Permainan Tradisional Pletokan
ragampermainantradisional.blogspot.com

Dinamakan pletokan karena bunyi yang dihasilkan dari permainan ini adalah bunyi pletok. Permainan ini sering pula disebut dengan tembak-tembakan bambu. Meski sekilas terlihat berbahaya, namun permainan ini sebenarnya tidak seperti yang disangka-sangka.

Bahkan, permainan ini mengajarkan anak untuk mengatur strategi dan melatih kewaspadaan ketika menghadapi bahaya.

Alat pletokan terbuat dari bambu dengan ukuran 30 cm. Jenis bambu yang digunakan adalah jenis bambu kecil yang pas ketika dimasuki biji-bijian sebagai peluru.

Anak laki-laki sangat menggemari permainan ini karena permainan ini seperti simulasi permainan perang-perangan yang disukai mayoritas anak laki-laki.

Amelia-Amelia

Permainan Tradisional Amelia-Amelia
thegorbalsla.com

Permainan Amelia-Amelia dimainkan oleh minimal lima orang. Satu orang berperan sebagai orang miskin dan yang lain menjadi orang kaya. Orang kaya akan bergandengan dan menyanyikan lagu secara bergantian agar si miskin bisa memperoleh anak dari si kaya. Skema nyanyian pada permainan kurang lebih seperti ini.

Miskin : kami orang miskin, Amelia … Amelia …

Kaya : kami orang kaya, Amelia … Amelia …

Miskin : kami minta anak satu, Amelia … Amelia …

Kaya : namanya siapa Amelia … Amelia…

Miskin : namanya Susi (bisa diganti nama lain), Amelia … Amelia …

Kaya : seperti apa, Amelia … Amelia …

Miskin : seperti artis India (bisa diganti dengan kriteria lain), Amelia … Amelia…

Kaya : ini Susinya, Amellia … Amelia …

Setelah itu, si kaya akan memberikan satu anak kepada si miskin. Setelah habis, pemain akan memainkan permainan ayam dan serigala. Si kaya menjadi serigala dan si miskin menjadi ayam. Si induk ayam harus berusaha melindungi anak-anaknya dari serangan serigala.

Kucing dan Tikus

Permainan Tradisional Kucing dan Tikus
doripos.com

Permainan kucing dan tikus dilakukan dengan banyak pemain. Di awal permainan, akan ada dua pemain yang berperan sebagai kucing dan tikus, sedangkan sisanya membuat lingkaran dengan cara bergandengan tangan. Tugas si kucing adalah menangkap tikus yang ada di tengah lingkaran. Jika kucing berhasil menangkap tikus maka mereka akan berganti giliran.

Ketapel

Permainan Tradisional Ketapel
gopena.net

Ketapel merupakan permainan yang terbuat dari dahan pohon berbentuk huruf Y. Dahan tersebut selanjutnya di raut dengan pisau hingga terlihat lebih bagus. Setelah itu diberi karet untuk menghubungkan dua titik pada ujung huruf Y.

Di tengah-tengah diberi semacam kertas sebagai tempat untuk meletakkan peluru. Cara memainkannya mirip dengan perang-perangan bambu. Bahkan, permainan ini bisa dikombinasikan dengan permainan tersebut.

Lari Tempurung

Permainan Tradisional Lari Tempurung
gopena.net

Lari tempurung adalah permainan adu cepat seperti balap lari, namun menggunakan tempurung kelapa sebagai alas kaki. Tempurung kelapa itu diberi lubang sehingga berbentuk seperti sandal jepit.

Kemudian diberikan tali yang terhubung ke tempurung kelapa tersebut. Permainan ini cukup mudah dimainkan oleh siapa saja, bahkan orang dewasa sekalipun.

Mendorong Ban

Mendorong Ban
takimzone.com

Prinsip permainan mendorong ban sangatlah sederhana. Pemain hanya perlu memastikan roda berputar ke arah garis finish tanpa terjatuh secepat-cepatnya.

Pemain akan mendorong-dorong ban untuk menambah kecepatan atau mengubah arah laju ban tersebut. Ban yang biasa digunakan adalah ban motor atau mobil bekas yang sudah tak terpakai.

Mercon Bambu

Permainan Tradisional Mercon Bambu
jogja.tribunnews.com

Permainan mercon bambu adalah semacam permainan miniatur dari meriam. Dikatakan demikian karena suara yang dihasilkan dari mercon bambu ini terdengar mirip sekali dengan suara meriam ketika di tembakkan. Anak-anak biasanya memainkan ini dalam rangka memperingati hari-hari besar seperti lebaran atau tahun baru.

Ngadu Muncang

Ngadu Muncang
ragampermainantradisional.blogspot.com

Prinsip permainan ngadu muncang terbilang sederhana. Pemain akan meletakkan satu muncang di bawah dan melemparinya dengan muncang yang lain. Muncang yang pecah karena lemparan tersebut dinyatakan kalah, sedangkan pemilik muncang yang tidak pecah dinyatakan menang. Untuk menambah keseruan, biasanya permainan ini dibuat seperti turnamen.

Demikian berbagai nama-nama permainan tradisional yang patut dilestarikan. Bukan hanya kesederhanaannya, permainan tradisional harus dilestarikan karena mengandung nilai sejarah serta nilai-nilai positif dalam kehidupan. Hal ini bisa mengurangi dampak negatif dari permainan masa kini yang kebanyakan dinikmati lewat layar kaca.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *