7 Rumah Adat Jawa Barat : Nama, Penjelasan Beserta Gambarnya

Rumah Adat Jawa Barat – Mengulik tentang peninggalan budaya di Indonesia memang tidak akan ada akhirnya. Karena kesemua hal tersebut harus tetap di jaga dengan melestarikan apa-apa yang telah menjadi budaya kita sebagai orang Indonesia. Setidak-tidaknya kita sebagai warga negara yang cinta akan budaya memiliki wawasan kebudayaan yang cukup.

Setiap daerah di Indonesia memang selalu memiliki ciri khas baik itu dari segi tradisi dan budaya mencakup cara hidup hingga arsitektur bangunan pokok seperti rumah. Begitu pun dengan propinsi Jawa Barat. Salah satu yang akan kita bahas kali ini khusus mengenai berbagai macam rumah adat di sana.

Jawa Barat adalah satu dari sekian banyak propinsi yang kaya dan sarat budaya. Wilayah yang terkenal dengan suku sundanya ini tentunya memiliki seluk beluk tradisi yang masih terus di turunkan. Sehingga saat ini jika berkunjung ke banyak wilayah di propinsi tersebut kita akan mendapati banyak cagar budaya dan tradisi setempat.

Macam arsitektur bangunan rumah yang ada di sana tak lepas dari budaya berbagai suku seperti suku Jawa, Baduy, Betawi dan tentunya suku Sunda. Maka, keberadaan bangunan rumah adat itu menjadi simbol eksistensi suku-suku tersebut. Tak hanya itu, berbagai filosofi pun di sematkan.

Rumah Adat Khas Jawa Barat

Berikut adalah beberapa rumah adat khas Jawa Barat yang telah di ulas untuk menambah wawasan Anda.

Kasepuhan Cirebon

Kasepuhan Cirebon
www.batiqa.com

Sebagaimana namanya, rumah ini merupakan jejak dari Keraton Cirebon. Karena wilayah Cirebon adalah salah satu wilayah yang cukup pekat di jejaki agama Islam dan bangunan inilah yang menjadi simbol penyebarannya di wilayah tersebut. Kini, Keraton Kasepuhan Cirebon masih dan akan terus menjadi peninggalan sejarah yang menjadi kebanggaan warga Jawa Barat terutama masyarakat Cirebon.

Keraton Kasepuhan Cirebon telah berdiri sejak 1529 lalu. Arsitektur bangunan ini di desain sangat luas dengan gerbang utama (Kreteg Pangrawit) di sisi Utara lalu ada pula pancaratna yang merupakan bangunan berukuran 8 × 8 meter dengan empat tiang penyangga atau saka guru dengan atap genteng.

Sekilas bangunan ini tampak serupa dengan pendopo yang banyak kita jumpai terutama di wilayah pulau Jawa. Setelah memasuki gerbang utama di sisi Utara Anda akan di sambut dengan halaman pertama dimana di sana terdapat gapura Adi dan gapura Benteng.

Selanjutnya Anda akan menuju halaman kedua dan menemui dinding bata dan bisa memasukinya dengan melewati pintu Regol dan Lonceng.

Perahu Kemureb

Perahu Kemureb
Perahu Kemureb

Nama rumah adat yang satu ini terasa menarik bukan? Sebab mengapa rumah tersebut di beri nama Perahu Kemureb adalah karena bentuk atapnya menyerupai perahu terbalik yang merupakan arti dari nama itu sendiri. Bagian rumah ini cukup sederhana yakni memiliki empat komponen berupa trapesium yang terdapat pada bagian depan hingga belakang rumah serta dua segitiga sama sisi pada bagian kiri dan kanan rumah.

Sedangkan pada sisi atap di sematkan dua buah batang kayu yang kuat untuk menopang atap dan menghubungkan antar sisi. Namun, hal tersebut rupanya dapat menjadi masalah pada musim penghujan karena jumlah penghubung yang cukup banyak sehingga jika terjadi kerusakan air hujan dapat menembus atap.

Kini memang desain rumah adat Perahu Kemureb sudah tidak banyak di jumpai, namun Anda  masih dapat menemuinya di wilayah Ciamis tepatnya di daerah pedesaan.

Jolopong

Jolopong
Jolopong

Jika Anda berasal dari suku Sunda, tentu mengenal rumah adat ini. Rumah Jolopong juga tak kalah sederhana dari Perahu Kemureb. Desain arsitekturnya simple dan masih banyak di jumpai terutama di daerah pedesaan wilayah Jawa Barat apalagi di Priangan Timur.

Rumah ini adalah rumah panggung rendah dan kokoh. Atapnya memanjang dengan bentuk pelana serta memiliki beberapa lekuk yang khas. Sedangkan sisi-sisi rumah di isi dengan adanya teras, ruang tengah, kamar dan tentunya dapur. Mengingat pada masa dahulu kamar mandi berada di luar rumah (lazimnya di belakang rumah).

Sementara kata Jolopong adalah istilah yang artinya terkulai atau tergolek dan sering pula di sebut suhunan. Rumah ini sangat lekat bagi masyarakat Sunda yang sangat menjunjung tinggi budaya mereka.

Capit Gunting

Capit Gunting
www.nesabamedia.com

Lagi-lagi kita menemui nama rumah adat yang menarik. Nama Capit Gunting di sematkan karena bentuk atap rumah yang menyerupai capitan gunting. Sebagaimana rumah pada umumnya, terdapat beberapa ruang seperti dapur, ruang tengah, kamar tidur dan teras.

Desain rumah dibuat seimbang antara kiri dan kanan dengan bagian tengah depan lebih maju ketimbang sisi kiri dan kanan. Daerah yang masih banyak terdapat rumah Capit Gunting di antaranya adalah Tasikmalaya. Wilayah yang cukup familiar terdengar oleh sebagian besar masyarakat Indonesia.

Selain itu bangunan semacam ini juga sering ditemui di beberapa instansi dan wilayah kantor pemerintahan dan di propinsi Jawa Barat.

Tagog Anjing

Tagog Anjing
budayajawa.id

Jika Anda menjumpai foto atau melihatnya langsung, rumah adat ini akan tampak hampir serupa dengan posisi seekor anjing yang tengah duduk. Rumah panggung rendah ini banyak terdapat di Garut. Beberapa tempat penginapan pun sering menggunakan desain rumah yang sederhana ini.

Jika di perhatikan betul-betul maka di bagian bawah rumah Anda akan mendapati kayu yang seolah menopang rumah dengan bentuk trapesium yang tidak terlalu tinggi. Di bagian depan dan samping terdapat beberapa jendela. Atapnya berbentuk segitiga seperti kebanyakan rumah dan tampak cukup landai.

Sementara bentuk rumahnya sendiri adalah persegi panjang ke sisi belakang. Sedangkan bagian-bagian ruang di dalamnya cukup umum.

Badak Heuay

Badak Heuay
www.desainrumahminimalismodern.com

Kali ini kita membahas rumah khas Sunda dengan nama Badak Huaey karena desain rumah yang mirip seperti badak menguap. Mulanya bahan utama untuk membuat rumah berupa kayu dengan bahan genteng dari tanah liat. Sisi kanan dan kiri rumah tampak lebar. Dan keseluruhan desain rumah ini melambangkan ciri warga Sunda yang sopan dan ramah serta bersahaja.

tak hanya rumah warga yang menggunakan desain rumah ini. beberapa instansi atau wilayah kantor pemerintah juga menggunakan desain rumah adat Badah Heuay dengan bahan bangunan yang lebih kekinian. Hingga saat ini, daerah Sukabumi adalah wilayah yang masih banyak terdapat rumah adat Badak Heuay.

Julang Ngapak

rumah adat jawa barat - Julang Ngapak
Julang Ngapak

Rumah Julang di bangun dengan menggunakan jenis kayu yang kuat sehingga menampilkan desain rumah yang kokoh dan elegan. Pada bagian atapnya di isi dengan alang-alang, ijuk atau dapat pula daun rumbia dengan penopang yang terbuat dari bambu. Namun, di masa sekarang sudah di perbaharui dengan menggunakan bahan yang lebih kokoh.

Julang Ngapak memiliki desain atap yang klasik dan bentuknya cukup menarik yakni seperti seekor burung yang tengah mengepakkan sayapnya di udara. Bentuk atap memang di buat melebar layaknya burung yang siap terbang dan memanfaatkan cagak gunting untuk menghubungkan tiap lembaran atap.

Dengan bahan atap yang sederhana seperti alang-alang, atap rumah ini cukup aman dari terpaan hujan asalkan di susun dengan rapi dan rapat. Daerah yang masih memiliki rumah ini di antaranya Tasikmalaya dan Kuningan.

Tinggalkan komentar