Doa Nabi Musa Yang Sering Kita Ucapkan Dan Faedahnya Yang Dahsyat

Doa Nabi Musa – Saat Anda berbicara, apalagi ketika berada dalam suatu forum, pasti Anda pernah mengalami grogi, tidak percaya diri, atau bahkan terbata-bata. Memang, berbicara di hadapan umum bukanlah suatu hal yang mudah untuk dilakukan bagi sebagian orang. Bahkan, beberapa orang juga mengalami phobia untuk berbicara di depan umum, hingga mengalami tak sadarkan diri. Ada beberapa penyebab hal tersebut, di antaranya kurang persiapan untuk berbicara, kurang percaya diri, takut berkata salah, atau mengalami trauma tertentu. Tentunya bagi seorang muslim, Anda harus percaya bahwa Allah SWT punya cara terbaik untuk membantu Anda, contohnya dengan doa Nabi Musa AS.

Nabi Musa AS memiliki cara sendiri untuk berdoa kepada Allah agar segala urusannya dapat dilancarkan. Membaca doa Nabi Musa bukan kesesatan sebab ia adalah salah satu Nabi yang diutus oleh SWT. Bahkan, doa Nabi Musa terdapat dalam Al-Qur’an yang menjadi kitab suci umat Islam. Berikut adalah daftar dan penjelasan doa yang pernah dilantunkan oleh Nabi Musa AS, baik dari arti, keutamaan, dan tata cara untuk mengamalkan doa tersebut.

Selayang Pandang Nabi Musa AS

SELAYANG PANDANG NABI MUSA AS

Dari 25 Rasul utusan Allah SWT, masing-masing memiliki kisah dan tantangan tersendiri. Nama Musa termasuk memiliki kisah yang istimewa sebab namanya disebut sebanyak 136 kali dalam Al-Quran. Angka tersebut lebih banyak dari Nabi Nuh AS sebanyak 43 kali dan Nabi Isa AS yang sebanyak 25 kali. Bahkan, nama Nabi Muhammad SAW sendiri secara eksplisit cuma disebut empat kali. Dr. Utsman Al-Khamis memaparkan jika penyebutan berulang menunjukkan Allah SWT menghendaki manusia senantiasa merenungkan kisah Nabi Musa AS.

 

Ibnu Taimiyah menyampaikan pada kitab Majmu’ Fatawa, jika Musa dan Fir’aun adalah representasi kebenaran dan keburukan. Musa adalah sosok yang amat beriman dan menjunjung tinggi kebenaran, bahkan sampai menerima risalah untuk berbicara dengan Allah SWT secara langsung. Di pihak lain, Raja Fir’aun berada di puncak kekufuran sebab mengingkari adanya Allah SWT dan para rasul. Maka dari itu, kisah Nabi Musa AS merupakan salah satu pelajaran besar bagi mereka yang beriman ataupun tidak.

 

Kisah Singkat Nabi Musa

KISAH SINGKAT NABI MUSA

Dari silsilahnya, Nabi Musa merupakan salah satu anak dari Nabi Imran AS yang berasal dari keturunan Nabi Yaqub AS yang merupakan saudara dari Nabi Harun AS. Nasab rinci Nabi Musa AS dan bagaimana hubungannya dengan Nabi Yaqub AS dapat dijelaskan sebagai “Musa bin Imran bin Qahits bin ‘Azir bin Lawa bin Yaqub.” Nabi Musa AS sendiri adalah seorang Nabi yang diutus untuk berdakwah kepada Bani Israil yang terkenal keras kepala. Kisah Nabi Musa AS yang begitu terkenal perjuangan dakwahnya ternyata tidak dikenal pada satu agama saja, yaitu Islam. Beberapa agama lain yang ada di dunia, seperti Yahudi dan Nasrani juga mengetahui kisah Nabi Musa AS tersebut.

 

Kisah Nabi Musa AS didominasi oleh perjuangannya dalam melawan Raja Firaun yang semena-mena dan Bani Israel. Fir’aun secara historis dikenal dengan nama Ramses II. Kisah kenabian Musa adalah salah satu kisah paling populer di dunia dan tak hanya diketahui oleh penganut agama Islam saja. Nabi Musa AS yang juga menjadi Nabi Ulul Azmi  memiliki mukjizat dari Allah SWT sebagai bukti kenabiannya. Selain memiliki mukjizat, ada beberapa doa Nabi Musa AS yang mustajabah dan sering dilantunkan, seperti yang telah dikisahkan dalam kitab suci Al-Qur’an.

 

Doa Nabi Musa

DOA NABI MUSA

Nabi Musa AS mengajarkan Anda berbagai doa yang mustajabah untuk dikabulkan oleh Allah SWT. Doa-doa tersebut antara lain memohon pertolongan Allah, memohon dimudahkan urusan (pekerjaan) di dunia, bahkan bisa berdoa untuk meminta jodoh. Doa yang diamalkan Nabi Musa AS memang mayoritas singkat, namun artinya dapat mengena. Hal itulah yang membuat doa ini sering diamalkan oleh umat muslim.

 

Salah satu doa Nabi Musa berikut adalah permohonan agar di mudahkan seluruh urusan yang sedang dikerjakan. Berikut tercantum pada QS Thaha ayat 25 hingga 28.

IMAGE001

 

Robbis rohlii shodrii (25) wa yas sirlii amrii (26) wah lul ‘uqdatam mil lisaani (27) yaf qohu qoulii (28).

 

Artinya:

Wahai Tuhanku, lapangkanlah kepadaku dadaku (25)

Serta permudahlah kepadaku (segala) urusanku (26)

Dan lepaskan kekakuan pada lidahku (27)

Agar mereka mengerti tutur ucapanku (28)

 

Sungguh indah dan berkesan arti doa Nabi Musa AS tersebut. Bukan hanya artinya, manfaat dan keutamaan doa tersebut sangat besar. Doa tersebut juga sangat mustajabah bila dilantunkan, terutama bagi Anda yang sedang menghadapi ujian, rapat, atau urusan administratif lainnya yang memiliki potensi halangan sulit. Doa tersebut sangat cocok ketika Anda berada dalam beberapa situasi tersebut.

 

Manfaat Membaca Doa Nabi Musa

MANFAAT MEMBACA DOA NABI MUSA

Terdapat banyak sekali manfaat yang diperoleh dari doa Nabi Musa AS tersebut. Jika Anda lihat artinya, meski sepintas mirip sajak, doa ini mengandung berbagai permohonan kepada Allah SWT. Tidak ada tempat lain untuk memohon pertolongan dan bantuan kecuali kepada Allah SWT. Selain itu, ada beberapa manfaat lain ketika membacakan Nabi Musa AS seperti berikut:

  1. Doa Nabi Musa AS memiliki peran besar agar segala urusan Anda di mudahkan, melapangkan ucapan maupun pikiran, serta dapat mempertajam pikiran untuk mengerjakan sesuatu.

 

  1. Mempermudah langkah Anda untuk menyelesaikan urusan (masalah) yang begitu kompleks, sehingga sulit untuk dipecahkan. Dengan doa tersebut, Allah SWT akan memberikan jalan dari setiap masalah ataupun urusan Anda. Itupun jika Anda berdoa dan berusaha dengan bersungguh-sungguh.

 

  1. Hati Anda akan dilapangkan sebagai hamba yang mengaplikasikan doa tersebut, serta dapat menyampaikan dakwah dan ilmu yang bermanfaat bagi diri Anda sendiri dan masyarakat.

 

  1. Melapangkan hati Anda selaku orang yang mengamalkan doa tersebut, sehingga dapat menyampaikan dakwah dengan baik dan tepat kepada masyarakat.

 

  1. Meluluhkan hati dan membuka pikiran lawan bicara ketika sedang berada dalam diskusi, rapat, forum, ataupun konferensi, bahkan dengan orang yang memiliki jabatan lebih tinggi daripada Anda. Contohnya adalah saat interview kerja, ujian akhir kuliah, atau saat konferensi. Doa ini juga sangat mustajabah dan afdol agar Anda diselamatkan dari kata atau pemikiran yang kurang berkenan bagi mereka, dan bisa menghambat peforma Anda di mata lawan bicara.

 

  1. Meningkatkan rasa kepercayaan diri Anda ketika mengemukakan pendapat di depan publik, misalnya saat sedang berorasi, berpidato, berkhotbah, atau yang lainnya. Hal tersebut memerlukan konsentrasi, tenaga, dan kepercayaan diri yang tinggi. Doa ini juga dapat mencegah lawan bicara Anda tidak salah paham terhadap hal apa saja yang Anda sampaikan.

 

Cara Mengamalkan Doa Nabi Musa

CARA MENGAMALKAN DOA NABI MUSA

Ada beberapa cara untuk mengamalkan doa Nabi Musa dalam kehidupan sehari-hari. Pengamalan doa ini tergantung pada bagaimana fungsinya. Doa Nabi Musa AS biasanya digunakan ketika sedang atau akan melakukan suatu kegiatan tertentu yang butuh banyak interaksi dengan orang lain. Di bawah ini terdapat beberapa cara untuk mengamalkan doa Nabi Musa:

  1. Untuk mempermudah segala urusan

Anda bisa membaca doa Nabi Musa usai menunaikan sholat fardhu maupun sholat sunnah hajat. Silakan lakukan dan ulangi membaca doa tersebut hingga Anda memperoleh suatu titik terang bagi semua problematika yang ingin diselesaikan.

  1. Untuk meluluhkan hati lawan bicara

Ketika Anda hendak melakukan pidato, sambutan atau memaparkan pendapat, baca doa ini sesaat sebelumnya. Tujuannya supaya Anda di mudahkan untuk menyampaikan kata-kata yang tepat dan dihindarkan dari menuturkan hal yang dirasa tidak bermanfaat. Selain itu membaca doa Nabi Musa mampu meningkatkan percaya diri, karena yakin Allah senantiasa mendampingi di mana pun Anda berada, termasuk selama berbicara di hadapan umum. Di lain sisi, doa ini bisa dibacakan supaya pasangan mendengar dan memahami maksud perkataan Anda.

  1. Untuk Semakin Mendekatkan Diri pada Allah SWT

Membaca doa pada akhirnya akan bermuara pada siapa yang menjadi tujuan dari doa tersebut, yakni Allah SWT. Dengan membaca doa Nabi Musa di saat-saat tertentu, Anda akan mengingat Allah SWT. Melibatkan Allah SWT dalam segala urusan adalah hal baik, sebab Dia senang pada hamba yang senantiasa mengingat dan berdoa.

 

Kisah tentang Doa Nabi Musa

KISAH TENTANG DOA NABI MUSA

Musa merupakan nama seorang Nabi yang diutus oleh Allah SWT untuk Bani Israel di Mesir pada masa pemerintahan Raja Fir’aun. Nabi Musa diutus oleh Allah SAW dengan misi menyadarkan Fir’aun dari tingkah lakunya yang dzalim terhadap masyarakat kala itu, padahal sebagai raja ia harus mengayomi mereka. Perintah Allah SWT dapat dibaca pada surat At Thaha ayat 24:

IMAGE002

Artinya: (Hai, Musa!) Pergilah (kau) kepada Fir’aun, sebenar-benarnya Fir’aun sungguh sudah melampaui batas (At Thaha : 24)

 

Ayat tersebut memaparkan jika sifat Fir’aun yang berkuasa sebagai Raja Mesir sudah teramat dzalim. Fir’aun sudah melewati batas dalam kekafiran bahkan menciptakan berbagai kerusakan, dengan menasbihkan diri sendiri sebagai Tuhan yang wajib disembah oleh penduduk Mesir. Tak luput ia ikut berbuat kerusakan di atas bumi. Tindakan lain yang dilakukan Fir’aun yakni menindas para kaum miskin dan penduduk lemah, bahkan Fir’aun berjalan di atas bumi secara arogan.

 

Fir’aun sampai menyebut diri sebagai Tuhan yang layak dan harus disembah (rububiyah ilahiyah) oleh penduduknya. Kekufuran yang demikian adalah penyebab kebinasaan sebab pemikirannya sudah sangat melewati batas. Meski begitu, atas rahmat Allah SWT, Fir’aun tidak langsung diadzab. Ia diperingatkan melalui Nabi Musa yang besar di lingkungan Fir’aun.

 

Menyadarkan Fir’aun adalah tugas yang berat, sebab Fir’aun merupakan sesosok pembangkang. Sebagai raja, Fir’aun amat disegani, sampai tak ada rakyat yang berani untuk menentang perintahnya atau bahkan melakukan kudeta. Fir’aun pun mendewakan kekuasaan dan siap melakukan segala cara guna mempertahankannya. Fakta tersebut seolah menambah beban Nabi Musa AS untuk melaksanakan tugas di Bani Israil.

 

Nabi Musa tidak melaksanakan tugas sendirian. Ia didampingi oleh saudaranya yang bernama Harun. Pada suatu ketika, Nabi Musa menemui Raja Fir’aun untuk menyampaikan peringatan Allah SWT atas tindakan dzalim yang selama ini dia lakukan. Ia ingin Fir’aun bisa sadar dan lekas bertaubat kembali ke jalan Allah.

 

Nabi Musa AS pun melantunkan doa supaya hal yang hendak disampaikan mampu diterima dan dipahami oleh Fir’aun beserta jajaran menterinya. Hanya saja kekufuran mereka memang telah melewati batas sehingga abai terhadap peringatan tersebut. Meski punya risiko dibunuh Fir’aun dan bala tentaranya, Nabi Musa senantiasa berani melaksanakan apa yang diperintahkan oleh Allah SWT. Nabi Musa yakin ia pasti diselamatkan oleh Allah SWT lewat doa tulus yang ia ucapkan.

 

Makna Doa Nabi Musa

MAKNA DOA NABI MUSA

Doa singkat Nabi Musa AS memiliki makna mendalam. Syaikh As Sa’dirahimahullah menafsirkan doa Nabi Musa AS dengan makna berikut:

IMAGE003

 

 

Artinya: Ya Tuhanku, luaskanlah bagiku dadaku.

 

Maksud ayat ini yaitu meminta kepada Allah SWT supaya hatinya dilapangkan, dan segala perkataan dan perbuatan dijaga supaya tidak menyakiti orang lain. Hal tersebut pun bisa mengotori hati sendiri. Melalui ayat tersebut seseorang juga memohon hatinya tidak dipersempit supaya bisa memperoleh hidayah (petunjuk) dari Allah SWT.

 

Seruan mengenai menjaga hati dan sikap ada di QS Ali Imron: 159. Pada ayat itu, Allah SWT menjelaskan kepada Nabi Muhammad SAW:

IMAGE004

Artinya: Maka dikarenakan rahmat dari Allahlah kamu bersikap lemah lembut kepada mereka. Seandainya kamu bertingkah laku keras serta kasar hati, pasti mereka akan menghindarkan diri dari sekitarmu.

 

Ayat tersebut bermaksud supaya ketika mendengarkan dakwah, seseorang bisa menerima dengan lapang dada serta sikap halus.

IMAGE005

 

 

Artinya: Dan mudahkanlah untukku urusanku

Sementara itu, makna ayatnya mengenai permintaan supaya dilancarkan dalam setiap urusan, dimudahkan menyelesaikan kesukaran, dan diridhoi pilihan hidupnya. Kemudahan yang dimaksud merupakan tuntunan dalam menjalankan bermacam-macam aspek kehidupan. Beberapa kelancaran tersebut mencakup kemudahan menyampaikan sesuatu, membuat pendengar memahami apa yang dikatakan, dan mengena di benak. Kemudahan-kemudahan ini mutlak dibutuhkan supaya tidak terjadi kesalahpahaman.

IMAGE006

Artinya: Dan lenyapkanlah kekakuan ini dari lidahku, agar mereka memahami apa yang kusampaikan.

 

Sesungguhnya, semasa kecil Nabi Musa AS punya cacat berupa kekakuan di lidah. Nabi Musa memakan bara saat kecil atas kehendak Allah SWT supaya ia selamat dari pengawasan Fir’aun yang saat itu hendak membunuh semua bayi dan anak laki-laki. Perkataan Musa sulit didengar dengan jelas sehingga orang lain tak bisa memahaminya. Namun, kondisi ini menguntungkan Nabi Musa agar bisa tumbuh dewasa dengan selamat.

 

Hal itu sudah disepakati oleh ahli tafsir, dan Allah SWT telah berfirman:

IMAGE007

 

Artinya: Dan saudaraku, Harun, memiliki lidah yang lebih fasih dari aku. (QS Al Qhashshas : 34).

 

Kekurangan tersebut membuat Nabi Musa memohon bantuan Allah SWT supaya lidahnya tidak kaku lagi. Jika Musa menyampaikan peringatan dengan suara yang tidak jelas, dikhawatirkan Fir’aun dan para menteri kesulitan mengerti apa yang disampaikan. Allah menjawab doa Nabi Musa AS sehingga ia bisa lancar menyerukan peringatan.

 

Hadits tentang Berdoa pada Allah

HADITS TENTANG BERDOA PADA ALLAH

Manusia wajib mengingat jika Allah Maha Pemurah dan Maha Mengabulkan Doa bagi para hamba yang mengimani-Nya. Manusia seharusnya hanya memohon dan menyampaikan doa kepada Allah SWT, bukan pada sesembahan lain yang membuat manusia menjadi syirik. Saat Anda merasa sedih dan sukar, hanya Allahlah tempat untuk mengadu. Sebaliknya saat Anda dipenuhi nikmat dan kebahagiaan, jangan lupa mengucapkan syukur terhadap Allah SWT.

 

Satu dari 99 nama Allah adalah Maha Mendengar, artinya tidak ada doa yang tidak didengar. Doa yang bermanfaat pasti Allah kabulkan, cepat atau lambat. Sedangkan doa yang tidak dikabulkan pasti diganti dengan hal yang jauh lebih baik. Tidak mungkin ketulusan hati hamba-Nya dikembalikan dengan tangan hampa. Oleh sebab itu, Anda harus terus berdoa dan meminta pertolongan kepada Allah serta jangan sampai putus asa.

 

Nabi Muhammad SAW bersabda bahwa Allah tidak akan membiarkan hamba-Nya begitu saja:

Artinya: Sesungguhnya Tuhan kita adalah Allah Yang Maha Pemalu serta Maha Mulia. Dia akan sangat malu pada hamba-Nya, kalau hamba itu setulus hati menadahkan tangan untuk berdoa kepada-Nya, kemudian kedua tangan sang hamba harus kembali dengan kondisi hampa.

 

Meneladani Kisah Nabi Musa AS

MENELADANI KISAH NABI MUSA AS

Berdasarkan kisah di atas, Nabi Musa memiliki berbagai akhlak mulia yang patut diteladani. Banyaknya penyebutan nama Nabi Musa di Al-Qur’an turut meneguhkan ajakan perenungan tersebut. Dari sekian banyak kemuliaan Nabi Musa AS, beberapa akhlak yang bisa dicontoh adalah:

 

  1. Kesabaran

Tugas yang diemban Nabi Musa bukan hanya kekejian Raja Fir’aun, tetapi juga kekeraskepalaan Bani Israil. Ia pernah dihina cacat dan dituduh punya penyakit mengerikan oleh Bani Israil. Ia juga pernah dituduh berzina, menjadi penyihir, dan lain-lain. Nabi Musa melaluinya dengan sabar, hingga ia digolongkan sebagai ulul azmi yakni rasul pilihan yang punya kesabaran dan keteguhan luar biasa.

 

  1. Kerendahan Hati

Nabi Musa punya kekuatan fisik jauh di atas rata-rata. Ia bahkan sanggup membunuh lawan dalam sekali pukulan. Walau demikian, ia tidak tumbuh sebagai pribadi arogan, kasar, dan semena-mena. Justru Nabi Musa adalah rasul pemalu, penyabar, dan rendah hati biarpun kaumnya kerap bertingkah lancang. Ketika menghadapi Raja Fir’aun sekalipun, Nabi Musa AS tetap berusaha berdakwah dengan jalan yang lemah lembut.

 

  1. Berbaik Sangka

Beragam ujian yang diterima oleh Nabi Musa AS tidak membuat ia menyerah. Ia tetap berbaik sangka pada takdir Allah SWT. Ia tidak berhenti berdoa, dan ia menyeimbangkan nya dengan ikhtiar serta kepasrahan. Nabi Musa AS percaya Allah SWT Maha Mendengar doanya dan akan mengabulkan di waktu dan dengan cara yang tepat.

 

Begitulah penjelasan tentang doa Nabi Musa AS, baik lafal Arab maupun artinya. Supaya Anda lebih meresapi doa tersebut, tertera pula kisah dan akhlak Nabi Musa AS yang sabar dan berani. Kini Anda bisa mempraktikkan doa Nabi Musa di lingkungan atau kegiatan yang membutuhkan. Saat membacanya, yakinlah bahwa Allah SWT tengah bersama Anda dan Maha Mendengarkan Doa.

Doa Nabi Musa Yang Sering Kita Ucapkan Dan Faedahnya Yang Dahsyat

 

 

Tinggalkan komentar