5 Rumah Adat Jawa Tengah : Sejarah, Gambar dan Penjelasannya

Rumah Adat Jawa Tengah – Setiap rumah adat menyimpan keunikan tersendiri, meski beberapa ada yang memiliki kemiripan misalnya antara rumah Joglo Jawa Timur dan Rumah Joglo Jawa Tengah. Namun, hal tersebut tentu dapat terjadi karena ternyata desain arsitektur rumah adat di wilayah Jawa banyak dipengaruhi oleh budaya dan tradisi Hindu.

Terutama rumah Joglo. Kita tahu bahwa sebelum masuknya agama Islam yang kini menjadi agama mayoritas, pulau Jawa adalah salah satu pulau yang menjadi pusat persebaran agama Hindu. Sehingga dalam perkembangannya, rumah adat di pulau Jawa menjadi hasil dari budaya pada masa tersebut.

Maka penyebab utama mengapa perkembangan budaya Hindu bisa melekat hingga kini adalah karena jumlah pengikutnya yang cukup banyak di masa itu.

Akulturasi budaya dan persebaran ajaran agama Hindu membawa masyarakat pada tradisi yang masih terus dilestarikan hingga akhirnya menjadi gaya hidup masyarakat di masa lampau.

Sedangkan begitu ajaran agama Islam masuk, akulturasi budaya menjadi lebih lembut dan disesuaikan, namun masih mengandung nilai dan tradisi yang akrab dengan masyarakat. Meskipun begitu, mencakup arsitektur bangunannya masih erat berkaitan dengan desain pura Hindu yang diadaptasi dari pura India.

Perkembangan semakin pesat dan masyarakat banyak menggunakan desain tersebut bagi rumah mereka. Hingga kini masih bisa didapati rumah adat yang khas dan tradisional. Setiap daerah di Indonesia memang memiliki berbagai macam rumah adatnya masing-masing.

Begitupun dengan daerah di Jawa Tengah yang kental dengan kebudayaan dan tradisi leluhur. Adapun rumah adat merupakan salah satu warisan yang terus dilestarikan hingga kini.

Tentu saja kita tak boleh kalah dengan generasi sebelumnya yang tetap menjaga dan melestarikan kebudayaan termasuk rumah adat beserta pengetahuannya.

Tidak lengkap rasanya jika tidak membahas mengenai berbagai macam rumah adat yang ada di Jawa Tengah. Karena itu, berikut sudah terangkum keunikan rumah adat khas Jawa Tengah, mulai dari Joglo yang paling terkenal hingga Tajug yang tak kalah menarik.

Rumah Adat Jawa Tengah

Joglo

rumah adat jawa tengah Joglo
rumahjoglo.net

Jika Anda berkunjung ke daerah Yogyakarta, maka cukup mudah menemukan bangunan rumah khas ini. Sebagian besar orang sangat familiar dengan desain rumah yang satu ini. Meskipun bisa saja terdapat berbagai perbedaan dengan nama yang sama.

Terlebih di zaman modern ini adaptasi bangunan tradisional banyak dilakukan sesuai dengan keadaan masa kini. Namun, di Yogyakarta masih banyak masyarakat yang melestarikan kekhasan rumah tradisional Joglo. Terutama jika pemiliknya adalah orang yang cukup bernama.

Jika diperhatikan, rumah ini memiliki desain yang nyaman bagi penghuninya. Dengan teras yang cukup luas tanpa sekat menjadikannya tampak leluasa untuk ditempati. Hal itu memang menjadi salah satu ciri khas rumah adat Joglo yang banyak terdapat di wilayah Yogyakarta.

Begitupun dengan beberapa rumah adat yang lain, rumah ini juga memiliki soko guru atau tiang penyangga rumah yang berjumlah empat tiang. Sebagaimana penjelasan di atas, rumah Joglo memang seringkali dimiliki oleh orang-orang dengan kemampuan finansial tingkat menengah ke atas. Karena desain rumah ini cukup melambangkan kekayaan seseorang.

Kampung

rumah adat jawa tengah Kampung
rumah adat indonesia

Rumah adat yang satu ini adalah salah satu rumah yang cukup unik dan menarik karena memiliki cukup banyak tipe rumah dengan berbagai nama. Sedikitnya ada tiga belas tipe rumah misalnya rumah Kampung Pokok, Pacul Gowang, dan Gajah Ngombe.

Tak hanya itu, salah satu pembeda yang khas terletak pada bagian tiangnya yang harus berjumlah kelipatan empat dan jumlah terkecilnya adalah delapan tiang. Jumlah itu masih dapat ditambah namun harus memenuhi ketentuan yakni merupakan angka dengan kelipatan empat seperti dua belas, enam belas dan seterusnya.

Hal tersebut menjadi pembeda antara rumah Kampung dan Rumah Joglo yang hanya bertiang empat. Secara strata sosial, rumah ini banyak dimiliki oleh masyarakat biasa. Sebagaimana rumah pada umumnya rumah Kampung memiliki beberapa kamar tidur, ruang tamu, dapur dan teras. Rumah adat khas ini tentu cukup nyaman untuk ditinggali.

Panggang Pe

Panggang Pe
brainengine.net

Jika Anda berasal dari Yogyakarta, mungkin nama rumah ini tidak asing bagi Anda. Karena Panggang Pe adalah salah satu rumah adat yang cukup populer di sana. Hampir serupa dengan kepopuleran rumah adat Joglo. Biasanya rumah ini disangga oleh tiang kayu yang kokoh dan kuat dengan jumlah empat hingga enam tiang.

Bentuk rumah pada bagian depannya cenderung lebih rendah dengan tiang penyangga yang lebih rendah pula. Itulah salah satu keunikan rumah adat Panggang Pe. Selain hal itu, desain rumah seperti ini juga sering dijadikan desain bangunan kios kecil untuk keperluan berdagang.

Beberapa rumah yang hampir serupa dengan desain rumah ini di antaranya ada rumah Gedhang Salirang, Cere Gancet, Gedang Setangkep dan Rumah Empyak Setangkep. Tak berbeda dari rumah lainnya, rumah adat Panggang Pe juga dilengkapi dengan ruang tidur atau kamar tidur, ruang tamu, ruang tengah maupun dapur dan juga teras.

Dengan desain dan kelengkapan yang sedemikian rupa, rumah adat Panggang Pe sangat nyaman untuk dihuni. Kini rumah adat ini masih ada di wilayah Jawa Tengah. Masyarakat di sana masih terus melestarikan tradisi dan budaya masa lalu.

Limasan

Limasan
www.balijoglo.com

Di Indonesia ada banyak jenis rumah dengan bentuk atap seperti limas. Biasanya namanya juga menyertakan kata Limasan sebagaimana bentuk rumah tersebut. Begitupun dengan rumah adat Limasan asal Jawa Tengah ini, di bagian atapnya memiliki empat buah sisi dengan bentuk limas seperti yang sering kita temui.

Tak hanya di wilayah Jawa, rumah dengan bentuk atap serupa banyak ditemukan di wilayah lain. Biasanya para perantau dari daerah Jawa masih menggunakan desain rumah ini. Adapun tipe rumahnya meliputi Lambang Sari, Gajah Mungkur, Klabang Nyander dan berbagai tipe lainnya dengan bentuk yang khas pada masing-masing tipe.

Biasanya jenis rumah ini dimiliki oleh masyarakat kelas menengah ke bawah. Desainnya sederhana dan cukup mudah dan nyaman ditinggali. Tentunya, untuk mengenali rumah adat Limasan adalah dilihat dari bentuk atapnya. Sangat mudah dan familiar bukan.

Saat ini kita bisa melihat rumah adat asal Jawa Tengah ini di berbagai daerah karena banyak penduduk atau masyarakat Jawa Tengah yang mengadu hidupnya di wilayah lain dan menggunakan desain rumah ini pada rumah tinggalnya di daerah rantau.

Ruang di dalam rumah ini juga hampir sama seperti rumah kebanyakan, ada kamar tidur, ruang tamu, teras, ruang tengah hingga dapur. Untuk tipe rumah zaman sekarang sudah banyak menambahkan ruang kamar mandi di dalam rumah. Dengan desain seperti itu, rumah Limasan cukup nyaman ditinggali dan cukup mudah untuk dirawat.

Tajug

Tajug
www.romadecade.org

Seperti apa yang terdapat pada judul, rumah Tajug ini tak kalah menariknya dengan rumah adat Joglo. Begitupun dengan rumah adat yang lainnya. Jika Anda sering mengakses informasi mengenai berbagai macam rumah adat di Indonesia, maka mungkin Anda juga banyak menemui berbagai jenis rumah adat yang lengkap dengan filosofinya.

Sejalan dengan hal tersebut, rumah adat Tajug juga memiliki filosofi tersendiri yang membuatnya menarik dan bermakna. Dan makna utama dari rumah ini ternyata bukan untuk ditinggali karena merupakan jenis rumah yang suci dan disucikan oleh masyarakat setempat.

Sehingga penggunaannya lebih sering diorientasikan sebagai rumah ibadah atau tempat beribadah bagi masyarakat. Jadi tidak penggunaan desain rumah ini juga tidak sembarangan. Karena memiliki filosofi yang sangat dalam sebagai rumah yang suci, bersih dan digunakan untuk perbuatan mulia seperti beribadah.

Bentuk bangunannya sendiri memiliki atap yang runcing layaknya bujur sangkar. Sedangkan tipenya, ada banyak tipe dengan total sebanyak kurang lebih 13 tipe. Sebagaimana fungsi penggunaan yang disesuaikan dengan filosofi tadi, maka desain rumah Tajug ini dapat digunakan untuk pembuatan rumah ibadah seperti masjid atau jenis rumah ibadah lainnya.

Saat ini tentu saja Anda masih bisa menjumpainya di wilayah Jawa Tengah. Masyarakat di sana pun sangat menghargai budaya dan tradisi ini. Sehingga penerapannya terus berlangsung hingga sekarang. Masyarakat kita memang terkenal sangat menghargai dan memelihara budaya dengan baik.

Meskipun perkembangan situasi dan kondisi masa kini turut mengiringi keberadaan rumah adat Tajug, namun desain dan filosofi rumah adat ini tetap lestari. Lima rumah adat di atas hanya sebagian dari sekian banyak rumah adat yang ada di Indonesia.

Dengan sedikit saja pengetahuan kita dapat menemukan berbagai macam keunikan dan ciri khas rumah adat kita. Apalagi jika kita terus memperkaya pengetahuan tentang budaya. Hal itu juga dapat menumbuhkan kecintaan kita pada budaya dengan segala keunikan dan nilai-nilainya.

Tiap masyarakat memiliki cara tersendiri dalam melestarikan peninggalan budaya dan tradisi di wilayahnya. Seperti masyarakat Jawa Tengah yang hingga kini masih lekat dengan penggunaan arsitektur rumah tradisional yang berasal dari budaya masa lalu di sana.

Mulai dari rumah Joglo yang paling banyak dikenal, hingga rumah adat Tajug yang mungkin baru sekarang kita pahami karakteristik khususnya. Serta tak kalah menarik pula dengan rumah adat lain dimana rumah ini dianggap sebagai rumah yang suci sehingga dipergunakan sebagai tempat untuk beribadah.

Sedikit kita ulas kembali, bahwa setiap rumah adat memiliki perbedaan begitu pula dalam hal penggunaannya. Menariknya, jenis rumah adat juga dapat menggambarkan strata sosial pemiliknya. Namun, mari kita pahami dalam definisi yang tidak mengotak-ngotakkan tingkat sosial seseorang.

Jika dipahami lebih dalam, rumah tak hanya sebagai tempat tinggal yang dapat menghindarkan kita dari berbagai macam bahaya atau sebatas tempat berteduh dari terik dan hujan semata. Melainkan harus dijaga dan dirawat. Berikut dengan segala nilai baik yang terkandung di dalamnya.

Termasuk filosofi yang dipercaya masyarakat berbudaya kita. Terutama oleh kaum muda, akan sangat baik jika memperbanyak wawasan tentang berbagai macam rumah adat di tempat asal. Memahami filosofinya, mengerti nilai yang terkandung di dalamnya, bahkan hingga asal usul budaya tersebut ada.

Karena setiap budaya atau tradisi dari satu jenis rumah adat saja, bisa memiliki sekian cerita menarik dan mengandung nilai-nilai tertentu. Dengan memperkaya wawasan, rasa cinta terhadap budaya dan pengetahuan akan semakin tinggi.

Sehingga tingkat penghargaan kita pada segala macam peninggalan orang-orang dari masa lalu dapat menjadi pembelajaran berharga bagi kita.

Tinggalkan komentar