Peta Maluku Lengkap Dengan Keanekaragaman Hayatinya

Peta Maluku – Maluku merupakan provinsi yang menduduki peringkat ke 28 sebagai provinsi terbesar di Indonesia. Hal itu didasarkan dari jumlah penduduk yang terdapat di Provinsi Maluku.  Terletak di sebelah selatan Prov. Maluku Utara, Prov. Maluku berada di 125o – 135o BT dan 3o lintang utara – 8o30’ lintang selatan. Prov. Maluku memiliki luas wilayah total 46.914,03 km2 dengan titik tertinggi 3.027 m atau setara 9.931 kaki. Pada sebelah timur Prov. Maluku berbatasan dengan wilayah Papua Barat. Dan berbatasan dengan Australia dan Timor Leste pada bagian selatannya. Sedangkan pada sebelah barat berbatasan dengan Prov. Sulawesi Tengan dan Prov. Sulawesi Tenggara. Setidaknya terdapat 632 pulau kecil maupun besar yang berada di wilayah Provinsi Maluku.

Memiliki berbagai warisan budaya, banyak hal menarik yang perlu kita ketahui tentang Maluku. Berikut ini beberapa informasi yang perlu Anda ketahui seputar Maluku dengan berbagai keberagamannya.

Tradisi Masyarakat Maluku

Maluku dikenal dengan wilayah yang mempunyai berbagai tradisi yang masih dilestarikan keberadaannya hingga saat ini. Beberapa tradisi tersebut antara lain :

  1. Budaya Hawear

BUDAYA HAWEAR

Masyarakat di Kepulauan Kei mempercayai sejarah yang diwariskan oleh leluhurnya secara turun-temurun. Sejarahnya, ada seorang ayah yang memberikan Hawear kepada anak gadisnya. Fungsi dari hawear tersebut adalah untuk menjaga gadis itu dari segala gangguan yang mengancam dalam perjalanannya menuju tempat Sang Raja. Hawear merupakan bentuk simbol, bahwa gadis yang memakainya sudah dimiliki oleh seseorang.

  1. Upacara Fangnea Kidabela

UPACARA FANGNEA KIDABELA

Upacara fangnea kidabela merupakan upacara yang bermakna pemantapan. Yaitu pemantapan kepada keakraban dan juga persaudaraan yang terjalin antar penduduk yang dipercaya sebagau wujud persatuan dan wujud kesatuan. Upacara ini merupakan upacara yang dilakukan dari kepulauan Tanimbar.

Terciptanya suasana kehidupan yang kokoh agar persatuan dan kesatuan tetap terjaga antar seluruh masyarakat merupakan tujuan dari dilakukannya upacara fangnea kidabela. Dengan demikian, diharapkan tidak akan terjadi kesuraman maupun kehancuran.

  1. Budaya Kalwedo

BUDAYA KALWEDO

Kalwedo merupakan kebudayaan yang asalnya dari Maluku Barat Daya. Budaya ini telah melekat dengan kehidupan masyarakat setempat. Makna dari budaya kalwedo adalah adanya kepemilikan di atas kehidupan yang bersama. Budaya ini menyatukan persaudaraan yang dianggap sakral antara masyarakat Maluku Barat Daya dengan masyarakat Barbar. Dalam menjalani kehidupan, mereka sangat berdampingan baik. Tradisi saling menolong dalam berbagai aspek seperti ekononi, budaya, sosial, potensi dan hasil alam menjadi bukti kerukunan mereka.

  1. Budaya Arumbae

BUDAYA ARUMBAE

Dalam budaya arumbae menandakan adanya perahu yang di atasnya terdapat lima orang yang berjuang untuk mendayung guna menghadapi kemungkinan tantangan di laut lepas. Saat ini, arumbae diabadikan di bidang budanya dan juga di bidang karya seni. Selain itu, arumbae juga diabadikan di bidang olah raga biasanya dengan diadakannya lomba mendayung.

  1. Batu Pamali

BATU PAMALI

Masyarakat Maluku , mempercayai bahwa adanya batu pamali merupakan simbol dari hadirnya luluhur mereka yaitu “Tete dan Nenek Moyang” pada kehidupan mereka. Bentuk dari batu pamali seperti batu alas yang biasanya berada di samping Baileo.

Seluruh masyarakat Maluku memiliki batu pamali tersebut. Dikatakan juga, bahwa batu pamali sebagai bentuk tanda pemersatu dari adanya perbedaan di suatu kelompok orang yang ada di desa atau di negeri. Oleh karena itu, meskipun terdapat berbagai perbedaan agama maupun perbedaan kelompok, masyarakat Maluku memliki batu tersebut.

  1. Tradisi Pukul Sapu

TRADISI PUKUL SAPU

Oleh penduduk di Ambon, Maluku, Morela dan Mamala tradisi ini di lakukan setiap tahunnya. Dalam kegiatan tersebut, akan ada para pemuda yang memukul dengan sapu. Hal itu dilakukan hingga terluka, setelah itu luka akan diobati dengan minyak mamala. Luka yang diberi minyakl mamala aka sembuh tanpa ada bekas yang meninggalkan.

Tradisi yang dilakukan setiap 7 Syawal ini mempunyai tujuan untuk menunjukkan bahwa minyak mamala mempunyai kegunaan untuk menyembuhkan penyakit. Dalam sejarah masyarakat setempat, terdapat cerita bahwa suatu ketika tiang masjid ada yang patah kemudian disambung dengan menggunakan minyak mamala. Hal itu dipercaya terjadi pada abad ke- 16.

  1. Budaya Makan Patita

BUDAYA MAKAN PATITA

Kegiatan yang dilakukan di hari-hari perayaan ini masih lestari di masyarakat Maluku. Dalam kegiatan ini akan disusun makanan beralaskan daun pisang secara memanjang yang kemudian akan dinikmati oleh semua masyarakat. Perayaan yang dilakukan budaya makan patita seperti perayaan HUT kota, HUT- RI, pesta rakyat, pelantikan kepala pemerintah dan perayaan yang lainnya.

Terdapat berbagai macam menu makanan yang disediakan seperti ubi rebus, kohu-kohu, ikan asar dan masih banyak lagi. Makanan yang disediakan pun jumlahnya sangat banyak, sehingga seluruh masyarakat yang hadir pasti mendapat bagian. Karena termasuk acara besar, budaya makan patita biasa dilakukan di tempat terbuka seperti pesisir pantai, lapangan, maupun jalanan.

Bahasa Daerah

Bahasa Melayu merupakan bahasa daerah Maluku. Akan tetapi, mayoritas masyarakat Maluku menggunakan Bahasa Ambon dalam berkomunikasi sehari-hari. Terdapat perbedaan antara Bahasa Melayu Ambon dengan bahasa para suku yang terdapat di Ternate. Adanya perbedaan tersebut dikarenan pengaruh dari faktor ekstern. Kosa kata Bahasa Belanda, Kosakata Bahasa Portugis dan Bahasa Melayu Makassar adalah faktor yang mempengaruhi adanya Bahasa Melayu Ambon.

Beberapa bahasa daerah lain juga biasa digunakan oleh masyarakat Maluku. Berikut ini beberapa bahasa yang digunakan.

  1. Bahasa Atiahu. Masyarakat di wilayah Kabupaten Seram Timur biasa menggunakan bahasa Atiahu.
  2. Bahasa Seti. Bahasa ini biasanya digunakan oleh masyarakat di wilayah suku Teluti Timur, Suku Seti dan suku Seram Utara.
  3. Bahasa Tarangan. Masyarakat di wilayah Maluku Tenggara dan Pulau Aru biasa menggunakan Bahasa Tarangan.
  4. Bahasa Alune. Masyarakat di wilayah Kabupaten Seram Barat biasa menggunakan bahasa Alune dalam berkomunikasi.
  5. Bahasa Warnale. Warnale, menjadi bahasa yang sering digunakan oleh masyarakat yang tinggal di wilayah Kabupaten Seram Barat.
  6. Bahasa Nuaulu. Masyarakat sekitar suku Nuaulu yang ada di dalam Pulau Seram Selatan biasanya menggunakan bahasa ini, oleh karena itu bahasa daerah ini dinamakan sebagai Bahasa Nuaulu.
  7. Bahasa Koa.  Masyarakat yang hidup di pengununan tengah di Pulau Seram menggunakan bahasa Koa sebagai bahasa sehari-harinya.
  8. Bahasa Gorom. Masyarakat yang berada di Kabupaten Seram Timur bagian etnis Gorom biasa menggunaka bahasa ini.

Beberapa bahasa lain yang juga digunakan oleh masyarakat Maluku antara lain Melayu, Tulehu, Kai, Ambon, Yamdena, Seith, Banda, Paulohy, Kisar, Dammar, Koa, Wamale, Dawera – Daweloor, dan lain- lain.

Pakaian Tradisional Maluku

PAKAIAN TRADISIONAL MALUKU

Berikut ini contoh dari pakaian tradisional Maluku.

  1. Baju cele, merupakan baju kepaya dengan leher yang mengarah ke dada bentuk belahannya sekitar 15 cm dan berlengan pendek. Baju ini tidak disertai dengan kancing.
  2. Kebaya mapampal, merupakan kebaya yang dijahit dari beberapa kain dengan cara menambal dan disusun dengan rapi. Kebaya ini mempunyai panjang lengan sampai siku.
  3. Untuk pria, digunakan baju kurung dengan lengan yang pendek dan menggunakan celana kartou. Yang menjadi ciri khasnya, pada bagian atas celana kartou terdapat tali.
  4. Untuk anak-anak biasanya menggunakap hansop atau celana kes yang terbuat dari berbagai macam kai .

Pakaian adat yang berasal dari daerah Maluku memiliki ciri khas tersendiri. Kaum prianya memakai pakaian adat yang berupa jas setelan yang biasanya berwarna hiam atau merah, baru berenda pada baju dalamnya, dan juga ikat pinggang. Sementara untuk kaum wanita menggunakan baju cele dan menggunakan kanji. Perhiasan yang digunakan sebagai pelengkap pakaian adapat berupa kalung, anting-anting dan cincin.

Ada juga yang menggunakan kain tenun dan juga kebaya bagi kaum wanitanya. Untuk kaum pria biasanya menggunakan celana panjang dengan atasan kemeja dan di tambah dengan aksesoris seberti kain penutup kepala, sinune, umpan, tutuban ulu, dan dihiasi dengan somalea.

Dalam kehidupan sehari-hari, pakaian tradisional manimbar sudaht tidak lagi digunakan. Contohnya seperti pakaian kutang liman melawan. Pakaian tersebut berupa kebaya yang mempunyai lengan panjang maupun lengan pendek kemudian menggunakan kain sarung.

Rumah Adat Maluku

RUMAH ADAT MALUKU

Rumah adat masyarakat Maluku diberi nama Baileo. Rumah ini biasanya digunakan untuk musyawarah, pertemuan dan juga dipakai untuk upacara yang disebut dengan Seniri Negeri. Bentuk rumah tersebut panggung dengan atap yang besar dan juga tinggi. Biasanya atap Baileo terbuat dari daun rumbia. Untuk bagian dindingnya biasanya terbuat dari tangkai rumbia, yang masyarakat setempat menyebutnya sebagai gaba-gaba.

Terdapat satu rumah baileo tua yang ada di Pulau Saparua. Rumah ini diketahui oleh masyarakat setempat telah dibangun sejak tahun 1653 M. Sampai saat ini rumah ini masih asli dan sudah mengalami beberapa kali renovasi.

Tari Tradisional Maluku

Maluku menjadi salah satu daerah yang menyumbangkan beragam tari tradisional sebagai warisan budaya bangsa. Beberapa tarian tradisional Maluku antara lain.

  1. Tari orlapei

TARI ORLAPEI

Tari ini biasanya digunakan ketika ada tamu kehormatan yang datang di acara Maluku Tengan. Tari orlapei digunakan untuk menyambut, karena adanya tari ini mempunyai lambang ucapan selamat datang kepada tamu kehormatan yang sudah datang.

  1. Tari cakalee

TARI CAKALEE

Tari yang berasal dari Maluku ini merupakan tari yang di dalamnya mengisahkan perang dalam melawan penjajah. Untuk kostum, lagu dan gerakannya pun mengisyaratkan seperti sedang perang.

  1. Tari mamae

TARI MAMAE

Tari ini hanya dilakukan oleh kaum pemuda – pemudi saja. Tari ini berupa permainan tradisional dan hanya dilakukan pada hari tertentu.

  1. Tari kabaresi

TARI KABARESI

Tari yang diiringi dengan rebana, alat muik tifa totobuang, suling bambu dan toleng-toleng ini merupakan sebuah tarian yang menggunakan pola lantai dan dilakukan dengan sangat lincah.

  1. Tari katreji

TARI KATREJI

Tari ini hanya ditampilkan ketika ada acara upacara pentikan kepala desa atau pelantikan raja. Selain itu, tari katreji juga digunakan untuk menyambut ramah tamah dari desa kepada tamu kehormatan.

  1. Tari panah

TARI PANAH

Tari ini oleh masyarakay Maluku Tenggara digunakan sebagai tarian untuk menyambut tamu. Asalnya, tarian ini merupakan tarian perang. Dalam tarian ini digunakan anak panah beserta busurnya yang berfungsi untuk menggugah keberanian pada jiwa seorang pria.

  1. Tari loliyana

TARI LOLIYANA

Tari ini dilakukan oleh masyarakat yang berada di kepulauan Teon Nila Serua. Tari loliyana ini dilakukan ketika dilaksanakannya upacara panen lola.

Selain tarian- tarian di atas juga terdapat tarian tradisional Maluku seperti tari saureka-reka, tari poco-poco, tari cakalele, dan tari bambu gila.

Alat Musik Tradisional Maluku

ALAT MUSIK TRADISIONAL MALUKU

Dalam kebudayaan Maluku, terdapat alat musik petik yang diberi nama dengan ukulele. Jika dilihat sepintas, bentuk dari ukulele ini menyerupai gitar seperti umumnya. Selain itu juga terdapat alat musik tradisional khas Maluku yaitu tifa, tifa totobuang, suling bambu,  nafiri, sangka dan rebana.

Senjata Tradisional Maluku

SENJATA TRADISIONAL MALUKU

Palang salawaku merupakan senjata tradisional asal Maluku dan sudah terkenal. Parang dari senjata ini sekitar 90 – 100 cm. Terdapat motif-motif yang terdapat pada palang salawaku yang melambangkan keberanian. Kayu besi dan kayu gapusa menjadi bahan baku pembuatan kepala karang. Parang untuk palang salawaku dibuat dari besi khusus tersendiri.

Terdapat juga senja yang diberi nama kalawai. Bentuk dari kalawai menyerupai tombak yang biasanya digunakan untuk menangkap ikan oleh masyarakat setempat. Yang membedakan antara kalawai dengan tombak terdapat pada ujungnya. Jika pada tombak terdapat satu mata, kalawai mempunyai tiga mata di pada bagian ujung.  Fungsinya pun berbeda, karena tombak biasanya digunakan ketika melakukan perburuan di hutan.

Lagu Daerah Maluku

LAGU DAERAH MALUKU

Terdapat berbagai lagu yang dikenal sebagai lagu daerah Maluku. Lagu-lagu tersebut biasanya digunakan ketika upacara adat, bermain ataupun digunakan untuk mengiringi kesenian. Contoh beberapa judul lagunya adalah Oleh Sioh, Sopo-sopo, Kole-kole, Burung Tantina, Buka Pintu, Huhatee, Ayo Mama, Goro-gorone, Lembe-lembe, Sudah Berlayar, Sarinande, Mande-mande, Waktu Hujan Sore-sore, O Ulate dan Anak Kambing Saya.

Upacara Tradisional Maluku

  1. Upacara tihi huau

UPACARA TIHI HUAU

Tujuan dilakukannya upacara tihi huau adalah untuk menjaga anak laki-laki maupun perempuan agar roh-roh jahat tidak mudah memasukinya. Masyarakat setempat mempercayai bahwa terdapat daya magis dalam rambu. Sehingga akan dilakukan pemotongan rambut dalam upacara tersebut.  Daerah yang masih melakukan upacara tersebut seperti Pukul Sapu, Buka Sesi Lompa, Pela Gading, Antar Sotong dan lain sebagainya.

  1. Upacara suku anaku

UPACARA SUKU ANAKU

Upacara ini dilakukan oleh masyarakat suku nuaulu dimana upacara ini dilakukan ketika masa peralihan kelahiran dari masa kandung. Makna yang terdapat dalam upacara suku anaku adalah “Suu Anaku”  yang mempunyai arti memandikan anak.

Tujuan dilakukan upacara suku anaku pada masa peralihan ialah agar tidak ada gangguan dari roh jahat dari mulai di kandungan hingga bayi itu lahir. Upacara tersebut juga bertujuan agar bawaan buruk ketika lahir dapat hilang.

  1. Upacara pukul sapu

UPACARA PUKUL SAPU

Upacara ini dilakukan setiap tahunnya dan dilakukan pada 7 Syawal menurut kalender hijriyah.  Diselenggarakannya upacara ini merupakan bentuk mengenang perjuangan Achmad Leakawa atau yang lebih dikenal dengan nama Kapitan Perang Telukabessy. Yang mana beliau telah rela berkorban demi menyelamatkan anak buahnya dari serangan Belanda. Beliau rela menyerahkan dirinya kepada Belanda asal pasukannya selamat. Kemudia Achmad Leakawa dijatuhi oleh Belanda dengan hukuman mati.

Seni Kerajinan Maluku

SENI KERAJINAN MALUKU

Terdapat berbagai kesenian  yang terkenal di masyarakat Maluku seperti seni ukir, seni pahat, seni patung, dan sebagainya. Kerajinan anyaman pakis dan juga kerajinan rotan terdapat di wilayah Ambon, di daerah Maluku Tenggara terdapat kerajinan seperti kerajinan kayu, kerajinan tenun, seni ukir dan seni pahat. Untuk kerajinan gerabah terdapat di Maluku Tengah, sedangkan di Seram Timur terdapat kerajinan anyaman bambu. Di kepulauan Aru terdapat kerajinan kulit kerang.

Rempah-rempah Maluku

REMPAH REMPAH MALUKU

Maluku menjadi salah satu wilayah yang menjadi pusatnya perdagangan rempah. Maluku diketahui sebagai wilayah yang menghasilkan paling banyak rempah di Indonesia. Contoh rempah yang ada di Maluku seperti cengkeh, pada dan lain sebagainya. Hal-hal tersebutlah yang menjadi pemicu bangsa Portugis, Spanyol, Belanda, Inggris untuk dapat menguasi wilayah Maluku.

Makanan dan Minuman Tradisional Maluku

MAKANAN DAN MINUMAN TRADISIONAL MALUKU

Berbagai makanan maupun minuman khas Maluku yang terkenal dan  disukai berbagai kalangan. Contohnya seperti sagu lempeng maluku, sayur ganemu, sinolia, bagea kenari, papeda, sagon kukus, sagu kelapa, talam asin, talam manis, sagu bakar, kaksa, cendol dan masih banyak lagi. Papeda disebut sebagai makanan pedesaan yang utama di daerah Maluku dan di daerah Papua. Makanan satu ini bisa dinikmati dalam keadaan masih panas atau sudah dingin. Masyarakat setempat biasanya membawa makanan ini untuk bekal ketika akan panen cengkeh.

Potensi Wisata Maluku

POTENSI WISATA MALUKU

Maluku merupakan salah satu provinsi yang mempunyai potensi budaya dan juga pariwisata yang tidak kalah menarik dengan objek wisata lain yang ada di Indonesia. Beberapa objek wisata tersebut antara lain penangkaran belut desa waai, batu karang pintu kota, batu capeo, pantai natsepa, pantai felawatu, benteng belgica, pantai pasir panjang, pantai hunimoa, benteng duurstede, benteng victoriam dan masih banyak destinasi lainnya.

 

Dari pemaparan di atas, dapat kita ketahui bahwa Maluku menjadi salah satu wilayah Indonesia yang mempunyai daya tarik yang banyak. Berbagai kebudayaan warisan nenek moyang masih terjaga dan tetap harus kita lestarikan sebagai anak bangsa. Dengan adanya budaya-budaya tersebutlah negara kita menjadi negara yang beragam. Oleh karena itu, meskipun terdapat banyak perbedaan, tidak ada alasan untuk kita menjaga budaya warisan bangsa.

Peta Maluku Lengkap Dengan Keanekaragaman Hayatinya

Tinggalkan komentar