Kerajaan Mataram: Raja, Peninggalan Mataram Kuno dan Mataram Islam

Kerajaan Mataram merupakan salah satu kerajaan besar yang berkembang di Pulau Jawa khususnya di Propinsi Jawa Tengah. Mataram terbagi ke dalam dua periode yaitu Kerajaan Mataram Kuno dan Kerajaan Mataram Islam.

Banyak peninggalan sejarah berupa prasasti-prasasti yang merupakan bukti dari keberadaan ke dua kerajaan tersebut. Kerajaan Mataram Kuno atau biasa disebut dengan Kerajaan Medang diperintah secara turun temurun oleh dua dinasti yaitu Dinasti Sanjaya dan Dinasti Syailendra.

Dinasti Sanjaya didirikan oleh Sanjaya pada tahun 732 M yang menganut agama Hindu. Sedangkan Dinasti Syailendra didirikan pada tahun 752 M oleh Bhanu yang menganut agama Budha Mahayana. Kerajaan Mataram Islam merupakan salah satu kerajaan yang terletak di Pulau Jawa yang bercorak Islam dan didirikan sekitar abad ke-16.

Kerajaan Mataram Islam diperintah oleh keturunan Ki Ageng Pamanahan dan Ki Ageng Sela yang merupakan keturunan dari Kerajaan Majapahit. Kedua tokoh tersebut merupakan raja-raja besar yang pernah memerintah Kerajaan Mataram Islam.

Nama Raja-Raja Kerajaan Mataram Kuno dan Mataram Islam

Raja-Raja Kerajaan Mataram Kuno Raja-Raja Kerajaan Mataram Islam
  1. Rakai Mataram Sang Ratu Sanjaya
  2. Rakai Panangkaran Dyah Sankhara
  3. Rakai Panunggalan (Dharanindra)
  4. Rakai Warak Dyah Manara
  5. Dyah Gula
  6. Rakai Garung
  7. Rakai Pikatan Dyah Saladu
  8. Rakai Kayuwangi Dyah Lokapala
  9. Dyah Taqwas
  10. Rakai Panumwangan Dyah Dawendra
  11. Rakai Gurunwangi Dyah Wadra
  12. Rakai Watuhumalang Dyah Jbang
  13. Rakai Watukura Dyah Walitung
  1. Ki Ageng Pemanahan
  2. Panembahan Senapati
  3. Raden Mas Jolang
  4. Raden Mas Rangsang
  5. Amangurat I
  6. Amangkurat II

Uraian Tentang Raja-Raja Kerajaan Mataram Kuno

Kerajaan Mataram Kuno dipimpin secara bergantian oleh raja-raja yang berasal dari dua dinasti yaitu Dinasti Sanjaya yang bercorak Hindu dan Dinasti Syailendra yang bercorak Budha.

Nama raja-raja yang pernah memimpin kerajaan Mataram kuno dapat kita ketahui melalui Prasasti Mantyasih (907M) dan Prasasti Wanua Tengah III (908 M). Di bawah ini merupakan nama raja-raja yang memimpin Kerajaan Mataram Kuno berdasarkan kedua prasasti tersebut:

  • Rakai Mataram Sang Ratu Sanjaya

Rakai Mataram merupakan raja pertama yang memimpin Mataram Kuno mulai tahun 717 M hingga 746 M. Rakai Mataram juga dianggap sebagai pendiri dari Dinasti Sanjaya. Melalui prasasti Canggal dan Prasasti Mantyasih, disebutkan tentang nama Raja Sanjaya sebagai salah satu raja Kerajaan Mataram Kuno.

  • Rakai Panangkaran Dyah Sankhara

Pada tahun 746 M hingga 784 M, Mataram kuno dipimpin oleh raja kedua yaitu Rakai Panangkaran. Pada masa pemerintahan Rakai Panangkaran, banyak dibangun candi-candi bercorak Budha Mahayana.

Candi-candi Budha tersebut terletak di dataran Prambanan antara lain Manjusrigrha, Tarabhavanam , dan Abhayagirivara. Hal ini menandakan jika pada masa ini merupakan awal berkuasanya Dinasti Syailendra. 

  • Rakai Panunggalan atau Dharanindra

Pada tahun 784 M hingga 803 M, Kerajaan Mataram Kuno dipimpin oleh keturunan Dinasti Syailendra yang bernama Dharanindra yang biasa disingkat dengan nama Raja Indra.

Pada Prasasti Kelurak, disebutkan bahwa Dharanindra mendapat gelar Sri Sanggrama Dhananjaya. Beliau berhasil melakukan perluasan wilayah hingga ke Semenanjung Malaya (daratan Indocina).

  • Rakai Warak Dyah Manara

Raja ke empat yang memimpin Kerajaan Mataram Kuno dari tahun 893 M hingga 827 M adalah Sri Maharaja Rakai Warak. Pada Prasasti Mantyasih disebutkan nama raja-raja Mataram Kuno dan salah satunya adalah Rakai Warak.

Rakai Warak merupakan ayah dari Balaputradewa yang merupakan raja dari Kerajaan Sriwijaya.  Beliau memiliki nama asli yaitu Samaragrawira. 

  • Dyah Gula

Raja Dyah Gula merupakan raja yang memimpin Mataram Kuno mulai dari tahun 827 M hingga 828 M. Nama beliau disebutkan dalam prasasti Wanua Tengah III sebagai salah satu nama raja-raja Mataram Kuno.

Prasasti Wanua Tengah III ditemukan di Kabupaten Temanggung Jawa Tengah tepatnya di sebuah ladang yang berada di Dukuh Kedunglo, Desa Gandulan, Kaloran.

  • Rakai Garung

Beliau merupakan raja Mataram Kuno yang berasal dari Dinasti Sanjaya sebagai pengganti dari Raja Rakai Warak. Beliau menganut agama Hindu dan memimpin Mataram Kuno mulai tahun 823 M hingga 847 M.

Dalam Prasasti Wanua Tengah III disebutkan jika Rakai Garung memerintah Mataram Kuno dengan gelar Maharaja.  Beliau merupakan raja Mataram Kuno sebelum Rakai Pikatan.

  • Rakai Pikatan Dyah Saladu

Mpu Manuku merupakan nama asli dari Rakai Pikatan yang memimpin Mataram Kuno mulai dari tahun 847 M hingga 855 M. Penjelasan tersebut tertulis pada Prasasti Argapura.

Beliau berhasil membangun ibukota baru di desa Mamrati sehingga beliau juga mendapat gelar Rakai Mamrati. Ibukota tersebut sebagai pengganti ibukota lama yaitu Mataram dan diberi nama Mamratipura.

  • Rakai Kayuwangi Dyah Lokapala

Rakai Kayuwangi merupakan raja Mataram Kuno yang memimpin mulai dari tahun 856 M hingga 880 M. Berdasarkan Prasasti Wantil, Rakai Kayuwangi mempunyai nama asli Dyah Lokapala.

Sedangkan menurut Prasasti Argapura, beliau memiliki nama asli Mpu Lokapala. Rakai Kayuwangi merupakan putra bungsu dari Rakai Pikatan dan Pramodawardhani.

  • Dyah Taqwas

Berdasarkan tulisan yang terdapat dalam Prasasti Wanua Tengah III, diketahui jika Raja Dyah Taqwas merupakan salah satu raja yang pernah berkuasa di Kerajaan Mataram Kuno. Beliau merupakan raja yang memimpin Kerajaan Mataram Kuno pada tahun 885 M.

  • Rakai Panumwangan Dyah Dawendra

Nama Rakai Panumwangan tertulis dalam Prasasti Wanua Tengah III yang memuat 12 nama raja-raja Kerajaan Mataram Kuno. Prasasti tersebut ditemukan di Provinsi Jawa Tengah tepatnya di daerah Temangung. Beliau merupakan keturunan dari Dinasti Syailendra dan menjadi raja Mataram Kuno mulai dari tahun 885 M hingga 887 M. 

  • Rakai Gurunwangi Dyah Wadra

Raja Rakai Gurunwangi memerintah Mataram Kuno pada tahun 887 M. Melalui Prasasti Munggu Antan dan Prasasti Poh Dulur, dapat diketahui tentang sejarah pemerintahan Raja Rakai Gurunwangi.

Namun dalam Prasasti Mantyasih, nama Rakai Gurunwangi tidak terdaftar sebagai nama dari raja-raja Mataram Kuno. Pada akhir masa pemerintahan, Mataram Kuno mengalami perpecahan.

  • Rakai Watuhumalang Dyah Jbang

Pada tahun 894 M hingga 898 M, Mataram Kuno dipimpin oleh Rakai Watuhumalang. Rakai Watuhumalang merupakan raja yang menggantikan Raja Rakai Kayuwangi yang sebelumnya merupakan raja bawahan dan mendapat gelar haji.

Keterangan tersebut tertera pada Prasasti Mantyasih.  Tidak ada prasasti yang ditinggalkan atas nama Rakai Watuhumalang.

  • Rakai Watukura Dyah Walitung

Rakai Watukura memimpin Kerajaan Mataram Kuno mulai tahun 899 M hingga 911 M. Pada masa pemerintahannya, wilayah Mataram Kuno meliputi Jawa Timur, Bali dan Jawa Tengah.

Kerajaan yang beliau pimpin juga dikenal dengan nama Kerajaan Galuh. Namun, belum banyak yang bisa dijelaskan tentang kehidupan Mataram pada saat itu. 

Uraian Tentang Raja-Raja Kerajaan Mataram Islam

Kerajaan Mataram Islam diperintah secara turun menurun oleh 6 raja secara bergantian seperti halnya kerajaan-kerajaan lain di Pulau Jawa. Di bawah ini merupakan nama-nama raja yang pernah berkuasa di Mataram Islam antara lain:

  • Ki Ageng Pemanahan

Ki Ageng Pamanahan membangun sebuah desa yang bernama desa Mataram pada tahun 1556. Desa ini sebelumnya merupakan hutan lebat yang dikenal dengan nama Alas Mentaok oleh masyarakat sekitar.

Melalui Desa Mataram inilah Kerajaan Mataram Islam didirikan dan dipimpin oleh anak dari Ki Ageng Pemanahan yaitu Sutawijaya. Ki Ageng Pamanahan wafat dan dimakamkan di Kota Gede, Yogyakarta pada tahun 1584.

  • Panembahan Senapati

Salah satu raja dari Kerajaan Mataram Islam adalah Sutawijaya yang merupakan seorang senapati Kerajaan Pajang. Panembahan Senapati merupakan gelar yang diberikan oleh Kerajaan Pajang untuk Sutawijaya.

Saat pemerintahannya di Kerajaan Mataram Islam, beliau memperluas daerah kekuasaan yang meliputi Tuban, Pasuruan, Demak, Pajang, Surabaya, dan Madiun.

  • Raden Mas Jolang

Raden Mas Jolang merupakan raja Kerajaan Mataram Islam yang memerintah pada tahun 1606 hingga 1645. Beliau merupakan raja ke dua Mataram Islam dan mendapat gelar Panembahan Anyakrawati.

Putra dari Panembahan Senapati dan Ki Ageng Panjawi ini wafat pada tahun 1613 dan dimakamkan di bawah makam ayahnya di Kota Gede.

  • Raden Mas Rangsang

Raja Mataram Islam yang ke tiga adalah Raden Mas Rangsang. Masa pemerintahan putra dari Raden Mas Jolang ini dimulai dari tahun 1613 hingga 1645. Mataram Islam mencapai puncak kejayaan pada masa pemerintahan Raden Mas Rangsang. Beliau berjuang melawan VOC dan mendapat gelar Sultan Agung Senapati Ingalaga.

  • Amangkurat I

Raja ke empat Kerajaan Mataram Islam adalah Amangkurat I yang merupakan putra dari Sultan Agung. Pada tahun 1638 M hingga 1647 M, Kerajaan Mataram Islam dipimpin oleh beliau.

Pada masa pemerintahannya, Mataram Islam terpecah belah dikarenakan beliau menjadi teman VOC. Beliau wafat pada tanggal 10 Juli  tahun 1677 di Telagawi Tegal dan pemerintahannya beralih ke Amangkurat II.

  • Amangkurat II

Amagkurat II merupakan penerus dari Mataram Islam yang memerintah pada tahun 1677 hingga 1703. Beliau merupakan pendiri Kasunanan Kartasura yang merupakan terusan dari Kerajaan Mataram Islam dan menjadi raja pertama.

Beliau memakai pakaian Eropa sebagai pakaian dinasnya dan merupakan raja Jawa pertama yang memakai pakaian tersebut.

Peninggalan Kerajaan Mataram Kuno

Peninggalan Kerajaan Mataram Kuno
hidupsimpel.com

Kerajaan Mataram Kuno memiliki beberapa peninggalan sejarah yang menjadi bukti berdirinya kerajaan tersebut. Benda- benda sejarah tersebut berupa prasasti-prasasti yang menuliskan nama raja-raja yang pernah memerintah Mataram Kuno. Prasasti-prasasti yang dapat membuktikan sejarah berdirinya Kerajaan Mataram Kuno antara lain:

  • Prasasti Canggal (732): 

Pada Prasasti Canggal dituliskan kisah tentang pembuatan lingga oleh Raja Sanjaya yang terkenal kaya raya dengan padi dan emasnya.

  • Prasasti Balitung (907): 

Pada prasasti ini dituliskan tentang pemberian hadiah tanah kepada 5 patih yang memiliki jasa yang besar di Mantyasih 

  • Prasasti Kalasan ( 778)

Menceritakan kisah tentang pembuatan sebuah biara bagi para pendeta dan bangunan suci untuk Dewi Tara 

  • Prasasti Kelurak (782)

Pada Prasasti Kelurak dituliskan tentang pembuatan arca Manjustri sebagai perwujudan sang Budha atas perintah Dharanindra.

  • Prasasti Ratu Boko (856)

Pada Prasasti Ratu Boko diceritakan tentang kisah Balaputradewa yang kalah dan lari ke Sriwijaya. Akhirnya beliau menjadi raja di Kerajaan Sriwijaya.

  • Prasasti Nalanda (860)

Prasasti Nalanda bertuliskan tentang asal-usul raja Balaputradewa.

  • Prasasti Ligor (860)

Prasasti Ligor dibuat raja Balaputradewa yang mengaku dirinya merupakan cucu raja Jawa yang berasal dari Dinasti Syailendra.

  • Prasasti Wanua Tengah III (908)

Pada Prasasti Wanua Tengah III dituliskan tentang silsilah raja-raja Mataram Kuno secara lengkap. Tempat ditemukannya prasasti ini adalah di daerah Temanggung Jawa Tengah.

Prasasti-prasasti tersebut merupakan bukti sejarah berdirinya Kerajaan Mataram Kuno dan melalui prasasti tersebut dapat diketahui nama raja-raja yang memimpin Mataram Kuno secara turun menurun. Untuk menjaga kelestariannya, prasasti-prasasti tersebut diletakkan di museum Arkeologi Yogyakarta.

Peninggalan Kerajaan Mataram Islam

Peninggalan Kerajaan Mataram Islam
www.portalsejarah.id

Seni lukis, seni patung, seni hias dan seni ukir merupakan peninggalan-peninggalan Mataram Islam. Pada masa pemerintahan Kerajaan Mataram Islam, unsur budaya Islam dipadukan dengan budaya Hindu-Jawa khususnya pada masa pemerintahan Sultan Agung. Bukti sejarah Kerajaan Mataram Islam antara lain:

  • Candi Bentar

Candi Bentar dibuat pada masa kepemimpinan Sultan Agung dan didirikan di daerah Klaten tepatnya di makam Sunan Tembayat.

  • Kalender Jawa

Sultan Agung membuat kalender Jawa berdasarkan perputaran bulan

  • Buku Sastragending

Buku Sastragending merupakan sebuah buku filsafat karya dari Sultan Agung

  • Surya Alam

Surya Alam merupakan kitab undang-undang karya dari Sultan Agung 

  • Perayaan Sekaten

Perayaan Sekaten merupakan sebuah acara untuk memperingati hari kelahiran Nabi Muhammad SAW yang dilakukan dengan cara menggiring gunungan secara ramai-ramai dari keraton menuju depan Masjid Agung.

Masyarakat Mataram Islam mempercayai jika Laut Selatan dan Gunung Berapi merupakan bentuk keseimbangan kehidupan masyarakat yang mengandung filosofi tertentu. Mereka juga mempercayai jika Nyi Roro Kidul yang merupakan ratu Laut Selatan merupakan istri dari Sultan Agung.

Baca Juga Sunan Derajat

Uraian di atas merupakan ulasan singkat mengenai raja-raja yang pernah berkuasa pada masa Kerajaan Mataram Kuno dan Mataram Islam beserta peninggalan-peninggalan sejarah yang merupakan bukti dari adanya kedua kerajaan tersebut.

Melalui uraian di atas, kesimpulan yang dapat diambil yaitu raja-raja Mataram tetap memperhatikan kesejahteraan rakyatnya walaupun mereka berambisi terhadap kekuasaan. Pertumbuhan ekonomi pada masa kerajaan Mataram juga terbilang menonjol sehingga kesejahteraan rakyat terjamin.

Di bawah kepemimpinan raja-raja Mataram, agama Hindu, Budha dan Islam dapat berjalan dengan damai. Hal ini membuktikan jika masyarakat Indonesia telah menjalankan perilaku toleran sejak jaman dahulu. Mereka juga bersatu untuk melawan VOC yang menjajah tanah Jawa.

Tinggalkan komentar