Macam-Macam Cerita Dongeng Pendek Anak Terpopuler dan Terbaru

Cerita dongeng – Dongeng merupakan suatu cerita fantasi yang masih termasuk dalam sastra lama. Fantasi dikarenakan dalam dongeng terdapat suatu cerita berupa khayalan si pembuat dongeng dan cerita fiksi. Cerita dalam dongeng tidak benar-benar terjadi tetapi selalu menjadi cerita khas suatu daerah yang diceritakan secara turun temurun.

Sehingga cerita dongeng menjadi sesuatu yang melekat dalam masyarakat. Meskipun hanya berupa cerita fantasi, dongeng selalu memiliki sifat yang mendidik untuk diperdengarkan kepada anak-anak maupun orang dewasa. Dongeng mengemas suatu cerita yang berisikan moral dalam bahasa dan aturan yang mudah di pahami. 

Suatu cerita dapat disebut dengan dongeng, apabila cerita tersebut memiliki beberapa ciri khas, seperti,adanya cerita fantasi dalam dongeng tersebut, penyebutan tokoh tanpa penggambaran yang rinci dan masih banyak lagi.

Kumpulan Cerita Dongeng Terbaik

Berikut ini merupakan beberapa cerita dongeng yang bisa dijadikan bahan bacaan atau sebagai inspirasi dan diambil nilai moralnya.

Cerita Dongeng Seorang Raja Bijak yang Menguji Rakyatnya

cerita dongeng

Alkisah, di suatu negeri yang tenteram hiduplah seorang raja yang sangat bijaksana, raja tersebut selalu memberikan sedekah kepada rakyatnya dan selalu memerhatikan kehidupan rakyatnya. Kehidupan serba mewah sang raja, nyatanya tak mengubah kerendahan hati yang dimiliki oleh raja.

Raja juga sangat menyukai rakyatnya yang selalu memperlihatkan perilaku bijak dan selalu menebar kebaikan.  Hingga pada suatu ketika, sang raja sangat penasaran dengan sifat dari rakyatnya. Raja ingin mengetahui apakah rakyatnya benar-benar memiliki hati yang sesuai dengan yang ia tunjukkan atau malah sebaliknya.

Untuk mengetahui hal tersebut, raja melakukan pengujian kepada seluruh rakyatnya. Sore itu, sang raja membawa sebongkah batu yang tidak terlalu besar namun cukup mengganggu apabila terkena orang. Dengan melakukan penyamaran, sang raja berjalan mondar-mandir dan memerhatikan keadaan suasana sekitar. 

Setelah di rasa aman, raja meletakkan batu tersebut di tengah jalan yang selalu menjadi akses pertama orang, sehingga jalan tersebut pasti dilewati orang. Kemudian sang raja melanjutkan rencananya yaitu bersembunyi sambil memerhatikan sikap orang dengan adanya batu tersebut.

Sang raja sangatlah antusias dengan harapan seluruh rakyatnya memiliki sikap moral yang baik, seperti yang mereka tunjukkan padanya. Tak selang beberapa lama, ada seorang petani yang baru pulang dari sawah, petani membawa gerobak penuh dengan jerami dan melewati jalan yang telah diberi batu.

Karena gerobak yang dibawanya berat, sehingga petani kesulitan membelokkan gerobak nya dan terus berjalan, namun ia terhenti karena adanya batu yang menghalangi jalannya. Ia marah dan terus mengomel sambil terus memaki batu yang menghalanginya dan ia pun melanjutkan untuk berjalan. Kemudian, lewatlah seorang prajurit.

Prajurit yang nampak nya sedang bersenang hati tersebut berjalan sambil menyanyikan irama dengan lirik yang memberikan pujian tentang keberaniannya. Karena asyik bernyanyi, sang prajurit tidak memerhatikan jalan yang ia gunakan. Kemudian kakinya tidak sengaja tersandung batu dan membuatnya nyaris saja terjatuh.

Bukannya menyingkirkan batu yang ada di tengah jalan, ia malah terus saja berjalan hingga membunyikan kata umpatan untuk batu tersebut. Selanjutnya, terdapatlah seorang pemuda dengan pakaian sederhana berjalan melewati jalan tersebut dengan membawa gerobak. Rasa lelah terlihat dari raut mukanya.

Karena kejeliannya, ia bisa melihat batu meskipun belum memiliki jarak yang terlalu jauh. Pada saat pertama kali si pemuda melihat batu, ia langsung menyingkirkan batu tersebut dengan tujuan tidak akan ada lagi korban akibat batu tersebut.

Pada saat si pemuda mengangkat untuk menyingkirkan batu, ia kaget melihat secarik kertas yang berisikan titah raja, bahwa ia mendapatkan lima keping koin emas. Si pemuda miskin pun tidak habis pikir, karena rasa senangnya, ia mengucapkan banyak rasa syukur kepada tuhan dan mendoakan rajanya agar selalu menjadi raja yang dermawan.

Peristiwa tersebut telah tersebar di seluruh negeri. Bahkan negeri tetangga juga ikut membicarakan kisah ini. Pada peristiwa ini raja mengajarkan suatu nilai kepedulian sosial yang harus tumbuh di hati rakyatnya.

Belalang dan Burung Hantu

cerita dongeng

Alkisah, terdapat suatu pohon yang sudah memiliki usia tua namun tetap kokoh. Pohon tersebut dihuni oleh seekor burung hantu yang sudah tua.

Burung hantu tersebut sudah terkenal di kalangan hewan dengan sikapnya yang pemarah. Ia selalu menggunakan waktu siangnya untuk tidur dan mencari mangsa pada malam hari. Sore itu, matahari tetap bersinar. Burung hantu dengan lelapnya tidur di dalam lubang besar di pohon tua.

Tiba-tiba ia kaget dan terbangun dengan suara nyanyian kecil di luar lubang. Suara tersebut berasal dari seekor belalang yang sedang berdiri di ranting. Nyanyian sang belalang membuat burung hantu tidak bisa melanjutkan tidurnya. Burung hantu merasa sangat terganggu.

“Dasar kau belalang, apa yang kau perbuat di sini. Kau mengganggu tidur ku. Enyah sana, carilah ranting lain” bentak burung hantu. Kemudian tanpa rasa takut, belalang pun membalas makian dari burung hantu.

Kenapa kau burung tua, ranting ini bukan hanya milikmu. Tapi seluruh hewan di sini” sambil terus mengumandangkan alunan lagu.

Mendengar balasan makian dari belalang, burung hantu pun menjadi naik pitam sehingga ia bertekat untuk melakukan pembalasan pada belalang agar tidak mengganggu tidurnya. Burung hantu mencari akal, agar si belalang mau masuk ke dalam lubangnya. 

Karena gelapnya lubang akan membuat penglihatan burung hantu menjadi tajam, sehingga ia dapat melakukan pembalasan pada belalang. Kemudian si burung hantu memulai tipu daya nya pada belalang.

“Wahai belalang, apa kau tidak merasa suaramu sedikit serak. Kemarilah, aku memiliki anggur asli kiriman dari Olympus. Dengan menenggak anggur ini, suara mu akan menjadi jernih dan bagus layaknya Apollo” bujuk burung hantu.

Belalang pun langsung mempercayai perkataan burung hantu. Kemudian ia masuk kedalam sangkar burung hantu. Belum sempat melihat sekeliling, burung hantu langsung mencengkeram dan memakannya. Kemudian si burung hantu kembali meneruskan tidurnya.

Pertukaran Kulit Sapi dan Kerbau

cerita dongeng

Pada zaman dahulu hiduplah dua sahabat yaitu kerbau dan sapi. Kedua sahabat ini saling menyayangi satu sama lain. Kerbau memiliki kulit yang putih sedangkan si sapi memiliki kulit sedikit hitam dan kecokelatan. Hingga pada suatu ketika, terdapat hewan yang datang menjadi pendatang baru di daerah tersebut. 

Hewan tersebut adalah si banteng, semenjak kedatangan si banteng, banteng selalu menjadi primadona dan menjadi idola oleh para sapi betina. Pasalnya banteng memiliki warna kulit hitam dan memiliki tanduk yang runcing. Sehingga sang banteng terlihat sangat gagah dan menawan.

Hal tersebut membuat para penghuni daerah tersebut merasa iri dengan kegagahan yang ada pada diri banteng. Khususnya sang kerbau. Kerbau merasa sangat iri dan tersaingi dengan adanya sang banteng. Tetapi sikap yang berbeda ditunjukkan oleh sahabat si kerbau, yaitu si sapi.

Sapi memiliki warna kulit hitam kecokelatan ini nampak biasa saja dengan kehadiran sang banteng. Karena memiliki rasa iri pada sang banteng, akhirnya sang kerbau selalu mencemooh sang banteng dan menganggap dirinya lebih baik dari si banteng.

Karena kerbau merasa hal tersebut tidak berhasil, ia akhirnya memikirkan cara, agar ia bisa menandingi kegagahan sang banteng dan menggantikannya menjadi primadona sapi betina. Terpikir lah suatu ide dalam benak sang kerbau. Ia akan mengubah warna kulitnya agar menjadi gelap.

Siang itu ia mencari sahabatnya sang sapi yang sedang berendam di sungai. Ia pun langsung ikut menceburkan diri ke sungai. Ditengah-tengah berendam, ia pun menyampaikan maksudnya kepada sang sapi. Secara tegas, sapi langsung menolak permintaan sahabatnya yang mengajak ia bertukar kulit.

Namun sang kerbau tidak menyerah, ia terus membujuk sapi agar mau bertukar kulit. Karena merasa kasihan, akhirnya sapi menyetujui permintaan kerbau tetapi dengan berbagai syarat. Apabila kerbau dan sapi telah bertukar kulit, maka kerbau harus menerima bagaimana pun keadaan kulitnya dan menjadi lebih bersyukur atas karunia yang diberikan oleh tuhan. Kerbau tanpa banyak berpikir langsung menyetujui syarat yang diberikan oleh sapi.

Tanpa menunggu waktu lama, kerbau dan sapi bertukar kulit. Tetapi setelah bertukar kulit, kerbau tetap saja merasa tidak nyaman. Pasalnya kulit sapi yang di pakai kerbau sangatlah kecil sehingga kerbau merasa tidak enak dan sesak, sebaliknya kulit kerbau yang digunakan oleh sapi sangatlah longgar.

Kerbau merasa kesakitan karena berada pada kulit sapi yang sesak, sebaliknya sapi merasa sangat leluasa dengan kulitnya yang longgar. Karena kerbau merasa tidak nyaman, akhirnya kerbau mengajak sapi untuk melakukan pertukaran kulit kembali. Namun, sapi langsung menolaknya.

Kerbau pun tidak ingin menyerah, setiap bertemu dengan sapi, ia selalu meminta hal yang sama pada sapi, yaitu berganti kulit kembali. Namun sapi tetap teguh pada pendiriannya. Sapi beranggapan bahwa jika ia menukar kembali kulitnya dengan si kerbau, maka sama saja ia tidak mensyukuri karunia yang telah diberikan tuhan padanya.

Karena gagal membujuk sapi, akhirnya kerbau menyesal dengan perbuatan yang telah ia lakukan. Ia menyadari kesalahannya yang selalu merasa tidak puas.

Dongeng Kancil, Tikus Harimau

cerita dongeng

Pada suatu hari, hiduplah keluarga tikus di tengah hutan. Keluarga tikus memiliki seekor anak tikus yang masih kecil dan periang. Si anak tikus setiap hari selalu bernyanyi sambil berjalan-jalan, karena terlalu asyik bernyanyi, tikus tidak menyadari bahwa ia telah berjalan jauh dari rumah.

Karena ia takut, maka tikus pun mencoba mencari jalan untuk pulang. Namun bukannya menemukan jalan, tikus malah tersesat di tengah hutan yang lebat. Tanpa lelah, ia terus mencari jalan menuju rumah, hingga tanpa ia sadari ia masuk ke dalam sarang seekor harimau jantan.

Ia melihat harimau jantan sedang tertidur dengan lelapnya, karena saking takutnya, tikus tanpa pikir panjang langsung berlari meninggalkan sarang harimau, tapi, karena tidak memerhatikan langkahnya, tanpa sengaja, langkahnya mengenai kaki harimau. Harimau kaget, langsung terbangun dengan marahnya.

Tanpa berkata, harimau langsung menerkam tikus dengan kuku panjangnya yang tajam. Tikus berusaha melepaskan dirinya dari cengkeraman harimau, ia memohon dan meminta kepada harimau untuk melepaskannya, namun harimau tetap tidak mau melepaskannya dengan alasan bahwa harimau merasa marah karena ia merasa terganggu.

Dari kejauhan, terdapat kancil yang sedang istirahat di sebelah sungai. Awalnya kancil hanya ingin meminum beberapa teguk air saja, karena melihat kejadian tersebut, kancil merasa kasihan dengan tikus, ia pun langsung mendatangi harimau dengan segala akalnya.

Melihat kancil mendatanginya, harimau malah tergiur untuk menyantap si kancil. Tetapi kancil tidak pernah kehabisan cara, mengetahui harimau hendak memakannya, ia pun berkata.

“Harimau, apakah kau tidak merasa takut padaku ? aku adalah raja hutan di wilayah ini. aku datang kesini, karena kau menangkap salah satu penasehatku. Penasehatku yang bijak dan paling disegani oleh seluruh hewan di hutan ini”

Mendengar ucapan si kancil, harimau rupanya terpengaruh, ia langsung menanyakan hal tersebut pada tikus, tikus mengiyakan ucapan kancil, karena tikus tau kancil berbohong untuk menyelamatkannya. Tikus menambahkan bahwa ia sedang berjalan-jalan untuk menunaikan kewajiban yang diberikan kancil padanya.

Mendengar jawaban tikus yang mendukung kancil, akhirnya harimau pun sedikit merasa takut, tetapi ia tetap mencengkeram tikus dan tidak menunjukkan bahwa ia takut. Harimau tidak mau terperdaya olah kecerdikan si kancil. Kancil yang melihat keberanian harimau, memiliki hati yang sedikit takut.

Namun kancil berpura-pura tetap berlaku santai. Akhirnya kancil mencari cara lain, agar harimau takut dan melepaskan tikus. Kancil mengatakan pada harimau, bahwa sebelum ia datang kemari, ia baru saja mengalahkan seekor harimau yang memiliki badan besar sama dengan harimau itu. 

Mendengar hal tersebut harimau kaget dan terperanjat, ia pun menyuruh kancil membuktikan ucapannya. Harimau tak percaya kancil yang memiliki badan yang kurus bisa menghabisi harimau besar. Kemudian untuk membuktikannya, kancil menuntun harimau menuju sumur yang dalam dan gelap.

Kancil meminta harimau untuk melihat isi sumur. Kancil mengatakan bahwa di dalam sumur itulah ia membuang kepala harimau yang telah ia habisi. Saat mendongakkan kepalanya ke dalam sumur. Di sana harimau kaget karena menemukan kepala harimau lain. Harimau yang ketakutan pun langsung melarikan diri. 

Harimau tidak menyadari bahwa yang ia lihat dalam sumur, adalah pantulan dari kepalanya, yang terkena sinar matahari, sehingga seolah-olah terdapat kepala harimau. Padahal itu hanyalah bayangannya sendiri.

Legenda Putri Duyung 

cerita dongeng

Alkisah pada zaman dahulu hiduplah sebuah keluarga yang memiliki tiga orang anak. Mereka hidup dengan bahagia, hingga pada suatu pagi, sang ibu menyajikan sarapan dengan lauk ikan. Karena semua merasa kenyang, akhirnya ada beberapa ikan yang tersisa, yang tidak di makan. 

Melihat hal tersebut, suami menyarankan pada istrinya, bahwa ia akan yang masih ada disuruh untuk menyiapkan sebagai makanan nanti sore. Istri pun mengiyakannya. Suami pun langsung pergi bekerja ke kebun. Pada siang hari, si bungsu yang ingat ada ikan yang tersisa, ia pun merengek untuk meminta ikan tersebut.

karena ikan tersebut di siapkan untuk suaminya, maka sang istri pun memberikan pengertian pada bungsu dan berusaha mengalihkannya dari ikan tersebut. Tetapi bukannya diam, si bungsu malah menangis menjadi-jadi, karena istri telah kehabisan cara, akhirnya istri memberikan ikan pada si bungsu agar ia tidak menangis.

Pada sore hari, suami pulang dari kebun. Saat di perjalanan ketika pulang, suami yang sangat lelah dan lapar ini telah membayangkan, akan makan sore dengan lauk ikan. Sesampainya di rumah, ia telah disediakan hidangan untuk makan sore oleh istrinya, namun setelah mengamati dan melihat-lihat hidangan tersebut, suami tidak menemukan ikan sisa pagi tadi.

“Istriku, mengapa aku tak menemukan ikan yang tadi pagi?” tanya suami

“Aku minta maaf, ikan yang tadi pagi telah di makan si bungsu saat makan siang, ia menangis meminta makan dengan ikan.” Jawab istri.

Suami yang mendengar hal tersebut pun menjadi marah dan menyuruh istri pergi kelaut untuk mencari ikan sebanyak-banyaknya. 

Dengan perasaan hancur sang istri berjalan menuju sungai. Telah lama sang istri pergi namun tak kunjung kembali. Sang anak pun sangat merindukan ibunya. Sehingga ia menyusul ibunya ke laut, untuk memberikan adiknya agar di susui oleh sang ibu. 

Hingga pada suatu ketika, sang anak yang sangat merindukan ibunya, menyusul ibunya ke laut untuk memberikan si bungsu agar di susui ibunya. Namun meskipun telah di panggil-panggil, bukan sang ibu yang keluar, melainkan seekor ikan besar yang aneh. 

Keesokan harinya, sang anak tetap mencari si ibu ke laut. Tetapi tepa sama, hanya ikan besar yang muncul. Karena penasaran, sang anak mendekati ikan tersebut sembari memerhatikan seluruh tubuhnya. 

Ketika di perhatikan, sang anak sangat kaget ternyata ikan tersebut adalah ibunya yang memiliki wujud ikan setengah badan. Karena merasa takut, sang anak tidak percaya bahwa itu ibunya. Sehingga sang anak meninggalkan ibunya, dan tidak pernah mencari ibunya ke laut.  

Si Belang, Si Botak dan SI Buta

cerita dongeng

Dahulu terdapat tiga orang yang berasal dari bani israil yaitu, si belang, si botak dan si buta. Hingga suatu ketika Allah mengutus malaikatnya untuk menguji mereka bertiga, sang malaikat pun turun. Pertama ia langsung menghampiri si belang.

“Apa yang sangat kau wujudkan dalam hidupmu”

Belang menjawab, “Aku hanya ingin sembuh dari penyakitku, sehingga orang-orang menyukaiku dan tidak merasa jijik saat berada di dekatku”

Malaikat mengusapkan tangannya pada kulit si belang dan si belang pun sembuh dari sakitnya. Kemudian malaikat bertanya lagi, “Apa hewan yang sangat kau senangi”

“Unta” jawab belang.

Malaikat pun memberikan unta betina besar yang sedang hamil pada si belang.

Kemudian malaikat berganti mendatangi si botak. “apa yang sangat ingin kau wujudkan dalam hidupmu” tanya malaikat.

“Aku ingin rambut indah seperti orang lainnya” jawab botak

Kemudian malaikat mengusapkan tanganya pada kepalanya, dan muncullah rambut pada kepala botak yang bagus dan indah. Lalu malaikat bertanya kembali, “Apa hewan yang kau sukai”

“Sapi” jawab si botak.

Malaikat pun memberikan sapi betina gemuk yang tengah mengandung pada si botak. Selanjutnya malaikat mendatangi si buta dan bertanya, “Apa yang ingin kau wujudkan dalam hidupmu?”

“Aku ingin bisa melihat dunia dari mataku” jawab si buta. Malaikat pun langsung mengusapkan tangannya pada si buta, dan buta pun dapat melihat. Kemudian malaikat bertanya kembali, “hewan apa yang paling kau sukai?”

“Kambing” jawab buta.

Malaikat pun memberikan seekor kambing betina besar yang sedang mengandung.

Hari berganti dan tahun pun berganti, ketiga orang tersebut menjadi orang terpandang dan kaya. Saat inilah malaikat melakukan ujian kepada ketiga orang tersebut. malaikat menyamar rupa menjadi pengemis dan mendatangi mereka satu per satu. 

Malaikat mendatangi si belang terlebih dahulu untuk meminta bantuan pada belang. Namun bukannya membantu, belang malah mencaci si pengemis dengan cacian dan beralasan bahwa ia sibuk. Karena sikapnya, malaikat akhirnya menjadikan si belang menjadi wujud seperti semula.

Kemudian malaikat dengan rupa pengemis mendatangi si botak untuk meminta bantuan kembali, namun dengan alasan sibuk, si botak mengabaikannya dan tidak membantunya. Karena sikap si botak, malaikat pun menjadikan kehidupan si botak seperti semula.

Selanjutnya malaikat mendatangi si buta untuk meminta pertolongan dengan rupa sebagai pengemis. Si buta yang saat itu sedang sibuk dengan pekerjaannya, ia pun menghentikan pekerjaannya dan membantu pengemis dengan ikhlas. Karena sikapnya, malaikat pun mengubah wujudnya sama seperti saat pertama kali ia menemui buta.

Malaikat sangat menyukai sikap buta dan mengatakan bahwa buta mendapatkan ridho Allah, sedangkan kedua temannya mendapatkan murka Allah. Si buta akhirnya menjadi orang yang kaya yang dipenuhi sifat dermawan. Berbeda dengan kedua temannya yang kembali seperti semula.

Karena sikap sombong yang dimiliki si belang, akhirnya tubuh belang pun menjadi berpenyakitan dan menjadi bau dan ia pun dijauhi oleh orang sekitar. Sedangkan si botak rambutnya menjadi rontok dan kembali menjadi botak. Sehingga banyak orang yang mengejeknya botak.

Perlombaan Kancil dan Siput

cerita dongeng

Pada suatu zaman, hiduplah seorang kancil yang terkenal dengan kecepatannya berlari. Si kancil yang sudah sangat terkenal merasa sombong dan merasa paling hebat.

Hingga suatu ketika sang kancil bertemu siput yang sedang berjalan lambat di pinggiran sungai. Melihat siput yang berjalan lambat, kancil pun mulai mengejek dan mencemooh siput. “Wah ada si lamban. Kamu berani lomba lari denganku tidak?” tanya kancil dengan kepala mendongak sombong.

Sambil senyum sinis si kancil memandang rendah siput, kancil sudah tahu bahwa siput tidak akan berani lomba lari dengannya. Namun jawaban siput ternyata berbeda, siput menerima tantangan si kancil dengan santai. Kemudian siput dan kancil berunding mengenai tempat dan waktu perlombaan, dan mereka pun mendapatkan kesepakatan. 

Hari berganti, sembari menunggu hari perlombaan, siput mengumpulkan seluruh teman-temanya. Siput melaksanakan rencana agar bisa mengalahkan si kancil. Strategi yang disusun di siput, yaitu setiap siput harus berbaris dan bersiap di tepi jalan sepanjang rute perjalanan perlombaan.

Hal tersebut berfungsi, agar ketika kancil memanggil siput, setiap siput yang ada di dekat kancil langsung menjawab. Tibalah mereka saat hari pertandingan dimulai. Perlombaan tersebut dihadiri seluruh penghuni hutan. Mereka antusias melihat perlombaan kancil dan siput.

Kancil dan siput bersiap di awal start, panitia lomba sambil membawa bendera bertanya tentang kesiapan siput dan kancil, siput dan kancil pun serentak menjawab “siap”. Saat peluit dibunyikan, kancil dan siput pun berlari.

Kelinci berlari dengan cepatnya hampir tak terlihat, sedangkan siput berjalan lambat tertinggal jauh dari si kancil. Karena berlari terlalu cepat, kancil pun merasa lelah dan ingin beristirahat sejenak, karena kancil tahu, siput tidak akan bisa menyusulnya.

Untuk melihat posisi siput, kancil memanggil siput, “Siput ..” siput langsung menjawab, “aku di sini”. Kancil  yang kaget melihat siput telah mengejarnya pun, kembali berlari hingga ia merasa kelelahan dan kembali beristirahat.

Saat di tengah istirahat, kancil kembali memanggil siput, dan siput menjawab panggilannya, mengetahui hal tersebut, kancil amat bingung dan takut kalah, akhirnya dengan kecepatan penuh si kancil terus berlari. Kejadian itu terus berulang. Kancil merasa heran, bagaimana bisa siput menyusulkan dengan kelambanan ia berjalan.

Karena takut tersaingi, kancil tetap berlari tanpa henti hingga ia tidak melakukan pengaturan pada tenaganya. Hingga sampai puncaknya kancil kelelahan dan kancil pun menyerah pada siput dan mengakui kekalahannya.

Melihat hal tersebut, seluruh penghuni hutan kaget melihat kancil yang sombong bisa mengalah pada siput dan mengakui kekalahan. Kancil dengan hati besar mengakui bahwa siput lah yang menang dan ia tidak bisa melanjutkan pertandingannya.

Dongeng Beruang yang Kelaparan

cerita dongeng

Pada suatu siang, terdapat beruang dengan tubuh yang besar gemuk serta kuku yang tajam, berdiri di pinggir sungai. Mata beruang tak pernah lepas dari permukaan sungai sambil bersiap barang kali ada yang melompat. 

Siang itu matahari sangat terik membuat beruang semakin lapar. Namun sayangnya, tak sedikitpun beruang melihat ikan melompat dari air. Hari-hari itu memang ikan sedang sulit untuk didapat karena memang belum musim ikan.

Tetapi beruang tetap menanti untuk waktu yang lama, hingga akhirnya ia bisa menangkap satu ikan yang aman kecil. Ikan kecil yang ditangkap oleh beruang terus saja meronta dan menjerit kesakitan.

ikan kecil tersebut ketakutan melihat kuku beruang yang tajam dan giginya yang besar. Ikan kecil memohon pada beruang untuk melepaskannya dengan berbagai cara.

“Wahai beruang besar, tidakkah kau melihat tubuhku yang masih kecil ini. Ukuranku bahkan bisa melewati sela gigimu. Apabila kau memakanku sekarang, maka kau tidak akan merasakan apapun. Sebaiknya kau lepaskan aku, ceburkan aku kembali ke dalam sungai. Setelah berbulan-bulan dan ketika tubuhku sudah besar, maka kau bisa menangkapku dan memakanku maka aku bisa memuaskan rasa laparmu” mohon si ikan.

Beruang pun senyum sambil berkata, “Hai ikan kecil, apakah kau tahu apa yang aku lakukan hingga tubuhku bisa menjadi besar seperti ini?”

“Aku tidak tahu? Mengapa beruang” tanya ikan.

“Karena, aku selalu melihat kesempatan sekecil apapun. Meskipun kecil aku tidak pernah menyerah. Kuanggap itu sebagai keberuntunganku. Seperti saat ini, meskipun aku mendapatkan ikan yang kecil, aku tak pernah melepaskannya karena aku sudah menganggap itu sebagai keberuntunganku hari ini” sambil tersenyum melebarkan mulutnya.

Mendengar jawaban sang beruang, ikan langsung berteriak. Karena sudah pasti beruang akan langsung melahapnya.

Kera sang Raja Hutan

cerita dongeng

Pada suatu masa, terdapat hutan belantara yang memiliki banyak penduduk hewan. Tiba-tiba pada siang hari yang damai, seluruh penghuni hutan mendengar suara pekikan singa yang merintih kesakitan, setelah para penghuni hutan melihat, ternyata sang singa sedang terluka karena terkena tembakan pemburu.

Terlukanya sang singa, membuat singa menjadi lemah untuk waktu yang lama dan ia tidak bisa memenuhi kewajibannya sebagai raja hutan. Singa pun beristirahat dan memberikan jabatan raja hutan kepada siapa saja yang mampu.

Karena hal tersebut, seluruh penghuni hutan cemas dan mereka berkumpul untuk merundingkan masalah raja hutan. Singa sedang sekarat, sehingga ia tidak bisa menjadi raja hutan. Oleh karena itu, para penghuni hutan segera mencari pemimpin yang bisa mereka ikuti.

Proses pencarian kandidat oleh para penghuni hutan berjalan sangat lama dan membutuhkan waktu seharian penuh. Setelah berunding dengan sangat lama, akhirnya para penghuni hutan, memiliki beberapa kandidat yang dijadikan calon pemimpin. Kandidat tersebut adalah macan tutul, badak, gajah dan serigala.

Di mulailah penseleksian kandidat oleh penghuni hutan. Pertama kali mereka mendatangi macan tutul. Setelah berunding dan menawarkan posisi raja pada macan tutul, macan tutul pun menolak dengan tegas tawaran tersebut, karena ia merasa tidak mampu. Ia mudah takut apabila berhadapan dengan manusia.

Karena macan tutul tidak bersedia, maka penghuni hutan lain memilih badak, karena badak memiliki tubuh yang sangat kuat. Sadar badak menjadi salah satu kandidat, badak pun langsung mendatangi penghuni hutan dan menyatakan ketidak siapannya.

Badak mengaku ia tidak memiliki penglihatan yang jernih sehingga ia sering menubruk pohon dan sebagainya. Setelah badak menolak, akhirnya ada yang menyarankan untuk memilih gajah sebagai calon raja hutan. Gajah yang mendengar hal tersebut, langsung menolak permintaan para penghuni hutan. 

“Meskipun aku bertubuh besar, tapi gerakanku sangat lambat sehingga aku tidak bisa berkelahi” jawab gajah.

Karena merasa kesulitan dalam memilih raja hutan, akhirnya para penghuni hutan menghentikan pemilihan kandidat untuk hari ini, dan akan dilanjutkan besok lagi. Sebelum para penghuni hutan bubar, ternyata ada satu penghuni hutan yaitu kera yang menyuarakan pendapat, “Mengapa tidak kita mengambil pemimpin dari golongan manusia. Bukankah manusia yang telah melumpuhkan raja hutan yang sebelumnya”

Mendengar hal tersebut tupai langsung menjawab dengan tegas. “Tidak bisa manusia memimpin kita”. Kera membalas dengan senyuman sembari berkata, “Apa kalian tidak memperhatikanku, aku memiliki tubuh yang sama dengan manusia. Sehingga aku bisa menjadi raja hewan yang cocok untuk memimpin kalian”

Akhirnya setelah mendengar usulan dari si kera, akhirnya para penghuni hutan berdiskusi untuk waktu yang lama hingga diperoleh suatu kesimpulan bahwa kera lah yang akan menjadi raja hutan yang selanjutnya.

Namun pada saat kera menjadi raja hutan, bukannya menjadi raja yang bijak, kera malah menggunakan kekuasaannya untuk bermalas-malasan dan makan-makan saja setiap harinya. Hingga pada suatu ketika seluruh penghuni hutan merasa kesal, dan mereka mencoba melengserkan kera sebagai raja hutan.

Akhirnya para penghuni hutan memiliki rencana agar si kera bisa mendapatkan karmanya. Pada suatu sore, serigala menemui kera, serigala memberitahukan si kera bahwa ia memiliki makanan yang banyak dan juga lezat hanya untuk raja. Kera yang sangat suka makanan, langsung mengikuti ajakan serigala.

Ternyata serigala mengarahkan kera yang bodoh menuju makanan yang banyak yang tak lain adalah jebakan dari para manusia. Si kera pun langsung loncat mengambil makanannya dan ia langsung terperosok kedalam lubang jebakan yang dibuat manusia.

Kera yang baru menyadari bahwa lubang itu adalah jebakan manusia, maka ia segera meminta tolong pada hewan hutan lainnya. rupanya hewan yang mendengar jeritan si kera, tidak mau menolong kera sekalipun kera masih menjabat sebagai raja hutan.

Menipu Tuan Tanah 

cerita dongeng

Pada suatu hari hiduplah seorang cerdik yang bernama Abu nawas. Abu nawas bekerja menjadi buruh pada seorang tuan tanah. Tuan tanah merupakan orang yang sangat kaya, ia memiliki rumah yang besar, gudang di penuhi makanan dan banyak kamar di rumahnya. Perkebunannya pun sangat luas. 

Tetapi kekayaannya berbanding terbalik dengan kehidupannya, si tuan tanah hidup dengan perilaku yang kikir dan pelit. Bahkan gaji yang diberikan pada  buruh amatlah sedikit dan tidak sesuai dengan pekerjaan yang di bebankan pada para buruhnya.

Sore hari, Abu nawas sedang duduk di depan rumah sambil menatap birunya langit. Abu nawas terus berpikir agar ia dapat mendapatkan uang sehingga membuat dapur rumahnya tetap berasap. Seketika itu, ia melihat tuan tanah dengan segala kemewahan dan sikap kikirnya. 

Akhirnya Abu nawas merencanakan sesuatu untuk memberikan pelajaran pada si tuan tanah yang kikir. Setelah lama berpikir, akhirnya Abu nawas menemukan ide. Selang waktu beberapa hari, terdengar kabar seantero kota bahwa Abu nawas memiliki kecerdikan yang luar biasa dan aneh.

Pasalnya apabila Abu nawas meminjamkan sesuatu, maka ia bisa melipat gandakan sesuatu yang ia pinjam. Mengetahui hal tersebut, tuan tanah yang rakus langsung tergiur untuk melipat gandakan hartanya. Namun, ia tak begitu saja tertipu, untuk mengetes kemampuan Abu nawas.

Suatu hari tuan tanah meminjamkan 3 butir telur, kemudian selang berapa minggu, Abu nawas mengembalikan telur menjadi 5 butir. Karena merasa belum terlalu yakin, akhirnya tuan tanah meminjamkan 2 buah piring lagi kepada Abu nawas.

Selama waktu berapa hari, Abu nawas mengembalikan 3 buah piring dengan model yang sama persis. Mengetahui hal tersebut, si tuan tanah sangatlah senang dan ia berencana meminjamkan uang kepada Abu nawas, agar Abu nawas melipat gandakan uangnya.

Akhirnya ia meminjamkan uang 1000 dinar pada Abu nawas, dengan harapan uang tersebut kembali berlipat ganda. Setelah beberapa minggu hingga berbulan-bulan, tuan tanah menunggu uang tersebut, tetapi Abu nawas tak kunjung datang mengembalikan uang tersebut.

Karena hilang kesabaran, sang tuan tanah mendatangi rumah tuan tanah. Kemudian menanyakan perihal uang kepada Abu nawas. Abu nawas pun menjelaskan pada tuan tanah perihal uangnya.

“Tuan, uang yang telah tuan pinjamkan kepada saya, tidak bisa beranak tetapi langsung mati setelah tiga hari”. Jelas Abu nawas

Mendengar penjelasan Abu nawas, tuan tanah langsung naik pitam dan mengadukan hal tersebut ke pengadilan. Setelah beberapa hari, sidang di pengadilan pun digelar. Duduk permasalahan dijelaskan dari kedua belah pihak yaitu tuan tanah dan Abu nawas. 

Setelah berbagai macam pertimbangan, pengadilan memutuskan bahwa Abu nawas tidak bersalah. Hal tersebut dikarenakan bahwa pengadilan juga memiliki pemikiran yang rasional, yaitu “Setiap yang beranak pasti kemudian akan mati”.

Abu nawas memberikan penjelasan dengan sangat baik, bahkan hakim pun juga memuji kehebatan Abu nawas. Sedangkan tuan tanah yang sangat kikir juga tidak menyadari kecerdikan Abu nawas, dan ia tertipu dengan penalaran yang di berikan oleh Abu nawas.

Baca Juga Puisi Pendek

Itulah macam-macam cerita dongeng yang sudah di ceritakan secara turun temurun dari nenek moyang. Cerita tersebut mengandung beberapa pesan moral yang bisa dijadikan sebagai inspirasi bagi pembacanya. 

Meskipun hanya dongeng belaka, namun cerita dongeng cukup memberikan pengaruh pada pembacanya. Sehingga pembaca bisa mengambil seluruh petuah dan hikmah yang terdapat pada cerita dongeng. Penokohan yang mudah membuat cerita dongeng bisa di pahami oleh berbagi kalangan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *