Cara Menghitung Bunga Pegadaian, Bank, Kredit Rumah Dll (Lengakap)

Cara Menghitung Bunga – Pemberian bunga merupakan hal yang biasa terjadi pada dunia perbankkan. Suku bunga terdiri dari dua jenis yaitu suku bunga simpanan dan suku bunga kredit. Suku bunga simpanan memiliki arti yaitu tambahan uang yang diberikan kepada nasabah karena sudah menyimpan uang di bank. Sedangkan tagihan yang diberikan pada nasabah karena sudah meminjam di bank merupakan pengertian dari suku bunga kredit.

Jenis suku bunga simpanan ada dua yaitu simpanan tabungan dan simpanan deposito. Sedangkan jenis suku bunga kredit ada dua macam tergantung dengan peninjauannya. Jika ditinjau berdasarkan sifatnya maka suku bunga kredit terdiri dari suku bunga tetap dan suku bunga mengambang, sedangkan jika ditinjau dari perhitungan nya suku bunga kredit terbagi menjadi tiga yaitu suku bunga flat, efektif dan juga anuitas.

Untuk melakukan perhitungan bunga, ada beberapa cara perhitungan yang bisa dilakukan tergantung dengan instansi keuangan maupun pihak-pihak yang terkait. Berikut ada beberapa cara untuk menghitung bunga sesuai dengan jenisnya.

Cara untuk Menghitung Bunga Sederhana

CARA UNTUK MENGHITUNG BUNGA SEDERHANA

Bunga sederhana merupakan suku bunga yang Anda dapatkan ketika Anda menambung di bank ataupun instansi keuangan lainnya. Pada perhitungan bunga sederhana bergantung dengan waktu, bunga dan saldo awal. Untuk mengetahui cara perhitungan nya silahkan simak contoh berikut ini.

Contoh perhitungan bunga sederhana: (Rumus = saldo awal x presentase bunga x jangka waktu)

Bu Rini 8 bulan yang lalu telah menabung di bank sebesar Rp. 12.000.000,00. Bunga yang diberikan bank yaitu 10% per tahun. Jadi berapa bunga yang sudah di dapat bu Rini pada saat ini?

Bunga yang didapat bu Rini = saldo awal x persentase bunga x jangka waktu

Rp. 12.000.000,00 x 10% x 8/12 (bulan/tahun) = Rp. 800.000,00.

Jadi, bunga yang didapat bu Rini setelah menabung selama 8 bulan yaitu  Rp. 800.000,00.

Cara untuk Menghitung Bunga Giro

CARA UNTUK MENGHITUNG BUNGA GIRO

Dalam rekening giro juga ada sistem bunga yang digunakan tetapi sistemnya cukup berbeda dari yang lain. Untuk mengetahui cara menghitung bunga rekening giro, maka Anda bisa menyimak contoh berikut ini.

Contoh perhitungan bunga giro: (Rumus = bunga giro awal – pajak)

Fian memiliki rekening giro di bank dengan saldo sebesar Rp. 15.000.000,00. Suku bunga yang ia dapatkan dari rekening giro sebesar 20% per tahun. Untuk pajak jasa rekening giro, ia mendapatkan pajak 10%. Berapa bunga akhir yang didapatkan dari rekening giro Fian?.

Bunga giro yang didapatkan setiap hari: (saldo simpanan x bunga) : 12

= (Rp. 15.000.000,00 x 20%) : 12 = Rp. 250.000,00

Pajak yang harus dibayar = Rp. 250.000,00 x 10% = Rp. 25.000,00

Bunga akhir = Rp. 250.000,00 – Rp. 25.000,00 = Rp. 225.000,00

Jadi, bunga akhir yang didapatkan dari rekening giro Fian sebesar Rp. 225.000,00.

Cara untuk Menghitung Bunga Pegadaian

CARA UNTUK MENGHITUNG BUNGA PEGADAIAN

Pegadaian merupakan salah satu cara untuk meminjam uang dengan cara melakukan pegadaian terhadap barang berharga seperti emas dan lainnya. Dalam pegadaian juga menerapkan sistem bunga, selain itu terkadang ada juga pemberlakuan bunga potongan. Untuk mengetahui cara menghitungnya, silahkan simak contoh berikut ini.

Contoh perhitungan bunga pegadaian: (Rumus = biaya pegadaian x bunga)

Saat ini bu Ratna sedang membutuhkan uang untuk modal usaha mesin jahitnya. Karena kondisi tersebut, dia ingin menggadaikan kalung emasnya yang memiliki harga asli Rp. 8.000.000,00. Dengan menggadaikan kalungnya, dia mendapatkan uang Rp. 6.400.000,00 dan bunga sebesar 10%. Berapa biaya yang harus dibayar bu Ratna supaya kalung emasnya bisa kembali?.

Bunga yang diterima : Rp. 6.400.000,00 x 10% = Rp. 640.000,00.

Biaya yang harus dibayar: Rp. 6.400.000,00 + Rp. 640.000,00 = Rp. 7.040.000,00.

Jadi, biaya yang harus dibayar bu Ratna untuk menebus kalung emasnya yaitu sebesar Rp. 7.040.000,00.

Cara untuk Menghitung Bunga Bank

CARA UNTUK MENGHITUNG BUNGA BANK

Jika Anda melakukan pinjaman pada bank, maka Anda akan mendapatkan bunga sesuai dengan ketentuan dari bank tersebut. Bunga yang diberikan bank merupakan salah satu jenis suku bunga flat. Cara menghitung suku bunga flat yaitu jumlah pinjaman awal dibagi dengan tenor kredit. Untuk lebih jelasnya perhatikan contoh berikut ini.

Contoh perhitungan bunga bank: (Rumus = pokok pinjaman x bunga flat : tenor)

Pak Rehan meminjam uang di bank sebesar Rp. 30.000.000,00 untuk keperluan modal usahanya. Bank tersebut memberikan bunga 5% kepada siapapun yang melakukan peminjaman. Jika tenor yang diberikan oleh bank adalah 1 tahun, maka berapa besar bunga bank yang harus dibayar pak Rehan untuk setiap bulannya?.

Perhitungan bunga bank pak Rehan = pokok pinjaman x bunga : tenor

Rp. 30.000.000,00 x 5% : 12 (jangka 1 tahun) = Rp. 125.000,00/bulan.

Jadi bunga bank yang perlu dibayar pak Rehan untuk setiap bulannya sebesar Rp. 125.000,00.

Cara untuk Menghitung Bunga Kredit Pemilikan Rumah

CARA UNTUK MENGHITUNG BUNGA KREDIT PEMILIKAN RUMAH

Sistem yang sering digunakan untuk menghitung bunga Kredit Pemilikan Rumah (KPR) yaitu sistem kredit KPR Efektif. Cara menghitung pada sistem ini menggunakan biaya pokok angsuran dan nilai bunga yang berubah setiap bulannya. Untuk mengetahui lebih lanjut silahkan simak contoh berikut ini.

Contoh perhitungan bunga kredit pemilikan rumah: (Rumus = biaya pokok x bunga (30 : 360)

Pak Parto akan membeli sebuah rumah di daerah perumahan Bandung. KPR yang diajukan oleh pak Parto sebesar Rp. 240.000.000,00 dalam jangka waktu pinjaman selama 50 bulan. Bunga yang didapatkan pak Parto sebesar 10% per tahun efektifnya. Jika sistem bunga yang digunakan yaitu sistem bunga KPR Efektif, maka berapa biaya yang harus dicicil pak Parto?.

Angsuran bunga pada bulan pertama: Rp. 240.000.000,00 x 10% x (30 : 360) = Rp. 2.000.000,00

Angsuran pokok: Rp. 240.000.000,00 : 50 bulan = Rp. 4.800.000,00

Total angsuran yang harus dibayar: (angsuran pokok + angsuran bunga)

Rp. 4.800.000,00 + Rp. 2.000.000,00 = Rp. 6.800.000,00

Angsuran bunga pada bulan kedua: Rp. 235.200.000,00 x 10% x (30 : 360) = Rp. 1.960.000,00

Total angsuran yang harus dibayar: angsuran pokok + angsuran bunga =

Rp. 4.800.000,00 + Rp. 1.960.000,00 = Rp. 6.760.000,00

Itulah cara menghitung angsuran dengan menggunakan KPR Efektif, sistem tersebut terus dilakukan sampai angsuran pokoknya menjadi Rp. 0,00.

Cara untuk Menghitung Bunga Pinjaman

CARA UNTUK MENGHITUNG BUNGA PINJAMAN

Pada sebuah pinjaman juga bisa menimbulkan adanya sistem bunga, salah satu sistem yang digunakan yaitu sistem suku bunga flat. Suku bunga flat merupakan salah satu jenis dari suku bunga kredit. Untuk mengetahui bagaimana cara menghitung bunga pinjaman, maka Anda bisa menyimak contoh berikut ini.

Contoh perhitungan bunga pinjaman: (Rumus = (biaya pinjaman x bunga) : 12 bulan)

Pak Rahmat saat ini membutuhkan uang untuk mengobati anaknya yang sedang dirawat di rumah sakit. Saat ini, salah satu cara yang terpikir dibenaknya adalah ingin meminjam uang melalui koperasi desa. Akhirnya, dia bertekad untuk meminjam uang sebesar Rp. 30.000.000,00 dengan bunga 10% per tahun. Jangka waktu untuk membayar pinjamannya yaitu 30 bulan. Jadi berapa biaya yang harus dibayar pak Rahmat untuk mengembalikan pinjamannya?

Biaya pokok : Rp. 30.000.000,00 : 30 bulan = Rp. 1.000.000,00 per bulan.

Biaya bunga pinjaman : (Rp. 30.000.000,00 x 10%) : 12 bulan = Rp. 250.000,00 per bulan.

Biaya yang harus dibayar per bulan = Rp. 1.000.000,00 + Rp. 250.000,00 = Rp. 1.250.000,00.

Jadi, biaya yang harus dibayar pak Rahmat untuk setiap bulanya sebesar Rp. 1.250.000,00.

Cara untuk Menghitung Bunga Deposito

CARA UNTUK MENGHITUNG BUNGA DEPOSITO

Deposito merupakan produk simpanan yang dilakukan di bank dengan catatan, waktu untuk penarikan dan penyimpanannya sudah ditentukan. Jadi, ada waktu tertentu untuk melakukan penyimpanan ataupun penarikan uang. Jika penarikan uang dilakukan sebelum waktu yang ditentukan, maka Anda akan mendapatkan denda penalti. Kelebihan dari deposito adalah semakin banyak Anda melakukan penyimpanan maka bunga yang ditawarkan akan semakin besar.

Contoh perhitungan bunga deposito:

  1. Jika deposit di bawah Rp. 7.500.000,00 ( Rumus = deposito x bunga per tahun x tenor : 12).

Fendi ingin menyimpan uang sebesar Rp. 5.000.000,00 di bank dalam tabungan deposito. Tenor yang didapat Fendi yaitu 6 bulan dengan bunga 5% per tahun. Berapakah bunga deposito yang Fendi dapatkan setiap bulan?

Perhitungan bunga deposito Fendi = Deposito x bunga per tahun x tenor : 12

Rp. 5.000.000,00 x 5% x 6 : 12 = Rp. 125.000,00

Jadi, bunga deposito yang didapatkan Fendi setiap bulannya sebesar Rp. 125.000,00.

  1. Jika deposit di atas Rp. 7.500.000,00 ( Rumus = deposito x bunga per tahun x 80% x tenor : 12).

Deni ingin menyimpan uang sebesar Rp. 15.000.000,00 di bank dalam tabungan deposito. Tenor yang didapat Deni yaitu 6 bulan dengan bunga 5% per tahun. Berapakah bunga deposito yang Deni dapatkan tiap bulan?

Perhitungan bunga deposito Deni = deposito x bunga per tahun x 80% x tenor : 12

Rp. 15.000.000,00 x 5% x 80% x tenor : 12 = Rp. 300.000,00

Jadi, bunga deposito yang didapatkan Deni setiap bulannya sebesar Rp. 300.000,00.

Dari contoh tersebut bisa diketahui bahwa, bunga deposito yang didapatkan setiap konsumen berbeda tergantung dengan jumlah depositonya. Oleh karena itu apabila Anda ingin menghitung bunga deposito dari tabungan, maka Anda perlu mengetahui berapa jumlah depositonya. Dengan begitu, Anda tidak akan salah dalam menghitung bunga deposito pada tabungan Anda.

Cara untuk Menghitung Bunga di Excel

CARA UNTUK MENGHITUNG BUNGA DI EXCEL

Program microsoft Excel merupakan program yang bisa berfungsi untuk menghitung permasalahan keuangan. Ini lah salah satu keunggulan dari microsoft Excel dibandingkan dengan program microsoft lainnya. Cara menghitung bunga menggunakan Excel lebih mudah karena Anda hanya perlu menggunakan rumus untuk mengetahui hasilnya. Untuk mengetahui bagaimana cara menghitung bunga melalui Excel, silahkan simak contoh berikut ini.

Contoh perhitungan bunga di Excel: (Rumus : “=pinjaman uang*bunga/12”)

Bu Fitri ingin melakukan peminjaman di bank untuk biaya sekolah anak. Bu Fitri meminjam uang di bank sebesar Rp. 15.000.000,00, dengan bunga pinjaman yang didapat sebesar 10% setiap tahunnya. Jika bu Fitri ingin melakukan pembayaran angsuran selama 24 bulan, maka berapa biaya angsuran yang harus dibayar bu Fitri untuk setiap bulannya?.

Rumus yang digunakan pada Excel:

Untuk mengetahui besar bunga: ketik “=15000000*10/100/12” kemudian tekan enter maka hasilnya akan muncul yaitu “125000”.

Untuk mengetahui angsuran pokok: ketik “=15000000/24” kemudian tekan enter maka hasilnya akan muncul yaitu “625000”.

Untuk mengetahui total angsuran yang harus dibayar: ketik “=klik cell bunga +klik cell angsuran pokok” kemudian tekan enter maka hasilnya akan muncul yaitu “750000”.

Jadi setelah menghitung biaya bunga menggunakan microsoft Excel, maka biaya angsuran yang harus dibayar bu Fitri setiap bulannya yaitu sebesar Rp. 750.000,00.

Cara untuk Menghitung Bunga Tabungan

CARA UNTUK MENGHITUNG BUNGA TABUNGAN

Bagi Anda yang suka menabung di bank, maka siap-siap setiap tahunnya akan mendapatkan bunga dari bank. Pemberian bunga ini dilakukan dengan tujuan supaya Anda termotivasi untuk sering menabung di bank. Untuk mengetahui cara menghitung bunga tabungan, Anda bisa menyimak contoh berikut ini.

Contoh perhitungan bunga tabungan: (Rumus = saldo awal x persentase bunga x jangka waktu)

Rani merupakan mahasiswa yang sering menabung di bank setiap sebulan sekali. Tabungan Rani saat ini sudah mencapai Rp. 10.000.000,00 dengan bunga tabungan 10% per tahun. Jika Rani ingin mengambil tabungan tersebut setelah setahun, maka berapa jumlah tabungan yang akan diambil Rani?

Bunga tabungan Rani = saldo awal x persentase bunga x jangka waktu

Rp. 10.000.000,00 x 10% x 1 = Rp. 1.000.000,00

Tabungan Rani setelah setahun : Rp. 10.000.000,00 + Rp. 1.000.000,00 = Rp. 11.000.000,00.

Jadi, tabungan yang bisa diambil Rani setelah setahun yaitu sebesar Rp. 11.000.000,00.

Cara untuk Menghitung Bunga Tetap

CARA UNTUK MENGHITUNG BUNGA TETAP

Bunga tetap merupakan sistem bunga yang harus dibayar oleh konsumen atas pinjaman yang sudah dilakukan. Cara perhitungan pada sistem bunga ini sangat menguntungkan, karena para konsumen sudah mengetahui jumlah biaya yang harus dibayar pada setiap bulannya. Jadi, para konsumen tidak akan bingung dengan jumlah biaya angsuran yang harus dibayar, karena biaya angsurannya bernilai tetap dan tidak mengalami perubahan

Sebelum Anda menggunakan sistem bunga tetap, Anda perlu mengetahui beberapa hal mengenai bunga tetap. Salah satunya yaitu nilai angsuran dari bunga tetap cenderung tinggi, sehingga Anda perlu mempertimbangkan sebelum menggunakan sistem ini. Selain itu, pada sistem bunga tetap tidak akan mengalami perubahan penurunan suku bunga yang biasanya terjadi pada sistem bunga non tetap.

Cara untuk Menghitung Bunga Angsuran

CARA UNTUK MENGHITUNG BUNGA ANGSURAN

Bunga angsuran merupakan sistem bunga yang biasanya digunakan dalam sistem angsuran suatu produk misalnya pada Kredit Pemilikan Apartemen (KPA). Pada KPA sistem kredit yang digunakan yaitu sistem anusitas atau sistem efektif. Untuk mengetahui bagaimana cara menghitung bunga angsuran maka Anda simak contoh berikut ini.

Contoh perhitungan bunga angsuran: (Rumus = (jumlah pokok x bunga) : 12 bulan)

Pak Karyo ingin membeli apartemen mewah di daerah Jakarta. Setelah mencari-cari, akhirnya dia mendapatkan harga sebuah apartemen yaitu Rp. 500.000.000,00 dengan bunga yang diberikan oleh bank yaitu 15% per tahun, anusitas. Untuk angsurannya harus dilakukan selama 50 bulan. Jika pak Karyo melakukan angsuran setiap bulan, maka berapa besar biaya angsuran yang harus dibayar pak Karyo tiap bulan?

Angsuran yang harus dibayar pada bulan pertama:

Bunga angsuran: (Rp. 500.000.000,00 x 15%) : 12 bulan = Rp. 6.250.000,00

Pokok angsuran: Rp. 500.000.000,00 : 50 bulan = Rp. 10.000.000,00

Total angsuran yang harus dibayar: Rp. 6.250.000,00 + Rp. 10.000.000,00 = Rp. 16.250.000,00

Angsuran yang harus dibayar pada bulan kedua:

Bunga angsuran: (Rp. 490.000.000,00 x 15%) : 12 bulan = Rp. 6.125.000,00

Pokok angsuran: Rp. 16.250.000,00 – Rp. 6.125.000,00  = Rp. 10.000.000,00

Total angsuran yang harus dibayar: Rp. 6.250.000,00 + Rp. 10.000.000,00 = Rp. 16.250.000,00

Angsuran yang harus dibayar pada bulan ketiga:

Bunga angsuran: (Rp. 480.000.000,00 x 15%) : 12 bulan = Rp. 6.000.000,00

Pokok angsuran: Rp. 16.250.000,00 – Rp. 6.000.000,00  = Rp. 10.250.000,00

Total angsuran yang harus dibayar: Rp. 6.000.000,00 + Rp. 10.250.000,00 = Rp. 16.250.000,00

Jumlah angsuran yang harus dibayar pak Karyo setiap bulannya yaitu sebesar Rp. 16.250.000,00.

Itulah cara menghitung angsuran dengan menggunakan sistem anusitas. Jadi total angsuran yang dibayar per bulan jumlahnya sama, sedangkan untuk biaya pokok dan bunga tenor perbulannya selalu berubah.

Cara untuk Menghitung Bunga Cicilan HP

CARA UNTUK MENGHITUNG BUNGA CICILAN HP

Dalam pembelian HP, biasanya menyediakan sistem kredit untuk pelanggan yang ingin membeli HP dengan cara mencicilnya. Sistem kredit yang biasanya digunakan adalah sistem flat dan sistem Kredit Tanpa Agunan (KTA). Untuk mengetahui lebih lanjut silahkan simak contoh berikut ini.

Contoh perhitungan bunga cicilan HP: (Rumus = (biaya pokok x bunga) : 12 bulan)

Bimo ingin membeli sebuah HP keluaran terbaru dengan cara mencicilnya. HP yang diinginkan Bimo memiliki harga sebesar Rp. 12.000.000,00. Jangka waktu angsurannya harus dilakukan selama 12 bulan dengan bunga pinjaman yang didapat 10% per tahun, flat. Berapa besar angsuran yang harus dibayar Bimo untuk setiap bulannya?.

Pokok angsuran: Rp. 12.000.000,00 : 12 bulan = Rp. 1.000.000,00

Bunga angsuran: (Rp. 12.000.000,00 x 10%) : 12 bulan = Rp. 100.000,00

Total angsuran yang harus dibayar: Rp. 1.000.000,00 + Rp. 100.000,00 = Rp. 1.100.000,00

Jadi, Bimo harus membayar angsuran setiap bulannya sebesar Rp. 1.100.000,00.

Cara untuk Menghitung Bunga Majemuk

CARA UNTUK MENGHITUNG BUNGA MAJEMUK

Bunga majemuk merupakan suku bunga yang diberikan tiap periode kepada seseorang yang menabung di bank. Cara menghitung bunga majemuk yaitu tabungan pokok dikalikan dengan bunga yang didapat, dan pada periode selanjutnya tabungan pokok didapatkan dari menjumlahkan bunga yang didapat sebelumnya dengan tabungan pokok sebelumnya. Untuk mengetahui cara menghitung bunga majemuk, silahkan simak contoh berikut ini.

Contoh perhitungan bunga majemuk: (Rumus = (tabungan pokok + bunga sebelumnya) x bunga)

Rendi memiliki kebiasaan untuk menabung di bank pada setiap bulan. Saat ini, ia memiliki tabungan di bank sebesar Rp. 15.000.000,00. Bunga yang diberikan bank sebesar 10% per tahunnya, majemuk. Jika dihitung pada setiap periode, maka berapa jumlah tabungan Rendi setelah 2 tahun menabung di bank?

Bunga pada periode pertama = (Rp. 15.000.000,00 + 0) x 10% = Rp. 1.500.000,00

Bunga pada periode kedua = (Rp. 15.000.000,00 + Rp. 1.500.000,00) x 10% = Rp. 1.650.000,00.

Jadi, jumlah tabungan Rendi saat ini yaitu Rp. 1.650.000,00.

Cara untuk Menghitung Bunga Mengambang

CARA UNTUK MENGHITUNG BUNGA MENGAMBANG

Bunga mengambang merupakan sistem bunga yang cukup menguntungkan untuk dilakukan dalam pinjaman. Tetapi, selain menguntungkan sistem bunga ini juga memiliki resiko cukup tinggi. Resiko yang dialami yaitu berupa kenaikan biaya angsuran apabila suku bunga umum mengalami kenaikan. Hal ini terjadi karena, sistem bunga mengambang sangat bergantung dengan perkembangan suku bunga.

Para pengusaha biasanya lebih tertarik menggunakan sistem bunga ini, karena suku bunga yang harus dibayar bisa mengalami penurunan meskipun juga bisa mengalami kenaikan. Tetapi, saat ini kebanyakan setiap bank melakukan suku bunga dengan cara menggabungkan suku bunga tetap dengan suku bunga mengambang. Sehingga, para konsumen bisa mendapatkan kepastian mengenai jumlah angsuran yang harus dibayar.

Cara untuk Menghitung Bunga dalam Persen

CARA UNTUK MENGHITUNG BUNGA DALAM PERSEN

Jika Anda ingin melakukan pinjaman uang, maka Anda bisa melakukan pinjaman melalui bank ataupun pihak lainnya. Peminjaman melalui bank, biasanya akan memberikan bunga dalam bentuk persen. Tetapi untuk peminjaman melalui pihak lain, biasanya bunga tidak disebutkan dalam persen namun hanya jumlah angsuran yang harus dibayar setiap bulannya. Untuk mengetahui cara menghitung bunga dalam persen maka Anda bisa menyimak contoh berikut ini.

Contoh perhitungan bunga dalam persen: (Rumus = (angsuran bunga : angsuran pokok) x 100%)

Pak Narto melakukan peminjaman uang di bank sebesar Rp. 25.000.000,00. Dia harus melakukan angsuran setiap bulannya sebesar Rp. 2.750.000,00 selama 10 bulan dengan bunga kredit flat. Berapa bunga yang didapatkan pak Narto ketika meminjam uang di bank?.

Biaya pokok angsuran: Rp. 25.000.000,00 : 10 bulan = Rp. 2.500.000,00

Biaya angsuran bunga: Rp. 2.750.000,00 – Rp. 2.500.000,00 = Rp. 250.000,00

Presentase bunga = (Rp. 250.000,00 : Rp. 25.000.000,00) x 100% = 1%.

Jadi, bunga yang diberikan bank kepada pak Narto yaitu 1% tiap tahun secara sistem flat.

Jika Anda melakukan penyimpanan atau peminjaman uang di bank, maka Anda perlu mengetahui bagaimana cara menghitung suku bunga. Hal itu perlu dilakukan dengan tujuan, supaya Anda mengetahui sekitar berapa jumlah bunga yang harus diterima ataupun yang dibayar. Dengan begitu Anda bisa mengetahui seberapa banyak keuntungan yang didapatkan selama menabung di bank, atau seberapa banyak uang yang Anda butuhkan untuk membayar bunga dari pinjaman bank.

Cara Menghitung Bunga Pegadaian, Bank, Kredit Rumah Dll (Lengakap)

Tinggalkan komentar