Site icon Made Blog

4+ Unsur Intrinsik dan Ekstrinsik Novel, Cerpen, Film, Dll Lengkap

UNSUR

Unsur Intrinsik dan Ekstrinsik – Untuk membuat suatu karya sastra menjadi lebih hidup, diperlukan unsur-unsur pembangun yaitu unsur intrinsik dan ekstrinsik. Namun, tahukah Anda apa yang dimaksud dengan unsur intrinsik dan ekstrinsik? Dalam sebuah karya sastra, kedua unsur ini berperan layaknya material pokok pondasi sebuah bangunan seperti semen, batu, dan pasir.

Bagi Anda yang ingin mengetahui lebih jelas mengenai unsur ekstrinsik dan intrinsik dalam sebuah karya sastra, di bawah ini akan diberikan beberapa uraian yang akan memudahkan Anda untuk lebih memahaminya.

Pengertian Unsur Intrinsik dan Unsur Ekstrinsik

Pada dasarnya, suatu karya sastra dibangun atas unsur instrinsik yaitu pokok atau inti yang mempengaruhi terbentuknya cerita dari dalam dan unsur ekstrinsik yaitu unsur dari luar yang mempengaruhi terbentuknya cerita. Jadi unsur intrinsik dan unsur ekstrinsik bersifat kebalikan namun keduanya sama-sama membangun sebuah jalinan cerita.

Unsur intrinsik dapat dikatakan sebagai unsur murni yang terdapat dalam cerita sedangkan unsur ekstrinsik biasanya berasal dari kondisi sosial atau jiwa pengarang saat membuat karya sastra tersebut maupun latar belakang pengarang.

Unsur Intrinsik dan Ekstrinsik Novel

Mungkin sebagian besar dari Anda pernah membaca karya sastra novel. Di dalam sebuah novel juga mengandung unsur intrinsik dan ekstrinsik yang membuat cerita menjadi lebih menarik. Novel merupakan rangkaian cerita fiksi yang kompleks dan panjang mengenai kehidupan seseorang dan biasanya disajikan dalam bentuk buku.

Unsur Intrinsik Novel

Di dalam novel terdapat beberapa unsur intrinsik, diantaranya adalah :

  1. Gaya Bahasa

Nilai dari cerita novel dan pandangan pembaca sangat dipengaruhi oleh pemilihan gaya bahasa penulis. Untuk novel terjemahan biasanya gaya bahasa yang digunakan bersifat baku dan sedikit lebih tinggi dibanding dengan novel ringan. Untuk novel ringan, biasanya penulis akan menggunakan bahasa tidak formal yang biasa digunakan dalam kehidupan sehari-hari.

Faktor penokohan juga mempengaruhi gaya bahasa dalam novel sehingga ada beberapa jenis novel yang menggunakan gaya bahasa campuran. Pemilihan gaya bahasa juga berfungsi sebagai pembeda karakter antara penulis yang satu dengan penulis lainnya.

  1. Tema

Gagasan atau ide utama yang digunakan sebagai dasar dalam pembuatan novel disebut dengan tema. Jadi melalui tema Anda dapat mengetahui gambaran secara luas mengenai kisah yang diangkat dalam novel tersebut.

  1. Setting

Dalam novel, setting atau biasa disebut dengan latar dapat meliputi keadaan lingkungan, tempat, suasana, sosial budaya, dan waktu. Cerita akan lebih mudah dipahami jika setting digambarkan secara detail. Selain itu, hal tersebut juga akan membantu para pembaca untuk mengembangkan imajinasinya.

  1. Plot atau Alur

Plot yang sering digunakan dalam pembuatan novel adalah plot campuran. Ini artinya novel menggunakan alur maju kemudian mundur ke masa lalu dan maju lagi ataupun sebaliknya. Penggunaan alur campuran membuat cerita dalam novel terkesan lebih kompleks. Alur atau plot memiliki arti yaitu rangkaian kejadian dalam sebuah novel dari awal hingga penyelesaian.

Proses alur biasanya dimulai dari pengenalan tokoh atau eksposisi, konflik, peningkatan konflik, kemudian puncak, penurunan, dan akhir.

  1. Tokoh dan Penokohan

Tokoh merupakan pelaku cerita dalam novel sedangkan penokohan merupakan watak atau sifat yang dimiliki oleh tokoh-tokoh tersebut. Novel biasanya cenderung memiliki banyak tokoh, tetapi ada beberapa tokoh yang muncul hanya pada bagian cerita tertentu saja. Meskipun demikian, pusat cerita tetap pada tokoh utamanya.

Untuk mengetahui tentang penokohan biasanya penulis akan menggambarkannya secara langsung, atau bisa juga melalui tingkah laku tokoh, perkataan, pembicaraan tokoh lain, cara berpakaian, dan lain sebagainya.

  1. Sudut pandang

Cara penulis untuk menempatkan posisinya dalam sebuah cerita, itulah yang dinamakan sudut pandang. Terdapat beberapa jenis sudut pandang yang sering digunakan, diantaranya adalah :

Unsur Ekstrinsik Novel

Novel dibangun berdasarkan beberapa unsur ekstrinsik, antara lain :

  1. Unsur Nilai

Novel akan memiliki daya tarik tersendiri dan menjadi lebih berbobot jika penulis memasukkan unsur nilai ke dalamnya. Unsur nilai yang dimaksud meliputi nilai ekonomi, politik, pendidikan, budaya, dan lain sebagainya. Pemasukkan unsur nilai ke dalam cerpen juga memiliki tujuan agar pembaca juga ikut berfikir mengenai isi dari novel tersebut.

  1. Unsur Sosial

Kondisi sosial masyarakat yang sedang terjadi terkadang juga menjadi unsur pembangun dari luar yang mempengaruhi pembuatan novel. Sebagai contohnya, seorang penulis melihat kondisi masyarakat yang sedang mengalami krisis air karena kekeringan, sehingga dia menulis sebuah novel tentang kesedihan dikarenakan hal tersebut.

  1. Unsur Biografi

Latar belakang atau biografi penulis diyakini memiliki banyak pengaruh terhadap pembuatan novel. Yang dimaksud biografi di sini meliputi keluarga, tempat tinggal, latar belakang pendidikan, dan lain sebagainya.

Unsur Intrinsik dan Ekstrinsik Cerpen

Cerpen atau cerita pendek merupakan suatu cerita fiktif tentang kehidupan sehari-hari yang ditulis tidak lebih dari 10.000 kata. Seperti halnya novel, cerpen juga memiliki unsur pembangun berupa unsur intrinsik dan ekstrinsik di dalamnya.

Unsur Intrinsik Cerpen

  1. Tokoh dan Penokohan

Yang dimaksud tokoh adalah pelaku dalam cerita yang dibuat. Tokoh terbagi ke dalam dua jenis yaitu tokoh utama dan tokoh sampingan. Sedangkan penokohan merupakan watak atau sifat khusus yang dimiliki oleh masing-masing tokoh. Berdasarkan penokohannya, tokoh-tokoh tersebut dapat dibedakan menjadi tiga jenis yaitu tritagonis, antagonis, dan protagonis.

  1. Alur atau Plot

Plot atau alur merupakan urutan jalannya cerita yang biasanya dimulai dari tahap pengenalan tokoh, penanjakan, puncak masalah, anti klimaks, dan yang terakhir penyelesaian masalah. Alur yang biasa digunakan dalam cerpen adalah alur maju dan alur mundur.

  1. Tema

Setiap cerpen biasanya mengandung tema yaitu gagasan dasar dari cerita yang dibuat. Jadi tema bersifat general atau umum yang menentukan arah jalannya cerpen yang dibuat.

  1. Amanat

Pengarang biasanya menyelipkan sebuah pesan bagi pembaca ke dalam cerita yang dia buat, baik secara tersurat maupun tersirat. Pesan inilah yang disebut dengan amanat. Melalui amanat, pembaca akan mendapatkan sebuah nasihat atau petuah baik secara langsung maupun tidak langsung.

  1. Latar atau setting

Yang dimaksud setting adalah background dari sebuah cerpen yang meliputi tempat, suasana, dan waktu.

  1. Gaya Bahasa

Setiap pengarang biasanya memiliki gaya bahasa tersendiri yang membedakannya dengan pengarang lainnya. Untuk membuat sebuah cerpen agar tidak terkesan monoton dan membosankan maka pengarang akan menambahkan istilah khusus maupun majas ke dalam cerpen yang dia buat. Hal tersebut juga dapat membuat cerpen menjadi lebih hidup.

Unsur Ekstrinsik Cerpen

Selain unsur intrinsik, unsur ekstrinsik juga memiliki peranan yang penting dalam membangun sebuah cerpen. Unsur ekstrinsik cerpen terdiri dari :

  1. Psikologis

Kondisi psikologis pengarang secara tidak langsung juga berpengaruh erat terhadap cerpen yang dia tulis.

  1. Kondisi Masyarakat

Tidak sedikit penulis yang membuat cerpen berdasarkan kondisi masyarakat yang tengah terjadi di kala itu. Cerpen yang dia tulis digunakan untuk mengekspresikan kondisi masyarakat secara umum. Misalnya, saat terjadi peperangan, maka pengarang akan membuat sebuah cerpen untuk menggambarkan bagaimana keadaan masyarakat saat terjadi peperangan.

  1. Latar Belakang Sejarah

Unsur ekstrinsik yang juga mempengaruhi dalam pembuatan sebuah cerpen adalah latar belakang sejarah penulis. Hal ini meliputi bagaimana sang penulis menjalani kehidupannya, latar belakang pendidikannya, serta kondisi keluarga atau tempat tinggalnya.

  1. Latar Belakang Penciptaan

Yang dimaksud latar belakang penciptaan di sini adalah alasan yang menjadi dasar bagi pengarang untuk membuat cerpen. Jadi secara tidak langsung, hal ini berkaitan erat dengan tujuan dibuatnya cerpen tersebut. Sebagai contoh, seorang pengarang yang mendedikasikan cerpen yang dia buat bagi sahabatnya yang telah meninggal untuk mengenangnya.

Unsur Intrinsik dan Ekstrinsik Puisi

Puisi merupakan sebuah karya sastra yang terikat oleh rima, irama dan setiap katanya mengandung makna serta tersusun atas bait dan baris. Puisi biasanya mengandung banyak kata kiasan serta bahasa yang tersirat. Pada dasarnya unsur intrinsik dan ekstrinsik puisi hampir sama dengan novel dan cerpen namun ada beberapa hal yang membedakannya.

Unsur intrinsik Puisi

  1. Rasa

Sebuah puisi mengandung rasa yang dapat menyentuh perasaan pembacanya baik itu rasa senang, sedih, marah maupun kecewa. Jadi, rasa dalam puisi berkaitan erat dengan hati.

  1. Tema

Sama halnya seperti novel dan cerpen, tema dalam puisi juga merupakan gambaran secara umum mengenai isi dari puisi tersebut.

  1. Gaya Bahasa

Gaya bahasa yang digunakan dalam puisi biasanya mengandung majas serta kata-kata yang memiliki makna khusus atau kata konotasi. Hal tersebut bertujuan agar puisi lebih indah saat dibaca maupun didengar.

  1. Amanat

Pesan moral yang ingin disampaikan oleh penulis melalui puisi yang dia buat disebut dengan amanat. Bagi pembaca yang ingin mengetahui amanat dalam puisi biasanya mesti memahami makna puisi secara mendalam karena amanat biasanya disampaikan pengarang secara tersirat atau tidak langsung.

  1. Rima atau Sajak

Yang dimaksud dengan rima adalah bunyi akhir dalam setiap bait puisi. Untuk puisi modern, dalam pembuatannya tidak terikat oleh rima. Jadi, pengarang bisa menggunakan rima abab, aaaa, atau yang lainnya.

  1. Ritme

Dalam membaca sebuah puisi, Anda harus menggunakan ritme yang benar. Hal ini bertujuan untuk menggambarkan bagaimana suasana hati puisi yang dibaca. Ritme atau biasa lebih dikenal dengan irama merupakan pergantian panjang pendek, tinggi rendah, atau keras lemahnya suara saat melafalkan sebuah puisi.

Ritme puisi pada baris-baris tertentu terkadang dibuat dengan bunyi yang sama.

Unsur Ekstrinsik Puisi

Seperti halnya karya sastra lainnya, puisi memiliki unsur ekstrinsik yang meliputi unsur nilai baik nilai budaya maupun politik, biografi atau latar belakang pengarang, dan unsur sosial yang berkaitan erat dengan keadaan masyarakat ketika puisi tersebut dibuat.

Unsur Intrinsik dan Ekstrinsik Hikayat

Pada dasarnya hikayat mirip dengan novel karena sama-sama merupakan karangan prosa yang bersifat fiktif dan panjang. Yang membedakan diantara keduanya adalah penggunaan bahasa serta tema yang diambil. Hikayat biasa mengambil tema kehidupan masa lampau, kerajaan, maupun tentang kepahlawanan. Selain itu, hikayat berkembang di kalangan Bangsa Melayu dan bersifat klasik.

Beberapa contoh hikayat diantaranya adalah Hikayat Si Miskin, Hikayat Hang Tuah, Hikayat Abu Nawas, Hikayat Bayan Budiman, Hikayat Bunga Kemuning, dan lain sebagainya. Seperti halnya karya sastra lainnya, hikayat juga mengandung unsur intrinsik dan ekstrinsik di dalamnya. Unsur-unsur ini membangun hikayat menjadi sebuah karya sastra yang lebih hidup dan menarik untuk dibaca.

Unsur Intrinsik Hikayat

  1. Tokoh dan Penokohan

Tokoh dan penokohan dalam hikayat dibedakan ke dalam dua jenis yaitu round character atau tokoh bulat dan flash character atau tokoh datar. Tokoh bulat berarti pelaku cerita memiliki karakter campuran yang memperlihatkan kedua sisi sifatnya baik itu sifat buruk maupun sifat baik.

Sedangkan tokoh datar artinya pelaku cerita hanya memiliki satu karakter saja. Hal ini berarti jika dari awal pelaku telah memiliki sifat yang baik maka sampai akhir cerita dia akan tetap menjadi orang baik, begitu pula sebaliknya.

  1. Tema dan Amanat

Tema merupakan dasar atau landasan yang dipakai dalam membangun sebuah cerita pada hikayat. Dan nantinya masalah dalam tema yang diangkat tersebut akan dipecahkan dalam sebuah amanat. Jadi, pada hikayat amanat dan tema cenderung menjadi satu kesatuan.

  1. Pelataran

Pelataran dalam hikayat sama artinya dengan setting atau latar pada novel. Pelataran di sini meliputi tingkah laku, adat, lukisan tata krama, pandangan hidup, maupun latar sosial.

  1. Pengaluran

Rangkaian cerita atau pengaluran dalam hikayat biasanya diawali dengan awal, kemudian tikaian, rumitan atau gawatan, lalu puncak, berlanjut pada peleraian, dan pada bagian belakang cerita terdapat akhir atau penyelesaian.

  1. Pusat Pengisahan

Jika Anda telah mengenal sudut pandang pada karya satra maka hal tersebut sama artinya dengan pusat pengisahan pada hikayat. Pusat pengisahan yang sering digunakan dalam hikayat adalah pengisahan sebagai orang ketiga dan pengisahan sebagai orang pertama. Yang dimaksud pengisahan sebagai orang pertama adalah penulis berperan sebagai pelaku utama.

Sedangkan pengisahan orang ketiga artinya penulis tidak terlibat secara langsung dalam penokohan namun dia berkedudukan sebagai orang ketiga yang serba tahu segalanya.

Unsur Ekstrinsik Hikayat

Unsur dari luar atau unsur ekstrinsik yang mempengaruhi terbentuknya hikayat sama dengan unsur ekstrinsik pada novel maupun cerpen. Namun, adat istiadat atau kebudayaan Bangsa Melayu dan kondisi pengarang menjadi unsur luar yang paling berpengaruh dalam Hikayat. Mengapa demikian? Karena pada dasarnya hikayat merupakan sebuah karya sastra yang berasal dari Melayu.

Unsur Intrinsik dan Ekstrinsik Fabel

Bagi Anda pencinta dongeng, pasti tidak akan asing lagi dengan fabel. Fabel merupakan sebuah karya sastra yang bersifat fiktif dan mengambil hewan atau binatang sebagai pelaku atau tokohnya. Fabel dibuat dengan tujuan untuk memberikan nasihat kepada anak-anak sekaligus sebagai hiburan. Jadi, fabel disesuaikan dengan kondisi anak-anak sehingga lebih mudah dipahami.

Beberapa contoh fabel diantaranya adalah Kelinci dan Kura-kura, Si Kancil, Semut dan Belalang, Singa Sang Raja Hutan, Gagak dan Bangau yang Serakah, dan lain sebagainya. Pada umumnya, cerita dalam fabel sudah ada sejak dahulu dan diwariskan secara turun temurun. Fabel juga merupakan bagian dari budaya masyarakat yang diceritakan untuk memberikan pembelajaran.

Unsur Intrinsik Fabel

Sama seperti halnya novel, cerpen, maupun hikayat, fabel juga memiliki unsur-unsur intrinsik sebagai pembangunnya. Unsur intrinsik pada fabel meliputi amanat atau pesan, tokoh dan penokohan, tema, alut atau plot, dan setting atau latar terjadinya cerita.

Unsur Ekstrinsik Fabel

Unsur luar atau unsur ekstrinsik yang mempengaruhi terbentuknya fabel diantaranya adalah latar belakang sejarah karena pada dasarnya fabel dibuat sejak jaman dahulu sehingga memiliki nilai sejarah tersendiri, kondisi psikologis pembacanya, serta kondisi sosial budaya.

Karena fable rata-rata tidak diketahui siapa pengarangnya atau anonim maka latar belakang kehidupan pengarang atau psikologis pengarang tidak begitu mempengaruhi terbentuknya fabel.

Unsur Intrinsik dan Ekstrinsik Resensi

Mungkin sebagian dari Anda pernah membaca resensi dari sebuah buku. Resensi adalah memberikan penilaian, meringkas, atau mengungkapkan kembali isi dari sebuah buku. Sama seperti halnya karya sastra lainnya, resensi juga mengandung unsur intrinsik dan ekstrinsik di dalamnya.

Unsur Intrinsik Resensi

  1. Tema yaitu inti dari isi buku yang akan diberikan penilaian
  2. Tokoh yaitu pelaku yang terdapat dalam buku yang akan diresensi
  3. Penokohan yaitu karakter atau sifat yang dimiliki oleh masing-masing pelaku, bisa bersifat analitik, campuran maupun dramatik
  4. Latar yaitu keterangan mengenai sosial budaya, tempat, dan waktu
  5. Amanat yaitu pesan yang diperoleh setelah membaca isi dari buku
  6. Alur atau  yaitu proses jalannya cerita pada buku yang akan dinilai. Anda harus mengungkapkan plot secara jelas baik itu plot erat, plot longgar, plot lembut, ataupun plot ledakan.
  7. Sudut pandang yaitu peran pengarang dalam buku yang akan diresensi, apakah dia menjadi orang ketiga serba tahu ataukah menjadi tokoh utama dalam buku tersebut

Unsur Ekstrinsik Resensi

Unsur ekstrinsik resensi pada dasarnya sama dengan karya sastra lainnya yang meliputi pandangan hidup penulis, kondisi masyarakat saat buku yang akan diresensi tersebut dibuat, serta latar belakang penulis buku.

Unsur Intrinsik dan Ekstrinsik Karya Sastra

Sebuah karya sastra memiliki unsur intrinsik dan ekstrinsik yang sama dengan cerpen dan novel. Mengapa demikian? Karena novel dan cerpen merupakan contoh dari sebuah karya sastra. Jadi, unsur intrinsik karya sastra meliputi amanat, tema, alur atau plot, penokohan atau perwatakan, sudut pandang pengarang, dan setting atau latar.

Sedangkan untuk unsur ekstrinsiknya yaitu kondisi masyarakat saat karya sastra tersebut dibuat, latar belakang penciptaannya, serta biografi pengarang.

Unsur Intrinsik dan Ekstrinsik Seni Rupa

Ternyata, bukan hanya karya sastra saja yang memiliki unsur intrinsik dan ekstrinsik yang mempengaruhi pembuatannya, tetapi seni rupa pun juga memiliki unsur-unsur pembangun tersebut. seni rupa merupakan suatu cabang seni yang karyanya dapat dirasakan dengan diraba dan dilihat dengan mata. unsur intrinsik dan ekstrinsik seni rupa meliputi :

  1. Titik yaitu unsur paling dasar atau paling kecil dalam seni rupa
  2. Garis merupakan gabungan dari beberapa titik yang menciptakan suatu goresan
  3. Bidang adalah gabungan dari beberapa titik dan garis
  4. Bentuk yaitu suatu pola tertentu dalam seni rupa yang dihasilkan dari gabungan beberapa bidang. Bentuk dalam seni rupa terdiri dari silindris, kubistis, geometris, dan lain sebagainya
  5. Ruang yaitu unsur dalam seni rupa yang merupakan kumpulan dimensi dan memiliki dua sifat yaitu nyata dan ilusi. Untuk karya seni rupa tiga dimensi seperti patung maka ruang bersifat nyata. Sedangkan ruang akan bersifat ilusi untuk karya seni rupa dua dimensi seperti lukisan abstrak dan batik.
  6. Warna yaitu unsur seni rupa yang membuat suatu karya menjadi lebih ekspresif dan hidup. Warna dibedakan menjadi warna primer, tersier, da sekunder.
  7. Tekstur yaitu sifat permukaan suatu karya seni rupa.
  8. Gelap terang yaitu unsur seni rupa yang dipengaruhi oleh banyak sedikitnya intensitas cahaya.

Unsur Intrinsik dan Ekstrinsik Seni Tari

Seni tari adalah suatu ungkapan perasaan atau ekspresi yang diwujudkan melalui sebuah gerakan. Seni tari biasanya diiringi oleh alunan musik atau gamelan. Terdapat dua jenis seni tari yaitu seni tari modern dan seni tari tradisional. Seni tari juga memiliki unsur intrinsik dan ekstrinsik layaknya karya sastra dan seni rupa. Unsur-unsur tersebut diantaranya :

  1. Tema

Tema yaitu dasar, inti, atau isi dari gerak yang dilakukan oleh penari dalam tariannya. Untuk mengetahui tema dari sebuah tari maka Anda dapat melihatnya melalui musik, gerakan, maupun kostum yang dipakai oleh penari tersebut.

  1. Gerak

Dalam seni tari, gerak berfungsi sebagai komponen atau unsur utama dalam sebuah tarian. Gerak dalam tari memiliki nilai estetis dan makna tersendiri. Gerak dalam tari dapat dibedakan menjadi gerak maknawi, gerak filosofi, dan gerak murni.

  1. Tata Busana

Tata busana dapat diartikan sebagai kostum atau pakaian yang dikenakan oleh penari

  1. Iringan

Iringan dalam sebuah tarian bisa berasal dari berbagai alat musik baik itu alat musik modern seperti drum maupun alat musik tradisional seperti kendang dan gamelan. Hampir setiap tarian selalu diiringi oleh sebuah musik agar terlihat lebih indah.

  1. Properti

Properti yaitu alat yang digunakan sebagai pelengkap dalam sebuah tarian. Misalnya tari topeng yang akan menggunakan topeng kayu sebagai propertinya, tari lilin menggunakan properti lilin, tari kipas menggunakan properti , tari piring menggunakan properti piring, dan lain sebagainya.

  1. Tata Rias

Tata rias yaitu dandanan atau riasan yang diaplikasikan pada penari saat pementasan

  1. Setting Panggung

Setting panggung atau penataan panggung bertujuan untuk membantu penonton dalam memahami jenis tari yang sedang dipentaskan.

Unsur Intrinsik dan Ekstrinsik Film

Jika berbicara tentang film, pasti hampir semua dari kita pernah menyaksikannya. Baik itu film drama, sinetron, film laga, dan lain sebagainya. Film merupakan suatu karya dalam bentuk cerita panjang yang yang disajikan secara audio visual. Dalam pembuatan film juga terdapat unsur intrinsik dan ekstrinsik yang berfungsi sebagai pembangun di dalamnya.

Unsur Intrinsik Film

Dalam film terdapat unsur intrinsik yang sama dengan novel karena tidak sedikit film yang ditayangkan berdasarkan novel yang telah dibuat sebelumnya. Jika novel dibuat dalam bentuk tulisan maka film mewujudkannya dalam bentuk suara dan gambar. Unsur-unsur intrinsik film diantaranya adalah :

Unsur Ekstrinsik Film

Untuk unsur ekstrinsik film meliputi kondisi atau situasi masyarakat saat film tersebut dibuat, latar belakang pembuatan film, maupun latar belakang penulis skenario dan sutradara.

Baik dalam karya sastra, seni tari, seni rupa, maupun film unsur intrinsik dan unsur ekstrinsik memegang peranan yang sangat penting. Kedua unsur tersebut membuat suatu karya menjadi lebih indah, berbobot, dan menarik. Bagi Anda yang ingin membuat suatu karya, jangan lupa untuk memperhatikan kedua unsur tersebut untuk menambah kualitas karya yang Anda ciptakan.

4+ Unsur Intrinsik dan Ekstrinsik Novel, Cerpen, Film, Dll Lengkap

 

Exit mobile version