10 Contoh Cerpen Singkat Yang Banyak Hikmahnya

Contoh Cerpen Singkat – Cerpen merupakan sebuah cerita yang dituangkan dalam tulisan yang pendek. Berbeda dengan cerita tentang asal usul tempat yang biasanya diceritakan dalam bentuk cerita panjang seperti cerita legenda. Cerita pendek biasanya bertujuan untuk mengisahkan tentang sesuatu secara singkat tetapi jelas ceritanya. Dalam membuat cerpen terdapat beberapa komponen yang wajib ada dalam cerpen yaitu tokoh, tema, penokohan, latar, alur, gaya bahasa, amanat, dan sudut pandang.

Cerpen tidak dibuat dengan sembarangan, karena memang dalam sebuah cerpen memiliki aturan menulis tersendiri yaitu harus memasukkan komponen-komponen cerpen dalam cerita. Dengan begitu cerpen bisa dibaca dengan nuansa yang nyaman dan tenang. Berikut terdapat beberapa contoh cerpen singkat yang bisa Anda baca dan nikmati ceritanya.

Cerpen Tentang Pendidikan

Keuntungan menjadi Wirausaha

KEUNTUNGAN MENJADI WIRAUSAHA

Rendy merupakan seorang mahasiswa jurusan teknik informatika yang tahun kemarin baru lulus kuliah. Dia sekarang sedang menjalankan usahanya yang sudah dirintis sejak di bangku kuliah. Usaha Rendy awalnya hanya bertujuan untuk mengikuti program penelitian yang diadakan di kampus. Tetapi, karena dia merasa sudah nyaman dengan usaha yang dia jalani maka dia melanjutkan sampai saat ini.

Usaha yang dirintis Rendy yaitu menjual nugget dari daun kelor. Ia memulai usahanya dengan menjual nugget tersebut kepada teman-teman di kampusnya. Nugget dengan rasa daun kelor semakin dinikmati banyak orang di kampus karena harganya terjangkau dan pastinya rasa dari nugget yang sangat lezat. Setelah lulus kuliah, Rendy tidak bekerja dalam bidang IT melainkan lebih memilih menjadi wirausaha.

“Ren, mengapa kamu tidak bekerja saja di bidang IT? Kamu kan lulusan dari jurusan IT dan kamu juga menjadi salah satu lulusan terbaik di bidang tersebut dan sekarang kamu lebih memilih menjadi wirausaha. Jika kamu memilih bekerja dibidang IT pastinya kamu akan memiliki gaji yang lebih banyak daripada berwirausaha?.” Tanya salah satu teman dekatnya.

“Aku memilih berwirausaha karena memang dengan berwirausaha aku bisa memberikan manfaat kepada orang lain. Manfaatnya yaitu bisa memberikan kemudahan kepada orang-orang untuk menikmati makanan yang lezat dengan harga terjangkau. Dengan harga terjangkau banyak orang sudah bisa menikmati makanan yang lezat dan bergizi, jadi orang-orang tidak perlu mengeluarkan biaya banyak. Aku juga bekerja tidak berniat untuk mendapatkan gaji banyak, yang terpenting dalam hidupku yaitu setiap yang kulakukan bisa bermanfaat bagi orang lain.” Jawab Rendy.

“Wah bagus juga pemikiranmu. Semoga usahamu semakin lancar Ren.” Jawab salah satu teman dekatnya.

Cerpen Tentang Persahabatan

Cantik Luar Dalam

CANTIK LUAR DALAM

“Tok Tok Tok.” Suara pintu yang diketuk. Ziva yang sedang belajar di ruang belajar bersama Watik tiba-tiba kaget dengan suara pintu.

“Bi, tolong lihat siapa yang datang bi.” Pinta Ziva pada Bi Ijah untuk melihat tamunya. Bi Ijah bergegas untuk melihat tamu, kemudian Bi Ijah kembali ke Ziva.

“Ada tamu non. Sepetinya temen non Ziva sekolah. Soalnya anaknya masih pakai seragam sekolah seperti non Ziva.” Jelas Bi Ijah. Kemudian Watik tiba-tiba melihat melalui jendela.

“Oh ternyata Lidya yang datang Ziv.” Kata Watik pada Ziva.

“Oh Lidya. Bi minta tolong bilang ke Lidya kalau Ziva tidak ada di rumah ya.” Pinta Ziva ke Bi Ijah.

“Baik non.” Jawab Bi Ijah.

“Kenapa kamu begitu sama Lidya? Kan Lidya orangnya asik kalau diajak bercanda.” Tanya Watik.

“Bukannya gitu Tik, Lidya itu orangnya suka membicarakan keburukan anak-anak dibelakang kita. Aku tau ceritanya dari temanku yang ada di kelas lain. Katanya Lidya itu, suka ngebicarain keburukan anak-anak pada kelas lain gitu. Makanya aku kurang suka kalau berteman dengan dia.” Jawab Ziva.

“Benarkah? Aku baru tau sekarang. Setahuku Lidya anaknya baik kok.”

“Iya kalau dilihat dari luar memang kelihatan cantik tapi hatinya tidak secantik tampilannya.” Jelas Ziva.

“Tidak kusangka Lidya seperti itu.”

“Aku lebih suka bergaul dengan anak-anak yang kelihatan nakal tapi aslinya baik daripada dengan anak yang cantik tapi hatinya jahat.”

“Tapi kamu juga jangan terlalu bersikap kasar padanya. Kan Lidya juga suka bergaul denganmu.”

“Iya aku tau. Aku tidak akan menghindar darinya tapi aku berusaha untuk tidak bergaul dengannya.” Jelas Ziva dengan tegas.

Cerpen Tentang Percintaan

Cowok Cuek

COWOK CUEK

“Tania, kamu tadi dicari sama si bobby loh. Cie ada yang nyari.” Sahut Rani pada Tania yang masih diam sambil memandangi sepucuk surat. Tiba-tiba Tania menjawab.

“Ran, aku bingung sama si Rendi maunya apa.” Sahut Tania.

“Emangnya kenapa Tan?, Jangan-jangan surat itu dari Rendi ya. Emang apa sih isinya.” Tanya Rani.

“Coba nih baca sendiri.”

Surat untuk seseorang yang sangat biasa

Terimakasih kamu telah hadir dalam dunia yang saat ini aku tempati. Kamu hadir menjadi sebuah anugrah terindah dalam hidupku. Sekian.

“Maksudnya apa anak ini. Mungkin saja Rendi sangat mencintaimu.”Jawab Rani dengan keadaan bertanya-tanya.

“Tapi kenapa dia tidak berbicara langsung kepadaku.”Jawab Tania

“Kamu taukan kalau Rendi itu anaknya cuek. Ya maklum saja kalau Rendi tidak bisa mengungkapkan langsung kepadamu. Kan memang Rendi anak yang cuek sekali di sekolah.” Rani berusaha menjelaskan.

“Iya juga sih. Rendi membuatku semakin bingung.” Tania menjawab dengan nada kesal.

Setelah menunggu beberapa minggu dan tidak ada kabar dari Rendi akhirnya Tania memberanikan diri untuk bertanya langsung kepada Rendi.

“Ren, aku mau bicara sebentar.” Pinta Tania

“Maaf Tan, aku harus ke ruang guru sekarang ada keperluan mendadak.” Jawab Rendi sambil terburu-buru.

“Ren, aku mencintaimu.”Teriak Tania.

Tiba-tiba Rendi berhenti sejenak dan kemudian langsung beranjak ke ruang guru dengan segera.

Setelah musim liburan kuliah datang. Tania dijemput orang tuanya untuk pulang kerumah. Setibanya di rumah Tania diberitahu sama orang tuanya kalau ada orang yang datang ke rumah untuk melamar.

“Tan, kemarin ada orang yang datang untuk melamarmu.” Sahut ayah.

“Aku tidak tertarik untuk membahas itu ayah, aku capek dan mau istirahat.” Jawab Tania dengan lemas dan langsung menuju ke kamar.

“Namanya Rendi, katanya teman kampusmu.” Sahut ibu.

“Benarkah ibu?” Tiba-tiba Tania keluar kamar dengan bahagia dan menanyakan pada ibunya.

“Iya benar”

Cerpen Tentang Pengalaman Pribadi

Trauma

TRAUMA

Trauma merupakan pengalaman yang paling diingat dan sulit untuk dilupakan. Seperti yang juga dirasakan oleh pak Hendrawan. Pak Hendrawan merupakan sebuah bos yang memegang sebuah perusahaan yang besar. Dalam menginterview orang yang ingin bekerja, pak Hendrawan memiliki cara sendiri dalam menginterview.

“Permisi pak.” Terdengar suara orang di luar ruangan pak Hendrawan.

“Iya kenpa?” Tanya seseorang yang berpenampilan seperti OB.

“Apa saya bisa bertemu dengan bapak Hendrawan?” Tanya seorang pelamar.

“Tidak, Silahkan Anda keluar.” Jawab dengan tegas. Pelamar tersebut sangat terheran-heran dengan perilaku OB yang dengan tegas menjawab pertanyaannya. Kemudian seorang pelamar tersebut bertanya kepada staff yang ada di luar ruangan pak Hendrawan.

“Kenapa ada seorang OB yang berkata kasar di dalam ruangan pak Hendrawan?” Tanya seorang pelamar.

“Itu bukan OB.” Jawab seorang staff.

“Kalau bukan OB terus siapa?. Nggak mungkin saya tadi salah melihat. Saya tadi benar-benar melihat seseorang dengan berpakaian seperti OB di dalam ruangannya bapak Hendrawan.” Jelas seorang pelamar.

“Itu bukan pegawai OB tetapi bapak Hendrawan.” Jawab seorang staff.

“Bapak Hendrawan yang saya cari? Kenapa kok berpenampilan seperti OB?” Tanya seorang pelamar.

“Iya memang bapak Hendrawan berpenampilan seperti itu untuk mengetes para pelamar pekerjaan.”

“Maksudnya gimana?” Tanya seorang pelamar lagi.

“Kamu tidak lolos untuk bekerja disini. Bapak Hendrawan berpenampilan seperti itu karena beliau pernah trauma dalam menghadapi beberapa karyawannya yang gila materi. Jadi beliau berpenampilan seperti itu untuk mencegah karyawannya gila dengan materi.”

Cerpen Tentang Kehidupan

Tidak Tepat Waktu

TIDAK TEPAT WAKTU

“Kring… Kring… Kring…” Suara alarm begitu keras. Febri terbangun dan melihat jam yang menunjukkan tepat pukul 7 pagi. Febri segera bergegas untuk mandi dan mempersiapkan diri untuk pergi bekerja. Setelah sampai di kantor, Febri sudah telat untuk mengikuti meeting dan mencoba izin untuk bisa mengikuti meeting.

“Permisi pak, apakah saya boleh mengikuti meeting?” Tanya Febri.

“Silahkan masuk, kamu boleh mengikuti meeting tapi kamu tidak bisa mempresentasikan proyekmu karena sudah saya tunjuk orang lain untuk mengerjakan proyekmu.” Jawab bosnya dengan tegas.

“Kenapa begitu pak?” Tanya Febri.

“Karena kamu sudah telat Feb. Kamu telat itu sudah menunjukkan bahwa kamu tidak profesional dan tanggung jawab dalam mengerjakan proyek ini. Makanya saya menunjuk orang lain untuk mengerjakan proyek ini. Sudah sekarang kamu dengarkan presentasi dari teman kamu.” Bosnya menjelaskan kepada Febri dengan tegas.

“Baik pak.” Jawab Febri dengan perasaan sedih.

Setelah meeting selesai, teman-teman Febri bertanya kepada Febri.

“Kok tumben kamu telat Feb?” Tanya salah satu temannya.

“Kemarin malam aku lagi begadang untuk menonton bola makanya aku telat bangun tadi pagi.” Jawab Febri dengan menyesal.

“Makanya Feb jangan begadang kalau besok mau ada presentasi, nanti kamu sendiri yang rugi seperti hari ini. Jangan diulangi lagi Feb.” Pinta temannya.

“Iya, aku tidak akan mengulanginya lagi. Aku sangat menyesal.”

Cerpen Tentang Anak Sekolah

Rajin Belajar

RAJIN BELAJAR

“Ting… Ting… Ting…” Suara bel berbunyi menandakan waktunya pulang sekolah.

Berlian, Wanda dan Linda pulang bersama dengan berjalan kaki. Tiba-tiba dijalan Linda mengajak Berlian dan Wanda untuk mampir ke rumahnya, karena memang rumah Linda yang paling dekat dengan sekolah.

“Eh ayo mampir dulu ke rumahku. Aku punya boneka baru loh, nanti kita bisa bermain bersama.” Ajak Linda kepada Berlian dan Wanda.

“Ayo aku mau. Aku pengen sekali main boneka, udah lama juga kita nggak main bersama.” Jawab Berlian dengan antusias.

“Maaf teman-teman aku tidak bisa ikut, tadi ibu guru bilang bahwa besok akan diadakan ujian jadi aku mau belajar di rumah.” Sahut Wanda.

“Oke Wanda tidak apa-apa. Kalau gitu nanti aku bermain dengan Berlian saja.” Jawab Linda.

“Iya kamu pulang dulu nggak papa-papa. Aku mau mampir dulu ke rumah Linda.” Jawab Berlian.

Berlian dan Linda bermain bersama-sama sedangkan Wanda pulang kerumah untuk istirahat supaya malam harinya bisa belajar untuk ujian besok.

Keesokan harinya ujian sudah dilaksanakan dan ibu guru mau membagi hasil ulangannya kepada anak-anak.

“Hasil ujian sudah ibu bagikan, anak-anak harus terus belajar ya seperti Wanda. Karena Wanda mendapatkan nilai yang paling bagus di kelas. Jadi kalian harus mencontoh Wanda.” Sahut ibu guru.

“Baik bu.” Jawab anak-anak.

Kemudian kelas sudah selesai, Linda dan Berlian mendekati Wanda untuk mengucapkan selamat.

“Selamat Wanda karena nilai ujianmu paling bagus di kelas.” Sahut Linda.

“Terimakasi.” Jawab Wanda.

“Nanti kita belajar bareng ya supaya nilai kita sama-sama bagus. Kemarin aku menyesal karena tidak belajar.” Sahut Berlian.

“Iya nanti kita belajar bareng.” Jawab Wanda.

Cerpen Tentang Motivasi

Malas Belajar

MALAS BELAJAR

Belajar merupakan kegiatan yang harus dilakukan oleh semua orang. Dengan belajar, seseorang akan mendapatkan sebuah pengetahuan yang belum pernah diketahui dan bisa juga dengan belajar seseorang akan kembali mengingat hal yang sudah pernah diketahui. Belajar memang sering dilakukan oleh anak sekolah seperti yang saat ini sedang dilakukan oleh Rivan bersama ibunya.

“Rivan sudah belajar apa saja hari ini?” Tanya ibu.

“Sudah belajar banyak hal bu.” Jawab Rivan.

“Apa saja nak?. Bisa ceriatakan kepada ibu apa saja yang sudah Rivan pelajari?”

“Embbb…” tiba-tiba Rivan berifikir lama.

“Jangan berbohong nak, katakan saja dengan jujur apa Rivan sudah belajar atau belum.”

“Sebenernya Rivan belum belajar sama sekali bu. Tadi Rivan main sepak bola dengan teman-teman jadi Rivan belum sempat belajar.” Jawab Rivan

“Rivan tidak boleh seperti itu, Rivan boleh bermain tapi tetap harus belajar. Rivan kalau belajar nanti bisa menjadi juara kelas. Jadi Rivan harus belajar ya. Nanti kalau Rivan mau belajar dan menjadi juara kelas, ibu akan membelikan bola untuk Rivan.” Ibu memberi motivasi kepada Rivan.

“Berarti Rivan tidak boleh bermain dengan teman-teman?” Tanya Rivan dengan sedih.

“Boleh nak, tetapi kalau sudah bermain harus tetap belajar ya. Belajar sedikit juga tidak apa-apa yang penting Rivan belajar.”

“Berarti kalau Rivan belajar dan menjadi juara kelas nanti ibu benar-benar harus membelikan Rivan bola ya?” Pinta Rivan

“Iya ibu akan membelikan bola Rivan.” Jawab Ibu.

“Benar bu?. Oke sekarang Rivan akan sering belajar supaya Rivan bisa bermain bola dengan teman-teman Rivan.” Jawab Rivan dengan antusias.

Setelah ibu memberikan janji kepada Rivan, Rivan saat ini selalu semangat dalam belajar untuk menjadi juara kelas.

Cerpen Islami

Keutamaan dalam Bersedekah

KEUTAMAAN DALAM BERSEDEKAH

“Bakso….. Bakso….” Suara tukang bakso.

Tiba-tiba ada seorang kakek tua yang sedang dalam keadaan lemas di pinggir jalan. Dan tukang bakso segera mendekatinya.

“Kenapa kek, kok kelihatannya lemas.” Tanya tukang bakso.

“Saya kelaparan nak, saya dari tadi pagi belum makan.” Jawab kakek.

Kemudian bapak tukang bakso meninggalkan kakek tersebut sendirian dan kembali ke rombong dagangannya. Setelah beberapa menit bapak tukang bakso kembali menemui kakek yang ada di pinggir jalan dengan membawa semangkok bakso.

“Ini kek, makan saja bakso ini.” Sahut tukang bakso.

“Terimakasih nak. Semoga perbuatanmu dibalas oleh Allah.” Kata si kakek.

“Aamiin. Terimakasih kek.”

Setelah kakek selesai makan, kakek tersebut mengembalikan mangkok dan kembali pergi. Setelah itu tukang bakso kembali berkeliling menjual dagangannya.

“Bakso… Baksoo…”

“Baksonya pak.” Tiba-tiba ada seorang ibu-ibu yang mau membeli bakso.

“Baik bu. Beli berapa buk?” Tanya tukang bakso.

“Gini pak, di rumah saya ada syukuran jadi saya mau membeli bakso bapak semuanya gimana?” Pinta ibu.

“Alhamdulillah baik bu. Ini baksonya dibungkusi atau bagaimana bu?”

“Iya pak bungkusi saja semuanya.”

“Baik bu.”

Setelah semua bakso dibungkusi bapak tukang bakso pulang kerumah dan langsung menemui istrinya.

“Ibu, Alhamdulillah baksonya tadi sudah habis bu. Tadi ada ibu-ibu yang memborong bakso untuk acara syukuran.”

“Alhamdulillah pak. Memang rejekinya bapak sudah bisa pulang lebih awal.”Jawab istrinya.

“Oh iya bu, tadi ada kakek-kakek juga yang kelaparan jadi bapak kasih kakek tersebut semangkok bakso bu. Dan ternyata setelah memberi kakek makan langsung bakso bapak diborong oleh orang bu.”

“Berarti itu semua karena bapak sudah bersedekah kepada kakek tersebut.” Sahut istrinya.

“Alhamdulillah bu. Memang keutamaan bersedekah itu benar-benar ada bu.” Jawab tukang bakso.

Cerpen Lucu

Gula Pasir

GULA PASIR

“Fa, tau nggak tipe cewek yang disukai oleh Randu.” Tanya Vivi.

“Kata temen-temen sih, Randu itu suka sama cewek yang sederhana dan alami. Pokoknya yang nggak neko-neko lah.” Jawab Fani.

“Berarti Randu nggak suka sama anak yang pakai lipstik dong. Padahal aku biasanya nggak pede kalau nggak apakai lipstik. Gimana nih?” Tanya Vivi pada Fani.

“Coba aja pakai scrub gula pasir. Katanya kalau pengen bibir berwarna merah alami bisa menggunakan scrub gula pasir loh.”

“Benarkah?. Oke aku coba nanti malam menggunakan scrubnya. Berhubung besok mau ada acara juga, jadi bisa lah aku mulai nanti malam.”

“Oke. Kamu bisa mencobanya nanti malam, supaya hasilnya bisa maksimal.”

Setelah mendapat saran dari Fani, Vivi mencoba untuk langsung menerapkan sarannya Fani.

Keesokan harinya, acara yang sudah ditunggu-tunggu sudah datang. Fani tiba-tiba kaget dengan penampilan baru dari Vivi yang sangat luar biasa.

“Vi, sungguh bibirmu warnanya sangat mencolok. Berarti saranku kemarin benar kan?” Tanya Fani.

“Pengorbanan banget ini untuk membuat Randu menyukaiku. Bibirku menjadi merah gini karena tiba-tiba banyak semut ada di bibirku kemarin malam. Udah cukup sekali ini saja aku menjalankan saranmu yang sangat brutal.” Vivi menjelaskan dengan nada yang lucu.

“What? Semut?. Sungguh beruntung semut itu bisa menggigitmu.” Sahut Fani dengan ketawa terbahak-bahak.

Cerpen dan Unsur Intrinsiknya

Menemukan Kunci Mobil beserta STNK

MENEMUKAN KUNCI MOBIL BESERTA STNK

Pagi-pagi aku berolahraga mengelilingi kompleks perumahan sendirian. Setelah 20 menit aku berhenti sejenak di pinggir jalan untuk beristirahat. Tiba-tiba aku tidak sengaja menemukan sebuah kunci beserta gantungan kuncinya. Ketika aku buka gantungannya ternyata berisikan STNK atas nama bapak Raharjo, aku tidak mengenal pemilik kunci tersebut.

Setelah menemukan kunci tersebut, aku bergegas menuju pos satpam yang ada di kompleks untuk menanyakan siapa pemilik dari kunci beserta STNKnya. Sesampainya di pos aku tidak menemukan satu orang pun, mungkin karena masih pagi jadi belum ada orang di pos. Setelah itu aku coba untuk pulang kerumah dan menanyakan kepada ayah siapa bapak Raharjo.

“Yah, Ayah. Apa ayah kenal dengan bapak Raharjo?” Tanyaku

“Iya ayah kenal. Emang kenapa nak?” Tanya ayah

“Aku menemukan sebuah kunci lengkap dengan STNKnya yah. Aku menemukannya di dekat pos satpam ketika aku berolahraga tadi.”

“Kalau begitu kamu kembalikan saja nak kepada bapak Raharjo. Rumahnya dekat kok dari sini. Ingat ada rumah yang ada tempat bermain anak-anak? Iya itu rumah bapak Raharjo. Segera kamu kembalikan sekarang saja, biar nanti bapak Raharjo tidak kebingungan.” Pinta ayah kepadaku.

“Baik ayah.” Jawabku.

Aku segera bergegas menunju rumah bapak Raharjo dengan berlari. Sesampainya di rumah bapak Raharjo aku ditemui oleh seorang pria dewasa tapi aku tidak mengenalinya.

“Permisi pak, saya mau menemui bapak Raharjo.” Kataku.

“Oh iya, kenapa? Saya bapak Raharjo nak. Siapa kamu nak?” Jawab pak Raharjo.

“Saya Ririn pak, tadi pagi saya menemukan kunci beserta STNK di pinggir jalan pak, apa benar ini milik bapak?.”Tanyaku

“Oh iya benar nak. Terimakasih nak sudah mengembalikan kepada saya. Saya baru mengetahuinya nak, jika tidak ada kamu pasti saya tidak bisa menggunakan mobil saya lagi”.

“Sama-sama pak. Saya pulang dulu ya pak.”

“Sebentar nak, tunggu sebentar.”

Bapak Raharjo kemudian masuk kedalam rumah dan beberapa menit kemudian keluar rumah.

“Ini ada sedikit rejeki buat kamu nak.” Sambil memberikan uang kepadaku.

“Tidak perlu pak, saya membantu dengan ikhlas ini pak.”Jawabku.

“Terima saja nak, karena kamu sudah menemukan barang berharga saya.” Pinta Pak Raharjo.

“Baik pak terimakasih.”

Aku kembali kerumah dengan senang hari dan menceritakan kejadian tersebut kepada keluarga.

Unsur Intrinsiknya:

Tokoh: Ririn, Ayah Ririn dan Pak Raharjo

Tema: Nilai moral

Alur: Maju

Latar: Kompleks perumahan, Rumah Ririn, Rumah pak Raharjo, senang

Sudut Pandang: Orang Pertama

Gaya Bahasa: Lugas

Amanat: Bersikap jujur dan tanggung jawab merupakan hal yang perlu ditanamkan sejak dini

Cerpen yang bagus bisa dilihat dari alur cerita dan gaya bahasa yang digunakan. Dengan alur yang jelas akan membuat pembaca semakin tertarik untuk membaca apalagi gaya bahasa yang digunakan bisa difahami dengan mudah. Komponen dalam cerpen memang sangat mempengaruhi cerita yang dibuat, jika membuat cerpen dengan melupakan satu komponen saja maka cerpen tersebut akan terasa hambar dan tidak enak dibaca. Usahakan dalam membuat cerpen tetap memberikan pesan yang positif bagi pembaca.

10 Contoh Cerpen Singkat Yang Banyak Hikmahnya 

 

Tinggalkan komentar