10+ Jenis Pakaian Adat Betawi untuk Pria dan Wanita

Pakaian Adat Betawi – Terdapat beberapa kontroversi yang menyebutkan bahwa Betawi bukanlah suku adat asli dari Jakarta. Terlepas dari itu semua, kebudayaan serta adat istiadat suku Betawi sangat lekat dengan keberadaan masyarakat Jakarta itu sendiri. Bahkan, budaya Betawi sudah menjadi ikon bagi budaya Daerah Ibu Kota ini.

Beberapa hasil kebudayaan Betawi contohnya adalah gambang kromong, kerak telor, dan juga ondel-ondel. Salah satu identitas dari kebudayaan yang tidak luput dari perhatian adalah adanya pakaian adat Betawi.

Seperti daerah lain di seluruh Indonesia, Betawi juga memiliki fashion khusus yang sudah ada sejak berabad lalu. Pakaian ini sangat khas dan tidak bisa ditemukan di daerah lainnya.

Ada beberapa jenis pakaian adat Betawi yang sangat khas. Untuk lebih jelasnya, bisa langsung Anda lihat di bawah ini.

Pakaian Adat Betawi untuk Pria

www.sumber.com

Pakaian adat yang dikenakan oleh pria tentu saja berbeda dengan wanita. Nah, apa saja pakaian bagi pria yang berasal dari Betawi? Ini dia ulasannya!

Celana Batik

Celana Batik

Pakaian adat Betawi bagi pria yang pertama adalah celana batik. Tidak seperti celana yang formal, melainkan hanya celana kolor atau celana dengan karet pada bagian pinggangnya.

Celana batik khas Betawi ini memiliki panjang hingga di bawah lutut. Sedangkan motif batiknya biasanya lebih sederhana dengan warna yang lebih cenderung natural. Biasanya, warna yang kerap dipilih adalah cokelat, hitam, ataupun putih.

Baju Koko

satujam.com

Pernah melihat Abang Jakarta di televisi yang menggunakan baju tradisional yang mirip dengan koko? Nah, di Jakarta, baju ini dikenal dengan nama sadariah. Pakaian ini khas dari Betawi yang bersifat lebih formal. Modelnya hampir sama dengan baju koko, hanya saja memiliki satu corak warna atau polos. Baju ini juga tidak memiliki motif.

Selendang

Selendang

Pakaian adat Betawi yang selanjutnya adalah selendang. Selendang ini berbeda dengan selendang kain yang kerap digunakan oleh kaum hawa. Selendang ini digunakan oleh para pria untuk diletakkan pada pundak atau dikalungkan pada leher.

Selendang ini biasa disebut dengan sorban. Kalau Anda pernah melihat lenong di televisi, pastinya sangat familiar dengan atribut ini.

Pakaian Adat Betawi untuk Sehari-Hari

moondoggiesmusic.com

Kaum pria Betawi memiliki baju yang dipakai untuk melakukan kegiatan sehari-hari. Pakaian ini terdiri dari baju sadariah serta celana komprang yang memiliki ukuran tanggung.

Lantas, pada bagian bawah tubuh ditambahkan pula sarung yang digulung atau dikaitkan pada pinggang. Setelah itu, penampilan dilengkapi dengan sabuk berwarna hijau. Tak luput juga dikenakan peci berwarna merah pada kepala.

Nah, jika Anda melihat pria yang menggunakan pakaian tersebut, maka pastinya sudah bisa menebak jika orang tersebut adalah orang Betawi asli. Pakaian ini biasa digunakan dalam keseharian. Pakaian ini menjadi ciri khusus bagi kebudayaan Betawi yang diwariskan oleh nenek moyang.

Aksesoris Pakaian Adat Betawi Pria: Peci dan Kopyah

budayajawa.id

Kopyah memang identik dengan pemeluk agama Islam. Namun, sebenarnya, penggunaannya bisa lebih menyeluruh dan dapat dikenakan oleh siapa saja. Bagi masyarakat Betawi sendiri, penggunaan kopyah sudah menjadi adat dan ciri khas tersendiri yang mana kerap digunakan dalam kegiatan sehari-hari.

Umumnya, kopyah ini berwarna hitam. Namun, beberapa orang juga menggunakan kopyah berwarna merah yang terbuat dari bahan beludru.

Pakaian Adat Betawi untuk Pengantin Pria

pakaian adat betawi

Sebagian besar warga Indonesia masih mempertahankan pakaian adat untuk melakukan upacara perkawinan. Termasuk juga bagi pengantin yang berasal dari Betawi. Pakaian adat Betawi merupakan hasil akulturasi dari beberapa kebudayaan. Diantaranya dari Melayu, Tionghoa, serta Arab.

Pakaian adat pengantin pria Betawi kerap disebut sebagai dandanan care haji. Yang mana pakaiannya terdiri atas jubah panjang dan penutup kepala berwarna merah.

Ada dua bagian dari jubah yang terdiri atas bagian luar yang terbuat dari kain beludru serta bagian dalam yang terdiri dari kain halus berwarna putih. Pada penutup kepala, digunakan sorban yang disebut dengan Alpie. Supaya terlihat lebih serasi, maka alas kaki yang digunakan adalah sepatu pantofel.

Pakaian Adat Betawi untuk Wanita

www.romadecade.org

Para wanita Betawi juga memiliki jenis pakaian adat tersendiri yang terdiri dari:

Baju Kurung

baju kurung

Pakaian adat Betawi yang pertama adalah sebuah baju kurung yang dipakai untuk wanita. Biasanya, baju kurung ini digunakan dalam keseharian wanita Betawi. Model lengannya pendek dengan warna terang nan mencolok.

Meski begitu, saat ini, desainer mengembangkannya dengan warna-warna yang lebih beragam dan kalem. Beberapa desainer juga menambahkan desain saku pada bagian depan baju. Sehingga, para wanita lebih mudah untuk menyimpan barang yang kecil di sakunya.

Kain Sarung Batik

pakaian adat betawi

Selanjutnya, ada kain sarung batik untuk wanita. Kain sarung ini digunakan untuk menutup bagian bawah tubuh. Tak jarang juga digunakan untuk menutup kepala. Tak berbeda dengan baju kurung, warna-warna kain sarung batik cenderung cerah dengan motif geometri. Ketika dipakai, pemilihan warna tentu saja disesuaikan dengan warna dari baju kurung yang digunakan.

Kerudung

Kerudung

Selain memakai kain sarung batik, pelengkap dari penggunaan pakaian adat Betawi adalah kerudung pada bagian kepala. Biasanya, kerudung yang digunakan berbentuk selendang. Warna kerudung yang digunakan menyesuaikan dengan baju kurungnya.

Pakaian Adat Betawi untuk Pengantin

pakaian adat betawi

Pengantin wanita Betawi akan menggunakan pakaian adat yang bernama Rias Besar Dandanan Care None Pengantin Cine. Pakaian ini terdiri atas blus bergaya Cina dengan bahan satin yang berwarna cerah. Dipadukan dengan rok panjang yang bermodel duyung. Rok ini disebut juga dengan Kun.

Biasanya, warna-warna yang dipilih untuk pengantin wanita adalah hitam atau merah. Pada bagian kepala terpasang kembang goyang yang lengkap dengan penutup wajah. Perhiasan juga disematkan pada beberapa bagian tubuh wanita.

Contoh perhiasan pengantin adalah gelang listing, sanggul dengan bunga melati, kalung yang lebar, dan sebagainya. Bunga melati pada sanggul akan dibentuk sedemikian rupa sehingga mirip dengan sisir atau ronjee. Alas kaki yang digunakan berbentuk selop yang memiliki model mirip perahu.

Pakaian Adat Betawi untuk Para Bangsawan

silanesia.com

Bangsawan Betawi memiliki beberapa jenis baju yang digunakan dalam prosesi upacara adat. Masyarakat Betawi kerap menyebutnya dengan baju ujung serong. Zaman dahulu, pakaian ini hanya diperuntukkan bagi para demang.

Nah, sekarang, pakaian ini kerap digunakan oleh PNS (Pegawai Negeri Sipil) Pemerintah DKI Jakarta. Sebab, diwajibkan bagi para PNS mengenakannya. Pakaian adat ini hanya dikenakan oleh kaum pria.

Tradisi Pernikahan Adat Betawi

uzone.id

Untuk memperkaya khazanah pengetahuan akan tradisi Betawi, maka sebaiknya, Anda juga menyimak mengenai tradisi pernikahan adat Betawi berikut ini.

  • Ngedelengin

Istilah untuk masa perkenalan sebelum menikah bagi adat Betawi disebut dengan ngedelengin. Secara harfiah, makna ngedelengin adalah melihat dengan saksama. Apabila kedua keluarga merasa cocok, maka akan ditunjuk dua orang dari pihak keluarga laki-laki yang berperan sebagai mak comblang.

Biasanya, mak comblang bisa dari encang atau encing (paman atau bibi). Mak comblang akan menggantungkan ikan bandengan di rumah pihak perempuan sebagai tanda bahwa anak gadis ini telah ada yang naksir. Pada saat itu, mak comblang akan menjadi juru bicara tentang kapan lamaran akan dilaksanakan dan apa saja yang akan dibawa.

  • Ngelamar

Setelah prosesi ngedelengin berjalan lancar, maka tahap selanjutnya adalah prosesi melamar. Budaya yang masih orisinil mengutus anggota dekat untuk melamar, bukan orang tua. Utusan adalah mak comblang dan wakil keluarga ayah dan ibu yang berjumlah 6 orang totalnya.

Pelamar harus membawa bawaan wajib untuk menghormati pihak keluarga wanita. Barang yang dibawa meliputi sirih embun, roti tawar, dua sisir pisang raja, uang sembah, dan lain-lain.

  • Bawa Tande Putus

Acara ini hampir sama dengan pertunangan. Prosesi ini dilakukan seminggu setelah acara melamar dilaksanakan. Sebagai simbolis, orang Betawi akan memberi tande putus dengan cincin iris rotan, uang seserahan, serta beragam kue.

Pada saat inilah, dibicarakan lebih lanjut mengenai tanggal pernikahan. Mas kawin, uang belanja, kekudung, dan berapa lama pesta akan dilakukan, dan sebagainya.

  • Masa Dipiare

Masa ini dimaksudkan untuk mengontrol kegiatan, memelihara kecantikan calon mempelai, serta menjaga kesehatannya. Selain berupa perawatan fisik, ada juga program diet yang harus dilakukan. Menurut budaya asli, masa dipiare dilakukan selama sebulan. Namun, saat ini, kegiatan hanya dilakukan dalam waktu satu hingga dua hari menjelang pernikahan.

  • Siraman

Acara ini adalah memandikan calon none mantu yang dilakukan sehari sebelum akad nikah. Selanjutnya dilakukan juga tangas atau kum yakni mandi uap yang bertujuan untuk membersihkan sisa-sisa lulur. Lantas, ada juga ngerik dan potong centung untuk membersihkan bulu kalong dari calon pengantin. Terakhir, malam pacar yakni mempelai memerahkan kuku kaki dan tangan dengan pacar.

  1. Malam Mangkat yang kerap disebut dengan midodareni.
  2. Ngerudat

Mempelai laki-laki berangkat ke rumah mempelai wanita dengan membawa rombongan dan seserahan.

Itulah pembahasan mengenai pakaian adat Betawi baik bagi wanita maupun pria. Semoga ulasan tersebut bisa menambah wawasan Anda. jika aday ang di tanyakan mengenai jenis pakaian adat betawi silahkan tulis di komentar.

10+ Jenis Pakaian Adat Betawi untuk Pria dan Wanita

35+ Rumah Adat Indonesia : Daerah Asal, Penjelasan beserta Gambarnya

Rumah Adat Indonesia – Indonesia merupakan negeri yang kaya baik dari segi Sumber Daya Alam maupun dari segi budayanya. Beraneka ragam suku, agama, ras, golongan, tarian daerah, adat istiadat, lagu daerah menjadi sumber kekayaan Bangsa Indonesia yang tak ternilai harganya.

Setiap suku bangsa di Indonesia mempunyai bahasa daerah, pakaian adat, senjata tradisional bahkan rumah adat sendiri-sendiri. Keberagaman rumah adat dengan desain yang berbeda-beda menandakan jika nenek moyang Bangsa Indonesia merupakan masyarakat yang cerdas.

Rumah adat tersebut didesain dengan gaya arsitek yang hanya dapat dilakukan oleh orang yang sudah ahli. Secara visual, bentuk rumah adat di Indonesia sungguh indah dan unik dan setiap desain rumah adat mengandung maknanya tersendiri.

Tujuan dari pembuatan rumah adat tersebut disesuaikan berdasarkan adat-istiadat dan kebiasaan masyarakat setempat dan biasanya dilengkapi dengan simbol-simbol tertentu dalam pembuatannya.

Buat Anda yang ingin mengetahui lebih jauh mengenai rumah adat di Indonesia, di bawah ini akan disajikan gambar rumah adat Indonesia beserta ulasannya.

Daftar Nama Rumah Adat di Indonesia

Beberapa rumah adat di Indonesia beserta nama daerahnya dapat Anda lihat berdasarkan daftar di bawah ini:

No Nama Rumah Adat Asal Daerah
1 Rumah Bolon Provinsi Sumatera Utara
2 Rumah Gadang Provinsi Sumatera Barat
3 Rumah Krong Bade Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam
4 Rumah Rakit Limas Provinsi Bangka Belitung
5 Rumah Panggung Kajang Leko Provinsi Jambi
6 Rumah Rakyat Provinsi Bengkulu
7 Rumah Limas Provinsi Sumatra Selatan
8 Rumah Nowou Sesat Provinsi Lampung
9 Rumah Badui Provinsi Banten
10 Rumah Tanean Lanjhan Madura
11 Rumah Joglo Situbondo Provinsi Jawa Timur
12 Rumah Joglo Provinsi Jawa Tengah
13 Rumah Sunda Provinsi Jawa Barat
14 Rumah Kebaya Provinsi DKI Jakarta
15 Rumah Bangsal Kencono Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta
16 Rumah Selaso Jatuh Kembar Provinsi Riau
17 Rumah Belah Bubung Provinsi Kepulauan Riau
18 Rumah Gampura Candi Bentar Provinsi Bali
19 Rumah Panjang Provinsi Kalimantan Barat
20 Rumah Betang Provinsi Kalimantan Tengah
21 Rumah Lamin Provinsi Kalimantan Timur
22 Rumah Bubungan Tinggi Provinsi Kalimantan Selatan
23 Rumah Baloy Provinsi Kalimantan Utara
24 Rumah Pewaris Provinsi Sulawesi Utara
25 Rumah Tambi Provinsi Sulawesi Tengah
26 Rumah Buton Provinsi Sulawesi Tenggara
27 Rumah Tongkonan Provinsi Sulawesi Selatan
28 Rumah Dulohupa Provinsi Gorontalo
29 Rumah Baileo Provinsi Maluku
30 Rumah Sasadu Provinsi Maluku Utara
31 Rumah Dalam Loka Provinsi Nusa Tenggara Barat
32 Rumah Musalaki Provinsi Nusa Tenggara Timur
33 Rumah Honai Provinsi Papua
34 Rumah Mod Aki Aksa Provinsi Papua Barat
35 Rumah Lgkojei Teluk Cendrawasih

Gambar Rumah Adat Indonesia

Keberagaman suku di Indonesia membuat Indonesia memiliki berbagai macam jenis rumah adat dengan bentuk dan model yang sangat beraneka macam. Setiap rumah adat memiliki keistimewaan dan kekurangannya tersendiri. Untuk lebih jelasnya, Anda dapat menyimak beberapa ulasan mengenai rumah adat Indonesia yang dilengkapi dengan gambar di bawah ini.

Berikut akan disajikan gambar rumah adat Indonesia yang berasal dari 35 Provinsi yang merupakan warisan leluhur Bangsa Indonesia yang wajib untuk kita lestarikan:

Rumah Bolon (Rumah Adat Provinsi Sumatera Utara)

Rumah adat indonesia

Rumah Bolon merupakan rumah adat Suku Batak yang mendiami Provinsi Sumatra Utara yang berfungsi untuk menunjukkan identitas dari suku tersebut. Rumah Bolon sendiri memiliki beragam jenis dengan gaya arsitektur khas yang disesuaikan dengan rumah hunian orang Batak.

Terdapat banyak jenis Rumah Adat Bolon sempat populer diantaranya adalah Bolon Karo, Bolon Simalungun, Bolon Angkota, Bolon Pakpak, Bolon Toba. Setiap jenis Rumah Bolon mempunyai ciri khas bangunan sendiri-sendiri namun sayangnya, Rumah Bolon khas Sumatera Utara ini, sudah sangat sulit untuk ditemui.

Baca Juga: Persiapan Pindah Rumah

Rumah Gadang (Rumah Adat Provinsi Sumatera Barat)

www.romadecade.org

Rumah Gadang atau biasa disebut dengan Rumah Godang merupakan rumah adat suku Minangkabau yang mendiami Provinsi Sumatra Barat. Saat ini, Anda masih dapat dengan mudah menemukan rumah adat ini. Bukan hanya di Provinsi Sumatra Barat saja Anda dapat menemukan Rumah Adat Gadang namun ada beberapa daerah di Malaysia juga memiliki arsitektur bangunan rumah adat ini.

Namun, bukan berarti Malaysia telah mencuri hasil kebudayaan kita, hal ini disebabkan karena kebudayaan Malaya telah menyebar dengan pesat di sekitar semenanjung Malaya.

Rumah Krong Bade (Rumah Adat Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam)

www.dekoruma.com

Provinsi Nangroe Aceh Darussalam merupakan provinsi yang berada pada wilayah paling barat Indonesia dan memiliki sebuah rumah adat yang bernama Rumah Adat Krong Bade. Rumah adat ini merupakan jenis rumah panggung yang mempunyai satu tangga pada bagian depan dan berfungsi sebagai pintu keluar masuknya rumah.

Saat ini, Rumah Adat Krong Bade sudah sangat jarang ditemukan karena biaya pembuatan dan biaya perawatannya yang terbilang mahal sehingga masyarakat Aceh lebih memilih untuk membuat rumah menggunakan desain modern yang dirasa lebih murah.

Rumah Rakit Limas (Rumah Adat Provinsi Bangka Belitung)

Rumah adat indonesia

Rumah Adat Rakit Limas memiliki aksen dan arsitektur yang hampir mirip dengan Rumah Limas. Hal ini dikarenakan karena kedua rumah adat ini masih berada di daerah yang sama yaitu Pulau Sumatra. Namun hal yang paling mencolok yang membedakan keduanya adalah pada bagian rakitnya.

Rumah Adat Rakit Limas merupakan rumah adat kebanggaan masyarakat Bangka Belitung yang mendiami Provinsi Sumatra Utara. Daerahnya yang merupakan kepulauan memberikan pembeda dan penanda dengan menambahkan aksen rakit pada desain rumah adatnya. Aksen rakit inilah yang menjadi ciri khas dan keunikan dari Rumah Adat Rakit Limas.

Rumah Panggung Kajang Leko (Rumah Provinsi Adat Jambi)

elizato.com

Rumah Adat Panggung Kajang Leko merupakan rumah adat yang berasal dari Provinsi Jambi yang terbilang memiliki ruangan yang cukup lengkap karena terdiri dari 8 ruangan. Jogan merupakan nama dari ruangan pertama yang biasa dimanfaatkan sebagai tempat untuk menyediakan air dan sebagai tempat istirahat.

Sedangkan ruangan kedua berguna sebagai tempat untuk menerima tamu laki-laki yang diberi nama serambi depan. Anak laki-laki akan tidur pada ruangan ketiga yang biasa disebut dengan serambi dalam. Pada ruang keempat terdapat kamar untuk pengantin yang diberi nama Emben Melintang.

Pada ruangan kelima atau biasa disebut dengan serambi belakang berguna untuk menerima tamu perempuan sedangkan pada ruang keenam berfungsi untuk tempat tidur anak perempuan dan diberi nama leren. Terdapat juga tempat untuk menyimpan air dan untuk memasak yang diberi nama garang yang merupakan ruangan ketujuh.

Pada ruangan terakhir atau ruang kedelapan terdapat tempat untuk memasak yang disebut dengan ruang dapur.

Rumah Rakyat (Rumah Adat Provinsi Bengkulu)

www.romadecade.org

Rumah Rakyat merupakan rumah adat Indonesia yang berada di Provinsi Bengkulu dan merupakan rumah adat yang cukup lengkap walaupun tidak selengkap Rumah Adat Jambi. Terdapat sebuah ruangan yang disebut dengan ruang berendo yang berfungsi sebagai tempat menerima tamu.

Jika diartikan dalam Bahasa Indonesia berendo artinya adalah beranda. Terdapat sebuah kamar utama yang biasa disebut dengan ruang blik gadang. Sedangkan kamar untuk anak perempuan biasa disebut dengan ruang blik gadis dan kamar untuk anak laki-laki disebut dengan ruang laki.

Rumah Limas (Rumah Adat Provinsi Sumatra Selatan)

travel.kompas.com

Rumah Limas merupakan rumah adat dengan bentuk yang unik yang mempunyai atap berbentuk limas dengan desain bertingkat seperti panggung dan memiliki lantai depan. Rumah adat ini merupakan rumah adat kebanggaan masyarakat Sumatra Selatan.

Untuk pemilihan jenis kayunya, masyarakat Sumatera Selatan memilih jenis kayu ulin untuk membuat ruang dan tiang pada rumah adat ini dikarenakan kayu ulin memiliki tekstur yang keras sehingga kuat dan tahan lama. Sedangkan untuk bagian rumah yang lainnya, mereka menggunakan kayu tembesu.

Kedua jenis kayu ini merupakan jenis kayu dengan kualitas yang sangat bagus sehingga Rumah Adat Limas dapat tetap berdiri dengan kokoh walaupun usianya telah mencapai puluhan tahun.

Rumah Nowou Sesat (Rumah Adat Provinsi Lampung)

Rumah nowou sesat

Rumah Adat yang berasal dari Provinsi Lampung adalah Rumah Nowou Sesat yang merupakan sebuah rumah adat dengan tujuan awal didirikannya adalah untuk tempat beribadah. Nowou Sesat sendiri jika diartikan dalam Bahasa Indonesia mengandung arti rumah ibadah.

Jika kita telusuri secara mendalam, rumah Adat Nowou Sesat mempunyai makna yang sungguh baik. Setiap orang mempunyai keinginan untuk membangun sebuah keluarga dan mendidik anak-anaknya untuk menjadi anak yang berbakti dengan menggunakan pondasi ibadah kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Rumah Adat Nowou Sesat merupakan sebuah rumah panggung yang menggunakan ilalang sebagai atapnya. Namun sayangnya, Rumah Adat Nowou Sesat sudah sangat jarang ditemui. Sebenarnya jika dilihat dari arsitekturnya, Rumah Adat Lampung ini tergolong minimalis sehingga untuk pembuatan dan perawatannya pun tidak membutuhkan banyak biaya dan waktu pembuatannya pun tergolong cepat.

Rumah Badui (Rumah Adat Provinsi Banten)

rumahadatindonesia.blogspot.com

Masyarakat Banten juga memiliki rumah adat tersendiri yang dibuat oleh Suku Badui sehingga rumah adatnya pun diberi nama Rumah Badui. Rumah adat ini memiliki keunikan yaitu tingginya yang tidak mencapai setengah meter namun lebih tinggi dari rumah panggung.

Untuk pembuatannya, Rumah Adat Badui terbuat dari kayu dengan atap berupa ilalang, tiang yang terbuat dari batu dan dindingnya terbuat dari bambu. Kita masih dapat menemui Rumah Adat Badui dengan mudah di beberapa daerah pedesaan di wilayah Banten dan daerah pelosok Ujung Kulon.

Rumah Tanean Lanjhan (Rumah Adat Madura)

saligamanah.com

Rumah adat yang berasal dari Madura, Jawa Timur disebut dengan nama Rumah Tanean Lanjhan. Meskipun berasal dari Provinsi yang sama yaitu Jawa Timur, Madura memiliki adat dan kebudayaan yang berbeda di banding Suku Jawa Timur yang lainnya.

Begitu juga dalam hal pembuatan rumah adat yaitu jika Suku Jawa Timur memiliki Rumah Adat Joglo Situbondo maka Madura memiliki Rumah Adat Tanean Lanjhan.

Rumah Joglo Situbondo (Rumah Adat Provinsi Jawa Timur)

perpustakaan.id

Jika kita lihat dari bentuk arsitektur dan dari segi tampilan, Rumah Joglo Situbondo mempunyai kemiripan dengan rumah adat dari Provinsi Jawa Tengah. Setiap ruangan yang dibangun di dalamnya pun memiliki filosofi dan makna yang hampir sama.

Hal ini bisa kita tarik suatu kesimpulan jika Rumah Adat Joglo dibangun dari leluhur dan kebudayaan yang sangat kental antara keduanya.

Rumah Joglo (Rumah Adat Provinsi Jawa Tengah)

Rumah joglo

Suku Jawa yang mendiami provinsi di bagian tengah Pulau Jawa juga memiliki rumah adat yang unik yang diberi nama Rumah Joglo. Seperti halnya rumah adat yang lainnya, Rumah Joglo juga memiliki beberapa ruangan di dalamnya. Setiap ruangan memiliki fungsi tersendiri misalnya saja ruangan pendopo yang merupakan ruang terbuka yang biasanya berada di depan rumah.

Ruangan pendopo ini berfungsi sebagai tempat untuk mempersilahkan tamu yang datang. Sebagai jalan keluar masuk rumah terdapat ruang samping atau biasa disebut dengan ruang pringgitan. Sedangkan ruang utama atau ruang dalem merupakan ruangan yang berada di dalam rumah (ruang keluarga).

Untuk menyimpan segala sesuatu terdapat ruangan khusus yang diberi nama ruang sentong. Terdapat juga ruang untuk tidur keluarga yang berada di dalam rumah yang biasa disebut dengan ruang gandok tengen (kanan) dan ruang gandok kiwo (kiri).

Rumah Sunda (Rumah Adat Provinsi Jawa Barat)

www.superadventure.co.id

Rumah adat dari Provinsi Jawa Barat biasa disebut dengan Rumah Sunda yang memiliki bentuk seperti rumah panggung namun tidak terlalu tinggi. Pada bagian depan Rumah Adat Sunda terdapat gelodog yaitu semacam tangga yang berfungsi sebagai jalan keluar masuknya rumah.

Sedangkan arsitektur untuk bagian atapnya terdiri dari berbagai jenis dengan keunikan yang berbeda-beda. Macam-macam desain atap yang biasa digunakan adalah perahu kemurep, atap jolopong, buka pongpok, jubleg, badak heuay, apit gunting, nangkup, dan tegong anjing.

Rumah Kebaya (Rumah Adat Provinsi DKI Jakarta)

 www.kamerabudaya.com

Rumah Adat Kebaya merupakan rumah adat Provinsi DKI Jakarta yang khas dengan budaya Betawi yang sangat kental sehingga kita dapat dengan mudah mengenali jenis rumah adat ini. Dengan dibangunnya berbagai gedung-gedung besar di ibukota membuat Rumah Kebaya sudah sulit untuk dapat kita jumpai di Jakarta.

Namun, jika Anda ingin melihat Rumah Adat Kebaya secara langsung, Anda dapat mengunjungi perkampungan Betawi tetapi jumlahnya pun juga sudah sedikit karena telah digantikan dengan bangunan rumah yang lebih modern.

Rumah Bangsal Kencono (Rumah Adat Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta)

thegorbalsla.com

Rumah adat yang berasal dari Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta biasa disebut dengan Rumah Bangsal Kencono yang dulunya merupakan tempat tinggal bagi para bangsawan dan raja-raja Jawa. Terdapat banyak filosofi mengenai nilai-nilai kehidupan yang dapat kita peroleh melalui arsitektur rumah adat ini.

Rumah adat yang biasanya terletak di sebelah tengah keraton kasultanan ini memiliki banyak ruangan yang memiliki simbol filosofi tersendiri yang diambil dari alam semesta, tingkah laku manusia, serta berbagai kehidupan yang terdapat di dalamnya.

Rumah Selaso Jatuh Kembar (Rumah Tradisional Riau)

elizato.com

Rumah adat yang berasal dari Riau yang biasa disebut dengan Selaso Jatuh Kembar merupakan rumah adat yang mempunyai dua selasar. Selasar merupakan suatu tempat yang berfungsi sebagai tempat untuk bermusyawarah atau berkumpul dengan keluarga (balai keluarga) dimana letak lantainya lebih rendah dari pada ruang tengah.

Namun sayangnya, kita sudah kesulitan untuk menjumpai Rumah Adat Selaso Jatuh Kembar saat ini, mungkin kita hanya dapat menjumpai sekitar satu hingga dua rumah adat saja di setiap desa.

Rumah Belah Bubung (Rumah Adat Provinsi Kepulauan Riau)

satujam.com

Provinsi Kepulauan Riau juga memiliki rumah adat yang unik yang diberi nama Rumah Belah Bubug dengan bentuk atap yang bervariasi. Beberapa bentuk atap Rumah Adat Belah Bubug adalah atap lipat yang berbentuk datar, atap lipat yang berbentuk curam ke bawah, atap yang bergabung melintang, atap panjang yang berbentuk sama sejajar, dan atap layar yang berbentuk menyusun.

Terdapat empat ruangan yang berada di dalam ruangan Rumah Belah Bubug yaitu ruang induk, ruang dapur, ruang penghubung antara ruang induk dan ruang dapur, dan ruang selasar.

Rumah Gampura Candi Bentar (Rumah Tradisional Bali)

negeriindonesiaasli.blogspot.com

Rumah Adat Gampura Candi Bentar merupakan rumah tradisional masyarakat Bali yang masih kental dengan budaya Hindu. Melalui desain rumah adat ini terlihat dengan jelas jika budaya dan adat istiadat masyarakat Bali benar-benar dijunjung tinggi.

Provinsi Bali memang terkenal dengan budaya dan adat istiadatnya yang masih kental dan menyatu dengan Agama Hindu. Arsitektur Rumah Adat Candi Bentar hampir sama dengan Candi Hindu yang terdapat sebuah gapura sebagai pintu masuknya.

Rumah adat ini memang terkesan berbeda dengan kebanyakan rumah adat yang ada di Indonesia lainnya. Anda juga masih dapat menemukan Rumah Adat Candi Bentar dengan mudah di pulau Bali karena masyarakat Bali memang masih kuat memegang adat istiadatnya.

Rumah Panjang (Rumah Adat Provinsi Kalimantan Barat)

Rumah panjang

Rumah Panjang merupakan rumah adat Suku Dayak Borneo yang mendiami Provinsi Kalimantan Barat dengan desain yang hampir menyerupai rumah panggung yang memanjang yaitu dengan bentuk anak tangga yang lebar dan tiang penyangga yang tinggi.

Rumah adat ini bisa dikatakan telah punah karena kita akan sangat kesulitan untuk menemukan rumah adat ini di daerah asalnya. Jika Anda ingin melihat bentuk dari rumah panjang yang telah langka ini, Anda dapat mengunjungi TMII (Taman Mini Indonesia Indah).

Rumah Betang (Rumah Adat Provinsi Kalimantan Tengah)

situsbudaya.id

Rumah Betang yang merupakan rumah adat bagi masyarakat Kalimantan Tengah ini mempunyai desain yang hampir menyerupai Rumah Panjang yang berasal dari Kalimantan Barat. Perbedaan yang paling mencolok dari keduanya adalah Rumah Betang memiliki ukuran dan bentuk yang lebih besar dari Rumah Panjang dengan ukuran tanah yang lebih luas.

Rumah Betang dibangun pada tanah yang memiliki ukuran luas dengan panjang 150 meter x lebar 30 meter tinggi 3-5 meter sehingga jika dilakukan penghitungan, rumah adat ini mampu menampung setidaknya 150 jiwa. Hal ini membuat Rumah Betang menjadi rumah adat terbesar kedua di Indonesia.

Rumah Lamin (Rumah Adat Provinsi Kalimantan Timur)

Rumah lamin

Rumah Lamin merupakan rumah adat bagi suku-suku yang mendiami wilayah Provinsi Kalimantan Timur seperti Banjar, Suku Dayak Timur dan Kutai. Desain dari Rumah Lamin hampir menyerupai Rumah Betang dan Rumah Dayak Panjang.

Jika kita lakukan sebuah pengukuran, Rumah Lamin mempunyai ukuran yang besar dibanding Rumah Betang yaitu berkisar dua kali lipatnya (panjang 300 meter x lebar 15 meter dan tinggi 3 hingga 5 meter). Rumah Lamin merupakan rumah adat terbesar pertama di Indonesia karena mampu menampung sekitar 40 hingga 45 kepala keluarga atau setara dengan 250 jiwa.

Rumah Bubungan Tinggi (Rumah Adat Provinsi Kalimantan Selatan)

pewartanusantara.com

Rumah Bubugan Tinggi merupakan rumah adat bagi suku dayak selatan yang mendiami Provinsi Kalimantan Selatan. Rumah adat ini memiliki arsitektur yang berbeda dengan jenis rumah adat dayak yang lainnya. Namun, Rumah Adat Bubugan Tinggi memiliki nilai kebanggaan dan nilai sejarah yang tinggi.

Struktur bangunan yang kokoh dan juga tinggi merupakan sesuatu yang paling ditonjolkan dalam membangun Rumah Adat Bubugan Tinggi. Konsep bangunan merupakan hal yang lebih diutamakan dibandingkan dengan daya tampung pada rumah adat tersebut.

Rumah Baloy (Rumah Adat Provinsi Kalimantan Utara)

Rumah baloy

Provinsi Kalimantan Utara merupakan salah satu provinsi baru di Indonesia dan telah mempunyai rumah adat yang biasa disebut dengan Rumah Adat Baloy. Rumah adat dan juga hasil kebudayaan masyarakat Kalimantan Utara telah berkembang walaupun provinsi ini belum terbentuk.

Suk tidung merupakan sumber inspirasi bagi pembuatan Rumah Adat Baloy. Rumah adat yang merupakan maskot daerah ini dapat menarik banyak wisatawan untuk melihat keunikan bangunannya.

Rumah Pewaris (Rumah Adat Provinsi Sulawesi Utara)

moondoggiesmusic.com

Salah satu suku asli yang mendiami Provinsi Sulawesi Utara berasal dari Minahasa dan mempunyai rumah adat yang menyerupai rumah panggung yang biasa disebut dengan Rumah Pewaris. Rumah Pewaris merupakan rumah welawangkoa atau rumah peninggalan para leluhur terdahulu.

Pada bagian depan terdapat dua buah tangga yang berada di sebelah kanan dan kiri dengan tiang balok yang terbuat dari kayu seperti halnya rumah adat Indonesia yang lainnya. Sebagian besar rumah adat Indonesia menggunakan bahan kayu asli dalam proses pembuatannya.

Terdapat keistimewaan tersendiri pada Rumah Adat Pewaris yaitu dalam hal pembagian ruangannya. Ada tempat khusus yang berfungsi sebagai tempat untuk menyambut kedatangan para tamu yang disebut dengan setup emperan.

Terdapat ruangan yang berguna sebagai kamar tidur dan ruangan untuk menyimpan lumbung padi dan makanan yang diberi nama ruangan sangkor.

Rumah Tambi (Rumah Adat Provinsi Sulawesi Tengah)

Rumah tambi

Rumah Tambi merupakan rumah adat yang mempunyai desain hampir mirip dengan rumah panggung yang berasal dari Provinsi Sulawesi Tengah. Untuk membuat Rumah Tambi, diperlukan batu alam beserta kayu asli. Rumah Adat Tambi merupakan salah satu rumah adat yang memiliki ruangan yang lengkap.

Terdapat sekat yang berfungsi sebagai pembatas antara ruangan yang satu dengan ruang yang lainnya yaitu ruang tamu, ruang dapur, dan ruang-ruang utama lainnya. Rumah Adat Tambi hanya boleh dibangun menghadap arah selatan atau utara saja berdasarkan kepercayaannya.

Ada keunikan tersendiri dalam pembuatan rumah adat ini yaitu kita dapat dengan mudah mengetahui derajat status sosial seseorang dengan menghitung jumlah anak tangga. Jika jumlah anak tangga ganjil maka pemilik rumah merupakan orang biasa sedangkan jika jumlah anak tangga genap maka pemilik rumah merupakan  orang yang besar atau kaya.

Rumah Buton (Rumah Adat Provinsi Sulawesi Tenggara)

kumparan.com

Rumah Adat Buton merupakan salah satu rumah adat Indonesia dengan desain yang unik yang berasal dari Provinsi Sulawesi Tenggara. Bangunan rumah adat ini terdiri dari empat lantai yang dikaitkan hanya dengan kayu tanpa paku maupun pasak untuk memperkuatnya.

Hal ini menunjukkan jika keterampilan dalam kontruksi bangunan yang sangat luar biasa dimiliki oleh masyarakat Sulawesi Tenggara. Sebagian besar hanya masyarakat dari golongan tua yang memiliki ketrampilan dalam hal pembuatan Rumah Adat Buton. Dan ketrampilan yang sangat luar biasa ini diwariskan secara turun menurun dari generasi ke generasi berikutnya.

Rumah Tongkonan (Rumah Adat Provinsi Sulawesi Selatan)

Rumah tongkonan

Suku Toraja yang mendiami Provinsi Sulawesi Selatan juga memiliki rumah adat tersendiri yang diberi nama Rumah Tongkonan. Ciri khas paling menonjol yang dimiliki oleh Rumah Adat Tongkonan adalah bagian atapnya yang berbentuk seperti perahu dalam posisi terbalik dan pada bagian depan rumah terdapat tanduk kerbau.

Terdapat keunikan tersendiri pada Rumah Adat Tongkonan yaitu rumah adat ini memiliki 2 fungsi. Fungsi pertama sebagai tempat untuk menyimpan mayat dan fungsi kedua sebagai tempat untuk tinggal dan diantara keduanya tidak dipisahkan sama sekali.

Rumah Dulohupa (Rumah Adat Provinsi Gorontalo)

Rumah dulohupo

Rumah Adat Dulohupa merupakan rumah adat yang memiliki struktur yang hampir mirip dengan rumah khas panggung yang berasal dari Provinsi Gorontalo. Dalam proses pembuatannya bahan yang digunakan adalah bahan kayu asli seperti halnya rumah adat Indonesia lainnya. Rumah Adat Dulohupa memiliki desain atap yang berseni tinggi.

Rumah Baileo (Rumah Adat Provinsi Maluku)

satujam.com

Rumah adat yang berasal dari Provinsi Maluku bernama Rumah Baileo yang menunjukkan aksen keberagaman agama di wilayah Maluku. Selain itu, RumahAdat Baileo juga menggambarkan adat istiadat yang dilaksanakan di masyarakat setempat.

Ukurannya yang lebih besar dibandingkan dengan rumah modern menandakan jika rumah adat ini bukan hanya berfungsi sebagai tempat untuk tinggal namun juga berfungsi sebagai tempat untuk bermusyawarah dan melakukan upacara adat. Beberapa sarana hiburan juga dapat dilaksanakan di Rumah Baileo.

Keunikan lain dari rumah adat ini yaitu terdapat ruangan khusus yang berfungsi sebagai media penyimpanan benda-benda pusaka dan ruangan ini terdapat pada setiap ruangan yang ada.

Rumah Sasadu (Rumah Adat Provinsi Maluku Utara)

Rumah sasadu

Rumah Adat Sasadu merupakan Rumah Adat yang berasal dari Provinsi Maluku Utara yang berbentuk seperti rumah panggung dengan desain yang sangat apik. Keunikan dari bangunan rumah adat ini adalah memiliki 6 pintu yang mempunyai fungsi tersendiri pada setiap pintunya.

Terdapat dua pintu yang hanya boleh digunakan oleh perempuan saja begitu juga sebaliknya, terdapat dua pintu yang hanya boleh digunakan oleh laki-laki saja. Sedangkan dua pintu yang lainnya berfungsi sebagai jalan bagi tamu untuk keluar dan masuk rumah. Rumah Adat Sasadu merupakan rumah adat yang memiliki jumlah pintu terbanyak di Indonesia.

Rumah Dalam Loka (Rumah Adat Provinsi Nusa Tenggara Barat)

adat-tradisonal.blogspot.com

Rumah adat yang berasal dari Provinsi Nusa Tenggara Barat adalah Rumah Dalam Loka yang merupakan rumah adat bagi suku-suku yang mendiami Provinsi Nusa Tenggara Barat seperti Suku Dompu, Suku Sasak, Suku Dongu dan Suku Sumbawa

Pada jaman dahulu, rumah adat ini hanya boleh digunakan oleh para kepala adat dan raja-raja, namun seiring dengan berjalannya waktu, rumah ini sudah boleh dipergunakan sebagai tempat tinggal bagi masyarakat. Anda masih dapat dengan mudah menemukan Rumah Adat Dalam Loka di daerah pedesaan di wilayah Nusa Tenggara Barat.

Rumah Musalaki (Rumah Adat Provinsi Nusa Tenggara Timur)

Rumah musalaki

Rumah adat yang berasal dari Provinsi Nusa Tenggara Timur adalah Rumah Adat Musalaki yang memiliki desain hampir sama dengan desain rumah adat Nusa Tenggara Barat. Namun dari segi filosofi dan bentuk arsitekturnya memiliki banyak perbedaan.

Pada jaman dahulu, rumah adat ini juga hanya boleh ditempati para bangsawan dan raja bahkan ketua suku terbesar. Jadi secara tidak langsung kita dapat menarik suatu kesimpulan jika antara rumah adat Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur memiliki sejarah yang sama.

Rumah Honai (Rumah Adat Provinsi Papua)

www.romadecade.org

Rumah Honai merupakan rumah adat yang berasal dari Provinsi Papua dan terbuat dari kayu pada bagian dindingnya dan pada bagian atapnya menggunakan ilalang. Rumah Honai merupakan rumah adat yang terbilang sempit dan dibuat tanpa menambahkan jendela yang berfungsi sebagai celah cahaya.

Hal ini bertujuan agar keadaan di dalam Rumah Honai tetap hangat. Karena sebagian besar masyarakat Papua tinggal di daerah dataran tinggi dan perbukitan yang dingin maka Rumah Honai memang sangat cocok untuk dijadikan tempat tinggal.

Rumah Mod Aki Aksa (Rumah Adat Provinsi Papua Barat)

Rumah Mod Aki Aksa

Rumah Mod Aki Aksa merupakan rumah adat yang berasal dari Provinsi Papua Barat yang sering disebut dengan rumah kaki seribu.

Hal ini dikarenakan pada bagian bawah rumah adat ini terdapat banyak penyangga. Pada dasarnya Rumah Adat Mod Aki Aksa dan Rumah Honai memiliki bentuk yang hampir sama namun Rumah Mod Aki Aksa berbentuk rumah adat panggung.

Bahan alam yang dibutuhkan untuk membuat rumah adat Mod Aki Aksa antara lain : ilalang, pelepah sagu, tali dari kulit pohon dan kayu.

Rumah Lgkojei (Rumah Adat Provinsi Teluk Cendrawasih)

Rumah Lgkojei

Rumah Lgkojei merupakan rumah adat yang berasal dari Provinsi Teluk Cendrawasih yang berbentuk seperti rumah panggung dan memiliki banyak penyangga di bawahnya. Sama seperti Rumah Mod Aki Aksa, Rumah Lgkojei juga dijuluki sebagai rumah kaki seribu karena banyaknya penyangga yang berada di bawah lantai.

Perbedaan Rumah Adat Mod Aki Aksa dengan Rumah Lgkojei adalah desain atapnya yang lebih modern dibanding rumah adat Papua Barat.

Terdapat lubang cahaya dan banyak ventilasi yang berguna sebagai tempat pertukaran udara jadi bisa dikatakan jika Rumah Lgkojei merupakan rumah adat yang telah berkembang.

Di atas telah disebutkan gambar rumah adat, nama rumah adat beserta uraian singkatnya dari 35 provinsi di Indonesia yang menjadi salah satu sumber kekayaan Bangsa Indonesia yang wajib kita jaga. Semoga artikel ini dapat memberikan manfaat. semoga penjelasan rumah adat di atas bermanfaat.

35+ Rumah Adat Indonesia : Daerah Asal, Penjelasan beserta Gambarnya

40+ Permainan Tradisional, Gambar, Penjelasan, Dan Cara Bermain

Permainan Tradisional – Indonesia terkenal akan kekayaan alam dan budayanya. Banyak sekali warisan budaya yang mengandung nilai luhur dan patut untuk dilestarikan. Salah satu warisan budaya tersebut adalah permainan tradisional.

Meski disebut permainan, namun hal itu tetap mengandung nilai positif dalam kehidupan. Berikut ini adalah beberapa permainan tradisional dari Indonesia.

40 Permainan Tradisional Indonesia

Gobak Sodor

azzamoviero.com

Gobak sodor merupakan salah satu permainan yang membutuhkan keterlibatan banyak orang. Dalam permainan tersebut, pemain dibagi menjadi dua tim dengan anggota masing-masing minimal tiga orang.

Satu tim bertugas untuk menjaga daerahnya, sedangkan tim yang lainnya berusaha untuk menembus daerah yang dijaga oleh tim lawan.

Tim yang mendapat tugas untuk menyerang harus bisa melewati daerah yang berupa kotak-kotak yang telah dibuat dengan tidak boleh tersentuh oleh anggota tim yang berjaga. Apabila tim penyerang tersentuh, permainan berakhir dan kedua tim bertukar posisi.

Yang sebelumnya menjadi tim penyerang berganti menjadi tim jaga. Poin yang didapat dihitung dari jumlah pemain yang bisa menembus daerah jaga dan kembali lagi ke daerah awal.

Permainan gobak sodor ini dapat melatih ketangkasan, kewaspadaan, kecepatan, serta kerja sama. Maka dari itu, jika anak-anak sudah sering memainkan permainan ini, hal itu adalah hal yang positif.

Persiapan untuk bermain pun tidak terlalu rumit, hanya sebuah tanah kosong ukuran 20 x 10 meter dan minimal 6 orang permainan sudah bisa dilakukan.

Petak Umpet

Petak umpet merupakan permainan yang sangat mudah dilakukan. Prinsip permainan ini adalah menemukan orang yang bersembunyi.

Orang yang bersembunyi yang pertama kali ditemukan adalah orang yang akan bergantian menjadi si pencari atau sering disebut dengan penjaga pos. Apabila penjaga tidak dapat menemukan semua pemain dan menyatakan menyerah, dia dinyatakan kalah.

Permainan ini dapat dilakukan minimal oleh dua orang. Akan tetapi, permainan akan menjadi lebih seru apabila semakin banyak pemain yang terlibat karena dengan banyaknya pemain, tempat untuk bersembunyi pun menjadi terbatas dan kemungkinan ditemukan menjadi semakin besar. Maka dari itu, permainan ini mengasah kreativitas dan kepekaan pemainnya.

Untuk aturan permainan, seorang pemain akan menjadi penjaga dengan dipilih melalui suit atau sesuai kesepakatan. Selanjutnya penjaga menutup matanya selama waktu yang ditentukan, antara 10-100 detik.

Dalam rentang waktu tersebut, pemain lain berkesempatan untuk segera mencari tempat persembunyian yang paling aman. Setelah hitungan selesai, siap atau tidak si penjaga akan mencari pemain lain dan orang yang pertama kali ditemukan akan menjadi penjaga.

Angkling atau Engklek

gametradisionalku.wordpress.com

Permainan Engklek atau Angkling merupakan permainan yang dilakukan dengan cara berjalan dengan satu kaki pada petak-petak berbentuk kotak yang digambar di atas tanah. Ada berbagai jenis petak permainan dalam Angkling atau Engklek, yakni bentuk gunung, kincir, huruf L, dan lain-lain.

Aturan bermain dari Angkling atau Engklek adalah pemain melempar koin atau serpihan genting pada kotak-kotak yang telah digambar di tanah secara berurutan, dari petak yang paling dekat dengan pelempar. Pada kotak yang ditandai koin atau serpihan genting, pemain tidak boleh menginjaknya dan harus melewati petak tersebut.

Saat kembali ke garis awal, pemain tersebut harus mengambil kembali serpihan genting tersebut dan melanjutkan melempar ke kotak berikutnya. Permainan ini dapat dilakukan dengan minimal jumlah pemain dua orang. Selain melatih ketangkasan, permainan ini juga melatih keseimbangan dan konsentrasi..

Dakon atau Congklak

Dakon atau congklak merupakan permainan tradisional yang popular di Indonesia. Bahkan ada permainan congklak yang bisa dimainkan di smartphone, pada aplikasi Hago sebagai contoh. Permainan dakon atau congklak ini sebenarnya bukan asli dari Indonesia.

Dakon diyakini oleh beberapa ahli sejarah sebagai sebuah permainan yang dibawa pedagang asal Arab yang datang ke Indonesia.

Aturan main permainan dakon tidak terlalu susah. Area permainan dakon berupa tempat lonjong yang terbuat dari plastik, kayu, atau tanah yang dibuat lubang dengan jumlah 12 lubang. Lubang-lubang tersebut diisi dengan kecik (biji sawo) atau kerikil.

Pemain akan mengambil kecik dari satu lubang dan membagikannya satu persatu selain lubang ‘tabungan’ milik lawan secara berurutan. Kecik terakhir yang jatuh di lubang yang ada isinya harus dipungut lagi dan di sebar lagi.

Permainan ini hanya dapat dilakukan oleh dua pemain saja. Biasanya, pemain yang suka bermain dakon adalah wanita. Banyak manfaat yang bisa didapatkan dari permainan ini, yakni melatih kecerdasan karena untuk memenangkan permainan ini dibutuhkan strategi yang tepat.

Egrang

www.timesindonesia.co.id

Egrang merupakan sebuah alat permainan yang berasal dari bambu. Batang bambu dengan ketinggian tertentu di pasangi bambu yang lebih pendek secara melintang yang digunakan sebagai tempat pijakan. Setelah itu egrang digunakan untuk berjalan.

Dibutuhkan ketekunan dan banyak latihan agar seseorang bisa menaiki egrang. Orang yang baru pertama mencoba egrang pasti akan kesusahan dan terjatuh.

Biasanya anak-anak bermain egrang dengan mengadakan semacam lomba lari, tetapi menggunakan egrang. Siapa yang paling cepat, dia adalah pemenangnya.

Jika Anda sudah susah untuk menemui anak-anak yang bermain egrang atau ingin sekadar mencoba untuk bermain egrang, tidak perlu khawatir akan sulit menemukannya.

Di alun-alun kota, sebagai contoh Alun-Alun Kidul Yogyakarta setiap malam ada yang menawarkan jasa peminjaman egrang beserta panduan untuk memainkannya.

Lompat Tali

www.dictio.id

Permainan lompat tali adalah permainan yang melatih ketangkasan, konsentrasi, dan kelincahan. Permainan ini minimal dilakukan oleh tiga orang, dua orang sebagai pemegang tali dan satu orang sebagai pelompat tali.

Tali yang dipakai terbuat dari karet gelang yang disambung-sambungkan dengan simpul tertentu. Namun, ada juga yang langsung menggunakan tali dalam permainan ini.

Aturan permainan dari permainan ini adalah dua orang pemegang tali mengatur tinggi talinya setinggi lutut, kemudian pelompat harus berhasil melompati tali tersebut.

Jika berhasil, maka tinggi tali dinaikkan menjadi seperut, sedada, telinga, kepala, dan terakhir setinggi tangan diangkat di atas kepala (istilahnya ‘merdeka’). Jika pemain gagal dalam melompati tali tersebut, dia harus bergantian menjadi pemegang tali.

Lempar Batu atau Gatheng

kknm.unpad.ac.id

Lempar Batu atau Gatheng merupakan permainan menggunakan kerikil yang gampang-gampang susah. Disebut demikian karena untuk memainkan permainan ini dibutuhkan kecepatan, kelincahan, dan konsentrasi tingkat tinggi. Akan tetapi, permainan ini sangat seru jika dimainkan secara beramai-ramai.

Aturan main dari permainan ini adalah kerikil dikumpulkan terlebih dahulu dengan jumlah tertentu. Lebih banyak kerikil yang digunakan akan membuat permainan menjadi lebih seru. Setelah itu pemain mengadakan kesepakatan jumlah kerikil yang harus diambil pemain. Setelah itu, dilakukan hompimpah untuk menentukan siapa pemain pertama.

Pemain melempar sebuah batu ke atas dan harus mengambil kerikil sejumlah kesepakatan sebelum batu yang di lempar kembali ditangkap. Jika pemain tersebut gagal, maka dilanjutkan oleh pemain berikutnya. Pemain yang berhasil mengumpulkan kerikil terbanyak keluar sebagai pemenang.

Bola Bekel

www.youtube.com

Hampir mirip dengan gatheng, permainan bola bekel juga memiliki aturan harus mengambil beberapa kecik ketika melempar bola. Yang membedakan antara keduanya adalah dalam bola bekel, bola tidak harus langsung ditangkap, namun dibiarkan memantul satu kali terlebih dahulu sebelum ditangkap.

Perlengkapan untuk permainan ini adalah satu bola karet dan sedikitnya empat kecik yang biasanya terbuat dari plastik atau logam. Cara bermainnya, pemain memantulkan bola karet dan mengambil kecik satu-satu, lalu dua-dua, dan seterusnya.

Setelah itu, kecik di bolak-balik dengan posisi tertentu. Hal ini harus dilakukan dalam maksimal satu pantulan bola karet. Jika pemain gagal mengambil kecik atau bola memantul lebih dari satu kali, dia dinyatakan gagal dan diteruskan pemain lainnya.

Ular Naga

regional.kompas.com

Dibutuhkan pemain yang cukup banyak dalam permainan ular naga, kira-kira lebih dari tujuh orang. Untuk aturan mainnya, dua orang akan menyatukan tangan di atas kepala sehingga membentuk sebuah terowongan dan menyanyikan lagu ular naga. Saat lagu dinyanyikan pemain lain berbaris membentuk seperti ular memutar melewati terowongan tersebut.

Lagu ular tangga kurang lebih liriknya seperti ini; Ular naga panjangnya, bukan kepalang. Menjalar – jalar selalu riang kemari. Umpan yang lezat itulah yang dicari. Ini dianya yang terbelakang. Ketika lagu selesai dan berhenti pada seorang anak, dia harus mengikuti salah satu pemain yang menjadi terowongan.

Yang memiliki pengikut terbanyak antara dua pemain yang membentuk terowongan akan menjadi ayam dan induk, sedangkan yang memiliki pengikut lebih sedikit akan menjadi serigala. Tugas serigala adalah menangkap anak ayam dan tugas induk ayam adalah melindunginya.

Layang-Layang

idntimes.com

Kuambil buluh sebatang, kupotong sama panjang.

Kuraut dan kutimbang dengan benang, kujadikan layang-layang.

Pasti Anda generasi 90-an tidak begitu asing dengan lagu tersebut. Layang-layang adalah mainan paling popular di kalangan anak-anak, khususnya anak lelaki. Ketika musim kemarau datang, anak-anak di desa beramai-ramai membuat layang-layang dan bermain di lapangan atau persawahan. Dengan bahan bilah bambu, kertas layang-layang, dan benang, mereka sudah bisa membuat sebuah layang-layang.

Memainkan layang-layang lumayan mudah. Ketika angin sedang berembus, layang-layang tinggal di angkat ke atas dan dibiarkan terkena angina dengan sekali-kali mengatur kencang kendurnya benang. Jika berhasil, layang-layang akan melayang di udara.  Pada awalnya, layang-layang hanya berbentuk segi empat saja.

Akan tetapi, seiring berkembangnya zaman, mulai ada banyak variasi layang-layang, mulai dari bentuk naga, ular, dan bentuk-bentuk lainnya. Mungkin saat ini agak sulit untuk bermain layang-layang karena lahan yang kosong mulai dibangun gedung-gedung. Namun, di daerah pedesaan hal ini masih tak jarang ditemui.

Cublak-Cublak Suweng

plus.kapanlagi.com

Cublak-Cublak Suweng merupakan permainan yang berasal dari Jawa Tengah. Dalam permainan ini, satu orang pemain harus berjongkok di tanah menghadap ke bawah dengan membentuk seperti meja, sedangkan pemain lainnya meletakkan tangan di atas punggung pemain yang membentuk seperti meja tersebut. Setelah itu mereka menyanyikan lagu Cublak-Cublak Suweng sambil memindahkan benda kecil dari tangan ke tangan.

Lagu Cublak-Cublak Suweng liriknya kurang lebih seperti ini.

Cublak – cublak suweng, Suwenge teng gelenter.

Mambu ketundung gudel.

Pak dempo wela welo.

Sopo ngguyu ndhelekake.

Sir-sirpong dhele kopong! Sir-sirpong dhele kopong!”

Setelah baris terakhir dinyanyikan, seorang yang berjongkok harus menebak di tangan mana benda kecil itu disembunyikan. Jika berhasil menebak, maka si pemegang benda tersebut bergantian menjadi orang yang jongkok. Apabila ia gagal menebak, ia harus menjadi orang yang jongkok lagi.

Jamuran

budayajawa.id

Selain Cublak-Cublak Suweng, ada lagi permainan yang berasal dari Jawa Tengah, yaitu Jamuran. Jamuran melibatkan banyak orang sebagai pemain. Untuk aturan mainnya, salah satu pemain berada di tengah, sedangkan yang lainnya membentuk sebuah lingkaran dan berjalan mengelilingi anak tersebut.

Setelah itu, semua menyanyikan lagu jamuran yaitu “Jamuran! Jamuran! Ndoge getok, jamur gaje mbejijeh sak oro-oro, sira badhe jamur opo?” Ketika lagu selesai, pemain yang mengelilingi tadi harus berhenti dan langsung duduk. Anak yang berada di tengah akan memilih jenis jamur apa. Memang permainan ini tidak ada menang atau kalah, namun hanya sebuah rekreasi saja.

Kotak pos

www.dictio.id

Permainan kotak pos merupakan permainan yang mudah dilakukan. Dalam permainan ini, pemain mengepalkan tangannya dan menyatukan di tengah. Salah satu pemain ada yang menjadi pemimpin dengan menyentuh satu per satu kepalan tangan sambil menyanyikan ‘Kotak pos belum diisi, mari kita isi dengan buah-buahan, tak uk uk minta apa?”

Setelah lagu berakhir, pemain yang terkena sentuhan terakhir harus menyebutkan tiga nama buah-buahan. Jika ia tidak dapat menyebutkan nama tersebut, dia harus keluar dari permainan dan dianggap kalah. Buah-buahan dalam permainan ini bisa diganti dengan nama-nama lain seperti sayur, nama artis, nama negara, atau yang lainnya.

Sepak Sekong

thegorbalsla.com

Permainan sepak sekong ini sebenarnya hampir sama dengan permainan petak umpet. Salah satu pemain menutup mata dan menghitung sampai waktu yang ditentukan. Saat berhitung, pemain lainnya mencari tempat sembunyi. Yang membedakan permainan ini dengan petak umpet adalah pemain yang bersembunyi harus menyentuh pos jaga dan berteriak ‘sekong!’

Si penjaga pun tidak boleh hanya menunggu di pos. Dia harus mencari orang yang bersembunyi dan menyentuhnya. Apabila semua pemain yang bersembunyi bisa menyentuh pos, maka si penjaga harus menjadi penjaga lagi.

Cendak Beralih

thegorbalsla.com

Permainan Cendak Beralih minimal dilakukan oleh tiga orang. Sebelum permainan dimulai, pemain akan melakukan hompimpah atau suit terlebih dahulu untuk menentukan pemain yang akan menjadi pencendak. Setelah pemain ditentukan, pemain lain harus menyilangkan tangan di depan dada selama beberapa waktu dan membukanya.

Apabila pencedak menyentuh pemain saat pemain tersebut tidak menyilangkan tangannya, maka ia harus berganti posisi dengan pemain yang menjadi pencendak. Hal itu dilakukan terus menerus. Meski tanpa alat atau benda apapun sebagai alat bantu, namun permainan ini sangat asyik untuk dilakukan, apalagi jika dimainkan beramai-ramai.

Gundu atau Kelereng

azzamoviero.com

Gundu atau kelereng merupakan permainan idaman para anak lelaki selain layang-layang. Tak jarang anak yang mengoleksi kelereng hingga satu kaleng biskuit. Mereka mengoleksi kelereng dengan berbagai macam motif dan ukuran.

Maka dari itu, kelereng ini dijadikan lahan bisnis bagi orang yang tajam dalam melihat situasi. Banyak penjual kelereng yang mangkal di sekolah-sekolah dan terbukti laris manis.

Ada berbagai macam permainan yang dapat dilakukan dengan kelereng, tergantung apa yang dipahami oleh anak-anak di daerah tertentu. Salah satu permainan dengan kelereng adalah pemain menggambar kotak lintasan di tanah.

Setelah itu, secara bergantian pemain akan menyentilkan kelereng mereka ke kelereng lawan. Jika mengenai kelereng tersebut dan keluar lintasan, maka kelereng itu menjadi miliknya.

Permainan lain yang dilakukan dengan kelereng adalah pemain membuat cekungan di tanah sedalam 5 cm. Kemudian, dari jarak tertentu mereka melemparkan kelerengnya ke arah cekungan tersebut. Pemain yang berada paling dekat dengan cekungan berhak mendapat giliran pertama.

Pemain harus memasukkan kelerengnya ke cekungan untuk mengincar kelereng lawan. Ketika kelereng berhasil dikenai, ia mati dan siapa yang bisa bertahan sampai akhir dia yang menang.

Bentik

gpswisataindonesia.wordpress.com

Permainan Bentik dilakukan dengan sebuah patahan ranting pohon atau kayu kecil yang pendek. Para pemain akan berlomba-lomba untuk mencari kayu yang terbaik dan diyakini dapat membawa kemenangan. Bahkan ada beberapa pemain yang meniupnya seakan-akan dengan melakukan itu, kayu mereka akan mendatangkan keberuntungan.

Sebelum permainan dimulai, pemain melakukan hompimpah untuk mendapatkan giliran pertama. Permainan dimulai dengan mendorong tongkat yang dipasang secara melintang pada sebuah lubang. Pemain menyebutnya dengan gerakan “mencuthat”.

Apabila tongkat melambung dan pemain lawan dapat menangkapnya, maka ia akan mendapat poin. Pemain dengan poin tertinggi keluar sebagai pemenang.

ABC Lima Dasar

ragampermainantradisional.blogspot.com

Permainan ABC lima dasar bisa dimainkan minimal dua orang. Berbeda dengan permainan lain yang mayoritas mengandalkan kelincahan atau keterampilan, permainan ini lebih membutuhkan pengetahuan dan kecerdasan. Untuk memainkan ini, barang yang dibutuhkan hanya kertas dan pulpen atau pensil.

Semua pemain menyumbangkan jarinya untuk menentukan huruf apa yang akan digunakan sebagai patokan. Sebagai contoh, ada 7 jari, maka dihitung dari abjad pertama, jatuh pada huruf ketujuh, yaitu G. Setelah itu semua harus segera menuliskan segala sesuatu yang diawali dengan huruf G dalam waktu tertentu.

Setelah waktu berakhir, jawaban peserta dicocokkan dan dinilai. Jawaban yang sama dengan pemain lainnya mendapat nilai 50, sedangkan jawaban yang berbeda dengan pemain lainnya mendapat nilai 100. Skor terbanyak dari permainan ini akan keluar sebagai pemenang.

Benteng-Bentengan

budayajawa.id

Permainan benteng-bentengan bisa dikatakan lebih spesial daripada permainan sebelumnya. Hal ini dikarenakan permainan benteng-bentengan pernah dimasukkan dalam kurikulum pelajaran olahraga. Permainan membutuhkan banyak pemain dan dibagi menjadi dua kelompok.

Setiap kelompok memiliki tiang sebagai pos dan benteng. Target permainan ini adalah menguasai benteng lawan.

Dengan segala kreativitasnya, pemain akan maju ke wilayah lawan dan berusaha menyentuh lawan. Jika lawan sudah tersentuh dalam keadaan di luar zona aman, ia dinyatakan sebagai tawanan.

Untuk memudahkan menguasai benteng lawan, maka harus banyak yang dijadikan sebagai tawanan. Kelompok yang berhasil menduduki benteng lawan dinyatakan sebagai pemenang.

Balap Karung

mtheodric.blogspot.com

Jika mendengar istilah hari kemerdekaan, pasti akan terbesit permainan balap karung. Rupanya, permainan balap karung sudah sangat  pada zamannya. Karung yang digunakan dalam permainan ini bebas, bisa berupa karung gandum, karung beras, atau karung goni.

Cara bermain balap karung cukup mudah. Intinya adalah peserta harus adu cepat untuk sampai garis finish dengan kondisi separuh badannya terbungkus oleh karung. Maka dari itu, satu-satunya cara untuk melaju adalah dengan melompat. Inilah yang menyebabkan di beberapa daerah ada yang menyebutnya dengan lompat karung.

Rumah-Rumahan Tanah

thegorbalsla.com

Permainan rumah-rumahan lebih sering dimainkan oleh anak perempuan. Secara permainan pun tidak seseru permainan anak lelaki yang lebih membutuhkan ketangkasan.

Dalam permainan ini, biasanya anak perempuan membuat petak-petakan tanah menjadi beberapa ruang sebagai miniatur dari rumah. Setelah itu mereka akan memainkan sebatang lidi sebagai orang-orangan dan memainkan permainan pura-pura memiliki rumah.

Boi-Boinan

www.boombastis.com

Boi-boinan merupakan permainan yang berasal dari Jawa. Biasanya permainan ini dimainkan menjelang matahari terbenam setelah mereka pulang sekolah. Laki-laki atau perempuan, semuanya bisa memainkan ini. Permainan ini mirip dengan bowling. Pemain harus melempar bola kertas ke susunan pecahan genting yang disusun.

Tim dalam permainan ini dibagi menjadi dua kelompok, satu sebagai pelempar bola sedangkan  satunya penyusun piramida pecahan genting. Tim pelempar harus bisa melempar bola tepat mengenai tumpukan pecahan genting agar jatuh berantakan. Kumpulan pecahan yang tersebar karena lemparan bola harus disusun kembali oleh tim penyusun.

Permainan menjadi lebih seru karena di saat tim penyusun sedang menyusun tumpukan, tim pelempar akan melempar mereka dengan bola kertas, dan pemain yang terkena lemparan bola kertas dinyatakan mati dan tidak dapat melanjutkan permainan. Maka dari itu, diperlukan kerja sama yang baik dalam permainan ini.

Jika tim penyusun berhasil menyusun tumpukan pecahan genting, dia harus berteriak “boi!” dan tim penyusun dinyatakan menang. Permainan ini amat bermanfaat bagi anak-anak. Selain dapat melatih kelincahan dan kecepatan, permainan ini juga mengajarkan anak tentang pentingnya kerja sama.

Bahkan dapat dikatakan bahwa peran ketangkasan dan kecepatan pada permainan ini lebih sedikit dibandingkan dengan kebutuhan kerja sama. Maka dari itu, sangat perlu permainan ini untuk dilestarikan.

Gasingan

thegorbalsla.com

Permainan Gasingan atau Gasing ini bukanlah seperti mainan gasing yang banyak dijumpai di pusat perbelanjaan atau toko mainan zaman sekarang. Gasing itu bukan terbuat dari susunan besi dan plastik, melainkan dari bluluk atau buah kelapa yang masih kecil. Nantinya bluluk inilah yang dijadikan gasing oleh anak-anak.

Untuk membuat gasing dari bluluk tidak dibutuhkan alat yang susah. Bahan yang diperlukan hanyalah bluluk, lidi pendek, dan sebuah karet gelang. Karet gelang disatukan dengan bluluk dengan cara menancapkannya dengan lidi. Setelah jadi, bluluk yang sudah tersambung dengan karet diputar-putar dan dilepaskan.

Setelah berkembang, ada gasing yang terbuat dari bambu yang dibentuk sedemikian rupa. Cara memainkannya agak lebih sulit, yakni menggunakan tali kenur atau tali sejenis. Tali dililitkan ke gasing kemudian sambil di lempar tali tersebut ditarik. Alhasil gasing pun berputar dan siap untuk di adu.

Gatrik

www.dictio.id

Gatrik adalah sebuah permainan yang berasal dari Jawa Barat. Yang dibutuhkan untuk memainkan gatrik adalah batu bata, sebuah tanah lapang, dan tim dengan masing-masing tim beranggota 2 orang. Permainan ini mirip dengan bentik.

Yang membedakan keduanya adalah teknik memukulnya. Selain anak-anak, orang dewasa juga gemar memainkan permainan ini.

Untuk cara mainnya adalah pemain menyilangkan gatrik di atas batu. Lalu, gatrik yang lebih panjang dipakai untuk melemparkannya dengan cara di sodok.

Apabila gatrik yang terlempar ke udara berhasil ditangkap, maka kelompok tersebut mendapatkan nilai 1 poin. Tim dengan poin tertinggi dinyatakan sebagai pemenang.

Kasti

kusniyati09.blogspot.com

Seperti halnya benteng-bentengan, kasti juga menjadi salah satu permainan yang kadang dimasukkan kurikulum sekolah dalam mata pelajaran olahraga. Kasti membutuhkan 12 orang sebagai pemainnya, dibagi ke dalam 2 tim, yakni tim jaga dan tim main.

Tim penjaga bertugas sebagai pelempar bola, menjaga pemain yang memukul bola, dan sisanya menyebar untuk bersiap-siap menangkap bola yang dipukul.

Bagi tim main, tugas mereka adalah mencoba memukul bola sejauh mungkin dan berlari melalui beberapa pos dan kembali ke home atau rumah mereka.

Jika tim jaga berhasil menangkap bola dan menyentuhkan bola ke tim main yang memukul sebelum dia masuk pos, maka tim main menjadi tim jaga dan tim jaga langsung menjadi tim main.

Lenggang Rotan

www.tintapendidikanindonesia.com

Jika Anda tidak asing dengan hoola hoop, berarti Anda tidak akan merasa asing dengan lenggang rotan. Ternyata permainan ini sudah ada sejak zaman dahulu.

Anak-anak bermain hoola hoop dengan bahan rotan. Barang siapa yang bisa memutar rotan tersebut paling lama, maka dialah yang dinyatakan sebagai pemenangnya.

Masak-Masakan

ragampermainantradisional.blogspot.com

Seperti permainan rumah-rumahan tanah, masak-masakan juga paling sering dimainkan oleh anak perempuan. Mereka memainkan imajinasi mereka dan membayangkan menjadi seorang juru masak.

Bahan-bahan yang digunakan untuk bermain masak-masakan pun juga imajiner, seperti tanah sebagai nasi, daun-daun sebagai lauk, atau ranting sebagai pengganti ayam.

Selain berpura-pura menjadi seorang juru masak, permainan ini juga biasanya diiringi dengan pura-pura berinteraksi layaknya ibu-ibu yang sedang asyik bercakap-cakap di rumah. Anak perempuan bisa sangat mahir memainkan peran karena sering ikut ibunya dalam melakukan aktivitas yang diperankan oleh mereka.

Donal Bebek

www.youtube.com

Permainan donal bebek dimainkan oleh banyak anak. Pemain akan membentuk lingkaran sambil menepukkan tangan antar satu dan lainnya dengan iringan lagu “Donal bebek maju satu langkah.” Kata maju dalam lagu tersebut dapat diganti dengan mundur dengan jumlah sesuai kesepakatan.

Setelah melangkah maju atau mundur, pemain akan melakukan suit atau hompimpah. Pihak yang menang akan melangkahkan kaki dan menginjak kaki milik temannya. Jika gagal, dia harus keluar permainan dan menunggu sampai permainan berakhir. Jika dia berhasil menginjak, maka yang kakinya diinjak harus keluar. Pemenang adalah pemain yang sanggup bertahan sampai akhir permainan.

Bakiak atau Teklek

www.dictio.id

Bakiak atau teklek adalah permainan yang membutuhkan kekompakan dalam tim. Bentuk bakiak seperti sandal namun memanjang dengan 4 atau 5 tempat untuk pijakan kaki. Satu kelompok terdiri dari 3 sampai 5 orang dan masing-masing akan adu cepat untuk sampai ke garis finish. Kelompok yang terlebih dulu sampai dinyatakan menang. Sedangkan kelompok yang jatuh di tengah jalan harus kembali lagi dari garis awal.

Polisi-Polisian

Permainan ini digemari oleh para anak lelaki karena kesukaan mereka terhadap tokoh polisi. Untuk memainkan permainan ini dibutuhkan minimal dua orang. Akan tetapi, permainan akan jauh lebih menyenangkan apabila pemain semakin banyak.

Inti permainan ini adalah pemain berpura-pura beradegan layaknya polisi yang sedang memburu penjahat.

Pemain dibagi menjadi dua, yaitu tim polisi dan tim penjahat. Tim penjahat diberi waktu untuk bersembunyi. Ketika waktu sudah berakhir, tim polisi berusaha menangkap semua tim penjahat.

Jika tim polisi berhasil menangkap semua penjahat, maka dinyatakan menang. Yang membuat permainan ini seru adalah tim penjahat bisa bersembunyi di banyak tempat, mulai kebun, rumah, balik pohon, dan lain-lain.

Rangku Alu

www.youtube.com

Permainan ini disebut juga tari tongkat. Di beberapa daerah, permainan ini bahkan dipentaskan dengan diiringi musik saat pertunjukannya. Alat yang diperlukan untuk memainkan ini adalah empat buah tongkat yang kemudian akan dipegang dan dibuka-tutupkan.

Pemain harus bisa melompat tepat untuk menghindari terkena tongkat ketika membuka dan menutup. Apabila dia gagal, dia harus berganti giliran.

Paraga

gopena.net

Pada awalnya, permainan ini dimainkan oleh suku Bugis dan juga orang dewasa. Paraga dimainkan secara beregu. Permainan ini menggunakan bola yang terbuat dari rotan, mirip dengan bola pada permainan bola takraw. Bisa dikatakan permainan ini mirip dengan permainan bola takraw pada umumnya.

Para pemain harus menggocek bola dengan menggunakan kaki atau kepala tanpa boleh menyentuh tanah. Ada hal menarik dari permainan ini. Terkadang sebelum permainan, bola rotan yang digunakan untuk bermain dibacakan mantra terlebih dahulu agar bolanya menjadi ‘hidup’.

Pletokan

ragampermainantradisional.blogspot.com

Dinamakan pletokan karena bunyi yang dihasilkan dari permainan ini adalah bunyi pletok. Permainan ini sering pula disebut dengan tembak-tembakan bambu. Meski sekilas terlihat berbahaya, namun permainan ini sebenarnya tidak seperti yang disangka-sangka.

Bahkan, permainan ini mengajarkan anak untuk mengatur strategi dan melatih kewaspadaan ketika menghadapi bahaya.

Alat pletokan terbuat dari bambu dengan ukuran 30 cm. Jenis bambu yang digunakan adalah jenis bambu kecil yang pas ketika dimasuki biji-bijian sebagai peluru.

Anak laki-laki sangat menggemari permainan ini karena permainan ini seperti simulasi permainan perang-perangan yang disukai mayoritas anak laki-laki.

Amelia-Amelia

thegorbalsla.com

Permainan Amelia-Amelia dimainkan oleh minimal lima orang. Satu orang berperan sebagai orang miskin dan yang lain menjadi orang kaya. Orang kaya akan bergandengan dan menyanyikan lagu secara bergantian agar si miskin bisa memperoleh anak dari si kaya. Skema nyanyian pada permainan kurang lebih seperti ini.

Miskin : kami orang miskin, Amelia … Amelia …

Kaya : kami orang kaya, Amelia … Amelia …

Miskin : kami minta anak satu, Amelia … Amelia …

Kaya : namanya siapa Amelia … Amelia…

Miskin : namanya Susi (bisa diganti nama lain), Amelia … Amelia …

Kaya : seperti apa, Amelia … Amelia …

Miskin : seperti artis India (bisa diganti dengan kriteria lain), Amelia … Amelia…

Kaya : ini Susinya, Amellia … Amelia …

Setelah itu, si kaya akan memberikan satu anak kepada si miskin. Setelah habis, pemain akan memainkan permainan ayam dan serigala. Si kaya menjadi serigala dan si miskin menjadi ayam. Si induk ayam harus berusaha melindungi anak-anaknya dari serangan serigala.

Kucing dan Tikus

doripos.com

Permainan kucing dan tikus dilakukan dengan banyak pemain. Di awal permainan, akan ada dua pemain yang berperan sebagai kucing dan tikus, sedangkan sisanya membuat lingkaran dengan cara bergandengan tangan. Tugas si kucing adalah menangkap tikus yang ada di tengah lingkaran. Jika kucing berhasil menangkap tikus maka mereka akan berganti giliran.

Ketapel

gopena.net

Ketapel merupakan permainan yang terbuat dari dahan pohon berbentuk huruf Y. Dahan tersebut selanjutnya di raut dengan pisau hingga terlihat lebih bagus. Setelah itu diberi karet untuk menghubungkan dua titik pada ujung huruf Y.

Di tengah-tengah diberi semacam kertas sebagai tempat untuk meletakkan peluru. Cara memainkannya mirip dengan perang-perangan bambu. Bahkan, permainan ini bisa dikombinasikan dengan permainan tersebut.

Lari Tempurung

gopena.net

Lari tempurung adalah permainan adu cepat seperti balap lari, namun menggunakan tempurung kelapa sebagai alas kaki. Tempurung kelapa itu diberi lubang sehingga berbentuk seperti sandal jepit.

Kemudian diberikan tali yang terhubung ke tempurung kelapa tersebut. Permainan ini cukup mudah dimainkan oleh siapa saja, bahkan orang dewasa sekalipun.

Mendorong Ban

takimzone.com

Prinsip permainan mendorong ban sangatlah sederhana. Pemain hanya perlu memastikan roda berputar ke arah garis finish tanpa terjatuh secepat-cepatnya.

Pemain akan mendorong-dorong ban untuk menambah kecepatan atau mengubah arah laju ban tersebut. Ban yang biasa digunakan adalah ban motor atau mobil bekas yang sudah tak terpakai.

Mercon Bambu

jogja.tribunnews.com

Permainan mercon bambu adalah semacam permainan miniatur dari meriam. Dikatakan demikian karena suara yang dihasilkan dari mercon bambu ini terdengar mirip sekali dengan suara meriam ketika di tembakkan. Anak-anak biasanya memainkan ini dalam rangka memperingati hari-hari besar seperti lebaran atau tahun baru.

Ngadu Muncang

ragampermainantradisional.blogspot.com

Prinsip permainan ngadu muncang terbilang sederhana. Pemain akan meletakkan satu muncang di bawah dan melemparinya dengan muncang yang lain. Muncang yang pecah karena lemparan tersebut dinyatakan kalah, sedangkan pemilik muncang yang tidak pecah dinyatakan menang. Untuk menambah keseruan, biasanya permainan ini dibuat seperti turnamen.

Demikian berbagai nama-nama permainan tradisional yang patut dilestarikan. Bukan hanya kesederhanaannya, permainan tradisional harus dilestarikan karena mengandung nilai sejarah serta nilai-nilai positif dalam kehidupan. Hal ini bisa mengurangi dampak negatif dari permainan masa kini yang kebanyakan dinikmati lewat layar kaca. dengan permainan tradisoainal di harapkan anak-anak jaman sekarang tidak terus-terusan bermain dengan gadgetnya.

40+ Permainan Tradisional, Gambar, Penjelasan, Dan Cara Bermain

Senjata Tradisional Dari 32 Provinsi Beserta Gambar Dan Penjelasan

Senjata Tradisional – Indonesia adalah negara yang kaya akan budaya dan sejarah. Sejarah kerajaan zaman dahulu mewariskan berbagai hal. Salah satunya adalah senjata tradisional turun temurun. Berikut adalah berbagai senjata tradisional di Indonesia.

1. Senjata Tradisional Lampung

  •  Terapang

www.sejarah-negara.com

Terapang merupakan senjata tradisional pertama di Lampung yang sangat populer. Bentuknya  seperti keris digunakan bangsawan zaman Kerajaan Tulang Bawang dan untuk ritual adat.

  •  Payan

www.tradisikita.my.id

Payan adalah senjata tradisional tertua di Lampung. Bentuk Payan seperti tombak dengan gagang sepanjang 150-180 cm. Mata ujung tombak yang lancip dan terbuat dari besi.

  •  Badik

Dalam budaya masyarakat Lampung senjata badik digunakan untuk melindungi diri. Zaman dahulu selalu dibawa penduduk untuk ke sawah atau bepergian. Biasanya laki-laki muda di Lampung menyelipkan badik di ikat pinggang.

  •  Candung

Candung ini yang sampai sekarang digunakan untuk berladang, memasak di dapur, dan sebagai senjata pelindung ketika tersesat di hutan.

2. Senjata Tradisional Bengkulu

  •  Keris

Keunikan dari senjata asli bengkulu ini adalah bagian lekuknya yang berjumlah genap dan terdapat tahta pada gagang dan sarung.

  •  Rambai Ayam

Rambai Ayam merupakan satu-satunya senjata tradisional yang hanya didapatkan di Bengkulu. Bentuk senjata ini seperti tusuk yang memiliki ujung runcing dan satu sisinya sangat tajam.

  •  Sewar

Sewar berbentuk menyerupai tikam yang berupa sebilah pisau memiliki satu mata tajam. Ujung dari Sawar tersebut dapat dipakai sebagai senjata tusuk. Umumnya  diselipkan pada ikat pinggang.

  •  Dodong

Dodong biasanya digunakan untuk melengkapi aksesoris busana adat pengantin pria. Kita dapat menemukan senjata ini di Museum Bengkulu yang divpajang dalam kotak kaca.

  •  Rudus

Rudus adalah salah satu senjata tradisional asli Bengkulu yang digunakan prajurit untuk berperang dan prosesi penobatan raja dahulu. Bentuknya terlihat seperti golok dilengkapi satu mata tajam.

3. Senjata Tradisional Kepulauan Riau

  •  Pedang Jenawi

Merupakan senjata tradisional pertama dan sering digunakan oleh prajurit perang dari Kerajaan Melayu. Pedang Jenawi memiliki ukuran 1 meter sehingga berfungsi sebagai perang tanding jarak dekat.

  •  Badik Tumbuk Lada

Meskipun lebih dikenal sebagai senjata tradisional dari Jambi faktanya Badik Tumbuk Lada berasal dari Kepulauan Riau. Merupakan senjata tradisional asli dari adat melayu yang berada di Kepulauan Riau.

4. Senjata Tradisional Jambi

  •  Keris Siginjai

Keris ini merupakan peninggalan dari Raja Orang Kayo Hitam yang terkenal bijaksana. Bahan baku pembuatan keris ini adalah emas, kayu besi, dan nikel. Keris Siginjai memiliki panjang kurang lebih 39 cm dan memiliki 5 lekukan.

  •  Badik Tumbuk Lada

Tetapi senjata tersebut juga khas dari Melayu dan terdapat pula di Kepulauan Riau. Senjata Badik Tumbuk Lada tersebut lebih terkenal di kalangan penduduk semenanjung melayu.

  •  Sumpit

Di Provinsi Jambi senjata sumpit tersebut lebih sering digunakan oleh suku anak dalam. Biasanya mereka membawa Sumpit untuk berburu binatang. Anak panah Sumpit dapat diisi dengan racun.

  •  Tombak Jambi

Tombak Jambi memiliki keunikan yakni pada bagian tangkai pegangan tombak paling pangkal yang di runcingkan. Ditambah dengan tangkai dekat mata pedang terdapat sebuah penadah.

  •  Pedang Jambi

Pedang asli Jambi tersebut jika sekilas dilihat memiliki bentuk seperti pedang umumnya. Ciri khas dari Pedang Jambi yakni terdapat dua mata pada bilah pedang ini. Kedua bilah tersebut diasah hingga menjadi sangat tajam

5. Senjata Tradisional Bangka Belitung

  •  Parang Bangka

www.tradisikita.my.id

Keistimewaan Parang Bangka dibandingkan parang lain adalah berbentuk seperti layar kapal. Biasanya digunakan dalam pertarungan jarak pendek. Diameter senjata ini kurang lebih 40 cm.  

  •  Kedik

www.tradisikita.my.id

Kedik lebih banyak digunakan untuk bertani terutama di perkebunan lada. Cara penggunaannya dengan meletakkan diatas tanah kemudian ditarik ke belakang.

  •  Siwar

Siwar adalah senjata tradisional yang berbentuk mirip sebilah golok panjang. Siwar terdapat dua macam yaitu Siwar Panjang dan Siwar Pendek. Siwar Panjang jika dilihat sekilas seperti Mandau. Sedangkan Siwar Pendek memiliki panjang seukuran dengan Keris.

6. Senjata Tradisional Sumatera Selatan

  •  Keris Palembang

Keris Sumatera Selatan ini memiliki lekukan ganjil yakni 7 lekukan atau 9 lekukan sampai 13 lekukan. Saat ini dibentuk replika dan digunakan sebagai aksesoris pakaian adat pria.

  •  Tombak Trisula

Tombak Trisula merupakan satu-satunya senjata tradisional yang tidak ada di tempat lain dan paling terkenal di provinsi ini. Ciri khasnya memiliki satu sisi berbentuk trisula dan sisi lain berbentuk mata tombak biasa.

  •  Skin

Skin sering disebut dengan Jembi. Dianggap artefak berbentuk senjata tusuk genggam dengan salah satu bilah yang berbentuk runcing dan tajam. Skin adalah benda keramat yang memiliki kekuatan magis. Skin berukuran 25-30 cm dan Skin pendek berukuran 10-15 cm.

7. Senjata Tradisional Aceh

  •  Rencong

Rencong melambangkan identitas diri, simbol keberanian, dan ketangguhan. Rencong miliki kaum bangsawan terbuat dari emas dan sarung gading gajah. Rencong yang digunakan masyarakat hanya terbuat dari besi putih dan sarung dari kayu. Rencong ada 4 jenis yakni Rencong Meucugek, Meupucok, Pudoi, Meukuree.

  •  Siwah

Siwah termasuk senjata tradisional yang langka dan harganya mahal. Biasanya Siwah yang memiliki sarung hiasan permata dan emas tidak digunakan sebagai senjata tetapi perhiasan.

  •  Peudeung

Dalam bahasa Aceh Paedeung adalah pedang.  Berfungsi sebagai senjata untuk mentetak dan pencincang. Peudeung ini memiliki beberapa jenis diantaranya Peudeung Habsyah, Turki, Poertugis.

8. Senjata Tradisional Riau

  •  Keris Riau

Keris melambangkan suatu kehormatan, perlindungan diri, dan kebanggaan. Budaya Melayu Riau hingga saat ini selalu menggunakan keris dengan menggandengkannya dalam pakaian adat.  

  •  Beladau

Berbentuk seperti pisau belati dan lebih dikenal pada masyarakat wilayah Riau, Kepulauan Riau sampai Mentawai.  Fungsinya untuk menikam dan menyayat. Panjang Beladau umumnya sekitar 24 cm.

  •  Kelewang

Kelewang dapat disebut juga golok khas Provinsi Riau. Pada zaman Hindia Belanda sering digunakan oleh para prajurit dan penduduk. Saat ini senjata tersebut dimanfaatkan untuk keperluan pertanian di sawah atau berkebun.

  •  Pedang Jenawi

Zaman dahulu tidak sembarangan orang bisa memakai Pedang Jenawi. Hanya orang berkuasa, yang dihormati, dan cerdas, dapat memilikinya. Keunggulannya dapat di tebas ke kanan dan kiri, dan menjadi tombak pada bagian depan.

9. Senjata Tradisional Sumatera Barat

  •  Kerambit

Kerambit berbentuk pisau dengan bilah sikunya melengkung. Pada masa kemerdekaan Tentara Minang di persenjatai dengan Kerambit di pinggang.

  •  Karih

Karih atau keris dari Sumatera Barat memiliki lengkungan sedikit, hulu melengkung ke bawah, dan sudut luk lebar. Dulu digunakan para bangsawan dan penghulu kerajaan.

  •  Kelewang

Pada masa Perang Padri digunakan sebagai senjata pasukan kerajaan. Berbentuk seperti golok dan sekarang digunakan untuk bertani.

  •  Ruduih

Ruduih berupa pedang yang satu sisi bilahnya tajam. Pada tahun 1908 dipersenjatai untuk prajurit kerajaan dalam Perang Manggopoh.

  •  Piarik

Merupakan peninggalan budaya Hindu Siwa. Ciri khas Piarik yaitu tombak bermata 3 yang tajam.

10. Senjata Tradisional Sumatera Utara

  •  Hujur Siringis

Menyerupai sebuah tombak yang bermaterial kayu dan ujungnya adalah logam runcing. Digunakan Suku Batak untuk berperang.

  • Piso Gaja Dompak

Sebilah pisau yang gagangnya berukuran gajah. Merupakan warisan peninggalan Raja Sisingamangaraja I dan dulu tidak dipakai untuk membunuh.

  •  Piso Silima Sarung

Kekhasan dari pisau ini yaitu dalam satu sarung terdapat lima bilah pisau.

  •  Tumpuk Lada

Efektif untuk pertempuran jarak dekat. Saat ini digunakan sebagai perhiasan saat pernikahan. Selain itu dapat dijadikan jimat dan diisi racun.

11. Senjata Tradisional Jawa Barat

  •  Kujang

Muncul pada awal abad ke-8 dan memiliki panjang 20-25 cm. Saat zaman Kerajaan Tarumanegara digunakan untuk melindungi diri.

  •  Balincong

Sebagai senjata untuk memecah batu dan menggali tanah. Balincong memiliki 2 mata yang tajam dengan arah berlawanan dan berbentuk runcing.

  •  Bedog

Fungsinya untuk menebang pohon, menyembelih, dan memotong daging. Ukuran Bedog sekitar 30-40 cm dan dibawah 30 cm.

  •  Baliung

Bentuknya menyerupai Kapak dengan panjang 30-35 cm dan terbuat dari kayu. Keistimewaannya pada bagian pangkal terbuat dari besi dan baja tebal.

  •  Congkrang

Termasuk senjata tradisional yang langka. Biasanya digunakan untuk menyiang rumput kecil dan berbentuk menyerupai cangkul kecil.

  •  Sulimat

Bentuknya mirip pisau bermata runcing. Saat ini digunakan para petani untuk mengupas kelapa.

12. Senjata Tradisional Jakarta

  •  Golok

Pemilik Golok biasanya menyelipkannya dipinggang. Ada 2 macam Golok yaitu Gablongan untuk bekerja dan Sorenan untuk simpanan.

  •  Keris

Berbentuk seperti keris pada umumnya. Penelitian sejarawan menilai keris adalah warisan budaya Sunda dan Cirebon.

  •  Belati

Bagi masyarakat Betawi hanya untuk melengkapi perkakasnya. Belati berukuran kecil dengan bilah tebal dan lancip melengkung pada bagian ujungnya.

  •  Cangkingan

Asal mula nama Cangkingan karena berbentuk kecil dan sering dibawa kemana saja oleh pemuda Betawi. Saat ini Cangkingan menjadi senjata langka.

  •  Toya

Dahulu digunakan di perguruan silat sebagai alat latihan para murid. Toya dilengkapi dengan gerigi kasar pada kedua ujungnya.

  •  Pisau Raut

Tidak digunakan ketika perang tetapi lebih bernilai seni. Pisau Raut dijadikan aksesoris baju adat pria Betawi. Biasanya diselipkan pada ikat pinggang dan dilengkapi bunga melati.

13. Senjata Tradisional Jawa Tengah

  •  Wedhung

Merupakan jenis senjata tusuk dengan satu mata bilah yang sangat tajam. Kerangka wedhung terbuat dari kayu jati. Wedhung lebih banyak digunakan masyarakat sekitar.

  •  Keris

Selain senjata juga diakui karena nilai seninya yang tinggi. Zaman dulu digunakan sebagai pengenal identitas kelompok. Bentuknya mulai dari tidak berlekukan sampai memiliki lekukan 3,  5, dan 7.

  •  Thulup

Cara penggunaan Thulup dengan ditiup dan ujungnya dapat diisi rancun cair. Biasanya digunakan saat berburu hewan dan mempunyai ukuran lebih pendek dari Sumpit.

  •  Plinteng

Plinteng sering disebut senjata mainan anak-anak dimasa lampau. Plinteng atau Ketapel ini terbuat dari sebuah kayu, selembar kulit, serta 2 karet. Untuk pelurunya menggunakan batu kecil.

  •  Condroso

Condroso dahulu sering dibawa wanita sebagai pegangan. Bentuknya hampir mirip dengan tusuk konde dan digunakan wanita untuk melindungi diri.

14. Senjata Tradisional Banten

  •  Bedog

Bedog biasanya digunakan oleh jawara banten. Merupakan senjata yang penting dalam kehidupan sehari-hari. Berfungsi untuk menebang pohon, membelah kelapa, dan keperluan lain.

  •  Golok Ciomas

Berbentuk seperti Golok umumnya, namun sangat tajam. Golok Ciomas umumnya menjadi senjata simpanan untuk membela diri. Nama Golok Ciomas berasal dari daerah “Ciomas”.

  •  Golok Salungkar

Dianggap sebagai pusaka keramat peninggalan Banten. Golok ini terbuat dari besi pelat hitam yaitu besi selungkar dan besi dari kikir bekas.

  •  Parang

Dahulu Parang dipakai untuk membuat rumah panggung warga yang berbahan bambu. Selain itu sering digunakan untuk aktivitas sehari-hari.

15. Senjata Tradisional Jawa Timur

  •  Clurit

Clurit berasal dari legenda seorang mandor tebu dari Pasuruan. Clurit melambangkan perlawanan, harga diri, dan strata sosial.

  •  Buding

Buding berasal dari Kabupaten Banyuwangi. Berfungsi untuk membantu kegiatan sehari-hari dan senjata perlindungan diri.

  •  Bionet

Biasanya dikenal masyarakat Sumenep, Jawa Timur. Berbentuk lurus dengan dua sisi yang tidak terlalu tajam. Bionet memiliki fungsi sosial bagi masyarakat Jawa Timur.

  •  Caluk

Berbentuk seperti Golok yang panjang dengan lengkungan di ujung. Dibagian tengah Caluk terdapat Kapak kecil.

16. Senjata Tradisional Yogyakarta

  •  Keris

Keris dapat digunakan sebagai senjata perang jarak dekat. Penggunaannya dengan menghunus dari sarung dan dipakai menikam musuh pada jarak dekat.

  •  Tombak

Alat peperangan yang berbentuk lebih panjang dari keris dan menggunakan ganggang tombak. Selain itu dapat digunakan untuk berburu.

  •  Patrem

Patrem berukuran lebih kecil dibandingkan Keris. Berfungsi menyerang musuh pada pertempuran jarak dekat.

  •  Wedhung

Serupa dengan pisau yang berukuran besar. Penggunaannya diselipkan samping badan. Pada Kraton Yogyakarta, Wedhung adalah senjata abdi dalem.

  •  Condroso

Berbentuk tusuk konde yang diselipkan diantaranya. Senjata ini mematikan lawan dalam keadaan lengah. Biasanya digunakan mata-mata wanita.

  •  Cangah

Berupa tombak dengan 2 mata. Penggunaannya dengan diarahkan keleher lawan untuk menjepit.

17. Senjata Tradisional Kalimantan Timur

  •  Mandau

Asli dari Suku Dayak dan merupakan pusaka keramat. Sejenis dengan parang dan panjangnya 1,5 meter. Memiliki ukiran bilah yang tidak terlalu tajam.  

  •  Bujak

Senjata tradisional sejenis Tombak dan berukuran hampir sama dengan Tombak.

  •  Gayang

Warisan leluhur Suku Dayak Kadazandusun dengan desain bilah dan sarung melengkung mirip parang. Ukurannya lebih panjang dari Mandau.

  •  Sumpit

Digunakan dengan cara ditiup. Sumpit terbuat dari batang bambu dan anak panah yaitu bilah bambu, lidi, atau aren.

18. Senjata Tradisional Kalimantan Utara

  •  Telawang

Perisai tubuh dari serangan lawan ketika berperang. Berbentuk prisma dengan lebar 30-50 cm dan tinggi 1,5-2 m dan terbuat dari kayu pelantan yang ringan.

  •  Lonjo

Anyaman rotan yang diikat dengan besi tajam dan memiliki tangkai bambu atau kayu keras. Biasanya digunakan untuk berburu binatang.

  •  Dohong

Berbentuk seperti Keris yang memiliki dua sisi yang tajam. Terdapat tanduk yang di sarungi kayu dibagian ujungnya.

19. Senjata Tradisional Kalimantan Selatan

  •  Sungga

Saat berperang senjata ini dipasang dibawah jembatan sebagai jebakan. Diciptakan oleh masyarakat saat Perang Banjar.

  •  Mandau

Senjata Suku Dayak tersebut juga terdapat di Kalimantan Selatan.

  •  Sarapang

Berbentuk trisula dengan mata tombak 5 atau 4 buah dan 1 mata tombak tepat ditengah.

  •  Keris Banjar

Bentuknya sangat khas yakni dari campuran besi dan logam. Terdapat ukiran Banjar di Keris tersebut.

20. Senjata Tradisional Bali

  •  Tayuhan

Berasal dari peninggalan Majapahit dan merupakan lambang identitas diri. Saat ini Tayuhan dianggap benda pusaka.

  •  Wedhung

Sejenis belati yang berasal dari logam hasil tempaan dan gagang kayu yang diukir. Wedhung Bali berukiran khas Bali.

  •  Tiuk

Sejenis belati namun digunakan sebagai alat masak dan keperluan dapur

  •  Taji

Umumnya digunakan untuk perlengkapan tarung ayam, dan upacara tabur roh.

21. Senjata Tradisional Nusa Tenggara Barat

  •  Kelewang

Pedang khas warisan Kerajaan Lombok. Berbentuk bilah besi dengan lengkungan khas dan berujung mata tajam.

  •  Golok

Berasal dari Suku Sasak dan gagang Golok yang berbentuk tanduk ukir seekor singa. Sarangnya terbuat dari kayu.

  •  Tulup

Sering digunakan untuk memburu hewan jarak jauh. Nama lain Tulup adalah Sumpit dan berfungsi sama.

22. Senjata Tradisional Nusa Tenggara Timur

  •  Sundu

Sundu berbentuk seperti Keris tetapi lurus. Selain itu genggamannya menyerupai pola sayap burung yang bermotif horizontal.

  •  Kabeala

Merupakan Parang yang berasal dari Pulau Sumba. Kabeala ini melekat di pinggang pria dewasa.

23. Senjata Tradisional Maluku

  •  Parang Salawaku

Berupa sepasang parang tradisional yang terdiri Parang dan Salawaku. Parang ini adalah lambang pemerintah Kota Ambon. Senjata ini sebagai atribut penari pria saat menarikan tarian cakelele.

  •  Kalawai

Secara etimologi “Kalawai” berarti menikam air. Bentuknya mirip dengan tombak dan terdapat mata tombak. Kalawai digunakan untuk menangkap ikan dalam air.

  • Senjata Tradisional Maluku Utara

Senjata tradisional di Maluku Utara sama seperti Maluku yakni Parang Salawaku dan Kalawai.

24. Senjata Tradisional Papua

  •  Busur dan Panah

Senjata paling populer di Papua dan digunakan untuk berburu. Busur berasal dari kayu rumi dan seutas tali yaitu rotan. Anak panahnya terbuat dari asahan tulang hewan.

  •  Tombak

Digunakan untuk berburu dan berperang. Pegangan tombak adalah kayu dan matanya dari tulang yang tajam.

  •  Pisau Belati

Ciri khusus Pisau Belati Papua adalah berasal dari kaki burung endemik Papua. Tulang kaki burung kasuari ini dibentuk dan diasah. Genggaman dari pisau belati ditambahkan hiasan serat alam atau bulu kasuari tersebut

  •  Kapak Batu

Asal usulnya dari kapak yang dipakai untuk bertani. Kapak yang berasal dari batuan tersebut di sambungkan dengan tongkat kayu dan diikat dengan rotan.

25. Senjata Tradisional Papua Barat

Senjata tradisional Papua Barat sama dengan senjata yang terdapat di daerah Papua. Hal ini disebabkan karena Papua dan Papua Barat memiliki latar belakang yang sama.

26. Senjata Tradisional Sulawesi Utara

  •  Pedang Bara Sangihe

Dahulu digunakan Henkeng U Nang yaitu seorang pahlawan Sulawesi Utara. Berbentuk khas yakni memiliki ganggang 2 cabang yang terdapat gerigi ditengahnya.

  •  Peda

Ciri khas Peda ialah ukurannya 50 cm, pada bagian bilah terbuat dari besi dan kayu keras di bagian hulu.

27. Senjata Tradisional Sulawesi Selatan

  •  Badik Raja

Berasal dari Kajuara, Kabupaten Bone. Mitos yang berkembang Badik ini dibuat oleh makhluk halus. Ukurannya sekitar 20-25 cm dan dari logam berkualitas tinggi.

  •  Badik Lagecong

Dahulu dipakai dalam peperangan dan keadaan terdesak. Jika melukai lawan dengan ini maka akan menghembuskan nafas dengan penderitaan karena membutuhkan waktu lama.

  •  Badik Luwu

Ciri khususnya berbentuk seperti mabuku tedong dengan bilah yang lurus dan tajam dibagian ujungnya.

  •  Badik Lompo Battang

Lompo Batang atau perut besar ternyata sama seperti bentuk bilahnya yang besar. Badik ini banyak diincar kolektor.

28. Senjata Tradisional Sulawesi Barat

  •  Jambia

Memiliki bentuk menyerupai Badik namun Jambia lebih lebar pada bilah bagian tengah. Ada 2 macam Jambia yaitu Jambia Baine dan Jambia Muane.

  •  Badik

Badik Sulawesi Barat ini termasuk ukuran pendek dan memiliki mata panjangnya 18-20 cm dan lebar 2 cm.

  •  Kandawulo

Sejenis senjata tajam bermaterial besi biasa. Berbentuk sederhana dan dipakai sebagai alat tebas atau alat potong.

29. Senjata Tradisional Sulawesi Tenggara

  •  Parang Taawu

Pusaka dari masyarakat Suku Mekongga, Kabupaten Kolaka. Dahulu digunakan oleh raja-raja berbeda dengan sekarang dimanfaatkan untuk bertani.

  •  Keris Aru Palaka

Keris ini terbuat dari emas dan memiliki bentuk berlekuk. Dahulu para prajurit menggunakan keris ini untuk bertarung.

30. Senjata Tradisional Sulawesi Tengah

  •  Parang

 

Berbentuk seperti Parang pada umumnya, namun bengkok dibagian hulu dan sarungnya bertali.

  •  Guma

Sejenis Parang panjang yang diwarisi turun temurun. Mata parang berasal dari batu keras dan ukiran tengkorak manusia di pangkal.

  •  Cakalele

Disebut juga Perisai dengan material kayu berlapis besi tipis.

31. Senjata Tradisional Gorontalo

  •  Aliyawo

Dahulu digunakan saat Perang Panipi. Berasal dari empat Kerajaan Limboto, Sumowo, Gorontalo, dan Gowa.

  •  Wamilo

Terbuat dari besi dan memiliki sarung dari kayu kuning.

  •  Banggo

Terbuat dari besi dan sarung atau ta’upo berbahan kayu hitam.

  •  Baladu

Dahulu digunakan seluruh pengawal kerajaan di Gorontalo.

  •  Badi

Biasanya digunakan penjaga istana dan pasukan kerajaan-kerajaan di Gorontalo.

  •  Eluto

 

Berasal dari Sumawa, terbuat dari tembaga dan sarung kayu. Biasanya dipakai oleh Raja dan Talenge.

32. Senjata Tradisional Minangkabau

  •  Kerambit

Berbentuk kecil dan melengkung, dan digunakan untuk pertarungan jarak pendek.

  •  Karih

Kekhasannya ialah tidak berlekuk dan hulu yang melengkung ke bawah.

  •  Kalewang

Bentuknya seperti perpaduan Golok dan Kampilan. Kelewang ada yang bermata lurus dan melengkung.

  •  Ruduih

Senjata perang sejenis Golok, dahulu digunakan pada Perang Manggopoh.

Demikianlah pembahasan tentang senjata tradisional dari berbagai provinsi di Indonesia, semoga bermanfaat. Dari daerah manakah senjata tradisional? semuanya sudah di jelaskan di atas.

Senjata Tradisional Dari 32 Provinsi Beserta Gambar Dan Penjelasan

Biodata Adipati Dolken Profil, Film Dan Fakta Unik Lainnya

Biodata Adipati Dolken – Siapa yang tidak mengenal Adipati Dolken? Aktor muda dan berbakat yang sering menghiasi layar perfilman Tanah Air. Adipati Dolken tidak hanya dikenal karena bakat aktingnya yang piawai, namun juga wajahnya yang rupawan. Sehingga tidak mengherankan jika nama Adipati Dolken kian populer, terutama di kalangan para wanita. Nah, bagi Anda yang merupakan fans berat dari Adipati Dolken tentu ingin mengetahui segala informasi terkait aktor tampan ini.

Profil Dan Biodata Adipati Dolken

Berikut biodata dan profil lengkap Adipati Dolken yang wajib Anda ketahui, terlebih jika mengaku sebagai fans berat Adipati.

  • Nama lengkap : Adipati Koesmadji
  • Nama sapaan : Adipati
  • Tempat dan tanggal lahir : Jakarta, 19 Agustus 1991
  • Suami/istri : Canti Tachril
  • Agama : Islam
  • Zodiak : Leo
  • Profesi : Aktor dan model
  • Tahun Aktif : 2008 – sekarang
  • Hobi : Fotografi
  • Asal : Bandung, Jawa Barat
  • Akun Instagram : @adipati dan @adipatidolk

Film Yang Pernah Di Bintangi Adipati Dolken

Untuk film yang pernah dibintangi aktor muda dan tampan ini terbilang sangat banyak, diantaranya:

  • Punk In Love – 2009
  • Putih Abu-Abu dan Sepatu Kets – 2009
  • Pocong Keliling – 2009
  • Perahu Kertas Season 1 dan Season 2 – 2012
  • Malaikat Tanpa Sayap – 2012
  • Slank Nggak Ada Matinya – 2012
  • Sang Kiai (2013)
  • Crazy Love – 2013
  • Operation Wedding – 2013
  • Aku, Kau & KUA – 2014
  • Kukejar Cinta Ke Negeri Cina (2014)
  • Marmut Merah Jambu – 2014
  • 3 Dara – 2015
  • Jenderal Soedirman – 2015
  • Koala Kumal – 2015
  • Catatan Dodol Calon Dokter – 2016
  • Pertaruhan – 2017

Selain beberapa film tersebut, sebenarnya masih banyak sekali film seru dan menegangkan yang dibintangi oleh Adipati Dolken.

Prestasi Yang Pernah Di Raih Adipati Dolken

Berbicara mengenai biodata Adipati Dolken maka tidak akan lengkap jika belum membahas prestasi yang pernah diraihnya. Beberapa prestasi yang berhasil di raih oleh Adipati Dolken ialah sebagai Pemeran Pendukung Pria Terbaik di FFI (2013), Selebriti Pria Paling Memikat di ajang Infotainment Award (2014), Aktor Favorit di ajang Indonesia Kids Choice Award ( 2014), Asia New Star Model Award di ajang Asia Festival Model Award (2014) dan masih banyak lainnya.

Hubungan Asmara Adipati Dolken

Ketika membahas biodata artis, tentu tak lengkap jika belum membahas hubungan asmaranya, termasuk hubungan asmara Adipati Dolken. Aktor tampan ini ternyata sudah menikah dengan model cantik yakni Canti Tachril. Proses lamaran pasangan ini dilakukan pada 1 September 2020 dan acara pernikahan yang digelar pada 18 Desember 2020 silam.

Itulah sekilas biodata Adipati Dolken yang patut Anda ketahui, semoga ulasan di atas dapat berguna dan bermanfaat bagi Anda sekalian, terutama fans berat Adipati Dolken.

Biodata Adipati Dolken Profil, Film Dan Fakta Unik Lainnya