Site icon Made Blog

Tata Cara Sholat Jenazah : Doa, Niat, Manfaatnya (Terlengkap)

JENAZAH

Tata Cara Sholat Jenazah – Sholat Jenazah, suatu upacara keagamaan yang sakral bagi umat Islam yang hukumnya fardu kifayah. Salat jenazah dilakukan terhadap orang Islam yang telah wafat. Artinya, aktivitas tersebut harus dilakukan oleh umat Islam di suatu tempat secara bersama-sama. Gugurnya kewajiban tersebut apabila suatu kelompok kecil umat Islam menunaikan, namun yang lainnya tidak ikut berdoa.

Ada beberapa tata cara yang perlu diperhatikan ketika melakukan salat jenazah, seperti membaca niat, rukun, dan keutamaan dari salat jenazah tersebut. Pembacaan doa sholat jenazah antara laki-laki dan perempuan memiliki perbedaan masing-masing, sehingga hal tersebut perlu Anda perhatikan. Di bawah ini terdapat beberapa uraian mengenai sholat jenazah. Antara lain doa, tata cara, keutamaan, serta hadis terkait.

Doa bagi Jenazah Laki-Laki (Arab, Latin, dan Terjemahan)

Seperti yang Anda ketahui, terdapat hal-hal yang membedakan doa yang dibacakan bagi jenazah laki-laki dengan jenazah perempuan. Jika Anda perhatikan, pada bacaan takbir ketiga mulai terdapat perbedaan yang memiliki makna agar segala dosanya semasa hidup diampuni, diberikan alam kubur yang lapang, dan diselamatkan dari siksa kubur.

 

Doa untuk jenazah laki-laki

 

 

Allahumagfir lahu, warhamhu,  wa ‘afuhi,  wa ‘fu’anhu.

Artinya adalah :

“Ya Allah, maafkanlah, rahmatilah, jadikan selamat, dan ampunilah ia.”

Atau, terdapat juga doa bagi jenazah laki-laki yang lebih panjang dan afdol seperti berikut.

 

 

“Allahummagfirlahu warhamhu wa‘afihi wa‘fu’anhu wakrim nuzulahu wa wasi’ madkholahu wagsilhu bilma’i watsalju walbardi wa naqqihi minadzunubi wal khotoya ya kama yunaqqi atssaubulabyadhu binaddanasi wa abdilhu daaron khoiron mindaarihi, wahlan khoyron min ahliho, wa zaujan khoyron min zaujihi wa qihi fitnatal qobri wa‘adzabinnar.”

Artinya adalah :

“Ya Allah, maafkan dan berkati dia. Selamatkan serta ampunilah ia. Anugerahkan penghargaan padanya, dan lapangkanlah alam kuburnya. Buat ia mandi dengan air, salju, serta embun pagi. Sucikan ia dari bermacam kekeliruan, selayaknya Engkau membuat baju yang kembali putih dari berbagai noda. Siapkan untuk dia kediaman yang lebih bagus dari rumahnya, juga istri yang lebih sholehah dari istrinya. Serta jagalah dia dari berbagai jenis siksa neraka.”

Doa bagi Jenazah Perempuan (Arab, Latin, dan Terjemahan)

Pada dasarnya, perbedaan pembacaan doa salat jenazah antara laki-laki dan perempuan terletak pada akhir kalimat setiap doa. Misalnya, jika laki-laki pada akhir kalimat doanya berkata “hu”, maka perempuan pada akhir kalimat doanya berlafal “ha”. Simaklah contoh berikut untuk memahami doa bagi jenazah perempuan beserta perbedaannya dari doa bagi jenazah laki-laki.

 

 

Allahumagfir laha, warhamha,  wa ‘afuha,  wa ‘fu’anha

Artinya adalah

“Ya Allah, maafkanlah, rahmatilah, jadikan selamat, dan ampunilah ia.”

 

Untuk bacaan yang lebih panjang lagi bisa dengan bacaan seperti yang di bawah ini

Artinya adalah :

“Ya Allah, maafkan dan berkati dia. Selamatkan serta ampunilah ia. Anugerahkan penghargaan padanya, dan lapangkanlah alam kuburnya. Buat ia mandi dengan air, salju, serta embun pagi. Sucikan ia dari bermacam kekeliruan, selayaknya Engkau membuat baju yang kembali putih dari berbagai noda. Siapkan untuk dia kediaman yang lebih bagus dari rumahnya, juga suami yang lebih sholeh dari suaminya. Serta jagalah dia dari berbagai jenis siksa neraka.”

 

Rukun Shalat Jenazah

Sholat jenazah tentu memiliki rukun yang harus diperhatikan dalam pelaksanaannya. Apabila salah satu rukunnya tidak dilakukan, maka salat jenazah tersebut akan batal dan tidak dianggap sah. Adapun rukun-rukun salat jenazah tertera di bawah ini:

  1. Melafalkan Niat

Terdapat sedikit perbedaan niat untuk jenazah laki-laki dan perempuan yakni dalam hal sebutan mayat. Selebihnya niat bermakna sama.

 

  1. Berdiri bagi yang sekiranya mampu

Ini merupakan rukun sholat pada umumnya. Selagi sehat dan mampu, lakukan sholat sembari berdiri.

 

  1. Melakukan empat kali takbir

Patut diingat, jumlah takbir untuk sholat jenazah sebanyak empat kali. Jangan sampai kurang atau berlebih.

 

  1. Melakukan takbiratul ihram pada takbir yang pertama

Dari empat takbir di atas, lakukan takbiratul ihram pada takbir yang pertama.

 

  1. Membaca surat al fatihah

Surat ini adalah bagian wajib dalam sholat alias tidak boleh terlupakan.

  1. Membaca sholawat kepada nabi

Membacakan sholawat kepada nabi selain untuk memelihara kecintaan juga untuk memohon demi jenazah agar diakui sebagai bagian dari umat.

  1. Berdoa untuk jenazah beserta keluarga yang ditinggalkan

Ketika ada kabar seseorang meninggal dunia, tidak hanya jenazah yang perlu didoakan, namun juga keluarga yang ditinggalkan. Doa ini memohon agar keluarga diberi ketabahan dan keikhlasan oleh Allah SWT.

  1. Salam

Salam menjadi penutup sholat.

 

Niat Shalat Jenazah (Arab, Latin, dan Terjemahan)

Sebelum masuk ke teks niat, ada dua pendapat saat mengucapkan lafal niat sholat jenazah. Pertama, niat sholat jenazah hendaknya dilafadzkan, sedangkan yang kedua tidak dilafadzkan. Namun perbedaan tersebut bukan menjadi masalah yang dapat membatalkan sholat jenazah, tergantung dari keyakinan dan preferensi orang yang melakukan sholat jenazah tersebut. Dengan kata lain, Anda boleh memilih melafadzkannya atau tidak.

Bacaan niat sholat untuk jenazah laki-laki yakni:

 

 

Ushalli‘ala hadzal mayyiti arba’a takbirotin fardhol kifayati ma’muman lillahita’ala

Artinya adalah

“Saya niat atas shalat jenazah lelaki ini dengan melakukan empat takbir fardu kifayah sebagai seorang makmum, karena Allah Ta’alla.”

Adapun niat sholat bagi jenazah perempuan yaitu

 

 

Usholli‘ala hadzihil mayyitati arba’a takbirotin fardhol kifayati ma’amuman lillahita’ala

Artinya adalah

“Saya niat atas shalat jenazah perempuan ini dengan melakukan empat takbir fardu kifayah sebagai seorang makmum, karena Allah Ta’alla.”

Penjelasan Rukun Sah Sholat Jenazah

Telah disebutkan apa saja yang menjadi rukun sah sholat jenazah. Untuk lebih jelasnya, akan dipaparkan secara rinci. Berikut adalah rukun sah dalam melakukan sholat jenazah:

 

  1. Membaca niat dengan takbiratul ihram, kemudian membaca surat Al-Fatihah

Lafalkan niat sholat jenazah dalam hati sembari mengangkat kedua tangan sejajar di samping telinga. Kemudian, lakukan takbiratul ihram dan letakkan kedua tangan secara bersikap di atas pusar seperti salat pada umumnya, dilanjutkan dengan membaca Surat Al-fatihah.

 

  1. Takbir yang kedua kemudian membaca sholawat

Lakukan takbir lagi dengan cara mengangkat tangan setinggi dan sejajar dengan telinga dan diletakkan kembali tangan di atas pusar secara bersikap. Kemudian, bacakanlah sholawat Nabi. Banyak sekali jenis sholawat Nabi, seperti narwiyyah, tarbiyyah, maupun ma’tsurroh, akan tetapi sholawat yang paling baik dalam sholat jenazah adalah sholawat ibrahimiyyah.

 

  1. Bacalah doa bagi jenazah pada takbir yang ketiga

Lakukan takbir lagi dengan cara mengangkat tangan setinggi dan sejajar dengan telinga dan diletakkan kembali tangan di atas pusar secara bersikap. Kemudian, bacalah doa bagi jenazah seperti yang telah dicontohkan di atas.

 

  1. Berdoa kepada jenazah dan keluarga yang ditinggalkan pada takbir keempat

Sama seperti takbir kedua dan ketiga, lakukan takbir lagi dengan cara mengangkat tangan setinggi dan sejajar dengan telinga dan diletakkan kembali tangan di atas pusar secara bersikap. Kemudian bacalah doa keselamatan jenazah dan bagi keluarga yang ditinggalkan agar diberi kesabaran.

 

  1. Mengucap salam dan melepaskan sikapan tangan

Salam pada salat jenazah juga sama seperti sholat-sholat pada umumnya, tengokkan kepala kearah kiri dan kanan. Dan usahakan ketika menoleh lepaskan sikapan tangan perlahan-lahan hingga sempurna.

 

Keutamaan Shalat Jenazah

Salat dan mengurus jenazah ternyata memiliki keutamaan yang begitu besar jika dilaksanakan. Dalam suatu hadits, orang yang mengerjakan salat jenazah beserta mengurusnya adalah sebesar satu qirath yang setara besar Gunung Uhud. Apabila Anda mengiringi jenazah hingga ke liang lahat, maka pahalanya akan bertambah dua kali lipat. Hal tersebut dapat dipahami dari hadits berikut.

 

 

 

Artinya:

“Barang siapa yang menshalatkan jenazah umat Islam dan tidak turut mengiringinya (ke pemakaman), ia akan diganjar pahala sebesar satu qirath. Apabila dia ikut mengiringinya (hingga ke pemakaman jenazah tersebut), ia akan mendapatkan pahala senilai dua qirath.” Ditanyakan, “Apa yang dimaksud dengan pahala dua qirath?” Beliau menjawab, “Yang terkecil di antaranya contohnya seperti Gunung Uhud. (diriwayatkan H. R. Muslim.)

Adab Menyikapi Jenazah

Umat Islam punya adab untuk menyikapi jenazah. Beberapa di antaranya sebagai berikut:

 

  1. Lekas menangani jenazah dan memakamkannya

Hal tersebut bertujuan untuk berbelas kasih pada mereka dan meringankan beban keluarganya. Sebagaimana terdapat hadis Rasulullah yang memerintahkan hal ini. Jangan pandang bulu, sebab jika dia semasa hidup beramal baik maka pengurus jenazah memberinya kebaikan. Sebaliknya, jika dia semasa hidup kurang baik, keburukan terlepas dari pundak yang mengurus jenazah.

 

  1. Bersedih secukupnya

Rasa kehilangan tentu wajar, tetapi jangan menangis dengan suara keras, meratapinya dan bahkan merobek-robek baju.

 

  1. Disunnatkan mengantar jenazah hingga dikubur

Ikut mensholati jenazah sudah mendapat pahala besar, yang akan lebih besar lagi jika mengantar ke persemayaman terakhir.

 

  1. Memuji jenazah dengan mengingat kebaikan-kebaikannya

Dan jangan pernah mencoba untuk menjelek-jelekkan orang yang sudah meninggal.

 

  1. Memohonkan ampun untuk jenazah usai dikuburkan

Alam kubur bukan fase istirahat, melainkan awal dari pertanggungjawaban. Ada istilah nikmat kubur serta siksa kubur tergantung bagaimana seseorang semasa hidup. Di alam kubur ia juga akan ditanya-tanyai oleh malaikat.

 

  1. Disunnatkan berta`ziah kepada keluarga yang ditinggalkan

Ta’ziah merupakan wujud kepedulian baik pada jenazah atau keluarga. Tak lupa sarankan keluarga untuk tetap bersabar.

 

  1. Dilarang duduk di atas kuburan

Tindakan tersebut tergolong menghinakan kubur. Rasulullah SAW pernah bersabda yang berarti lebih baik duduk di atas bara api sampai terbakar daripada duduk di atas kuburan.

 

Hadits Tentang Kematian


Rasulullah SAW bersabda tentang banyak hal, termasuk kematian. Terdapat sejumlah hadits tentang kematian yang diriwayatkan oleh berbagai orang:

 

  1. Asysyhaab

Bentuk kematian yang teramat mulia di mata Allah SWT yakni meninggalmya orang-orang yang termasuk golongan Syuhada.

 

  1. R. Ahmad

Tidak ada satu hal pun yang dialami oleh para keturunan Adam, dari segala hal yang dibuat oleh Allah SWT, yang terasa lebih berat ketimbang peristiwa kematian. Sebab bagiNya kematian merupakan hal yang teramat ringan jika dibandingkan dengan kehidupan yang harus ditempuh sesudah itu.

 

  1. HR Ad-Dailami

Sering-seringlah kita mengingat dan merenungkan ajal. Sebab seorang hamba yang banyak atau kerap mengingat tentang kematian, maka hatinya akan dihidupkan oleh Allah SWT dan diringankan untuknya sakit dari kematian, yang artinya: seseorang akan mati dengan mudah tanpa harus merasakan sakaratul maut.”

 

  1. HR Muslim

“Janganlah kau mati dalam kecuali pada kondisi tengah berbaik sangka kepada Allah SWT.”

 

  1. R. Bukhari

Janganlah engkau menghendaki kematian cuma karena tengah menghadapi kesukaran atau kesusahan. Kalau benar harus dilakukan, maka katakanlah ‘Ya Allah tetap hidupkan aku dengan hidup yang baik untukku. Namun matikanlah aku kalau ini memang yang terbaik bagiku.”

 

  1. R. At-Tabrani

“Cukuplah mati sebagai suatu guru atau pelajaran, dan cukupkanlah keyakinan sebagai sebuah kekayaan diri.”

 

  1. R. Ahmad

“Mati secara tiba-tiba adalah kesenangan untuk seorang muslim, namun penyesalan besar untuk seorang yang durhaka. Maksudnya, muslim harus punya persiapan menghadapi ajal setiap saat, namun orang-orang yang durhaka merugi sebab tak punya persiapan apapun.”

 

  1. R. Muslim

“Tuntunlah orang yang hendak menuju maut, dengan perkataan Laa ilaaha illallah, supaya ia mengikuti apa yang kita ujarkan.”

 

  1. HR Bukhari dan Muslim

“Bagi perempuan yang taat kepada Allah SWT dan hari kiamat tidak diperbolehkan untuk berkabung karena kematian lebih dari tiga malam. Kecuali jika terjadi kematian pada suaminya, masa berkabung diizinkan hingga empat bulan sepuluh hari.”

 

  1. HR Ahmad

“Ada sahabat yang pernah bertanya terhadap Rasulullah SAW, ‘Yaa Rasulullah jenazah orang kafirlah yang baru saja melintas. Apakah kami diperbolehkan untuk berdiri?’ Dan Rasulullah SAW lantas menjawab, ‘Berdirilah. Sebenarnya kamu tidak berdiri untuk menghormati jenazah tersebut, namun menghormati Dia Yang Merenggut Nyawanya yaitu Allah SWT.”

 

  1. HR Bukhari dan Muslim

“Terdapat tiga hal yang mengikuti jenazah seseorang, antara lain keluarga, harta dan amalnya. Dua hal pertama pasti pulang sedangkan hal terakhir tetap tinggal bersamanya. Apa yang pulang adalah keluarga dan harta, sementara yang tetap tinggal adalah amal.”

 

  1. HR Ad-Dailami

“Sesosok jenazah di alam kuburnya sama seperti manusia yang tenggelam. Ia tengah memohon pertolongan. Ia sangat menunggu doa dari orang tua, anak, teman, atau saudara yang dipercaya. Kalau doa itu bisa sampai, baginya hal tersebut akan lebih disukai daripada dunia dan seluruh isinya.”

 

  1. HR Muslim

“Allah SWT senantiasa mengetahui seluruh kebaikan kita. Kalau hendak membunuh hewan, maka bunuh dengan metode yang baik. Kalau hendak menyembelih hewan, maka sembelihlah dengan cara yang baik yaitu asahlah tajam pisau untuk memotong, dan ringankan hewan potongnya.”

 

  1. HR Abu Dawud

“Kalau ada seorang muslim wafat dan lalu jenazahnya disholati oleh 40 sesama muslim yang tidak syirik terhadap Allah SWT, maka Allah SWT akan mengizinkan adanya syafaat alias pertolongan untuk jenazah tersebut.”

 

  1. HR Bukhari

“Segerakan mengantar jenazah ke kuburannya. Kalau dia merupakan orang yang shaleh, maka kamu mengantarkan kebaikan kepadanya. Namun kalau ia orang yang kebalikannya, maka kamu melepaskan keburukan dari beban lehermu.”

 

  1. Mashabih Assunnah

“Seorang mayit bisa mengalami siksa di alam kubur hanya karena isak tangis dari keluarganya. Maksudnya adalah, kalau keluarga yang ditinggalkan menangis sampai menjerit-jerit dan meratap tentu adalah berlebihan. Menangisi jenazah dengan cara yang wajar masih diizinkan oleh Islam. Kemudian, jika keluarga menangis berlebihan kenapa justru jenazah yang harus menerima akibatnya? Hal tersebut karena sebelum ia meninggal ia tidak pernah mengajarkan yang demikian pada mereka.”

 

  1. Abu Ya’la

“Barang siapa yang meninggal dunia pada malam Jumat atau di hari Jumat, maka ia akan terjaga dari segala fitnah maupun siksaan alam kubur.”

 

  1. An Nassai

“Jangan mengingat orang-orangmu yang sudah meninggal dunia, kecuali dengan memuji dan menyebutkan kebaikan mereka semasa hidup.”

 

Mengingat Maut

Anda mungkin sering mendengar dongeng, legenda, atau kabar burung tentang kehidupan dunia atau seseorang yang abadi. Ada beberapa contoh orang yang dianggap hidup kekal, diantaranya Nabi Khidir, Zulkarnain, dan lain sebagainya.  Yang perlu diingat, semua hal itu adalah hal batil yang tidak bisa dipertanggungjawabkan, bahkan bisa menimbulkan dosa. Bahkan dalam Islam pun, hal-hal di atas juga tidak bisa dibenarkan.

 

Pada dasarnya, tidak ada manusia yang memiliki umur abadi di dunia ini. Nabi Muhammad SAW dan Nabi Isa Al Masih AS juga memiliki keterbatasan umur, walaupun Nabi Isa AS akan dicabut nyawanya pada akhir zaman. Kematian akan datang kepada seluruh manusia, baik tua, muda, pria, wanita, lemah, ataupun orang yang kuat, berkuasa, dan lain sebagainya. Kematian adalah paket nasib untuk sebuah kelahiran.

 

Kematian merupakan takdir Allah SWT dan telah menjadi ketetapannya sejak dari lauhul mahfuz. Bukan hal yang mengerikan jika kita membicarakan kematian, bahkan bagi sebagian orang kematian juga menjadi suatu kebahagiaan. Tidak ada satupun makhluk yang dapat menghalangi datangnya kematian yang bisa datang kapanpun dan dimanapun. Tidak ada yang bisa menunda kematian, apalagi menawar datangnya kematian. Semua makhluk hidup akan kembali menghadap Allah dengan cara yang sama. Hanya Allah SWT beserta syafaat Rasulullah yang bisa membantu dan menyelamatkan kita ketika dipanggil nanti.

 

Siap tidaknya seseorang untuk menghadapi kematian tidak lain memperbanyak amal ibadah dan kebaikan yang menjadi tabungan bagi kehidupan akhirat kelak. Dengan hal itulah, Allah SWT akan membantu, memberi pertolongan, dan memberi ampunan ketika kematian akan tiba karena hanya Allah Yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang. Seperti yang kita ketahui bahwa kekuasaan Allah meliputi segala sesuatu. Ia lah yang telah menetapkan kematian pada setiap manusia sehingga bagaimanapun sesorang menghindar, kematian itu akan selalu mengejarnya. Walaupun ia sedang berada di benteng yang paling kokoh sekalipun, kematian akan selalu datang dan tidak bisa dihentikan.

Tata Cara Sholat Jenazah : Doa, Niat, Manfaatnya (Terlengkap)

 

 

 

Exit mobile version