Senjata Tradisional Dari 32 Provinsi Beserta Gambar Dan Penjelasan

Senjata Tradisional – Indonesia adalah negara yang kaya akan budaya dan sejarah. Sejarah kerajaan zaman dahulu mewariskan berbagai hal. Salah satunya adalah senjata tradisional turun temurun. Berikut adalah berbagai senjata tradisional di Indonesia.

1. Senjata Tradisional Lampung

  •  Terapang

www.sejarah-negara.com

Terapang merupakan senjata tradisional pertama di Lampung yang sangat populer. Bentuknya  seperti keris digunakan bangsawan zaman Kerajaan Tulang Bawang dan untuk ritual adat.

  •  Payan

www.tradisikita.my.id

Payan adalah senjata tradisional tertua di Lampung. Bentuk Payan seperti tombak dengan gagang sepanjang 150-180 cm. Mata ujung tombak yang lancip dan terbuat dari besi.

  •  Badik

Dalam budaya masyarakat Lampung senjata badik digunakan untuk melindungi diri. Zaman dahulu selalu dibawa penduduk untuk ke sawah atau bepergian. Biasanya laki-laki muda di Lampung menyelipkan badik di ikat pinggang.

  •  Candung

Candung ini yang sampai sekarang digunakan untuk berladang, memasak di dapur, dan sebagai senjata pelindung ketika tersesat di hutan.

2. Senjata Tradisional Bengkulu

  •  Keris

Keunikan dari senjata asli bengkulu ini adalah bagian lekuknya yang berjumlah genap dan terdapat tahta pada gagang dan sarung.

  •  Rambai Ayam

Rambai Ayam merupakan satu-satunya senjata tradisional yang hanya didapatkan di Bengkulu. Bentuk senjata ini seperti tusuk yang memiliki ujung runcing dan satu sisinya sangat tajam.

  •  Sewar

Sewar berbentuk menyerupai tikam yang berupa sebilah pisau memiliki satu mata tajam. Ujung dari Sawar tersebut dapat dipakai sebagai senjata tusuk. Umumnya  diselipkan pada ikat pinggang.

  •  Dodong

Dodong biasanya digunakan untuk melengkapi aksesoris busana adat pengantin pria. Kita dapat menemukan senjata ini di Museum Bengkulu yang divpajang dalam kotak kaca.

  •  Rudus

Rudus adalah salah satu senjata tradisional asli Bengkulu yang digunakan prajurit untuk berperang dan prosesi penobatan raja dahulu. Bentuknya terlihat seperti golok dilengkapi satu mata tajam.

3. Senjata Tradisional Kepulauan Riau

  •  Pedang Jenawi

Merupakan senjata tradisional pertama dan sering digunakan oleh prajurit perang dari Kerajaan Melayu. Pedang Jenawi memiliki ukuran 1 meter sehingga berfungsi sebagai perang tanding jarak dekat.

  •  Badik Tumbuk Lada

Meskipun lebih dikenal sebagai senjata tradisional dari Jambi faktanya Badik Tumbuk Lada berasal dari Kepulauan Riau. Merupakan senjata tradisional asli dari adat melayu yang berada di Kepulauan Riau.

4. Senjata Tradisional Jambi

  •  Keris Siginjai

Keris ini merupakan peninggalan dari Raja Orang Kayo Hitam yang terkenal bijaksana. Bahan baku pembuatan keris ini adalah emas, kayu besi, dan nikel. Keris Siginjai memiliki panjang kurang lebih 39 cm dan memiliki 5 lekukan.

  •  Badik Tumbuk Lada

Tetapi senjata tersebut juga khas dari Melayu dan terdapat pula di Kepulauan Riau. Senjata Badik Tumbuk Lada tersebut lebih terkenal di kalangan penduduk semenanjung melayu.

  •  Sumpit

Di Provinsi Jambi senjata sumpit tersebut lebih sering digunakan oleh suku anak dalam. Biasanya mereka membawa Sumpit untuk berburu binatang. Anak panah Sumpit dapat diisi dengan racun.

  •  Tombak Jambi

Tombak Jambi memiliki keunikan yakni pada bagian tangkai pegangan tombak paling pangkal yang di runcingkan. Ditambah dengan tangkai dekat mata pedang terdapat sebuah penadah.

  •  Pedang Jambi

Pedang asli Jambi tersebut jika sekilas dilihat memiliki bentuk seperti pedang umumnya. Ciri khas dari Pedang Jambi yakni terdapat dua mata pada bilah pedang ini. Kedua bilah tersebut diasah hingga menjadi sangat tajam

5. Senjata Tradisional Bangka Belitung

  •  Parang Bangka

www.tradisikita.my.id

Keistimewaan Parang Bangka dibandingkan parang lain adalah berbentuk seperti layar kapal. Biasanya digunakan dalam pertarungan jarak pendek. Diameter senjata ini kurang lebih 40 cm.  

  •  Kedik

www.tradisikita.my.id

Kedik lebih banyak digunakan untuk bertani terutama di perkebunan lada. Cara penggunaannya dengan meletakkan diatas tanah kemudian ditarik ke belakang.

  •  Siwar

Siwar adalah senjata tradisional yang berbentuk mirip sebilah golok panjang. Siwar terdapat dua macam yaitu Siwar Panjang dan Siwar Pendek. Siwar Panjang jika dilihat sekilas seperti Mandau. Sedangkan Siwar Pendek memiliki panjang seukuran dengan Keris.

6. Senjata Tradisional Sumatera Selatan

  •  Keris Palembang

Keris Sumatera Selatan ini memiliki lekukan ganjil yakni 7 lekukan atau 9 lekukan sampai 13 lekukan. Saat ini dibentuk replika dan digunakan sebagai aksesoris pakaian adat pria.

  •  Tombak Trisula

Tombak Trisula merupakan satu-satunya senjata tradisional yang tidak ada di tempat lain dan paling terkenal di provinsi ini. Ciri khasnya memiliki satu sisi berbentuk trisula dan sisi lain berbentuk mata tombak biasa.

  •  Skin

Skin sering disebut dengan Jembi. Dianggap artefak berbentuk senjata tusuk genggam dengan salah satu bilah yang berbentuk runcing dan tajam. Skin adalah benda keramat yang memiliki kekuatan magis. Skin berukuran 25-30 cm dan Skin pendek berukuran 10-15 cm.

7. Senjata Tradisional Aceh

  •  Rencong

Rencong melambangkan identitas diri, simbol keberanian, dan ketangguhan. Rencong miliki kaum bangsawan terbuat dari emas dan sarung gading gajah. Rencong yang digunakan masyarakat hanya terbuat dari besi putih dan sarung dari kayu. Rencong ada 4 jenis yakni Rencong Meucugek, Meupucok, Pudoi, Meukuree.

  •  Siwah

Siwah termasuk senjata tradisional yang langka dan harganya mahal. Biasanya Siwah yang memiliki sarung hiasan permata dan emas tidak digunakan sebagai senjata tetapi perhiasan.

  •  Peudeung

Dalam bahasa Aceh Paedeung adalah pedang.  Berfungsi sebagai senjata untuk mentetak dan pencincang. Peudeung ini memiliki beberapa jenis diantaranya Peudeung Habsyah, Turki, Poertugis.

8. Senjata Tradisional Riau

  •  Keris Riau

Keris melambangkan suatu kehormatan, perlindungan diri, dan kebanggaan. Budaya Melayu Riau hingga saat ini selalu menggunakan keris dengan menggandengkannya dalam pakaian adat.  

  •  Beladau

Berbentuk seperti pisau belati dan lebih dikenal pada masyarakat wilayah Riau, Kepulauan Riau sampai Mentawai.  Fungsinya untuk menikam dan menyayat. Panjang Beladau umumnya sekitar 24 cm.

  •  Kelewang

Kelewang dapat disebut juga golok khas Provinsi Riau. Pada zaman Hindia Belanda sering digunakan oleh para prajurit dan penduduk. Saat ini senjata tersebut dimanfaatkan untuk keperluan pertanian di sawah atau berkebun.

  •  Pedang Jenawi

Zaman dahulu tidak sembarangan orang bisa memakai Pedang Jenawi. Hanya orang berkuasa, yang dihormati, dan cerdas, dapat memilikinya. Keunggulannya dapat di tebas ke kanan dan kiri, dan menjadi tombak pada bagian depan.

9. Senjata Tradisional Sumatera Barat

  •  Kerambit

Kerambit berbentuk pisau dengan bilah sikunya melengkung. Pada masa kemerdekaan Tentara Minang di persenjatai dengan Kerambit di pinggang.

  •  Karih

Karih atau keris dari Sumatera Barat memiliki lengkungan sedikit, hulu melengkung ke bawah, dan sudut luk lebar. Dulu digunakan para bangsawan dan penghulu kerajaan.

  •  Kelewang

Pada masa Perang Padri digunakan sebagai senjata pasukan kerajaan. Berbentuk seperti golok dan sekarang digunakan untuk bertani.

  •  Ruduih

Ruduih berupa pedang yang satu sisi bilahnya tajam. Pada tahun 1908 dipersenjatai untuk prajurit kerajaan dalam Perang Manggopoh.

  •  Piarik

Merupakan peninggalan budaya Hindu Siwa. Ciri khas Piarik yaitu tombak bermata 3 yang tajam.

10. Senjata Tradisional Sumatera Utara

  •  Hujur Siringis

Menyerupai sebuah tombak yang bermaterial kayu dan ujungnya adalah logam runcing. Digunakan Suku Batak untuk berperang.

  • Piso Gaja Dompak

Sebilah pisau yang gagangnya berukuran gajah. Merupakan warisan peninggalan Raja Sisingamangaraja I dan dulu tidak dipakai untuk membunuh.

  •  Piso Silima Sarung

Kekhasan dari pisau ini yaitu dalam satu sarung terdapat lima bilah pisau.

  •  Tumpuk Lada

Efektif untuk pertempuran jarak dekat. Saat ini digunakan sebagai perhiasan saat pernikahan. Selain itu dapat dijadikan jimat dan diisi racun.

11. Senjata Tradisional Jawa Barat

  •  Kujang

Muncul pada awal abad ke-8 dan memiliki panjang 20-25 cm. Saat zaman Kerajaan Tarumanegara digunakan untuk melindungi diri.

  •  Balincong

Sebagai senjata untuk memecah batu dan menggali tanah. Balincong memiliki 2 mata yang tajam dengan arah berlawanan dan berbentuk runcing.

  •  Bedog

Fungsinya untuk menebang pohon, menyembelih, dan memotong daging. Ukuran Bedog sekitar 30-40 cm dan dibawah 30 cm.

  •  Baliung

Bentuknya menyerupai Kapak dengan panjang 30-35 cm dan terbuat dari kayu. Keistimewaannya pada bagian pangkal terbuat dari besi dan baja tebal.

  •  Congkrang

Termasuk senjata tradisional yang langka. Biasanya digunakan untuk menyiang rumput kecil dan berbentuk menyerupai cangkul kecil.

  •  Sulimat

Bentuknya mirip pisau bermata runcing. Saat ini digunakan para petani untuk mengupas kelapa.

12. Senjata Tradisional Jakarta

  •  Golok

Pemilik Golok biasanya menyelipkannya dipinggang. Ada 2 macam Golok yaitu Gablongan untuk bekerja dan Sorenan untuk simpanan.

  •  Keris

Berbentuk seperti keris pada umumnya. Penelitian sejarawan menilai keris adalah warisan budaya Sunda dan Cirebon.

  •  Belati

Bagi masyarakat Betawi hanya untuk melengkapi perkakasnya. Belati berukuran kecil dengan bilah tebal dan lancip melengkung pada bagian ujungnya.

  •  Cangkingan

Asal mula nama Cangkingan karena berbentuk kecil dan sering dibawa kemana saja oleh pemuda Betawi. Saat ini Cangkingan menjadi senjata langka.

  •  Toya

Dahulu digunakan di perguruan silat sebagai alat latihan para murid. Toya dilengkapi dengan gerigi kasar pada kedua ujungnya.

  •  Pisau Raut

Tidak digunakan ketika perang tetapi lebih bernilai seni. Pisau Raut dijadikan aksesoris baju adat pria Betawi. Biasanya diselipkan pada ikat pinggang dan dilengkapi bunga melati.

13. Senjata Tradisional Jawa Tengah

  •  Wedhung

Merupakan jenis senjata tusuk dengan satu mata bilah yang sangat tajam. Kerangka wedhung terbuat dari kayu jati. Wedhung lebih banyak digunakan masyarakat sekitar.

  •  Keris

Selain senjata juga diakui karena nilai seninya yang tinggi. Zaman dulu digunakan sebagai pengenal identitas kelompok. Bentuknya mulai dari tidak berlekukan sampai memiliki lekukan 3,  5, dan 7.

  •  Thulup

Cara penggunaan Thulup dengan ditiup dan ujungnya dapat diisi rancun cair. Biasanya digunakan saat berburu hewan dan mempunyai ukuran lebih pendek dari Sumpit.

  •  Plinteng

Plinteng sering disebut senjata mainan anak-anak dimasa lampau. Plinteng atau Ketapel ini terbuat dari sebuah kayu, selembar kulit, serta 2 karet. Untuk pelurunya menggunakan batu kecil.

  •  Condroso

Condroso dahulu sering dibawa wanita sebagai pegangan. Bentuknya hampir mirip dengan tusuk konde dan digunakan wanita untuk melindungi diri.

14. Senjata Tradisional Banten

  •  Bedog

Bedog biasanya digunakan oleh jawara banten. Merupakan senjata yang penting dalam kehidupan sehari-hari. Berfungsi untuk menebang pohon, membelah kelapa, dan keperluan lain.

  •  Golok Ciomas

Berbentuk seperti Golok umumnya, namun sangat tajam. Golok Ciomas umumnya menjadi senjata simpanan untuk membela diri. Nama Golok Ciomas berasal dari daerah “Ciomas”.

  •  Golok Salungkar

Dianggap sebagai pusaka keramat peninggalan Banten. Golok ini terbuat dari besi pelat hitam yaitu besi selungkar dan besi dari kikir bekas.

  •  Parang

Dahulu Parang dipakai untuk membuat rumah panggung warga yang berbahan bambu. Selain itu sering digunakan untuk aktivitas sehari-hari.

15. Senjata Tradisional Jawa Timur

  •  Clurit

Clurit berasal dari legenda seorang mandor tebu dari Pasuruan. Clurit melambangkan perlawanan, harga diri, dan strata sosial.

  •  Buding

Buding berasal dari Kabupaten Banyuwangi. Berfungsi untuk membantu kegiatan sehari-hari dan senjata perlindungan diri.

  •  Bionet

Biasanya dikenal masyarakat Sumenep, Jawa Timur. Berbentuk lurus dengan dua sisi yang tidak terlalu tajam. Bionet memiliki fungsi sosial bagi masyarakat Jawa Timur.

  •  Caluk

Berbentuk seperti Golok yang panjang dengan lengkungan di ujung. Dibagian tengah Caluk terdapat Kapak kecil.

16. Senjata Tradisional Yogyakarta

  •  Keris

Keris dapat digunakan sebagai senjata perang jarak dekat. Penggunaannya dengan menghunus dari sarung dan dipakai menikam musuh pada jarak dekat.

  •  Tombak

Alat peperangan yang berbentuk lebih panjang dari keris dan menggunakan ganggang tombak. Selain itu dapat digunakan untuk berburu.

  •  Patrem

Patrem berukuran lebih kecil dibandingkan Keris. Berfungsi menyerang musuh pada pertempuran jarak dekat.

  •  Wedhung

Serupa dengan pisau yang berukuran besar. Penggunaannya diselipkan samping badan. Pada Kraton Yogyakarta, Wedhung adalah senjata abdi dalem.

  •  Condroso

Berbentuk tusuk konde yang diselipkan diantaranya. Senjata ini mematikan lawan dalam keadaan lengah. Biasanya digunakan mata-mata wanita.

  •  Cangah

Berupa tombak dengan 2 mata. Penggunaannya dengan diarahkan keleher lawan untuk menjepit.

17. Senjata Tradisional Kalimantan Timur

  •  Mandau

Asli dari Suku Dayak dan merupakan pusaka keramat. Sejenis dengan parang dan panjangnya 1,5 meter. Memiliki ukiran bilah yang tidak terlalu tajam.  

  •  Bujak

Senjata tradisional sejenis Tombak dan berukuran hampir sama dengan Tombak.

  •  Gayang

Warisan leluhur Suku Dayak Kadazandusun dengan desain bilah dan sarung melengkung mirip parang. Ukurannya lebih panjang dari Mandau.

  •  Sumpit

Digunakan dengan cara ditiup. Sumpit terbuat dari batang bambu dan anak panah yaitu bilah bambu, lidi, atau aren.

18. Senjata Tradisional Kalimantan Utara

  •  Telawang

Perisai tubuh dari serangan lawan ketika berperang. Berbentuk prisma dengan lebar 30-50 cm dan tinggi 1,5-2 m dan terbuat dari kayu pelantan yang ringan.

  •  Lonjo

Anyaman rotan yang diikat dengan besi tajam dan memiliki tangkai bambu atau kayu keras. Biasanya digunakan untuk berburu binatang.

  •  Dohong

Berbentuk seperti Keris yang memiliki dua sisi yang tajam. Terdapat tanduk yang di sarungi kayu dibagian ujungnya.

19. Senjata Tradisional Kalimantan Selatan

  •  Sungga

Saat berperang senjata ini dipasang dibawah jembatan sebagai jebakan. Diciptakan oleh masyarakat saat Perang Banjar.

  •  Mandau

Senjata Suku Dayak tersebut juga terdapat di Kalimantan Selatan.

  •  Sarapang

Berbentuk trisula dengan mata tombak 5 atau 4 buah dan 1 mata tombak tepat ditengah.

  •  Keris Banjar

Bentuknya sangat khas yakni dari campuran besi dan logam. Terdapat ukiran Banjar di Keris tersebut.

20. Senjata Tradisional Bali

  •  Tayuhan

Berasal dari peninggalan Majapahit dan merupakan lambang identitas diri. Saat ini Tayuhan dianggap benda pusaka.

  •  Wedhung

Sejenis belati yang berasal dari logam hasil tempaan dan gagang kayu yang diukir. Wedhung Bali berukiran khas Bali.

  •  Tiuk

Sejenis belati namun digunakan sebagai alat masak dan keperluan dapur

  •  Taji

Umumnya digunakan untuk perlengkapan tarung ayam, dan upacara tabur roh.

21. Senjata Tradisional Nusa Tenggara Barat

  •  Kelewang

Pedang khas warisan Kerajaan Lombok. Berbentuk bilah besi dengan lengkungan khas dan berujung mata tajam.

  •  Golok

Berasal dari Suku Sasak dan gagang Golok yang berbentuk tanduk ukir seekor singa. Sarangnya terbuat dari kayu.

  •  Tulup

Sering digunakan untuk memburu hewan jarak jauh. Nama lain Tulup adalah Sumpit dan berfungsi sama.

22. Senjata Tradisional Nusa Tenggara Timur

  •  Sundu

Sundu berbentuk seperti Keris tetapi lurus. Selain itu genggamannya menyerupai pola sayap burung yang bermotif horizontal.

  •  Kabeala

Merupakan Parang yang berasal dari Pulau Sumba. Kabeala ini melekat di pinggang pria dewasa.

23. Senjata Tradisional Maluku

  •  Parang Salawaku

Berupa sepasang parang tradisional yang terdiri Parang dan Salawaku. Parang ini adalah lambang pemerintah Kota Ambon. Senjata ini sebagai atribut penari pria saat menarikan tarian cakelele.

  •  Kalawai

Secara etimologi “Kalawai” berarti menikam air. Bentuknya mirip dengan tombak dan terdapat mata tombak. Kalawai digunakan untuk menangkap ikan dalam air.

  • Senjata Tradisional Maluku Utara

Senjata tradisional di Maluku Utara sama seperti Maluku yakni Parang Salawaku dan Kalawai.

24. Senjata Tradisional Papua

  •  Busur dan Panah

Senjata paling populer di Papua dan digunakan untuk berburu. Busur berasal dari kayu rumi dan seutas tali yaitu rotan. Anak panahnya terbuat dari asahan tulang hewan.

  •  Tombak

Digunakan untuk berburu dan berperang. Pegangan tombak adalah kayu dan matanya dari tulang yang tajam.

  •  Pisau Belati

Ciri khusus Pisau Belati Papua adalah berasal dari kaki burung endemik Papua. Tulang kaki burung kasuari ini dibentuk dan diasah. Genggaman dari pisau belati ditambahkan hiasan serat alam atau bulu kasuari tersebut

  •  Kapak Batu

Asal usulnya dari kapak yang dipakai untuk bertani. Kapak yang berasal dari batuan tersebut di sambungkan dengan tongkat kayu dan diikat dengan rotan.

25. Senjata Tradisional Papua Barat

Senjata tradisional Papua Barat sama dengan senjata yang terdapat di daerah Papua. Hal ini disebabkan karena Papua dan Papua Barat memiliki latar belakang yang sama.

26. Senjata Tradisional Sulawesi Utara

  •  Pedang Bara Sangihe

Dahulu digunakan Henkeng U Nang yaitu seorang pahlawan Sulawesi Utara. Berbentuk khas yakni memiliki ganggang 2 cabang yang terdapat gerigi ditengahnya.

  •  Peda

Ciri khas Peda ialah ukurannya 50 cm, pada bagian bilah terbuat dari besi dan kayu keras di bagian hulu.

27. Senjata Tradisional Sulawesi Selatan

  •  Badik Raja

Berasal dari Kajuara, Kabupaten Bone. Mitos yang berkembang Badik ini dibuat oleh makhluk halus. Ukurannya sekitar 20-25 cm dan dari logam berkualitas tinggi.

  •  Badik Lagecong

Dahulu dipakai dalam peperangan dan keadaan terdesak. Jika melukai lawan dengan ini maka akan menghembuskan nafas dengan penderitaan karena membutuhkan waktu lama.

  •  Badik Luwu

Ciri khususnya berbentuk seperti mabuku tedong dengan bilah yang lurus dan tajam dibagian ujungnya.

  •  Badik Lompo Battang

Lompo Batang atau perut besar ternyata sama seperti bentuk bilahnya yang besar. Badik ini banyak diincar kolektor.

28. Senjata Tradisional Sulawesi Barat

  •  Jambia

Memiliki bentuk menyerupai Badik namun Jambia lebih lebar pada bilah bagian tengah. Ada 2 macam Jambia yaitu Jambia Baine dan Jambia Muane.

  •  Badik

Badik Sulawesi Barat ini termasuk ukuran pendek dan memiliki mata panjangnya 18-20 cm dan lebar 2 cm.

  •  Kandawulo

Sejenis senjata tajam bermaterial besi biasa. Berbentuk sederhana dan dipakai sebagai alat tebas atau alat potong.

29. Senjata Tradisional Sulawesi Tenggara

  •  Parang Taawu

Pusaka dari masyarakat Suku Mekongga, Kabupaten Kolaka. Dahulu digunakan oleh raja-raja berbeda dengan sekarang dimanfaatkan untuk bertani.

  •  Keris Aru Palaka

Keris ini terbuat dari emas dan memiliki bentuk berlekuk. Dahulu para prajurit menggunakan keris ini untuk bertarung.

30. Senjata Tradisional Sulawesi Tengah

  •  Parang

 

Berbentuk seperti Parang pada umumnya, namun bengkok dibagian hulu dan sarungnya bertali.

  •  Guma

Sejenis Parang panjang yang diwarisi turun temurun. Mata parang berasal dari batu keras dan ukiran tengkorak manusia di pangkal.

  •  Cakalele

Disebut juga Perisai dengan material kayu berlapis besi tipis.

31. Senjata Tradisional Gorontalo

  •  Aliyawo

Dahulu digunakan saat Perang Panipi. Berasal dari empat Kerajaan Limboto, Sumowo, Gorontalo, dan Gowa.

  •  Wamilo

Terbuat dari besi dan memiliki sarung dari kayu kuning.

  •  Banggo

Terbuat dari besi dan sarung atau ta’upo berbahan kayu hitam.

  •  Baladu

Dahulu digunakan seluruh pengawal kerajaan di Gorontalo.

  •  Badi

Biasanya digunakan penjaga istana dan pasukan kerajaan-kerajaan di Gorontalo.

  •  Eluto

 

Berasal dari Sumawa, terbuat dari tembaga dan sarung kayu. Biasanya dipakai oleh Raja dan Talenge.

32. Senjata Tradisional Minangkabau

  •  Kerambit

Berbentuk kecil dan melengkung, dan digunakan untuk pertarungan jarak pendek.

  •  Karih

Kekhasannya ialah tidak berlekuk dan hulu yang melengkung ke bawah.

  •  Kalewang

Bentuknya seperti perpaduan Golok dan Kampilan. Kelewang ada yang bermata lurus dan melengkung.

  •  Ruduih

Senjata perang sejenis Golok, dahulu digunakan pada Perang Manggopoh.

Demikianlah pembahasan tentang senjata tradisional dari berbagai provinsi di Indonesia, semoga bermanfaat. Dari daerah manakah senjata tradisional? semuanya sudah di jelaskan di atas.

Senjata Tradisional Dari 32 Provinsi Beserta Gambar Dan Penjelasan