Syarat dan Rukun Nikah: Pengertian, Syarat, Dalil beserta Penjelasan

Syarat dan rukun nikah – Setiap manusia pasti ingin membina kehidupan berumah tangga dengan pasangan yang telah di idam-idamkan. Menikah merupakan suatu kewajiban bagi setiap orang. Menikah merupakan proses penyatuan dua keluarga yang berbeda. Suatu proses menuju kehidupan yang lengkap adalah pernikahan.

Pernikahan akan terlaksana dengan baik apabila di sertai dengan syarat dan rukun yang sah. Pernikahan adalah hal yang sakral, sehingga segala keperluannya harus di persiapkan dengan matang. Menikah merupakan bentuk penyerahan si anak perempuan oleh bapak kepada si pria.

Oleh karena itu, apabila sang anak telah menikah, maka seluruh tanggung jawab si anak beralih menjadi tanggung jawab suami. Suatu pernikahan memiliki syarat dan rukun tertentu yang harus di penuhi. Terpenuhinya syarat dan rukun tersebut merupakan bentuk dari sah nya pernikahan.

Tetapi apabila terdapat syarat atau rukun yang terlewati meskipun hanya satu, maka pernikahan menjadi tidak sah dan hubungan yang terjalin menjadi haram. Rukun menikah adalah hal-hal yang harus terpenuhi ketika kedua orang hendak melaksanakan pernikahan.

Rukun tidak dapat di kurangi atau di tambah atau di modifikasi yang tidak sesuai dengan syariat Islam. Satu saja terdapat rukun yang tidak terpenuhi, atau terdapat suatu kekeliruan dalam rukun, maka pernikahan yang di langsungkan akan menjadi tidak sah meskipun di lakukan secara khidmat dan sakral.

Syarat dan rukun merupakan kedua hal yang berbeda tetapi kedua-duanya haruslah di penuhi pada saat kedua pihak ingin melangsungkan pernikahan. Syarat merupakan sesuatu yang harus ada yang menjadi penyebab dari sah nya suatu pernikahan.

Tetapi jika keberadaan rukun haruslah tetap sesuai, namun syarat bisa di gantikan, asalkan tetap ada pembicaraan dengan pihak hakim dan sebagainya. Oleh karena itu, syarat dan rukun nikah sangat perlu di perhatikan olah para keluarga dan juga para mempelai. Berikut ini merupakan beberapa syarat dan rukun dari nikah yang wajib terpenuhi.

Beragama Islam Merupakan Syarat 1

www.popbela.com

Beragama Islam merupakan syarat yang wajib di penuhi oleh kedua pengantin, baik pria dan wanita. Sehingga apabila terdapat kedua mempelai yang menikah, salah satu nya beragama non islam, maka sudah barang tentu bahwa pernikahan tersebut tidak sah dan hubungan yang di lakukan akan menjadi haram. 

Apabila ada orang islam ingin menikah dengan non muslim, maka non muslim tersebut haruslah berpindah agama menjadi Islam, dan hal tersebut harus benar-benar di lakukan, bukan hanya karena menikah tetapi benar-benar karena Allah. Pernikahan akan bisa di laksanakan apabila semua rukun nya telah terpenuhi.

Setelah ijab dan kabul, maka pernikahan yang terjadi antara kedua mempelai menjadi sah dan mereka menjadi sepasang suami istri. Status tersebut akan berlaku selamanya. Tetapi akan berakhir jika terdapat perceraian, atau pun kematian salah satu mempelai.

Apabila terdapat 2 orang non muslim yang ingin menikah, maka mereka harus menjadi muallaf dan masuk terlebih dahulu ke dalam agama Islam, baru dapat di nikahkan secara Islam. Masuk nya mereka berdua bukan hanya karena pernikahan semata, melainkan juga di karenakan Allah SWT.

Pada zaman sekarang, banyak sekali orang yang menikah berbeda agama. Karena di Indonesia tidak di perbolehkan menikah berbeda agama, maka mereka ke luar negeri, untuk menikah. Meskipun begitu, pernikahan mereka tidak menjadi sah, dan hukum dari hubungan yang mereka lakukan adalah haram.

Pria Bukan Mahram dari Istri Syarat 2

thegorbalsla.com

Meskipun pernikahan merupakan suatu kehidupan dan hubungan baru bagi sepasang suami istri, tidak berarti bisa menikahkan sang wanita dengan siapa saja. Pada saat menentukan pasangan atau seorang mempelai pria haruslah sesuai dengan syariat Islam, yaitu bukan lah mahram bagi si wanita.

Pada surat An-Nisa’ telah di paparkan mengenai siapa saja anggota keluarga yang menjadi mahram dari sang wanita. Apabila sang pria masih terdapat aliran mahram dari pihak bapak, maka harus di ketahui dengan jelas dan rinci agar pernikahan yang terjadi benar-benar sah. Karena jika salah sedikit saja, maka pernikahan haram di laksanakan.

Setiap hendak menikahkan, maka pihak penghulu akan menelaah mengenai latar belakang keluarga si pria, sehingga pria bukan termasuk mahram bagi si wanita. Dengan adanya penelaahan tersebut, maka pernikahan akan terlaksana dengan baik dan sah tentunya.

Mengetahui Wali Akad Nikah Syarat 3 

www.dream.co.id

Wali yang mengemban amanat untuk menikahkan sang wanita, harus memiliki jalur yang jelas dalam menikahkan sang wanita. Sehingga pernikahan bisa terlaksana secara sah. Saat ini semua orang di wajibkan memiliki akta kelahiran secepatnya.

Hal tersebut agar pada saat pernikahan, tidak terjadi yang namanya pernikahan di luar syariat Islam. Sebagai seorang mempelai pria, harus lah mengetahui latar belakang keluarga dari calon istri. Setelah sang pria tahu kehidupan dari sang wanita, maka untuk selanjutnya pria tersebut harus tahu mengenai wali-wali dari sang wanita.

Sehingga seorang pria bisa menikahi wanita tersebut dan tahu bagaimana seharusnya wali yang yang menjadi penanggung jawab pada saat menikahkan sang wanita. Permasalahan dan kendala mengenai wali harus lah benar-benar di mengerti, terutamanya dari pihak kedua mempelai.

Apabila sang mempelai menggunakan wali hakim, maka sang wali tersebut haruslah juga di ketahui mengenai asal usulnya. Karena dalam islam terdapat seorang bapak kandung yang tidak di perkenankan untuk menikahkan anak perempuannya. Oleh karena itu, kedua belah pihak harus benar-benar mengetahui perihal wali nikah.

Tidak Sedang Berhaji Syarat 4

www.popbela.com

Sakralnya ibadah haji, menyebabkan pada saat melakukan ibadah ini, tidak boleh terjadi pernikahan antara pria dan wanita. Apabila ingin menikah maka harus lah menunggu hingga ibadah haji yang sedang di jalankan telah selesai atau bisa juga di laksanakan sebelum melakukan ibadah haji.

Dalam agama Silam, memang terdapat satu bulan yaitu bulan haji, dimana pada bulan tersebut tidak di perbolehkan melakukan pernikahan. Pernikahan boleh di lakukan setelah bulan tersebut. Oleh karena itu, bagi kedua calon suami istri harus menunda pernikahan.

Meskipun tidak sedang berhaji, tetap saja kedua belah pihak harus menunda pernikahan, hingga musim atau bulan haji telah selesai.

Dilakukan Tidak dengan Adanya Paksaan Syarat 5

ngertiaja.com

Pernikahan dilakukan atas dasar suka sama suka dan karena Allah SWT. oleh karena itu, tidak di perbolehkan menikah karena adanya paksaan baik dari kedua pihak atau salah satu pihak.

Menikah merupakan proses pemberian tanggung jawab yang di berikan kepada kedua mempelai, apabila pada saat menikah, si mempelai tidak berkenan melaksanakan pernikahan, maka sudah barang tentu bahwa pernikahan tersebut kedepannya akan mengalami banyak kendala.

Pernikahan adalah suatu hubungan baru yang terbentuk antara pihak laki-laki dan pihak perempuan dan juga antara dua keluarga. Meskipun begitu, setiap pernikahan memiliki tujuan yang jelas yang harus di pahami oleh kedua belah pihak.

Tujuan dalam pernikahan akan tercapai jika terdapat keselarasan antar kedua pihak mempelai. Sehingga apabila pernikahan di lakukan dengan adanya paksaan, maka di khawatirkan akan terjadi kendala dalam pernikahan itu sendiri di kemudian hari. 

Adanya Pengantin Wanita Sebagai Rukun Nikah 1

thegorbalsla.com

Pengantin wanita merupakan rukun nikah yang wajib di penuhi, agar pernikahan menjadi sah. Pernikahan terjadi antara pria dan wanita. Tanpa adanya wanita, maka pernikahan di haramkan atau tidak boleh di lakukan. Pernikahan sesama jenis dilarang di berbagai hukum, baik hukum agama atau pun hukum negara.

Pernikahan terjadi apabila terdapat dua pengantin pria dan wanita. Apabila hanya ada satu pengantin saja, maka tidak bisa di sebut dengan pernikahan. Rukun nikah harus terpenuhi seluruhnya tanpa terkecuali. Karena apabila rukun nikah tidak terpenuhi, maka pernikahan tidak bisa di anggap sah baik di mata agama atau di hukum negara.

Adanya Pengantin Pria Sebagai Rukun Nikah 2

moondoggiesmusic.com

Kemudian selain seorang wanita, juga seorang pria menjadi salah satu rukun dari menikah. Pria merupakan pengemban amanah dari orang tua wanita. Orang tua wanita mempercayakan dan melimpahkan tanggung jawab si wanita kepada si pria untuk menjaganya dan menemaninya sepanjang hidup nya.

Pelimpahan tanggung jawab itu haruslah di serahkan secara langsung kepada sang pria. Oleh karena itu, pria harus lah ada dan hadir pada saat pelimpahan tanggung jawab atau yang di sebut dengan akad nikah. Terlaksananya akad nikah akan menjadi sah nya pernikahan antara pria dan wanita.

Akad di lakukan oleh sang pria dan wali dari wanita. Oleh karena itu, pelaksanaan akad ini tidak bisa di titipkan atau di wakilkan. Rukun nikah adanya pengantin pria harus di penuhi, karena tanpa kehadiran pengantin pria, maka pernikahan tidak bisa berlangsung.

Keberadaan pengantin pria ini merupakan salah satu dari rukun nikah. Rukun nikah ini tidak bisa di wakilkan atau di gantikan oleh orang lain, baik kerabat, saudara atau pun keluarga.

Adanya Wali Nikah sebagai Rukun Nikah 3

moondoggiesmusic.com

Setelah adanya pengantin wanita dan juga pria, maka rukun pertama dan kedua sudah terpenuhi. Selanjutnya yaitu rukun ketiga, adanya wali dari sang perempuan. Wali menjadi rukun nikah yang wajib ada. Wali dari seorang wanita mempunyai hak untuk menikahkan sang wanita.

Wali wanita adalah ayah wanita sendiri, namun apabila sang ayah tidak ada, maka wali dapat di gantikan dengan seseorang yang berasal dari keluarga inti. Dengan catatan keluarga inti yang berasal dari ayah. Baik itu, paman atau pun kakek.

Apabila keluarga inti yang di tuakan telah tiada, maka dapat menggunakan saudara laki-laki kandung sang perempuan. Tetapi, apabila ternyata sang perempuan tidak memiliki saudara, maka perwalian boleh di wakilkan kepada wali hakim. 

Wali hakim berasal dari penghulu yang menikahkan sang pria dam wanita. Islam memberikan kemudahan dalam pernikahan asalkan tetap sesuai dengan rukun dan syarat menikah. Sehingga menikah tetap sah baik dari segi hukum negara atau pun agama.

Begitu wajib nya seorang wali dalam pernikahan, sehingga apabila menikah diam-diam tanpa sepengetahuan wali, maka pernikahannya tidaklah sah baik di mata hukum agama maupun hukum negara. Meskipun prosesi pernikahan dilakukan secara benar dan khidmat, tetap saja tidak menjadikan pernikahan sah apabila tidak terdapat seorang wali dalam pernikahan tersebut.

Pada suatu pernikahan, bukan hanya meresmikan hubungan antara kedua manusia atau kedua keluarga. Tetapi juga membentuk hubungan dengan Allah SWT. oleh karena itu, menikah harus sesuai dengan syarat dan rukunnya dan harus di laksanakan dengan benar, agar membawa keberkahan dalam kehidupan berumah tangga.

Setiap rumah tangga pasti menginginkan ada nya keberkahan, oleh karena itu dalam melaksanakan suatu pernikahan harus lah memenuhi syarat dan rukunnya. Agar pernikahan menjadi sah dan juga dalam kehidupan berumah tangga menjadi berkah. Jadi, tercapailah tujuan dari pernikahan tersebut.

Adanya 2 Orang Saksi dari Sang Pria Rukun 4

www.wajibbaca.com

Di setiap prosesi apapun haruslah terdapat saksi yang melihat bahwa prosesi tersebut benar-benar terjadi. Hal tersebut juga terdapat pada suatu pernikahan. Dalam prosesi pernikahan haruslah terdapat saksi yang menyaksikan secara langsung bahwa pernikahan itu benar-benar terjadi dan sah baik di mata hukum dan agama.

Pada suatu pernikahan saksi berjumlah 2 orang laki-laki yang berasal dari sang pria. Wajib adanya saksi ini memang sudah termasuk dari rukun menikah. Seperti wajib nya seorang wali. Saksi pun kelak akan di minta pertanggung jawabannya di akhirat sebagai saksi dari pernikahan.

Apabila kedua mempelai menikah tanpa adanya saksi yang mendampingi, maka pernikahannya tidak sah baik menurut hukum agama atau pun hukum negara. Pada suatu pernikahan, sedikit nya saksi berjumlah 2 orang laki-laki. Apabila pada saat pernikahan, ternyata tidak di peroleh saksi yang memenuhi syarat dari pihak keluarga, maka saksi bisa di gantikan oleh tetangga sekitar yang terpercaya atau orang lain yang bisa di percaya.

Keberadaan saksi adalah sebagai pengingat bahwa prosesi pernikahan yang sakral telah terjadi. Pada saat melangsungkan pernikahan, di anjurkan untuk mengumumkan pernikahan kepada khalayak dan mengundang khalayak untuk mendatangi prosesi pernikahan.

Hal tersebut bertujuan agar peristiwa sakral dan besar tersebut memiliki makna dan juga mengumumkan bahwa telah terlaksana pernikahan yang sah secara hukum agama maupun negara. Tetapi apabila pihak penyelenggara tidak menginginkan pengumuman besar-besaran, maka pernikahan bisa di lakukan dengan cara sederhana yaitu cukup wali dan 2 orang saksi pria saja.

Adanya Ijab dan Qobul Rukun 5

www.rumahku-surgaku.org

Apabila ke empat rukun menikah tersebut telah tersedia dan sah, maka selanjutnya dapat melakukan prosesi ijab dan qobul. Pada saat telah di beritahukan tentang jumlah mahar kepada sang pria, maka saat itu juga ayah sebagai wali sang wanita telah melimpahkan tanggung jawab kepada sang pria.

Kemudian saat sang pria telah sampai pada kata menjawab dari sang wali yaitu “saya terima nikahnya” maka kedua mempelai telah menjadi suami istri sejak saat itu juga. Perihal mengenai rukun nikah merupakan ketetapan yang tidak bisa di tambah atau di kurangi.

Jika terjadi perubahan dalam rukun nikah, maka menikah tidak akan menjadi sah. Sehingga hubungan yang di lakukan antara kedua mempelai menjadi haram. Ijab dan qabul adalah suatu janji yang di lakukan sang mempelai pria di hadapan saksi dan wali. Janji yang di buat dengan Allah.

Setelah kata-kata ijab dan qabul ini keluar dari mulut pria, maka segala sesuatu mengenai kedua pengantin akan selalu berhubungan dan terikat. Setelah di laksanakan ijab dan qobul, maka kedua mempelai dapat melangsungkan resepsi.

Guna untuk memberikan pengumuman kepada masyarakat, jika mereka berdua telah sah menjadi sepasang suami istri dan memiliki hubungan yang baru. Meskipun menikah secara diam-diam, pernikahan tersebut harus lah di ketahui oleh warga sekitar, gara tidak menimbulkan masalah di kemudian hari.

Itulah sedikit ulasan dan pembahasan mengenai syarat dan rukun dari menikah. Kedua hal tersebut harus terpenuhi. Apabila telah terpenuhi, maka pernikahan bisa dilangsungkan. Apabila memandang kedua hal tersebut, sangat mudah bukan untuk melangsungkan kedua pernikahan.

Sebenarnya yang menjadi kan sulit dari melangsungkan pernikahan, adalah dari kedua belah pihak sendiri. Pernikahan bukan hal yang mahal dan sebagainya yang menjadikan mahal adalah kedua pihak yang hendak menikah.

Banyak sekali orang yang terkendala menikah di karenakan pandangan mereka sendiri mengenai pernikahan. Pernikahan bukanlah suatu pesta yang harus terselenggara dengan mewah. Cukup dengan sederhana saja, asalkan telah terpenuhi seluruh syarat dan rukunnya, maka pernikahan bisa di adakan.

Masalah yang telah terjadi setelah menikah paling banyak di sebabkan oleh orang tua yang selalu ikut campur dengan kehidupan pernikahan sang anak. Setelah menikah kehidupan anak secara resmi menjadi miliki sang suami, oleh karena itu, sebagai orang tua tidak di perboleh kan mengikuti urusan rumah tangga dari sang anak.

Begitu pula sang anak yang telah menikah, tidak boleh selalu bergantung dengan orang tua. Anak yang selalu menggantungkan kehidupan rumah tangganya kepada orang tua, maka akan selalu mendapat kan kendala dalam berumah tangga. Apabila hanya sekedar meminta saran dan sebagainya tidak mengapa.

Baca Juga Perbedaan Zakat Fitrah dan Zakat Mal

Karena pernikahan merupakan sebuah penyatuan dari hubungan baru, maka wajib hukumnya bagi kedua belah pihak untuk selalu menyimpan aib yang mungkin ada pada pernikahan mereka. Haram hukumnya bagi istri yang selalu mengumbar aib suaminya, begitu pula haram bagi sang suami yang selalu mengumbar aib sang istri.

Rukun Iman: Definisi, Urutan, Makna beserta Penjelasannya

Rukun iman – Sebagai seseorang yang beragama Islam, wajib hukumnya untuk mengetahui lebih dalam mengenai rukun iman, bukan hanya mengenalnya saja, tetapi mendalaminya dan mengamalkannya juga merupakan suatu kewajiban yang harus di laksanakan oleh setiap muslim tanpa ada pengecualian. 

Pasalnya, rukun iman merupakan suatu pokok atau dasar terpenting bagi seorang muslim agar mampu melaksanakan kehidupan yang selalu berlandaskan Al-Qur’an dan juga hadis. Pengamalan dari rukun iman dapat memberikan ke kokohan dan penguatan iman yang di miliki setiap orang. 

Sehingga pada saat seorang muslim mengalami musibah atau pun cobaan, maka orang tersebut akan selalu yakin dan berpegang teguh pada janji Allah. Sehingga terhindar dari sifat yang menyebabkan putus asa. Rasa putus asa dapat menjerumuskan orang kepada jalan yang buruk. 

Orang yang selalu berputus asa di setiap kehidupannya merupakan tanda bahwa ia tidak memiliki keimanan yang kuat. Oleh karena itu, setiap muslim di tuntut untuk memiliki hati dan keimanan yang kokoh. Berikut ini merupakan ulasan dan penjelasan singkat mengenai rukun iman.

Dalil Al-Qur’an serta Hadis Mengenai Rukun Iman

www.arah.com

Rukun iman bukanlah hal yang di ada-adakan, tetapi memang sudah tercantum dalam surat Al-Qur’an dan hadis. Pada al-Qur’an terdapat pada surat al-Baqarah ayat 177. Ayat tersebut memberikan penjelasan bahwasanya, suatu keimanan atau kebaikan pasti berlandaskan kepada 6 pokok, yaitu rukun iman.

Sehingga asalkan setiap muslim selalu berlandaskan kepada 6 hal tersebut, maka ia akan memiliki kekuatan iman. 6 bentuk keimanan atau yang disebut rukun iman, pada surat al-Baqarah hanya di sebutkan sebanyak 5 saja, sedangkan sisa nya terdapat pada surat Al-Qomar ayat 49. 

Pada ayat tersebut telah di perjelas, bahwasanya takdir yang di tetap oleh Allah kepada seluruh makhluknya bukan lah suatu kebetulan atau ketidak sengajaan, melainkan sudah melalui perhitungan yang sangat baik. Sehingga setiap apa saja yang terjadi, bukan lah suatu kebetulan. Melainkan, memang itu yang seharusnya terjadi.

Selain di dalam Al-Quran, juga terdapat suatu hadis yang menyatakan bahwa, sesungguhnya Rasulullah pernah bersabda yaitu, kamu harus beriman kepada Allah serta malaikat-malaikatnya, kitab-kitab nya serta rasul-rasul nya, hari akhir dan juga dengan segala takdir yang di berikan baik atau pun buruk.

Definisi dari Iman

rumaysho.com

Iman memiliki berbagai makna dan arti. Kata “iman” apabila di lihat berdasarkan bahasa Arab maka memiliki arti yaitu “percaya”. Percaya merupakan arti dari iman dari segi sudut pandang bahasa. Kemudian secara lengkap atau secara istilah, iman yaitu, percaya, membenarkan dan meyakini dalam hati, selain meyakini dalam hati, juga harus mengucapkan dan membenarkannya melalui lisan. 

Tak cukup hanya itu saja, tetapi juga mengamalkan dengan perbuatan secara nyata. Mengenai makna dari “iman” apabila di lihat berdasarkan hadis, yaitu membenarkan dan meyakini dengan batin. Hal tersebut bermaksud bahwa apabila terdapat sesuatu yang di dengar atau di lihat, maka keyakinan penuh akan tertanam dalam hati Anda. 

Maksud dari keyakinan pada hati yaitu, tidak adanya perasaan ragu-ragu atau pun gundah di dalam hati. Anda meyakininya secara mutlak. Seperti meyakini dengan seyakin-yakin nya dalam batin dan hati Anda, bahwa hanya Allah lah tuhan yang patut untuk di sembah.

Setelah meyakini dengan hati, maka kewajiban selanjutnya yaitu, menyebarkan keyakinan tersebut dengan cara mengucapkannya secara lisan. Hal tersebut di karenakan, apabila hanya meyakini sendiri di dalam hati, maka orang lain tidak akan tahu. Oleh karena itu, Anda harus turut mengucapkannya secara lisan.

Setelah di sebarkan melalui lisan, maka selanjutnya yang wajib di lakukan yaitu, melakukannya dengan perbuatan. Hal tersebut merupakan suatu bentuk pengamalan. Sehingga bukan sekedar meyakini dalam hati, atau menyebutkan secara lisan, tetapi juga melakukannya di kehidupan sehari-hari sebagai bentuk pengamalan dari iman.

Definisi Rukun Iman

thogorbalsla.com

Pilar atau pondasi bagi setiap muslim yaitu rukun iman. Barang siapa yang selalu meyakini dan juga melakukan pengamalan perbuatan yang berlandaskan rukun iman, maka orang tersebut akan memiliki keimanan yang kuat yang tidak akan mudah untuk goyah atau di pengaruhi oleh orang lain.

Keimanan yang kuat merupakan salah satu bentuk dari kokoh nya hati. Sedangkan apabila terdapat seorang muslim yang secara terang-terangan atau pun diam-diam, tidak meyakini rukun iman, maka orang tersebut akan mudah apabila di pengaruhi. Hal tersebut merupakan salah satu contoh rapuh nya hati.

Hati penuh ke ragu-raguan, penuh kegelisahan dan sebagainya. Sehingga ia akan mudah melakukan pemindahan hati atau hati nya kerap sekali untuk berpindah-pindah. Rukun iman memiliki makna yaitu, rukun yang menunjukkan suatu kemantapan dari hati yang sesuai jalan islam dan berlandaskan jalan Islam.

Keseluruhan isi rukun iman telah di wujudkan ke dalam 6 perkara atau 6 bentuk. Setiap muslim wajib hukumnya untuk mengamalkan ke 6 isi dari rukun iman dengan tujuan agar, keimanan yang terdapat dalam hati juga bertambah dan kuat.

Iman Kepada Allah sebagai Rukun Iman ke 1

www.ruangmuslimah.co

Suatu perkara yang pertama kali harus di yakini dan juga di amalkan yaitu, percaya dengan dzat Allah, sebagai tuhan semesta Alam yang telah menciptakan bumi seisinya di sertai dengan langit seisinya.

Allah memiliki sifat yang berbeda dengan makhluknya oleh karena itu dzat Allah ada. Allah ada tanpa tempat. Karena apabila Allah berada dalam suatu tempat, maka itu sama saja menyamakan Allah dengan makhluk-Nya yang selalu membutuhkan tempat.

Apabila terdapat seorang non muslim yang ingin menjadi bagian dari Islam atau dengan kata lain beragama Islam, maka hal yang harus pertama kali di lakukan orang tersebut, yaitu memiliki keimanan di dalam hati, bahwa hanya Allah lah tuhan yang patut di sembah dan Rasulullah Muhammad merupakan utusan dari Allah. 

Setelah orang tersebut meyakini dengan se yakin-yakinnya, maka selanjutnya yang harus di lakukan yaitu, mengucapkan secara lisan, yaitu dengan mengucapkan dua kalimat syahadat. Pengucapan tersebut hukumnya wajib. Bukan hanya percaya dalam hati saja, tetapi juga mengucapkan kepercayaannya secara lisan. 

Selanjutnya bentuk pengamalan dalam perbuatan, yaitu dengan cara melaksanakan segala perintah yang di berikan oleh Allah, dan juga menjauhi atau tidak melakukan larangan dari Allah. Selain itu, bentuk beriman kepada Allah yaitu dengan cara bahwa Allah memiliki sifat yang berjumlah 20 yang wajib di yakini oleh setiap muslim.

Sifat 20 tersebut, meliputi, wujud, qidam, baqa’, mukholafatu lil hawaditsi, qiyamuhu bi nafsihi, wahdaniyat, qodrat, iradat, ilmu, hayat, sama’ bashar, kalam, qadiran, muridan, ‘aliman, hayyan, sami’an, bashiran, mutakalliman. Ke 20 sifat tersebut wajib di yakini oleh setiap muslim.

Iman Kepada Malaikat Allah sebagai Rukun Iman ke 2

www.habibullahurl.com

Malaikat merupakan makhluk Allah yang terbuat dari cahaya. Oleh karena sifat dari malaikat yang mulia, seperti tidak adanya nafsu pada malaikat dan juga selalu patuh kepada Allah, maka malaikat merupakan makhluk Allah yang memiliki kedudukan yang sangat mulia di sisi Allah.

Malaikat mengisi setiap waktu nya untuk selalu berdzikir kepada Allah. Malaikat tidak memiliki nafsu, oleh karena itu malaikat tidak lapar atau pun haus. Malaikat merupakan makhluk mulia yang harus di yakini keberadaannya oleh setiap muslim. Oleh karena itu, setiap muslim harus yakin bahwa malaikat itu ada.

Malaikat yang wajib di ketahui dan  di imani oleh seorang muslim ada 10. Setiap malaikat memiliki tugas yang berbeda-beda. Mengenai nama dan tugas malaikat, seorang muslim harus menghafalkannya. Berikut ini merupakan nama-nama malaikat beserta tugas-tugas yang di bebankan Allah kepada nya.

  1. Malaikat Jibril memiliki tugas sebagai perantara dalam penyampaian wahyu dari Allah kepada utusannya. Sehingga setiap nabi atau pun rasul, yang mendapatkan wahyu dari Allah, tersampaikan melalui perantara malaikat Jibril.
  2. Malaikat Mikail memiliki tugas sebagai penyampai rezeki kepada semua makhluk Allah. Selain itu, malaikat mikail juga memiliki tugas untuk menurunkan hujan di setiap wilayah dan di berbagai belahan dunia.
  3. Malaikat Israfil memiliki tugas yang sangat penting, yaitu peniupan sangkakala pada hari kiamat atau pada hari seluruh alam semesta hancur.
  4. Malaikat Izrofil memiliki tugas untuk melakukan pencabutan nyawa kepada setiap makhluk Allah yang ada di seluruh alam semesta.
  5. Malaikat Rakib bertugas untuk mencatat segala perbuatan manusia yang hanya di khususkan pada amal yang baik saja.
  6. Malaikat Atid bertugas untuk mencatat segala perbuatan manusia yang hanya di khususkan pada amal yang buruk saja.
  7. Malaikat Munkar memiliki tugas untuk bertanya kepada mayit saat berada di alam kubur.
  8. Malaikat Nakir memiliki tugas untuk bertanya kepada mayit saat berada pada alam kubur
  9. Malaikat Ridwan memiliki tugas untuk menjaga surga
  10. Malaikat Malik memiliki tugas untuk menjaga neraka

Iman Kepada Kitab Allah sebagai Rukun Iman ke 3

khotbahjumat.com

Allah menurunkan berbagai kitab. Kitab tersebut merupakan petunjuk yang di berikan untuk memberikan petunjuk kepada umat setiap nabi dan rosul. Allah menurunkan sebanyak 4 kitab yang di turunkan kepada rasul yang berbeda.

Ke empat kitab tersebut sebenarnya memiliki esensi yang sama, namun setiap terdapat kitab baru, pasti memiliki fungsi untuk menyempurnakan kitab-kitab terdahulu. Berikut ini merupakan kitab-kitab yang telah di turunkan Allah kepada para rasul nya.

  • Kitab taurat

Kitab taurat di turunkan kepada nabi Musa agar dapat memberikan petunjuk kepada kaumnya. Nabi musa merupakan Rasul yang di utus untuk memberikan petunjuk kepada bani Israil, oleh karena itu, kitab taurat merupakan kitab yang di turunkan untuk bani Israil pada saat itu. Tetapi kitab taurat saat ini telah di rubah isinya sehingga sudah tidak dapat di jadikan pedoman.

  • Kitab Zabur

Kitab zabur merupakan kitab yang di turunkan kepada nabi Daud. Kitab ini berisi berbagai macam pujian untuk Allah SWT. Kitab ini menjadi kitab petunjuk untuk kaum nabi Daud pada saat itu, akan tetapi saat ini, isi dari kitab Zabur telah di rubah dan di lencengkan, sehingga tidak dapat di gunakan sebagai petunjuk.

  • Kitab Injil

Kitab injil merupakan kitab yang di turunkan kepada nabi Isa yang berisi tentang petunjuk kepada umat nabi Isa pada saat itu. Kitab Injil memiliki isi untuk selalu berbuat zuhud. Tetapi, pada saat ini, kitab Injil sudah tidak dapat di gunakan sebagai patokan atau landasan, karena isinya yang selalu di rubah sehingga tidak sama dengan kitab Injil yang asli yang di turunkan oleh Allah.

  • Kitab Al-Quran

Al-Quran merupakan kitab suci yang di turunkan kepada Nabi Muhammad, kitab ini merupakan mukjizat Rasulullah yang terbesar. Selain itu, kitab Al-Quran juga di jamin kebenarannya oleh Allah, dan juga akan terlindungi dari segala hal yang dapat merubahnya.

Oleh karena itu, Al-Quran dari zaman Rasul hingga zaman sekarang memiliki isi yang sama. Oleh karena itu, hanya Al-Quran saja yang dapat di jadikan pedoman hidup.

Al-Quran merupakan kitab Allah yang isinya menyempurnakan kitab-kitab yang telah di turunkan sebelumnya. Oleh karena itu, setelah turunnya Al-Quran, Allah memerintahkan kepada seluruh umatnya untuk mengimani Al-Quran.

Iman Kepada Rasul Allah sebagai Rukun Iman ke 4

www.eduspensa.id

Mengimani atau percaya kepada Rasul Allah merupakan rukun iman yang ke empat. Rasul merupakan seorang laki-laki yang di utus oleh Allah untuk menyampaikan dakwah kepada umatnya. Rasul dan nabi yang perlu di ketahui dan di ingat ada 25. Setiap rasul memiliki mukjizat tersendiri. Berikut ini merupakan nama-nama dari nabi dan rasul.

  1. Nabi Adam As. merupakan manusia serta nabi dan rosul pertama.
  2. Nabi Idris As.
  3. Nabi Nuh As.
  4. Nabi Hud As.
  5. Nabi Sholeh As.
  6. Nabi Ibrahim As.
  7. Nabi Luth As.
  8. Nabi Ismail As.
  9. Nabi Ishak As.
  10. Nabi Yakub As.
  11. Nabi Yusuf As.
  12. Nabi Ayub As.
  13. Nabi Syuaib As.
  14. Nabi Musa As.
  15. Nabi Harun As.
  16. Nabi Zulkifli As.
  17. Nabi Daud As.
  18. Nabi Sulaiman As.
  19. Nabi Ilyas As.
  20. Nabi Ilyasa As.
  21. Nabi Yunus As.
  22. Nabi Zakariya As.
  23. Nabi Yahya As.
  24. Nabi Isa As.
  25. Nabi Muhammad SAW. Merupakan penutup para rasul.

Nabi Muhammad SAW. Menjadi nabi dan rasul terakhir sekaligus menjadi penutup para nabi dan rasul. Dengan mengetahui hal tersebut, maka sudah tidak ada nabi lagi setelah Rasulullah. Apabila ada yang mengaku dirinya sebagai nabi, maka ia adalah nabi palsu. Kemudian di antara 25 nabi dan rosul, terdapat 5 nabi yang memiliki kelebihan berupa kesabaran yang tak terbatas yaitu,

  1. Nabi Nuh As.
  2. Nabi Ibrahim As.
  3. Nabi Musa As.
  4. Nabi Isa As.
  5. Nabi Muhammad SAW.

25 nabi yang telah di sebutkan di atas perlu di ingat dan di pelajari terkait dengan sejarah dan mukjizat serta perjuangannya dalam berdakwah. Sehingga melalui pelajaran tersebut, manusia dapat mengambil ibrah dan hikmah yang bisa di contoh dalam kehidupan.

Iman Kepada Hari Akhir sebagai Rukun Iman ke 5

organicvolunteers.com

Hari kiamat pasti akan datang, namun mengenai waktunya tidak ada satu pun yang tahu. Bahkan para nabi dan rasul tidak ada yang tahu kapan datang nya hari kiamat. Manusia juga harus percaya bahwa seluruh kehidupan di dunia ini pasti ada ujungnya.

Memiliki keyakinan mengenai datangnya hari akhir, akan membuat setiap orang bertambah kuat imannya dan selalu meningkatkan ketakwaannya. Allah juga telah memberikan sedikit bocoran mengenai hari akhir yang berkenaan dengan tanda-tanda nya saja.

Tanda-tanda kiamat ada dua macam yaitu tanda-tanda kecil dan besar. Apabila kiamat sudah sangat dekat, maka akan muncul tanda-tanda besar, seperti muncul nya kabut, keluarnya da’jal dan lain sebagainya.

Iman Kepada Takdir Allah sebagai Rukun Iman ke 6

www.eduspensa.co.id

Percaya terhadap ketentuan atau qodho dan qodar Allah merupakan rukun iman yang ke enam. Qodho merupakan suatu ketentuan yang telah di tetapkan oleh Allah dan memiliki sifat tetap. Sehingga qodho ini sudah tidak bisa di ubah lagi. Seperti adanya kematian yang pasti akan terjadi pada setiap makhluk hidup.

Sedangkan qodar merupakan suatu ketentuan yang telah di tetapkan oleh Allah namun bisa di perbaiki atau di upayakan di rubah. Contoh qodar seperti rezeki.

Rukun Iman Versi Syiah

www.an-najah.net

Kelompok syiah merupakan kelompok yang bertolak belakang dengan ajaran sunni. Kelompok ini memiliki rukun iman sendiri yaitu, At tauhid, Al-Adhalah, An-nubuwah, Al-Imamah, Al-ma’ad. 

Itulah sedikit ulasan terkait dengan rukun iman. Pengamalan dari rukun Iman sangat lah penting. Pengamalan tersebut merupakan bentuk penguatan keyakinan dalam Islam. Apabila suatu keyakinan telah memiliki pondasi yang kuat dan kokoh, maka akan sangat sulit dan tidak ada kemungkinan dapat di pengaruhi.

Baca Juga Biografi Sunan Kudus

Banyak nya aliran yang mengatasnamakan Islam sering kali memberikan ajaran-ajaran yang tidak sesuai dengan ajaran Islam. Sehingga sering kali bertolakkan, tetapi mereka tetap mengatasnamakan dirinya sebagai Islam. Dengan meyakini dan terus mengamalkan rukun Islam, maka seorang muslim akan sangat sulit di cuci otak nya tau di masuki oleh aliran-aliran sesat yang mengatasnamakan Islam dan sering berbuat keonaran.

Rukun Haji: Pengertian, Urutan, Tata Cara dan Penjelasannya

Rukun haji – Pada rukun Islam, haji menempati rukun yang terakhir yaitu yang kelima. Pergi haji merupakan suatu kewajiban bagi setiap orang muslim yang memiliki kemampuan. Pasalnya, haji menjadi ibadah yang paling lama dalam melakukannya serta dalam menunaikannya di perlukan persiapan.

Pada saat melakukan haji, maka si pelaku harus meninggalkan beberapa hal dan juga telah siap mempertaruhkannya. Pada saat melakukan ibadah haji, hal yang paling utama yang harus diperhatikan adalah terkait dengan kemampuan. Kemampuan dari segi finansial dan juga dari segi jasmani.

Biaya haji yang banyak, sehingga memerlukan persiapan yang matang dan membutuhkan waktu yang lama. Pada saat pelaksanaan haji, proses ibadah yang di jalani pun cukup berat, oleh karena itu kesehatan fisik dan mental merupakan komponen penting dan menjadi salah satu persyaratan yang penting apabila seseorang hendak melaksanakan ibadah haji.

Ibadah haji harus lah di laksanakan secara khidmat dan juga benar tata caranya. Hal tersebut agar orang yang menunaikan haji dapat menjadi haji yang mabrur. Karena setiap calon jamaah haji harus mengetahui apa saja yang menjadi rukun haji, berikut ini merupakan penjelasan singkat mengenai rukun haji.

Niat Merupakan Rukun Haji yang Pertama

ihramalila.com

Niat yang dimaksud dalam ibadah haji adalah ihram. Pada saat ihram para jamaah haji, harus memiliki niat yaitu meyakini dengan benar-benar yakin, bahwa sesungguhnya pada saat itu, tubuh mereka di pertemukan dengan rumah dari sang Pencipta.

Apabila telah memiliki niat seperti tersebut, maka seluruh kegiatan dari orang tersebut harus lah didasari dengan niat semata-mata karena Allah. Niat terletak di dalam hati, namun agar lebih sinkron, maka niat bisa di ucapkan melalui bibir. Hal tersebut agar lebih sesuai terhadap apa yang akan di lakukan.

Sehingga ibadah apapun yang di lakukan baik itu sholat dan sebagainya, meskipun telah berniat di dalam hati, alangkah lebih baiknya apabila niat tersebut juga di ucapkan melalui bibir. Tetapi apabila hanya menghendaki niat dalam hati saja tanpa mengucapkannya dalam bibir juga tidak mengapa.

Pada saat pelaksanaan haji, niat di tandai dengan melakukannya ihram yaitu pria dan wanita mengenakan pakaian ihram. Dalam hal tersebut, seluruh calon jamaah haji harus benar-benar mengerti dan memahami. Niat dan ihram tidak dapat di pisahkan, karena telah menjadi satu kesatuan.

Niat menjadi rukun haji yang pertama, oleh karena itu, apabila niat di tinggalkan maka tidak sah ibadah haji yang di lakukan. Pakaian ihram yang telah di tentukan tidak dapat di rubah, di kombinasi atau di perbaharui sehingga tidak sama.

Setelah melakukan niat dengan bersungguh-sungguh, hal tersebut berarti bahwa para jamaah haji telah sepenuhnya ikhlas dengan panggilan sang Illahi untuk menunaikan ibadah haji. Niat menjadi hal yang paling utama. Sehingga jika jamaah haji merubah niat nya atau tidak memiliki niat berhaji, maka sudah tentu haji yang ia lakukan tidak sah dan tidak akan berjalan dengan lancar.

Niat perlu di lakukan, karena niat memiliki tujuan apa sebenarnya yang akan jamaah haji lakukan. Benar-benar ibadah atau hanya untuk bersenang-senang liburan dan sebagainya. Niat yang akan menentukan itu semua.

Wukuf di Arafah Merupakan Rukun Haji yang Kedua

www.cnnindonesia.com

Wukuf di Arafah merupakan rukun kedua setelah melakukan niat dan melaksanakan ihram. Wukuf di Arafah merupakan bentuk dari menenangkan diri dengan cara berdiam diri di Arafah.

Berdiam diri dalam hal ini bukan hanya diam saja, tetapi juga di isi dengan beberapa hal yang berkaitan dengan berdzikir, merenungi hidup dan sebagainya. Sehingga dalam wukuf di Arafah para jamaah akan mengisi kegiatannya dalam bentuk pengagungan kepada Allah dan masih banyak lagi.

Pada saat melakukan wukuf ini, memiliki maksud dan tujuan untuk merendahkan diri di hadapan Allah. menyesali perbuatan salah dan dosa. Wukuf di Arafah ini menjadi hal yang paling peting dalam rukun haji, isi dari wukuf adalah doa. Sehingga setiap jamaah haji, harus memaksimalkan dalam melakukan wukuf ini.

Tetapi meskipun demikian, tak jarang orang yang tidak melakukan apapun ketika wukuf, hal tersebut di karenakan mereka memiliki niat yang berbeda. Niat yang berbeda akan memengaruhi ibadah haji mereka. Energi positif dalam jiwa dan tubuh seseorang akan meningkat apabila ia melakukan doa dan dzikir dengan bersungguh-sungguh.

Setiap jamaah yang benar-benar melakukan haji sesuai dengan syarat dan rukunnya serta memiliki niat yang bagus, hal tersebut akan merubah seluruh sifat dan perilakunya, sehingga pada saat ia menyelesaikan ibadah haji yang ia lakukan, maka ia akan pulang menjadi seseorang yang berbeda.

Berubah baik dalam hal sikap dan sifat menjadi lebih baik. Apabila seseorang menjalankan ibadah haji sesuai dengan syarat dan rukunnya, maka ibadah haji yang dilakukan akan menjadi sah dan seseorang tersebut akan dapat menjadi haji yang mabrur.

Thawaf Ifadah Merupakan Rukun Haji yang Ketiga

rumaysho.com

Thawaf merupakan salah satu rukun dalam ibadah haji yang dilakukan setelah menjalankan wukuf di Arafah. Thawaf merupakan suatu kegiatan mengelilingi kakbah sebanyak 7 kali. Thawaf ini sangat perlu untuk dilakukan karena termasuk dalam rukun haji.

Apabila tidak di lakukan, maka sudah barang tentu haji yang dilakukan tidak akan menjadi sah. Karena thawaf merupakan kegiatan yang dilakukan dengan memerlukan kekuatan fisik, oleh karena itu penting bagi seluruh jamaah haji untuk menjaga kondisi tubuh agar tetap sehat.

Karena dalam thawaf ini seluruh jamaah di wajibkan baik yang sedang sakit atau sebagainya. Mekah sendiri memiliki kondisi cuaca yang sangat berbeda dengan Indonesia, oleh karena itu para jamaah harus ekstra hati-hati dalam menjaga tubuhnya.

Wukuf di padang Arafah memiliki suhu yang tinggi, setelah wukuf seluruh jamaah langsung menjalankan rukun selanjutnya yang memerlukan tenaga ekstra yaitu Thawaf. Kedua kegiatan tersebut sangat lah menguras tenaga, oleh karena itu, jamaah harus mempersiapkan tubuh nya dari segala sesuatu yang mungkin terjadi.

Kondisi yang akan di alami oleh para jamaah saat melakukan thawaf harus lah di pahami, karena thawaf merupakan kondisi dimana seluruh orang di berbagai belahan dunia berkumpul dan berjalan bersama. Oleh karena itu, keadaan jatuh karena berdesakan atau terhimpit sudah pasti akan di alami oleh para jamaah. 

Setiap rukun haji, pasti memiliki makna tertentu. Seperti thawaf yang memiliki makna bahwa setiap muslim selalu berusaha untuk mendekatkan diri agar selalu istikamah berada di jalan Allah.

Sa’i Merupakan Rukun Haji yang Keempat

sumsel.tribunnews.com

Setelah setiap jamaah haji melakukan thawaf sebagai rukun haji yang ketiga, selanjutnya adalah Sa’I yang menjadi rukun haji keempat. Sa’I adalah kegiatan dimana setiap jamaah haji melakukan lari-lari kecil dari bukit sofa menuju bukit marwah.

Lari-lari kecil ini memiliki makna dan mengisahkan suatu kisah dari seorang ibu yang berjuang untuk menghilangkan kehausan dari sang anak. Yaitu ibu dari Nabi Ismail As. Pada saat itu, Siti Hajar yang di tinggalkan di padang pasir bersama dengan sang anak.

Karena sang anak terus menangis, akhirnya siti Hajar mencari air dengan cara berlarian kecil dari bukit sofa ke bukit marwah. Meskipun telah berlarian, namun sang ibu tidak juga membuahkan hasil. Setelah berlarian sebanyak 7 kali, barulah usaha yang dilakukan membuahkan hasil.

Hasil tersebut berupa munculnya sumber mata air secara tiba-tiba. Sumber mata air tersebut memiliki keistimewaan yaitu, terus saja mengalir dari zaman nabi Ismail hingga sekarang. Akhirnya padang pasir yang tandus menjadi sebuah kota yang megah seperti sekarang.

Oleh karena itu, dalam sa’i ini merupakan suatu pembelajaran dan mengerti bagaimana para mujahid terdahulu dalam melakukan perjuangan.

Dalam menjalankan setiap rukun haji yang berada di Mekah ini memang sangat berat, bukan hanya kegiatannya saja yang berat, namun melawan suhu ekstrem di sertai dengan cuaca yang tidak menentu merupakan tantangan tersendiri bagi para jamaah haji. Sehingga ibadah haji, merupakan ibadah yang memerlukan perjuangan.

Tahallul Merupakan Rukun Haji yang Kelima

thegorbalsla.com

Apabila pada zaman dahulu, perjalanan yang dilakukan dari bukit sofa menuju bukit marwah sangat sulit, berbeda dengan zaman sekarang yang telah di lengkap berbagai fasilitas, sehingga para jamaah haji akan lebih mudah dalam melaksanakan sa’i. selanjutnya rukun haji yang kelima yaitu Tahallul.

Tahalul merupakan salah atau dari rukun haji, yaitu berupa pembersihan diri, sehingga setiap orang yang melakukan ibadah akan memiliki sifat dan sikap yang berbeda dari sebelumnya. Tahalul merupakan proses pemotongan rambut dan jenggot dalam ibadah haji.

Hal tersebut bertujuan untuk membersihkan diri baik secara rohani atau pun jasmani. Pada saat melakukan tahalul, para jamaah haji akan merasakan pengalaman batin tersendiri. Pada saat melakukan ibadah haji, para jamaah haji tidak di perkenankan untuk melakukan pencukuran baik rambut atau pun kuku.

hal tersebut dikarenakan pada saat melakukan ibadah haji, proses tersebut telah dilakukan pada saat tahalul dalam rukun haji. Apabila tetap melakukannya, maka hal tersebut akan termasuk ke dalam pelanggaran rukun haji. 

Apabila rukun haji di langgar, maka rukun tersebut menjadi tidak sah yang akan berdampak pada ke sah an ibadah haji itu sendiri. Rukun haji ini akan tetap berlaku bagi setiap jamaah haji, baik dari asal manapun, dan sampai kapanpun. Hal tersebut di karenakan rukun ini sudah merupakan perintah dari sang Illahi.

Tertib Merupakan Rukun Haji yang Keenam

satujam.com

Setiap rukun wajib di laksanakan dengan cara berurutan. Oleh karena itu, tidak boleh ada yang berubah urutannya, niat selalu menjadi hal pertama yang wajib di lakukan, baru serangkaian ibadah haji lainnya. Rukun memiliki hukum yang wajib untuk dilaksanakan.

Sehingga setiap jamaah haji harus menyelesaikan setiap rukun dalam keadaan apapun. Selain itu, pihak panitia haji juga telah memberikan pelayanan yang bertujuan untuk memaksimalkan para jamaah haji dalam melaksanakan ibadah haji.

Bentuk pengoptilannya yaitu, berupa pelayanan bagi jamaah haji yang sakit seperti pemberian fasilitas kursi roda dan sebagainya. Bahkan bagi jamaah haji yang masih kesulitan ketika menggunakan kursi roda pun akan di sediakan tempat tidur yang di antar langsung oleh pihak rumah sakit.

Begitu pentingnya rukun haji, hingga bagi jamaah yang sakit pun masih di wajibkan dengan menggunakan cara apapun agar dapat mengikuti rukun haji dengan tertib sehingga ibadah haji menjadi terlaksana dengan baik dan para jamaah dapat melaksanakan haji sehingga menjadi haji yang mabrur.

Setelah mengetahui hal tersebut, pastinya sebelum Anda berangkat haji, persiapan kesehatan merupakan hal yang paling utama untuk di lakukan. Karena apabila Anda melakukan ibadah haji dalam keadaan sakit atau kurang sehat, sudah pasti tentunya ibadah yang Anda lakukan akan terganggu dan menjadi tidak khusyuk.

Hal tersebut akan berpengaruh kepada ibadah haji yang di lakukan. Kesehatan jasmani dapat dijaga dengan cara olahraga teratur dan makan teratur. Selain itu, sering melakukan pengecekan kesehatan, merupakan hal yang penting di lakukan sebelum berangkat menjalankan ibadah haji.

Agar pada saat melaksanakan haji, para jamaah haji tetap dalam kondisi fisik dan kesehatan yang prima. Apabila pada saat berangkat haji telah sakit atau kurang prima, maka pada saat haji, kesehatan juga akan menurun.

Berdoa Sungguh-sungguh Saat Melaksanakan Haji

rumaysho.com

Haji merupakan sarana untuk berdoa dengan sungguh-sungguh. Karena segala doa yang di panjatkan di tanah haram, akan lebih mudah di kabulkan oleh yang Kuasa. Menggunakan kesempatan berdoa dan berdzikir pada saat ibadah haji, adalah hal positif yang bisa di lakukan.

Meskipun saat melakukan ibadah haji, hanya fokus untuk berdoa saja, maka balasan yang di dapatkan juga akan banyak dan melimpah. 1 bulan merupakan waktu yang di gunakan untuk melaksanakan ibadah haji, namun dalam jangka waktu tersebut akan memiliki dampak dan efek luar biasa di kemudian hari.

Karena setiap kegiatan dan rukun haji memiliki makna yang mendalam apabila di lakukan secara khidmat dan khusyuk. Mulai dari rukun yang pertama yaitu ihram hingga tahalul, keseluruhan memiliki makna dalam pelaksanaannya.

Pada saat melaksanakan ibadah haji, setiap manusia akan memiliki kemampuan dan kemantapan hati apabila telah di panggil oleh Allah sang Pencipta. Baik tua, muda, pria dan wanita. Setiap manusia memiliki keinginan untuk berdoa di hadapan masjidil haram. Oleh karena itu, berhaji merupakan kesempatan yang paling di tunggu oleh setiap manusia di berbagai belahan dunia.

Tetapi, haji sekarang sangat berbeda dengan haji pada zaman dahulu, yaitu mengenai peningkatan fasilitasnya. Sekarang pihak penyelenggara haji telah meningkatkan fasilitas dalam pelaksanaan ibadah haji, agar setiap jamaah memiliki kemudahan dalam melaksanakan ibadah haji.

Istiqomah Seusai Menjalankan Ibadah Haji

muslimobsession.com

Ibadah haji, memberikan pelajaran yang sangat berharga bagi para pelakunya. Setiap aktivitas akan memiliki dampak serta efek yang sangat luar biasa. Dampak tersebut akan dapat di rasakan pada saat melaksanakan ibadah haji, atau pun setelah melaksanakan ibadah haji.

Oleh karena itu, haji merupakan salah satu ibadah yang dapat meningkatkan kualitas ibadah lain. Orang yang telah berhaji akan memiliki peningkatan kualitas keimanan dan juga ibadah apabila melaksanakan haji dengan khidmat dan khusyuk. Serta benar dalam setiap rukun yang dilakukannya.

Selalu senantiasa istiqomah dalam menjalankan segala macam ibadah merupakan suatu kunci sukses dalam menggapai ridho Allah. Setelah menjalankan ibadah haji, hal yang paling utama yaitu selalu istikomah dalam menjalankan segala bentuk ibadah.

Apabila seseorang menjalankan ibadah haji dengan sungguh-sungguh dan memiliki niat semata karena Allah SWT. artinya tidak sebagai gengsi-gengsi an atau hanya untuk pamer, maka hal tersebut akan tercermin pada kegiatannya seusai ia melaksanakan ibadah haji.

Istikomah dalam beribadah merupakan salah satu bentuk dampak atau efek yang di berikan jika seseorang tersebut menjadi haji yang mabrur. Tanda seseorang mendapatkan haji yang mabrur dapat dilihat dari sikap setelah orang tersebut menunaikan haji.

Jika sebelumnya pemarah menjadi penyabar, sombong menjadi rendah hati dan masih banyak lagi. Tingkatan haji mabrur memang sangat sulit untuk di peroleh, tetapi banyak juga orang yang dapat mencapainya. Setiap orang yang pergi berhaji dengan niat karena Allah semata dan menunaikan segala rukun yang di tetapkan. Maka ada kesempatan bahwa orang tersebut menjadi haji yang mabrur.

Baca Juga Doa Belajar

Itulah sedikit penjelasan mengenai rukun ibadah haji yang wajib di penuhi oleh setiap manusia yang melakukan ibadah haji. Penting nya rukun haji, maka setiap manusia baik yang hendak melaksanakan haji atau pun yang belum ingin melaksanakan haji, harus memahami mengenai rukun haji. 

Rukun merupakan suatu suatu kegiatan yang harus terpenuhi agar ibadah yang dilakukan menjadi sah. Rukun memiliki urutan dan tidak boleh di lakukan secara acak atau terbalik. Setiap rukun harus dikerjakan secara berurutan.

Rukun merupakan isi dari ibadah itu sendiri, sehingga jika rukun tidak di kerjakan, atau di kerjakan semaunya saja, maka sudah hal yang pasti bahwa ibadah yang dilakukan tidak sah.

Rukun Islam: Pengertian, Urutan, Makna beserta Penjelasannya

Rukun islam – Setiap muslim wajib hukumnya untuk mengetahui rukun Islam, rukun Islam merupakan pedoman bagi umat Islam. Sama dengan rukun Iman yang merupakan sebuah prinsip hidup seorang muslim. Agar menjadi seorang muslim yang sempurna maka Anda harus tahu dan paham mengenai rukun Islam.

Rukun Islam ini banyak di terapkan dengan berupa gerakan fisik, berbeda dengan rukun iman. Sedangkan rukun iman orang yang muslim wajib mengimani atau menanamkan keyakinan dalam hati dan pikirannya. Berikut yang bisa Anda ketahui mengenai rukun Islam.

Yang Wajib Mengamalkan Rukun Islam

Mengamalkan rukun Islam ini wajib di lakukan oleh seseorang yang telah mencapai aqil baligh, hal ini sama seperti kewajiban seseorang untuk menjalankan ibadah sholat lima waktu. Terdapat beberapa syarat orang yang telah di hukumi wajib untuk mengamalkan rukun Islam. Adapun syaratnya adalah: 

  1. Seseorang yang telah aqil baligh (cukup umur), jika perempuan sudah haid dan jika laki-laki telah mengalami mimpi basah.
  2. Mumayiz, orang yang telah mampu membedakan antara yang benar dan yang salah
  3. Orang yang berakal (tidak gila).

Jika seseorang telah memenuhi ketiga syarat di atas, maka wajib hukumnya untuk mengamalkan rukun Islam. Namun, akan lebih baik jika sebagai orang tua atau orang yang telah dewasa untuk mendidik dan menanamkan rukun Islam kepada anak semenjak kecil.

Anak yang telah di biasakan untuk mengamalkan rukun Islam, maka nantinya akan terbiasa dan akan taat kepada perintah Allah SWT.

Pengertian Rukun Islam 

moondoggiesmusic.com

Seseorang dapat dikatakan sebagai seorang muslim, dapat ditentukan dari beberapa tanda, tanda tersebut dapat di wujudkan melalui lima amalan yang telah di ajarkan di agama Islam. Lima amalan tersebut bisa disebut dengan rukun Islam. Maka, jika Anda ingin diakui sebagai seorang muslim yang sebenarnya, Anda harus mengamalkan rukun Islam yang berjumlah lima.

Adapun rukun Islam yang terdiri dari lima hal itu, yaitu: Pertama, mengucapkan dua kalimat syahadat. Kedua, mendirikan sholat lima waktu. Ketiga, menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadhan. Keempat, mengeluarkan zakat. Kelima, menunaikan ibadah haji. 

Ada beberapa hadist yang menjelaskan mengenai rukun Islam. Diantara hadis yang menjelaskan yaitu hadis yang diriwayatkan oleh Imam Bukhori dan Muslim. Diriwayatkan bahwa Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa salam pernah bersabda kepada para sahabat :

“Agama Islam ini berdiri diatas lima dasar utama, yaitu dengan mengucapkan dua kalimat syahadat yang artinya meyakini bahwa tidak ada Tuhan kecuali Allah dan Nabi Muhammad merupakan utusan Allah. Mendirikan shalat lima waktu, mengeluarkan zakat, menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadhan dan yang terakhir menunaikan ibadah haji ke Makkah”.

Diriwayatkan pula dari salah seorang sahabat Nabi yaitu Abu Abdirrahman Abdullah bin Umar bin Khattab, beliau mengatakan bahwa Nabi Muhammad c bersabda, jika agama Islam ini dibangun dan berdiri diatas lima hal yang utama, yaitu :

“Mengatakan kesaksian atas keesaan Allah SWT dan Nabi Muhammad SAW sebagai utusan-Nya, mendirikan ibadah shalat, mengeluarkan zakat, pergi haji dan berpuasa di waktu bulan Ramadhan”.

5 Rukun Islam

Rukun Islam ini menjadi sesuatu hal yang penting bagi umat Islam, sehingga dijadikan sebuah acuan untuk menentukan seorang itu dianggap sebagai orang muslim atau bukan. Maka dari itu, kita sebagai seorang muslim yang sejati tentu harus benar-benar menjalankan apa yang telah di tetapkan dalam rukun Islam. Pemahaman makna dari rukun Islam juga sangat penting untuk di ketahui seorang muslim

Rukun Islam Yang Pertama, Mengucapkan Dua Kalimat Syahadat

www.dream.co.id

Untuk menjadi seorang muslim, mengucapkan dua kalimat syahadat merupakan pondasi yang paling utama dan wajib untuk di ketahui. Selain mengetahui Anda juga harus bisa membaca dan mengetahui arti dari dua kalimat syahadat ini. Seseorang bisa di katakan sebagai orang Islam jika dia telah mengatakan dua kalimat syahadat.

Berikut merupakan dua kalimat syahadat :

اَشْهَدُأَنْ لَا إِلَهَ إِلَّااللَّهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًارَسُوْلُ اللَّهِ

Artinya: “aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah yang wajib di sembah, dan aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah utusan Allah”.

Jika ada seseorang yang ingin menjadi seorang muslim, maka hanya perlu untuk mengucapkan dua kalimat syahadat. Ketika mengucapkan dua kalimat syahadat juga di saksikan oleh beberapa orang saksi. Ketika mengucapkannya, maka harus dengan hati yang mantap dan ikhlas untuk menjalankan segala perintah-perintah Nya dan menjauhi segala larangannya.

Wajib bagi seseorang yang telah menjadi muslim untuk menjalankan syariat Islam yang sesuai dengan Al-Quran dan Sunnah. Ketika seseorang ingin memeluk agama Islam, maka tidak di persulit untuk melalui prosesnya. Karena dalam Islam tidak akan dipersulit bagi orang yang ingin memeluk agama Islam. 

Untuk menjadi seorang muslim yang sebenar-benarnya, maka tidak cukup hanya dengan mengucapkan dua kalimat syahadat yang keluar dari lisan. Namun Anda juga harus meyakini di dalam hati dan mengamalkan dengan perbuatan. Mudah memang jika dengan hanya mengucap dua kalimat syahadat yang dengan begitu langsung dapat merubah status menjadi beragama Islam di KTP. 

Tetapi yang lebih penting adalah bagaimana menjadi seorang muslim yang sebenarnya ketika sudah beragama Islam. Cara mengimani dan mengamalkan dua kalimat syahadat yaitu dengan meyakini bahwa Allah SWT merupakan Tuhan yang wajib di sembah dan juga tidak ada sekutu baginya, yang mana Allah SWT memiliki sifat wajib Wahdaniyah, yang artinya maha esa.

Dan mengimani bahwa Nabi Muhammad SAW merupakan rasul utusan Allah. Nabi Muhammad bukan seseorang yang harus di sembah, melainkan seseorang yang di muliakan di sisi Allah SWT, sehingga wajib bagi kita sebagai umatnya untuk memuliakan beliau. Arti kata menyembah dan memuliakan itu berbeda, maka jika ada yang menyembah selain kepada Allah, maka hukumnya adalah kafir.

Rukun Islam Yang ke dua, Mendirikan Shalat

moondoggiesmusic.com

Shalat dalam Agama Islam merupakan sebuah pekerjaan yang wajib hukumnya. Jika sesuatu hal di hukumi wajib, maka jika seseorang mengerjakannya maka dia akan mendapat pahala dan jika dia meninggalkan maka akan mendapat dosa. Sholat sendiri merupakan ibadah yang di lakukan dengan rangkaian gerakan beserta dengan membaca doa.

Menurut bahasa sholat adalah gerakan yang di awali dengan bacaan takbir dan di akhiri dengan membaca salam. Sebagai umat muslim wajib melaksanakan sholat dalam lima waktu, di luar dari lima waktu itu, maka shalatnya di hukumi sebagai ibadah sunnah. Ibadah sunnah berarti jika di kerjakan mendapat pahala dan jika di tinggalkan tidak di hukumi dosa.

Lima waktu sholat yang di wajibkan untuk umat Muslim adalah shalat magrib, shalat isya’, shalat subuh, shalat ashar dan shalat dhuhur. Lima waktu shalat tidak boleh ada yang di tinggalkan, meski Anda dalam keadaan dan kondisi bagaimanapun.

Sedang sholat sunnah seperti sholat Duha, sholat Qiamul layl, sholat Istikharah dan sholat sunah lainnya dapat di lakukan di luar waktu sholat wajib.

Perintah untuk mendirikan shalat bagi orang muslim ini juga telah di atur didalam Al-Quran surat An-Nisa’ ayat 103. Allah telah berfirman “sesungguhnya shalat merupakan sebuah kewajiban yang telah di tentukan waktunya atas orang-orang yang beriman”.

Ketika Anda akan menunaikan ibadah shalat, Allah telah menetapkan syariat sebelum shalat kita harus dalam keadaan suci dan bersih. Suci dari hadas kecil maupun hadas besar, suci tempat dan pakaian. Ketika Anda akan melaksanakan sholat, secara tidak langsung Anda juga di perintahkan untuk senantiasa menjaga kebersihan dan membiasakan untuk bersih dari segala najis. Karena kebersihan adalah sebagian dari iman.

Diwajibkan untuk melaksanakan perintah shalat bagi mereka yang telah sampai pada usia aqil balig atau sudah dewasa. Dikatakan sudah dewasa yaitu sekitar usia 11-12 tahun, jika perempuan dia telah mengalami haid. Perintah shalat ini tidak hanya di kerjakan sekali atau dua kali saja, namun shalat ini dilakukan hingga seumur hidup sampai kematian tiba. 

Tetap di wajibkan untuk melaksanakan shalat meski dalam kondisi bagaimanapun, baik dalam keadaan yang mencekam dan menakutkan bahkan dalam kondisi sakit sekalipun. Islam tidak mempersulit ketika seseorang akan melaksanakan ibadah, untuk itu ada keringanan bagi mereka yang sedang mengalami sakit ketika akan mengerjakan sholat. 

Jika seseorang sakit dan tidak dapat menjalankan shalat dalam keadaan berdiri, maka boleh duduk. Jika sakit hingga parah sampai tidak bisa menggerakkan badan, shalat boleh di lakukan dengan keadaan tidur telentang, miring, bahkan dengan menggunakan isyarat mata.

Rukun Islam yang ke tiga, Mengerjakan Puasa di Waktu Bulan Ramadhan

www.liputan6.com

Sama halnya dengan melakukan shalat, melaksanakan puasa di bulan Ramadhan hukumnya juga wajib bagi seorang muslim. Puasa ada dua macam yaitu puasa wajib dan puasa sunnah. Puasa ini diartikan sebagai kegiatan menahan nafsu, nafsu lahir maupun batin.

Puasa merupakan menahan nafsu makan mulai dari terbitnya fajar sampai terbenamnya matahari. Saat menjalankan ibadah puasa ada kegiatan yang termasuk sunnah, yaitu makan sahur. Dan juga dianjurkan untuk segera mengawali buka puasa ketika adzan magrib telah berkumandang.

Menurut ilmu medis, puasa ini sangat bermanfaat untuk menjaga kesehatan pencernaan dan dapat meningkatkan daya tahan tubuh kita. Ketika sedang menjalankan ibadah puasa, secara tidak sadar ternyata Anda telah mengistirahatkan lambung selama satu bulan.

Karena jika tidak sedang berpuasa, lambung kita bekerja dengan cukup berat yaitu mengelola dan menggiling makanan selama ber bulan-bulan. Proses mengistirahatkan lambung ini bisa juga untuk membersihkan saluran pencernaan.

Puasa di bulan Ramadhan merupakan puasa yang wajib di jalankan oleh seorang muslim. Di bulan ini kita di wajibkan untuk hawa nafsu yang dapat membatalkan ibadah puasa, seperti tidak boleh makan dan minum. Bulan puasa ini dikatakan sebagai bulan yang penuh dengan keberkahan.

Allah banyak menurunkan pahala bagi orang-orang yang mampu melaluinya dengan baik dan ikhlas. Dan juga terdapat manfaat berupa kesehatan bagi tubuh kita ketika menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadhan.

Terdapat perintah untuk menjalankan ibadah puasa di dalam Al-Quran, yakni dalam surat Al-Baqarah ayat 183 yang artinya: “Hai orang-orang yang beriman wajib bagi kamu untuk menunaikan ibadah puasa dan wajib atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertaqwa”.

Berdasarkan pengertian ayat di atas menunjukkan bahwa menjalankan puasa bukan hanya bagi umat muslim saja, tetapi juga untuk umat terdahulu perintah puasa ini di sampaikan. 

Menurut hadis yang telah di riwayatkan oleh imam Bukhari dan Muslim dari Sahl bin Sa’ad Ra, Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa salam pernah bersabda jika kelak terdapat pintu yang bernama Ar-Rayyan. Dimana pada hari kiamat kelak ada orang yang masuk melewati pintu tersebut, maka dia merupakan termasuk golongan orang-orang yang rajin menjalankan ibadah puasa.

Tidak ada yang diperbolehkan untuk melewati pintu tersebut, kecuali orang-orang yang rajin berpuasa. Orang-orang yang rajin berpuasa nantinya mereka akan di panggil lewat pintu tersebut. Ketika orang-orang itu di panggil, maka mereka akan berlomba-lomba untuk masuk ke surga melalui pintu tersebut.

Pintu tersebut akan di tutup kembali ketika sesudah orang terakhir melewatinya. akan di tutup kembali dan tak ada seorangpun lagi yang bisa memasukinya.

Rukun Islam Yang ke Empat, Mengeluarkan Zakat 

www.dream.co.id

Perlu kalian ketahui bahwa di sebagian harta yang di karuniakan Allah kepada kita, ternyata ada sebagian milik orang lain. Maka sebab itu perlunya kita berzakat, agar orang lain yang memiliki hak untuk mendapatkan sebagian harta tersebut dapat memperolehnya kembali.

Bukan hanya itu, fungsi dari kita mengeluarkan zakat adalah untuk membersihkan harta yang kita miliki. Jika kita telah mengeluarkan zakat, maka Allah SWT akan mempercayakan harta yang lain untuk kita. Anda tidak perlu merasa khawatir ketika hendak mengeluarkan zakat, karena semua telah di atur dalam syariat Islam.

Dari keseluruhan jumlah total aset serta harta benda yang kita miliki, jumlah zakat yang harus di keluarkan adalah sebesar 2,5 %. Jika Anda tak bisa memberikannya secara langsung, kini semua telah ada jalan keluarnya, Anda dapat menyerahkan zakat yang akan di keluarkan melalui badan amil zakat nasional, atau bisa disebut juga dengan BAZARNAS.

Zakat ini bermanfaat untuk membantu perkembangan perekonomian negara, selain itu zakat juga dapat menjadi sesuatu yang membahagiakan bagi para fakir miskin. Mereka akan merasa dikuatkan dengan rasa peduli dan kasih sayang dari sesama saudara muslim.

Selain itu, zakat ini mengandung makna bahwa dengan mengeluarkan zakat kita bisa terus menjaga tali silaturahmi dan saling menolong sesama saudara muslim. Terdapat dua macam zakat, yakni zakat fitrah dan zakat mal. Zakat fitrah yaitu zakat yang di keluarkan ketika sesaat sebelum umat muslim merayakan hari raya Idul Fitri atau pada hari-hari terakhir di bulan Ramadhan.

Zakat fitrah wajib hukumnya bagi orang muslim yang mampu. Zakat yang di keluarkan bisa berupa uang atau bahan makanan yang pokok seperti beras dan jagung. Yang kedua adalah zakat mal, zakat mal merupakan zakat yang di keluarkan untuk hasil perniagaan atau zakat karena memiliki harta benda seperti mas batangan yang di simpan.

Zakat mal ini di keluarkan baru ketika barang atau benda telah mencapai kurun waktu nisab atau sudah satu tahun. Untung menghitung berapa banyak zakat mal yang di keluarkan, Islam telah memiliki perhitungan sendri. Maka dari itu, jika Anda adalah seorang pedagang maka mempelajari zakat mal ini merupakan suatu hal yang penting.

Didalam Al-Quran surat Al-Baqarah ayat 43 Allah SWT juga telah berfirman, yang artinya : “Maka dirikanlah shalat, dan tunaikanlah zakat, serta rukuklah kamu bersama dengan orang-orang yang rukuk. Maka itu sebabnya mengapa zakat ini sangat penting dan disyariatkan dalam rukun Islam. Zakat ini juga sebagai perbaikan ekonomi serta untuk rasa kemanusiaan dengan sesama saudara muslim yang kekurangan. 

Rukun Islam Yang ke Lima, Menunaikan Ibadah Haji Bagi Yang Mampu

www.islampos.com

Siapa yang tak ingin menunaikan ibadah haji ke Makkah, setiap muslim pasti dalam hatinya memiliki keinginan untuk beribadah ke sana. Ibadah haji sendiri merupakan ibadah yang di lakukan di Makkah al Mukarramah, dengan melakukan beberapa kegiatan di sekitar ka’bah di kota Makkah dan Madinah.

Kegiatan yang di lakukan ketika menunaikan ibadah haji diantaranya adalah lempar jumrah, tawah, berlari-lari kecil dari bukit Shafa ke bukit Marwah, serta kegiatan-kegiatan lainnya yang sudah tertera di rukun haji. Ibadah haji ini dilakukan ketika pada bulan Dzulhijjah atau ketika memasuki hari raya Idul Adha.

Untuk menunaikan ibadah haji, memang mengeluarkan biaya yang cukup besar, tidak hanya menyiapkan keperluan yang akan di butuhkan ketika menunaikan haji di Makkah, namun kita juga perlu menyiapkan keperluan yang di butuhkan oleh keluarga yang akan kita tinggalkan di rumah.

Tidak hanya masalah kesiapan materi saja, namun juga harus dengan mempersiapkan kesehatan jasmani juga. Pergi haji hanya di wajibkan bagi mereka yang memiliki kesiapan baik secara moril maupun materiil. Maka dari itu, meski menunaikan ibadah haji termasuk rukun Islam, namun karena tidak semua orang mampu, jadi ibadah haji ini di hukumi wajib bagi orang yang mampu saja. Begitulah Islam, memudahkan semua hal yang dianggap sulit.

Baca Juga Sunan Kalijaga

Itu tadi penjelasan mengenai rukun Islam, perlu sebagai seorang muslim kita menanamkan dalam hati niat untuk dapat melaksanakan rukun Islam. Teruslah melakukan kebaikan, walaupun banyak rintangan yang akan kita temui di depan nanti. Karena Allah mempermudah jalan bagi orang yang akan melakukan kebaikan. Semoga keimanan kita semakin bertambah dan kita termasuk dalam orang-orang yang akan masuk surga. Amiin.