Ikan Paus : Karakteristik, Jenis, Cara Rawat Dll (Lengkap)

Ikan Paus – Ikan Paus merupakan ikan mamalia yang memiliki ukuran besar dan menghuni lautan lepas. Meskipun memiliki ukuran yang besar, bukan berarti hewan ini menjadi hewan yang ganas. Bahkan sistem hidupnya pun juga sama seperti mamalia pada umumnya. Oleh karena itu, sangat unik rasanya jika membahas tentang kehidupan ikan Paus. Berikut ini merupakan beberapa hal yang harus diketahui terkait dengan ikan Paus.

Karakteristik Ikan Paus

Sebenarnya sangat mudah untuk mengetahui hewan tersebut merupakan ikan Paus, tentu saja dari bentuk tubuh dan juga ukuran tubuhnya. Namun, terdapat karakteristik khusus yang hanya dimiliki oleh hewan ini. Berikut karakteristiknya.

  1. Hewan mamalia

Berbeda dengan hewan mamalia lainnya yang hidup di darat, ikan Paus adalah mamalia yang menghuni air atau lautan lepas. Jadi, mamalia tidak hanya terdapat di darat saja. Kemudian untuk wilayah hidup dari ikan Paus umumnya berada pada kedalaman yang manusia sulit untuk menjangkaunya. Meskipun demikian, tidak jarang ikan Paus juga menampakkan dirinya ke permukaan.

  1. Hewan homoiterm

Ikan Paus juga termasuk salah satu hewan yang berdarah panas atau homoiterm. Hal tersebut dapat dilihat dari kondisi tubuh iikan tersebut. Pada bagian tubuh memiliki ketebalan lemak mencapai 50 cm. dengan hal tersebut menjadikan ikan Paus lebih mudah untuk beradaptasi dalam segala kondisi dan keadaan. Karena dengan ketebalan lapisan tersebut, membuat tubuhnya akan selalu berada dalam kondisi stabil.

  1. Menggunakan pernapasan paru-paru

Berbeda dengan hewan laut lainnya yang bernapas menggunakan insang. Proses bernapas dari ikan Paus adalah dengan menggunakan paru-paru. Hal tersebut yang menjadikan ikan Paus selalu muncul dan menyemburkan air melalui lubang bagian atasnya. Kemunculan ikan Paus ke permukaan merupakan ccara bernapas dengan mengambil udara.

  1. Memiliki tulang yang berongga

Paus memiliki suatu tolang yang memiliki rongga pada bagian tubunya. Tulang-tulang tersebut memiliki ukuran yang besar sesuai dengan besar badan yang dimilik Paus. Pada bagian tulang tersebut memiliki minyak yang berguna saat Paus hendak engambil udara ke permukaan.

  1. Mata berselaput minyak

Pada bagian mata hewan ini juga memilikki perlindungan. Sehingga pada saat berenang di permukaan laut terdalampu, Paus akan stabil. Perlindungan tersebut berupa selaput minyak yang ada pada area mata ikan Paus.

  1. Berambut

Berambut dalam hal ini bukan berarti Paus memiliki rambut diseluruh bagian tubuhnya. Namun, rambut Paus hanya terdapat pada bagian depan saja atau moncong. Rambut ini memiliki jumlah yang sangat sedikit, sehingga Anda mungkin tidak akan melihatnya.

  1. Hati dengan 4 bilik

Tidak seperti ikan pada umumnya, ikan Paus juga memiliki perbedaan dari segi ruang yang ada pada hati. Hati ikan Paus terdiri dari 4 bilik.

  1. Kelenjar susu

Karena Paus merupakan hewan mamalia, sedangkan mamalia merupakan sebutan untuk hewan menyusui, maka Paus juga memiliki kalenjar susu pada bagian tubuhnya. Sehingga saat bayi Paus lahir, maka sang induk akan menyusuinya untuk memberikan makan.

  1. Hewan vivipar

Pada umumnya hewan air akan berkembang biak dengan ara ovipar atau bertelur. Namun, berbeda dengan ikan Paus yang berkemabng biak dengan ccara melahirkan.

  1. Makanan Paus

Paus memiliki beragam jenis. Setiap jenis Paus memiliki perbedaan dalam makanannya. Terdapat Paus yang makan cumi-cumi, anjing laut dan sebagainya. Ada pula Paus yang memakan ikan kecil dan tumbuhan kecil di laut.

  1. Habitat

Paus memiliki habitat di perairan lepas dan dalam. Sehingga tidak jarang ketika Paus ditangkap dan dikelola sendiri, sering mengalami masalah seperti stress dan sebagainya. Karena tidak sesuai dengan habitat yang seharusnya.

Jenis-jenis dari Ikan Paus

Ikan Paus sama seperti ikan lainnya, memiliki banyak varian yang harus diketahui. Setiap varian dari ikan Paus mengandung cara hidup yang sama. Beedanya hanya terdapat pada karakteristik tubuh dan juga jenis makanan yang disukai. Berikut adalah jenis-jenis ikan Paus yang ada di lautan lepas.

  • Jenis ikan Paus Narwhal (Monodon Monoceros)

Ikan Paus jenis ini memilikikarakteristik tubuh yang unik. Bahkan apabila diperhatikan, karakteristik yang dimiliki hampir mirip dengan hewan yang ada di dongeng. Berikut karakteristik tubuh Paus Narwhal.

  1. Memiliki tanduk dengan kepanjangan mampu mencapai 2,7 meter.
  2. Paus betina mampu tumbuh sampai 5,5 meter sedangkan jantan bisa melebihi Paus betina.
  3. Tubuh Paus ini memiliki berat mulai dari 800 sampai 1600 kg.
  4. Populasi di sekitar laut artik Kanana, namun juga pernah ditemukan di daerah Rusia
  • Jenis ikan Paus Bungkuk (Balaenamysticetus)

Karakteristik tubuh yang dimiliki oleh Paus inilah yang menyebabkan sering dinamai dengan Paus bungkuk. Berikut karakteristiknya.

  1. Tubuh hampir mirip dengan busur karena melengkung pada bagian rahangnya.
  2. Paus ini dapat mencapai panjang sampai 17 meter dan memiliki berat 48 ton untuk tubuhnya.
  3. Gemar mengeluarkan suara dalam durasi 30 menit dan menunjukkan saling berkomunikasi antar Paus.
  • Jenis Ikan Paus Sirip

Ikan Paus ini memiliki ciri khas berupa sirip yang ada pada bagian tubuhnya. Bahkan Paus ini masih tergolong dalam Paus Barlin. Berikut karakteristiknya.

  1. Memiliki sisrip yang menempel pada bagian tubuhnya, bentuk siripnya panjang dan juga ramping.
  2. Pada bagian tubuh memiliki warna abu-abu dengan sedikit varian cokelat denagn ukuran tubuhnya yang sangat besar.
  3. Panjang Paus dewasa bisa mencapai ukuran 27 meter sedangkan beratnya sendiri bisa menyentuh angka 70 ton.
  4. Memiliki kecepatan berenang 37 km setiap jamnya.
  5. Daya hidup mampu mencapai umur 30 tahun
  • Jenis Ikan Paus Sperma

Paus inilah yang memiliki ukuran sangat besar. Ukurannya juga berbeda dari Paus pada umumnya. Selain ukurannya yang sangat besar, Paus ini juga memiliki ciri khas berupa gigi. Gigi yang dimiliki memiliki jumlah kisaran 26 pasang dengan bentuk kerucut. Salah satu penyebab sehingga Paus ini dijuluki sebagai Paus sperma adalah keluarnya ccairan putih yang terdapat pada bagiian kepala. Warna tersebut sama dengan warna sperma.

  • Jenis Ikan Paus Beluga (Jenis Cataccean)

Paun ini memiliki ciri khas yang mampu membedakan dari jenis Paus lainnya. bukan hanya ukuran tubunya saja yang besar, namun Paus ini juga mampu mengeluarkan suara merdu melengking yang sangat tinggi dari dalam air. Kemudian pada bagian kepala Paus ini juga hampir sama seperti buah Melon.

  • Jenis Ikan Paus Bryde (Balaenopteridae)

Ciri khas dari Paus ini adalah bentuk tubuhnya yang mampu mencapai panjang 13 meter dengan berat 25 ton. Kemudian habitat yang paling disukai adalah laut yang berada dalam negara tropis. Sehingga Anda tidak akan menemukan Paus jenis ini berenang dalam lautan yang dingin. Seperti lautan kutub dan sebagainya.

Keunikan yang Dimiliki Ikan Paus

Ikan Paus merupakan hewan yang menarik untuk dibahas. Karena memiliki keunikan tersendiri yang berbeda dengan hewan laut pada umumnya. Berikut beberapa keunikan yang dimiliki oleh ikan Paus.

  1. Pada saat berenang, maka Paus akan menggerakkan bagian ekor. Bedanya jika ikan bisa menggerakkan ekor secara horizontal, maka ikan Paus ini menggerakkan ekornya seecara vertical. Sehingga arah geraknya dari baawah ke atas.
  2. Bentuk tubuh unik dan khasnya memang menarik perhatian. Tubuh tersebut dapat menjadikan Paus lebih mudah untuk beradaptasi. Sehingga meskipun melakukan penyelaman hingga kedalaman 2 mil, Paus akan tetap mampu melakukan kontrol pada tubuhnya.
  3. Karena Paus bernapas dengan menggunakan oksigen, maka sangat penting untuk menghematnya ketika berada di lautan. Cara yang bisa digunakan adalah dengan menjadikan denyut jantung melambat. Kemampuan tersebut dimiliki oleh Paus.
  4. Jangan salah paham terkait dengan minuman Paus. Minuman Paus merupakan air yang berasal dari dalam tubunya dimana merupakan hasil dari metabolisme makanan yang dimakannya.
  5. Bukan termasuk jenis ikan karena memiliki karakteristik mamalia dan vivipara.
  6. Paus sering melakukan perjalanan hingga jauh. Bahkan telah ditemukan suatu Paus yang bisa berenang mencapai 22500 km.
  7. Indra pendengaran lebih dominan dari pada pnglihatan.
  8. Paus memiliki muntahan yang bisa diperjual belikan. Muntahan tersebut merupakan bahan dasar dari pembuatan parfum.
  9. Mampu hidup panjang. Bahkan terdapat Paus yang ditemukan memiliki umur mencapai 90 tahun. Tentu saja jika habitatnya sesuai dan cocok untuk ikan Paus.
  10. Memiliki suara bervolume tinggi dengan durasi lama.

Perawatan Ikan Paus yang Telah Tumbuh Dewasa

Paus dewasa memiliki sistem perawatan tersendiri. Perawatan yang dilakukan merupakan salah satu upaya untuk menjaga keberlangsungan hidup yang dimiliki oleh Paus. Paus memiliki populasi yang menurun disetiap tahunnya. Hal tersebut bisa dikarenakan berabagai sebab, mulai dari kurang cocoknya habitat yang ditempati dan juga ulah manusia yang tidak ingin menjaga keseimbangan ekosistem di alam.

Paus dewasa harus ditempatkan pada habitat yang benar-benar sesuai dengan kondisi tubuhnya. Apabila terdapat pembatasan terkait dengan tempat hidup, maka Paus akan mengalami tingkat stress. Bahkan tidak jarang ada yang meninggal. Oleh karena itu, Paus harus ditempatkan di wilayah perairan yang benar-benar dalam dan luas. Sehingga tidak terdapat manusia yang mampu menjangkaunya. Dengan demikian, Paus akan dapat bertahan lama.

Jika terdapats uatu negara yang menempatkan Paus pada tempat lindung buatan. Maka tempat tersebut harus benar-benar memenuhi kriteria. Mulai dari kondisi air yang mendukung, kedalamn dan luas tempat yang disediakan. Dengan demikian, ikan Paus akan merasa hidup di habitatnya dan tidak akan mengalami stress atau tekanan dari manusia.

Apabila berkaitan dengan makanan, Paus biasanya akan makan hewan laut seperti cumi-cumi atau sotong. Jadi, Anda juga harus mengerti. Karena berbeda jenis Paus, berbeda pula makanannya. Jika makanan yang diberikan tidak sesua, maka dikhawatirkan Paus akan mengalami stress dan tekanan yang bisa menyebabkan kematian.

Tempat hidup yang disediakan harus benar-benar bersih dan terlindungi. Paus akan merasa tertekan dan kaget jika selalu dikunjungi oleh manusia. Maka dari itu, sebaiknya membiarkan Paus hidup diperairan lepas akan lebih baik dari pada memeliharanya. Karena pasti memerlukan perlakukan yang rumit dikarenakan bentuk tubuhnya yang besar.

Perawatan Ikan Paus yang Masih Anak-anak

Paus merupakan salah satu hewan mamalia yang memilik habitat hidup di air. Maka proses melahirkan Paus juga berada di air. Meskipun disebut Paus ukuran bayi atau anak, namun berat yang dimiliki bisa mencapai 3 ton. Bahkan panjang dari anak ikan Paus dapat menccapai 25 kaki. Perawatan untuk Paus bayi memang bisa dibilang harus lebih intens. Karena jika tidak, dikahwatirkan akan menyebabkan kematian pada Paus tersebut.

Karena masih bayi, maka proses minum yang dimiliki oleh Paus ini juga sangat banyak dan berbeda dari Paus dewasa. Paus yang masih bayi memiliki kecenderungan dan keperluan minum mencapai 25 galon untuk setiap harinya.

Karena Paus merupakan hewan menyusui, maka dalam merawat anaknya, sang induk akan menyusui dalam kurun waktu tertentu. Sehingga berbeda dengan jenis ikan yang bisa langsung dipisahkan dengan sang induk, anak ikan Paus harus tetap bersama sang induk sampai kurun waktu tertentu hingga masa menyusui telah habis. Jika Anda langsung memisahkan Paus dengan anaknya, maka bisa menyebabkan stress dan tertekan pada ikan Paus tersebut.

Lokasi yang dijadikan tempat hidup dari bayi atau anak Paus, juga harus tetap disesuaikan. Penyesuaian tersebut meliputi kedalaman dan luas lokasi. Karena jika luas dan kedalaman lokasi tidak sesuai, maka akan menyebabkan tingakt stress yang tinggi. Sehingga Paus bisa mengalami kematian atau menjadi sangat agresif.

Jika anak ikan Paus dirawat dengan baik meliputi cara hidup, makanan, tempat hidup yang diberikan. Maka sudah pasti anak ikan Paus akan dapat hidup dengan baik. Bahkan dapat tumbuh dan berkembang lebih cepat.

Proses Pengawinan pada Ikan Paus

Setiap orang pasti tahu bahwa ikan Paus selalu mengalami pengurangan populasi setiap tahunnya. Hal tersebut tidak lepas dari ulah manusia yang selalu menjamah atau melakukan pencemaran pada laut. Namun, terkadang penyebab ikan Paus menurun adalah dikarenakan tempat yang tidak cocok untuk kehidupannya. Maka dari itu, untuk nejaga agar populasi ikan Paus tetap banyak sehingga ekosistem tetap stabil, maka perlu dilakukan proses pengawinan.

Proses pengawinan dilakukan dengan cara merangsang Paus jantan. Paus jantan harus didekatkan dengan Paus betina. Dengan demikian, mereka akan melakukan perkawinan. Namun, yang perlu diperhatikan adalah kondisi laut atau tempat perkawinan harus benar-benar sesuai. Jika laut tersebut tercemar, maka bisa menjadi penyebab Paus betina tidak bisa hamil meskipun telah melakukan perkawinan.

Cara yang sering diteerapkan untuk setiap negara adalah dengan melakukan pembukaan sistem penangkapan ikan. Jadi, apabila ikan Paus berada dalam musim kawin, maka penangkapan ikan akan ditutup sementara. Hal tersebut untuk menghindari gangguan panusia terhadap proses perkawinan Paus. Karena jika terganggu dapat menyebabkan kegagalan kehaminal pada Paus betina.

Pakan yang Disukai Ikan Paus

Sebenarnya setiap ikan Paus memiliki makanan yang berbeda. Hal tersebut umumnya digolongkan berdasarkan pada jenis gigi yang dimiliki. Karena gigi ikan Paus akan mempengaruhi makanan yang bisa dimakan. Seperti halnya Paus biru. Paus tersebut merupakan jenis Paus, yang lebih menyukai makanan berupa krill. Krill dapat dimakan dengan jumlah mencapai 40 juta untuk setiap harinya.

Maka dari itu, Paus akan lebih suka hidup di daerah yang memiliki tingkat konsentrasi kriil tinggi. Karena dinilai dapat menjadikan hidupnya bertahan lama. Apabila di konversikan dalam berat, maka setiap Paus mampu memakan krill dengan berta sampai 3600 kg di setiap harinya. Karena tubuhnya yang besar, maka perutnya juga besar. Sehingga dalam musim tertentu Paus dapat mengisi makanan hingga ukuran yang besar dengan jumlah yang sangat banyak.

Selain itu, kebutuhan kalori dari ikan Paus juga harus diperhatikan. Setiap hari, Paus mmerlukan asupan kalori mencapai 1.5 juta. Pada saat mencari makanan, Paus akan lebih suka makan pada keadaan yang nyaman dan juga hangat.

Pada saat selesai makan dan memiliki pencadangan yang besar dan lebih, maka Paus akan melakukan perjalanan atau migrasi. Pada saat perjalanan tersebutlah, Paus akan terus berenang dan tidak makan. Karena telah memiliki cadangan makanan yang besar dalam tubuhnya.

Paus memiliki cara makan yang unik. Apabila Paus akan makan di siang hari, maka dia akan berada di kedalaman 100 meter lebih. Hal tersebut dikarenakan pada siang hari, krill akan bergerak lepas. Sedangkan jika malam hari, maka Paus akan makan langsung dengan timbul di permukaan. Sekali makan, Paus memerlukan waktu mencapai 20 menit. Bukan hanya kriil, Paus juga bisa memakan ikan ukuran kecil dan juga cumi-cumi atau sotong.

Perawatan kolam Tempat Hidup Ikan Paus

Apabila suatu negara hendak melakukan budidaya ikan Paus, maka harus benar-benar mengerti terkait dengan tempat hidup dan juga habitat yang bisa dihuni oleh Paus. Paus hanya bisa hidup jika tempat yang dihunina luas. Maka dari itu, Paus yang hidup dilautan lus dan lepas memilki proses perkembangan yang cepat dan daya hidup yang lama. Selain itu, kondisi habitat harus jauh dari tangan manusia.

Maka dari itu, jika Paus ditempatkan di lokasi laut yang menjadi perbatasan antar negara. Maka setiap negara harus benar-benar membuat peratuan dan mematuhi peraturan terkait dengan Paus. Dengan demikian, Paus akan tetap terjaga daya hidupnya dan bisa berkembang dengan alami dan cepat.

Sistem sonar yang saat ini banyak di kmbangkan di samudera juga turut memberikan gangguan pada aktivitas Paus. Apabila sistem sonar tersebut aktif, maka dengan sendirinya Paus akan menghindar dan menjadi tidak bersuara. Karena sistem sonar akan menghambar proses komunikasi antar Paus.

Kemudian yang perlu diingan adalah dengan menjaga kondisi lautan. Paus tidak bisa hidup di air tawar. Pencemaran laut atau efek pemanasan dapat menyebabkan glister mencair. Jika glister mencair, maka air tawar akan menuju laut. tentu saja hal tersebut akan memberikan gangguan pada tempat hidup ikan Paus.

Jika samudera mengalami pencemaran, maka akan merusak makanan Paus. Dengan demikian, Paus bisa saja mengalami kematian yang disebabkan kekurangan makanan pada habitatnya. Maka dari itu, menjaga kelangsungan hidup Paus dengan cara menjaga keseimbangan alam merupakan hal yang penting.

Harga Muntahan Ikan Paus

Bagian dari Paus yang diperbolehkan untuk diperjual belikan adalah muntahan yang dimiliki Paus. Muntahan tersebut memiliki harga yang disesuaikan dengan karakteristiknya. Semakin bagus karakteristiknya, maka semakin pula harga yang ditawarkan. Munyahan yang bisa dijual memiliki karakteristik tertentu. Meskipun demikian, sebagian besar muntahan dijual dengan mematok harga berkisar 50 juta untuk setiap kilonya. Berikut dua jenis karakteristik muntahan yang dijual.

  1. Muntahan Paus asli dengan karakteristik muntahan berwarna cokelat. Kemudian apabila muntahan tersebut mengalami pembakaran langsung, maka warna akan berubah menjadi hitam seperti hitamnya madu. Kemudian jika dilihat dari segi tektur yang diberikan, lengket namun tidak panas. Sedangkan untuk baunya akan lebih amis. Muntahan dapat mengapung di permukaan air.
  2. Muntahan Paus asli dengan karateristik muntahan berwarna hitam. Tidak mengalami pembakaran langsung. Saat dilihat dari segi tekstur maka akan terdapat tekstur lengket, namun saat dipegang tidak panas. Muntahan tersebut mampu mengapung di permukaan air.

Populasi Ikan Paus

Setiap negara tanpa terkecuali selalu menerapkan peraturan untuk menjaga populasi dari ikan Paus. Pemburuan liar yang dilakukan untuk mencari hewan laur, kerap sekali membuat ikan Paus merasa tertekan. Ikan Paus harus berada dalam kondisi yang tenang jika ingin hidup lama dan berkembang cepat. Maka dari itu, penurunan populasi dari ikan Paus sebagian besar dikarenakan kondisi habitatnya yang terganggu.

Pada saat tidak terdapat perburuan Paus, maka [opulasi Paus akan meningat. Seperti di Antartika yang mengalami peningkatan hingga 7.3 persen. Peningkatan tersebut merupakan salah stau peningkatan tertinggi dalam populasi Paus yang ada di dunia. Berbeda dengan Soviet dan California yang tidak bisa mencapai angka 1 persen.

IUCN menetapkan bahwasannya Paus merupakan hewan yang harus dilindungi. Dengan demikian, setiap orang atau lembaga yang mengadakan pemburuan Paus secara liar, maka akan dikenakan pasal dan hukuman. Karena dinilai telah merusak habitat alami Paus dan juga turut mengurangi populasi Paus yang ada di dunia.

Deskripsi dan Perilaku yang Dimiliki Ikan Paus

Jika Anda memperhatikan ikan Paus secara langsung atau melalui gambar, maka akan menemukan beberapa perilaku karakteristik dari Paus. Mulai dari tubuh Paus dan juga proses pencarian makan dari ikan Paus.

Setiap orang pasti sudah tahu bahwa Paus merupakan salah satu mamalia paling besar dilautan. Paus sendiri meiliki bentuk tubuh yang khas yaitu panjang dan membentang lebar. Pada beberapa jenis Paus lain, seperti Paus biru akan memiliki bentuk kepala yang terlihat datar bahkan seperti membentuk atay menyerupai U.

Pada bagian punggung dari Paus terdapat suatu lubang yang bisa membantu Paus untuk bernapas. Lubang tersebut dinamai dengan lubang sembur. Bagian tubuh yang dinamakan punggung berada pada wilayah lubang sembur dengan batas bibir Paus yang bagian atas. Kemudian jika diperhatikan secara terperinci, suatu Paus akan memiliki suatu plat balin. Plat balin tersebut memiliki jumlah mencapai 300.

Pada bagian leher Paus memiliki sejumlah lekukan. Setiap Paus biasanya memiliki lekukan dengan jumlah 70 hingga 80. Plat atau lekukan juga berperan dalam melakukan bantuan pada Paus saat hendak melakukan pernapasan dan menyemburkan air melalui lubang sembur.

Selanjutnya sirip Paus memiliki ukuran yang sangat kecil jika dibandingkan dengan besar tubuh Paus. Ukuran yang dimiliki oleh sirip tersebut hanya 70 cm saja. Sedangkan untuk bentuk sirip, setiap Paus tidak memiliki bentuk yang sama. Terdapat Paus dengan sirip gumpalan, ada yang berbentuk dorsal, ada yang berbentuk sabit.

Proses pengambilan udara Paus juga sangat unik. Paus akan menuju dan muncul dipermukaan untuk mengambil udara. Pada proses tersebut bahu Paus akan terangkat bersamaan dengan lubang yang berada pada punggung bagian atas. Kemudian Paus akan menyemburkan air melalui lubang tersebut saat berada dipermukaan. Besaran dan banyaknya semburan akan menjadi ciri khas antar Paus. Hal tersebutlah yang membedakan antara Paus yang satu dengan Paus lainnya.

Sedangkan tubuh Paus yang berada pada bagian bawah memiliki pembatas berupa warna putih. Sedangkan di ujung kepala terdapat warna abu-abu. Setiap warna yang berada pada bagian tubuh Paus tentu saja berbeda dan disesuaikan dengan jenis Paus. Ada yang memiliki warna belang, ada pula warna hitam dan abu-abu serta masih banyak lagi.

Setiap habitat harus dijaga dan dilestarikan. Dengan demikian, hewan yang menghuni didalamnya juga akan merasa nyaman dan aman. Kenyamanan tersebut dapat membantu Paus untuk tetap bertahan hidup dan melakukan perkembang biakan secara normal. Gangguan yang terjadi pada habitat Paus, membuat Paus akan kesulitan dalam melakukan perkawinan sehingga menyebabkan perkembangan biakan akan terganggu.

Kehidupan ikan Paus seperti habitat dan sebagainya, memang sangat menarik untuk diulas. Hal tersebut dikarenakan ikan Paus merupakan ikan yang memiliki ukuran tubuh terbesar dengan karakteristik yang unik. Bahkan sebenarnya ikan Paus tidak tergolong ke dalam jenis ikan. Dikarenakan cara hidup, berkembang biak sangat berbeda dengan ikan pada umumnya. Dari segi cara bernafas, bentuk tubuh dan masih banyak lagi.

Ikan Paus : Karakteristik, Jenis, Cara Rawat Dll (Lengkap)

Ikan Lele : Karakteristik, Jenis, Budidaya, Harga (Terbaru)

Ikan Lele – Ikan lele merupakan ikan yang hidup di air tawar yang menjadi favorit banyak orang. Ikan lele mengandung berbagai vitamin dan omega 3 yang baik untuk perkembangan tubuh. Banyaknya permintaan terhadap ikan lele, sehingga banyak orang yang berusaha mengembangkan bisnis untuk melakukan budidaya ikan lele. Bagi setiap orang yang melakuakn budidaya terhadap ikan lele, maka harus mengetahui seluruh hal yang berkaitan dengan ikan lele.

Mulai dari jenis, karakteristik hingga proses perawatan harus benar-benar dipelajari. Karena pada umumnya, untuk melakukan perawatan pada ikan lele membutuhkan berbagai komponen. Mulai dari intensitas air, vitamin, dan jenis makanan yang diberikan. Bagi Anda yang bermaksud melakukan pembudidayaan ikan lele, berikut ini merupakan beberapa pembahasan terkait dengan ikan lele yang harus dimengerti.

Karakteristik yang Dimiliki Oleh Ikan Lele

Berbeda dengan jenis ikan pada umumnya khususnya ikan air tawar, ikan lele memiliki karakteristik tersendiri. Ciri khas tersebut yang membedakan ikan lele dengan ikan air tawar lainnya. berikut ini merupakan beberapa karakteristik yang dimiliki oleh ikan lele.

  1. Pada bagian tubuhnya bersih dari sisik

Biasanya ikan memiliki sisik yang melindungi tubuhnya. Berbeda dengan ikan lele. Ikan lele tidak memiliki sisik yang melindungi bagian tubuh. Meskipun demikian, ikan lele memiliki dua patil yang tajam guna untuk melindungi dirinya dari serangan musuh.

  1. Tubuh luarnya licin saat dipegang

Ikan yang memiliki sisik saja terkadang sulit ditangkap atau dipegang. Terlebih lagi ikan lele yang tidak bersisik. Kondisi tubuh bagian luarnya sangat licin. Jadi, jika didalam air Anda memegangnya, pasti akan kesulitan. Hal tersebut dikarenakan terdapatnya suatu cairan pelindung kulit yang berguna untuk menjaga agar lele bisa bergerak bebas dan mampu melarikan diri dari musuh.

  1. Mempunyai senjata berupa patil

Meskipun ikan lele tidak memiliki sisik pada bagian luarnya, tetapi tetap memiliki senjata yang bisa digunakan untuk melindunginya dari serangan musuh. Pada bagian tubuhnya terdapat duri atau patil. Patil inilah yang digunakan ikan lele ketika dirinya berada dalam bahaya. Bahkan jika terkena patilnya, tangan biasanya sampai berdarah.

Jenis-jenis dari Ikan Lele

Ikan lele memiliki banyak jenis yang bisa dikemabngkan. Setiap jenisnya memiliki perbedaan karakter dan juga perawatan. Namun, sebagian besar tetap sama cara budidayanya. Berikut ini merupakan jenis-jenis dari ikan lele yang Anda harus ketahui sebagai ccalon pembudidaya ikan lele.

  1. Ikan lele dengan jenis lokal

Ikan lele jenis yang satu ini merupakan jenis ikan lele yang paling banyak ditemui di Indonesia. karena banyak sekali dibudidayakan sehingga disebut dengan ikan lele yang berjenis lokal. Ikan lele lokal ini, tidak hanya terdiri dari satu varian saja. Tetapi terdapat 3 varian lagi dari ikan lele jenis lokal. Ikan lele merah, ikan lele putih, dan ikan lele hitam.

Kemudian setelah beberapa waktu, para pedagang mulai merasa kewalahan saat harus membudidayakan lele lokal. Penyebabnya adalah berkaitan dengan harga jual yang murah. Sedangkan proses perawatan seperti pembibitan, pemberian makan dan sebagainya memerlukan biaya yang tidak sedikit. Sehingga banyak para pengembang yang mencoba untuk melakukan budidaya pada jenis ikan lele yang lainnya yang memiliki nilai jual tinggi di pasaran.

  1. Ikan lele jenis dumbo

Selain ikan lele jenis lokal, terdapat juga ikan lele dumbo. Ikan ini berasal dari Taiwan dan merupakan jensi ikan lele yang menjadi favorit pada pembudidaya. Hal tersebut dikarenakan harga penjualan ikan ini di pasaran bisa dibilang cukup tinggi. Selain itu, ikan ini juga memiliki proses pertumbuhan dan perkembangan yang epat. Tidak memerlukan waktu lama, ikan lele ini sudah bisa diperjual belikan.

  1. Ikan lele jenis sangkuriang

Ikan lele ini bisa dibilang unik dan masih jarang dikembangkan. Ikan ini memiliki nama sangkuriang, Karena merupakan suatu perkawinan antara anak lele dan induk yang betina. Perkembangan pembudidayaan ikan lele jenis ini hanya diperbolehkan di beberapa tempat yang telah memenuhi standar untuk proses budidaya.

  1. Ikan lele jenis phyton

Ikan lele ini dilihat secara sekilas, memiliki kesamaan dengan ikan lele dumbo. Namun, yang membedakan antara keduanya adalah terletak pada bagian ketahanan fisiknya. Ikan lele ini memiliki ketahanan terhadap suhu yang dingin seperti 15 derajat. Sehingga bisa dibilang memiliki ketahanan tubuh yang lebih kuat dari pada jenis ikan lele pada umumnya.

Keunikan yang Ada pada Ikan Lele

Ikan lele merupakan jenis ikan yang sangat menarik untuk dibahas. Pasalnya, ikan ini memiliki berbagai keunikan dalam tubuhnya dan juga cara hidupnya. Keunikan tersebut yang membuat ikan lele lebih mudah untuk dikembangkan dan bisa hidup dimana saja dalam berbagai kondisi.

  1. Ikan lele bisa hidup tanpa air

Ikan merupakan makhluk hidup yang bisa hidup di air. Oleh karenanya sistem pernapasannya menggunakan insang. Jika ikan dikeluarkan dari air, maka tidak membutuhkan waktu lama akan langsung mati. Berbeda dengan jenis ikan lele. Ikan lele diketahui sangat kuat meskipun tanpa air. Namun, hanya untuk watu beberapa saat. Meskipun demikian, ikan tersebut tidak akan langsung mati namun masih bisa menggerak-gerakkan tubuhnya dalam waktu yang cukup lama.

  1. Bisa berjalan di darat

Anda pasti pernah mendengar suatu istilah yaitu walking catfish. Istilah tersebut digunakan untuk ikan lele dikarenakan keunikannya. Ikan lele bisa berjalan dengan cara menggerakkan tubuhnya seperti berenang ketika berada di atas tanah. Hal etrsebut merupakan upaya untuk menccari sumber air. Sehingga Anda tidak perlu kaget jika melihat ikan lele bisa berjalan cukup jauh di daratan.

Pada saat berjalan, ikan lele menggunakan bagiann tubuhnya dan juga cairan yang keluar dari tubuhnya. Sehingga pada saat diatas tanah, lele tetap memiliki tubuh yang licin dan tidak kesulitan untuk bergerak.

Proses Perawatan untuk Ikan Lele Dewasa

Sebenarnya setiap orang bisa saja melakukan pembudidayaan pada ikan lele. Namun, tidak setiapp orang berhasil melakukan pembudidayaan. Salah satu faktor yang menjadi penyebab dari kegagalan adalah kurangnya pengetahuan terkait dengan proses perawatan.

Pada saat merawat ikan lele, maka yang harus diperhatkan adalah bibit yang dimiliki. Bibitnya harus benar-benar memiliki kualitan yang bagus atau unggul. Kemudian pakannya harus benar-benar sesuai dengan usia yang dimiliki ikan lele. Salah satu hal yang harus dimengerti dengan baika dalah proses pemanenan ikan lele yang tepat. Berikut merupakan perawatan ikan lele dewasa yang benar.

  1. Memiliki jadwal tertentu dalam pemberian makan

Ikan lele merupakan jensi ikan yang paling sangat bernafsu untuk makan. Sehingga kontrol pemberian makanan ada pada Anda sendiri. Ikan lele harus memiliki makanan yang lengkap mulai dari segi protein, gizi, karbohidrat, miner dan juga vitamin. Karena dengan asupan tersebut akan berpengaruh terhadap pertumbuhan dan perkembangan yang dimiliki ikan lele.

Anda juga harus tahu bahwa ikan lele termausk dalam kategori ikan yang aktif pada saat malah atau bisa dibilang nocturnal. Maka dari itu, teknik dan waktu pemberian makan juga harus dimengerti. Waktu yang tepat untuk memberi makan adalah mulai pagi, siang, sore, dan malam. Jadi, 1 hari pemberian makan dilakukan sebanayk 4 kali.

  1. Pengelolaan kolam tempat ikan lele hidup

Meskipun ikan lele bisa hidup tanpa air dan disembarang tempat, namun Anda harus tetap melakukan tata kelola yang baik pada ikan lele. Dengan demikian, ikan bisa tetap sehat dan berkembang dengan baik. Kolam yang digunakan untuk ikan lele dewasa harus disesuaikan dengan besar dan banyaknya ikan lele dalam kolam tersebut.

Selain itu, untuk pembudidayaan lele maka air harus senantiasa dalam keadaan bersih. Jadi, Anda harus rutin melakukan penggantian air bersih pada kolam. Sehingga perkembangan pada lele dewasa bisa menjadi lebih maksimal.

  1. Waktu panen yang sesuai

Sebagai pembudidaya, Anda harus tahu ukuran lele dewasa yang telah siap untuk dipanen. Ikan lele yang dipanen tepat pada waktunya maka akan memberikan hasil yang baik dan seluruh ikan bisa dipanen. Namun, terkadang banyak pembudidaya yang tidak mengerti cara panen dan waktu panen yang tepat.

Hal tersebut menjadikan ikan lele tidak memiliki kualitas atau standar panen yang baik. Ikan lele akan sangat cocok dipanen jika telah memasuki usia 2 sampai 3 bulan. Apabila kurang dari itu, biasanya masih belum cukup umur untuk dipanen.

Proses Perawatan Anak Ikan Lele

Perawatan benih ikan lele juga tidak kalah sulit dibandingkan dengan perawatan ikan lele dewasa. Ikan lele yang kecil memerlukan perawatan yang lebih intens. Mulai dari proses pembenihan, proses penempatan kolam, pengaturan suhu dan masih banyak lagi. Berikut merupakan beberapa hal berkaitan dengan perawatan ikan lele kecil atau benih yang harus diketahui.

  1. Memiliki kolam yang memenuhi standar untuk perawatan ikan lele

Sebelum Anda mulai melakukan pembenihan atau pembudidayaan pada ikan lele, maka hal pertama yang harsu dipersiapkan adalah kolam ikan lele. Kolam harus memenuhi standar tertentu. Kolam untuk ikan lele ukuran kecil memiliki standar khusus. Lebar kolam harus sesuai dengan banyaknya benih ikan lele yang Anda tempatkan.

Pada ukuran yang standar atau tepat, setiap kolam yang berukuran 3 kali 4 meter memiliki daya tamping yang cocok untuk ikan lele berjumlah sekitar 2400 ekor. Ukuran kolam harus benar-benar diperhatikan. Karena jika ukuran kolam tidak sesuai dengan jumlah ikan lele, maka akan menimbulkan pertumbuhan yang tidak seimbang pada ikan lele.

  1. Kedalam kolam sesuai kriteria dan diberi pupuk

Benih ikan lele memang harus ditempatkan pada kolam khusus. Perawatannya juga berbeda dengan lele yang memiliki ukuran dewasa. Pastikan bahwa kolam yang digunakan memiliki kedalaman yang sesuai. Kedalaman yang cocok bisa dipastikan berkisar 1,5 meter.

Kemudian bagian pojokan kolam, bisa Anda tambahkan berupa pupuk kandang. Pupuk tersebut memiliki fungsi untuk membentuk organisme berupa cacing. Cacing tersebut berguna untuk memberi benih ikan lele secara langsung.

  1. Pemberian benih pada kolam

Benih lele tidak bisa langsung disebarkan. Terdapat cara-cara yang harus dimengerti dalam proses penyebaran benih. Benih harus disebar pada waktu yang minim cuaca panas. Jadi, Anda bisa memiliki menebar benih pada sore hari atau malam hari.

Karena apabila benih disebar dalam cuaca yang panas, maka bisa saja benih menjadi lebih cepat mengalami kematian. Kemudian dalam proses pemindahan benih, sebaiknya menggunakan wadah plastik dan menggunakan cara yang sangat perlahan.

Proses Pengawinan pada Ikan Lele

Dalam proses pengawinan, maka harus benar-benar diperhatikan langkah yang tepat. Karena proses pengawenan yang benar, akan menghasilkan bibit yang unggul. Berikut ini terdapat beberapa metode pengawinan yang benar.

  1. Perkawinan alami

Perkawinan alami terjadi seccara langsung antara lele induk dan jantan. Caranya dengan menyiapkan kolam jernih dengan kedalaman sedang kemudian diberikan tutup. Tutup tersebut bertujuan untuk mencegah lele meloncat. Biarkan induk lele ada di kolam. Perkawinan terjadi saat malam hari pukul 23.00 hingga pagi. Setelah itu, pilih benih yang baik dan bisa menetas dengan bagus.

  1. Perkawinan dengan penyuntikan hipofisa

Penyuntikan tersebut dilakukan pada kedua lele baik jantan atau betina. Bertujuan agar nantinya bibit yang dihasilkan menjadi lebih berkualitas. Cara yang ini lebih banyak dilakukanoleh para pembudidaya.

  1. Pemijahan in verto

Lele jantan diambil pada bagian sperma kemudian langsung disuntikkan pada induk betina. Sebelumnya induk betina sudah disuntik dengan suatu hormone yaitu hipofisa. Sehingga bibit yang dihasilkan akan berkualitas dan unggul.

Pakan Berkualitas untuk Ikan Lele

Ikan lele merupakan jenis ikan yang memakan daging atau karnivora. Agar ikan lele bisa tumbuh dengan baik, maka harus menggunakan pakan yang tepat. Dengan menggunakan pakan yang tepat, lele akan tumbuh berkembang dengan baik.

  1. Manggot lalat BSF

Manggot lalat merupakan pakan yang bagus untuk ikan lele. Hal tersebut dikarenakan banyaknya protein yang terkandung didalamnya. Dalam suatu manggot lalat, terdapat protein sebesar 40 persen. Dengan kandungan tersebut, menjadikan lele memiliki asupan protein yang cukup. Sehingga proses pertumbuhan dan perkembangan akan menjadi sangat baik dan menghasilkann lele berkualitas unggul.

  1. Ikan rucah

Ikan lele masuk ke dalam kategori pemakan daging. Sehingga dalam pemberian makan, yang paling tepat adalah menggunakan ikan kecil. Ikan ruccah menjadi jenis ikan yang paling banyak digunakan untuk pakan ikan lele. Pasalnya ikan rucah sangat mudah untuk didapatkan. Selain itu, dengan kandungan nutrisi yang tinggi dapat memberikan tunjangan pada pertumbuhan dan perkembangan ikan lele.

Proses Perawatan pada Kolam Ikan Lele

Kolam menjadi komponen yang paling penting dalam proses pembudidayaan ikan lele. Karena bisa mempengaruhi tingkat keberhasilan pada pembudidayaan lele. Kolam yang tidak tepat yang tidak sesuai standar dapat menyebabkan tingkat stress yang tinggi pada lele. Air harus berkualitas dan bersih. Berikut merupakan faktor-faktor yang harus diperhatikan dalam pemilihan tempat kolam ikan lele.

  1. Kondisi kolam berkualitas

Salah satu hal yang harus diperhatikan adalah kondisi kolam perawatan ikan lele. Kolam harus berkualitas baik dan memiliki tingkat kejernihan air yang bagus. Usahakan tidak terdapat kotoran yang dapat menyebabkan kolam terkontaminasi. Singkirkan pula berbagai hal yang bisa menyebabkan kolam menjadi kotor atau bocor.

  1. Hilangkan sisa pakan dari kolam

Anda harus mengetahui bahwa pakan ikan yang dibiarkan saja di dalam kolam, akan menyebabkan timbul banyak jamur. Jamur yang tertelan ikan akan menyebabkan tidak baik untuk pertumbuhannya. Kolam yang terkontaminasi jamur tidak memenuhi kualitas sebagai kolam ikan lele.

Harga Penjualan Ikan Lele di Pasaran

Ikan lele memiliki harga yang bagus di pasaran. Tentunya harga yang diterapkan akan berbeda seuai dengan jenis ikan lele yang dijual. Selain berbeda jenisnya, juga berbeda terkait dengan penjualan usia. Ikan lele yang dijual dalam kondisi yang masih bibit, berbeda dengan ikan lele yang dijual saat sudah dewasa atau layak konsumsi. Berikut ini beberapa rentang harga penjualan ikan lele yang saat ini berlaku di pasaran.

  1. Ikan lele sangkuriang

Ikan lele sangkuriang memiliki harga yang bisa dibilang lebih tinggi dari pada jenis ikan lele yang lainnya. Penjualan untuk ikan lele jenis ini adalah Rp. 25.000 untuk setiap kilonya. Harga tersebut merupakan penjualan untuk ikan lele sangkuriang jenis konsumsi.

  1. Ikan lele lokal

Ikan lele lokal memiliki harga yang standar di pasaran untuk setiap kilonya. Harga terkadang mengalami penurunan atau peningkatan. Harga yang dipatok pasaran umumnya Rp. 20.000 untuk setiap kilonya.

  1. Ikan lele dumbo

Ikan lele yang satu ini akan sangat mudah dijumpai di pasaran. Untuk harga konsumsinya, memiliki rentang harga kisaran Rp. 23.000 untuk setiap kilonya.

  1. Ikan lele organik

Ikan lele jenis ini memiliki harga pasaran yang hampir sama dengan ikan lele sangkuriang. Untuk setiap kilonya, memiliki harga berkisar Rp. 25.000.

Wilayah yang Menjadi tempat pembudidayaan Ikan Lele

Beberapa wilayah di Indonesia, menjadi pusat dalam pembudidayaan ikan lele. Terdapat jenis ikan lele yang bagus apabila di budidayakan pada tempat tertentu. Hal tersebut bisa dikarenakan kondisi iklik atau suhunya yang cocok dan lebih baik.

  1. Ikan lele lokal

Ikan lele lokal ini bisa ditemukan dibeberapa lokasi atau titik di Indonesia. khususnya di wilayah Jawa. Mulai dari Jawa Timur, Jawa Tengah, hingga Jawa Barat. Bahkan juga terdapat pengembangan pembudidayaan. Sehingga telah ada sebagian orang yang berlokasi di Padang sampai Kalimantan turut melakukan pembudidayaan pada jenis ikan lele lokal ini.

  1. Ikan lele dumbo

Ikan lele ini juga paling banyak dibudidayakan oleh masyarakat yang memiliki lokasi di pulau Jawa. Jawa Timur, Jawa Tengah dan jawa Barat. Termasuk Sumatera dan Kalimantan. Bahkan selain wilayah tersebut juga masih banyak yang ikut melakukan budidaya untuk jenis lele ini.

  1. Ikan lele sangkuriang

Ikan lele jensi ini masih jarang untuk ditemukan. Hal tersebut dikarenakan tidak setiap wilayah bisa dengan bebas melakukan pembudidayaan. Namun, jika Anda mengunjungi lokasi Gunung Kidul, Kepanjen, dan Bogor, maka akan menemukan ikan lele jenis ini.

  1. Ikan lele phyton

Ikan lele jenis ini dibudidayakann di lokasi yang memiliki suhu rendah. seperti di wilayah Pandeglang yang bersuhu 15 derajat.

Jenis Ikan Lele Populer di Pasaran

Diketahui bahwa ikan lele memiliki banyak jenis. Setiap jenisnya banyak dikembangkan pula oleh sebagian budidaya ikan di Indonesia. Tetapi, diantara keseluruhan jenis ikan lele yang dibudidayakan, terdapat satu jenis ikan lele yang sangat disukai dan populer di pasaran. Intensitas terhadap permintaan ikan lele tersebut sangat banyak. Sehingga setiap pembudidaya juga banyak yang beralih untuk melakukan budidaya terhadap jenis lle tersebut.

Jenis lele tersebut merupakan jenis lele dumbo. Lele ini paling laku dan paling banyak dicari di pasaran memilik harga yang baik dan juga memiliki kualitas yang unggul. Lele ini lah yang lebih banyak dikonsumsi. Selain itu, para pembudidaya juga menyukai untuk melakukan budidaya terhadap jenis lele yang satu ini. Karena hanya perlu waktu 2 bulan saja, sudah bisa dipanen. Dengan demikian, antara modal dan keuntungan juga memiliki keseimbangan.

Tentu saja terdapat perbedaan ikan lele jenis ini dengan yang lainnya. Seperti ikan lele sangkuriang, ikan lele phyton, dan ikan lele lokal. Biasanya pembelian ikan lele jenis tersebut bukan untuk dikonsumsi secara langsung. Tetapi, lebih kepada dipelihara saja. Selain itu, jika Anda mencari jenis ikan lele lainnya, maka pasti akan sangat sulit ditemukan. Pasalnya ikan lele selain dumbo, hanya dipelihara di wilayah tertentu saja.

Keuntungan Melakukan Budidaya Ikan Lele

Setiap pembudidaya, yang melakukan budidaya ikan lele pastinya memiliki banyak hal atau faktor yang menguntungkan. Sehingga mereka lebih menyukai untuk mengembangbiakkannya. Setiap ikan lele yang dibudidayakan, baik lele lokal, dumbo, phyton memiliki banyak sekali kelebihan yang berbeda. Berikut beberapa kelebihan pembudidayaan ikan lele.

  1. Budidaya ikan lele lokal

Ikan lele lokal dibudidaya bukan hanya sebagai peliharaan saja. Tetapi juga bisa dikonsumsi. Mengenai kurang banyaknya yang melakukan budidaya terhadap ikan lele jenis ini, dikarenakan biaya perawatan yang lebih mahal dan harga yang kurang bagus dipasaran. Namun, jika Anda mengkonsumsi ikan lele jenis ini, maka akan mendapatkan banyak nutrisi.

Ikan lele lokal memiliki banyak nutrisi di setiap dagingnya, sehingga mengkonsuminya dapat memberikan asupan nutrisi yang cukup. Selain itu, dagingnya yang nikmat sesuai untuk digunakan sebagai lalapan dan pecel lele.

  1. Budidaya ikan lele dumbo

Ikan lele ini juga merupakan jenis ikan yang paling enak untuk digunakan sebagai konsumsi. Banyaknya yang melakukan budidaya, pasalnya untukk jenis ikan lele yang ini, setiap orang tidak perlu menunggu waktu yang lama untuk melakukan pemanenenan. Cukup 2 bulan saja, ikan sudah bisa dipanen untuk yang berada dalam tahap konsumsi.

  1. Budidaya ikan lele Phyton

Ikan lele phyton ini juga bisa dikonsumsi. Hanya saja jarang yang melakukan pembelian ikan lele ini hanya untuk dikonsumsi. Bentyk tubuh yang dimiliki lebih kecil dari ikan yang lainnya. Sehingga dagingnya juga tidak terlalu banyak. Ikan ini juga memiliki kandungan nutrisi yang baik disetiap dagingnya. Mampu hidup disuhu yang cukup dingin, sehingga yang melakukan pembudidayaan untuk jenis ikan lele ini hanya diberbagai wilayah tertentu saja.

  1. Budidaya ikan lele Sangkuriang

Kelebihannya untuk setiap orang yang melakukan budidaya terhadap ikan jenis ini adalah ketahanan tubuhnya. Hal tersebut dikarenakan bibit terbentuk dari induk yang unggul. Sehingga menghasilkan anakan yang berkualitas. Ikan lele jenis ini juga bisa hidup dalam air yag memiliki keadaan keruh.

Kekurangan dalam Melakukan Pembudidayaan Ikan Lele

Budidaya ikan lele sama dengan budidaya jenis ikan pada umumnya. Memiliki kelebihan dan juga kekurangan. Berikut ini beberapa kekurangan dalam melakukan pembudidayaan ikan lele yang harus Anda ketahui. Jadi, nantinya saat Anda melakukan pembudidayaan, maka sudah tahu terkait kekurangannya.

  1. Budidaya ikan lele jenis lokal

Banyak yang heran, mengapa jarang ditemukan orang yang melakukan budidaya ikan lele lokal. Padahal dagingnya juga nikmat untuk dikonsumsi. Hal tersebut dikarenakan masa pertumbuhan ikan ini yang terlalu lambat. Kemudian harga jual dipasaran tidak terlalu tinggi.

Tentu saja akan merugikan setiap pembudidaya. Agar ikan lele jenis ini memiliki berat 1 kg, dipelrukan waktu 1 tahun untuk merawatnya. Pastinya antara biaya perawatan dan penjualannya akan sangat timpang.

  1. Budidaya ikan lele jenis Dumbo

Sebenarnya apabila dilihat dari segi budidaya, ikan lele jenis ini termasuk yang memiliki banyak kelebihan. Waktu panen cepat dan harga yang tinggi di pasaran. Kekurangannya adalah ikan ini memiliki daging yang sedikit lembek. Sehingga dalam proses memasak akan membutuhkan waktu sedikit lama, agar tekstur menjadi enak dimakan.

  1. Budidaya ikan lele jenis Phyton

Sama hal nya dengan ikan lele yang berjenis lokal. Dikarenakan tubuhnya yang kecil, sehingga untuk menccapai berat 1 kg, diperlukan waktu yang cukup lama. Karena ciri khas dari ikan jenis ini memiliki tubuh yang ramping.

  1. Budidaya ikan lele jenis Sangkuriang

Kesulitan dalam melakukan pembudidayaan terhadap ikan lele sangkuriang, terletak pada perkawinannya. Perkawinan menggunakan metode persilangan sang anak dan induk. Hal tersebut harus dilakukan dengan benar. Karen ajika tidak, maka kualitas dari ikan lele jenis ini bisa menurun. Proses pembudidayaan yang sedikit sulit, menjadikan jarang sekali pembudidaya melakukan pembudidayaan untuk ikan ini.

Alasan Utama Melakukan Pembudidayaan Ikan Lele

Apabila ditinjau lebih lanjut, pasti terdapat pertanyaan alasan mengapa banyak sekali peternak yang lebih memiliki untuk melakukann budidaya ikan lele disbanding dengan ikan lainnya. Hal tersebut dapat diketahui banyaknya ikan lele yang beredar di pasaran. Berikut beberapa alasannya.

  1. Ikan lele dapat diolah sesuai lidah Indonesia

Tektsur ikan lele menjadikan ikan lele sangat mudah untuk diolah. Baik dengan cara digoreng, di buat berkuah dan sebagainya. Selain itu, ikan lele yang dikombinasikan dengan bumbu rempah khas Indonesia, memiliki cita rasa yang luar biasa nikmat. Bisa dibilang cita rasa pengolahan ikan lele mengandung cita rasa khas nusantara. Sehingga memiliki kecocokan dengan lidah orang Indonesia. Dibuat lalapan lele, pecel lele, dan masih banyak lagi hidangan lainnya.

  1. Memiliki harga yang stabil

Umumnya setiap ikan mengalami penurunan harga disetiap waktu tertentu. Namun, berbeda dengan ikan lele. Ikan lele ini tetap akan mempertahankan harganya. Jadi, setiap peternak sudah bisa langsung melakukan kalkulasi tersendiri untuk setiap penjualan dan pembudidayaan ikan lele. Harga di pasaran akan selalu stabil dan tetap tinggi untuk jenis ikan lele yang dijual.

  1. Budidaya yang mudah

Pembudidayaan terhadap ikan lele memiliki proses yang mudah dan waktu yang singkat. Waktu panen tidak memerlukan 4 atau 5 bulan. Karena cukup 2 bulan saja, ikan lele sudah bisa dipanen. Selain itu, ikan lele merupakan jenis ikan yang bisa makan segalanya. Sehingga Anda bisa mendapatkan makanan untuk ikan lele lebih mudah. Proses perawatan yang tidak rumit inilah yang menjadikan para peternak suka.

Modal Apabila Melakukan Pembudidayaan Ikan Lele

Jika Anda berniat untuk melakukan pembudidayaan pada ikan lele, maka hal pertama yang harus diketahui adalah modal yang diperlukan. Perlu diketahui bahwasannya modal tidak memerlukan nominal yang besar. Cukup dengan uang senilai Rp. 900.000 sampai Rp. 1.000.000, sudah bisa digunakan untuk modal pembenihan dan juga pembuatan kolam untuk ikan lele.

Kemudian untuk perawatan ikan lele disetiap bulannya, hanya perlu mengeluarkan modal senilai kurang lebih Rp. 1.000.000 saja. Modal yang dikeluarkan untuk setiap bulanna digunakan untuk melakukan perawatan dan juga pembelian makanan untuk ikan lele.

Terdapat banya sekali hal-hal atau aspek yang harus diketahui terkait dengan ikan lele. Terlebih lagi bagi Anda yang hendak melakukan pembudidayaan ikan lele. Nikmatnya daging ikan lele disertai harga penjualan yang tinggi di pasaran, menjadikan banyak peternak yang tertarik untuk melakukan pembudidayaan. Dengan demikian, Anda juga bisa mencoba untuk melakukan usaha budidaya ikan lele.

Ikan Lele : Karakteristik, Jenis, Budidaya, Harga (Terbaru)

20+ Ikan Cupang : Deskripsi, Ciri, Jenis, Cara Rawat, Ternak Dll (Lengkap)

Ikan Cupang – Di kancah dunia ikan non konsumsi, ikan cupang tak pernah kehabisan peminat. Ikan cupang banyak dicari dan dipelihara, mulai untuk ikan hias sampai ikan aduan. Ikan satu ini menjadi pilihan sebab perawatan yang mudah dan daya tahannya tinggi. Keunggulan lain memelihara ikan cupang yakni bisa hidup lama meski jarang mendapat makanan yang mungkin terjadi jika Anda sibuk. Semakin ikan cupang dirawat, warnanya akan bertambah indah.

 

Tidak hanya populer di Indonesia, budidaya ikan cupang sudah marak di berbagai negara. Cupang memang termasuk jenis yang bersahabat dan kaya varian, sehingga harga yang dipatok juga bervariasi mulai dari terjangkau sampai mahal. Jika Anda tertarik memelihara ikan cupang atau sekadar ingin mengenal lebih jauh, di bawah ini terdapat aneka topik bahasan. Yang jelas, tak ada ruginya memelihara ikan cupang karena selain memenuhi hobi juga bisa dijadikan ladang bisnis. Selamat membaca!

 

Deskripsi Ikan Cupang secara Ilmiah

Secara taksonomi, cupang adalah nama genus (Betta) dari subfamili macropodusinae. Cupang (Betta sp.) merupakan ikan air tawar yang berasal dari Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Di Indonesia juga ada spesies cupang asli seperti Betta channoides yang ditemukan di Kalimantan Timur. Spesies cupang amat beragam dengan morfologi yang berbeda, misalkan bentuk atau warna. Rata-rata spesies cupang yang diperjualbelikan adalah Betta stiktos, Betta imbellis, Betta smaragdina, Betta splendens, serta Betta mahachai atau persilangan golongan Splendens Complex.

 

Perilaku ikan cupang bisa dibagi menjadi cupang hias, cupang liar, dan cupang aduan, yang mana tidak terlalu dibedakan dari spesies. Hanya saja ada kecenderungan Betta splendens mendominasi jagat cupang hias. Di sisi lain, kebanyakan cupang adu adalah spesies Betta mahachai, Betta splendens, dan Betta imbellis serta sejumlah persilangannya. Sementara itu, cupang liar lebih dimaksudkan untuk ikan di alam bebas yang secara perilaku tidak menonjol ke salah satu di antara hias dan aduan.

 

Ciri-ciri Ikan Cupang

Di dunia ini terdapat bermacam-macam ikan, cupang hanyalah salah satunya. Untuk itu, ikan cupang memiliki sejumlah ciri yang membedakannya dari ikan yang lain. Ciri-ciri ini juga menjadi daya tarik khas ikan cupang, antara lain:

 

  1. Bentuk ikan cupang bervariasi, ada pipih hingga silinder. Perawakan cupang aduan lebih terlihat kokoh dan cuma menjelang bagian ekor yang fisiknya mengecil.

 

  1. Ikan cupang bertubuh ramping dengan panjang kisaran 6 hingga 7 centimeter.

 

  1. Cupang punya ekor lebar dan bisa mengembang sempurna, terutama untuk cupang hias. Ekor lebar ini juga menjadikan badan ikan cupang semakin kuat.

 

  1. Warna ikan cupang beragam, mulai kuning sampai sawo yang merupakan warna dasar, hingga warna mencolok seperti merah, hijau, putih, ungu, oranye, hitam, transparan, dan biru.

 

  1. Rata-rata mata dan bibir ikan cupang membentuk garis horizontal, tetapi pada beberapa jenis ada yang bagian mata lebih rendah daripada mulut.

 

  1. Di bagian punggung, membentang sirip lebar dan mengembang sampai bagian belakang.

 

  1. Bagian tubuh ikan cupang dilengkapi oleh sirip, baik sirip punggung alias dorsal, sirip punggung alias bentral, sirip vektoral alias insang, hingga sirip dubur serta ekor.

 

  1. Khusus sirip ekor sewarna dengan warna dasar badan ikan cupang, dan bentuknya membulat.

 

  1. Cupang punya gigi tajam di rahang yang berfungsi untuk merobek makanan dan menjaga telur di balik gigi.

 

  1. Ada iris mata yang menonjol, biasanya warna iris merah, hijau, dan hitam.

 

  1. Di atas piring insang ikan cupang terdapat semacam labirin guna menjaga sirkulasi udara ketika menghirup oksigen dan mengeluarkan sisa-sisa karbondioksida. Labirin juga membantu dalam hal konversi oksigen menjadi tenaga beraktivitas.

 

  1. Gerakan ikan cupang hias cenderung tenang dan anggun, sedangkan ikan aduan agresif serta berenang lebih cepat.

 

  1. Ikan cupang bisa mencapai umur dua sampai tiga tahun, dan beberapa jenis mampu bertahan sampai lima tahun jika dirawat dengan baik di lingkungan yang sesuai.

 

  1. Daya tahan ikan cupang tinggi hingga bisa bertahan meski kekurangan makanan dan volume air aquarium.

 

  1. Cupang cenderung tidak akur bahkan bermusuhan dengan sesama cupang di wadah atau akuarium yang sama, bisa sampai tahap saling bunuh, terutama untuk ikan cupang aduan karena sudah menjadi perilaku bawaan.

 

  1. Sarang ikan cupang bisa dibuat sendiri di daun-daun tanaman air.

 

Keunikan Ikan Cupang

Keunikan pertama adalah perilaku ikan cupang untuk bertahan hidup. Ikan ini bernapas dengan cara langsung mengambil udara dari permukaan air. Labirin di insang ikan cupang bisa difungsikan mirip dengan paru-paru. Perkembangan insang ikan cupang tidak cukup baik sehingga tak memungkinkan untuk mengambil oksigen langsung di dal air.

 

Keunikan kedua yakni tingginya daya tahan ikan cupang terhadap lingkungan. Ketangguhan ikan cupang patut diacungi jempol, khususnya cupang liar sebab bisa bertahan hidup cukup lama di kondisi sulit. Ikan cupang bisa Anda temui di genangan air atau perairan dangkal yang oksigennya sedikit sebab larut bersama lumpur atau di areal sawah dan tempat-tempat lain yang volume air terbatas. Meski begitu, jika bermaksud memelihara Anda perlu menyesuaikan temperatur atas akuarium dan suhu air supaya cupang tidak mudah sakit.

 

Keunikan ketiga adalah pilihan warna ikan cupang yang sangat atraktif. Alasan ini menjadikan ikan cupang digemari oleh banyak kalangan. Aneka warna dan motif-motif unik membuat ikan cupang layak menjadi koleksi atau bahkan ladang bisnis, bahkan sudah ada cupang yang kombinasi warnanya mirip koi. Warna cupang hias cenderung lebih cerah daripada cupang aduan, tetapi warna cupang aduan juga tak kalah menarik dan bisa memenuhi selera sebagian orang.

 

Keunikan terakhir adalah pemanfaatan bagian tubuh ikan cupang yang berbeda untuk jenis hiasan dan aduan. Sirip ikan cupang bisa mengembang untuk menarik perhatian atau menunjukkan jika ia tengah terancam. Cupang aduan memiliki sirip yang lebih pendek dan sedikit daripadanya cupang hias, tetapi sirip mereka lebih kuat dan memungkinkan untuk bergerak cepat serta leluasa ketika bertarung.

 

Cara Membedakan Ikan Cupang Jantan dan Betina

Membedakan kucing atau anjing jantan dan betina termasuk mudah karena bagian belakang tampak jelas, terutama ketika sudah berusia dewasa. Lain halnya dengan ikan cupang, meski secara bentuk kelamin jantan dan betina sudah berbeda, namun baru bisa diamati ketika Anda memegangnya atau berada dalam jarak dekat. Oleh sebab itu, Anda perlu mengamati indikator lain untuk mengetahui jenis kelamin ikan cupang.

 

  1. Badan ikan cupang jantan cenderung kecil namun lebih panjang daripada ikan cupang betina, siripnya pun lebih lebar.

 

  1. Kepala ikan cupang jantan ramping dan warna badannya lebih mencolok supaya bisa memukau para betina.

 

  1. Perilaku ikan cupang jantan umumnya lebih agresif dan mudah mengeluarkan aura permusuhan terhadap sesama.

 

 

Sejarah Ikan Cupang

Ikan cupang merupakan jenis ikan yang hidupnya berasal dari Asia Tenggara. Beberapa jenis Ikan cupang banyak ditemui di Indonesia dan Thailand. Selain itu, ikan cupang juga menjadi komoditas ekspor negara-negara tersebut ke berbagai negara di dunia. Pada dasarnya, Ikan cupang sejak dahulu memiliki habitat di daerah perairan dangkal, seperti sawah. Ikan ini terkenal karena merupakan jenis aduan yang identik dengan sirip pendek yang dimiliki.

 

Terdapat peningkatan permintaan ikan cupang sejak tahun 1970 hingga 1990-an. Hal tersebut terlihat dari mulai bermunculan variasi ikan cupang hias dengan sirip warna-warni yang indah padantubuhnya. Sejak saat itulah masyarakat mulai berminat membeli dan memiliki Ikan cupang hias, dengan tujuan untuk disimpan dan mungkin untuk diadu juga. Hingga saat ini, Thailand dan Indonesia merupakan negara dengan produsen ikan cupang tertinggi di dunia.

 

Dari anak kecil, pemuda, hingga orang dewasa masih memiliki ketertarikan untuk membudidayakan ikan cupang. Kontes adu cupang maupun lomba keindahan cupang kerap dijumpai di sejumlah daerah dan negara. Cupang pun memungkinkan untuk dijadikan bisnis yang potensial dan berkesinambungan. Hal tersebut karena cara memelihara ikan cupang yang relatif mudah, dengan catatan Anda harus memperhatikan hal yang sudah dibahas sebelumnya.

 

Varian Ikan Cupang

Ikan cupang memiliki banyak varian karena terdiri atas berbagai spesies yang bisa saling disilangkan. Kali ini akan dibahas empat varian ikan cupang yang populer di masyarakat:

 

  1. Halfmoon

Dinamai demikian karena bentuk ikan cupang halfmoon mirip bulan setengah kalau disaksikan dari samping. Bentuk bulan setengah tersebut tampak di bagian sirip serta ekor. Meski terdiri atas berbagai warna atraktif, penampilan dan perilaku yang anggun membuat sebagian orang menjadikan halfmoon sebagai ikan hias.

 

  1. Crown Tail

Crown Tail merupakan jenis ikan cupang asli Indonesia, rincinya dari Slipi, Jakarta. Ia memiliki sirip ganda dan ekor yang bisa membentuk mahkota ketika mengembang. Crown tail kerap diikutkan perlombaan yang mengunggulkan faktor kecantikan ikan cupang.

 

  1. Double Tail

Bentuk sirip ekor double tail mirip dengan ikan cupang halfmoon, tetapi sirip ekornya terbelah dua dan jika dilihat dari samping akan mirip simbol hati. Ikan cupang double tail termasuk sukar dikembangkan dan jarang muncul di pasaran. Meski demikian, kelangkaan dan banyaknya peminat membuat double tail dijual lebih tinggi dari halfmoon.

 

  1. Veiltail

Veiltail termasuk golongan halfmoon dan double tail yang menonjolkan keindahan sirip ekor, tetapi jenis ini perlahan tersisih ikan-ikan cupang hasil persilangan yang lain. Sirip ekor veilteil tampak sedikit melengkung miring ke arah bawah dan kekuatan ekornya lebih rendah dari dua jenis di atas.

 

Kisaran Harga Pasaran  Ikan Cupang

Di pasaran, halfmoon anakan dijual seharga Rp40.000,00, dewasa Rp80.000,00, indukan Rp100.000,00, dan juara Rp500.000,00. Untuk kategori juara, cupang double tail dijual seharga 1.200.000,00 rupiah, sedangkan indukan Rp120.000,00, dewasa Rp100.000,00, dan anakan Rp50.000,00. Ikan cupang fancy anakan sudah dipatok seharga kisaran Rp100.000,00, dewasa Rp300.000,00, indukan Rp350.000,00, dan kategori juara melambung sampai Rp2.000.000,00. Untuk ikan cupang serit, harga yang ditawarkan relatif terjangkau dengan kategori anakan bernilai Rp15.000,00, dewasa Rp40.0000,00, indukan Rp60.000,00, dan juara Rp300.000,00.

 

Ikan cupang plakat sendiri memiliki rentang harga bervariasi sebab nilai kategori juara dan non juara berbeda jauh. Untuk kategori juara bisa mencapai Rp2.000.000,00, sedangkan di kategori anakan hanya Rp60.000,00, dewasa 150.000,00, dan indukan Rp180.000,00. Kemudian, ada ikan cupang slayer yang anakannya dijual seharga Rp20.000,00, dewasa Rp50.000,00, indukan Rp60.000,00, dan juara Rp300.000,00. Untuk ikan cupang double giant, harga yang ditawarkan masih cukup terjangkau dengan kategori juara bernilai Rp200.000,00, indukan Rp80.0000,00, dewasa Rp50.000,00, dan anakan Rp20.000,00.

 

Panduan Merawat Anakan Ikan Cupang

  1. Pemilihan Akuarium

Ikan cupang berukutan kecil tetapi butuh ruang berenang yang luas agar tetap waras. Akan tetapi, perlu diingat jika cupang tidak bisa diletakkan dalam akuarium yang sama karena akan saling bertengkar. Jadi, akuarium yang ideal untuk ikan cupang berdimensi 20 cm x 15 cm x 15 cm. Jangan luput memerhatikan suhu dan pencahayaan untuk akuarium.

 

  1. Pemberian Air yang Tepat

Cupang adalah ikan air tawar, maka jangan memberikan air laut yang kadar garamnya amat tinggi karena bisa membuat ia sakit. Cupang terbiasa hidup di air rawa sehingga air sumur merupakan pilihan terbaik sebab kandungannya hampir sama. Namun apabila kesulitan menemukan air sumur, menggunakan air tanah atau air PAM tidak apa-apa.

 

  1. Makanan yang Bergizi

Makanan pun faktor yang sangat penting untuk merawat ikan cupang selain air. Banyak makanan ikan yang dijual di toko terdekat dan Anda bisa memilih sendiri. Kalau Anda berminat memberikan makanan yang lebih alami, Anda dapat mencarikan kutu air di selokan, cacing, serta jentik nyamuk. Sekilas mungkin tampak jorok, tetapi jangan khawatir sebab itu adalah makanan ikan cupang di habitat asli mereka.

 

Panduan Merawat Ikan Cupang Dewasa

  1. Pola Makan

Rata-rata, ikan cupang dewasa cukup diberi makan dua kali dalam sehari yang bisa dilakukan saat pagi dan sore. Jika terlalu sering diberi makan, dikhawatirkan justru tidak dimakan dan nanti membusuk di kolam. Kalau terlalu sering, air bisa tercemar sehingga ikan cupang mudah sakit. Mengenai jenis makanan, bisa diseling pakan alami dan pakan buatan yang dijual di toko.

 

  1. Perawatan Akuarium

Pilih akuarium yang cocok, atau bisa juga botol kaca besar, dan ganti air tiap dirasa kotor (bisa dua atau tiga kali seminggu). Secara keseluruhan, tiap minggu seluruh air akuarium harus diganti. Kesempatan ini dapat Anda buat sekalian mencuci akuarium tanpa sabun lalu jemur di luar agar terkena sinar matahari.

 

  1. Penanganan Penyakit

Jika ikan cupang mengalami gejala white spot, masukkan ia dalam air garam dengan konsentrasi satu liter air dicampur 2 atau 3 sendok garam. Jangan terlalu lama atau ikan cupang Anda bisa semakin parah karena tak tahan dengan kondisi air, cukup beberapa detik. Jika sirip ikan cupang sering menguncup, masukkan ikan cupang selama kisaran 5 hingga sepuluh menit dalam larutan obat anti bakteri; empat liter air cukup dicampur 0,3 hingga 0,5 mililiter obat.

 

Perkawinan Ikan Cupang

Sebagian dari Anda pasti berkeinginan mengawinkan ikan cupang, apalagi yang punya tujuan bisnis. Ada beberapa tahapan yang perlu Anda lakukan untuk membantu perkawinan ikan cupang peliharaan, antara lain:

 

  1. Mengenali Ikan Cupang

Tentu Anda tak boleh keliru meletakkan sepasang ikan cupang berjenis kelamin sama di suatu kolam, sebab mereka bisa bertarung. Anda juga perlu memahami jenis spesies ikan cupang yang Anda miliki karena cara kopulasi antar spesies bisa beragam. Misalkan jenis mouthbrooders seperti green throat dan forest betta yang mengantar telur ke inti ikan jantan.

 

  1. Seleksi Ikan Cupang

Pilih ikan cupang cukup umur yaitu 14 bulan atau lebih, tidak sakit, dan tanpa cacat. Pastikan pula warna cupang cerah dan tidak ada bengkak di bagian insang. Usahakan mengawinkan ikan cupang yang ukurannya sama besar. Jangan lupa memerhatikan informasi genetik sebab akan memengaruhi kondisi paska masa bertelur.

 

  1. Siapkan Wadah

Wadah perlu diisi air bersih 5 hingga 10 galon, dan jangan diberi kerikil. Siapkan pula tempat persembunyian, pemisah yang dapat dibongkar pasang, dan pemanas untuk mengatur suhu wadah tersebut.

 

  1. Keluarkan Ikan Cupang Jantan

Ikan cupang jantan yang membawa telur setelah proses perkawinan. Maka, tiga hari paska kawin, keluarkan ikan jantan dan letakkan di wadah lain.

 

Pakan yang Cocok untuk Ikan Cupang

Makanan sintetis berupa butiran pelet banyak dijual di toko dengan variasi harga yang terjangkau. Akan tetapi, ada kalanya Anda perlu memberikan selingan berwujud makanan alami, misalkan:

 

  1. Jentik Nyamuk

Jentik nyamuk merupakan jenis pakan yang paling ideal bagi Ikan cupang. Hal tersebut karena jentik nyamuk memiliki banyak protein yang cocok untuk tumbuh kembang ikan cupang, terutama bagi anak-anak ikan cupang, Jentik nyamuk dapat ditemukan dengan mudah di sawah, selokan, atau kubangan air yang tergenang. Tempat tersebut merupakan tempat ideal bagi nyamuk untuk bertelur.

 

  1. Kuning Telur

Kuning telur bisa dijadikan pakan alternatif bagi ikan cupang anakan maupun yang sudah dewasa. Caranya adalah kukuslah kuning telur sampai matang, lalu hidangkan kepada ikan cupang peliharaan secara bertahap. Akan tetapi, jangan terlalu sering memberikan kuning telur kepada ikan cupang karena akan mengotori air wadah yang mengakibatkan terganggunya kesehatan ikan cupang.

 

  1. Cacing Sutera

Cacing sutera juga cocok bagi ikan cupang yang Anda budidayakan. Umumnya, cacing sutera diperjualbelikan di toko pedagang ikan atau ikan hias. Harganya sangat murah dan mudah diperoleh di kedua tempat itu. Atau, Anda dapat mencarinya juga sendiri di selokan kotor yang menjadi tempat perkembang biakan cacing sutera. Akan lebih baik untuk mencuci cacing sutera tersebut sebelum diberikan kepada ikan cupang, karena kotoran yang menempel dapat menimbulkan penyakit.

 

  1. Kutu Air

Kutu air merupakan salah satu makanan favorit anakan ikan cupang. Namun, kandungan gizi dalam kutu air tidak mampu mempercepat pertumbuhan anakan ikan cupang, karena kadar protein dan lemak tergolong minim. Di sisi lain, ternyata kutu air punya khasiat untuk memperelok warna dan memperkuat corak yang dimiliki Ikan cupang. Kutu air lebih ideal jika diberikan kepada ikan cupang dewasa.

 

Metode Memberikan Makanan pada Ikan Cupang

Pertama-tama, pastikan air bersih dan segar supaya tak ada penyakit dari bakteri di akuarium. Ikan cupang agak rewel dalam hal makanan, jadi pastikan ia melihat ketika Anda menjatuhkan makanan di depan mulutnya. Jangan langsung memberikan banyak makanan, melainkan sedikit-sedikit supaya tidak mengotori air. Sesekali berikan menu makanan yang bervariasi supaya ikan cupang tidak bosan memakan satu jenis makanan secara berulang.

 

Ketika ikan cupang sedang memasuki masa bertelur atau siap kawin, tambahkan porsi makanan ikan cupang karena mereka perlu energi lebih. Di masa-masa seperti ini, memberi makanan 4 kali dalam sehari tidak berlebihan. Bahkan, untuk anakan usai panen dapat Anda beri makan maksimal 5 kali dalam sehari, tentu dengan catatan berikan secara bertahap.

 

Perawatan Kolam Khusus Ikan Cupang

Ketika Anda memiliki ruang atau tanah kosong, alih-alih akuarium barangkali kolam khusus lebih menjadi pilihan. Membuat kolam untuk ikan cupang tentu mudah, yang sulit adalah perawatan dan pengelolaannya. Jadwal pemberian pakan tambahan, penggantian air, pemupukan, pengapuran, dan pengeringan tak boleh dilupakan. Kemudian, dikarenakan kolam rata-rata berada di luar ruangan, faktor musim dan cuaca bisa menciptakan ketidakteraturan atau bahkan aktivitas di luar jadwal.

 

Secara konstruksi, dasar kolam wajib lebih tinggi ketimbang permukaan pembuangan air domestik supaya proses pengeringan lebih gampang. Tinggi pematang kolam pun sebaiknya seimbang dengan lokasi sumber air supaya memudahkan pengaliran air dan pengaturan ketinggian permukaan kolam. Manfaatkan bentuk, lokasi, ukuran, dan jumlah petak seoptimal mungkin. Jangan sampai asal membangun tanpa memperhitungkan bagaimana kelak kolam akan difungsikan.

 

Akan ada saatnya kolam perlu diistirahatkan untuk masa pemeliharaan. Dalam kondisi ini, bersihkan celah dan filter yang tertutup oleh lumpur. Kuras air, bersihkan lumpur dan sisa pakan yang mengendap di dasar kolam. Perbaiki pula jika ada kerusakan di kolam ataupun keretakan tanggul air.

 

Agar lebih meyakinkan, pemeliharaan kolam bisa diperluas ke areal sekitar. Bersihkan kotoran di saluran air sekitar kolam Anda. Bentuk gangguan yang bisa muncul adalah akar tanaman dari luar areal kolam yang tumbuh sampai menembus tanggul. Dapat juga berupa sumbatan di saluran serta lubang-lubang bawah tanggul yang dapat memicu kerusakan atau kebocoran di kemudian hari.

 

Faktor dalam Budidaya Cupang

Jika Anda tertarik membudidayakan ikan cupang, pahami beberapa faktor ini terlebih dahulu. Tujuannya agar Anda lebih siap dan tidak salah perhitungan yang tentu akan mengundang kerugian.

 

  1. Jenis Ikan Cupang

Mengesampingkan cupang liar yang lebih mirip klasifikasi berdasarkan lingkungan, ikan cupang dibagi menjadi dua jenis besar yakni untuk aduan dan ikan hias. Ikan cupang aduan dipelihara untuk diadu dengan sesama cupang serta memiliki tingkatan standard sendiri. Ikan cupang hias lebih diprioritaskan pada kontes-kontes kecantikan karena menonjolkan keindahan warna tubuh dan bentuk sirip.

 

  1. Memilih Indukan

Cari kedua indukan di tempat yang terpercaya dan bila perlu tanyakan detail-detail sesuai keinginan. Pastikan indukan berkualitas baik, yakni bebas penyakit, tanpa cacat, dan upayakan mereka adalah keturunan unggulan. Jangan lupa mengecek apakah keduanya sudah menunjukkan tanda-tanda siap kawin atau belum.

 

  1. Tahap Pemijahan

Pemijahan dapat disebut sebagai tahap pengeluaran telur yang biasa dilakukan di medium berukuran 20 cm x 20 cm x 20 xm. Siapkan pula medium kecil untuk ikan cupang betina yang lebih baik jika diberi beberapa tanaman air.  Sekali melakukan kawin, cupang sanggup memproduksi 1000 telur dan menetas pada rentang 24 jam, tetapi telur yang sukses dipanen rata-rata cuma kisaran 30 hingga 50 buah.

 

  1. Opsi Pakan

Makanan sintetis tentu boleh, tetapi pada dasarnya makanan alami ikan cupang adalah cacing sutera, jentik nyamuk, serta kutu air. Anda boleh memberi makan sampai 3 atau 4 kali sehari, tapi sebenarnya 2 kali sudah cukup. Setiap kali makan sajikan porsi secukupnya supaya habis dan tidak mengotori kolam.

 

  1. Metode Perawatan

Kekuatan dan daya hidup ikan cupang tak perlu lagi diragukan. Walau begitu, pastikan Anda tetap merawatnya dengan baik seperti menjaga kondisi air akuarium dan memerhartikan gizi makanan yang ia konsumsi.

 

Kelebihan Lain Memelihara Ikan Cupang

Ikan cupang cocok untuk Anda yang sibuk atau belum bisa merancang akuarium secara lengkap sebab ia tidak butuh aerator. Daya tahan ikan cupang terbilang tinggi sebab tetap hidup meski kadar udara yang tersedia terbatas. Hal ini disebabkan oleh bentuk insang dan keberadaan labirin di sana. Perilaku ikan cupang yang bernapas di permukaan air juga amat membantu.

 

Kalau Anda hidup di tempat kos atau kontrakan yang ruangnya terbatas, ikan cupang tetap bisa dimiliki karena ia tidak perlu akuarium terlalu besar. Ikan cupang memang bergerak lincah, tetapi ia lebih suka hidup sendiri sehingga akuarium yang terlalu besar cenderung percuma. Keaktifan ikan cupang bisa Anda latih dengan menyiapkan jalur di dalam akuarium dari bahan sederhana seperti botol dan pipa paralon.

 

Salah satu hal yang meresahkan sebagian orang dari memelihara ikan adalah baunya. Akan tetapi ikan cupang akan aman-aman saja sebab tidak berbau. Anda cuma akan mengendus aroma air, dan bisa amis jika air jarang diganti sampai berlumut.

 

Cara Supaya Ikan Cupang Terlihat Memukau

Sirip ekor yang indah dengan warna mencolok menjadi alasan para kolektor ingin membudidayakan ikan cupang. Setiap jenis ikan cupang memiliki karakteristik yang berbeda-beda, sehingga memiliki daya tarik tersendiri di setiap jenisnya. Umumnya, ikan cupang berjenis kelamin jantan punya sirip lebih lebar dan unik ketika disaksikan. Nah, kemudian bagaimana agar ikan cupang jantan dirawat sehingga bisa memiliki tubuh yang indah?

 

Beberapa cara dapat dilakukan untuk membentuk sirip dan warna ikan cupang dapat terlihat menarik. Salah satu caranya adalah menggunakan dengan Daun Jati. Cara menggunakannya yakni dengan merendam selembar daun jati kering ke wadah yang sudah berisi air bersih dan sedikit garam. Selain itu, bisa juga dengan menambahkan campuran rebusan daun Ketapang, lalu Anda boleh langsung mengembalikan ikan cupang ke sana.

 

Jauhkan ikan cupang dari penyinaran matahari secara langsung selama  2 hingga 3 hari. Setelah itu, Anda dapat memasukkan ikan cupang ke media yang memiliki air yang kualitasnya lebih bagus dan tampak jernih. Kemudian, cara selanjutnya adalah menjemur ikan cupang yang Anda pelihara saat pagi hari. Atau Anda juga bisa menjemur ikan cupang Anda disaat sore hari agar ikan cupang tidak stress. Memerhatikan kebahagiaan ikan cupang adalah tugas Anda, sebab saat cupang stress keindahan dan keaktifannya susah tampak maksimal.

Itu semua adalah bahasan mengenai ikan cupang, mulai dari paparan ilmiah, praktikal, sampai harga di pasaran. Semoga bermanfaat!

20+ Ikan Cupang : Deskripsi, Ciri, Jenis, Cara Rawat, Ternak Dll (Lengkap)

16+ Ikan Lumba-lumba : Ciri, Jenis, Cara Merawat, Penyakit Dll (Super Lengkap)

Ikan Lumba-lumba – Penikmat kehidupan bawah air tentu tak asing lagi dengan ikan lumba-lumba. Binatang ini tidak seperti ikan pada umumnya karena tergolong mamalia air. Kelucuan dan kecerdasan lumba-lumba seakan menjadi topik yang tak habis dibicarakan. Sifat bersahabat lumba-lumba tampak dari cara hidup mereka sebagai kawanan. Bahkan, “ikan” tersebut dianggap simbol keselamatan dengan mengacu pada legenda lumba-lumba sebagai sahabat manusia.

Kali ini akan dibahas sejumlah fakta populer hingga jarang ditemui terkait lumba-lumba. Misalkan pada bagian jenis-jenis lumba-lumba, akan dijelaskan kalau lumba-lumba berkerabat dengan paus dan pesut. Lalu, ada pula cara merawat lumba-lumba sejak bayi sampai dewasa. Status dan perlindungan terhadap lumba-lumba turut tak lepas dari sorotan. Di luar beberapa contoh sub bahasan tersebut, masih ada berbagai sub bahasan lain yang sayang Anda lewatkan, meliputi:

Ciri-ciri Lumba-lumba

Hal pertama yang perlu Anda ketahui adalah bagaimana ciri-ciri dan karakteristik lumba-lumba. Tujuannya adalah supaya bisa membedakan mamalia air ini dengan binatang-binatang lain. Beberapa ciri juga menjadi keunikan lumba-lumba yang dapat menarik minat. Berikut terdapat sepuluh ciri lumba-lumba.

  1. Lumba-lumba merupakan binatang mamalia dan bukan jenis ikan pada umumnya, oleh sebab itu lumba-lumba tidak bernapas dengan insang. Lumba-lumba bernapas dengan paru-paru selayaknya mamalia. Kandungan oksigen di air tidak melimpah seperti di darat, tetapi perilaku lumba-lumba mampu menyiasati kondisi tersebut. Sesekali ia berenang ke permukaan air lalu melompat tinggi sembari bernapas. Lumba-lumba bisa melompat cukup tinggi, yakni sekitar 20 kaki (satu kaki kisaran sepertiga meter) di udara.

 

  1. Warna lumba-lumba bervariasi seperti hitam, kelabu gelap, abu-abu terang, sampai putih. Ada jenis lumba-lumba yang dikabarkan bisa mengubah warna kulit saat masih muda menjadi merah jambu, yaitu lumba-lumba Sungai Amazon dan lumba-lumba Putih China. Kulit lumba-lumba tidak berkilat dan bersisik serta cenderung kenyal. Hal tersebut terjadi dikarenakan ada lapisan lemak tepat di bawah kulit.

 

  1. Fisik lumba-lumba terbilang unik, dengan moncong dan dorsal khas yang melengkung di punggung. Ia pun memiliki dua sirip di bagian bawah. Gigi lumba-lumba mirip pasak akar tunggal yang berbentuk kerucut, namun fungsinya diutamakan untuk memegang ikan kuat-kuat.

 

  1. Lumba-lumba tergolong binatang yang cerdas jika dibandingkan dengan ikan lain yang seukuran. Bahkan, otak lumba-lumba 2 kilogram lebih berat daripada otak manusia, yang menambah dugaan bila binatang ini punya kecerdasan tinggi. Karena kecerdasannya, lumba-lumba gampang bosan dengan aktivitas monoton dan menyukai tantangan baru. Fakta menyebutkan kalau lumba-lumba sanggup merangkai 2000 kalimat serta mengerti 60 kata. Ikan ini punya kapasitas memori yang tinggi sehingga bisa mengingat wajah orang, juga bisa menyadari ikan di cermin adalah bayangannya. Lumba-lumba juga bisa dilatih Angkatan Laut untuk mencari ranjau di air.

 

  1. Lumba-lumba termasuk segelintir hewan yang memiliki pendengaran tajam. Kemampuan pendengarannya jauh lebih tajam dibandingkan dengan indera manusia. Untuk berkomunikasi, lumba-lumba memanfaatkan siulan serta suara barang-barang.

 

  1. Jika habitatnya sesuai, lumba-lumba bisa hidup sampai berumur lebih dari 50 tahun. Akan tetapi, sayangnya banyak lumba-lumba yang hidup di habitat kurang sesuai, sehingga hasil penelitian yang dirilis menunjukkan rata-rata masa hidup makhluk ini cuma kisaran 25 tahun.

 

  1. Tidak melulu lucu, ada jenis lumba-lumba yang berwujud paus pembunuh yaitu Orca. Spesies ini adalah lumba-lumba terbesar dan banyak ditemui di perairan kutub. Namun, orca tetap bisa dilatih selayaknya lumba-lumba jenis lain. Di luar jenis Orca, terdapat beberapa induk lumba-lumba yang terkadang membunuh anaknya saat masih kecil.

 

  1. Perkawinan lumba-lumba berlangsung hanya 15 sampai 20 detik dan dilakukan di bawah air. Mereka biasanya kawin ketika berumur 15 tahun, tetapi usia matang lumba-lumba sudah terjadi saat berusia 10 tahun. Setelah kawin, lama kehamilan lumba-lumba betina yaitu kisaran 10 sampai 12 bulan.

 

  1. Walau sebagian besar lumba-lumba hidup di laut, tapi mereka tidak mengonsumsi air laut. Kebutuhan cairan tubuh binatang ini didapat dari berbagai makanan. Jika meminum air laut akan muncul efek fatal bagi tubuh lumba-lumba, sebab mereka alergi air laut.

 

  1. Lumba-lumba mampu terjaga dalam durasi yang lama, paling tidak bisa mencapai lima hari. Hal tersebut disebabkan oleh keperluan untuk menghirup oksigen yang mengharuskannya pergi ke permukaan. Walau tertidur, satu mata dan setengah otak senantiasa bangun.

 

Macam-macam Lumba-lumba

Di seluruh dunia, total terdapat 40 spesies lumba-lumba dan 16 di antaranya dapat Anda temui di Indonesia. Dari 16 spesies tersebut tidak seluruhnya berwujud lumba-lumba, ada pula jenis blackfish dan paus pembunuh. Secara taksonomi lumba-lumba berasal dari sub orde ordontoceti. Ada familia delphinidae (lumba-lumba laut) dan platanistoidea (lumba-lumba sungai), yang mana pada delphinidae terdapat blackfish dan paus pembunuh. Berikut adalah 16 spesies lumba-lumba yang ada di Indonesia:

 

  1. Lumba-lumba Hidung Belang (Stenella coeruloealba)

Spesies ini bersinonim dengan euphrosyne dolphin dan stripped dolphin. Lumba-lumba hidung belang memiliki status konservasi kategori Least Concern. Ia bisa mencapai panjang sekitar 2,4 sampai 2,7 meter dengan berat badan 160 kg. Spesiesnya tersebar di berbagai samudera dunia yakni Samudera Hindia, Samudera Pasifik, dan Samudera Atlantik. Faktor tersebut mengakibatkannya dapat dijumpai di Indonesia, karena secara geografis diapit oleh Samudera Pasifik dan Samudera Hindia.

 

  1. Lumba-lumba Gigi Kasar (Steno bredanensis)

Lumba-lumba Gigi Kasar bisa tumbuh seberat kisaran 160 kg dan panjang sampai 2,6 meter. Ciri yang membedakannya dari lumba-lumba lain adalah sirip yang lebih panjang dan terdapat kepala kecil dengan moncong  panjang mirip hiu, lalu bagian perutnya juga dipenuhi bercak.

 

  1. Lumba-lumba Hidung Botol (Tursiops truncatus)

Jenis satu ini bisa dibilang paling populer dibandingkan spesies lumba-lumba lainnya. Lumba-lumba hidung botol berwarna abu-abu sampai hitam di bagian atas, dan akan lebih cerah di bagian bawah. Ia bisa tumbuh sepanjang 2 sampai 4 meter dan bobot 135 sampai 636 kilogram.

 

  1. Lumba-lumba Hidung Botol Indo-Pasifik (Tursiops aduncus)

Dulu dianggap sama dengan lumba-lumba hidung botol, tapi sejak 1998 disahkan sebagai spesies sendiri. Lumba-lumba hidung botol Indo-Pasifik banyak ditemukan di Laut China Selatan, laut Utara Australia, perairan Indonesia, sekitar perairan India, Laut Merah, sampai ke pantai timur Afrika. Di bagian atas, lumba-lumba ini berkulit abu-abu gelap dengan perut berwarna putih ke-abu-abuan yang berbintik-bintik.

 

  1. Lumba-lumba Fraser (Lagenodelphis hosei)

Lumba-lumba Fraser adalah spesies paling kekar dan gempal, tetapi sirip punggungnya lebih kecil. Ia bisa tumbuh mencapai panjang 2,7 meter dan bobot sekitar 160 sampai 210 kilogram. Lumba-lumba Fraser berwarna abu-abu kecoklatan atau kebiruan di bagian atas, dan merah muda atau putih pucat di bagian bawah.

 

  1. Lumba-lumba Risso (Grampus griseus)

Lumba-lumba Risso disebut juga Grey Dolphin karena warna badannya. Ukuran lumba-lumba Risso tergolong besar yakni bobot tubuh kisaran 300 sampai 500 kilogram dan panjangnya kisaran 2,6 sampai 4 meter. Ciri lain lumba-lumba satu ini terdapat pada kepala bulat dengan lipatan vertikal pada bagian depan, lalu sirip punggung dan antenor termasuk besar.

 

  1. Lumba-lumba Totol (Stenella attenuata)

Nama latin lumba-lumba totol ada satu lagi yaitu Stenella graffmani. Di dunia internasional, ia punya banyak julukan misalnya Bridled Dolphin, Pantropical Spottes Dolphin, serta  Narrow-snouted Dolphin. Fisiknya cenderung lebih kecil yakni kisaran 2 meter dengan bobot tubuh 114 kilogram. Lumba-lumba totol berperilaku atraktif karena aktif dan lompatannya tinggi, selain itu moncong binatang ini termasuk ramping.

 

  1. Lumba-lumba Moncong Panjang (Delphinus capensis)

Lumba-lumba moncong panjang memiliki ukuran badan relatif kecil, antara lain kisaran 1,9 sampai 2,5 meter dan berat badan di rentang 80 sampai 235 kilogram. Fisiknya ramping dan berwarna kelabu, kekuningan di dada, dan putih di perut serta sirip punggung.

 

  1. Lumba-lumba Pemintal (Stenella longirostris)

Keunikan lumba-lumba pemintal terletak pada kemampuan melompat sembari melakukan beberapa kali putaran pada poros badannya. Maka dari itu, ia memperoleh beberapa julukan semacam Long Snouted Dolphin, Long Beaked Dolphin, dan Spinner Dolphin. Tubuh lumba-lumba pemintal panjangnya kisaran 2 meter dengan bobot di rentang 50 hingga 77 kilogram.

  1. Lumba-lumba Punggung Bungkuk Indo-pasifik (Sousa chinensis)

Ukuran fisik lumba-lumba punggung bungkuk Indo-Pasifik terbilang sedang dengan berat kurang lebih 250 sampai 280 kilogram dan panjang kisaran 2,8 meter. Selain nama internasional bernuansa kata “humpbacked”, ia pun dijuluki Chinese White Dolphin.

 

  1. Paus Elektra (Peponocephala electra)

Spesies lumba-lumba ini dikenal dengan nama universal Electra Dolphin dan Melon-heades Whale. Paus Elektra berukuran kisaran 2,7 meter dengan bobot tubuh 210 kilogram, dan digolongkan sebagai lumba-lumba jenis blackfish.

 

  1. Paus Pembunuh Orca (Orcinus orca)

Ukuran lumba-lumba ini paling besar yakni bisa mencapai panjang 10 meter dan bobot 10 ton. Meski tergolong lumba-lumba yang buas, bukan berarti orca tidak bisa dilatih. Bagian atas orca berkulit hitam dan areal sekitar mata dipenuhi bercak putih, sedangkan bagian bawah dan dada juga putih.

 

  1. Paus Pembunuh Kerdil (Feresa attenuata)

Lumba-lumba jenis paus pembunuh kerdil punya julukan slender blackfish. Badannya berwarna gelap kecuali di bagian tertentu seperti perut dan bibir yang putih. Fisik mamalia ini kisaran panjang 2,6 meter dan bobot 170 kilogram.

 

  1. Paus Pembunuh Palsu (Pseudorca crassidens)

Ia menduduki peringkat ketiga lumba-lumba terbesar dengan berat badan sekitar 700 kilogram dan panjang di rentang 4,5 sampai 6 meter. Hampir seluruh badan berwarna gelap, selain bagian tengah dada dan tenggorokan.

 

  1. Paus Pilot Sirip Pendek (Globicephala macrorhynchus)

Nama internasional binatang satu ini adalah Pasific Pilot Whale atau juga Short Finned Pilot Whale. Berat mamalia ini bisa mencapai 1 sampai 3 ton dan panjangnya 3,7 sampai 5,5 meter.

 

  1. Pesut (Orcaella brevirostris)

Pesut alias Snubfin Dolphin atau Irrawaddy Dolphin merupakan spesies lumba-lumba yang hidup di air tawar. Di Indonesia, populasi lumba-lumba tersebut bisa dijumpai di Sungai Mahakam, Kalimantan Timur. Pesut mampu tumbuh hingga berukuran panjang 2,3 meter dan bobot 130 kilogram.

 

Cara Merawat Anakan Lumba-lumba

Sebagaimana bayi pada dasarnya, bayi lumba-lumba memerlukan perawatan secara intensif dan memerhatikan aspek-aspek sensitif. Hal pertama tentu bayi lumba-lumba tidak boleh dipisahkan dengan induk supaya asupan susu terpenuhi setiap hari. Susu amat diperlukan bayi hingga anak-anak lumba-lumba agar bisa tumbuh sehat dan cepat sebab mengandung banyak zat yang diperlukan si kecil. Apabila dikhawatirkan induk lumba-lumba yang bersangkutan memiliki perilaku menyimpang seperti melukai anaknya, di areal kolam bisa ditambahkan CCTV.

 

Lumba-lumba yang masih kecil cenderung lebih sensitif terhadap kondisi lingkungan, dalam hal ini adalah kolam. Maka dari itu, kolam berisi induk dan anak lumba-lumba wajib dibersihkan secara rutin. Tujuannya untuk menjaga kesehatan dan kebahagiaan lumba-lumba. Lumba-lumba anak masih rentan dan lingkungan bersih akan lebih minim risiko penyakit. Lumba-lumba induk pun bisa lebih mudah menyusui anaknya serta terhindar dari stress.

 

Pengelola dan pekerja di kolam penangkaran lumba-lumba wajib memberikan ikan segar nan hidup setiap kali makan. Tindakan ini bisa menolong lumba-lumba anak untuk menguatkan insting serta belajar bagaimana cara berburu. Dengan tindakan tersebut pula lumba-lumba bisa lebih banyak bergerak untuk menjaga kebugaran badan.

 

Cara Merawat Lumba-lumba Dewasa

Secara umum, perawatan lumba-lumba dewasa tidak jauh beda dengan lumba-lumba anakan, yakni memerhatikan kebersihan dan kesehatan. Jika lumba-lumba dewasa hidup di kolam artifisial, maka dibutuhkan sistem atau fasilitas penyaringan air secara berkala. Air yang bersih akan menjadikan lumba-lumba hidup lebih nyaman dan gembira. Kemudian, minimalkan interaksi lumba-lumba dengan orang asing atau setidaknya ciptakan jarak aman supaya lumba-lumba tidak mudah stress.

 

Kemudian, bagaimana cara Anda berpartisipasi merawat lumba-lumba yang Anda lihat di suatu kawasan terorganisir atau bahkan alam liar? Mudah saja, Anda tidak boleh mengganggu mereka. Hal sepele seperti itu dapat lebih bermanfaat dari tindakan-tindakan gegabah yang justru berisiko merugikan. Anda perlu ingat jika lumba-lumba bukan manusia, menyamakan bantuan untuk manusia dan lumba-lumba ada kalanya sukar berdampak baik.

 

Di beberapa tempat wisata yang dihuni lumba-lumba, Anda harus taat terhadap peraturan seperti tidak boleh memberi mereka makan. Pakan yang Anda berikan belum tentu bisa dicerna dengan baik dan bermanfaat untuk lumba-lumba, jika ingin membantu lebih bijak menyerahkan donasi untuk dikelola pihak yang lebih paham. Jaga jarak aman ketika mengamati lumba-lumba yang tengah berenang atau bahkan melompat. Perhatikanlah tingkat kebahagiaan lumba-lumba dan jauhi apa saja yang bisa membuat mereka mengalami stress.

 

Cara merawat lumba-lumba dewasa di alam liar hampir sama, seperti jaga batas aman dan jangan beri mereka makan. Terlebih lagi, di alam liar lumba-lumba bisa mencari makanan mereka sendiri. Ingatlah bahwa lumba-lumba tergolong binatang yang dilindungi oleh negara-negara dunia, termasuk Indonesia. Sejumlah negara turut membuat kebijakan untuk melarang orang-orang memberi makan lumba-lumba secara sembarangan di habitat mereka.

 

Bentuk partisipasi lain yang bisa Anda lakukan adalah turut menjaga alam, terutama perairan yang dihuni populasi lumba-lumba. Air tercemar akan mengganggu kesehatan dan kebahagiaan mamalia air tersebut. Oleh sebab itu, patuhi peraturan supaya tidak membuang sampah dan limbah sembarangan supaya tidak menyengsarakan lumba-lumba serta makhluk hidup lain. Apabila lumba-lumba tanpa sengaja menelan sampah yang dibuang sembarangan tentu dapat berefek buruk untuk kesehatan mereka.

 

Perawatan di Kolam Penangkaran Lumba-lumba

Kolam penangkaran membantu lumba-lumba supaya bisa berkembang biak secara aman dan membantu mencegah kepunahan spesies-spesies mamalia lucu satu ini. Di kolam penangkaran, ketika sudah cukup umur dan sehat, sepasang lumba-lumba disatukan alias dikawinkan di suatu kolam. Perkawinan tersebut dipantau terus oleh pihak penangkaran, bahkan paska pembuahan lumba-lumba betina perlu lekas dikontrol dan diperiksa hormon progesteronnya lewat sampel darah.

 

Ketika sudah hamil, lumba-lumba akan melalui serangkaian pemantauan dan perawatan. Minimal sekali dalam dua bulan, kandungan lumba-lumba betina akan dicek menggunakan USG. Anda mungkin telah mengerti jika masa kandungan mamalia cenderung lama kalau dibandingkan dengan anggota kingdom animalia yang lain. Kehamilan lumba-lumba ini bahkan lebih lama dari masa kehamilan manusia sebab perlu waktu sekitar 12 bulan sebelum bisa melahirkan bayi lumba-lumba.

 

Fasilitas di Kolam Penangkaran Lumba-lumba

Kebersihan dan kelayakan kolam penangkaran amat berdampak terhadap fisik dan psikologis lumba-lumba yang berada di sana. Penangkaran lumba-lumba memerhatikan volume kolam, pencahayaan, pakan, kebersihan air laut, filtrasi, serta peralatan pendukung yang lain. Umumnya tempat penangkaran rutin mengganti air laut di kolam. Hal ini membuat mereka menyimpan cadangan air laut berkualitas untuk lumba-lumba.

 

Guna menjaga dan mengusahakan kualitas air laut ideal, terdapat bermacam-macam peralatan yang dimiliki pihak penangkaran lumba-lumba. Alat-alat tersebut mengukur berbagai parameter seperti kalsium, fosfat, alkalinitas, magnesium, ammonia, stronsium, nitrat, pH, nitrit, iodin, dan temperatur. Selama seluruh hasil uji parameter kualitas masih dalam kategori batas normal, air laut di kolam tak perlu diganti. Perawatan cukup dengan memanfaatkan filter untuk menjaga air kolam tetap bersih.

 

Penyakit dan Hama Lumba-lumba

Lumba-lumba tidak boleh diberi makan sembarangan, bahkan ikan segar yang akan dihidangkan wajib diperiksa kesehatannya terlebih dahulu. Jika tidak, ada risiko kandungan hama yang bisa menyerang lumba-lumba seperti cacing nematode dan bakteri Vibrio alginolyticus. Ketika lumba-lumba terinfeksi, ia akan menunjukkan gejala warna kemerahan di dagu sampai ekor, nafsu makan menurun, dan kecepatan berenang melambat. Lumba-lumba yang terinfeksi juga gampang stress ketika terdapat aspek lingkungan atau perlakuan kurang memadai.

 

Ada lagi tindakan stress lumba-lumba terhadap lingkungan akibat terserang suatu penyakit. Lumba-lumba bisa sampai menabrakkan diri ke karang dan mudah marah, yang mana memerlukan perawatan intensif. Hal tersebut diakibatkan oleh ikan pakan yang terinfeksi larva stadium tiga sehingga binatang pemangsanya terkena penyakit Anisakid, termasuk lumba-lumba. Larva stadium tiga bisa ditemui di perairan Indonesia dan biasa menyerang ikan sejenis cakalang, kerapu, tongkol lisong luwe, dan balaki.

 

Ada pula penyakit manusia yang ternyata bisa menjangkiti binatang lumba-lumba, yakni Alzheimer. Penyakit ini bisa dideteksi dari kadar plak amyloid pada otak lumba-lumba yang terjangkit. β-Methylamino-L-alanine (BMAA) yang dikeluarkan oleh alga hijau biru alias cyanobacteria merupakan zat lain yang bisa memicu alzheimer. Kendati cyanobacteria merupakan salah satu sumber oksigen, tapi paparan ganggang tersebut bisa menyakiti lumba-lumba dan bahkan manusia.

 

Pengobatan Penyakit dan Hama Lumba-lumba

Mencegah memang lebih baik daripada mengobati, sehingga pihak penangkaran berusaha merawat lumba-lumba sebaik mungkin supaya tidak gampang terjangkit hama atau penyakit. Upaya pencegahan yang dikerjakan antara lain mengecek kesehatan lumba-lumba di penangkaran secara berkala serta menguji kualitas air kolam setiap hari. Pemberian makanan pilihan bisa membantu menjaga kesehatan para lumba-lumba. Selama usaha-usaha pencegahan dilakukan sesuai prosedur yang berlaku, maka potensi lumba-lumba terkena penyakit atau hama relatif rendah.

 

Pemeriksaan pakan selalu dilakukan supaya pihak penangkaran tidak kecolongan. Terlebih lagi di pakan hidup kemungkinan mengandung penyakit lebih tinggi karena belum melalui proses pemasakan. Pakan lumba-lumba harus dalam kondisi sehat supaya mereka tidak sakit setelahnya. Ketika hama sudah menjangkiti calon pakan lumba-lumba, pakan tersebut harus lekas dibuang dan memberikan pelet sebagai makanan pengganti.

 

Kemudian, ketika hasil pemeriksaan menunjukkan ada lumba-lumba yang terinfeksi, ia perlu langsung diisolasi dan mendapatkan penanganan dari pihak medis hewan. Biasanya di setiap penangkaran sudah punya pihak medis hewan supaya bisa lebih cepat tertangani dan senantiasa dipantau. Karena ada beberapa penyakit yang bisa menjangkiti lumba-lumba, penanganan pertama adalah memastikan jenis gangguan tersebut. Bakteri Vibrio alginolyticus terbilang sering menyerang mamalia air, sehingga umumnya tes yang dilakukan adalah pengujian MIC.

 

Uji MIC memanfaatkan reaksi antibiotik dalam tubuh lumba-lumba. Ada tiga macam antibiotik yang disiapkan yakni elbaju, penstrep, dan nifupirinol. Mereka dilarutkan dengan air laut steril dalam kadar antibiotik yang beragam, mulai 0,1 hingga 40 PPM. Kadar tertentu akan dianggap tepat ketika hasil pengamatan menunjukkan tidak ada bakteri yang bisa hidup dalam larutan antibiotik itu.

 

Penyakit alzheimer juga perlu diwaspadai walau kasus lumba-lumba terserang bisa dibilang jarang. Sampai sekarang alzheimer belum ditemukan obatnya, hanya bisa sekadar memperlambat tingkat keparahan. Penghambat kholinesterase bisa digunakan dengan dikolaborasikan dengan latihan-latihan untuk meningkatkan kemampuan mengingat. Metode ini bertujuan supaya lumba-lumba yang sakit merasakan tingkat depresi dan kecemasan serendah mungkin. Lumba-lumba yang terserang juga perlu dijauhkan dari sumber kecemasan seperti keramaian manusia supaya tidak memperburuk keadaannya.

 

Jika pengendalian kualitas air kolam senantiasa diperhatikan, kemungkinan lumba-lumba di penangkaran terpapar alzheimer akan sangat rendah. Sebab, salah satu penyebab utama muncul alzheimer adalah makanan yang dikonsumsi oleh lumba-lumba, sehingga pemeriksaan kualitas pakan tidak boleh dilewatkan. Ketika ada lumba-lumba yang telanjur terkena alzheimer, penanganannya yakni rutin memberikan memantin. Namun, perlu dicamkan kalau obat-obatan tersebut hanya memperlambat serangan alzheimer dan tidak bisa mengobati. Maka dari itu, lingkungan aman dan pola hidup sehat lumba-lumba perlu diterapkan petugas penangkaran.

 

Makanan untuk Lumba-lumba

Makanan merupakan unsur penting dalam tumbuh kembang makhluk hidup dan berpengaruh terhadap kondisi fisik dan mental, termasuk kesehatan. Khusus untuk binatang, ada pembagian besar berupa tumbuhan, daging, serangga, dan pemakan segala, tetapi pakan yang baik tidak asal memenuhi klasifikasi itu. Di atas telah beberapa kali disinggung tentang pakan lumba-lumba serta korelasinya dengan hama atau penyakit. Kriteria makanan untuk lumba-lumba singkatnya ada tiga, antara lain; hidup, segar, dan sehat.

 

Sebaiknya lumba-lumba diberi pakan berwujud cumi-cumi ataupun ikan yang masih hidup. Sesekali pihak penangkaran perlu memberi selingan pakan dari binatang laut berukuran kecil, misalnya ikan, udang, serta krustasea. Makanan dihidangkan dalam kondisi hidup karena gizi masih lengkap dan bisa membantu lumba-lumba bergerak. Tak absen, sebelum diberikan kondisi kesehatan pakan dicek supaya lumba-lumba tidak terserang hama dan penyakit.

 

Mengenai seberapa besar porsi makanan yang butuh disajikan bergantung dari bobot tubuh lumba-lumba secara individu. Umumnya, porsi yang diambil berada pada rentang 4 hingga 6% dari berat badan masing-masing ikan. Jangan lupa kalau induk lumba-lumba membutuhkan porsi yang lebih banyak ketika masih menyusui anaknya. Apabila kekurangan pakan, kondisi kesehatan fisik dan mental lumba-lumba akan terpengaruh. Namun tidak jika kelebihan pakan, selama pakannya binatang hidup tak masalah dibiarkan di kolam atau diletakkan di kolam terpisah.

 

Melihat Lumba-lumba di Indonesia

Lumba-lumba haram ditangkap untuk ditangkarkan secara sembarangan. Masyarakat harus mengikuti prosedur khusus sesuai peraturan, sebab lumba-lumba tergolong binatang yang dilindungi dan terancam punah. Adapun contoh penangkaran resmi adalah Pantai Lovina yang dihuni oleh lumba-lumba hidung botol. Pengunjung dapat menonton lumba-lumba yang melompat tinggi untuk mengambil napas di jam-jam tertentu saat pagi hari.

 

Selain di Bali, masih ada beberapa tempat lagi yang bisa Anda tuju untuk menyaksikan lumba-lumba secara langsung. Misalnya di Pulau Derawan, Berau, yang sudah dikenal hingga turis mancanegara. Kemudian ada lumba-lumba yang biasa berenang serta menari di Teluk Kiluan, Lampung. Spesies yang hidup di sana yaitu lumba-lumba paruh panjang serta lumba-lumba hidung botol. Kemudian, lokasi penangkaran lumba-lumba selanjutnya yakni Pulau Manado Tua. Di sana juga terdapat taman laut yang mempesona dan bermacam-macam binatang laut yang lain.

 

Ancaman untuk Lumba-lumba

Sekian banyak keunikan dan kelucuan lumba-lumba belum tentu sanggup menjauhkan mamalia air tersebut dari ancaman. Lama waktu bereproduksi lumba-lumba bahkan lebih lama dari manusia, sehingga apabila ancaman terhadap mereka kian menggila maka tinggal menunggu waktu sampai spesiesnya punah satu demi satu. Walau ada ancaman dari predator dan mungkin sesama lumba-lumba, tetapi momok terbesar justru datang dari manusia.

 

Beberapa waktu sebelumnya, lumba-lumba sempat dinyatakan terancam punah sehingga perlindungan semakin dipertegas. Penurunan tajam populasi lumba+lumba-lumba membuat sejumlah negara termasuk Indonesia meningkatkan kepastian hukum dan keamanan lautan melalui pemantauan berkala. Saat itu lumba-lumba diburu untuk kemudian diperjualbelikan sebagai makanan. Padahal, daging lumba-lumba lebih banyak mendatangkan kerugian karena minim gizi serta malah mengandung kadar merkuri yang relatif tinggi.

 

Regulasi Perlindungan Lumba-lumba

Lumba-lumba telah memiliki perlindungan dari pemerintahan dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 7 Tahun 1999 tentang Pengawetan Jenis Tumbuhan dan Satwa. Dalam peraturan tersebut, disebutkan tentang berbagai macam aturan beserta larangan yang harus dipatuhi oleh masyarakat untuk melestarikan populasi lumba-lumba. Pertama, dilarang memiliki, menangkap, mengangkut, melukai, menyimpan, membunuh, memelihara, serta menjualbelikan lumba-lumba hidup. Kedua, masyarakat juga dilarang untuk memperjualbelikan lumba-lumba dalam keadaan mati sekalipun.

 

Dalam peraturan tersebut pula, setiap orang juga dilarang untuk mengangkut lumba-lumba ke berbagai daerah di dalam maupun luar negeri. Lebih dari itu, setiap orang juga tidak diperbolehkan untuk mengambil apapun dari lumba-lumba, seperti daging dan siripnya, serta merusak ekosistem dari hewan tersebut. Setiap pihak yang melanggar peraturan tersebut akan memperoleh sanksi pidana yang berat. Ada pengecualian bagi instansi atau pihak lain yang bisa memiliki atau memelihara lumba-lumba, yaitu bagi mereka yang memiliki izin penangkaran resmi dari pemerintah.

16+ Ikan Lumba-lumba : Ciri, Jenis, Cara Merawat, Penyakit Dll (Super Lengkap)