Site icon Made Blog

Standar Operasional Prosedur (SOP) Lengkap Dengan Contohnya

SOP

Standar Operasional Prosedur – Standar operasional prosedur merupakan salah satu hal yang sangat penting dalam menjalankan suatu usaha. Maka dari itu, di dalam artikel ini akan kami ulas secara lengkap semua tentang dengan standar operasional prosedur atau SOP. Maka dari itu Anda harus simak dan baca artikel ini hingga selesai.

Inilah Pengertian Umum Standar Operasional Prosedur

Standar operasional prosedur atau yang sering disebut dengan SOP adalah suatu dokumen yang isinya terkait dengan prosedur kerja yang disusun secara sistematis. Prosedur kerja kemudian harus dilakukan guna selesainya pekerjaan tertentu. Prosedur kerja tersebut dibuat untuk betul-betul ditaati oleh semua pihak supaya mendapatkan hasil yang maksimal dengan mengerjakan pekerjaan dengan sangat efektif.

Selain itu, standar operasional prosedur juga dimanfaatkan agar tidak terjadi pekerjaan di luar sistem. Sedangkan dalam bidang bisnis, standar operasional prosedur dijadikan sebagai pedoman atau patokan dalam melakukan pekerjaan yang telah disesuaikan dengan prosedur, tata kerja dan juga sistem kerja di suatu perusahaan. Standar operasional prosedur atau SOP juga sering dijadikan sebagai acuan dalam pekerjaan yang telah disesuaikan dengan alat penilaian pekerja para pegawai.

Pengertian Menurut Ahli Tentang Standar Operasional Prosedur

Pengertian tentang standar operasional prosedur cukup beragam menurut dari beberapa ahli ekonomi. Menurut Tjipto Atmoko bahwa SOP adalah suatu pedoman atau acuan yang akan dipergunakan guna menyelesaikan suatu pekerjaan yang telah disesuaikan dengan fungsi serta alat penilaian kerja suatu instansi. Hal tersebut berdasarkan atas beberapa hal seperti prosedural, indikator teknis dan juga administratif.

Pengertian tentang standar operasional prosedur yang lainnya yaitu menurut Insani yang mengatakan bahwa SOP adalah suatu dokumen yang isinya terkait dengan rangkaian instruksi tertulis yang telah dibakukan. Isi dari rangkaian instruksi tertulis tersebut yakni tentang proses-proses dari penyelenggaraan seluruh administrasi perkantoran di perusahaan. Instruksi tersebut juga berisi tentang bagaimana cara untuk melakukan suatu pekerjaan, waktu pelaksanaan, tempat penyelenggaraan serta aktor yang akan berperan dalam suatu kegiatan tertentu.

Sedangkan pengertian standar operasional prosedur menurut Moekijat yaitu sebuah urutan tata cara suatu pekerjaan. Pekerjaan itu akan dilakukan, kapan melakukannya, Bagaimana hubungan untuk melakukan, dilakukan dengan apa, siapa yang akan melakukan dan juga di mana melakukannya.

Pentingnya Standar Operasional Prosedur

Standar operasional prosedur atau SOP di dalam suatu perusahaan perannya cukup penting. Hal tersebut dikarenakan standar operasional prosedur tersebut akan dijadikan sebagai suatu acuan atau pedoman guna mengantisipasi terjadinya berbagai situasi pada perusahaan yang sedang dijalankan. Suatu bisnis atau usaha yang sedang berkembang mampu berkonsisten apabila patuh dengan standar operasional prosedur yang telah dibuat dan telah ditetapkan.

Dengan demikian jika tidak ada SOP atau standar operasional prosedur, maka semua anggota di suatu perusahaan akan merasa seakan-akan mereka tidak punya acuan atau pedoman yang aku dan jelas. Hal tersebut tentunya akan mempengaruhi keefektifitasan pekerjaan yang bisa menurun. Maka dari itu standar operasional prosedur atau SOP keberadaannya sangat penting guna tercapainya keuntungan semaksimal mungkin dengan melakukan pekerjaan yang jauh lebih efektif.

Fungsi Standar Operasional Prosedur

Standar operasional prosedur atau SOP keberadaannya yang cukup penting memang punya fungsi yang cukup vital dalam suatu perusahaan. Fungsi utama dari standar operasional prosedur itu ialah untuk bisa memudahkan para pegawai perusahaan untuk menyelesaikan semua pekerjaan mereka dengan baik.

Standar operasional prosedur bisa diibaratkan sebagai kitab yang akan dijadikan sebagai pedoman. Maka dengan mempunyai sebuah pedoman pada SOP atau standar operasional prosedur, para pegawai di suatu perusahaan pun akan tahu bagaimana langkah-langkah yang harus dilakukan serta apa saja yang tidak boleh untuk dilakukan saat mereka sedang melakukan pekerjaannya.

Selain mempunyai fungsi utama, standar operasional prosedur juga punya beberapa fungsi yang lainnya. Beberapa fungsi standar operasional prosedur tersebut yaitu dijadikan sebagai dasar hukum yang cukup kuat apabila suatu saat nanti terjadi suatu penyimpangan di dalam sebuah pekerjaan.

Selain itu, standar operasional prosedur atau SOP juga berfungsi untuk memberikan pengetahuan terkait dengan hambatan yang mungkin saja akan dihadapi oleh para pegawai perusahaan. Fungsi terakhir dari standar operasional prosedur atau SOP yaitu akan memberikan arahan kepada para pegawai perusahaan supaya bisa saling menjaga kedisiplinan ketika mereka sedang bekerja.

Inilah Tujuan Standar Operasional Prosedur

Standar operasional prosedur atau SOP bukan hanya punya fungsi yang cukup vital dalam sebuah perusahaan, akan tetapi standar operasional prosedur juga sengaja dibuat karena punya tujuan tertentu. Tujuan dari dibuatnya standar operasional prosedur di suatu perusahaan yakni untuk menjaga kinerja para pegawai agar tetap konsisten.

Di dalam suatu perusahaan tertentu manajer akan tahu bagaimana kualitas dari para pegawai perusahaannya yang dilihat dari bagaimana para pegawainya menjalankan standar operasional prosedur yang telah diberlakukan di perusahaan tersebut. Jadi apabila pegawai perusahaan tersebut masih belum bisa melakukan pekerjaan dengan maksimal, maka hal tersebut bisa dijadikan sebagai evaluasi untuk melakukan pelatihan.

Inilah Manfaat Standar Operasional Prosedur

Standar operasional prosedur tentunya bukan dibuat tanpa alasan, sebab SOP punya banyak manfaat yang bisa didapatkan oleh semua kalangan yang bersangkutan. Salah satu manfaat yang bisa didapatkan dari standar operasional prosedur atau SOP yaitu mampu meminimalisir terjadinya suatu kelalaian atau kesalahan dari para pegawai perusahaan dalam melakukan pekerjaannya.

Selain itu standar operasional prosedur atau SOP juga punya peran yang cukup penting yaitu sebagai standarisasi perusahaan. Dengan demikian bisa dikatakan bahwa standar operasional prosedur akan dijadikan sebagai pedoman atau patokan dalam melakukan pekerjaan sehingga bisa mengurangi suatu kesalahan.

Selain manfaat yang telah disebutkan tersebut, standar operasional prosedur juga punya beberapa manfaat lainnya yaitu membantu para pegawai baru untuk beradaptasi dengan pekerjaannya serta bisa membantu dalam meningkatkan akuntabilitas. Selain itu SOP juga bermanfaat dalam menghindari tumpang tindih pelaksanaan suatu tugas, bisa membuat pekerjaan yang dilakukan dengan lebih efisien dan konsisten serta bisa membantu para karyawan supaya lebih mandiri.

Prinsip dari Standar Operasional Prosedur

Suatu perusahaan akan membuat standar operasional prosedur yang tentunya sudah mempunyai prinsip. Hal tersebut dikarenakan prinsip tersebut dibuat untuk bisa membuat standar operasional prosedur yang lebih berkualitas. Tanpa adanya prinsip dalam SOP tersebut, maka SOP bisa kehilangan fungsi utamanya untuk menyelesaikan pekerjaannya dengan seefektif mungkin. Prinsip dari standar operasional prosedur tersebut di antaranya komitmen, konsisten, mengikat, perbaikan berkelanjutan serta terdokumentasi.

Hubungan Antara Akuntansi dengan Standar Operasional Prosedur

Dalam dunia ekonomi ada istilah standar operasional prosedur akuntansi yang bermakna standar di dalam bidang akuntansi yang telah mencakup kegiatan pencatatan serta pembekuan. Mulai dari transaksi keuangan, buku besar, neraca, jurnal khusus sampai dengan laporan akhir perusahaan.

Standar operasional prosedur yang baik tentunya bisa mengatur Bagaimana suatu pekerjaan akan dilakukan, kapan melakukan pekerjaan tersebut, siapa yang akan bertanggung jawab, Bagaimana proses melakukan pekerjaan serta apa saja dokumen yang perlu dipersiapkan. hal tersebut tentunya memiliki tujuan supaya terhindar dari masalah yang bisa saja muncul secara berulang sedangkan pemimpin dari perusahaan tersebut harus tetap fokus dalam mengembangkan bisnis.

Standar operasional prosedur cukup penting keberadaannya karena alasan tersebut. Setidaknya terdapat tiga alasan Mengapa proses dalam akuntansi butuh standar operasional prosedur untuk dijadikan sebagai standar. Yaitu akan menyajikan informasi terkait dengan kegiatan perusahaan, prestasi perusahaan dan juga posisi keuangan perusahaan.

Di samping itu, standar operasional prosedur juga memiliki peran guna memberikan acuan atau pedoman bagi akuntan publik agar dapat menjalankan tugasnya dengan baik serta akan memberikan database yang ditujukan kepada pemerintah terkait dengan informasi-informasi yang dianggap cukup penting.

Jenis-jenis SOP Berdasarkan dari Sifat Kegiatan

Standar operasional prosedur berdasarkan dari sifat kegiatannya bisa dibagi ke dalam dua jenis yaitu standar operasional prosedur teknis serta standar operasional prosedur administratif. Standar operasional prosedur teknis adalah suatu prosedur standar yang dibuat secara rinci dari sebuah kegiatan yang akan dilakukan oleh pelaksanaannya dengan satu jabatan atau peran.

Sedangkan standar operasional prosedur administratif adalah suatu prosedur standar yang sifatnya umum serta tidak dibuat dengan rinci dari suatu kegiatan yang akan dilakukan oleh pelaksanaannya dengan satu jabatan atau peran.

Jenis SOP yang Berdasarkan dari Cakupan dan Besaran Kegiatan

Jika dilihat dari segi besaran dan cakupan suatu kegiatan, maka standar operasional prosedur bisa dibagi ke dalam standar operasional prosedur mikro dan standar operasional prosedur makro. Standar operasional prosedur mikro yaitu salah satu bagian dari standar operasional prosedur makro. Jadi bisa dikatakan bahwa standar operasional yang kegiatannya menjadi salah satu bagian dari standar operasional prosedur makro.

Sedangkan standar operasional prosedur makro sendiri cakupannya lebih dari satu standar operasional prosedur mikro.  Jatuhnya standar operasional prosedur makro ini adalah cerminan bagian dari suatu kegiatan tersebut. Selain itu standar operasional prosedur makro juga bisa dikatakan sebagai integrasi dari standar operasional prosedur mikro.

Jenis SOP Berdasar dari Cakupan dan Kelengkapan Kegiatan

Jika kita lihat berdasarkan dari cakupan dan juga kelengkapan kegiatan yang dilakukan, maka ada istilah standar operasional prosedur final dan juga standar operasional prosedur parsial. Standar operasional prosedur final yaitu standar operasional prosedur yang berdasarkan atas cakupan kegiatannya yang telah memberikan hasil produk utama yang sudah final. Sedangkan standar operasional prosedur parsial adalah standar operasional prosedur yang berdasarkan atas cakupan kegiatannya yang masih belum menghasilkan suatu produk utama yang final.

Jenis-Jenis-jenis SOP Menurut dari Cakupan dan dari Jenis Kegiatan

Jika dilihat dari sudut pandang cakupan serta jenis kegiatannya, makalah standar operasional prosedur bisa dibagi ke dalam standar operasional prosedur generic dan standar operasional prosedur spesifik. Standar operasional prosedur generik ialah standar operasional prosedur yang punya beberapa kesamaan. Mulai dari kesamaan kegiatan ataupun tahapan pelaksanaan serta kegiatan yang dilakukan. Sedangkan standar operasional prosedur spesifik ialah standar operasional prosedur yang punya perbedaan dari kegiatan yang telah di-SOP-kan, tahapan kegiatan, pelaksanaan serta tempat standar operasional prosedur tersebut diberlakukan.

Elemen Standar Operasional Prosedur

Terdapat 10 elemen standar operasional prosedur yaitu tujuan, tanggung jawab, penjelasan istilah, ruang lingkup, ketentuan, referensi, prosedur, peringatan, peralatan serta lampiran. Jadi jika ingin membuat standar operasional prosedur, maka harus ada elemen-elemen tersebut.

Atribut Standar Operasional Prosedur

Standar operasional prosedur juga mempunyai atribut yang biasanya akan diletakkan di bagian atas tubuh SOP. Beberapa atribut standar operasional prosedur tersebut yaitu judul, waktu berlaku, nama penyusun, jumlah revisi, nomor, nomor halaman serta pengesahan. Pengesahan yang dimaksud adalah sebuah bukti bahwa standar operasional prosedur sudah disahkan dan sudah bisa diberlakukan.

Cara untuk Membuat Standar Operasional Prosedur

Prinsip-prinsip yang harus dipenuhi untuk membuat standar operasional prosedur yaitu kemudahan dan kejelasan, dinamis, keterukuran dan keselarasan, punya kepastian hukum serta berorientasi pada pengguna. Prinsip-prinsip tersebut sebagaimana yang telah ditetapkan dalam Permenpan PER/21/M-PAN/11/2008. jadi apabila Anda ingin membuat standar operasional prosedur, maka Anda bisa melakukan beberapa cara di bawah ini tanpa terlepas dari Permenpan.

Cara pertama dalam membuat standar operasional prosedur yaitu membuat susunan kerja terlebih dahulu. Mulailah dengan meminta semua manajer dan kepala bagian supaya mereka mau menginformasikan kepada para bawahannya. Informasi tersebut bertujuan supaya mereka cepat memberikan deskripsi segala hal yang nantinya akan dibahas dalam SOP. Membuat susunan kerja merupakan suatu fondasi yang berpengaruh pada kualitas dari SOP itu sendiri di kemudian hari.

Cara selanjutnya untuk membuat SOP yaitu merencanakan alur proses. Yang dimaksud dengan merencanakan alur proses yakni akan membahas segala sesuatu terkait dengan melakukan penentuan format SOP, mengakses SOP dan juga membuat template.

Selanjutnya Anda harus melakukan wawancara kepada para karyawan perusahaan. Hal tersebut memiliki tujuan guna mengetahui semua aktivitas harian karyawan dalam melakukan pekerjaan dan bisa mengetahui bagaimana caranya mereka melakukan pekerjaan tersebut. Dengan melakukan hal tersebut, maka Anda mampu memaparkan semua hal dalam SOP karena sudah tahu sebelumnya.

Selanjutnya langkah yang harus Anda lakukan yaitu mulai untuk menulis SOP. Setelah selesai melakukan penulisan SOP, kemudian dilanjutkan dengan membahas SOP tersebut bersama semua pihak guna mengetahui adanya celah maupun ketidaksesuaian peraturan dalam SOP tersebut. Apabila standar operasional prosedur yang telah dibuat dinilai baik, maka SOP itu sudah siap untuk Anda sosialisasikan kepada seluruh pihak.

SOP yang telah ditulis, dibahas dan juga disosialisasikan kemudian adakan pelatihan agar SOP tersebut bisa berjalan dengan baik dan sesuai dengan yang Anda harapkan. Kemudian Anda bisa memberi jangka waktu beberapa lama misalnya sekitar satu semester ataupun 1 tahun untuk kemudian melakukan evaluasi. Nantinya evaluasi tersebut akan membahas tentang apakah terdapat hal-hal yang keliru di dalam SOP. Kemudian Anda bisa menambahkan atau bahkan menghilangkan poin-poin yang kurang relevan.

Contoh SOP Marketplace

SOP TokoKu Marketplace

Tujuan:

Prosedur Kerja:

Contoh Standar Operasional Perusahaan

Mulai. Diajukan (ke Chief Security) Oleh Yang membutuhkan. Pengajuan dg mengisi formulir. tidak. Harus ada persetujuan. Oleh Chief Security atau yang mewakilinya (spv) Disetujui. Jika Disetujui, maka data/form penggunaan mobil di arsipkan Oleh Driver. Formuli di arsipkan. Sebelum berangkat, periksa dulu data kendaraan (Killo meter, jam berangkat, lalu cata) Oleh Driver. Periksa Data Kendaraan. Berangkat sesuai tujuan. Oleh Driver. Berangkat. Selesai. Flow chart.

SOP PT. Karya Bakti Group

Tujuan:

Prosedur Kerja:

Contoh SOP Penyedia Jasa Penulis Konten

Standard Operating Procedure MyWriter

  1. Hak Penulis

Para penulis akan mendapatkan komisi yang dihitung berdasarkan dari jumlah kata partikel. Setiap partikel mempunyai jumlah kata yang berbeda-beda kan tergantung dari instruksi yang diberikan. Di bawah ini adalah nilai dari komisi yang akan kami berikan:

Jumlah kata Komisi:

  1. Waktu Pencairan Komisi
  1. Kewajiban Penulis
  1. Hal-hal yang Harus Diperhatikan Oleh Penulis

Contoh SOP TPQ

SOP TPQ Bina Umat

Tujuan:

Prosedur Kerja:

Nah, itulah tadi semua hal terkait dengan standar operasional prosedur mulai dari pengertian sampai dengan contohnya. Semoga dengan hadirnya artikel yang kami terbitkan ini bisa membantu Anda untuk memudahkan dalam membuat standar operasional prosedur di lembaga Anda maupun perusahaan Anda.

Standar Operasional Prosedur (SOP) Lengkap Dengan Contohnya

Exit mobile version