Site icon Made Blog

Siklus Batuan : Pengertian, Proses, dan Jenis-Jenis Batuan (Paling Lengkap)

SIKLUS BATUAN

Siklus Batuan – Batuan adalah salah satu penyusun kerak bumi bagian luar. Batuan bisa Anda temukan di manapun, bahkan di dasar lautan sekalipun. Ternyata dalam ilmu geologi, ada yang dinamakan siklus batuan. Melalui siklus ini, bumi bisa memiliki banyak jenis batuan.

Siklus ini berjalan terus menerus. Ada energi dari dalam perut bumi dan juga dari luar yang berperan dalam siklus ini. Tidak seperti siklus dalam ilmu geografi lainnya, siklus pembentukan batuan ini terjadi dalam jangka waktu yang sangat lama.

 

Pengertian Siklus Batuan

Sebelum memahami tentang pengertian siklus batuan di muka bumi, Anda harus lebih dulu paham kondisi geologi dari planet yang kita tinggali saat ini. Meskipun bagian atas bumi ini terlihat kompak dan padat, tapi tidak pada lapisan bawahnya.

Singkatnya, planet bumi ini terdiri dari beberapa lapisan. Pada bagian paling atas ada kerak bumi yang kaku, kemudian ada mantel bumi yang bersifat cair, dan  di bagian paling dalam ada inti bumi. Siklus yang dialami batuan ini dimulai dari bagian mantel bumi.

Siklus batuan adalah sebuah proses dimana batuan terbentuk. Singkat kata, siklus ini merupakan proses dimana 1 jenis batuan bisa berubah menjadi jenis batuan lainnya karena pengaruh lingkungan. Siklus ini punya jangka waktu ratusan hingga ribuan tahun lamanya.

Siklus ini pertama kali dikemukakan pada abad ke-18 Masehi. Tokoh yang memperkenalkan teori ini adalah James Hutton yang kemudian mendapatkan gelar sebagai Bapak Geologi. Menurutnya semua material yang ada di bumi ini punya sifat teratur dan akan kembali ke bentuk semula.

Pengertian Umum Siklus Batuan

Selain pengertian singkat di atas, siklus batuan di muka bumi juga punya beberapa pengertian lain seperti:

 

1.     Siklus Penghubung Batuan

Banyak orang awam yang lebih memahami siklus ini sebagai penghubung semua batuan yang ada di muka bumi. Misalnya saja proses pembentukan batuan beku yang bisa terjadi dalam waktu singkat. Batuan beku kemudian bisa berubah menjadi batuan sedimen.

Batuan sedimen kemudian akan mendapatkan perlakuan dari alam dan menjadi batuan metamorf. Proses ini bisa terjadi dalam jangka waktu yang berbeda. Batu berlian bahkan membutuhkan waktu hingga jutaan tahun lamanya untuk terbentuk.

Tanpa adanya proses siklus batuan ini, maka bumi tidak akan memiliki salah satu bahan utama untuk penyusunan tanah. Anda perlu tahu, bahwa dalam siklus ini terdapat tahapan pelapukan, erosi, dan sedimentasi yang mengubah batuan menjadi tanah.

2.     Peran Perubahan Cuaca

Banyak ahli yang berpendapat bahwa siklus perubahan batuan ini bisa terjadi dengan bantuan cuaca. Fenomena dinamika cuaca yang terjadi di permukaan bumi bisa menyebabkan terciptanya batuan yang berbeda.

Misalnya suhu yang dingin di permukaan bumi bisa membuat magma membeku. Siklus akan terus berjalan misalnya dengan bantuan angin dan air, sehingga membentuk batuan sedimen. Cuaca juga mempengaruhi perubahan batuan sedimen menjadi batuan malihan.

Semua batuan ini pada satu titik tertentu akan mengalami sebuah proses untuk bisa kembali menjadi magma. Prosesnya membutuhkan bantuan dari proses geologi yang bisa membawa material dari permukaan bumi menuju ke dalam mantel bumi.

 

3.     Dasar dari Konsep Geologi

Siklus yang terjadi pada batuan ini sejatinya adalah dasar dari ilmu geologi. Proses perubahan batuan dari 1 jenis ke jenis lainnya juga dibantu oleh tenaga eksogen maupun endogen. Begitu juga dengan proses pembentukan batuan beku yang jadi cikal bakal batuan di muka bumi.

Batuan beku ini bisa keluar akibat adanya aktivitas geologi. Nah, jadi jika Anda mempelajari siklus perjalanan batuan, maka Anda juga secara langsung harus mempelajari ilmu geologi dasar. Tanpa paham konsep geologi dasar, Anda akan sulit memahami siklus ini.

Proses Terjadinya Siklus Batuan

Meskipun siklus ini berjalan dalam waktu yang sangat lama, tapi ada pola khusus yang bisa ditandai. Siklus ini punya 6 tahapan, mulai dari magma cair hingga berubah menjadi batuan metamorf. Bagaimana siklus lengkapnya?

 

1.     Proses Pembentukan Kristal Magma

Magma adalah cairan panas yang ada di dalam perut bumi. Magma bisa keluar ke permukaan bumi jika terjadi letusan gunung berapi, baik yang bersifat ekstrusif maupun intrusif. Letusan ekstrusif terjadi ketika gunung berapi meletus dan mengeluarkan magma sampai ke permukaan.

Sedangkan letusan intrusif terjadi ketika magma naik ke atas, tapi tidak sampai ke permukaan bumi. Ketika magma berhasil keluar ke permukaan bumi, maka magma akan bersentuhan dengan udara yang lebih dingin. Akhirnya magma membeku dan menjadi batuan beku.

Batuan ini banyak ditemukan di area gunung berapi. Batuan beku juga banyak ditemukan pada area pertemuan lempeng tektonik dunia. Batuan beku inilah yang kemudian akan berubah menjadi jenis batuan lain yang ada di permukaan bumi.

Jika tidak terjadi proses geologi seperti vulkanisme dan tektonisme lempeng, maka magma tidak bisa mencapai permukaan bumi. Jika tidak ada sumber magma untuk dibekukan, maka batuan beku juga tidak akan tercipta.

 

2.     Proses Pelapukan

Batuan beku yang telah sampai di permukaan bumi, kemudian bisa dilapukkan oleh kekuatan alam. Begitu juga dengan batuan beku yang masih terperangkap di dalam bumi. Batuan intrusif ini juga mengalami pelapukan, tapi membutuhkan waktu yang jauh lebih lama.

Proses pelapukan batuan dibantu oleh energi angin, cuaca, hujan, dan juga panas matahari. Proses pelapukan batuan terjadi dalam kurun waktu yang lama. Perubahan cuaca dari panas ke dingin, hujan ke panas, turut menjadi salah satu faktor yang bisa mengikis permukaan batuan.

Lambat laun, batuan beku akan terkikis oleh energi-energi eksogen tersebut. Kikisan ini menciptakan partikel batuan yang lebih kecil sampai ukuran kerikil. Partikel-partikel ini mengendap di permukaan tanah dalam jangka waktu yang lama.

 

3.     Proses Erosi

Erosi adalah proses penyingkiran partikel batuan yang sudah lapuk dari permukaan batuan tersebut. Umumnya erosi terjadi dengan bantuan air, angin, dan gletser. Proses erosi berperan penting untuk membawa material pelapukan batuan beku sampai ke berbagai penjuru bumi.

 

Proses erosi juga bisa diartikan sebagai pengikisan suatu lapisan permukaan, baik tanah ataupun batuan dan kemudian diendapkan di tempat yang lain. Erosi tentu saja membutuhkan energi gerak. Erosi juga bisa berlangsung terus menerus dalam jangka waktu yang lama.

 

4.     Proses Pembentukan Batuan Sedimen

Energi yang mampu mengerosi material batuan pada akhirnya akan melambat jika sampai suatu titik tertentu. Ketika melambat, maka material yang dibawanya akan tertinggal dan mengendap. Lambat laun, endapan ini akan semakin banyak dan akhirnya mengeras.

Pengerasan material batuan beku ini terjadi dalam waktu yang lama dan memanfaatkan tekanan. Akhirnya terbentuklah satu jenis batuan baru yang disebut dengan batuan sedimen. Saat batuan sedimen yang baru terbentuk, maka lapisan batuan sedimen yang lama tertimbun.

Pori-pori batuan juga menjadi jalan bagi masuknya air ke dalam struktur tersebut. Akhirnya terciptalah batuan sedimen yang sangat kuat daripada sebelumnya. Semakin lama umur batuan sedimen, maka batuan ini akan semakin kuat.

5.     Metamorfosis Batuan


Proses perjalanan batuan tidak berhenti sampai menjadi jenis batuan sedimen saja. Lebih lanjut, batuan sedimen juga bisa mengalami proses perubahan yang ekstrim. Ada juga batuan beku yang langsung mengalami perubahan ekstrim. Proses ini dikenal dengan nama metamorfosis.

Batuan sedimen yang masih berada di dalam lapisan tanah bisa mengalami tekanan dan perubahan suku yang ekstrim. Hal inilah yang membuat batuan sedimen mengalami perubahan struktur kimia. Akhirnya batuan ini berubah wujud sepenuhnya menjadi batuan metamorf.

Batuan beku juga bisa menjadi batuan metamorf tanpa perlu melewati proses transisi sedimentasi. Batuan beku yang masih ada di dalam perut bumi juga bisa mengalami perubahan tekanan yang ekstrim. Akibatnya batuan beku bisa menjadi batuan metamorf yang unik.

 

6.     Peleburan Batuan

Batuan beku, sedimen, dan metamorf juga bisa kembali menjadi magma. Bagaimana caranya? Proses vulkanisme dan tektonisme membantu kembalinya batuan dari permukaan bumi menuju ke perut bumi. Proses ini juga bisa terjadi pada area pertemuan/tumbukan 2 lempeng.

Begitu juga pada area patahan atau lipatan, kemudian tekanan dan suhu tinggi di dalam mantel bumi menyebabkan batuan yang padat meleleh kembali. Magma terus berada di dalam perut bumi sampai ada aktivitas vulkanisme dan tektonisme yang terjadi.

 

Jenis-Jenis Batuan

 

1.     Batuan Beku

Jenis batuan ini dikenal juga dengan sebutan igneous. Kata ini diambil dari bahasa Latin ‘ignis” yang berarti api. Nama ini memang menggambarkan asal mula batuan beku yang berasal dari cairan magma panas dan membara layaknya api.

Batuan beku dibedakan menjadi 2 jenis yaitu ekstrusif dan intrusif sesuai tempat pembekuannya. Batuan beku luar/ekstrusif dibekukan di permukaan bumi. Batuan ini biasanya berbentuk lapisan-lapisan, lava bantal, sheeting joint, dan lain-lain, contohnya adalah basalt, andesit, dan riolit.

Sedangkan batuan beku dalam/intrusif mengalami proses pembekuan di wilayah kantong magma. Struktur batuan ini dibagi menjadi 2 yaitu konkordan dan juga diskordan. Contoh batuan beku intrusif antara lain sienit, granit, dan diorite.

2.     Batuan Sedimen

Berdasarkan lingkungan di mana batuan tersebut diendapkan, batuan sedimen bisa dibagi menjadi 5 jenis yaitu:

 

 

3.     Batuan Metamorf

Batuan metamorf dibagi menjadi 4 jenis, yaitu:

 

 

Memahami siklus batuan di bumi adalah jendela untuk mengenal alam sekitar kita. Mempelajari bagaimana proses pembentukan dan perubahan batuan, bisa memberikan manusia kunci menuju pemahaman siklus geologi yang lebih kompleks lagi.

Siklus Batuan : Pengertian, Proses, dan Jenis-Jenis Batuan (Paling Lengkap)

 

 

Exit mobile version