Site icon Made Blog

31 Kumpulan Puisi Malam Yang Bisa Kamu Jadikan Referensi

Puisi malam – Ketika malam tiba, sunyi akan menyusup ke hati sebagian orang. Suasana ini cocok untuk menulis puisi. Malam itu sendiri pun sarat akan inspirasi. Puisi malam bisa membahas berbagai tema yang bisa kita angkat. Justru di malam hari, semua inspirasi akan muncul.

Berikut adalah kumpulan puisi malam:

Kumpulan Puisi Malam

Aku Bersama Sebingkai Foto

puisi malam

*****

Sejenak napas yang kuhirup terasa berat,

Seolah turut mencekik di setiap tarikan napas yang kubuat

Kepadamu yang dinamai malam, kini kuadukan

Segelintir pahit racun hati yang bersamamu kian kebas

Yang mati tidak cuma memberi air mata

Perjuangan seumur hidupnya tinggalkan hal bernama warisan

Yang mati, mereka akan abadi terkunci

Kemudian, bagaimana dengan dirimu yang sekadar pergi?

Menebar paku si bawah selimut kasur yang wajib aku tiduri

Mengisi malam-malam sebagai sepi

Lekat-lekat menempel dekap, menyiksa

Sungguh berat jika harus kusebut kau sebagai pengkhianat

Barangkali kau cuma seorang pencuri

 … pencuri yang konon paling beruntung

kaubawa semua hal yang kumiliki hanya dengan sebingkai foto

yang terjaga dalam kotak berlapis doa

Sisakan sedikit aroma pada kasur yang berpagar

Bersama sebingkai foto, kau akan kembali

atau selamanya aku sendiri

*****

 

Terlambat

puisi malam

*****

Seolah-olah lari, dengan cepat hari berganti gelap

Membawa penat yang diemban penduduk bumi untuk diadukan

Aku, manusia yang mengadu penat dalam kotak berlabel prioritas

Berharap bisa sampai ke langit tertinggi

Terbaca dengan segera

Namun aku terlambat,

Kotakku tergeletak di ambang pintu

Seolah-olah lupa kalau aku punya pesan pengetuk pintu surga

Malam mungkin terlalu lelah hari ini

menghamparkan karpet hitam di langit dengan sisa energi

Ia pun malas memasang bintang-bintang sebagai kerlip lagu selamat tidur

Asa yang kubungkus rapi bersama kotak menguap

Berubah menjadi ringan seperti asap

*****

 

Esok Hari Terasa Lama

puisi malam

*****

Ingin aku menegur segalanya di jagat raya malam ini

Mereka seakan-akan bersekongkol bagai penjara 

yang hendak menahanku hingga di sana kuhabiskan masa tua

godaan untuk marah kian menjadi sebab di sini aku hanya sendiri

ditemani sunyi malam yang kuharap ia lekas berganti

Aku menginginkan matahari

Hangatnya lunturkan setiap daki masa lalu

Melecut semangat bersama kokok ayam

Yang sudah bangun mencari sang surya

Aku benci kalian, segenap alam raya

Kalian licik menahan putaran jarum jam agar tak lekas meninggalkan petang

Kalian tahu maksudnya? 

Aku setengah mengeluh …

diri akan kian tersiksa dalam sunyi yang terasa lama

Bahkan, bayangan itu kian tampak jika lampu dimatikan

Menghantui dalam bentuk kengerian tanpa toleransi

Jantungku yang tua kian terengah

Napas pun mulai tersendat

Namun aku mencoba tetap bertahan

Kepada matahari, kini aku berteriak

Bangunlah, ajak serta jagat ini semangat bersamamu

Aku benci malam sepi

*****

 

Berteman Lamunan

puisi malam

*****

Telah terkunci pilihan-pilihan yang bijak

Aku yang memilih pergi, berharap kau bergegas menyusul kaki ini

Pada sehampar tanah yang sudah ditakdirkan

Aku tak menginginkan air mata yang tertumpah

Tersebab ego yang tak seorang pun sudi mengalah

Tinggi, lalu meninggi … marah, penuh emosi

Aku berada di pihakmu, atau aku sebenarnya musuhmu

berbisik sampai berteriak

Dan malam ini, kubawa masuk pilihan terkunci dalam dipan bergembok

Meyakinkan diri ia adalah kebaikan

Nanti kita akan diantar menuju jalan benderang

Menggali pembenaran atas setiap kata yang kau bisikkan

Hingga gendang telingaku robek tersayat

Nyatakan sumpah, lekas ia bertumbuh menjadi keramat

Perpisahan seakan-akan panah tajam

Tetapi dalam lajunya telah kau isi dengan bisa dan racun

Melesat, lalu Menancap

Aku tertidur abadi hanya dengan kesendirian

*****

 

Petaka

puisi malam

*****

Deras hujan yang turun tak kenal ampun

terlalu beringas untuk dianggap jabat tangan persaudaraan

Mungkin, sekarang langit dan bumi tengah bertentangan

Dengan atau tanpa adanya kibar bendera perang

Terdiam

Tangis menelusup lembut

menyela bunyi lantang sang hujan

Mengharapkan kasih

Menawarkan damai

Langit menolak

Tanpa tumbal pertentangan masih akan dikobarkan

Menuju petaka

Langit kini begitu arogan

Menukar dosa manusia yang cuma dapat menangis pilu

Menukarnya dalam kesunyian malam

*****

 

Pengharapan

www.idntimes.com

*****

Katanya, masih ada kesempatan bagi yang bersungguh-sungguh

Kata ini diselipkan berulang sampai puluhan kali

Mamak bilang kita harus selalu sertakan pengharapan

Bersama lapar dan kantuk yang coba dihadapi

Malam yang dingin merayu untuk terus meringkuk

Terputarlah kenangan akan bayangan lembah berapi

Sirnalah bersama sembah yang di haturkan

Dan untuk cambukan kejam,

Melembutlah … kuusahakan manis laku untuk melunakkan

*****

 

Bila Matahari Enggan Bangun

puisi malam

*****

Telah ku susun banyak agenda untuk esok hari

Untuk berdiskusi dengan angsa pertanda cinta

Mencari merpati setia

Dan mendatangi sarang buaya

Telah ku susun banyak agenda untuk esok hari

Jika tempat yang kau tuju takkan kautemui

Ia pencuri yang amat ahli sembunyi

Mungkin ia ada di balik bola mata

Atau tersamar dalam aliran pembuluh Vena

Tanpa pencarian, ia sudah ada dalam tubuhmu

Berkamuflase sebagai Mitokondria

Terus menipu untuk bisa menemukannya

Pertemuan hanya jika matahari bangun pagi

Namun malam sangat enggan untuk beranjak

Menggulungnya secara paksa cuma akan mengobarkan percikan api esok hari

Bila matahari enggan bangun

Selamanya aku akan dalam pencarian agar bisa menemukanmu

*****

 

Rengekan Sunyi

puisi malam

*****

Samudera, aku mencoba untuk menirunya

Tenang walau memikul jutaan Titanik yang membuat pungung menjadi geli

Tertantang badai, tapi dia pun enggan untuk bergeming

Samudera, aku mencoba untuk menirunya

Langkahku bersama Parkinson ingin membuat samudera tertawa

Tenang dalam teriakan lantang

Ingatkan aku

Tentang hal yang kubisikkan

Jika ada pertentangan rahasia antara diriku dengan aku

Memberontak ibarat perang dingin dalam satu atap

Umpama satu kapal yang bergerak menuju dua arah mata angin

Aku

Menanggung gemetar yang makin parah

Tinggalkan jejak jemari agar dijadikan prasasti

Saat mulai beranjak dewasa

Semoga tulisan itu masih layak dibaca

Aku

Menuju tua yang tidak dapat sebentar saja ditunda

Kuharap mereka nantinya mengingatku sambil berdoa

*****

 

Segerakan

puisi malam

*****

Untukmu, 24 tahun sudah aku menanti

Merajut harap sejak pertama kudengar banyak bunyi

Takut dan perih, ku awali perjalanan panjang

Tiada henti

Untukmu, 24 tahun ku jalani mengharap penopang nadi

Warisi ketakutan yang sama

Telah menjadi tradisi sejak awal bumi berdiri

Tangis berganti tangis yang lebih dramatis

Senyum seolah menghina kedatangan jiwa yang menyesakkan bumi mereka

Untukmu, 24 tahun aku menanti dengan setia

Menggabungkan dua mantra

Bersatu penuhi separuh agama

Aku tidak wajib tidur malam ini, kan?

Bibirku terlalu memberontak untuk tak sedetik pun tersenyum

Aku tidak wajib tidur malam ini, kan?

Waspada awasi jam pasir yang terasa berjalan perlahan

Aku tidak wajib tidur malam ini, kan?

Karena kupastikan datang pagi-pagi

*****

 

Aku Telah Berkencan

puisi malam

*****

Sudah … sudahi saja sunyi ini

Aku tak sanggup menahan hingga pagi hadir mengetuk mataku

Sekarang saja

Biar waktu terusir karena aku tidak suka menunggu

Aku punya gaun indah dan lengkap dengan sepatu

Ayolah

Sekarang saja

Rinduku membuncah seolah tak kuat lagi terbendung

Memasungnya dalam kerdil aku menanti

Usai sendiri lewati belasan purnama

Bunga berwarna-warni bermekaran, berikan wangi menggoda

Mengapa tidak sekarang saja?

Bahkan di waktu yang paling sunyi aku sudah siap untuk datang

Memamerkan jutaan foto

berisi aku dan kamu

Di belahan bumi yang tak sama

*****

 

Sudut Langit

puisi malam

*****

Di sudut langit

Warna memancar menembus kabut

Di sana nampak beribu cahaya

Senantiasa setia menghias hitam 

Di kala hari tenggelam

Di sudut langit

Kusimpan sebuah rindu tuk seorang hamba

Yang jauh rimbanya

Hingga mata kian buta memandangnya

Di sudut langit

Bintang bintang terus menari 

bersama dingin setia

Sepi dan sunyi mendukung malam 

hingga subuh berdikari

Menanti sang surya kembali

Di sudut langit

Bisa terlihat kerlap kerlip

Manik langit menyanyi bernada bisu

Melipur hati hamba yang remuk

Di sudut langit

Bintang bulan bersanding mesra

Bercengkrama dalam jarak

Hingga jasad tak dapat merengkuh

Di sudut langit

Bintang masih mencumbu dingin

Hitam kembali menghantar kantuk

Menutup mulut yang masih terbuka

Membawa ke alam mimpi

Di sudut langit

Hitam mencekat

Menutup warna

Membawa deru angina nan sepoi

Di sudut langit

Mataku memandang buramnya langit

Jauh di sana kulihat bintang bersama bulan

Bersama hanya saat hitam nampak didepan pandangan mata

Di sudut langit

Kita menanti di bawah

Menikmati malam hingga kita larut terbawa

Berdiri di bawah tempat 

di mana bintang masih mengoyahkan langit

Di sudut langit

Terasa sangat indah

Menusuk mata hingga otak

Keindahannya hanya malam 

Bersama hitam yang punya.

*****

 

Tangisan Malam

puisi malam

*****

Di bawah pekatnya langit,

Aku duduk di antara rembulan dan lampu taman

Berharap keajaiban datang

Membawa pergi alunan sedih

Dibelai angin, pohon-pohon menari 

Dan di antara sepi, para jangkrik bernyanyi

Aku masih menatap langit 

dengan penuh harapan semu

Sebuah bintang akan jatuh di hadapanku.

*****

 

Suasana Malam yang Indah

puisi malam

*****

Kulihat berjuta bintang di atas awan hitam

berkedip menawan bak bunga di dalam taman

Bertemankan angin yang berderus kencang

Menanti sang dewi malam datang

Agar menghiasi malam yang remang

Suara burung malam bernyanyi merdu

Memuji kebesaran Illahi

Yang telah menciptakan kemegahan alam ini

Sempurna dan patut kita syukuri

Rembulan hadir warnai dunia yang fana

Hiasi alam yang senantiasa gelap gulita

Kini indah nan kian mempesona

Menyejukkan hati dengan pandangan mata

Bintang kian semakin cemerlang

Ikut gembira menyambut sang rembulan yang telah datang

Mewarnai langit yang beranjak malam

Hilangkan hitam dan kelam yang terus mencekam

*****

 

Menjarah Hatimu Lewat Pekat

puisi malam

*****

Ada yang kurasakan saat malam tiba

Di saat keterpurukan menjerat hati

dirimu hadir seperti kilas bayang-bayang

Adakah lintasanmu telah merajai sukmaku?

Padahal pekat ini kian membahana

Hampa merengkuh sunyi

Mencabik lara atas nama rindu

Tak bisa ia coba menjarahmu

Aku dan kamu ditelan bayang

Ku pikir itu yang terbaik

Ketika hati menjarah pekat

Ketika aku menjarah hatimu

*****

 

Merambah Malam

puisi malam

*****

Malam menepati janji lagi

Larutkan pada jiwa gumpalan pekat dan sunyi

Coba ku untai sebentuk diri

Merambahkannya lewat bait sepi

Gelisah, bimbang, dan penat

seakan-akan saling balap menuju relung hati

Sepanjang jalannya mematri goresan luka

Yang belum jua pergi

Haruskah aku memilih malam

Kala hati kecilku harapkan terang

Ke mana ia bisa letakkan risalah?

Pada sang Kegelapan ataukah cahaya?

Dan malam ini

aku akan tegap merambah malam

Mungkin inilah kiranya takdir.

Aku mencintai malam

Serta kegelapan kita

 … Sangat cinta

*****

 

Kau, Aku dan Ujung Malam

puisi malam

*****

Di tepi malam 

Gundah di sisi

pekat masih saja ku gauli 

angin membuaiku yang di rengkuh sunyi

lamat makin merambat ke dasar hati.

Langit pun meluruhkan gerimis 

Rintik gerimis antarkan melodi sendu 

Khayalku makin dalam berfantasi.

kamu dimana mala mini?

Lelapkah dalam buaian mimpi indahmu?

Masihkah terjaga memandangi cakrawala

Layaknya kita pada dahulu kala?

Tiadamu membuat riakku meradang

Hati memekik tak berirama

Aku terbiasa dengan hadirmu

Jangan biarkanku sendiri

Jangan biarkan gelap menguasai,

Sebab aku kian serasa mati

*****

 

Hidup dalam Untai Kata

puisi malam

*****

Terkadang dengan aksara, 

bisa mengungkap rasa terpendam

Karena dalam untai kata, 

terselip makna tanpa bias

Dan aku masih mencoba mengukirnya lewat malam

Menyatu bersama hati dan jiwa, diantara pekat dan dingin.

Semoga saja bisa menaburkan sedikit kenangan

Agar sepahit apapun, bisa menjadi hikmah

Inilah hidup yang berarti perbuatan

Inilah hidup yang berarti perjalanan.

Sementara waktu terus memberi kenangan

Tanpa kepastian, hidup kian terasa sempit

Seperti lomba yang menjauhi akhir

Namun tetap pada penantian tiada bertepi

*****

 

Indahnya Malam

puisi malam

*****

Malam terbenam di ufuk barat

gumpalan asap kini berganti menjadi langit hitam

angin berhembus menggoyang dedaunan

suara adzan manyambut hadirnya malam

Aku duduk dibawah dekapan pohon jambu

seraya melihat indah dan heningnya malam

bintang kecil bertaburan di langit

bak cahaya lampu menerangi jagat raya

Dan di langit malam

ada sebuah bola lampu terang nan besar menemani bintang

orang bilang bulan namanya

Suara jangkrik saling bersautan 

bagaikan nyanyian merdu nan berirama

kunang kunang menari dengan eloknya

dengan cahaya kecilnya

sungguh indah malam ini

terima kasih Tuhan, engkau telah menganugerahkan semua ini kepada kami

*****

 

Harapan Tengah Malam

puisi malam

*****

Aku ingin menyatu dengan malam,

Merelakan dingin menusuk tulang,

Merasakan sejuk sisa tetesan hujan,

Menunggu langit meneteskannya kembali,

Membasahi raga ini,

Merendam jerit hati,

Dan membuat bulir air mata ini luruh deras,

Hingga ragaku melemah, dan lelah,

Terjatuh, tersungkur, dan tertidur di tengah gemuruh sukma,

Berbalut dekapan hangat Tuhan yang menghantar keteduhan,

Menunggu esok hari, tubuhku menjelma menjadi embun pagi

Yang menetes indah seolah tiada duri menghiasi setiap cerita hidup

*****

 

Angin Malam

puisi malam

*****

Andai aku bisa bernyanyi bersamamu

Kan ku nyanyikan sebuah puisi

Bait bait nan indah di setiap rima

Kata cinta bersulam indah

Burung yang terbang pasti menghalang

Untuk meminta pesan rinduku tersampaikan

Lewat si burung yang terbang entah kemana

Agar rindu ini mampu tersampaikan

Wahai angin yang bertiup sepoi sepoi di kala malam

Bisakah engkau sampaikan

Bisikkan lantunan risalah di telinganya

Bahwa diriku kini sedang menderita

Duhai rembulan malam

Berilah aku cahaya kasihmu

Agar bayangnya bisa aku raih

Dan ku rengkuh dirinya penuh ceria

Aku kah ini?

Atau kah kau berada disana?

Merasakan rasa yang sama

Rasa cinta yang berbunga bagai di taman nirwana

Telah sirna segala kata

Bersama lemahnya segala asa

Terlihat rinduku yang makin menggila

Menantimu duhai Adinda

*****

 

Purnama

puisi malam

*****

Wahai Purnama …

Purnama yang elok berkilauan

Menghiasi langit biru dan dinding hati

Memantulkan sinar terang membawa salam damai

Semoga engkau ikut merasakannya

Menghayati dan merenungi langit malam ini

Agar kau melihat dirinya

Ada purnama disana

Ada bintang-bintang kecil disana

Yang senantiasa menemani dan mengawasi cinta kita

Pada masa kita terlelap.

Ada purnama elok berkilauan

Dilangit hatiku yang merah

Yang kian berkilauan dengan cintamu

Kasih sayang nan syahdu, utuh dan bulat

Antara kita

Maka untuk dirimu seorang ingin kutuliskan

Puisi-puisi yang indah nan mempesona

Yang membawa damai dan menyejukkan jiwa

*****

 

Malam Ini

puisi malam

*****

Malam ini …

Angin terasa kian dingin

Mencumbu kulit hingga ke tulang belulang

Menyisahkan bahwa sepi harus kandas

Malam ini…

Bintang dan bulan terlihat indah

Menari riang di atas langit

Merangkai puisi untuk kekasih di sana

Malam ini …

Sinar bulan

Sinar bintang

Jatuh ke akar bumi

Malam ini …

Mereka sinari hitam jiwa

Sampai mata dapat melihat

Sampai jari dapat menggenggam

Malam ini …

Hatiku ingin terbang ke atas

Menelan jarak nan jauh

Hingga bisa menyatu dengan bulan

Melepas semua beban yang memenatkan jiwa

Malam ini …

Pada bumi dan langit

cuma sunyi yang mendera

cuma bayang gelap yang menyala

Malam ini …

Suara jangkrik kian bergelora

Rasa sepi membalut tubuh yang sakit ini

Tertancap pilu pada sekujur jasad

Malam ini …

Dunia ciptaan Tuhan terlihat jujur

Bagi mereka yang hidup berpura-pura

Lantas lelap ditelan kantuk

Bumi sangat jujur

Malam ini …

Tak terhitung jumlahnya

Doa-doa terbang menembus laksa

Menuju tempat Yang Maha Kuasa

Malam ini …

Terlihat indah, dan kuharap

Indahnya selalu bisa kusaksikan

Dan semoga Tuhan menjawab doa-doaku

Selamat malam

Sunyi

Rindu

Mewujud hati kaku

Selamat malam

Untukmu yang ada di sana

*****

 

Mencumbu Hitam

puisi malam

*****

Mencumbu hitam

Hingga bibir kuning membeku

Sirnalah rasa yang mendera hati

Terasa sakit di sini 

Di akar hati

Malam terasa begitu sepi

Hening, hilang membawa hilang cahaya

Meninggalkan bintang

Yang enggan sendiri

Terasa indah malam ini

Bintang bulan menghias langit

Bumi menjadi saksi bisu

Terhadap Cahaya yang pernah pergi

Di sudut malam

Terdengar deru nafas terengah

Jangkrik berteriak memanggil kegelapan

Hanyut terbawa dengki dan khianat

Malam yang sepi

Malam yang dingin

Terasa sepi di dada

Hening mencekam rindu

Indah kulihat di mata.

*****

 

Malam Tanpa Bunyi

puisi malam

*****

Tak semua menyenangi gemericik air, Nak

ada yang menganggapnya berisik

Jadi, matikan saja air terjun di kolam ikanmu

ada yang ingin malam ini sunyi

ada yang ingin malam yang hening

supaya malam ini ia bisa mendengar

suara air terjun dalam hatinya sendiri

*****

 

Di Pojok Iklan Satu Halaman

normantis.com

*****

Di pojok iklan pada satu halaman lelaki itu duduk

mencangkung sepanjang hari, menunggu perempuan

yang pernah ia temui di sebuah mimpi

Aku menunggumu di sudut taman ini

Ia gemar mendongak ke langit

Saksikan pipit mencecar senja dengan ramai cericit

Meringkas waktu dalam sebuah jerit

Ia hanya mencangkung sepanjang hari

Hingga seorang perempuan datang

Lalu membangunkannya

Aku ingin bersenang-senang denganmu

Di taman yang hening ini.

*****

 

Malam Sepi

puisi malam

*****

Di kala malam datang dengan kesunyian

Aku bertanya pada relung hati terdalam

Mencari sebuah makna kata, yang mengorek kalbu

Mencari sebuah makna di balik rahasia-Nya

Ketika mata ini telah terpejam

Ditemani dengan alunan musik yang syahdu

Diriku tetap terpikir akan arti sebuah cerita

Dari lubuk hati ini

Adakah yang aku rindu saat ini?

Tak kuasa bayangan dirimu kini hadir singgah dalam sukma

Hingga melarutkanku dalam sebuah mimpi nan indah

Lautan bintang-bintang yang indah dalam fantasi

Membawaku dalam suasana yang tak mampu diungkapkan

Suara hati kecil ini seakan memberontak

Memberontak demi menyikap tebalnya tirai yang menghalang

Membelenggu dan memenjarakan hati yang suci

Ketika cinta datang mendera

Namun hati ini masih terbelenggu akan sebuah tanya..

Apakah itu engkau wahai sang malam …?

Apakah itu kamu sang wanita idaman …?

Apakah itu yang lain, yang tak pernah kutahui …?

Kutitipkan salamku ini padamu wahai sang angin malam

Mohon jaga dia untukku

Hadirkan diriku dalam mimpi-mimpi indahnya

Selamat malam, cintaku

Aku akan lelapkan mata ini untuk sejenak

*****

 

Puisi Kerinduan Malam

puisi malam

*****

Senja yang akan pergi

Menyalami malam yang sedang menanti

Perlahan diriku melantunkan rindu ini

Di relung hatimu yang hangat menanti

Aku adalah sang perindu

Yang merindu tiada henti

Menarikan tarian hati

Yang bernada resah dan pilu

Ku di sini mengalunkan rindu dan resah

Aku disini memuja bayanganmu

Tiap detik degup nadiku hanya menyebut namamu

Cinta membara seiring jiwa yang bergelora

Malam yang perlahan menjelang

Terasa begitu panjang dalam waktu berjalan

Hingga layu jiwa dan harapan

Menanti hadirmu memeluk diriku

*****

 

Setia

puisi malam

*****

Andai aku melupakan

Ingatkanlah diriku

Akan indahnya cinta

Saat aku bersamamu

Andai aku ingat

Ajarkanlah aku tentang cinta

Agar kenangan yang pahit itu

Takkan pernah datang mengenang

Kau mengajarku

Tentang semua rasa itu

Bisa terkumpul menjadi satu

Hingga alunannya adalah rindu yang menggebu

Selagi rasa setia itu berpadu

Selagi itu kasih sayang terpatri jitu

Melambai lambai tanpa rasa jemu

Siang dan malam terbuai syahdu

Kau adalah satu

Dewa Bisikan Asmaraku

Dan rindu ini

Hanyalah untukmu

*****

 

Mimpi Malamku

puisi malam

*****

Engkau bagai udara

Yang ku hirup tiap waktu

Sesaat ketika kau tiada

Sesaknya nafas yang ku rasa

Engkau bagaikan titisan hujan

Yang membasahi bumi nan gersang

Walau dinginmu sampai ke tulang belulang

Tetap deraianmu yang mendinginkan amarahku

Jadilah matahariku

Moga sinarmu

Kan bisa menghangatkan

Indahkan hari-hariku yang berat

Saat malam kian menjelang

Jadilah rembulan yang terang

Suluhlah mimpi malamku

Biarlah indah seindah kejora yang bersinar

Tapi cinta kita…

Ku mohon janganlah kau berubah rupa

Menjadi Taufan yang membawa petaka

Hingga semua kasih dan setia

Terhempas bagai badai yang mengila

Dewa Bisikan Asmara … kaulah segala rasa atas cinta ini

Love you cintaku … sepenuh jiwa dan ragaku

*****

Indahnya Rembulan

puisi malam

*****

Saat malam mulai menjelang

Ku renungi jauh ke atas awan

Ku mengira bintang yang berkerlipan

Rupanya wajahmu

Mengalahkan indahnya sinar rembulan

Ku coba mengapai sang bintang

Yang berkerlipan dengan kegemerlangan

Ingin ku petik bintang-bintang di langit

Ingin ku sematkan di dada yang ku cinta

Tanda kasih ku yang tiada ternilai

Kau kekasih pujaan

Kan ku renung wajahmu di rembulan

Biarlah aku bergelora akan sejuta kerinduan

Hanya bayanganmu yang bisa meredakan

Gelisah dan resah yang kian menerjang

Engkau laksana bulan

Tinggi di atas kahyangan

Hatiku telah kau tawan

Dalam hidupku yang tak berarah 

*****

 

Malam

puisi malam

*****

Gemercik gema suara syahdu 

Entah, kemanakah ia?

Terlalu banyak goresan

Semilir angin yang membawa debu,

mungkin mengabarkan rindu

Atau?

Pucuk ranting yang usang

Lumat di giling kejamnya waktu

Sembari kulipat harapan

Ku simpan, di sela nada

Bukan puisi yang membuatku gila kata

Senyum itu tak luruh dalam genggaman

waktu …

Sajak rindu

Masih menghantarkan lelapku

*****

Baca Juga Pantun Romantis

Itu adalah kumpulan puisi malam yang dapat dijadikan contoh. Selain mengadaptasi puisi-puisi tersebut, kita juga bisa menulis puisi sendiri. Malam adalah saat yang cocok untuk menulis setelah penatnya hari. Apabila bingung menulis tentang apa, puisikan saja malam yang kita saksikan.

Exit mobile version