Site icon Made Blog

38+ Kumpulan Puisi Alam Tentang Keindahan dan Kepedihan

Puisi alam – Imajinasi tentang tanah hijau, laut biru, dan langit senja otomatis membuat kita teringat pada alam. Ketenangan nuansa alam kerap membuat kita ingin berpuisi untuk mengabadikan momen. Sebaliknya, dengan membaca puisi tentangnya dapat membuat kita membayangkan lalu melepas rindu.

Kali ini terkumpul sejumlah puisi tentang alam, mulai dari keindahan sampai kepedihan yang dirasakan oleh sang Alam:

Kumpulan Puisi Alam

Senja Yang Indah

sahabatnesia.com

*****

Aku menyaksikan sinar keemasan yang hadir di garis cakrawala

 Netra terkesima ketika menatap keelokannya

Keindahan dari karya tangan Sang Maha Kuasa

Mentari sudah menyiapkan diri untuk terbenam

Menjemput lembut damai malam yang tenang

dan menelan sinarnya dalam-dalam

guna sempurnakan pesonanya

Lembayung terlihat indah dengan semburat kuningnya

Gradasi yang terbentuk mirip lukisan buatan tangan pelukis andal

Di ujung-ujung langit itu lah

lukisan agung telah diciptakan untuk sepanjang zaman

*****

Lukaku Diusap Sang Bulan

www.idntimes.com

*****

Aku menatap senyuman anggun rembulan seolah-olah menyapaku

Senyumannya tampak amat cantik membuat hatiku menjadi mekar

Aku lantas mematung

Menatap anggunnya sang Bulan yang tiada pernah membosankan

Cahaya seolah-olah menepis kelam malam ini

Kurasakan sinarnya menghangatkan badan dan malamku

jua hatiku terasa senang sebab ia menerangi malam ini

*****

Bulan, mengapa engkau melihatku dengan tatapan itu?

Aku jadi tidak paham dibuatnya

Setidaknya aku tahu jika keindahan tak wajib selalu didekati

dan keelokan tak harus selalu dimiliki

tetapi cuma sekadar tuk dilihat dan dikagumi dari jauh

*****

Potongan Indahnya Surga Nusantara

www.puisi.co

*****

tetap dalam lamunan paska subuh

Nyanyi para burung jua masih kudengar merdu

melagukan sendu syahdu mengenai damainya alam pagi itu

*****

Di sana, bentangan surga tampak amat indah

menggambarkan keindahan yang tak ada bandingannya

Angkasa pun terpampang elok dengan selimut biru

disertai dengan arak-arakan awan yang ditiup oleh bayu

Padi-padi merunduk berwibawa

membentang dalam guratan kuning suasana sawah

Tegaknya gunung tampak menjulang ke angkasa

Jajaran pohon hijau berayun kagumi sang surya

*****

Inilah Indonesiaku

Sedikit serpihan surga yang diletakkan Tuhan di Bumi

Inilah Indonesiaku

Luhur karya yang diciptakan Tuhan

Inilah Indonesiaku

Bentangan alam menghias kehidupan nusantara

Inilah Indonesiaku

Tanah air tercinta hingga ajal memisahkan

*****

Awan

pixabay.com

*****

Aku adalah yang selalu bertebaran di langit

Warnaku putih, abu-abu, atau kadang hitam

Monokrom yang buatku kian menawan

Wujudku yang bergelombang ibarat air di lautan

Tebal tetapi bagus sekali

Bahkan matahari kadang tak tampak

Dan keindahan pelangi kadang tak tampak sempurna

karena si selimut langit menutupinya

*****

Tinggi di atas dunia

selimuti luasnya alam raya

berukuran baik tebal atau tipis

tersebar dan bergerak ke mana-mana

pesona kami bukan buatan saja

halus dan tampak menawan

Keindahan nan tiada terelakkan 

Yaitu diriku, awan

*****

Kemana Perginya Alamku yang Lestari

puisi alam

*****

Kerap aku melihat bentangan hijau sawah berpayung langit biru, tetapi itu dulu

bagian kiri dan kanan sawah menghijau luas, tetapi itu masa lalu

Di teduh gunung sang surya terbit malu-malu, tetapi tidak lagi

*****

Kini? Ke manakah mereka?

Tanah selalu becek cokelat tiap hujan berlalu

ia kini bagai abu

Tidak kudapati kembali sawah menghampar

Burung-burung turut kehilangan habitatnya

Mahoni dan jati dibabat hingga gundul

Cemara sudah tidak sehijau cerita lampau

*****

Kini yang ada hanyalah longsor dan banjir

Gempa bumi dan tsunami

Kekeringan yang terjadi berkepanjangan jua

Oh alam yang lestari, ke manakah kau pergi?

*****

Pantai

www.duniapuisi.com

*****

Ketika di pinggir pantai

Aku mencoba pejamkan mata

Melepaskan segala lelah dan beban yang ada

Berbaring di bentangan butiran pasir

dan dihias dengan cangkang-cangkang kerang yang cantik

Sapuan ombak yang menghempas pasir amat indah dilihat

Nelayan tengah menjaring ikan, menambah bagus pemandangan 

pantai saat ini

*****

Di Atas Bentangan Langit Itu

puisi alam

*****

Di atas hamparan langit yang maya itu

Kemarau lahir hadir kepadaku

Diam-diam tumbuh pelan dan berhembus sangat panjang

*****

Ia pun menerpa lautan

meresap lapisan tanah

jua menembus rimba

*****

Kemarau tersebut datang padaku

Dari Tuhan yang selalu diam bisukan kata

Dari tangan-Nya nan belum pernah menyapa

Dan dari Dia yang sepi tidak menengok

*****

Keindahan Alamku, Alam Indonesia

arifinartikel.blogspot.com

*****

Begitu diriku membuka mata

belum seutuhnya aku percaya

Ku menyangka aku sedang bermimpi

Tetapi faktanya, aku lantas sadar jika 

keindahan yang kusaksikan sungguh nyata adanya

*****

Betapa elok kepulauan yang kuhuni ini

Di mana pulau saling berjajar satu dengan yang lainnya 

untuk merangkai suatu gugusan pulau yang mengagumkan

Mulai ujung timur hingga ujung barat, ku menyaksikan pegunungan berjejer

Luas laut pun turut menghampar

Airnya nan bening ditinggali oleh warna-warni makhluk yang Tuhan ciptakan

*****

Aku bangga jadi anak Indonesia

Anak bumi pertiwi yang amat kucinta

*****

Desaku Yang Permai

desakami.com

*****

Hijaunya petak sawah telah menguning

Matahari digandeng oleh sang pagi

Para ayam siap saling berkokok

*****

Para petani pun telah bersiap untuk berangkat ke sawah

Padi-padi yang berwarna kekuningan

telah siap buat dipanen

Para petani pun bergembira ria hatinya

Mereka bergotong royong memanen padi

*****

Aliran air di kali

tampak begitu bening

seperti suatu zamrud khatulistiwa

inilah alamku, desa yang permai.

*****

Rembulan Dan Matahari

nusantaranews.co

*****

Waktu hari siang 

Aku selalu ingat kepada matahari

Tetapi pada waktu malam datang

Aku selalu ingat pada kawannya, rembulan

*****

Di antara keduanya bekerja saling melengkapi dalam rentang dua waktu ini

Matahari tak sedikit pun lelah menerangi

Ia selalu curahkan cahayanya waktu siang hari

Sementara si rembulan selalu menyinari malam panjangku

*****

Oh rembulan

Oh matahari

*****

Derai Cemara Udang

www.tokkoro.com

*****

Di antara rinai gerimis, angin pantai bertiup

Sesaat, aku ikut berteduh di bawah pohon cemara udang

Aku lalu mulai berlari ke arah gubuk bambu nan reyot

Gubuk yang tidak beratap yang ada di pinggir jalan itu

*****

Pada senja yang sekarang

Tak ada lagi hal manis atau tak ada lagi yang sanggup biuskan angan

Merasuk ke dalam dunia khayalku yang beku

Sebab pantai ini sudah sunyi

Cuma ada derai cemara udang di sini

dengan rinai gerimis yang tidak lekas reda

*****

Bencana Telah Melandaku

puisi alam

*****

Dari gelegar guruh dan hujan debu bangunan yang roboh ini

Tanah di mana diriku hidup terlibas habis

Ratusan rumah dan harta benda serta jiwa yang tidak berdosa musnah

*****

Kau sudah memakan habis, dan aku jadi kehilangan segalanya

Segenap penjuru mata dunia terpaku menatap heran

sebab peristiwa yang amat dahsyat

bermacam-macam pertolongan dan bantuan tak henti mengalir

dari mereka, para manusia yang berhati nurani

*****

Oh Tuhan, kenapa segalanya terjadi

barangkali kami sudah banyak ingkar janji

barangkali kami terlampai bangga berbuat salah

Oh Tuhan, maafkanlah kami dari seluruh dosa

*****

Kemana Perginya Engkau Duhai Alam Lestari?

id.m.wikipedia.org

*****

Dulu aku kerap menonton hamparan sawah yang hijau sejauh mata memandang

Dan di tengah-tengahnya terdapat sungai yang mengalir jernih

Mentari pun terbit malu-malu di antara asrinya gunung-gunung

*****

Akan tetapi,  kini, mereka sudah tak tampak

Tiap usai hujan, tanah yang tersisa berubah becek berwarna kecoklatan

Tanahku tidak sesubur dan penuh tanaman seperti dahulu

Padahal sejak lama ingin kujumpai lagi tanah asriku

*****

Akan tetapi, kini, ke mana mereka?

Eksistensi cemara nan tumbuh menjulang

Rumah tinggal para binatang buatan Tuhan

Kini alam tidak hijau dan rindang lagi

biarpun tinggi, tetapi banyak jendela bangunan dan kerlip lampu-lampu

*****

Mengapa, mengapa segalanya bisa begini?

Banjir di mana-mana, longsor ikut menyertainya

Asap yang memancing emosi tetangga bermunculan di hutan dan barat

Padahal dahulu bumi tidak demikian

Kita cuma tersedu tetapi tidak juga tahu malu

Tetapi kini, kini ibu pertiwi terluka, menangis

Ia memanggul pilu dan seraya tertatih

*****

Pesona Alam Hijau

Pesona Alam Hijau

*****

terbius oleh bentangan hijau

terjerat dalam suasana manja ilalang

Tunggu! hendak aku hirup pelan-pelan wangi rumput ini

Karena, ku tahu ini merupakan buatan Tuhan yang patut kita syukuri

Nun jauh di ufuk yang kehijauan

dengan basis cokelat yang berpadu sebagai komponen penting

wujudkan kesuburan, yang terikat pada indah tumbuhan liar

Sebut ia Bunga.

*****

Bunga membuat sepasang tangan ingin meraih

sentuh lembut jari yang mungil

bersiap tuk abadikan momen mekarnya

Bidikan kecil akan menangkap momen indah buat diingat

sebagai satu karya Tuhan yang terindah

*****

Melodi Senja

pixabay.com

*****

Menunjukkan diri bukan hal yang sukar

Senja, tak akan lupa di mana ia perlu tampak indah

Oranye yang tergambar, terpahat dalam jiwa kasihnya

Satu, dua detik, dia akan dibenci

Akan tetapi, kebencian itu senantiasa dirindukan

Penikmat senja senantiasa menunggu kedatangannya

suasananya merajai Nabastala seantero semesta raya

*****

Puisi Pantai

www.idntimes.com

*****

Gelombang bergoyang dalam luas samudra

Menepikan kangen terhadap bumi pertiwi

Pepohonan menari diiringi angin yang berhembus

Belungsang jagat makin terdengar liar

*****

Kubiarkan gelombang membelai

Kaki-kakiku terusap lembut bersama pasir putih yang halus

Keheningan ini perlahan menusuk dalam kalbuku

Jauh di ufuk biru terhampar batas laut dan langit

yang sekarang menjadi daya idola tiada duga

*****

Lautan Bumi Pertiwi

nnc.co.id

*****

Terhampar luas alam negaraku

Puisi ini … melaluinya kuberikan sayang buatmu

Desir angin di pesisir pantai

Mencerahkan tentang makna suatu keanekaragaman

*****

Rimpuh … ceritamu sekarang

Nestapa yang makin meluap

Paham jika umurmu sekarang telah menua

Namun hasrat … engkau senantiasa digenggam

*****

Pohon, danau, samudera mulai menyalakan industri alam yang baru

Mengisi cinta pada penghasilan yang nantinya takkan jadi kekal

Nabastala berucap.

kalau bumi kita kelak akan menjadi bumi yang abadi

dengan pancaran agung dari pesona Sang Ilahi

*****

Kaulah Senjaku

Kaulah Senjaku

*****

terselip rona pada nabastala

Sepasang aksa terfokus ke titik itu

Aku! Aku yang sekadar pecinta senjamu

Apa dayaku yang senantiasa iri terhadap kecantikan di kala

bidikanmu tampak indah

*****

Senja …

Kalau kamu cuma muncul beberapa waktu saja

Walau kamu juga selalu memperoleh cacian

Namun kamu, tidak pernah merasa berduka untuk tetap datang

Ronamu memang menjadi sasaran

Indahmu pula menjadi kebahagiaan

Tenangmu membuat kalbuku kian damai

*****

Senja …

Kumohon tetap jadilah indah yang tiada pupus

Menari ditemani burung-burung yang terbang

Hiaslah langit di penjuru jagat raya.

*****

Tentang Alam yang Mengisi Damai Negeri

puisi alam

*****

Indonesiaku …

tenang alunan melodi terdengar

Aneka budaya

Beragam bahasa

Berbagai musik dan tari

Indonesia yang elok memikat hati

Indonesia kepingan surga dari Sang Maha Kuasa

*****

Hijau di padang rumput

Birunya samudera

Melatari berbagai kisah tanpa batas

Aneka budaya

tunjukkan keragaman suku yang terdapat di sana

Macam-macam musik

sajikan ciri yang khas dari setiap wilayah

*****

Indonesiaku ….

Terima kasih, kami sampaikan terhadap ibu pertiwi

yang sudah penuh mengisi keindahan nusantara

*****

Namai Aku Si Hijau

puisi alam

*****

Halo, kenalkan namaku Hijau

Seseorang gemar menyebutku Hijau

karena, aku senantiasa menyajikan oksigen di pagi hari

demi kesegaran oksigen yang dihirup manusia

*****

Bahkan manusia juga senantiasa menjagaku

memberiku makan buat asupan hidupku

mengulurkan bantuan saat aku memerlukannya

*****

Maka, aku jua patut berteman dengan manusia

memberikan energi, sebagai kekuatan untuk mereka manfaatkan

karena mereka sudah melindungiku

sampai aku jadi sumber kehidupan mereka

*****

Lautan yang Indah dan Tenang

puisi alam

*****

Angin pantai terbentur oleh gerimis

kokohkan rasa terhadap hentakan cerita alam

Lereng bertingkat, mengantomgi nada dan lukisan sarat arti

rona hijau, wujudkan ladang yang siap menuju panen

*****

Orang-orang yang memandangku tentu terpesona

dengan daya tarik yang siap menyemai dalam kalbu

Serentak diri ini takluk terhipnotis

kesegaran air perlahan membawaku ke arah kegembiraan waktu kecil

*****

Aku pasti bertaruh nyawa demi kelestarianmu

Bertahan layaknya gunung

Demi terus saksikan ciptaan Tuhan yang sangat indah

*****

Alam yang Damai

seuntaipuisi.blogspot.com

*****

Bersiul seperti burung yang melambung bebas

menghayati warna cerah pada nabastala

Si Raja Bumi mulai memberikan sinar hangat

menerangi bumi ketika siang tiba

*****

Sendiri aku mengamati pesona dunia

Dibarengi rumput ilalang yang bersedia membelai hari muramku

Kicauan burung di atas terdengar amat nyaring

berjajar panah, diiringi koloni para awan berwarna putih

*****

Jaga dia, lirihku pada siapa saja

Saksikan pesona Bumi yang terlihat megah

Kelestarian alam yang tetap suci

dilapisi kasih tentang alam

*****

Tanah Airku

Tanah Airku

*****

Duduk terpaku memandang bangsa yang kaya akan arti

semburat coklat dan hijau, punya maksud kekuatan masing-masing

Semua unsur pendukung hadirkan rasa cinta pada tanah air yang kian menguat

*****

Indonesiaku…

sebagai tema kebanggaan bangsa

sebagai salah satu pemeran dalam ketangguhan negara

menjadi orang tua bagi hal keragaman budaya

menjadi bukti negara yang rukun dan sejahtera

berkomitmen membangun bangsa

*****

Apakah kau bangga?

Banggakah kau berdiri di tanah air ini?

Apa kau bangga menghirup aroma frasa pada degup jantung Indonesia?

*****

Ujarku menjawab “Bangga”.

negaraku tentang alamku.

yang sadarkanku tentang berbagai pesona alam dari Sang Maha Indah

Sayangku pada alam kian lekat dengan adanya wangi khas penyejuk hati.

*****

Tentang Rasa dan Frasa Alamku

puisi alam

*****

Dari pojok kota yang penuh hingar bingar

kuturunkan radar pada puncak seantero alam

Tragis! tukasku mendengung

memanen perolehan buruk usai dijajah oleh penguasa tanpa tuan

*****

Air mata!

Alam perlahan menangis

memahami bumi yang kian bergoyang

Tetapi, laut menanggapinya

dengan gelombang yang semakin menari

*****

Elok kalau kugabungkan dibarengi lembayung senja

Tropisnya tanah air, meminang aksa untuk datang

Degupmu sekarang jadikanku semakin percaya

pada hal di alam yang menuntunku agar bersujud.

Terima kasih, Alam

Terima kasih, Planet Bumi

Kau adalah penguat dari rasa, 

Kasih sayang manusia terhadap senoktah cerita dari manis lautan hijau

*****

Inilah Desaku

Inilah Desaku

*****

berbeda dengan cerita perkotaan

suasana biru menjadi dominasi latar warga yang rukun

hijaunya pohon hadirkan rasa sejuk

menghibur dari tetesan peluh yang deras mengucur

Inilah aku

Suatu daerah kecil yang ditempati oleh sebagian kaum bawah

*****

Akan tetapi, aku tidak menangis

sebab aku sanggup membawa mereka pada alamku

tanah desa yang ada untuk kedamaian

Desa yang menyuguhkan kekuatan pada ibu pertiwi

Airku senantiasa terasa segar

Tidak ada polutan, tidak ada pencemaran, dan tidak ada ramai pemberontakan

*****

Inilah aku …

Desa yang penuh ketenangan

Desa yang memiliki beragam poin kerinduan

Desa yang punya setiap hal 

dari makna jauh mendalam mengenai alam yang amat damai

*****

Alam Negeri Ini Begitu Sangat Indah

www.hipwee.com

*****

Kudengar teramat merdu nyanyian burung di pagi hari

melambangkan hari baru sudah berganti

Keindahan alam yang kusaksikan ini membuat terperangah

Seolah-olah bumi tengah kumiliki seorang diri

*****

Aku lantas menutup mata sesaat

Kemudian kubentangkan tangan lebar-lebar

Segar, damai, serta suatu kebahagiaan yang kurasakan

Hingga diriku seolah-olah bisa terbang kegirangan

*****

Duhai, Zat yang menciptakan alam

Aku tak kuasa mengubur kekaguman

Sejak hari siang hingga malam

Pesona yang Engkau ciptakan tidak pernah padam

*****

Semilir angin yang berirama dari arah gunung

Beserta para tanaman yang menari-nari

begitu indah ketika kulihat

*****

Keindahan ini bagai taman di surga

Pemandangan alam pun kian sempurna disebabkannya

membuat siapa pun yang menyaksikan akan terpaku dan terkesima

*****

Lautan yang Sangat Indah Dan Begitu Tenang

pasberita.com

*****

Laut ini tampak indah dan begitu tenang sekali

menampakkan ikan yang lagi bercanda satu dengan yang lain

Di balik tangguhnya batu karang

Ditemani para tumbuhan laut yang bergerak ke kiri dan kanan sungguh harmonis

*****

Pemandangan ini, merupakan pesona bagi mereka yang mengetahuinya

Ikan-ikan jua terus berenang dengan ceria

Air laut pun amat tenang dan tidak berombak ganas

Nuansa sang laut sangat nyaman dan damai

Oh lautanku yang amat tenang dan sungguh indah

*****

Tangan-Tangan yang Tak Bertanggung Jawab

www.idntimes.com

*****

Semuanya hancur luluh lantak

Tingkah laku sederhana memang

tetapi akibatnya teramat fatal, amat besar

Terlihat begitu biasa tetapi sangat membahayakan

*****

Udara yang dahulu sejuk, sekarang terasa penat

Burung-burung yang sebelumnya berkicau kini sudah tak lagi terdengar

Api pun terus menyala dari masa ke masa

Serupa serangan rayap pemusnah

menjadikan banyak orang menanggung pedih yang sangat dalam

*****

Isak tangis yang menyayat hati terdengar tiada henti

Nestapa yang hadir terus bertubi-tubi

ibarat beban yang diletakkan di atas gunung menimbun padat

ibarat bentangan padang rumput yang asri dan hijau

kini sudah berubah menjadi hitam dan tidak tampak rindang

*****

Beningnya air pun telah tak bisa lagi kujumpai

beragam habitat memilih pergi mencari tempat yang aman ke sana ke mari

Jangan coba menyalahkan mereka

kalau mereka mengancam masyarakat dan memakan binatang ternaknya

Timbulkan kerusakan di mana-mana padahal sekadar mencari rumah, mencari makan

sebab kehidupannya sudah diganggu oleh tangan-tangan yang tidak bertanggung jawab

*****

Alamku  Menjadi Gersang

Alamku  Menjadi Gersang

*****

Dahulu diriku lahir di alam yang permai

dan di buai oleh lindungan lingkungan yang damai

yang senantiasa mengingatkanku terhadap belaian ibu pertiwi

dengan lagu rindu dalam rengkuhan alam

*****

Tetapi semua, sekarang cuma pandangan

Entah lenyap ke mana dan menjadi apa di masa kini

Ia sekadar merupakan memori silamku

Sekarang ia seperti ditelan oleh keserakahan manusia

yang jauh dari rasa kasih dan iba di dalam hidupnya

*****

Ke mana akan kucari kembali?

kelestarian alam yang kukenal sejak lahir dan turut membesarkanku

Ke mana juga aku bisa mengadukan semua perlakuan buruk yang diterimanya itu?

supaya bisa pulang ke alam hijauku

Kini alam sudah gersang 

dan tak tahu lagi kapan ia kembali indah layaknya sedia kala

*****

Alam, Itulah Namaku

amunisihijrah.com

*****

Alam, ya, itulah namaku

Aku adalah tempat hidup bagi binatang dan tanaman

Bagi para binatang, aku merupakan rumah dan habitat mereka tumbuh hingga besar,

beranak pinak, serta lahan buat mencari makan 

Bukan hanya binatang belaka, tanaman pun merasakan hal yang serupa

Bagi diriku sendiri, tanaman seperti perhiasan

dan hewan menjadi peliharaan

*****

Kesegaran selalu kuberi terhadap mereka serta untuk penduduk bumi yang lain

Aku juga memberikan oksigen pada seluruh manusia

Tidak lupa kuberikan pula sumber daya alam melimpah buat mereka

memberi energi, kekuatan, perhiasan, serta hal lain yang dibutuhkan merupakan tugasku

*****

Tetapi ini cerita dulu, waktu di mana bumi masih stabil kondisinya

ketika bumi belum dijejali oleh orang-orang yang rakus terhadap sesuatu

dan saat pemanfaatan sumber daya yang kusimpan dipakai sesuai dengan kebutuhan saja

*****

Sebab di masa kini, kisahnya sudah berbeda

Para manusia cuma memikirkan kehidupan mereka sendiri

Mereka tidak pernah peduli tentang kehidupanku

Kerakusan menjadikan mereka ingin mempunyai yang lebih

Ketamakan, keserakahan, serta pemborosan para manusia yang tak bertanggung jawab

sudah menyeretku pada kerusakan

*****

Lihat, apa yang telah mereka perbuat padaku

Sesudah apa saja yang aku berikan untuk mereka,

malah mereka membalasnya dengan menyiksaku tiada henti

Mereka membabat pepohonanku

Mereka suapkan polutan kepadaku

Memburu para binatang yang sudah kubesarkan

bahkan melubangi ozonku dengan zat kimia asing yang tidak pernah kukenal sebelumnya

*****

Hatiku amat pedih

Benarkah hati mereka takkan pernah sadar

Apakah nurani mereka tak bisa iba

Sungguh aku merasa sangat miris dalam hidup, oh alam

*****

Indonesiaku, Tanah Airku

puisi alam

*****

Daya pikatnya memang kuat, inilah Indonesiaku

Yang membuat dunia terpesona dengan keindahannya

Budaya yang beraneka

Musik yang berbagai macam

Tari dan bahasanya pun tak kalah beragam

*****

Inilah tanah airku

hutan yang terjaga asri

Gunung yang tinggi menjulang kehijauan

Lautan luas yang biru membentang

dan berbagai kekayaan yang tersimpan di alam nusantara

*****

Teruslah kau terjaga dan hijau lestari

Negeri yang dikenal dari sejuta simponi

Begitu indah bangsaku ini

Oh Indonesia

Engkau adalah negara yang sangat mempesona, tumpah darahku

*****

Indonesiaku Kapan Kau Kembali Menghijau

puisi alam

*****

Aku selalu menunggu seberkas harapan

menyaksikan Indonesiaku tetap tumbuh hijau

walau ia kian tua

*****

Oh Indonesiaku

Aku merasa kau kian memutih

dan tergerai dengan dentuman heboh industri

Kamu pun tampak perlahan meredup

*****

Oh Indonesiaku

Kapan kamu bisa kembali menghijau?

dengan bayu yang sepoi-sepoi

Aku ingin menghabiskan sisa usiaku

dengan menyaksikan dirimu tersenyum lagi

*****

Inilah Tanah Airku

www.hipwee.com

*****

Di pinggir pantai bayu semilir

Kicauan merdu suara camar terdengar saling berbalas

Rumput berkilau dibasahi sang embun pagi

*****

Inilah tanah airku

hijau pemandangan sawah

gunung-gunung yang tinggi menjulang

serta masyarakat yang aman dan sejahtera

*****

Inilah tanah airku

Jaga dan lestarikan alam selalu

sebab di sana lah aku dilahirkan, tumbuh, serta dibesarkan

Dan di sana pula lah aku ingin memejamkan usia

Oh tanah airku, inilah Indonesia

*****

Ketika Alam Murka

suka-suka.web.id

*****

Kasus perusakan alam terus bertambah

Padahal yang lalu belum usai

Bentangan luas alam terus diintai

Padahal masa depan bukan semata tentang materi

*****

Pembela kelestarian alam silih berganti di penjara

Sedangkan para perusak masih berjaya

Kebijakan terkait alam berulang direvisi

Demi eksploitasi atas nama investasi

*****

Sadar, Tuan

Sebelum alam tak bisa menahan amarahnya

Sebab saat alam murka, yang terdampak adalah kita

Jangan apatis pula, Tuan

Hanya karena tak ikut merusak

Sebab murka alam tidak bisa membedakan

Mana yang baik dan jahat padanya

*****

Alamku Luka-luka

pixabay.com

*****

Ibuku, Bumiku, Pertiwiku

Turut bersedih diriku mendengar ratapmu

Ketika pelan tapi pasti hijaumu ditiadakan,

Birumu dicemari, beningmu dikotori

*****

Kata rindu mereka terdengar omong kosong

Sebab mereka pula yang menyiksamu

Demi kesejahteraan semu

Yang sebetulnya membenarkan perut sendiri

*****

Alamku luka-luka

Masa depan kita juga

*****

Kau dan Aku Jangan Palsu

Kau dan Aku Jangan Palsu

*****

Bunga plastik kauberi tiap minggu

Tanaman plastik kau pajang di meja

Wallpaper hutan kaupasang di kamar

Lengkap dengan wangi bunga-bunga

Dan hiasan kepala serta taring hewan

*****

Tetapi apa lakumu pada yang asli?

Kau injak-injak tanaman

Kau babat dan bakar hutan

Kau habisi hewan tak bersalah

Kau tukar tanah demi bahagia semu

*****

Lalu kau berkata cinta

Sedangkan pembantaian alam ada di setiap harimu

Cukup, kau dan aku jangan palsu

Sebelum sesal mengetuk pintumu

*****

Pinta Sang Alam

pinta sang alam

*****

Kuberi kau semua

Tetapi jangan serakah

Atau kau tanam duka

Buat dipanen anak cucumu

*****

Ku izinkan kau tinggal

Tetapi anggap aku rumah

Sebab kerusakanku

Pintu pertama kepedihanmu

*****

Berhenti menyakitiku, Manusia

Berhenti menjahati makhlukku yang lainnya

Aku menyayangimu

Menyakitiku juga akan melukaimu

*****

Semoga Abadi

puisi alam

*****

Kicau burung yang kudengar kini

Semoga masih ada seratus tahun lagi

Rindang hutan yang kulihat di sana

Semoga tetap terjaga lima puluh tahun lagi

Damai laut dan segenap makhluknya

Semoga tak kalah dari sampah plastik tiga puluh tahun lagi

Hangat sawah yang menghidupi manusia

Semoga belum musnah sepuluh tahun lagi

Kelestarian alam ini, semoga abadi

*****

Baca Juga Kata Kata Bijak

Itulah kumpulan puisi alam yang memberi berbagai pesan. Apa yang kalian pikirkan setelah membacanya? Apapun itu, mari kita terus menjaga alam agar tetap terjaga dan lestari. Sebab alam bukan hanya untuk kita, tetapi juga untuk makhluk hidup lainnya dan para generasi penerus manusia. 

Exit mobile version