Pengertian Ekosistem: Pengertian Ahli, Komponen, dan Jaring-Jaring Makanan

Pengertian Ekosistem – Planet bumi dihuni oleh 2 kelompok besar. Kelompok pertama adalah makhluk hidup, sedangkan komponen kedua adalah benda mati. Kedua komponen tersebut hidup selaras dalam sebuah ekosistem. Apa sebenarnya pengertian ekosistem?

Apakah ekosistem ini berperan penting dalam kelangsungan hidup hewan, manusia, dan juga tumbuhan? Konsep mengenai ekosistem dibahas dalam pelajaran biologi. Ekosistem juga menjadi penjelasan tentang rumah tinggal yang ideal bagi berbagai komponennya.

Pengertian Ekosistem

Kata ini sudah cukup lama kita dengar, baik dalam ilmu biologi atau ilmu-ilmu lain yang masih berkaitan. Ekosistem adalah interaksi yang terjadi antara unsur biotik (makhluk hidup) dengan unsur abiotik (benda mati).

Ekosistem juga bisa disebut sebagai hubungan interaksi antara makhluk hidup dengan lingkungannya. Ekosistem secara mendalam dipelajari dalam suatu cabang ilmu biologi yang bernama Ekologi. Orang yang ahli dalam bidang ekologi ini disebut sebagai seorang ekolog.

Ekosistem bukan hanya didefinisikan sebagai hubungan antara makhluk hidup dan benda mati yang tinggal bersama. Pada sebuah ekosistem ada aliran energi antara unsur biotik dan abiotiknya. Siklus daur ulang energi ini terjadi terus menerus dan memacu keseimbangan.

Pengertian Ekosistem menurut Para Ahli

a.     Undang-Undang Lingkungan Hidup Tahun 1997

Ekosistem bisa disebut sebagai tatanan kesatuan cara yang utuh, dan menyeluruh antara unsur lingkungan hidup serta saling mempengaruhi. Unsur lingkungan hidup ini dibedakan menjadi 2, yaitu unsur abiotik dan biotik. Semua unsur ini tertata menjadi sebuah kesatuan ekosistem.

1.    G. Tansley

Pada tahun 1935 A. G. Tansley mengemukakan pengertian ekosistem sebagai unit ekologi yang di dalamnya ada struktur dan fungsinya masing-masing. Struktur ekosistem mempunyai hubungan dengan keanekaragaman hayati.

2.     Woodbury

Pada tahun 1954 Woodbury mengungkapkan bahwa ekosistem adalah kesatuan kompleks yang di dalamnya ada habitat, kelompok binatang, dan juga kelompok tumbuhan. Gabungan unsur-unsur ini kemudian bisa disebut sebagai kesatuan utuh yang bisa jadi siklus materi.

3.     Odum

Tahun 1993 pengertian ekosistem juga berkembang menjadi sebuah unit fungsional dasar dalam ekologi. Pada unit ini ada sekelompok organisme dan juga lingkungannya. Odum menegaskan bahwa pengertian lingkungan adalah seluruh komponen biotik dan juga abiotik.

Dua komponen ini nantinya saling berinteraksi dan mempengaruhi satu sama lain. Ekosistem juga memiliki relung dan proses ekologi yang lengkap. Hal ini bisa menciptakan siklus materi serta arus energi yang berulang setiap saat.

 

Komponen dalam Ekosistem

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, ekosistem merupakan kesatuan dari unsur hidup dan benda mati di alam. Untuk lebih jelasnya, komponen-komponen ekosistem bisa dijelaskan sebagai berikut:

a·         Unsur Hidup

Unsur yang pertama dalam ekosistem adalah komponen biotik. Unsur ini terdiri dari semua jenis makhluk hidup. Unsur ini bisa berupa hewan, tumbuhan, manusia, hingga organisme sel tunggal yang hidup di suatu lingkungan tertentu.

Komponen ini disebut juga dengan organisme. Komponen ini saling terkait satu sama lain melalui sebuah rantai makanan. Karena itulah dikenal organisme yang masuk kategori produsen, konsumen, pengurai, dan penghancur.

2.     Produsen

Organisme bisa dikatakan sebagai produsen jika bisa menghasilkan makanan sendiri. Bagaimana caranya? Mereka bisa menghasilkan makanan atau sumber energi sendiri melalui sebuah proses fotosintesis.

Organisme ini umumnya menyerap air dari tanah dan juga karbondioksida dari udara. Air dan karbondioksida ini kemudian diubah menjadi glukosa dan oksigen. Proses fotosintesis ini dibantu oleh cahaya matahari.

Organisme yang masuk dalam kategori produsen umumnya adalah tumbuhan. Contohnya adalah pohon, tanaman berdaun hijau, dan juga ganggang. Semua organisme ini harus punya klorofil (zat hijau daun) yang bertugas menangkap sinar matahari.

2.     Konsumen

Semua organisme yang tidak bisa menghasilkan makanannya sendiri disebut dengan konsumen. Umumnya dalam rantai makanan konsumen adalah kelompok hewan, mikroba, jamur, dan juga manusia.

3.     Dekomposer

Dekomposer atau pengurai merupakan organisme yang berperan menguraikan komponen organik dari hewan, tumbuhan, ataupun manusia yang telah mati. Kelompok organisme ini juga biasa disebut dengan istilah konsumen makro-sapotrof.

Mengapa? Karena organisme ini memakan sumber makanan yang ukurannya jauh lebih besar dibanding ukuran tubuhnya sendiri. Contoh organisme dekomposer antara lain adalah bakteri dan juga jamur.

4.     Detritivor

Detritivor atau mudahnya disebut sebagai penghancur merupakan organisme, yang mempunyai fungsi untuk menghancurkan komponen organik sisa dari organisme mati. Contoh organisme penghancur ini seperti rayap yang memakan kayu kering.

 

·         Unsur Tak Hidup

Ternyata antara satu ekosistem dengan ekosistem lainnya memiliki jenis organisme yang berbeda. Apa saja kira-kira faktor yang bisa menyebabkan terjadinya persebaran organisme ini?

1.     Air

Air merupakan unsur penunjang kehidupan organisme. Ketersediaan air di suatu tempat bisa mempengaruhi spesies apa yang bisa bertahan, karena faktanya ada spesies yang membutuhkan banyak air. Sebaliknya, ada juga spesies yang tak butuh banyak air.

2.     Suhu

Spesies yang tinggal di kawasan bersuhu dingin dan panas biasanya berbeda. Suhu juga punya peran yang sangat penting dalam kehidupan organisme. Misalnya golongan unggas dan mamalia yang membutuhkan energi untuk mengatur suhu tubuh mereka.

Suhu lingkungan juga mempengaruhi bagaimana organisme menyesuaikan diri. Karena itulah Anda kini melihat berbagai jenis organisme dengan karakteristik berbeda di berbagai belahan dunia. Misalnya kucing berbulu tebal dan tipis di lingkungan yang berbeda.

3.     Kadar Garam

Kadar garam atau biasa disebut dengan salinitas adalah juga mempengaruhi organisme apa saja yang bisa tinggal. Ada organisme yang justru bisa bertahan hidup di lingkungan berkadar garam tinggi. Tapi banyak juga yang justru mati jika bersentuhan dengan garam.

4.     Intensitas Penyinaran Matahari

Berbagai belahan bumi memiliki kondisi intensitas penyinaran matahari yang berbeda. Daerah ekuator mendapatkan sinar matahari yang merata sepanjang tahun. Daerah lingkar kutub hanya mendapatkan sinar matahari yang terbatas.

 

Inilah yang membuat spesies antara daerah ekuator dan kutub benar-benar berbeda. Misalnya saja pohon di daerah ekuator yang umumnya berdaun lebar dan lebat demi untuk memaksimalkan fotosintesis.

Sedangkan daun-daun pohon di wilayah lintang tinggi justru punya karakteristik seperti jarum. Hal ini bertujuan untuk mengurangi penguapan lewat stomata daunnya. Daun di negeri 4 musim juga cenderung lebar dan gugur di musim tertentu.

5.     Kondisi Tanah dan Batuan

Tanah mengandung unsur organik dan mineral yang banyak dibutuhkan oleh organisme. Banyak sumber mineral penting yang didapatkan dari dalam tanah. Di tempat ini pula banyak organisme tinggal dan berkembang biak.

Jenis tanah di suatu tempat berbeda dengan tempat lainnya. Ada tanah yang cukup bernutrisi, ada juga yang sangat gersang dan minim unsur hara. Kondisi ini juga menyebabkan perbedaan organisme yang bisa bertahan hidup di suatu tempat.

 

Jaring-Jaring Rantai Makanan

Selain pengertian ekosistem, Anda juga harus paham mengenai siklus yang selalu ada di dalamnya. Antara sesama unsur biotik terjadi sebuah peristiwa makan-memakan yang dinamakan rantai makanan.

Kondisi ini bersifat alami dan tanpa campur tangan manusia bisa dikatakan seimbang. Rantai makanan ini terjadi pada tahap yang paling rendah ke paling tinggi, yaitu:

Produsen (tumbuhan) – konsumen tingkat 1 (herbivora dan unggas) – konsumen tingkat 2 (karnivora) – predator.

Awalnya konsumen tingkat 1 yang merupakan organisme pemakan rumput/daun mendapatkan sumber makanannya dari tumbuhan. Selain herbivora, kelompok hewan unggas juga mendapatkan biji-bijian dari tumbuhan.

Organisme konsumen tingkat 1 ini akan dimangsa oleh kelompok karnivora. Contohnya adalah serigala, harimau, kucing, dan hewan bertaring lainnya. Hewan-hewan karnivora ini hanya bisa dimakan oleh predator yang lebih besar. Predator adalah sebutan bagi pemangsa karnivora.

 

Ruang Lingkup

  1. Biosfer merupakan semua kumpulan ekosistem di permukaan bumi yang terdiri dari unsur abiotik dan biotik. Kedua unsur ini harus saling mempengaruhi agar bisa disebut sebagai biosfer.
  2. Bioma merupakan sekumpulan ekosistem dengan karakteristik yang sama pada suatu wilayah yang sangat luas, misalnya bioma gurun, tundra, hutan hujan tropis, dan lain sebagainya.
  3. Ekosistem adalah interaksi antara unsur biotik dan abiotik dalam cakupan wilayah tertentu.
  4. Komunitas adalah sekumpulan organisme yang menghuni sebuah ekosistem.
  5. Populasi adalah jumlah kumpulan makhluk hidup yang sama (1 spesies) dalam suatu ekosistem.
  6. Individu adalah 1 unit organisme yang merupakan bagian dari populasi.

 

Jenis-Jenis Ekosistem

 

1.     Ekosistem Darat (Terestrial)

Ekosistem ini punya ciri khas yaitu mayoritas ekosistemnya berada di daratan. Ekosistem ini dipengaruhi oleh iklim dan juga lingkungan. Contoh ekosistem darat adalah hutan hujan tropis, padang rumput, sabana, hutan gugur, taiga, gurun, karst, dan tundra.

2.     Ekosistem Air (Akuatik)

Ekosistem ini ditandai dengan unsur abiotik air sebagai habitatnya. Contoh ekosistem air antara lain ekosistem air tawar, air laut, pantai, estuari/muara, terumbu karang, laut dalam, seagrass, dan sungai.

 

3.     Ekosistem Buatan

Ekosistem ini hadir akibat campur tangan manusia yang sengaja membuatnya. Contoh nyata dari ekosistem buatan antara lain waduk/bendungan, sawah irigasi, sawah tadah hujan, perkebunan, pemukiman, dan hutan tanaman produksi.

Pengertian ekosistem selalu melibatkan 2 unsur yang saling berinteraksi dan membentuk siklus energi. Unsur pembentuk ekosistem adalah makhluk hidup dan unsur abiotik. Ekosistem sangat penting dipelajari karena jika 1 komponen terganggu, maka komponen lainnya akan terdampak pula.

Pengertian Ekosistem: Pengertian Ahli, Komponen, dan Jaring-Jaring Makanan

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.