Doa Bercermin : Keutamaan, Adab, Hadist beserta Maknanya

Doa bercermin – Cermin, kuat kaitannya dengan seorang wanita. Karena sudah kodratnya seorang wanita suka  dengan kecantikan. Meskipun begitu, yang menggunakan cermin bukan hanya dari kalangan wanita saja. Pria pun juga menggunakan cermin sehari-harinya. Bahkan, saat ini pria juga sudah banyak yang tertarik untuk berhias. 

Cermin menjadi media agar  kita dapat melihat wajah kita. Tidak dapat di pungkiri bahwa adanya cermin memang menjadi kebutuhan untuk banyak orang. Karena ketika sedang berdandan atau merapikan penampilan, tentunya kita memerlukan adanya cermin.

Terlihat sepele, namun perihal bercermin ada hal yang harus kita perhatikan,  yaitu bagaimana kita dapat bersyukur atas apa yang telah Allah limpahkan kepada kita ketika sedang bercermin. Salah satu wujud bersyukur kita adalah dengan membaca do’a ketika bercermin.

Do’a Bercermin

thegorbalsla.com

Tak terhitung berapa kali kita meluangkan waktu untuk berkaca di cermin sehari-harinya. Bisa jadi malah lebih dari satu dua kali. Apalagi ketika akan ada acara yang akan datang, misalnya saja akan mendatangi suatu hajatan atau pesta.

Waktu bisa saja tidak terasa, bermenit-menit tau bahkan bisa melebihi satu jam hanya untuk berdandan bersoleh membuat penampilan terlihat sangat cantik. Namun mesti kita ingat, kita harus berdo’a ketika sedang bercermin. Berikut ini adalah do’a yang harus kita baca ketika bercermin : 

Artinya : “ segala pujian bagi Mu ya Allah,  Engkau telah membaguskan rupaku maka baguskanlah budi pekertiku “. 

Makna do’a Bercermin

loveinshallah.com

Banyak orang yang ingin terlihat cantik di setiap penampilan. Bisa jadi ketika seseorang itu menyaksikan iklan di televisi, media sosial atau iklan melalui media lain, ia merasa ingin menjadi cantik seperti pada di iklan. Hal ini menjadikan orang tersebut akan banyak merelakan atau berkorban demi apa yang dia inginkan.

Adapula seseorang yang merasa minder dengan menampilkan dari dirinya sendiri. Tidak puas dengan keadaan fisik yang dimiliki, hingga kemudian harus merubah bagian tubuh  misalnya dengan mengubah bentuk hidung, mencerahkan warna kulit atau yang lainnya.

Seseorang yang seperti itu  bisa jadi adalah seorang yang mengalami body dysmorphic disorder yaitu seorang yang mempunyai anggapan bahwa penampilan yang sempurna merupakan standar untuk dapat di terima oleh orang lain. Hal tersebut dapat menimbulkan kecemasan tersendiri untuk orang tersebut.

Ia merasa cemas jika ada orang lain  yang memerhatikan fisiknya yang dianggap merupakan kekurangan dalam tubuhnya. Pada akhirnya pola pikir yang seperti  itu akan mengakibatkan seseorang tersebut mengalami gangguan psikis yang kontras, tidak mensyukuri apa yang telah di anugerahkan Allah swt.

Dan lupa bahwa masih banyak orang yang tentunya tidak seberuntung kita yang mempunyai keadaan sempurna, bahwa masih banyak orang yang fisiknya di bawah kita. Lalu bagaimana cara mengatasi gangguan psikis yang seperti itu ?

Rasulullah mengajarkan sebuah do’a yang seharusnya kita praktikkan ketika kita sedang berdiri mengaca di depan cermin. Do’a  tersebut dapat menjadi terapi untuk mengatasi gangguan psikis. Do’a tersebut adalah : Barangkali do’a tersebut terlihat singkat dan enteng.

Padahal sebenarnya, dalam do’a tersebut menyimpan pesan yang begitu dalam. Kita berusaha memahami apa maksud tersimpan dalam do’a yang tertulis diatas, karena dengan memahami, akan memberikan efek yang positif tentunya.

Yang pertama yaitu, dalam do’a bercermin kita akan mengucapkan kalimat     yang mana jika kita mencermati kalimat tersebut menyimpan sebuah pernyataan yang bermakna suatu kesyukuran dan mengajak kita senantiasa mengucapkan syukur kepada Allah.

Dengan mengucap kalimat tersebut,  ini menandakan bahwa kita percaya bahwa apa yang sedang di lihat di cermin, atau wajah yang indah yang di lihat ketika bercermin merupakan rupawan yang di berikan oleh Allah SWT. dengan keyakinan yang semacam itu, membuat kita senantiasa bahagia, bersyukur dan menerika fisik yang telah dititipkan kepada kita, bahkan kita menjadi cenderung ingat pada orang yang fisiknya di bawah kita.

Dengan keyakinan yang semacam itu, akan menuntut kita menjadi seorang yang memiliki jiwa percaya diri, yang menghindari untuk mengeluh ataupun pesimis dengan penampilan yang dimiliki saat ini. Bahwa semua adalah karena Allah yang menganugerahkannya.

Seperti firman Allah yang terdapat dalam Al Qur’an pada surat at Taghabun ayat ke- 3. Yang mana mengatakan bahwa kita di ciptakan oleh Allah dengan sebaik-baik yang Allah ciptakan.  Kemudian, pada doa tersebut kita membaca “fahassin khuluqii..” masih ada kaitannya tentunya dengan potongan kalimat yang sebelumnya.

Yang membedakan adalah pada kalimat pertama menunjukkan pada penampilan fisik. Sedangkan pada kalimat yang kedua mengarah penampilan non fisik. Pada potongan kalimat yang pertama kalimat tersebut menunjuk pada adanya wajah secara lahir, sedang untuk yang kalimat kedua menunjuk pada wajah yang batin.

Dengan adanya do’a tersebut, mengantarkan kita agar sadar akan wujud kita yang pada aslinya. Yaitu wujud yang akan tampak ketika raga kita telah binasa termakan tanah. Saat berada di depan cermin, tidak dapat di pungkiri bahwa kita melihat diri kira adalah sosok manusia yang ganteng, rupawan dan cantik.

Tak dapat di pungkiri juga bahwa pasti ada kebanggaan tersendiri ketika melihat hal tersebut. Yang menjadi pertanyaan terpenting adalah mampukah diri kita mempertahankan kemanusiaan kita,  yang mana wujud kita yang ahsani taqwiim ?

Dan yang terakhir, kita berusaha selalu mohon kepada Allah agar Allah mengharamkan wajah kita agar sedikitpun tidak mencicipi dahsyatnya neraka. Kita semua tahu bahwa wajah kita menjadi pusat dari tubuh kita.

Terkadang, ketika yang di ucapkan adalah wajah, bisa jadi juga yang dimaksud bukan hanya bagian wajah melainkan juga seluruh bagian tubuh.bahkan ada yang mengatakan bahwa jika wajah kita terlihat terpelihara maka dapat disimpulkan seluruh tubuh juga ikut terpelihara.

Begitupun sebaliknya, jika ternyata wajah kita terlihat ternodai, maka dapat di simpulkan pula tubuh kita juga demikian. Sungguh, tidak dapat di pungkiri bahwa adanya kejahatan bisa bersumber pertama dari wajah, bahkan ada yang mengatakan pula sumber fitnah juga berasal dari wajah.

Kita harus berusaha untuk menjaga wajah agar terhindar dari berbagai fitnah ataupun kejahatan lain, apalagi jika sampai menjadi pemicunya. Dengan itu, kita harus benar-benar berkomitmen untuk senantiasa menjaga wajah agar terhindar dari sebab-sebab neraka. Oleh karena itu paling tidak kita berusaha untuk senantiasa membaca doa ketika sedang bercermin. 

Hadist Do’a Bercermin

risnarahmayanti.wordpress.com

  • HR. Al Thabrani 

Hadist yang di riwayatkan oleh Al Thabrani dalam kitab Ausath. Dalam hadist tersebut dikatakan bahwa  Anas bin Malik ra. pernah berkata bahwa suatu ketika Rasulullah SAW sedang bercermin, kemudian Rasulullah membaca do’a 

  • HR. Baihaqi dan Ibnu Hibban

Berdasar  hadist yang diriwayatkan oleh Baihaqi  dan Ibnu Hibban ini di nilai adalah hadist sohih. Berikut ini adalah  doa bercermin yang di riwayatkan oleh HR Baihaqi :

Inti dari kedua doa diatas adalah sama. Sama-sama memuji kepada Sang Pencipta. Sumber dari  kedua do’a diatas pun sama, yaitu Rasulullah SAW. Kedua hadist tersebut menyimpan makna bahwa kita sebagai manusia yang di ciptakan oleh Allah harus selalu bersyukur dan minta agar Allah membaguskan Akhlak kita. 

Keterangan Para Ahli Terhadap Do’a Bercermin

thegorbalsla.com

Hadist yang tertera di atas juga di perkuat dengan berbagai pendapat yang di kemukakan oleh para ahli, bahwa hadist yang menerangkan tentang doa bercermin merupakan hadist yang shahih. Doa bercermin dinilai sangat penting menjadikan banyak ulama ingin mengemukakan pendapat terkait doa bercermin. Ada salah satu pendapat dari Prof. As Syaikh Abdullah Al Jibrn, bahwasanya beliau mengatakan :

Maksud dari hadist diatas adalah bahwa membaca do’a bercermin itu merupakan suatu kesunahan karena Rasulullah SAW juga melakukan hal tersebut. Selaras pula dengan adanya hadist yang menerangkan tentang do’a bercermin.

Ada pula pendapat yang di kemukakan oleh Syaikh Bakir Zaid Rahimallah berkata :

Maksud dari pendapat di atas ialah  bahwa Rasulullah membaca do’a bercermin tersebut. Namun tidak di temui adanya keterangan yang menjelaskan bahwa Rasulullah membaca do’a tersebut ketika beliau sedang melihat kepada cermin. Ketika Ibnu Rusyd di tanya mengenai do’a bercermin tersebut, beliau tidak setuju dengan orang yang melarang tentang do’a ini. 

Ayat Al Qur’an Tentang Bercermin

nuansa.co

Tak hanya hadist yang menerangkan adanya doa bercermin. Ada pula ayat Al Qur’an yang menerangkan tentang bercermin. Terdapat dalam Qs At Tin dalam ayat 4 yang berbunyi :

Pada ayat tersebut sudah di jelaskan Bahwa Allah SWT menciptakan kita manusia dengan bentuk yang sangat baik.   Dengan diberikannya fisik yang sempurna, di sertai dengan akhlak dan juga pikiran yang membuat manusia berbeda dengan makhluk lain yang Allah ciptakan.

Dengan demikian, kita harus selalu senantiasa bersyukur dan merasa ikhlas atas apa yang Allah karuniakan kepada kita semua. Kita harus berusaha menghiasi diri kira dengan akhlak yang baik dan indah. Karena yang terpenting dalam diri seseorang itu  terletak pada akhlaknya, seindah atau semenawan apapun rupa tapi kalau ternyata akhlak nya tidak baik maka semua itu hanya percuma. 

Adab Bercermin

tehindah.com

Cermin sudah menjadi alat yang setiap hari di datangi oleh setiap orang.  Mengingat kerapian adalah hal yang dianggap penting, jadi secara tidak langsung setiap orang membutuhkan cermin tersebut.  Hal ini membuat bercermin menjadi salah satu kegiatan yang sering di lakukan semua orang.

Ternyata, bercermin itu dapat juga mempengaruhi keadaan psikologis dari seseorang. Bisa saja seseorang itu menjadi baik atau bahkan sebaliknya, bisa saja seseorang itu malah menjadi kufur atas nikmat apa saja yang Allah berikan. 

Allah SWT menjadikan adanya kita Apa-apa yang di butuhkan oleh manusia, tanpa diminta pun Allah akan selalu limpahkan kepadanya. Namun, masih banyak sekali yang masih merasa kurang atas apa yang sudah di berikan oleh Allah kepadanya. 

Berikut ini adab yang harus dilakukan ketika sedang bercermin :

  • Ketika sedang berada di depan cermin, jangan lupa untuk membaca do’a.
  • Ketika bercermin, senantiasa mengingat Allah bahwa Allah telah memberikan nikmat melimpah kepada kita, dengan kita di beri paras yang indah, di beri kesehatan, nikmatnya fisik, dan juga lengkapnya anggota tubuh.
  • Usahakan untuk selalu memupuk rasa syukur untuk segala suatu yang dilimpahkan Allah kepada kita. Kita yakini bahwa segala suatu yang Allah limpahkan adalah yang terbaik untuk kita. Kita yakini bahwa Allah selalu mementingkan apa pun yang kita butuhkan.
  • Ketika bercermin, senantiasa  mengharap agar Allah selalu membimbing kita agar dihindarkan dari segala hal yang membuat sombong diri.
  • Hindari jangan sampai muncul kesombongan ketika sedang bercermin apalagi memuji muji secara berlebih kepada diri sendiri. 

Adab Berhias

bacaanmadani.com

Adab menjadi cara bagi seseorang ketika melakukan sesuatu hal yang mana di sesuaikan dengan adanya aturan di lingkungan masyarakat yang berlaku. Ini berarti, adab berhias dapat di maksudkan sebagai cara untuk berhias yang mana di sesuaikan dengan peraturan yang ada di lingkungan masyarakat.

Misalnya yaitu aturan yang mengarah pada budi pekerti, kebaikan, akhlak dan juga kesopanan. Dengan berhias, merupakan salah satu cara manusia untuk menunjukkan bagaimana itu keindahan. Allah SWT menyukai suatu keindahan. Berikut ini adalah beberapa adab yang harus di lakukan ketika sedang berhias :

  • Jangan membiasakan diri untuk berlama-lama di depan cermin ketika sedang berhias.
  • Hindari menggunakan perhiasan dengan penggunaan yang berlebihan. Memang tidak ada hadist atau pun alasan lain yang melarang di gunakannya perhiasan. Meskipun begitu tetaplah berhati hati dengan menggunakan perhiasan sewajarnya saja. Selain karena  hal tersebut dapat memancing adanya kejahatan. Begitu pula dapat menimbulkan sifat sombong pada seseorang tersebut. 
  • Bagi seorang perempuan yang berada dalam suasana berkabung, sebaiknya menghindari menggunakan perhiasan. hal tersebut bertujuan keprihatinan atas apa yang telah terjadi.
  • Emas dan juga sutera  tidak boleh di gunakan sebagai perhiasan bagi seorang pria.  
  • Usahakan untuk menjaga tubuh selalu bersih. Biasakan menyisir rambut dengan rapi, pangkaslah kumis, potonglah kuku dan rapikan jenggot.
  • Allah telah mengaruniakan tubuh yang indah, maka janganlah Anda mengotorinya dengan mentato bagian tubuh manapun. Jangan pula meregangkan gigi Anda dan mencukur kumis sampai habis.
  • Gunakanlah pakaian yang bisa  menutup aurat Anda yang sekiranya tidak menimbulkan orang lain untuk bersyahwat.
  • Hindarilah merubah apa yang telah Allah berikan kepada kita secara permanen. Misalnya saja dengan mencukur alis.

Hadist Tentang Bercermin

cakhasan.com

Ada beberapa hadist yang menerangkan tentang bercermin, mulai dari adab bercermin atau hal-hal lain yang masih berkaitan dengan kegiatan bercermin.  Seperti hadist di bawah ini yang memerintahkan untuk selalu mendahulukan akhlak dalam kegiatan kita bercermin. Rasulullah SAW telah bersabda :

Hadist di atas menerangkan bahwa yang akan menuntun kita menuju syurga nya Allah yaitu akhlak.

Ada pula hadist lain yang juga menerangkan agar kita selalu membawa kebaikan yang mana dapat menghapus suatu kejelekan dan kita harus memberikan akhlak baik kepada sesama manusia. 

Adapula hadist yang di riwayatkan dari Syaikh Abdurahman bin Nashir, yang menyebutkan bahwa :

Keutamaan Membaca Do’a Bercermin

thegorbalsla.com

Segala hal yang kita lakukan dalam sehari-hari akan lebih baik jika di awali dengan berdoa. Karena setiap do’a mempunyai fungsi yang berbeda beda. Termasuk juga ketika kita sedang berdiri di depan cermin maka sebaiknya kita barengi dengan membaca do’a.

Sebenarnya untuk do’a bercermin ada berbagai riwayat. Namun kandungan dalam do’a-do’a tersebut tetap bermaksud sama. Ada keutamaan tersendiri dari dibacanya do’a bercermin ini. Berbagai keutamaan dalam membaca do’a bercermin diantaranya adalah :

  • Dengan berdoa dapat meningkatkan tingkat ketaqwaan kita kepada Allah SWT karena berdo’a merupakan perintah dari Allah SWT.
  • Menumbuhkan rasa syukur terhadap apa yang Allah karuniakan kepada kita semua, entah itu karunia fisik, sehat, karunia jasmani dan yang lainnya.
  • Selalu merasa cukup atas apa yang di berikan oleh Allah, merasa puas dengan apapun yang Allah berikan dan tidak merasa kekurangan apalagi merasa terbebani.
  • Menghindari adanya rasa ego dan kesombongan diri karena melihat dirinya terlihat indah di cermin.
  • Menjadikan seseorang lebih dekat dengan penciptanya karena setiap cermin membaca do’a membuat ia ingat akan keagungan Allah SWT.
  • Dengan membaca do’a ketika bercermin, tentunya akan menambah pahala kita karena senantiasa mengingat Allah SWT.
  • Menambah keindahan atau kecantikan dalam diri Anda, karena senantiasa mengingat Allah yang menciptakan semua yang kita miliki.
  • Membuat kesadaran kita meningkat  untuk menjaga apapun yang Allah berikan dengan merawat, membersihkannya. Menjadikan kita ingat, bahwa apapun yang Allah ciptakan kepada kita bukannya hal yang sia-sia. 

Baca Juga Doa Ketika Hujan

Sungguh Maha Suci Allah telah menjadikan kita sebagai mahluk Nya dengan keadaan yang paling sempurna. Oleh karenanya kita harus selalu bersyukur atas apa yang di karuniakan, termasuk nikmat di berikan wajah yang sempurna. Dengan selalu berdo’a ketika bercermin, menjadi bukti atas rasa syukur kita kepada Nya. 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.