Site icon Made Blog

10 Cerita Horor yang Paling Seram dan Menakutkan

Cerita horor – Berbicara tentang horor berarti sedang berbicara mengenai hal – hal mistis yang ada. Sudah menjadi makanan favorit banyak orang sepertinya ketika ada cerita – cerita yang ada kaitannya dengan hal mistis. Percaya atau tidak, adanya dunia mistis memang tidak dapat diragukan lagi.

Banyak cerita horor yang diceritakan atau di temui kemudian dipercaya oleh sebagian orang. Bahkan tidak sedikit pula orang yang tidak mempercayai tentang adanya dunia mistis. Terlepas dari itu semua, berikut ini kami sajikan beberapa cerita horor yang mungkin bisa membuat para pembaca takut. 

Cerita Horor Kos Baru yang Berisik

thegorbalsla.com

Suatu hari, ada seorang perempuan muda yang baru saja pindah di kos baru. Lokasi kosnya tidak berjarak jauh dari tempat pemakaman umum. Semua berjalan biasa saja aman terkendali. Namun keanehan datang ketika malam ketiga dia tinggal di kos tersebut.

Saat itu suasana sedang sepi-sepinya karena para penduduk banyak yang pulang ke kampung masing-masing.  Malam itu, ketika ia sedang bersantai di dalam kamar tiba – tiba  terdengar suara orang yang berlari – lari. Mulanya, ia tak memperdulikan hal itu sama sekali.

Namun  lama kelamaan suara itu tak kunjung hilang dan tiba – tiba saja ada yang mengetuk pintu kamarnya dengan berulang kali. Ia pun segera membuka pintu karena pintu itu terus saja diketuk dan semakin keras. Ketika membuka pintu, ia pun tak menemukan satu orang pun di luar kamarnya.

Tanpa berpikiran buruk sedikit pun, ia memutuskan untuk langsung tidur kala itu. Saat matanya mulai terpejam, ia kaget karena tiba – tiba suara ketukan pintu itu terdengar kembali. Dengan sedikit was – was  ia beranikan dirinya untuk kembali membuka pintu kamarnya.

Ia terkejut, karena ia melihat sosok anak kecil dengan pakaian yang begitu lusuh sedang berdiri di atas rak buku. Gadis itu semakin ketakutan kala  melihat sosok anak kecil itu. Anak kecil yang dia lihat tiba – tiba menghilang sembari melempar senyum kepadanya. Setelah kejadian itu, setiap malam ia menjadi takut dengan tempat kos yang di tinggalinya itu. 

Cerita Horor Gulingku Berubah

thegorbalsla.com

Kisah ini bermula dari sebuah tempat yang angker. Seorang  gadis yang setiap harinya tinggal di suatu indekos tidak pernah merasakan suatu kejanggalan sebelumnya. Hingga tiba pada suatu malam, selepas ia bekerja ia sangat kelelahan. Ia pun langsung merebahkan tubuhnya dan tertidur di kamar kosnya.

Sayup-sayup  tiba – tiba terdengar seperti ada seseorang yang terus memanggil namanya. Ia pun tidak berpikir sesuatu yang aneh karena  menurut firasatnya, yang sedari tadi memanggil namanya ada Wati,  seorang teman kosnya. Namun, ia tiba – tiba merasa aneh dengan apa yang ada di bagian belakang punggungnya.

Ketika ia hendak menjumput guling miliknya, ia merasa seperti ada yang aneh. Ia merasakan seperti ada  tubuh tepat di belakang punggungnya. Ia pun merasa takut kala itu juga dan tidak berani tidur di kamarnya sendiri. Akhirnya ia memutuskan untuk tidur di kamar temannya untuk malam itu, karena ia merasa takut. 

Cerita Horor Semua berantakan tapi Tidak Ada yang Hilang

thegorbalsla.com

Dikisahkan, bahwa ada seorang gadis remaja SMA yang tinggal di dalam sebuah kos. Suatu hari, ketika ia baru pulang dari sekolah ia merasa di kagetkan dengan keadaan kamarnya yang sangat berantakan. Padahal, sebelum ia meninggalkan kamar tersebut, ia tidak melupakan untuk mengunci kamarnya terlebih dahulu.

Awalnya, dia masih mendiamkan kejadian tersebut. Namun lama kelamaan ia merasa sangat aneh karena hal itu terus saja berulang. Hingga pada suatu siang ketika ia terbangun dari tidur siang, semua terlihat aman seperti biasanya. Namun anehnya, ketika pukul 14.00 kamarnya tiba – tiba menjadi berantakan.

Dia pun menjadi bingung. Tanpa pikir panjang dia meninggalkan kamarnya dan langsung membuat mie instan. Ketika kembali ke kamar, ia terkejut kembali karena melihat rak buku yang semakin berantakan parah. Ia pun tidak jadi masuk kamar dan langsung keluar.

Setelah menutup pintu, ia pun mengintip keadaan kamar dari celah pintu. Betapa terkejutnya ia, karena melihat sosok anak kecil yang ada duduk di atas rak buku sambil cengengesan. Keesokan harinya, ia segera berkemas untuk pindah ke kamar lain. 

Cerita Horor Diperhatikan Orang Lain

thegorbalsla.com

Mirna seorang anak kuliahan yang hidup nya di kos. Kala itu ia sedang  bersantai karena tidak ada jadwal kuliah di hari itu. Seperti remaja lain, ia memilih mengisi kekosongan harinya dengan menjelajah dunia maya dan menonton drama korea.

Sorenya, ia merasa ada yang aneh. Ia merasa seolah-olah ada yang mengawasinya di dalam kamarnya. Seperti ada yang memperhatikan nya setiap saat. Hal tersebut ia rasakan selama seminggu, hingga kemudian ia mengajak temannya untuk menginap juga di kamar kosnya untuk menemani dirinya yang mulai ketakutan.

Ternyata, meskipun Mirna sedang tidak sendiri di kamar, ia tetap saja merasa hal serupa. Bahkan ketika Mirna tidur, ia merasa wajahnya seperti ada angin berhembus di wajahnya seperti ditiup – tiup. Ia pun memberanikan diri membuka mata karena Mirna merasa tidak  nyaman.

Apa yang lihat kala itu sungguh mengejutkannya. Ia melihat wajah seram di depan wajahnya  yang di penuhi dengan darah darah segar. Wajah tersebut tersenyum mringis kepadanya. Sontak Mirna pun langsung berlari turun ranjang dan keluar dari kamar kosnya. Mulai saat itu, ia memutuskan untuk segera pindah kos ke tempat yang lainnya. 

Cerita Horor Akhir Minggu

thegorbalsla.com

Herman, seorang pekerja keras yang sering mendapat tugas dinas ke luar kota meskipun bukan di hari kerja. Ia selalu mencari tempat tinggal yang tidak jauh dari tempat dimana ia di tugaskan.   Nasib malang menimpanya ketika di hari terakhir Herman menginap di tempat tersebut.

Suatu malam ia merasa sangat  lapar ketika sedang berkemas untuk pulang kembali hari esok. Tiba – tiba saja datang anak seorang anak kecil yang membawa roti kemudian diberikan kepadanya. Tanpa banyak berpikir ia langsung memakan roti tersebut karena sangat lapar.

Setengah roti sudah dimakannya, ia sadar ternyata  ada ulat di dalam roti yang di berikan oleh anak tersebut. Herman pun tidak melanjutkan makan roti. Sampai juga di suatu malam, kala itu Herman merasa seperti ada suatu hal yang yang terjadi padanya. Ia seperti merasa ada tangan yang mengelus elus kakinya.

Saat itu lampu kos kamar dia matikan, karena setiap kali tidur ia selalu mematikan lampu. Herman pun mencari saklar lampu untuk melihat apa yang sebenarnya ada di kakinya. Kemudian berselang ia mendengar  suara orang berteriak meminta tolong kepadanya, namun setelah di lihat dan dicari – cari ia tidak menemukan apapun. 

Ceria Horor Terperangkap di dalam Kos

thegorbalsla.com

Satu kos di huni oleh dua orang sudah merupakan hal biasa. Saat itu mereka sedang menghabiskan akhir pekannya berdiam di kos dengan menonton film. Tidak seperti hari- hari  biasanya yang terasa normal. Kala itu saat mereka sedang asyik menikmati film mereka di ganggu oleh makhluk tak kasat mata.

Karena salah satu dari keduanya mempunyai kemampuan seperti layaknya indera ke 6, ia meminta makhluk itu untuk pergi dan jangan mengganggu. Tidak lama kemudian, mereka di kagetkan dengan adanya darah yang menetes di lantai  kamar kos.

Karena panik sontak mereka langsung memanjatkan doa – doa. Ternyata darah itu masih saja menetes terus. Mereka berdua pun semakin ketakutan. Ditambah lagi mereka mendengar suara yang berasal dari dalam lemari. Lemari di ketok dengan kerasnya.

Pintu kamar kos tiba tiba terkunci tidak bisa di buka sama sekali. Mereka sangat kebingungan. Hingga satu dari mereka yang tidak mempunyai indera ke enam kemudian pingsan tak sadarkan diri.

Esoknya, ia baru sadar. Saat membuka mata ia dapat melihat sekelilingnya di penuhi oleh teman-teman  dan juga pemilik kos. Ternyata dia dimasuki oleh makhluk halus tersebut atau kerasukan. Ia pun langsung minta kepada pemilik kos untuk dipindahkan kamar yang dekat dengan teras depan. 

Cerita Horor di dalam Hotel

thegorbalsla.com

Diambil dari kisah nyata yang dialami oleh seorang yang sedang menginap di hotel.  Malam itu, ia sampai di hotel tersebut hendak ckeck – in. Dari luar, hotel tersebut terlihat seperti hotel pada umumnya. Sebenarnya, ia sudah merasa tidak enak ketika sampai di lobi hotel.

Namun  karena merasa sangat capek, ia mengabaikan perasaan tidak enaknya tersebut. Sesampainya di kamar yang sudah ia booking, ia terperanjat kaget karena tiba – tiba saja pintu kamar mandi menutup ketika ia masuk. Ia juga melihat bahwa jendela kamarnya pun telah terbuka.

Karena angin yang dingin cukup membuatnya kedinginan, ia pun menutup jendela kamarnya. Kemudian ia menceritakan perihal keanehan hal ini kepada  temannya. Temannya yang juga baru saja pulang itu, ternyata tidak merasakan hal serupa seperti yang ia alami di kamar hotelnya.

Badannya memang sangat lelah setelah melakukan aktivitas seharian, namun ia tak juga kunjung terpejam. Untuk mengundang rasa kantuk, akhirnya ia memutuskan untuk melakukan aktivitas seperti membaca buku, bermain  media sosial dan hal hal- lain yang ia lakukan.

Hingga waktu menunjukkan pukul 12, ia baru merasa ngantuk dan mulai tertidur saat itu. Saat matanya baru saja terpejam, ia tiba tiba mendengar suara gaduh dari kamar sebelah.Tentu saja ia merasa sangat kesal, karena suara itu mengganggu dia yang saat itu sedang istirahat.

Ia pun tak menunggu  lama dan langsung menelpon resepsionis karena suara yang tak kunjung berhenti. Namun, resepsionis mengatakan bahwa kamar yang dia maksud sudah check out sedari tadi. Ia pun heran dari mana asalnya suara tersebut. 

Cerita Horor Ojek Online

thegorbalsla.com

Pak Tejo adalah seorang ojek online yang berada di wilayah Purwokerto. Setiap harinya ia mengantarkan penumpang kemanapun sesuai dengan yang di tulis di aplikasi. Selain  jasa ojek, pak Tejo juga menerima apabila ada yang order makanan pesan antar. 

Suatu hari ketika Pak Tejo sedang berada  bersama teman – teman ojek online yang lain, ia mendapat order makanan dari customer. Customer tersebut memesan mie  favorit di daerah sana yang sangat terkenal dengan rasa pedasnya. Pak Tejo sabar mengantri menunggu antrian yang lumayan banyak.

Karena saat itu memang sedang jam makan siang. Uniknya, warung mie tersebut menggunakan nama salah satu kuburan yang terkenal dengan kemistisannya. Sekitar hampir satu jam pak Tejo mengantri pesanan, akhirnya pesanan tersebut telah siap untuk diantar ke customer.

Pak tejo segera membawa pesanan menuju alamat yang tertera sesuai yang di berikan customer. Ia kebingungan untuk menemukan tempat tersebut. Pak Tejo  sudah berkali kali memutari jalanan dan bertanya kepada orang yang ia jumpai, dan mereka selalu mengatakan bahwa tempat tersebut mengarah pada kuburan di daerah tersebut.

Tidak percaya dengan yang di katakan oleh orang- orang, Pak Tejo mencoba membuka GPS berulang – ulang dan ternyata hasilnya memang sama menuju ke lokasi pemakaman.  Keesokannya, pak Tejo masih saja penasaran tentang pesanan yang masuk kepadanya dan juga tempat antar. Akhirnya cerita tersebut menjadi viral. 

Cerita Horor Ibu dan Anaknya

www.popmama.com

Namaku Virgini, sekitar 2 tahun yang lalu aku menikah dengan seorang pria yang sudah berpacaran denganku kurang lebih 3 tahun. Namanya Andro, seniorku saat aku masih kuliah. Pernikahan kami berjalan dengan lancar, kami berdua sangat bahagia.

Setelah menikah,  kedua pihak keluarga kami menginginkan kami tinggal di rumah mereka. Karena baru saja menikah, aku dan suami belum mempunyai  uang yang cukup untuk membeli rumah.

Andro bekerja di sebuah perusahaan swasta yang bergerak di bidang perikanan, sedangkan aku sendiri menjadi koki di sebuah hotel di Jakarta. Setelah menimbang banyak hal, akhirnya kami memilih untuk tidak tinggal di rumah orang tua masing-masing.

Aku dan suami memutuskan mengontrak sebuah apartemen yang tidak jauh dari tempatku bekerja. Kehidupan kami sangat sempurna. Kami menikmati sekali hidup baru ini, hingga beberapa bulan kemudian aku hamil, yang tentunya kabar ini membuat kami dan keluarga besar bahagia.

Saat hamil aku sengaja mengurangi porsi bekerja, untung atasan mengerti. Atasan memberiku keringanan, jadi pukul 5 sore aku sudah bisa pulang. Sedangkan suamiku tetap pada jam kerjanya, malahan kadang dia pulang agak larut malam saat banyak pekerjaan. Aku bisa mengerti pekerjaan suami, jadi aku tidak terlalu banyak menuntut.

Kami terus berkomunikasi lewat telepon. Andro selalu memeriksa keadaanku beberapa sekali sehari melalui telepon. Satu hal yang baru aku sadari, ternyata apartemen yang kami tempati cukup seram. Aku baru merasakannya saat sedang sendirian di sana, terutama saat suami pulang larut.

Entah mengapa kadang aku merasa ada yang mengawasi, entah dari sudut mana. Aku dapat merasakannya, terutama saat hamil. Namun aku tidak menceritakan hal ini kepada suami, karena aku tidak mau menambah beban kerjanya. Dia sudah cukup lelah dengan pekerjaannya. Aku tidak mau membuatnya cemas, jadi aku diam saja.

Namun semakin lama, aku semakin merasakan ada sesuatu di gedung apartemen kami, terutama apartemen kami sendiri. Malam itu suami menelopon bahwa  dia pulang agak malam, karena harus menyelesaikan beberapa meeting. Dia bilang akan pulang sekitar 12 malam, jadi aku pun menunggunya sambil menonton TV.

Saat sedang menonton Tv, tiba – tiba  aku mendengar ada yang mengetuk jendela balkon apartemen kami. Aku cukup kaget saat itu, apalagi aku hanya sendirian malam itu. Karena masih jam 9 malam, akhirnya ku beranikan diri untuk memeriksa balkon.

Dari jauh ku perhatikan kaca balkon yang di tutupi gorden putih, namun masih agak transparan. Ternyata tidak ada siapa – siapa di balkon sana. Lagi pula, setelah di pikir – pikir, tidak mungkin ada seseorang disana. Pintu balkon terkunci, dan tidak mungkin ada orang yang bisa memanjat sampai ke apartemen di lantai  25 kan?

Setelah memastikan tidak ada siapa – siapa  disana, aku segera berbalik kembali ke ruang tamu. Namun saat berbalik, sekilas kulihat sesosok wanita berjalan melewati kaca pintu balkon ! saat aku menoleh kembali wanita itu sudah tidak ada, dan tidak ada siapa – siapa  di balkon.

Aneh, padahal jelas – jelas aku melihat ada seorang wanita lewat di luar. Untuk menghindari pikiran yang tidak – tidak, aku pun kembali ke ruang tamu dan menganggap kejadian itu tidak terjadi. Aku kembali menonton TV. Pukul 10 malam aku memutuskan untuk memasak sesuatu untuk suami, namun tidak ada bahan makanan di kulkas.

Aku pun berencana untuk turun ke lantai dasar, kebetulan ada mini market 24 jam disana. Aku mengambil jaket, lalu aku keluar apartemen. Setelah selesai membeli yang di butuhkan, aku kembali naik ke apartemen. Gedung apartemen yang aku tempati saat itu memang masih agak sepi, mungkin sudah di beri tapi belum ditempati. 

Sehingga ketika masih jam 10 malam saja sudah terasa seperti tengah malam. Aku hanya bertemu dengan beberapa petugas keamanan di lantai 1. Aku masuk ke dalam lift, lalu menekan angka 25. Lift tertutup, dan mulai berjalan naik. 

Karena apartemen berada di lantai 25, jadi aku cukup lama menghabiskan waktu di lift. Aku hanya berdiri diam di dalam lift, menunggu lift sampai di lantai 25. Namun aneh, lift tiba – tiba berhenti di lantai 15. Mungkin ada orang yang ingin naik lift.

Pintu lift perlahan mulai terbuka, entah mengapa jantungku mulai berdetak kencang saat lift mulai terbuka. Ketika lift terbuka, tidak ada siapa – siapa di depan lift. Hanya ada seorang anak laki – laki  berumur 8 tahunan, berdiri di depan lift. Ia mengenakan sebuah kemeja kotak – kotak dan celana panjang jeans.

Anak itu terus memperhatikanku, kami sempat adu pandang beberapa saat. Anak itu hanya diam saja. Sebuah senyum mengembang di wajah pucatnya.

“Adik mau naik lift ?” tanyaku. Tapi anak itu tetap diam, dan terus tersenyum melihatku. Senyumnya agak aneh, lama kelamaan membuatku ketakutan.

“Adik mau naik lift atau tidak ?” tanyaku dengan nada agak tinggi. Tapi anak itu tetap diam, wajahnya tidak berubah sama sekali.

Hingga kemudian… aku melihat darah segar mulai mengalir di sela – sela  rambut hitamnya, turun perlahan hingga memenuhi wajahnya. Aku kaget mundur beberapa langkah. Napas menjadi berat, dahiku berkeringat.

Bocah laki – laki berbaju kotak itu bukanlah seorang manusia ! aku menekan tombol tutup beberapa kali, namun pintu belum juga tertutup. Anak itu terus memperhatikanku, tatapannya tajam dengan darah yang terus mengalir dari kulit kepalanya. Aku semakin keras menekan tombol tutup, berkali – kali !!!

Hingga akhirnya pintu  lift tertutup, dan sosok anak itu menghilang saat pintu lift tertutup. Tubuhku lemas, dan aku hampir terjatuh kebelakang. Aku terus saja memegangi gagang lift agar dapat mempertahankan keseimbangan. Hingga akhirnya lift berhenti di lantai 25.

Aku berjalan cepat meninggalkan lift menuju apartemen. Saat sampai ke dalam apartemen aku mengunci rapat pintu apartemen. Aku pun jatuh tertunduk. Malam itu aku melanjutkan niat memasak untuk suami, karena sebentar lagi suami akan pulang. Saat aku sedang memasak, aku mendengar suara pintu balkon kembali di ketuk.

Aku sempat berhenti memasak untuk memastikan suara itu, ternyata benar ada yang mengetuk pintu balkon dari luar. Aku memutuskan untuk memeriksanya. Aku berjalan pelan – pelan  dari dapur ke pintu balkon. Dari kejauhan aku tidak melihat siapa – siapa di luar, tetapi aku harus tetap memastikannya.

Aku mendekati pintu balkon. Ku buka tirai dan pintunya pelan – pelan. Seketika angin dingin dari luar masuk ke dalam apartemen, namun aku tidak mundur. Perlahan – lahan aku mengeluarkan sebagian tubuh keluar, memeriksa sekitar balkon.  Ternyata suasana balkon sangat sepi tidak ada apapun itu.

Aku mengeluarkan tubuh sepenuhnya. Namun saat aku sudah berada di balkon, tiba – tiba pintu balkon tertutup dengan kencang ! Jantungku seakan berhenti saat mendengar bantingan pintu. Aku berusaha membuka pintu itu, namun pintu itu bergeming tidak dapat dibuka.

Aku panik ! aku mulai menggedor pintu kaca itu ! saat aku sedang menggedor, terdengar suara gemeretakan dari belakang, seperti suara tulang saling berbenturan, nyaring, basah dan lengket. Aku pun  menoleh ke belakang, tetapi tidak ada siapa – siapa di sana.

Saat aku melihat ke bagian bawah tiang pembatas balkon, terlihat sebuah tangan berlumuran darah. Tangan itu berpegangan pada salah satu tiang, kemudian di susul dengan tangan lainnya. Kedua tangan itu dipenuhi luka lebam dan luka sayatan yang terus mengeluarkan darah.

Aku tidak tahu harus berbuat apa, tubuhku tiba – tiba lemas, aku hanya bisa bersandar di pintu balkon. Kemudian perlahan – lahan muncul sebuah wajah dari bawah balkon, wajah seorang wanita.

Namun wajah wanita itu sudah hancur, hidungnya patah, rahangnya patah, dengan deretan gigi yang hancur dan hanya menyisakan beberapa gigi, darah terus keluar dari mulut wanita itu. Ia menggeram cukup keras. Suara geramannya amat  berat dan dalam. Ia memanjat pagar pembatas balkon, mendekatiku !

Jantungku berdetak sangat cepat, seluruh otot tubuhku tegang. Tubuhku gemeteran, dan aku merasakan kontraksi di perutku. Saat itu memang kehamilanku memang sudah menginjak usia bulan kedelapan. Dan kontraksi itu membuat perutku sangat nyeri. Wanita itu terus merangkak mendekatiku.

Aku berteriak sekeras mungkin, hingga tenggorokan serasa seperti tercekik. Aku merasa sangat lemah. Dan kemudian semuanya jadi gelap. Aku terbangun di sebuah rumah sakit dengan tempat tidur  roda yang sedang berjalan.

Ada dua orang petugas rumah sakit yang mendorong kasur roda itu, dan suamiku di samping sambil memegangi tanganku. Darah mengucur dari pangkal paha, dan rasa nyeri sangat terasa. Kemudian semuanya kembali gelap. Aku kembali tersadar keesokan paginya, dan sudah berada di ruang opname dengan infus menancap di tangan.

Suamiku terus memegangi tanganku, lalu mengatakan bahwa aku hampir keguguran. Jika saja suamiku tidak menemukanku di balkon, dan membawaku ke rumah sakit dengan cepat, mungkin saja aku sudah kehilangan bayi kami. Aku menangis. 

Aku menceritakan apa yang terjadi kepada suamiku, dan dia kaget. Akhirnya dia menelpon orang tuaku, memintaku untuk tinggal di rumah mereka setelah aku keluar rumah sakit. Orang tuaku setuju. Aku pun menceritakan semuanya kepada orang tuaku, dan mereka kaget mendengarnya.

Ayah memutuskan untuk memeriksa apartemen kami. Ia mendatangi apartemen kami. Saat hendak  pulang ia mengatakan kepada suamiku bahwa ada makhluk jahat di dalam apartemen kami. Ayah menyarankan kami untuk pindah, dan suamiku menyetujuinya.

Setelah cukup sehat, dokter memperbolehkan aku pulang. Semenjak itu aku tinggal bersama orang tua hingga kelahiran anak pertama. Proses kelahiran anak kami berjalan lancar. Anak kami laki – laki. Saat anak kami lahir, kebetulan tabungan suami sudah cukup untuk membeli rumah.

Kami membeli sebuah rumah di  kawasan Bintaro, sebuah rumah yang cukup besar untuk keluarga kecil, kami pun pindah ke sana. Karena menimbang anak kami yang baru saja lahir, aku mengajak adik perempuanku  untuk tinggal di rumahku. Jadi dia dapat menemaniku dan anakku selama proses penyembuhan.

Beberapa minggu kami tinggal di rumah itu, semua berjalan dengan lancar. Tapi kemudian adik perempuanku mulai bercerita bahwa ia sering melihat anak laki – laki berkeliaran di sekeliling rumah, entah di dalam ataupun di luar. Anehnya ia hanya melihat anak itu saat malam hari saja.

Pernah suatu malam saat adik hendak menjemur pakaian di lantai 2, dia melihat anak laki – laki sedang berdiri di pekarangan. Anak laki – laki itu memerhatikan adikku. Namun saat adikku mencoba melihat dengan lebih dekat, anak itu tiba – tiba menghilang. Adik ketakutan, ia langsung turun ke lantai bawah.

Saat memeriksa pekarangan pun ia tidak menemukan apa – apa. Pernah juga suatu ketika adikku sedang berada di kamarnya mengerjakan tugas kuliahnya, tiba – tiba  saja pintu jendela kamarnya di ketuk. Saat dia periksa, dia melihat anak laki – laki itu berdiri di luar memandang adikku.

Ia melambaikan tangannya di antara gelapnya pekarangan. Adikku langsung menutup tirai jendelanya. Adik pun mulai memperingatkanku. Namun saat aku menceritakanya kepada suami, dia mengatakan untuk tidak berpikir macam – macam. Tidak ada yang salah dengan rumah kami. Aku menurut, akhirnya aku diam saja. 

Semenjak saat itu, anak kami jadi sering menangis di tengah malam. Padahal ia tidak haus, karena saat aku coba susui bayiku menolak. Setelah ku gendong beberapa saat, dia baru kembali tidur. Kejadian itu terus berulang hampir setiap malam, membuatku khawatir dengan keadaan bayiku.

Kadang, saat sedang tertidur pun aku sering mendengar suara anak laki – laki tengah tertawa. Dia seperti sedang bermain dengan sesuatu yang amat menyenangkan. Tapi kemudian suara itu hilang, berganti dengan suara tangis anakku. Herannya, suamiku tidak mendengar apa – apa.

Aku penasaran dan memutuskan untuk tidak tidur cepat pada suatu malam. Aku menonton TV di ruang tamu, sedangkan adikku sudah tertidur di kamarnya. Begitu juga suami, dia sudah tertidur bersama anak kami di kamar. Aku terus menunggu hingga jam menunjukkan pukul 11.30.

Sayup – sayup  terdengar suara itu, suara tawa seorang anak laki – laki. Suara itu berasal dari dalam kamarku, tempat suami dan anakku berada. Aku mengumpulkan keberanian, kemudian beranjak  menuju kamar. Saat sudah berada di depan pintu kamar, suara itu semakin jelas terdengar.

Aku membuka gagang pintu pelan – pelan agar tidak mengeluarkan suara. Saat pintu kamar terbuka, aku kaget sekali ! aku melihat anak laki – laki  berbaju kotak – kotak sedang menggoyangkan tubuh bayiku ! dia menggoyangnya cukup keras. Dia tertawa bahagia saat melakukan itu.

Aku terpekik. Anak laki – laki itu pun menoleh, dan wajahnya sangat menyeramkan. Seluruh bagian wajahnya sudah tidak berbentuk dan di tutupi darah, hanya matanya saja yang terlihat jelas. Menatap ke arahku. Aku berteriak sekeras mungkin dan menutup wajahku.

Seketika suami mu langsung kaget dan bangun dan menenangkan aku.

“Ada apa?”

“Cepat bawa anak kita keluar dari kamar !” Aku berteriak. 

Anakku pun menangis keras, akhirnya kami bertiga keluar dari kamar. Adikku pun terbangun, bingung dengan apa yang terjadi. Aku segera menelpon ayah. Setengah jam kemudian dia datang. Aku menceritakan apa yang terjadi. Mendengar itu ia segera memeriksa sekeliling rumah.

“Sepertinya makhluk itu mengikuti kalian,” ujar Ayah setelah memeriksa rumah.

“Makhluk apa yah?” tanyaku.

“Makhluk dari apartemen lama kalian, seorang ibu dan anaknya.”

“Sepertinya ibu dan anak itu mati di apartemen itu. Ia terjatuh dari lantai 15. Sekarang ia mengikuti kalian. Ini tidak baik untuk anak kalian. Arwah anak itu ingin mempunyai teman, dan menjadikan anak kalian sebagai temanya.” Ayah meneruskan. Ayah memang seorang yang mempunyai kemampuan spiritual, jadi ia dapat melihat hal – hal yang tidak kasat mata.

“Terus gimana yah ?” tanyaku kembali.

“Kita harus bikin pengajian, agar mereka tidak kembali lagi ke sini”.

Keesokan harinya keluarga besar datang. Mereka merencanakan sebuah pengajian di rumah kami, dan akhirnya pengajian di gelar bertepatan dengan malam jumat. Saat pengajian berlangsung, Ayah menyuruhku membawa bayi kami, lalu meletakkannya di tengah – tengah  orang yang sedang mengaji. Bayi kami begitu tenang, ia bahkan tidak menangis padahal suara suara orang yang mengaji cukup keras. 

Saat pengajian, aku sempat mendengar suara gaduh dari pekarangan rumah. Ayah menyuruhku untuk mengabaikannya, dan meneruskan mengaji. Setelah pengajian, rumah itu seperti lebih tenang dari biasanya, rasa was – was  pun semakin lama hilang. Akhirnya kami sekeluarga hidup dengan tenang sampai sekarang. 

Cerita Horor Wanita Cantik Penunggu Stasiun

thegorbalsla.com

Diceritakan kala itu, di awal tahun 2000-an yang kala itu sedang musim alpukat. Seorang gadis bernama Ningsi sangat senang kala itu. Karena Alpukat adalah buah paling favoritnya.  Suatu malam kala ia dalam perjalanan menuju kota, ia melihat gerombolan orang sedang berjalan bersama beriringan.

Dia bersama dengan sang suami kala itu hendak membeli buah. Hujan deras turun malam itu, akhirnya mereka berdua terpaksa harus berteduh sejenak karena tidak membawa jas hujan. Sampai malam larut, ternyata hujan tak kunjung mereda, mereka pun memutuskan untuk nekat.

Dalam perjalanan menuju rumah, ia menemui ada truk yang sedang mogok. Ningsi dan suami memutuskan untuk berhenti. Tiba-tiba saja Ningsi melihat ada segerombolan orang  berjalan dengan bergandengan. Ia pun mengatakan apa yang dilihatnya kepada sang suami.

Namun sang suami ternyata tidak melihat apapun. Ia pun menanyakan kepada salah seorang tukang becak yang sudah mangkal lama di sekitar stasiun. Bapak tersebut mengatakan bahwa memang sudah biasa ada hantu yang lewat disitu yang di duga adalah korban kecelakaan kereta namun mereka tidak mengganggu. 

Baca Juga Cerpen Bobo

Itulah cerita–cerita horor yang kami sajikan. Percaya atau tidak percaya, kita hidup berdampingan dengan makhluk makhluk tak kasat mata.  Mau tidak mau kita harus menghormati adanya mereka, misalnya dengan permisi ketika berada di tempat yang baru. Semoga kita bisa terhindar dari kejadian kejadian horor seperti pada cerita tersebut. Hehe …

Exit mobile version