9+ Ciri Ciri Makhluk Hidup Lengkap Dengan Penjelasan Rincinya

Ciri ciri Makhluk Hidup – Di dalam Bumi, terdapat banyak sekali jenis makhluk hidup baik hewan maupun tumbuhan yang tinggal berdampingan bersama manusia. Agar lebih mudah dalam mempelajarinya, manusia membuat suatu sistem klasifikasi makhluk hidup yang terdiri dari 5 kingdom Terdapat berbagai ukuran, kebiasaan, bentuk, cara hidup, dan ekosistem yang dimiliki setiap kingdom makhluk hidup.

Sebagai makhluk hidup tentu memiliki ciri – ciri khusus yang membedakan dirinya dengan makhluk tak hidup atau benda mati. Maka dari itu, walaupun manusia, hewan, dan tumbuhan memiliki perbedaan, tetapi sebagai makhluk hidup mereka memiliki beberapa kesamaan.  Untuk lebih jelas, berikut penjelasan mengenai ciri ciri makhluk hidup.

Ciri Ciri Makhluk Hidup

Bernapas ( Respirasi )

quickanddirtytips.com

Bernapas atau respirasi adalah suatu proses memasukkan oksigen ke dalam paru-paru dan mengeluarkan gas zat-zat sisa. Sistem pernapasan pada manusia terjadi proses pertukaran antara gas oksigen dan karbondioksida. Pada oksigen akan digunakan untuk proses metabolisme tubuh dan menghasilkan energi.

Sisa-sisa pada metabolisme berupa gas karbondioksida selanjutnya akan dialirkan ke paru-paru dan akan dikeluarkan melalui hidung. Lalu oksigen dialirkan ke seluruh tubuh melalui media darah. Sedangkan pada karbondioksida dialirkan dari seluruh tubuh menuju paru-paru.

Proses pernapasan tidak hanya terjadi pada manusia. Tumbuhan juga membutuhkan udara untuk menghasilkan makanan dan hewan juga memerlukan udara seperti halnya pada manusia. Sehingga dapat diambil kesimpulan bahwa salah satu ciri – ciri makhluk hidup adalah bernapas.

Sistem pernapasan pada setiap makhluk hidup  berbeda – beda yang disesuaikan dengan habitatnya dan jenis makhluk hidup tersebut. Sebagai contoh hewan yang hidup di darat seperti kucing atau anjing bernapas menggunakan paru – paru. Sedangkan pada hewan yang hidup di laut seperti berbagai jenis ikan bernapas menggunakan insang.

Bergerak

Bergerak memiliki arti sebagai berpindahnya sebagian atau seluruh bagian tubuh makhluk hidup karena adanya rangsangan internal atau pun eksternal. Berbagai hewan seperti kuda dan lumba – lumba, kedua jenis hewan tersebut mampu bergerak dari satu tempat ke tempat lainnya.

Walaupun sama – sama bergerak, tetapi setiap hewan memiliki cara bergeraknya masing – masing. Cara bergerak pada kuda tentu berbeda dengan cara bergerak pada lumba – lumba. Pada kuda berjalan dan  berlari menggunakan kaki, sedangkan pada lumba-lumba berenang menggunakan sirip dan ekornya.

Cara bergerak hewan lainnya juga berbeda seperti melata, terbang, melompat, dan lain sebagainya. Alat gerak yang dimiliki oleh setiap  makhluk hidup juga bervariasi tergantung pada habitat dan jenisnya. Maka dari itu dapat diartikan bahwa salah satu ciri – ciri makhluk hidup adalah bergerak.

Semua organisme dapat bergerak, namun tidak seluruh benda yang bergerak termasuk makhluk hidup. Karena untuk dikatakan sebagai makhluk hidup harus memenuhi ciri-ciri makhluk hidup lainnya.

Membutuhkan Makanan atau Nutrisi

informazone.com

Ciri – ciri makhluk hidup selanjutnya adalah membutuhkan makanan atau nutrisi. Ketika manusia merasa sangat lapar pasti ia akan berupaya untuk mencari makanan. Begitu juga dengan hewan ketika membutuhkan makanan untuk bertahan hidup. Jika Anda mempunyai hewan peliharaan tentu setiap hari Anda memberinya makanan.

Berbagai hewan yang hidup di alam bebas juga akan berusaha mencari makanan sendiri agar bisa terus bertahan hidup. Berdasarkan jenis makanannya, hewan bisa dibagi menjadi 3 golongan. Pertama, hewan karnivora ( memakan daging ). Kedua, hewan herbivora (memakan tumbuh-tumbuhan). Ketiga, hewan omnivora ( memakan daging dan tumbuhan ).

Pada tumbuhan juga membutuhkan makanan atau nutrisi untuk menunjang kehidupannya. Pada tumbuhan dalam mendapatkan makanannya melakukan proses fotosintesis. Dengan proses tersebut tumbuhan mampu menghasilkan makanan sendiri dengan bantuan cahaya matahari.

Selain cahaya matahari, tumbuhan juga memerlukan air dan karbondioksida. Semua makhluk hidup tentu membutuhkan makanan dan air. Makanan memiliki fungsi untuk menghasilkan energi, pertumbuhan, dan mengganti berbagai sel tubuh yang rusak. Sedangkan pada air memiliki fungsi sebagai zat pelarut di dalam tubuh

Tumbuh dan Berkembang

Tumbuh adalah suatu proses ketika tubuh manusia semakin bertambah tinggi. Perubahan bentuk pada tubuh terjadi akibat sel-sel dalam tubuh jumlahnya semakin banyak, sehingga volume pada tubuh menjadi bertambah. Pertumbuhan memiliki sifat irreversible, artinya ketika Anda bertambah tinggi maka tidak mungkin kembali menjadi pendek.

Semua makhluk hidup tentu mengalami pertumbuhan, mulai dari kecil hingga menjadi besar. Bayi yang masih kecil waktu baru lahir, lalu tumbuh menjadi remaja, dan kemudian menjadi dewasa. Berbeda dengan tumbuh, berkembang merupakan suatu proses perubahan menuju kedewasaan.

Sebagai contoh perkembangan pada katak. Pada awalnya telur katak menetas dan berubah menjadi berudu, setelah itu berubah menjadi katak berekor, lalu menjadi katak muda, dan pada tahap terakhir berubah menjadi katak dewasa.

Pertumbuhan yang terjadi pada manusia dan hewan memiliki sifat terbatas, artinya hanya dapat tumbuh sampai usia tertentu dan setelah itu pertumbuhannya akan terhenti. Sedangkan pertumbuhan yang terjadi pada tumbuhan biasanya tidak memiliki batasan usia, maka dari itu tumbuhan akan selalu tumbuh seumur hidupnya.

Berkembang Biak ( Reproduksi )

Berkembang biak atau reproduksi  adalah suatu proses menghasilkan keturunan. Semua makhluk hidup tentu tidak dapat hidup selamanya, maka dari itu demi melestarikan jenisnya, setiap makhluk hidup dibekali kemampuan untuk melakukan reproduksi sehingga memiliki keturunan.

Terdapat dua cara makhluk hidup untuk berkembang biak, yaitu ada yang secara seksual atau generatif dan ada juga yang secara aseksual atau vegetatif. Perkembangbiakan secara seksual atau generatif diawali dengan proses peleburan sel kelamin jantan dan sel kelamin betina. Contohnya adalah unggas (bertelur), mamalia ( melahirkan ), dan tumbuhan ( menghasilkan biji ).

Sedangkan perkembangbiakan secara aseksual atau vegetatif tidak melalui tahap peleburan dua jenis sel kelamin. Contohnya makhluk hidup dari kingdom protozoa yaitu Amoeba. Makhluk tersebut berkembang biak dengan cara membelah diri. Contoh lainnya adalah tumbuhan yang berkembang biak dengan cara stek, dicangkok, tempel, dan merunduk.  

Peka Terhadap Rangsangan ( Iritabilita )

wikimedia.org

Supaya dapat bertahan hidup, semua makhluk hidup harus dapat menghadapi perubahan lingkungan. Sebagai contoh manusia secara spontan akan memejamkan mata saat ada benda yang tiba-tiba mendekat ke arahnya. Contoh lainnya ketika ada seekor lalat yang hinggap di belakang tubuh sapi, maka secara spontan sapi tersebut akan mengibaskan ekornya.  

Hewan dan manusia memiliki berbagai indera yang memiliki fungsi untuk mengetahui adanya rangsangan. Pada manusia telah diberikan lima indra atau panca indera oleh Tuhan yang Maha Esa. Manusia telah diberi mata untuk melihat, lidah untuk merasa, hidung untuk mencium bau, telinga untuk mendengar, dan kulit untuk meraba.

Pada tumbuhan juga peka terhadap rangsangan. Sebagai contoh gerakan tumbuhan yang mendekat ke arah datangnya cahaya yang dikenal dengan nama fotonasti. Akibat cahaya matahari pada bagian batang tumbuhan menjadi berbelok ke arah datangnya matahari. Terdapat juga gerakan seismonasti  yaitu daun putri malu yang akan tertutup jika disentuh oleh tangan.

Berdasarkan contoh – contoh dan penjelasan di atas tentu dapat disimpulkan bahwa peka terhadap rangsangan termasuk ciri – ciri makhluk hidup.

Melakukan Metabolisme

pixabay.com

Metabolisme adalah suatu proses kimia yang terjadi di dalam tubuh makhluk hidup. Hal – hal yang memiliki keterkaitan dengan proses metabolisme adalah sistem pernapasan dan ekskresi. Sistem pernapasan pada tumbuhan, gas karbon dioksida dan air dipakai dalam proses kimia berupa fotosintesis.

Pada proses tersebut, air dan karbon dioksida melalui bantuan sinar matahari mengalami suatu perubahan sehingga menjadi oksigen dan glukosa.  Manusia dan hewan juga melakukan suatu proses metabolisme agar dapat menghasilkan energi yang berguna untuk melakukan reproduksi, pertumbuhan, perkembangan, dan bergerak.

Pada proses metabolisme dibagi menjadi 2, yaitu anabolisme dan katabolisme. Anabolisme adalah suatu proses metabolisme yang mengubah beberapa senyawa organik sederhana menjadi senyawa kompleks. Sebagai contoh adalah proses fotosintesis pada tumbuhan hijau. Sedangkan katabolisme adalah suatu proses penguraian senyawa kimia kompleks. Sebagai contoh penguraian pada zat gula menjadi air dan CO2 pada manusia.

Mengeluarkan Zat – zat Sisa ( Ekskresi )

forbes.com

Semua makhluk hidup tentu mengeluarkan zat – zat sisa yang dapat berbahaya dan meracuni tubuhnya. Organ ekskresi pada manusia terdiri dari kulit, paru – paru, ginjal, dan anus. Pada paru – paru mengeluarkan zat sisa yang berbentuk gas karbon dioksida dan uap air.

Sedangkan pada kulit mengeluarkan zat sisa berbentuk keringat yang tersusun atas air, urea, dan garam. Pada ginjal mengekskresikan zat sisa berupa urin yang tersusun atas air, garam, dan urea. Sedangkan pada  anus adalah bagian paling akhir dalam sistem pencernaan yang memiliki fungsi untuk mengeluarkan feses.

Pada hewan juga melakukan proses ekskresi dengan cara yang sama seperti manusia. Pada tumbuhan juga mengeluarkan zat- zat sisa. Pengeluaran zat sisa yang terjadi pada tumbuhan berupa gas oksigen dilakukan melalui bagian stomata dan lentisel.

Dengan demikian, telah terbukti bahwa mengeluarkan zat sisa termasuk salah satu ciri – ciri makhluk hidup.

Menyesuaikan Diri Terhadap Lingkungannya ( Adaptasi )

pixabay.com

Adaptasi merupakan salah satu kemampuan makhluk hidup untuk dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan agar mampu bertahan hidup di habitatnya. Sebagai contoh adaptasi pada hewan adalah dengan adanya berbagai bentuk paruh dan kaki pada burung yang berkaitan dengan jenis makanan dan tempat ia tinggal.

Sedangkan contoh adaptasi pada tumbuhan adalah terdapat berbagai macam bentuk daun pada tumbuhan yang disesuaikan dengan tempat hidup masing – masing tumbuhan tersebut. Dalam artian tumbuhan ada yang hidup di daerah lembap, berair, dan ada juga di tempat yang kering. Adaptasi juga bisa berupa perilaku, seperti kuda nil yang berendam di lumpur ketika sedang mengalami kepanasan.

Mengenal ciri ciri makhluk hidup tentu sangat penting dalam proses pembelajaran untuk belajar salah satu ilmu dasar dalam mengenal ilmu pengetahuan alam. Dengan penjelasan di atas, Anda tentu akan dengan mudah membedakan antara makhluk hidup dan makhluk tidak hidup dengan mengamati karakteristiknya. Dengan begitu Anda tidak akan mengalami kesalahan dalam mengenali makhluk hidup.

9+ Ciri Ciri Makhluk Hidup Lengkap Dengan Penjelasan Rincinya

9+ Contoh Jurnal : Jenis-Jenis, Macam, Syarat, Kaidah dan Cara Penulisannya

Contoh jurnal – Jurnal termasuk dalam karya tulis ilmiah yang di publikasi secara berkala. Artikel ilmiah yang selanjutnya di sebut jurnal ini di terbitkan secara periodik dalam waktu-waktu tertentu seperti bulanan atau setengah semester, beberapa di terbitkan tahunan.

Jenis-jenis Jurnal

www.filotansi.com

Terdapat berbagai macam jurnal yang di publikasikan sesuai dengan fungsi dan fokus pembacanya. Secara umum jurnal dapat di klarifikasikan menjadi 3 macam sebagai berikut:

  • Popular Journals

Jurnal populer seperti  Time, Vogue, dan Economist ini berisikan berbagai macam tulisan  yang memberi informasi maupun menghibur pembacanya. Tulisan dapat berupa berita, editorial, pendapat atau opini, serta cerita feature . Seperti namanya, bahasa populer di gunakan dalam penulisan artikel dalam jurnal sehingga mudah di pahami.

Selain karya ilmiah, dalam jurnal ini juga bisa berisi konten tambahan berupa iklan, ilustrasi, gambar, foto, kutipan hingga biografi.   

  • Scholarly Journals

Jurnal yang sering di gunakan di kalangan akademisi ini berisi sejumlah artikel yang di terbitkan secara berkala dalam jangka waktu tertentu yang bertujuan untuk memberi pengetahuan dan mempublikasikan hasil penelitian atau temuan terbaru.

The Journal of Science and Technology, atau Publishing Research Quarterly adalah contoh dari Scholarly Journal yang bisa juga berisi ulasan atau kritik mengenai sebuah studi dan temuan.

  • Professional atau Trade Journals

Jurnal-jurnal seperti MediaWeek, The Bookseller, dan Advertising Age yang berisi kumpulan berita terbaru atau up to date ini menargetkan para profesional atau pelaku industri sebagai pembacanya.

Pendapat hingga saran praktis terhadap sebuah produk baru hingga ulasan-ulasan yang menginformasikan pada pembaca mengenai kejadian dalam dunia industri atau profesional juga menjadi bagian dalam Professional Journal.

Macam-macam Jurnal

www.jurnal.id

Jurnal ilmiah dan jurnal akuntansi yang termasuk dalam kategori Scholarly Journals merupakan jenis jurnal yang paling umum dan sering di jumpai di antara tiga klasifikasi jurnal yang ada.

  • Jurnal Ilmiah

Media publikasi yang satu ini memuat sejumlah karya tulis ilmiah lengkap dengan data serta informasi saintifik. Jurnal ilmiah di tulis mengikuti aturan dan menyesuaikan kaidah ketentuan ilmiah. Jurnal ini di terbitkan secara berkala.

Jurnal ilmiah yang di kenal seperti  jurnal ilmiah kesehatan, jurnal ilmiah biologi, akuntansi keuangan, teknik informatika, merupakan jenis jurnal akademik yang di gunakan sebagai sarana untuk mempublikasikan artikel ilmiah.

Tak hanya di publikasikan dalam skala nasional, jurnal ilmiah juga telah banyak hadir hingga mencakup skala internasional. Kedua jenis jurnal ilmiah ini memiliki fungsi yang sama, yaitu mempublikasikan karya yang kreatif dan inovatif. Penggunaan bahasa menjadi perbedaan yang paling mendasar dari kedua jurnal ini.

  • Jurnal Akuntansi

Jurnal dalam ranah akuntansi di artikan sebagai catatan  akuntansi permanen yang pertama, dan di gunakan untuk mencatat transaksi keuangan perusahaan. Jurnal akuntansi harus di rancang dengan teliti sehingga tidak akan terjadi kecacatan dalam pencatatan suatu transaksi.

Catatan yang di muat di dalam jurnal ini di lengkapi dengan penjelasan, tanggal serta informasi lain, sehingga catatan tersebut mudah di telusuri dan di usut kembali ke dokumen sumbernya.

Selain berfungsi sebagai petunjuk untuk menemukan sumber dari sebuah data transaksi, jurnal juga di gunakan sebagai penyedia ringkasan data yang di tampung dalam rekening-rekening buku besar. Jurnal akuntansi juga di gunakan untuk menyimpan data pencatatan keuangan perusahaan.

Syarat Pembuatan Jurnal Ilmiah

Syarat Pembuatan Jurnal Ilmiah

Sudah menjadi ketentuan, untuk memastikan kualitas dan tingkat keilmiahan suatu jurnal yang di terbitkan, jurnal ilmiah juga wajib memenuhi beberapa syarat administratif berikut:

  • Terdaftar dan memiliki ISSN atau International Standard Serial Number.
  • Memiliki mitra minimal berjumlah 4 (empat) orang.
  • Di terbitkan secara periodik dengan frekuensi minimal dua kali dalam satu tahun, kecuali majalah ilmiah dengan cakupan spesialisasi keilmuan khusus yang bisa di publikasi dengan  frekuensi satu kali dalam satu tahun.
  • Setiap penerbitannya minimal sebanyak 300 eksemplar, kecuali majalah ilmiah yang menerbitkan dengan sistem jurnal elektronik (e-journal) atau majalah ilmiah yang menerapkan sistem daring (online), persyaratannya sama dengan majalah ilmiah cetak.
  • Memuat paling sedikit 5 artikel utama di setiap penerbitan, dan dapat di tambahkan dengan artikel komunikasi pendek dengan maksimal 3 buah.

Kaidah-kaidah Penulisan Jurnal Ilmiah

Kaidah-kaidah Penulisan Jurnal Ilmiah

Sumber data dan informasi yang di jadikan dasar dalam penyusunan karya tulis ilmiah seperti jurnal ilmiah haruskah valid dan di tulis sesuai ketentuan atau kaidah-kaidah ilmiah.

  • Logis, artinya sajian penjelasan dari informasi dan data yang dalam jurnal ilmiah masuk akal dan sesuai dengan logika dan rasio.
  • Obyektif, artinya data dan informasi yang di sajikan sesuai fakta dan teruji kebenarannya.
  • Sistematis, artinya alur pola pikir yang ilmiah, sistematis, dan konsisten atau berkelanjutan menjadi landasan untuk data dan informasi yang di sajikan di peroleh.
  • Andal, artinya informasi dan data yang tertuang dalam jurnal sudah teruji dan benar, serta memungkinkan untuk dikaji ulang di masa mendatang.
  • Desain, berarti pengumpulan data dan informasi dala jurnal terencanakan dan memiliki rancangan yang pasti.
  • Akumulatif, berarti jurnal tersebut mengandung  informasi dari kumpulan berbagai macam sumber yang di akui kebenaran dan keberadaannya dan memberikan sumbangsih bagi perkembangan khasanah ilmu pengetahuan.

Jurnal Ilmiah dan Fungsinya

www.romadecade.org

Perkembangan ilmu pengetahuan atau sebuah kajian ilmu hingga penemuan baru dalam pendidikan dan pengetahuan selalu berkaitan dengan jurnal ilmiah.

Hasil penelitian yang di publikasi dalam jurnal ilmiah akan menjadi sumber pengetahuan dan kajian baru di dunia sains. Sebuah jurnal ilmiah memiliki beberapa fungsi sebagai berikut:

  • Publikasi Hak Cipta

Jurnal ilmiah dapat di fungsikan sebagai mempublikasikan klaim prioritas atas ilmu pengetahuan. Penulis sebuah jurnal memiliki hak untuk memiliki “Hak Cipta” dalam  penelitiannya dan ide-ide yang di munculkan. Adanya hak cipta ini akan memberikan kepastian bahwa hasil penelitian penulis tersebut di hormati dan di akui.

Hal ini juga sekaligus berarti bahwa sebuah jurnal tidak boleh terlalu lama menunda untuk di publikasikan. Karena memungkinkan penulis lain untuk menduplikat atau bahkan mencuri hak ciptanya.

  • Informasi

Jurnal ilmiah memiliki fungsi menginformasikan hasil sebuah penelitian atau penemuan ilmiah kepada masyarakat yang tengah mencari informasi atau data pendukung dari jurnal yang di maksud. Hal ini juga bermakna bahwa di dalam sebuah  jurnal perlu di pastikan untuk mengandung konten dan isi yang tepat.

  • Perizinan

Sebuah jurnal wajib memiliki informasi dan data ilmiah yang berpatokan sesuai kriteria kualitas untuk setiap sesuatu yang di terbitkan. Konten ini  juga bertujuan untuk melindungi pembaca, termasuk untuk para penulis dari segala bentuk penipuan atau informasi yang salah.

  • Archival record

Archival record bermakna menjaga catatan atau record ilmu pengetahuan. Archival record ini bertujuan menyiapkan sebuah sistem penyimpanan permanen untuk setiap karya tulis yang di publikasikan, sehingga tulisan-tulisan tersebut dapat di akses setiap saat dan di mana saja.

Jenis-Jenis Jurnal Ilmiah

www.bagi-in.com

Terdapat beberapa jenis jurnal ilmiah, yakni jurnal nasional, jurnal nasional terakreditasi, jurnal internasional, dan juga jurnal internasional bereputasi.

1. Jurnal Nasional

Jurnal ilmiah ini di terbitkan secara berkala dan memiliki kriteria sebagai berikut:

  • Di tulis sesuai ketentuan atau kaidah-kaidah ilmiah serta etika keilmuan.
  • Memiliki ISSN (International Standard Serial Number).
  • Memiliki publikasi versi daring (online).
  • Di kelola secara professional seperti misalnya ketepatan publikasi keberkalaan, ketersediaan tentang petunjuk penulisan, kelengkapan identitas jurnal, dan lain lain.
  • Bertujuan untuk menampung, memberi informasi atau mempublikasikan hasil-hasil penelitian ilmiah atau konsep ilmiah dalam suatu disiplin ilmu tertentu.
  • Jurnal Nasional ini di tujukan pada masyarakat ilmiah atau peneliti yang berada dalam lingkup disiplin keilmuan yang relevan.
  • Di terbitkan oleh penerbit ilmiah, lembaga ilmiah, organisasi profesi, atau instansi khusus seperti perguruan tinggi beserta unit-unitnya.
  • Di tulis menggunakan Bahasa Indonesia yang baku dan atau Bahasa Inggris dengan penulisan abstrak dalam Bahasa Indonesia.
  • Memuat karya tulis ilmiah dari penulis yang berasal dari minimal dua institusi yang berbeda.
  • Memiliki dewan editor yang terdiri dari para ahli dalam bidangnya serta berasal dari minimal dua institusi berbeda.

2. Jurnal Nasional Terakreditasi

Jurnal nasional terakreditasi adalah jurnal terbitan berkala ilmiah yang memperoleh status terakreditasi dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Dirjen Dikti) atau kepala LIPI, dan memenuhi kriteria sebagai jurnal nasional dengan masa berlaku sesuai hasil akreditasi.

3. Jurnal Internasional

Jurnal internasional yaitu jurnal terbitan berkala ilmiah yang memiliki kriteria berikut:

  • Karya ilmiah yang di publikasi di tulis sesuai dengan ketentuan penulisan dan telah memenuhi kaidah ilmiah serta etika keilmuan.
  • Memiliki ISSN (International Standard Serial Number).
  • Di tulis menggunakan bahasa resmi Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) yakni Inggris, Perancis, Arab, Rusia, atau Tiongkok.
  • Memiliki terbitan dalam versi daring (online).
  • Di kelola secara professional seperti misalnya ketepatan publikasi keberkalaan, ketersediaan tentang petunjuk penulisan, kelengkapan identitas jurnal, dan lain lain .
  • Dewan editor atau editorial board terdiri dari para pakar di bidangnya dan setidaknya berasal dari 4 negara berbeda.
  • Karya tulis ilmiah yang di terbitkan dalam satu kali terbitan (issue) ditulis oleh penulis dari negara-negara berbeda.

4. Jurnal Internasional Bereputasi

Jurnal internasional bereputasi adalah jurnal ilmiah yang terbit secara berkala yang di tulis menggunakan bahasa resmi Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) yakni Inggris, Perancis, Arab, Rusia, atau Tiongkok, dengan syarat tambahan sudah terindeksi oleh pangkalan data internasional bereputasi seperti Scopus atau Web of Science, dan memiliki faktor dampak (impact factor) dari ISI Web of Science (Thomson Reuters),  Scimago Journal Rank (SJR), atau mempunyai faktor dampak (SJR) dari SCImago Journal and Country Rank paling rendah Q3 (kuartil tiga).

Jurnal Akuntansi dan Fungsinya

www.pelajaran.id

Beberapa fungsi dari jurnal akuntansi adalah sebagai berikut.

  • Fungsi Pencatatan

Jurnal akuntansi berguna untuk melakukan pencatatan di setiap transaksi yang di lakukan dalam aktivitas bisnis. Aktivitas ini mencakup permodalan, kekayaan atau aset, pembiayaan, hingga neraca saldo serta neraca lajur.

Semakin lengkap data yang di input dan ditulis, maka akan semakin baik kualitas jurnal akuntansinya. Hingga nantinya dapat memberi data finansial yang benar-benar akurat, kredibel dan sesuai bukti.

  • Fungsi Analisis

Analisis dalam jurnal akuntansi ini dapat mencakup pencatatan dalam pendebitan, pengkreditan di sertai jumlahnya, hingga penggolongan. Kegiatan pencatatan dalam jurnal akuntansi merupakan hasil dari analisis transaksi seperti pendebitan dan pengkreditan akun-akun yang terpengaruh.

Misalnya, ketika perusahaan melakukan sebuah transaksi, Staff harus bisa menentukan apakah akun transaksi tersebut termasuk kategori debit ataukah kredit.

  • Fungsi Historis

Pada umumnya, jurnal akuntansi mencatat segala bentuk kegiatan perusahaan sehari-hari dalam bentuk angka, yang mana kegiatan ini terjadi secara terus menerus.

Dalam proses pencatatan jurnal akuntansi, di anjurkan untuk mencatat detail setiap transaksi berdasar tanggal terjadinya transaksi tersebut. Sehingga, bisa di katakan bahwa jurnal akuntansi pun mempunyai fungsi historis karena pencatatan di lakukan secara sistematis dan sesuai kronologi waktu.

Jenis Jurnal Akuntansi

Jenis Jurnal Akuntansi

Terdapat dua jenis jurnal akuntansi yang sering di temukan, yakni jurnal umum dan jurnal khusus.

a. Jurnal Umum

Jurnal umum biasanya di gunakan oleh perusahaan yang bergerak dalam bidang jasa. Jurnal Umum di gunakan untuk mencatat seluruh aktivitas transaksi keuangan secara detail dan dalam kronologi waktu. Hal ini di sebabkan karena transaksi dalam perusahaan jasa lebih mudah untuk di catat dengan mengikuti urutan tanggal. 

Apabila jenis transaksi yang terjadi semakin banyak, dan frekuensi berlangsungnya semakin tinggi, jurnal umum akan di bagi menjadi  jurnal khusus. Pemecahan jurnal umum  menjadi jurnal khusus ini dapat di lakukan atas dasar alasan sebagai berikut :

  • Guna pengumpulan dan pengelompokan transaksi yang sama dengan frekuensi terjadinya tinggi.
  • Mengurangi pekerjaan pembukuan ke dalam buku besar dan untuk menggolongkan transaksi yang di catat.
  • Memungkinkan beberapa orang untuk melakukan pengerjaan pencatatan transaksi ke jurnal.
  • Guna menciptakan pengendalian internal.

b. Jurnal Khusus

Pada kegiatan pembelian yang di lakukan secara kredit, perusahaan menyediakan satu jurnal khusus yang di kenal dengan sebutan jurnal pembelian. Setiap kali terdapat transaksi kredit, maka petugas akan mencatatnya. Lalu, secara berkala, misal setiap bulan, setiap transaksi yang ada di jumlahkan dan di pindahkan ke dalam buku besar.

Jurnal Khusus adalah jurnal yang di kelompokkan sesuai dengan jenis transaksi. Pada setiap proses transaksi, petugas pembukuan akan mengidentifikasi jenis-jenis transaksi yang terjadi, dan mencatatnya dalam jurnal khusus.

Contohnya apabila dalam satu bulan perusahaan melakukan pembelian kredit sejumlah 50 kali, maka petugas hanya akan mengurus 4 atau 5 akun, tergantung pada kebijakan perusahaan dalam hal mengklasifikasi transaksinya.

Jenis-Jenis Jurnal Khusus

www.jurnal.id

Jurnal Khusus pada satu perusahaan akan berbeda dengan jurnal perusahaan lain karena setiap perusahaan merancang dan menyediakan jurnal khusus sesuai dengan kebutuhan perusahaannya masing masing. Jenis-jenis jurnal khusus adalah sebagai berikut.

  • Jurnal Pembelian

Jurnal ini sering sering di sebut juga dengan buku pembelian. Jurnal pembelian adalah buku harian khusus yang berfungsi untuk mencatat data-data transaksi pembelian barang dagang serta barang lainnya yang di lakukan dengan cara kredit.

  • Jurnal Penjualan

Jurnal penjualan adalah sebuah buku harian khusus  yang berfungsi untuk mencatat transaksi penjualan barang dagangan atau jasa yang di lakukan dengan pembayaran kredit.

  • Jurnal Penerimaan kas

Jurnal penerimaan kas ini sering di sebut juga dengan buku kas masuk atau pemasukan Jurnal penerimaan kas adalah sebuah buku harian khusus yang berfungsi untuk mencatat semua transaksi penerimaan tunai, baik berupa cek atau pun kas seperti penerimaan piutang, penerimaan uang dari penjualan tunai dan lain sebagainya.

  • Jurnal Pengeluaran kas

Jurnal ini sering di sebut juga dengan buku kas keluar/ pengeluaran. Jurnal pengeluaran kas adalah buku harian khusus yang berfungsi untuk mencatat semua transaksi pembayaran tunai, baik menggunakan cek maupun kas.

Selain itu, jurnal ini juga berfungsi untuk mencatat semua transaksi pengeluaran kas, misalnya pembayaran hutang, dan pembayaran beban.

Contoh Jurnal Ilmiah dan Jurnal Akuntansi

Contoh Jurnal Ilmiah dan Jurnal Akuntansi

Berikut ini adalah beberapa contoh jurnal ilmiah dan jurnal akuntansi yang sering di gunakan.

1. Contoh Jurnal Ilmiah

www.romadecade.org

Seperti yang telah di paparkan sebelumnya bahwa jurnal ilmiah dapat di bagi menjadi dua jenis yakni jurnal ilmiah nasional dan jurnal ilmiah internasional. Jurnal ilmiah internasional sendiri ada yang telah memiliki reputasi dan sebagian lagi masih belum bereputasi.

Di mana jurnal ilmiah internasional yang bereputasi ini telah terindeks oleh database internasional, seperti Web of Science, Scopus, maupun Microsoft Academic Search. Berikut ini adalah contoh penulisan jurnal ilmiah berikut tata penulisan dan letaknya.

  • Judul

Setiap jurnal ilmiah perlu memiliki judul yang di tulis dengan jelas. Adanya judul yang jelas akan memudahkan pembaca untuk mengetahui inti atau isi dari jurnal secara sekilas tanpa harus membaca keseluruhan dari jurnal tersebut. Contohnya, judul  “Analisis kandungan klorofil dan antosianain dalam daun suji”.

Permasalahan  judul ini telah memberikan gambaran pada pembaca mengenai isi yang ada dalam jurnal ini. Setelah penulisan judul, dalam jurnal kemudian di lanjutkan dengan nama penulis artikel, email dan alamat institusi /perguruan tinggi.

  • Abstrak

Bagian abstrak yang terdapat dalam jurnal ilmiah memiliki fungsi untuk merangkum secara singkat mengenai isi sebuah jurnal. Penulisan abstrak di maksudkan untuk menjadi sebuah penjelasan bagi pembaca tanpa harus membaca keseluruhan isi yang terdapat pada jurnal.

Bagian abstrak biasanya tersaji dalam sekitar 250 hingga 500 kata (sesuai pedoman yang diikuti) yang merangkum bagian-bagian jurnal meliputi tujuan, metode, hasil hingga kesimpulan. Abstrak biasanya di tulis dengan huruf miring atau italic. Abstrak juga biasanya terdiri dari dua bahasa yakni abstrak bahasa Indonesia dan bahasa Inggris.

Pada penulisan abstrak ini tidak boleh  menggunakan akronim atau pun kutipan. Bagian abstrak juga harus berdiri sendiri, tidak boleh terdapat catatan kaki. Biasanya, bagian abstrak ini di tulis pada tahap akhir setelah selesai menyusun sebuah karya tulis ilmiah.

Cara mudah atau tips untuk menulis abstrak adalah dengan mengutip poin-poin penting dari setiap bagian jurnal yakni pendahuluan, metode, hasil dan kesimpulan. Dari poin-poin tersebut kemudian di gunakan untuk menyusun sebuah deskripsi singkat mengenai jurnal yang telah di buat.

Di bagian akhir atau paling bawah abstrak terdapat kata kunci yang berfungsi agar poin-poin penting yang ada dalam  jurnal ini lebih mudah di temukan, salah satunya oleh mesin pencari. Kata kunci ini biasanya terdiri dari 5 kata.

  • Pendahuluan

Pendahuluan adalah beberapa pernyataan mengenai objek yang sedang di teliti atau di selidiki, yang memberikan informasi pada pembaca, guna memahami tujuan maupun spesifikasi dalam kerangka teoritis dalam skup yang lebih besar.

Bagian pendahuluan ini juga bisa mencakup informasi mengenai latar belakang masalah, rumusan masalah dan tujuan penelitian. Seluruh informasi pada latar belakang yang di peroleh dari sumber lain harus menjadi kutipan dan di buat catatan kaki. Pendahuluan hendaknya tidak di buat terlalu panjang untuk menghindari ketidak efektifan kata dan sifat yang bertele-tele.

  • Bahan Dan Metode

Bagian ini menjelaskan mengenai prosedur penelitian yang di lakukan untuk mendapatkan data. Peneliti dapat menjelaskan prosedur penelitian atau langkah kerja, peralatan dan bahan yang di gunakan, metode pengumpulan data, hingga jenis pengendalian variabel penelitian.

Jika pengumpulan data penelitian di lakukan di alam, maka penulis perlu mendeskripsikan daerah penelitian, lokasi, dan menjelaskan langkah-langkah kerja yang di lakukan. Dalam bagian ini peneliti juga menjelaskan teknik analisis. Misalnya penjelasan mengenai teknik pengambilan sampel.

  • Hasil

Di bagian ini peneliti menyajikan data yang ringkas mengenai hasil dari penelitian atau observasi yang telah di lakukan. Hasil ini di buat secara padat dan jelas dengan menggunakan bentuk eksplanasi berupa teks naratif, tabel, ataupun grafik. Hasil penelitian yang di sajikan bukanlah interpretasi data akhir atau kesimpulan dari keseluruhan data.

Data yang di sajikan dalam tabel/ gambar juga harus lengkap, teks naratif perlu di sajikan dalam bentuk yang mudah di pahami oleh pembaca. Hasil penelitian dalam bagian ini haruslah di deskripsikan secara jelas, lengkap, padat serta akurat.

Data yang di tampilkan haruslah objektif, sehingga tidak menimbulkan interprestasi yang berbeda. Maka dari itu, penulisan pada bagian ini menjadi hal yang harus di perhatikan.

  • Pembahasan

Pada pembahasan ini, peneliti mengulas data dengan pola yang di amati. Hubungan antar variabel percobaan serta korelasi antara variable yang di teliti dapat di lihat dengan jelas.

Dalam bagian ini, peneliti harus menyertakan penjelasan dan pemaparan yang terkait dengan hipotesis penelitian dan memberikan hasil penelitian terkait yang di lakukan oleh peneliti lain atau penelitian sebelumnya.

Setiap penelitian tidak harus selalu mengacu pada perbedaan yang besar atau pun kecenderungan yang menjadi sesuatu hal penting.

Hasil yang bersifat negatif juga perlu di jelaskan, kemudian di kaji dan di beri pemaparan apa penyebabnya. Hal seperti ini mungkin bisa menjadi sesuatu yang penting untuk di teliti kembali pada penelitian selanjutnya.

  • Kesimpulan

Bagian kesimpulan merupakan jawaban dari pernyataan yang ada dalam pendahuluan, yakni pada bagian tujuan penelitian. Dalam membuat bagian kesimpulan peneliti perlu menjawab pertanyaan pada bagian tujuan sesuai dengan hasil penelitian yang telah di dapatkan.

Mengacu pada bagian pendahuluan dan kesimpulan, pembaca akan lebih mudah untuk menemukan ide yang baik berdasar kelemahan dari penelitian tersebut.

  • Daftar Pustaka

Daftar pustaka berisi sumber informasi atau data yang di gunakan dalam penulisan penelitian. Seluruh kutipan yang di dapatkan oleh peneliti harus di tuliskan sesuai dengan urutan abjad pada bagian ini. Aturan penulisan daftar pustaka ini bertujuan untuk memudahkan pembaca yang ingin merujuk ke literatur asli.

2. Contoh Jurnal Akuntansi

Contoh Jurnal Akuntansi

Berikut ini adalah contoh jurnal akuntansi umum dan salah satu jenis jurnal akuntansi khusus yakni jurnal penjualan.

Contoh Jurnal Akuntansi Umum

Jurnal umum merupakan dasar serta pedoman dalam membuat laporan keuangan perusahaan. Namun ternyata banyak orang yang masih kesulitan dengan sistem jurnal karena bingung dalam memasukkan data ke akun yang mana.

Suatu jenis transaksi harus di tempatkan pada akun yang benar, sebab apabila salah, proses siklus akuntansi bisa tidak normal. Maka dari, itu dalam rangka menghindari kesalahan dalam pembuatan jurnal umum, perlu mengetahui saldo normal setiap kelompok pada masing-masing akun.

Berikut ini adalah contoh tabel saldo normal kelompok akun:

Nomor Kode Akun Nama Akun Debet Kredit Saldo Normal
1 Aktiva + Debet
2 Modal + Kredit
3 Kewajiban + Kredit
4 Beban + Debet
5 Pendapatan + Kredit

Keterangan :

Pada poin Aktiva. Apabila akun Aktiva bertambah, maka pencatatannya berada di posisi Debet, dan apabila Aktiva berkurang, maka pencatatannya ada di posisi Kredit.

Pada poin Kewajiban. Apabila akun Kewajiban bertambah maka pencatatannya ada di posisi Kredit, dan sebaliknya apabila kewajiban berkurang, maka pencatatannya ada di kolom Debet.

Pada poin Modal. Apabila akun modal bertambah, maka pencatatannya rada di posisi kredit, dan apabila modal berkurang maka pencatatannya ada di posisi debet. Pada poin Pendapatan. Apabila akun pendapatan mengalami kenaikan maka pencatatannya ada di posisi kredit, dan apabila pendapatan mengalami penurunan, maka pencatatannya ada di posisi debet.

Pada poin Beban. Apabila beban bertambah, maka pencatatannya ada di posisi debet, dan apabila beban tersebut berkurang, maka pencatatannya ada di kolom kredit.

Sebelum masuk ke dalam sisi akuntansi terdapat langkah-langkah yang harus di lakukan,

  • Identifikasi nama perkiraan serta kelompok akun apa saja yang berkaitan dengan transaksi tersebut.
  • Perhatikan  juga saldo normal beserta jenis transaksinya, juga identifikasi saldo yang ada, apakah bertambah atau berkurang.
  • Perhatikan juga adanya nominal transaksi, dan harus teliti dalam penulisan datanya.

Baca Juga: Pengertian Otonomi Daerah

Berikut ini adalah contoh deskripsi transaksi dan jurnal umum yang sering di gunakan.

  1. Tanggal 1 Maret 2019, Bapak Imron membuka usaha toko kayu dengan menggunakan nama “Toko Kayu Maju  Jaya”. Sebagai modal awal bapak Imron menyetor uang tunai sebesar Rp 25.000.000,-
  2. Tanggal 5 Maret 2019, Toko Kayu Maju Jaya membeli perlengkapan untuk usahanya senilai Rp 5.000.000,- secara kredit
  3. Tanggal 21 Maret 2019, Toko Kayu Maju Jaya membayar beban listrik, serta beban telepon dengan total senilai Rp 600.000,-

Sedangkan apabila di tulis dalam bentuk tabulasi, maka berikut adalah contohnya.

JURNAL UMUM

PERIODE MARET 2019

Tanggal

(2019)

Ket. Ref. Saldo
Debit Kredit
Maret, 10 Kas Rp. 25.000.000
       Modal Bapak Rendy Rp. 25.000.000
Maret, 15 Perlengkapan Rp. 5.000.000
       Hutang usaha Rp. 5.000.000
Maret, 30 Beban listrik dan telepon Rp. 500.000
       Kas Rp.500.000
Total Rp.30.500.000 Rp.30.500.000

 Contoh Jurnal Akuntansi Khusus (Jurnal Pembelian dan Jurnal Penjualan)

JURNAL PENJUALAN

PERIODE MARET 2019

Tanggal Nomor Faktur Ket. Ref. Sarat pembayaran Piutang dagang (D)

Penjualan (K)

4 Maret 2019 Toko Insan Merdeka 2/20, n/40 Rp. 9.000.0000
7 Maret 2019 Toko Teluk 2/25, n/50 Rp. 7.000.0000
14 Maret 2019 Toko Adil 5/10, n/50 Rp. 2.000.0000
Jumlah Rp.30.500.000 Rp.23.000.000

 

JURNAL PEMBELIAN

PERIODE MARET 2019

Tanggal

 

Ket. Ref. Debit Utang Dagang
Pembelian Serba-Serbi
Ref Akun Jumlah
6 Maret CV Karya Rp. 5.000.000 Rp. 5.000.000
9 Maret CV Rinjani Rp. 6.000.000 Rp. 6.000.000
15 Maret CV Mawar Rp. 4.000.000 Peralatan Rp. 50.000 Rp. 4.000.000
Jumlah Rp. 18.050.000

 

Itulah ulasan dan tata cara penulisan jurnal ilmiah beserta contohnya. Semoga bermanfaat! dan menambah inpirasi anda mengenai contoh junal.

9+ Contoh Jurnal : Jenis-Jenis, Macam, Syarat, Kaidah dan Cara Penulisannya

9+ Contoh Daftar Pustaka, Buku, Skripsi, Artikel, Hasil Wawancara, Dll

Contoh Daftar Pustaka – Daftar pustaka adalah sesuatu yang tidak boleh diabaikan oleh para pelajar terutama mahasiswa. Hal ini dikarenakan daftar pustaka tersebut mempunyai berbagai fungsi penting di mana di antaranya adalah menjadikan karya tulis lebih valid karena disusun dengan berdasarkan pada referensi yang sesuai dengan bidang yang dikaji.

Selain itu, daftar pustaka juga bisa menyelamatkan seorang penulis dari tuduhan plagiasi karya orang lain.

Meski sifatnya sangat penting, namun masih banyak orang yang belum tahu cara membuat daftar pustaka.

Nah, jika Anda juga mengalami kesulitan dalam hal menyusun menyusun daftar referensi ini, Anda bisa memperhatikan beberapa contoh daftar pustaka yang ada di bawah ini.

Contoh Daftar Pustaka untuk Skripsi

trikdantips.com

Terutama untuk mahasiswa yang sudah menempuh skripsi, maka dia harus memahami dengan benar masalah daftar pustaka ini. Daftar pustaka wajib ditulis saat yang bersangkutan mencantumkan atau mengutip catatan orang lain di dalam karya tulisnya sendiri. Tentunya, penulisan daftar pustaka ini mempunyai kaidah tertentu, di antaranya harus urut abjad seperti yang bisa dilihat dalam contoh berikut.

  1. Ariyora, dkk. 2015. Pemanfaatan Data Penginderaan Jauh dan SIG untuk Analisa Banjir (Studi Kasus: Banjir Provinsi DKI Jakarta). GEOID Vol.10, No.02: 137 – 147. Februari 2015
  2. BAPPEDA Kabupaten Malang. 2015. Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Malang Tahun 2015 – 2035. Malang: BAPPEDA Kabupaten Malang
  3. Basuki, Rahmat. 2010. Parameter dalam Analisis Bahaya Banjir. Jakarta: Ilmu Berbinar
  4. Mar’ah, Kamilah. 2011. Kegiatan Recovery Setelah Bencana Banjir Terjadi. Surabaya. Pustaka Jaya
  5. Mariana, Dewi. 2014. Analisis Tingkat Kesejahteraan Penduduk Berdasarkan pada Jenjang Pendidikan yang Ditempuh (Studi Kasus Masyarakat Desa Gemilang). Skripsi. Malang: Universitas Negeri Malang
  6. Sholihah, Arina. 2017. Analisis Tingkat Bahaya Banjir di Kabupaten Sampang Madura [skripsi]. Bogor: Institut Pertanian Bogor
  7. Zera, Junita. 2015. Analisis Tingkat Kerawanan Banjir di Kabupaten Malang. Tugas Akhir. Tidak diterbitkan. Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Malang: Malang
  • Contoh Daftar Pustaka dari Skripsi, Tesis, atau Disertasi

  1. Arina, Via. 2015. Analisis Kesesuaian Lahan untuk Pabrik Gula di Mojokerto. Skripsi. Universitas Muhammadiyah Jember
  2. Aminah, Umi. 2010. Kajian Sosiolinguistik Penggantian Nama pada Penduduk Malang. Tesis. FKIP, Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Negeri Malang
  3. Wijaya, Andi. 2001. Pendekatan Fenomenologis pada Situasi Kehidupan dan Pendidikan di Sekolah. Disertasi Doktor di FPS IKIP Malang: tidak diterbitkan
  4. Wijaya, Devi Andita. 2011. Representasi Perempuan dalam Masyarakat Jawa Tulen..Tesis. Depok: Universitas Indonesia
  5. Rahmadansyah, Doni. 2012. Analisis Kekritisan Lahan Daerah Aliran Sungai (DAS) Bedadung di Kabupaten Lumajang. Skripsi. Jember: Universitas Negeri Jember
  6. Masyita, Dewi Rodita. 2013. Metode Recovery pada Masyarakat Terdampak Gunung Merapi di Magelang. Skripsi. Surakarta: Universitas Surakarta
  7. Marina, Rosiana Dewi. 2014. Analisis Penggunaan Lahan di Kabupaten Malang dengan Menggunakan Landsat 8. Malang: Universitas Negeri Malang
  8. Arya, Dendi Cakka. 2012. Analisis Penyebab Masih Berkembangnya Pernikahan Dini di Kecamatan Tanggul – Kabupaten Jember. Jember: Universitas Negeri Jember

Contoh Daftar Pustaka dari Buku

1. Apabila Nama Penulis Terdiri dari Dua Kata

  • Jamilah, Kamilatun. 2008. Hati dan Jilbab. Jakarta: Bendera Ilmu
  • Adinda, Elmi. 2007. Kumpulan Mufrodah Kegiatan Sehari-Hari. Jakarta: Bendera Ilmu
  • Ayunda, Citra. 2007. Cara Mudah Taklukkan Bahasa Inggris Secepat Kilat. Jakarta: Bendera Ilmu
  • Arinto, Fendi. 2009. Mengajar Murid dengan Cinta. Surabaya: Bina IPTEK
  • Kamila, Desi. 2008. Peran Orang Tua dalam Mengembangkan Kecerdasan Anak. Jakarta: Sapa Psikologi Anak
  • Dewi, Mariana. 2009. Anak Tak Perlu Dipaksa, Belajar dengan Cara yang Lebih Menyenangkan. Jakarta: Sapa Psikologi Anak
  • Susanto, Joko. 2010. Kawasan Hinterland dan Dampaknya pada Wilayah di Sekitarnya. Surabaya: Bina IPTEK
  • Yusuf, Syaifuddin. 2011. Kemajuan Islam di Zaman Dahulu. Jakarta: Bendera Ilmu.

2. Apabila Penulisnya Hanya Satu Orang dan Namanya Lebih dari Dua Kata

  • Adinda, Rara Lesti. 2007. Pemanasan Sebelum Olahraga. Surabaya: Global Ilmu Pendidikan
  • Huda, Dani Ilman. 2009. Edukasi Anak Belajar Sambil Bermain. Surabaya: Psikologi Manusia
  • Larasati, Resti Avinda. 2016. Cara Mudah Membuat Anak Gila Membaca. Surakarta: Bintang Ilmu
  • Astuti, Ardina Dewi. 2015. Yoga: Ragam Gerakan dan Manfaatnya. Surabaya: Yoga Media
  • Hadiwijaya, Aryo Wiguna. 2017. Pateng Belajar Basa Jawa. Surakarta: Bintang Ilmu
  • Nitinegoro, Dimas Kolo. 2017. Lancar Menggunakan Krama Inggil dalam Kehidupan Sehari-hari. Surakarta: Bintang Ilmu
  • Hadiwijaya, Arya Rian Danu. 2017. Belajar Hack dalam Waktu Singkat untuk Pemula. Surabaya. Media Sapa Teknologi
  • Andini, Sukma Ayu. Pesan Penting yang Terdapat pada Berbagai Film Edukasi Indonesia. Surabaya: Global Ilmu Pendidikan

3. Apabila Penulisnya Hanya Satu Orang Saja

  • Qasim, Muhammad. 2000. Buku untuk SMA, Pendidikan Seni dan Teater. Jakarta: Sinar Pengetahuan
  • Alwi. 2007. Berbicara Seni dalam Kehidupan. Surabaya: Bina IPTEK
  • Ilyasa. 2008. Material Terbaik untuk Membangun Rumah. Jakarta: Sinar Pengetahuan
  • Abdillah, Ahmad Zainul. 2010. Memahami Psikologi Seseorang dari Raut Wajah. Surabaya: Bina IPTEK
  • Hasanah, Uswatun. 2010. Trik Mudah Belajar Bahasa Arab: Nahwu dan Shorof. Jakarta: Sinar Pengetahuan
  • Huda, Ilman. 2013. Cara Mudah Menaklukkan Microsoft Office dengan Cepat. Surabaya: Bina IPTEK
  • Nawawi, Rosyid. 2013. Menghadapi Masalah dengan Dzikir. Surabaya: Bina Pengetahuan
  • Mukhlasin, Hadi Nur. 2014. Indahnya Beramal Tanpa Riya’. Surabaya: Media Nafas Islam

4. Apabila Penulisnya Dua Orang atau Tiga Orang

  • Sebastian, Dewa dan Dani Putra. 2000. Metode Pembelajaran yang Harus Dipahami Dewan Guru. Jakarta: Sinar Pengetahuan
  • Marina Dewi dan Dian Adi. 2010. Polemik Guru Honorer di Indonesia. Bagaimana dengan Kesejahteraannya?.Jakarta: Sinar Informasi Pengetahuan
  • Arfina, Dera dan Arsinta Dewi. 2008. Cara Mudah Mengajarkan Membaca, Menulis dan Berhitung pada Anak TK. Yogyakarta: Mandiri Ilmu
  • Rahadian, Ardi, Rudi Andri dan Prayoga Sucipto. 2002. Cara Mudah Mengajar Anak TK, SD dan SMP. Jakarta: Sinar Pengetahuan
  • Ahmad, Imam, Rosul Arif, Mulya Pratama dan Hasan Sholih. 2008. Cara Menilai dan Melakukan Analisis Kekritisan Daerah Aliran Sungai (DAS). Jakarta: Binar Cahaya

5. Contoh Daftar Pustaka dari Buku Hasil Suntingan, Saduran atau Terjemahan

  • Emily K. 2008. Pembangunan Desa dan Kota. Arya W, penerjemah. Jakarta (ID): Binar Cahaya. Terjemahan dari: Social Development.
  • Mariah, Hanna. 2010. Merkuri untuk Produk Kosmetik. Anita D, penerjemah. Surakarta (ID): Genderang Ilmu. Terjemahan dari World of Beauty Media
  • Ryan, Keannu. 2017. Dasar-Dasar Programming untuk Pelajar Pemula. Abdillah, penerjemah. Surakarta (ID): Media Sapa Teknologi. Terjemahan dari Technology Media
  • Piglet, Ravis. 2012. Manfaat Remote Sensing untuk Monitoring Tutupan Lahan. Iqbal K, penerjemah. Jakarta (ID): Binar Cahaya. Terjemahan dari Social Development
  • Nicole, Anna. 2001. Anatomi Tubuh manusia. Kurnia S penerjemah. Jakarta (ID): Binar Cahaya. Terjemahan dari Healthy Media

6. Contoh Daftar Pustaka dari Buku yang Terdapat Editornya

  • Mariah, Catherine dan Masyita, Iriana (Eds). 2010. Cara Mudah Mendidik Anak Usia 5 Tahun – 10 Tahun. Jakarta: Media Ramah Anak
  • Angelina, Lee dan Iriana, Dewi (Eds). 2017. Haruskan Anak Menjalin Persahabatan dengan Teknologi? Jakarta: Media Anak Berbahagia
  • Anindita, Dewa dan Ayun, Qurrota (Eds). 2010. Memperkenalkan Budi Luhur pada Anak Usia 6 Tahun. Jakarta: Child Media
  • Aninda, Mariana (Ed). 2007. Cara Membimbing Psikologi Anak. Jakarta: Media Ramah Anak
  • Setiawan, Abdi (Ed). 2014. Bagaimana Kita Seharusnya Memperlakukan Hutan yang Berperan Sebagai Paru-Paru Dunia?. Surakarta. Media Pecinta Lingkungan
  • Sholihah (Ed). 2012. Cara Mudah Menajamkan Ingatan. Jakarta: Binar Cahaya Sentosa
  • Karimah, Sayyidatul (Ed). 2013. Teknik Mudah Menghafal Al Qur’an. Jakarta: Binar Cahaya Sentosa

7. Contoh Daftar Pustaka dari Buku yang Mempunyai Edisi dan Terdapat Perubahan dari Edisi Sebelumnya

  • Ramlan, Muhammad. 1999. Ilmu Bahasa Indonesia Sintaksis. Cetakan ke – 4. Surakarta: Bahasa Media
  • Ayun, Qurrota. 2015. Lancar Berbahasa Arab dengan Ilmu Nahwu dan Shorof. Cetakan ke – 3. Surakarta: Bahasa Media
  • Balqi, Dewi. 2017. Cara Mudah Rajin Bercengkraman dengan Buku. Cetakan ke – 2. Surabaya: Motivasi Ilmu
  • Aminah, Desi. 2000. Bahasa Indonesia sebagai Identitas Bangsa Indonesia. Rev ed. Surakarta: Bahasa Media
  • Shofiyah. 2006. Dongeng Asli Indonesia untuk Bentuk Karakter Anak. Rev ed. Surabaya: Bahasa Media
  • Berliana. 2014. Pemeliharaan Daerah Aliran Sungai (DAS) sebagai Langkah Antisipasi Kekritisan Lingkungan. Rev ed. Surabaya: Media Ilmu Bercerita
  • Ulya, Sayyidatul. 2015. Mudah Menghafal Al Qur’an dan Cara Agar tidak Lupa Lagi. Reved. Surabaya: Media Ilmu Bercerita

8. Contoh Daftar Pustaka dari Buku yang Terdiri Atas Dua Jilid atau Lebih

  • Ayu, Sukma. 2009. Budaya Masyarakat Jawa di Indonesia. 2 jil. Yogyakarta: Media Budaya dan Bahasa
  • Irwanto, Deka. 2015. Cerita Tentang Sejarah Indonesia yang Perlu Diketahui Mahasiswa. 2 jil. Jakarta: Binar Ilmu dan Cahaya
  • Dewi, Arsinta. 2015. Akuntansi Dasar untuk Siswa SMA. 2 Jil. Jakarta: Binar Ilmu dan Cahaya
  • Amira, Citra. 2018. Pengenalan Citra untuk Analisis Lahan. 2 Jld. Jakarta: Binar Ilmu dan Cahaya
  • Irwan, Muhammad. 2015. Komputer dan Berbagai Trik yang Tersimpan di Dalamnya. 3 Jld. Jakarta: Media Sapa Teknologi
  • Kusyono. 2010. Ilmu Tentang sejarah Indonesia Lengkap. 2 Jld. Yogyakarta: Media Budaya dan Bahasa
  • Susanto, Irwan. 2008. Berbagai Hal Tentang Indonesia dan Bahasanya. 3 Jld. Yogyakarta: Media Budaya dan Bahasa
  • Khoirullah, Fikri. 2009. Bahasa Jawa dalam Kehidupan Masyarakat Indonesia. 3 Jld. Yogyakarta: Media Budaya dan Bahasa

9. Contoh Daftar Pustaka dari Buku Berbeda tapi Ditulis oleh Orang yang Sama

  • Fitriana. 2009. Akuntansi Level Menengah. Jakarta: Binar Ilmu dan Cahaya

———-. 2010. Akuntansi Level Menengah Jilid II. Jakarta: Binar Ilmu dan Cahaya

 

  • Ratnasari, Desi. 2007. Pembahasan Remote Sensing Level Menengah. Surabaya: Cahaya Ilmu dan Teknologi

———-. 2008. Pembahasan Remote Sensing Level Menengah Jilid 2. Surabaya: Cahaya Ilmu dan Teknologi

 

  • Huda, Ilman. 2009. Pendalaman Ilmu Komputer. Surabaya: Cahaya Ilmu dan Teknologi

—————–. 2010. Pendalaman Ilmu Komputer Lanjutan. Surabaya: Cahaya Ilmu dan Teknologi

 

  • Susanto, Irwan Joko. 2005. Analisis Kesesuaian Lahan untuk Pengembangan Wilayah. Jakarta: Sapa Ilmu Dunia

————-. 2006. Analisis Kemampuan Lahan. Jakarta: Sapa Ilmu Dunia

 

  • Susanto, Hadi Irwan. 2015. Meneladani Gaya Kepemimpinan Khalifah Umar bin Khattab dan Umar bin Abdul Aziz. Jakarta: Media Indonesia

————-. 2016. Meneladani Gaya Kepemimpinan Khalifah Abu Bakar As Shiddiq. Jakarta: Media Indonesia

 

10. Contoh Daftar Pustaka dari Buku Berbeda, Diterbitkan pada Tahun yang Sama dan Ditulis oleh Orang yang Sama

  • Wijaya, Darma. 2010. Bahasa Indonesia dan Peranannya Sebagai Pemersatu Bangsa. Bandung: Widya Gramatika Media

——————-. 2010b. Bahasa Indonesia Baku dan Tidak Baku serta Cara yang Benar dalam Menggunakannya. Bandung: Widya Gramatika Media

——————-. 2010c. Menyelesaikan Masalah Daerah dengan Bahasa Indonesia. Bandung: Widya Gramatika Media

 

  • Sholihah, Mar’ah dan Zainul Abidin. 2015. Intisari yang Terkandung dalam Nazhom Alfiyah. Surabaya: Ilmu Arab Indonesia Media

——————–. 2015b. Pendalaman Bahasa Arab dengan Menguasai Nahwu – Shorof. Surabaya: Ilmu Arab Indonesia Media

 

  • Hidayah, Laily, Reva Mariana dan Rosida. 2015. Kumpulan Rumus Matematika. Bandung: Jaya Media Ilmu

——————-. 2015b. Pengajar Matematika Harus Penuh Cinta. Bandung: Jaya Media Ilmu

——————-. 2015c. Trik Memecahkan Soal Matematika yang Perlu Diajarkan Pada Siswa SMA

Contoh Daftar Pustaka dari Internet atau Media Online

riuhimaji.com

Bentuk yang Sederhana

  • Amri, Faizal. 2016. Fakta Terbaru Mengenai Potensi Hutan di Indonesia di (cantumkan URL artikel yang dimaksud) (diakses pada 23 Desember 2016)
  • Putri, Aisyah. 2016. Cara Mudah Menghafal Mufrodah di (cantumkan URL artikel yang dimaksud) (diakses pada 27 Agustus 2017)
  • Setya, Alisa. 2017. Fakta Menarik Tentang Sistem Pendidikan Berbagai Negara di Dunia. Diambil pada 1 Januari 2018 dari (silahkan cantumkan URL artikel yang dimaksud)
  • Santoso, Agung. 2015. Tata Cara Sholat yang Benar Sesuai dengan Syariat Islam. (cantumkan URL artikel yang dimaksud). Diakses pada 12 Januari 2015
  • Devia, Adis. 2017. Beginilah Cara Menulis Daftar Pustaka yang Benar. (cantumkan URL artikel yang dimaksud) diakses pada 15 Juli 2017
  • Arum, Dian. 2011. Home Industri sebagai Alternatif Penghasilan bagi Keluarga. (cantumkan URL artikel yang dimaksud) diakses pada 10 Januari 2012
  • Wiyoko, Dian Adi. 2012. Sudah Benarkah Paham Demokrasi yang Dianut oleh Bangsa Indonesia?. (Cantumkan URL artikel yang dimaksud) diakses pada 15 Februari 2014

Bentuk yang Lebih Panjang

  • Susanto, Hero. 2007. Evaluasi Trayek Angkot di Kota Malang. [internet]. [diunduh 2009 Desember 28]; 331 (7500): 118 – 1119. Tersedia pada: (masukkan URL artikel yang dimaksud).
  • Susanti, Lilik. 2009. Kontribusi Home Industry dalam Meningkatkan Kesejahteraan Sosial Ekonomi Masyarakat Desa Tanggul Wetan Kecamatan Tanggul Kabupaten Jember. [internet]. [diunduh 2010 Januari 31]; 335 (7522): 110 – 1120. Tersedia pada: (masukkan URL artikel yang dimaksud)

Contoh Daftar Pustaka dari Artikel

salamadian.com

Contoh Daftar Pustaka dari Artikel yang Ada dalam Buku Kumpulan Artikel

  • Widodo, Andi. 2000. Penyebab Bencana Banjir di Kabupaten Jember dan Cara Menanggulanginya. (hlm. 62 – 73). Jember: Universitas Jember
  • Setiadi, Anisa. 2004. Pengaruh Tingkat Pendidikan Terhadap Kesejahteraan Penduduk di Kecamatan Silo – Kabupaten Jember. (hlm. 71 – 85). Jember: Universitas Jember
  • Kamilah, Binti. 2007. Pengaruh Model Pembelajaran Inquiry Terhadap Hasil Belajar Siswa di SMA Bintang 1 Kecamatan Kaliwates Kabupaten Jember. (hlm. 23 – 36). Jember: Universitas Terbuka
  • Fajar, Bintang. 2008. Peran Rumput Vetiver dalam Mengendalikan Laju Erosi. (hlm 27 – 35). Malang: Universitas Negeri Malang
  • Mahmudin. 2007. Hubungan Antara Sistem Penanaman Tumpang Sari dengan Tingkat Kesuburan Tanah. (hlm 58 – 70). Jember: Universitas Negeri Jember

Contoh Daftar Pustaka dari Artikel dalam Koran

  • Waseso, Jembar P. 14 Desember, 2003. Benarkah Daun Putri Malu Bisa Mengatasi Insomnia?. Dewa Pos, hlm. 5 dan 11
  • Andita, Dina. 13 Januari, 2003. Makna Emansipasi Wanita dari Waktu ke Waktu. Female Pos, hlm. 17
  • Maharina, Dewinta. 14 Februari, 2007. Kearifan Lokal Masyarakat Jawa pada Lingkungan. Female Pos, hlm. 15
  • Susilo, Rani. 14 Februari, 2018. Psikologi Anak Masa Kini dan Pengaruh Kecanggihan Teknologi. Dewa Pos, hlm. 8
  • Bagus, Putu T. 6 Maret, 2010. Kondisi Hutan Indonesia yang Seharusnya Mendapat Perhatian. Bintang Pos, hlm. 10
  • Gunawan, Andi. 7 September 2010. Pidana Bagi Pelaku Illegal Logging yang Tak Seharusnya Dibiarkan Berkeliaran. Farming Pos. hlm 11

Contoh Daftar Pustaka dari Artikel, Berita, atau Tulisan dalam Koran yang tidak Ada Nama Pengarangnya

  • Kompas. 22 April, 2000. Masyarakat Kelas Bawah Lebih Mandiri, hlm. 2
  • Reading Pos, 23 Januari, 2000. Budaya Perayaan Tahun Baru yang Tak Ada Faedahnya, hlm. 5
  • Jawa Pos, 15 Juni, 2005. Dilema Pembalakan Liar yang Tak Bisa Dikendalikan, hlm. 7
  • Happy Pos, 27 Juli, 2007. Perlunya Mengajarkan Anak Belajar Membaca, Menulis dan Berhitung dengan Cara yang Menyenangkan, hlm. 10
  • Kompas, 7 September, 2009. Sampah dan Dampak Buruknya Bagi Lingkungan, hlm. 12
  • Healthy Pos, 8 November, 2017. Inilah Dampak Merkuri Bagi Kesehatan, hlm. 10
  • Harian Malang, 7 Agustus, 2017. Upacara Bendera dan Semangat Mempertahankan Kemerdekaan Indonesia, hlm. 3
  • Reading Pos, 23 April 2015. Kearifan Lokal Masyarakat Indonesia Jaman Dahulu, hlm. 15
  • Reading Pos, 28 Desember 2016. Semangat Membuka Usaha di Tengah Sulitnya Mencari Kerja, hlm. 7

Contoh Daftar Pustaka dari Hasil Wawancara

penerbitdeepublish.com

  • Iqbal, Fikri interview. 2014. “Pengaruh Minat Penduduk Terhadap Hasil Penjualan Baju”. Bandung
  • Sukiman interview. 2013. “Pengaruh Penjualan Tikar Mendong pada Peningkatan Pendapatan Masyarakat Tegar di Kecamatan Silo”. Jember
  • Misinah, Dewi interview. 2017. “Cara Dekorasi Ruang Tamu Agar Lebih Artistik”. Solo
  • Hariyanto, Didik interview. 2015. “Cara Menyesuaikan Berbagai Variabel yang tidak Cocok dalam Analisis Kesesuaian Lahan untuk Industri”. Malang
  • Arifin, Syamsul interview. 2015. “Peran Penting Ilmu Penginderaan Jauh dalam Pengelolaan Sumber Daya Alam di Indonesia”. Depok
  • Andrianto, Deny. 2015. Kasus Korupsi di Indonesia yang Seolah tidak Ada Jalan Keluar untuk Menghentikannya. Wawancara oleh Global TV ditayangkan pada 12 April, pukul 12.00 WIB
  • Arsinta, Debby. 2014. Potensi Bencana Banjir di Jakarta dan Daerah Lain di Indonesia Serta Cara untuk Mengantisipasinya. Wawancara oleh Global TV ditayangkan pada 12 Desember, pukul 20.00 WIB

Contoh Daftar Pustaka Anonim dan Dokumen Resmi (Undang-Undang, Peraturan Pemerintah, Keppres dan Sebagainya)

hidupsimpel.com

Contoh Daftar Pustaka yang tidak Diketahui Namanya

  • Anonim. 2000. Survei Tanah secara Manual. Jakarta: Departemen Pertanahan
  • Anonim. 2013.  Pemanfaatan Teknik Penginderaan Jauh untuk Inventarisasi Sumber Daya Alam di Papua. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press
  • Anonim. 2016. Pemanfaatan Landsat untuk Analisis Tutupan Lahan di Taman Nasional Baluran Kabupaten Banyuwangi. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press
  • Anonim. 2007. Pergeseran Makna Emansipasi Wanita di Era Digital. (Online)

https://pustakaemansipasiwanita/ diakses pada 27 Juli 2010

  • Anonim. 2015. Fakta Demokrasi dan Sistem Pendidikan di Indonesia. (Online)

https://pendidikandemokrasiindonesia/  diakses pada 3 Maret 2016

  • Anonim. 2009. Berbagai Kasus Pelanggaran HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia (Online)

https://pondokmanusia/ diakses pada 7 Maret 2010

 

Contoh Daftar Pustaka yang Diambil dari Dokumen Resmi

  • Menteri Kehutanan Republik Indonesia. 2009. Peraturan Menteri Kehutanan Repbublik Indonesia Nomor: P.32/MENHUT-II/2009 tentang Tata Cara Penyusunan Rencana Teknik Rehabilitasi Hutan dan Lahan Daerah Aliran Sungai (RTkRHL-DAS). Jakarta: Departemen Kehutanan
  • BAPPEDA Kabupaten Jember. 2015. Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Jember Tahun 2015 – 2035. Jember: BAPPEDA Kabupaten Jember
  • Direktorat Pengairan dan Irigasi. 2008. Kebijakan Penanggulangan Banjir di Indonesia. (Online) https: //www.bappenas.go.id/files/ diakses pada 27 Desember 2015

Contoh Daftar Pustaka dari Kamus

manistebu.com

  • Devan, Longley D.W. 2007. Science, Remote Sensing and Geographic Information System. The New Encyclopedia Britania. Encyclopedia Britania 322: 651 – 701
  • Bear, David. 1994. Mentally Disorders and Their Treatment. The Encyclopedia Birmingham. Encyclopedia Birmingham 255: 750 – 758

Contoh Daftar Pustaka dari Koran atau Surat Kabar atau Majalah

  • Setyawan, Andika Dimas Dwi. 2005. Fakta Para Petarung Asian Games di Indonesia. Jakarta: Berita Olahraga. (25 November 2018)
  • Andina, Dewi Sri. 2015. Rentetan Kejadian Kebakaran Hutan di Indonesia yang Sangat Memprihatinkan, Bukti Bahwa Alam Juga Perlu Diperhatikan. Jakarta: Berita Lingkungan (24 Agustus 2017)
  • Efriansyah, Doni. 2017. Berbagai Fakta Buruk yang Sering Terjadi Pada Para Pecandu Teknologi. Jakarta: Berita Teknologi (30 Agustus 2017)
  • Andika, Dimas 2 Desember, 2012. Hal-Hal Utama yang Harus Diperhatikan dalam Penulisan Karya Ilmiah. Jawa Pos, Radar Malang, hlm 3 & 4
  • Dewi, Istiana 4 Desember 2017. Kesejahteraan Guru Honorer di Indonesia Masih Perlu Mendapat Perhatian. Kompas, Radar Malang, hlm 7
  • Wiguna, Aryo 5 Desember 2017. Nasib Penduduk di Sekitar Tempat Penambangan. Kompas, Radar Malang, hlm 9

Contoh Daftar Pustaka Jika Pengarangnya Lebih dari Tiga Orang

trikcaratips.com

  • Sebastian, Dewa dkk. 2000. Metode Pembelajaran yang Harus Dipahami Dewan Guru. Jakarta: Sinar Pengetahuan
  • Arfina, Dera dkk. 2008. Cara Mudah Mengajarkan Membaca, Menulis dan Berhitung pada Anak TK. Yogyakarta: Mandiri Ilmu
  • Rahadian, Ardi dkk. 2002. Cara Mudah Mengajar Anak TK, SD dan SMP. Jakarta: Sinar Pengetahuan
  • Ahmad, Ima dkk. 2008. Cara Menilai dan Melakukan Analisis Kekritisan Daerah Aliran Sungai (DAS). Jakarta: Binar Cahaya
  • Wiratno, Setya Dkk. 2012. Manfaat Dahsyat Shodaqoh dan Sholat Dhuha. Jakarta: Sinar Pengetahuan
  • Ilham dkk. 2012. Statistik dan Fakta Masyarakat Miskin di Indonesia. Jakarta: Sinar Pengetahuan Bercahaya
  • Marinka, Deva dkk. 2013. Cara Mencintai Indonesia dengan Wujud Nyata. Yogyakarta: Media Cinta

Berbagai contoh daftar pustaka di atas tentunya akan sangat bermanfaat terutama untuk Anda yang saat ini sedang dalam proses pembuatan karya ilmiah. Namun, harap perhatikan tiap detailnya termasuk penggunaan tanda titik dan koma, karena penulisan daftar pustaka sudah diatur hingga ke bagian terkecilnya. Bagaimana cara menulis daftar pustaka? Apa itu daftar pustaka dan contohnya? Apa saja isi dari daftar pustaka? semua sudah di jelasin di atas ya sobat.

9+ Contoh Daftar Pustaka, Buku, Skripsi, Artikel, Hasil Wawancara, Dll

 

Contoh Karya Tulis Ilmiah Sederhana untuk membantu Tugas Sekolah Anda

Contoh Karya Tulis Ilmiah Sederhana – Tulisan adalah salah satu bentuk yang efektif dalam penyampaian informasi, baik untuk seseorang ataupun banyak orang. Dengan memakai tulisan, penyampaian informasi tidak harus hingga berulang-ulang sehingga lebih efektif.

Bentuk karya tulis merupakan jenis tulisan yang banyak dipakai. Ada dua jenis karya tulis yaitu karya tulis ilmiah dan non ilmiah.

Nah, di artikel ini akan membahas tentang karya tulis ilmiah yang dihasilkan dari sebuah penelitian. Untuk lebih jelasnya, berikut akan dibahas mengenai contoh karya tulis ilmiah yang bisa untuk dijadikan referensi ketika Anda ingin membuatnya. Selain contoh karya tulis ilmiah sederhana, di sini juga akan membahas tentang sistematika penulisan.

Sistematika Penulisan Karya Tulis Ilmiah

Ada tiga bagian penting struktur karya tulis ilmiah, yaitu:

  • Pendahuluan

Pada bagian pendahuluan ini berisi tentang latar belakang masalah, masalah dibahas serta mekanisme penyelesaian masalah.

  • Pembahasan

Bagian ini merupakan bagian yang terpenting dari sebuah karya ilmiah. Hal itu karena bagian ini berisi tentang semua temuan ilmiah yang didapatkan sebagai data hasil dari penelitian.

  • Kesimpulan

Ini merupakan bagian yang berisi simpulan hasil pembahasan penelitian. Pada bagian ini memberi penjelasan secara singkat dan padat yang menjawab berbagai tujuan penelitian dilakukan.

Setelah mengetahui sistematika penulisan karya tulis ilmiah, agar Anda lebih jelas tentang karya tulis tersebut, Anda harus mengetahui juga contohnya. Berikut adalah contoh karya tulis ilmiah sederhana.

Contoh Karya Tulis Ilmiah yang Sederhana

Dampak Bahaya Internet untuk Remaja

BAB I

Pendahuluan

  1. Latar Belakang Masalah

Sekarang ini internet sudah melekat sekali di dalam kehidupan sehari-hari, apalagi untuk para remaja. Internet memanglah cukup membantu selesaikan banyak pekerjaan. Namun, ternyata internet pun ada hal-hal negatifnya yang memberikan dampak buruk. Apalagi usia remaja adalah usia yang masih labil sehingga cukup mudah untuk terseret arus. Maka dari itu, penelitian tentang dampak bahaya internet untuk remaja perlu untuk dilakukan.

  1. Rumusan Masalah

Bagaimana bahayanya internet untuk usia remaja?

  1. Tujuan Penelitian

Dapat untuk menjelaskan bagaimana bahaya dari internet bagi anak remaja.

BAB II

Pembahasan

Bahaya dari Internet untuk Anak Remaja

Internet nampaknya telah menjadi kebutuhan pokok di kalangan anak usia remaja. Namun, tidak semua anak remaja tersebut memanfaatkannya secara benar. Ada banyak remaja yang menyalahgunakan internet sehingga memberikan dampak buruk untuk diri serta lingkungannya.

Berdasarkan riset mendalam, ada beberapa bahaya salah guna internet pada anak remaja, seperti:

Semakin mudah akses konten-konten pornografi yang mengakibatkan perilaku kejahatan seksual

Melakukan perilaku bullying di media sosial

Semakin marak kasus penculikan anak remaja setelah berkenalan dengan orang asing lewat media sosial.

BAB III

Penutup

Kesimpulan

Internet memanglah cukup membantu di dalam kehidupan, namun itu tetap ada kekurangannya. Maka dari itu, orang tua punya peran yang penting sekali di dalam mengawasi anak-anak. Dengan begitu, anak-anak remaja bisa untuk membentngi diri dari berbagai hal negatif dari penggunaan internet.

Nah, demikian pembahasan sekilas tentang sistematika penulisan karya ilmiah serta contoh karya tulis ilmiah sederhana. Semoga bermanfaat!

Contoh Karya Tulis Ilmiah Sederhana untuk membantu Tugas Sekolah Anda

Contoh Karya Tulis Ilmiah Tentang Pendidikan Karakter Yang Baik Dan Benar

Contoh Karya Tulis Ilmiah Tentang Pendidikan Karakter – Bagi seorang pengajar, menulis karya ilmiah merupakan salah satu kewajiban. Tidak hanya sebagai syarat naik jabatan, namun juga menjadi tanggung jawab mereka untuk mengembangkan pengetahuan.

Menulis karya ilmiah berbeda dengan menulis artikel umumnya yang non ilmiah. Menulis karya ilmiah artinya membuat penelitian ilmiah dan bisa untuk dipertanggungjawabkan. Sehingga tidak dapat secara sembarangan menulisnya.

Maka dari itu, disarankan untuk Anda sebelum menulis karya ilmiah untuk mencari contoh karya tulis ilmiah yang kredibel. Sekarang ini sudah banyak situs terpercaya yang menyediakan berbagai contoh kaya ilmiah yang bagus, baik dan benar. Anda hanya perlu mencari contoh karya ilmiah yang dibutuhkan dan paling sesuai dengan yang akan dibuat. Misalnya Anda ingin membuat karya ilmiah tentang pendidikan karakter, Anda tentunya bisa mencari contoh karya tulis ilmiah tentang pendidikan karakter.

Namun, selain perlu mencari contoh karya ilmiah kredibel, sebelum mulai menulis sebaiknya Anda juga mengetahui pengertian dan macam-macam karya ilmiah. Nah, pada artikel ini akan membahas sedikit tentang pengertian dan berbagai macam karya ilmiah terebut. Berikut ulasannya.

Pengertian Karya Ilmiah Menurut Ahli

  • Menurut Eko Susilo, karya ilmiah merupakan karya tulis yang mulai penyusunan berdasarkan penelitian, pengamatan serta pemantauan pada bidang atau cabang ilmu tertentu.
  • Menurut Dwiloka dan Riana, karya ilmiah merupakan karya tulis yang ditulis ilmuwan berdasarkan latar belakang penguasaan ilmu.
  • Menurut Brotowidjoyo, karya ilmiah merupakan monografi ditulis dengan menyajikan fakta. Pada segi penulisan disusun berdasar metodologi.

Berbagai Macam Karya Ilmiah

  1. Makalah

Salah satu jenis karya ilmiah adalah makalah. Makalah secara isi mengulas permasalahan atau topik yang disertai pembahasan lengkap. Proses dari pembuatan makalah berdasarkan data yang sudah didapatkan di lapangan yang bersifat empiris-objektif. Dengan kata lain, makalah adalah bentuk karya ilmiah yang bisa dipertanggungjawabkan.

Ada cukup banyak contoh makalah singkat yang bisa Anda temukan di situs-situs terpercaya. Berbagai macam topik permasalahan bisa Anda jadikan sebagai referensi, misalnya saja contoh karya tulis ilmiah tentang pendidikan karakter.

  1. Skripsi

Skripsi adalah macam karya ilmiah selanjutnya. Pada segi pengambilan data serta penulisannya berdasarkan hasil kajian atau penelitian yang penulisnya lakukan. Penulisan skripsi biasanya dibuat oleh para mahasiswa Strata 1 yang merupakan syarat kelulusan.

  1. Kertas Kerja

Macam yang ketiga kertas kerja. Pada segi penyajian isi, karya ilmiah berisi data-data yang bisa dipertanggungjawabkan. Namun, kertas kerja ditulis secara lebih detail dan tuntas dibandingkan makalah. Maka dari itu, sumber referensinya adalah topik tertentu, misal ambil dari materi seminar dan lain-lainnya.

  1. Tesis

Penulisan tesis sebenarnya mirip dengan skripsi. Tesis juga merupakan karya ilmiah untuk mahasiswa pascasarjana (S2). Pada segi isi berdasarkan dengan penelitian, kajian, serta hipotesis yang penulis angkat. Tesis ditulis mahasiswa pascasarjana sebagai syarat kelulusan.

Demikian pembahasan di artikel ini. Untuk bisa menulis karya ilmiah yang baik dan benar, Anda harus mengetahui berbagai hal tentang karya ilmiah lebih dulu.

Jadi, tidak hanya sekedar mencari contoh seperti contoh karya tulis ilmiah tentang pendidikan karakter untuk dijadikan referensi menulis. Namun, beberapa hal penting lainnya juga perlu Anda ketahui. Dengan begitu, karya ilmiah yang dihasilkan akan lebih mendalam.

Contoh Karya Tulis Ilmiah Tentang Pendidikan Karakter Yang Baik Dan Benar