Syarat dan Rukun Nikah: Pengertian, Syarat, Dalil beserta Penjelasan

Syarat dan rukun nikah – Setiap manusia pasti ingin membina kehidupan berumah tangga dengan pasangan yang telah di idam-idamkan. Menikah merupakan suatu kewajiban bagi setiap orang. Menikah merupakan proses penyatuan dua keluarga yang berbeda. Suatu proses menuju kehidupan yang lengkap adalah pernikahan.

Pernikahan akan terlaksana dengan baik apabila di sertai dengan syarat dan rukun yang sah. Pernikahan adalah hal yang sakral, sehingga segala keperluannya harus di persiapkan dengan matang. Menikah merupakan bentuk penyerahan si anak perempuan oleh bapak kepada si pria.

Oleh karena itu, apabila sang anak telah menikah, maka seluruh tanggung jawab si anak beralih menjadi tanggung jawab suami. Suatu pernikahan memiliki syarat dan rukun tertentu yang harus di penuhi. Terpenuhinya syarat dan rukun tersebut merupakan bentuk dari sah nya pernikahan.

Tetapi apabila terdapat syarat atau rukun yang terlewati meskipun hanya satu, maka pernikahan menjadi tidak sah dan hubungan yang terjalin menjadi haram. Rukun menikah adalah hal-hal yang harus terpenuhi ketika kedua orang hendak melaksanakan pernikahan.

Rukun tidak dapat di kurangi atau di tambah atau di modifikasi yang tidak sesuai dengan syariat Islam. Satu saja terdapat rukun yang tidak terpenuhi, atau terdapat suatu kekeliruan dalam rukun, maka pernikahan yang di langsungkan akan menjadi tidak sah meskipun di lakukan secara khidmat dan sakral.

Syarat dan rukun merupakan kedua hal yang berbeda tetapi kedua-duanya haruslah di penuhi pada saat kedua pihak ingin melangsungkan pernikahan. Syarat merupakan sesuatu yang harus ada yang menjadi penyebab dari sah nya suatu pernikahan.

Tetapi jika keberadaan rukun haruslah tetap sesuai, namun syarat bisa di gantikan, asalkan tetap ada pembicaraan dengan pihak hakim dan sebagainya. Oleh karena itu, syarat dan rukun nikah sangat perlu di perhatikan olah para keluarga dan juga para mempelai. Berikut ini merupakan beberapa syarat dan rukun dari nikah yang wajib terpenuhi.

Beragama Islam Merupakan Syarat 1

www.popbela.com

Beragama Islam merupakan syarat yang wajib di penuhi oleh kedua pengantin, baik pria dan wanita. Sehingga apabila terdapat kedua mempelai yang menikah, salah satu nya beragama non islam, maka sudah barang tentu bahwa pernikahan tersebut tidak sah dan hubungan yang di lakukan akan menjadi haram. 

Apabila ada orang islam ingin menikah dengan non muslim, maka non muslim tersebut haruslah berpindah agama menjadi Islam, dan hal tersebut harus benar-benar di lakukan, bukan hanya karena menikah tetapi benar-benar karena Allah. Pernikahan akan bisa di laksanakan apabila semua rukun nya telah terpenuhi.

Setelah ijab dan kabul, maka pernikahan yang terjadi antara kedua mempelai menjadi sah dan mereka menjadi sepasang suami istri. Status tersebut akan berlaku selamanya. Tetapi akan berakhir jika terdapat perceraian, atau pun kematian salah satu mempelai.

Apabila terdapat 2 orang non muslim yang ingin menikah, maka mereka harus menjadi muallaf dan masuk terlebih dahulu ke dalam agama Islam, baru dapat di nikahkan secara Islam. Masuk nya mereka berdua bukan hanya karena pernikahan semata, melainkan juga di karenakan Allah SWT.

Pada zaman sekarang, banyak sekali orang yang menikah berbeda agama. Karena di Indonesia tidak di perbolehkan menikah berbeda agama, maka mereka ke luar negeri, untuk menikah. Meskipun begitu, pernikahan mereka tidak menjadi sah, dan hukum dari hubungan yang mereka lakukan adalah haram.

Pria Bukan Mahram dari Istri Syarat 2

thegorbalsla.com

Meskipun pernikahan merupakan suatu kehidupan dan hubungan baru bagi sepasang suami istri, tidak berarti bisa menikahkan sang wanita dengan siapa saja. Pada saat menentukan pasangan atau seorang mempelai pria haruslah sesuai dengan syariat Islam, yaitu bukan lah mahram bagi si wanita.

Pada surat An-Nisa’ telah di paparkan mengenai siapa saja anggota keluarga yang menjadi mahram dari sang wanita. Apabila sang pria masih terdapat aliran mahram dari pihak bapak, maka harus di ketahui dengan jelas dan rinci agar pernikahan yang terjadi benar-benar sah. Karena jika salah sedikit saja, maka pernikahan haram di laksanakan.

Setiap hendak menikahkan, maka pihak penghulu akan menelaah mengenai latar belakang keluarga si pria, sehingga pria bukan termasuk mahram bagi si wanita. Dengan adanya penelaahan tersebut, maka pernikahan akan terlaksana dengan baik dan sah tentunya.

Mengetahui Wali Akad Nikah Syarat 3 

www.dream.co.id

Wali yang mengemban amanat untuk menikahkan sang wanita, harus memiliki jalur yang jelas dalam menikahkan sang wanita. Sehingga pernikahan bisa terlaksana secara sah. Saat ini semua orang di wajibkan memiliki akta kelahiran secepatnya.

Hal tersebut agar pada saat pernikahan, tidak terjadi yang namanya pernikahan di luar syariat Islam. Sebagai seorang mempelai pria, harus lah mengetahui latar belakang keluarga dari calon istri. Setelah sang pria tahu kehidupan dari sang wanita, maka untuk selanjutnya pria tersebut harus tahu mengenai wali-wali dari sang wanita.

Sehingga seorang pria bisa menikahi wanita tersebut dan tahu bagaimana seharusnya wali yang yang menjadi penanggung jawab pada saat menikahkan sang wanita. Permasalahan dan kendala mengenai wali harus lah benar-benar di mengerti, terutamanya dari pihak kedua mempelai.

Apabila sang mempelai menggunakan wali hakim, maka sang wali tersebut haruslah juga di ketahui mengenai asal usulnya. Karena dalam islam terdapat seorang bapak kandung yang tidak di perkenankan untuk menikahkan anak perempuannya. Oleh karena itu, kedua belah pihak harus benar-benar mengetahui perihal wali nikah.

Tidak Sedang Berhaji Syarat 4

www.popbela.com

Sakralnya ibadah haji, menyebabkan pada saat melakukan ibadah ini, tidak boleh terjadi pernikahan antara pria dan wanita. Apabila ingin menikah maka harus lah menunggu hingga ibadah haji yang sedang di jalankan telah selesai atau bisa juga di laksanakan sebelum melakukan ibadah haji.

Dalam agama Silam, memang terdapat satu bulan yaitu bulan haji, dimana pada bulan tersebut tidak di perbolehkan melakukan pernikahan. Pernikahan boleh di lakukan setelah bulan tersebut. Oleh karena itu, bagi kedua calon suami istri harus menunda pernikahan.

Meskipun tidak sedang berhaji, tetap saja kedua belah pihak harus menunda pernikahan, hingga musim atau bulan haji telah selesai.

Dilakukan Tidak dengan Adanya Paksaan Syarat 5

ngertiaja.com

Pernikahan dilakukan atas dasar suka sama suka dan karena Allah SWT. oleh karena itu, tidak di perbolehkan menikah karena adanya paksaan baik dari kedua pihak atau salah satu pihak.

Menikah merupakan proses pemberian tanggung jawab yang di berikan kepada kedua mempelai, apabila pada saat menikah, si mempelai tidak berkenan melaksanakan pernikahan, maka sudah barang tentu bahwa pernikahan tersebut kedepannya akan mengalami banyak kendala.

Pernikahan adalah suatu hubungan baru yang terbentuk antara pihak laki-laki dan pihak perempuan dan juga antara dua keluarga. Meskipun begitu, setiap pernikahan memiliki tujuan yang jelas yang harus di pahami oleh kedua belah pihak.

Tujuan dalam pernikahan akan tercapai jika terdapat keselarasan antar kedua pihak mempelai. Sehingga apabila pernikahan di lakukan dengan adanya paksaan, maka di khawatirkan akan terjadi kendala dalam pernikahan itu sendiri di kemudian hari. 

Adanya Pengantin Wanita Sebagai Rukun Nikah 1

thegorbalsla.com

Pengantin wanita merupakan rukun nikah yang wajib di penuhi, agar pernikahan menjadi sah. Pernikahan terjadi antara pria dan wanita. Tanpa adanya wanita, maka pernikahan di haramkan atau tidak boleh di lakukan. Pernikahan sesama jenis dilarang di berbagai hukum, baik hukum agama atau pun hukum negara.

Pernikahan terjadi apabila terdapat dua pengantin pria dan wanita. Apabila hanya ada satu pengantin saja, maka tidak bisa di sebut dengan pernikahan. Rukun nikah harus terpenuhi seluruhnya tanpa terkecuali. Karena apabila rukun nikah tidak terpenuhi, maka pernikahan tidak bisa di anggap sah baik di mata agama atau di hukum negara.

Adanya Pengantin Pria Sebagai Rukun Nikah 2

moondoggiesmusic.com

Kemudian selain seorang wanita, juga seorang pria menjadi salah satu rukun dari menikah. Pria merupakan pengemban amanah dari orang tua wanita. Orang tua wanita mempercayakan dan melimpahkan tanggung jawab si wanita kepada si pria untuk menjaganya dan menemaninya sepanjang hidup nya.

Pelimpahan tanggung jawab itu haruslah di serahkan secara langsung kepada sang pria. Oleh karena itu, pria harus lah ada dan hadir pada saat pelimpahan tanggung jawab atau yang di sebut dengan akad nikah. Terlaksananya akad nikah akan menjadi sah nya pernikahan antara pria dan wanita.

Akad di lakukan oleh sang pria dan wali dari wanita. Oleh karena itu, pelaksanaan akad ini tidak bisa di titipkan atau di wakilkan. Rukun nikah adanya pengantin pria harus di penuhi, karena tanpa kehadiran pengantin pria, maka pernikahan tidak bisa berlangsung.

Keberadaan pengantin pria ini merupakan salah satu dari rukun nikah. Rukun nikah ini tidak bisa di wakilkan atau di gantikan oleh orang lain, baik kerabat, saudara atau pun keluarga.

Adanya Wali Nikah sebagai Rukun Nikah 3

moondoggiesmusic.com

Setelah adanya pengantin wanita dan juga pria, maka rukun pertama dan kedua sudah terpenuhi. Selanjutnya yaitu rukun ketiga, adanya wali dari sang perempuan. Wali menjadi rukun nikah yang wajib ada. Wali dari seorang wanita mempunyai hak untuk menikahkan sang wanita.

Wali wanita adalah ayah wanita sendiri, namun apabila sang ayah tidak ada, maka wali dapat di gantikan dengan seseorang yang berasal dari keluarga inti. Dengan catatan keluarga inti yang berasal dari ayah. Baik itu, paman atau pun kakek.

Apabila keluarga inti yang di tuakan telah tiada, maka dapat menggunakan saudara laki-laki kandung sang perempuan. Tetapi, apabila ternyata sang perempuan tidak memiliki saudara, maka perwalian boleh di wakilkan kepada wali hakim. 

Wali hakim berasal dari penghulu yang menikahkan sang pria dam wanita. Islam memberikan kemudahan dalam pernikahan asalkan tetap sesuai dengan rukun dan syarat menikah. Sehingga menikah tetap sah baik dari segi hukum negara atau pun agama.

Begitu wajib nya seorang wali dalam pernikahan, sehingga apabila menikah diam-diam tanpa sepengetahuan wali, maka pernikahannya tidaklah sah baik di mata hukum agama maupun hukum negara. Meskipun prosesi pernikahan dilakukan secara benar dan khidmat, tetap saja tidak menjadikan pernikahan sah apabila tidak terdapat seorang wali dalam pernikahan tersebut.

Pada suatu pernikahan, bukan hanya meresmikan hubungan antara kedua manusia atau kedua keluarga. Tetapi juga membentuk hubungan dengan Allah SWT. oleh karena itu, menikah harus sesuai dengan syarat dan rukunnya dan harus di laksanakan dengan benar, agar membawa keberkahan dalam kehidupan berumah tangga.

Setiap rumah tangga pasti menginginkan ada nya keberkahan, oleh karena itu dalam melaksanakan suatu pernikahan harus lah memenuhi syarat dan rukunnya. Agar pernikahan menjadi sah dan juga dalam kehidupan berumah tangga menjadi berkah. Jadi, tercapailah tujuan dari pernikahan tersebut.

Adanya 2 Orang Saksi dari Sang Pria Rukun 4

www.wajibbaca.com

Di setiap prosesi apapun haruslah terdapat saksi yang melihat bahwa prosesi tersebut benar-benar terjadi. Hal tersebut juga terdapat pada suatu pernikahan. Dalam prosesi pernikahan haruslah terdapat saksi yang menyaksikan secara langsung bahwa pernikahan itu benar-benar terjadi dan sah baik di mata hukum dan agama.

Pada suatu pernikahan saksi berjumlah 2 orang laki-laki yang berasal dari sang pria. Wajib adanya saksi ini memang sudah termasuk dari rukun menikah. Seperti wajib nya seorang wali. Saksi pun kelak akan di minta pertanggung jawabannya di akhirat sebagai saksi dari pernikahan.

Apabila kedua mempelai menikah tanpa adanya saksi yang mendampingi, maka pernikahannya tidak sah baik menurut hukum agama atau pun hukum negara. Pada suatu pernikahan, sedikit nya saksi berjumlah 2 orang laki-laki. Apabila pada saat pernikahan, ternyata tidak di peroleh saksi yang memenuhi syarat dari pihak keluarga, maka saksi bisa di gantikan oleh tetangga sekitar yang terpercaya atau orang lain yang bisa di percaya.

Keberadaan saksi adalah sebagai pengingat bahwa prosesi pernikahan yang sakral telah terjadi. Pada saat melangsungkan pernikahan, di anjurkan untuk mengumumkan pernikahan kepada khalayak dan mengundang khalayak untuk mendatangi prosesi pernikahan.

Hal tersebut bertujuan agar peristiwa sakral dan besar tersebut memiliki makna dan juga mengumumkan bahwa telah terlaksana pernikahan yang sah secara hukum agama maupun negara. Tetapi apabila pihak penyelenggara tidak menginginkan pengumuman besar-besaran, maka pernikahan bisa di lakukan dengan cara sederhana yaitu cukup wali dan 2 orang saksi pria saja.

Adanya Ijab dan Qobul Rukun 5

www.rumahku-surgaku.org

Apabila ke empat rukun menikah tersebut telah tersedia dan sah, maka selanjutnya dapat melakukan prosesi ijab dan qobul. Pada saat telah di beritahukan tentang jumlah mahar kepada sang pria, maka saat itu juga ayah sebagai wali sang wanita telah melimpahkan tanggung jawab kepada sang pria.

Kemudian saat sang pria telah sampai pada kata menjawab dari sang wali yaitu “saya terima nikahnya” maka kedua mempelai telah menjadi suami istri sejak saat itu juga. Perihal mengenai rukun nikah merupakan ketetapan yang tidak bisa di tambah atau di kurangi.

Jika terjadi perubahan dalam rukun nikah, maka menikah tidak akan menjadi sah. Sehingga hubungan yang di lakukan antara kedua mempelai menjadi haram. Ijab dan qabul adalah suatu janji yang di lakukan sang mempelai pria di hadapan saksi dan wali. Janji yang di buat dengan Allah.

Setelah kata-kata ijab dan qabul ini keluar dari mulut pria, maka segala sesuatu mengenai kedua pengantin akan selalu berhubungan dan terikat. Setelah di laksanakan ijab dan qobul, maka kedua mempelai dapat melangsungkan resepsi.

Guna untuk memberikan pengumuman kepada masyarakat, jika mereka berdua telah sah menjadi sepasang suami istri dan memiliki hubungan yang baru. Meskipun menikah secara diam-diam, pernikahan tersebut harus lah di ketahui oleh warga sekitar, gara tidak menimbulkan masalah di kemudian hari.

Itulah sedikit ulasan dan pembahasan mengenai syarat dan rukun dari menikah. Kedua hal tersebut harus terpenuhi. Apabila telah terpenuhi, maka pernikahan bisa dilangsungkan. Apabila memandang kedua hal tersebut, sangat mudah bukan untuk melangsungkan kedua pernikahan.

Sebenarnya yang menjadi kan sulit dari melangsungkan pernikahan, adalah dari kedua belah pihak sendiri. Pernikahan bukan hal yang mahal dan sebagainya yang menjadikan mahal adalah kedua pihak yang hendak menikah.

Banyak sekali orang yang terkendala menikah di karenakan pandangan mereka sendiri mengenai pernikahan. Pernikahan bukanlah suatu pesta yang harus terselenggara dengan mewah. Cukup dengan sederhana saja, asalkan telah terpenuhi seluruh syarat dan rukunnya, maka pernikahan bisa di adakan.

Masalah yang telah terjadi setelah menikah paling banyak di sebabkan oleh orang tua yang selalu ikut campur dengan kehidupan pernikahan sang anak. Setelah menikah kehidupan anak secara resmi menjadi miliki sang suami, oleh karena itu, sebagai orang tua tidak di perboleh kan mengikuti urusan rumah tangga dari sang anak.

Begitu pula sang anak yang telah menikah, tidak boleh selalu bergantung dengan orang tua. Anak yang selalu menggantungkan kehidupan rumah tangganya kepada orang tua, maka akan selalu mendapat kan kendala dalam berumah tangga. Apabila hanya sekedar meminta saran dan sebagainya tidak mengapa.

Baca Juga Perbedaan Zakat Fitrah dan Zakat Mal

Karena pernikahan merupakan sebuah penyatuan dari hubungan baru, maka wajib hukumnya bagi kedua belah pihak untuk selalu menyimpan aib yang mungkin ada pada pernikahan mereka. Haram hukumnya bagi istri yang selalu mengumbar aib suaminya, begitu pula haram bagi sang suami yang selalu mengumbar aib sang istri.

7 Contoh Khutbah Jumat yang Bisa Anda Jadikan Referensi

Khutbah jum’at – Syarat sahnya sholat Jum’at salah satunya adalah harus diawali dengan dua khutbah. Biasanya Khuthbah tersebut dilakukan sebelum melaksanakan salat Jumat sebanyak dua kali yakni di antara khutbah pertama dan khutbah yang kedua akan dipisahkan oleh duduk.

Khutbah Jum’at sendiri punya rukunnya tersendiri yang tentu saja wajib untuk dipenuhi saat salat Jumat sudah tiba. Rukun khutbah jumat ada lima yang disyaratkan harus memakai bahasa Arab, dilakukan secara tertib, harus berurutan serta harus berkesinambungan atau muawalah.

Berikut ini akan kami berikan penjelasan lengkapnya terkait dengan khutbah Jumat. Mulai dari contoh khutbah Jumat terbaru sampai dengan contoh khutbah Jumat lengkap.

Rukun Khutbah Jumat

islam.nu.or.id

Sebagaimana yang telah disebutkan di atas bahwa rukun khotbah Jumat ada 5. Berikut ini akan kami sebutkan secara lengkap hanya untuk Anda.

  • Memuji Allah SWT

Memuji Allah SWT di kedua khutbah menjadi rukun khutbah sholat Jum’at yang pertama. Namun dalam pelaksanaannya harus dengan syarat yaitu memakai kata hamdun dengan lafadz 1 akar kata. Misalnya seperti kata Ahmadu, nahmadu serta alhamdu.

Demikian pula dengan lafadz Allah yang mana tidak bisa pakai lafadz Allah saja, namun harus diikuti lafadz yang lainnya. Pelafalan yang benar adalah seperti ini nahmadu lillah, alhamdu lillah serta lillahi alhamdu.

  • Membaca Sholawat Nabi pada Kedua Khutbah

Rukun khutbah yang kedua dalam pelaksanaannya yaitu harus membaca sholawat dengan menggunakan kata ashsholatu cara menggunakan lafadz yang satu akar dengan ashsholatu tersebut.

Sedangkan ketika menyebut nama nabi Muhammad SAW, maka penyebutannya dilarang menggunakan kata ganti atau isim dilamir namun harus memakai isim dhohir.

  • Berwasiat pada Ketakwaan pada Khutbah yang Kedua

Rukun khotbah Jumat yang ketiga sebenarnya tidak terdapat ketentuan redaksi yang paten dan hanya menggunakan prinsip harus berisikan tentang pesan-pesan yang membawa akan kebaikan. Selain itu juga harus mengajak kepada ketaatan dan juga harus menjauhi segala kemaksiatan.

Tidak hanya cukup dengan mengingatkan akan kebaikan dan mengingatkan dari tipu daya dunia, akan tetapi juga harus mengandung pesan yang mengajak untuk tidak melakukan kemaksiatan.

  • Membaca Ayat Al-Qur’an di Salah Satu Khutbah Jumat

Rukun khutbah Jumat yang keempat yaitu harus membaca ayat al-quran di salah satu khotbah Jumatnya. Ayat Alquran yang dibaca Ini standarnya yaitu ayat-ayat yang memberikan tentang pemahaman serta makna yang dimaksudkan dengan cara yang sempurna. Baik itu yang memiliki keterkaitan dengan ancaman, janji-janji, cerita-cerita, mauidhah dan lain sebagainya.

  • Doa untuk Semua Kaum Muslim pada Khutbah yang Terakhir

Rukun khutbah yang terakhir yaitu berdoa kepada seluruh kaum muslimin yang dilakukan di khutbah yang terakhir. Doa yang disebutkan di dalam khotbah yang terakhir ini harus berisikan tentang arahan menuju akhirat.

Misalnya seperti “Ya Allah, semoga kami ingin Engkau selamatkan dari siksa dan panasnya api neraka”, atau “Ya Allah, ampunilah dosa kami dan segala dosa-dosa kaum muslimin wal muslimat”.

Contoh Khutbah Sholat Jumat

www.tongkronganislami.net

  • Doa khutbah jumat

thegorbalsla.com

Assalamualaikum wr wb.

Jamaah sholat Jum’at yang selalu diberi Rahmat oleh Allah SWT,

Telah diwasiatkan oleh Khatib kepada kita semua supaya senantiasa berusaha dalam meningkatkan ketakwaan kita kepada Allah SWT. Salah satu cara yang harus dilakukan supaya ketakwaan kita meningkat kepada Allah SWT maka harus mengikhlaskan setiap amal baik yang kita lakukan.

Jangan sampai kita mengharapkan imbalan apapun dan ridho siapapun kecuali Ridha Allah SWT. Supaya semua amal baik yang sudah kita lakukan diterima di sisi Allah SWT dan di akhirat akan mendapatkan balasannya yakni Jannah-Nya yang tentu saja di dalamnya penuh dengan kenikmatan.

Jamaah salat Jumat yang selalu diberkati Allah SWT

Pada hari ini kita semua telah berada dan dihadapkan di masa-masa yang mana kedudukan, harta serta pujian dari sesama manusia sudah menjadi tolak ukur dari tingkat kemuliaan serta ketinggian derajat seseorang di hadapan orang lainnya.

Bagi orang-orang yang hebat dan namanya terkenal akan selalu disebut di mana-mana, dan juga orang-orang yang sukses adalah dianggap orang-orang yang punya kekuasaan, kedudukan dan juga harta berlimpah. Sebenarnya itu semua sudah merusak atas pemahaman kita sebagai manusia terkait dengan makna kemuliaan dan kesuksesan.

Hal tersebut bertujuan agar para manusia dapat tertipu dan lupa dengan hakikat kemuliaan yang sesungguhnya. Hakikat dari tingginya dan mulianya manusia yang sesungguhnya adalah taqwa dan taat kepada Allah SWT, sebagaimana surat Al Hujurat ayat 13 telah disebutkan.

“Sesungguhnya orang-orang di antara kalian yang paling mulia yaitu orang-orang yang paling bertakwa kepada Allah SWT. Sungguh hanya Allahlah yang Maha mengetahui lagi Maha teliti”. Maka dari itu tidak sedikit orang-orang yang beramal bukan mencari ridho Allah dan bahkan tak ingat akan pahala yang diberikan Allah SWT.

Mereka beranggapan bahwa jika semua pekerjaan yang mereka lakukan merupakan pekerjaan yang disenangi oleh orang-orang, dan mereka merelakan syariat Allah dijadikan sebagai tumbal. Lalu muncullah golongan orang-orang yang ingin beramal supaya dilihat oleh orang dan karena riya.

Orang-orang yang demikianlah yang hanya mengejar ke sia-siaan di dunia saja. Semoga Allah SWT menjadikan hati kita selalu ikhlas untuk beramal baik dan menjauhi kan kita dari sifat ingin dipuji orang lain. Sungguh Allah yang Maha mengetahui semua yang kita sembunyikan di dalam hati.

Contoh Khutbah Jumat Singkat

www.wajibbaca.com

  • Doa khutbah jumat

thegorbalsla.com

Para jamaah sholat Jum’at rohimakumullah

Terdapat suatu kisah yang pada suatu hari saat sepeninggal Rasulullah SAW, pada saat itu didapati Abu Hurairah sedang i’tikaf di dalam Masjid Nabawi. Ketika itu dia tertarik dengan orang yang sedang duduk di sana dan menghampirinya.

Kemudian ia bertanya apa hal yang membuatnya bersedih dan Abu Hurairah ingin menawarkan bantuan. Berkatalah Abu Hurairah, “marilah ikut denganku wahai saudaraku”. Abu Hurairah mengajak orang tersebut keluar dari masjid. Kemudian orang tersebut bertanya “Apakah Macau berhenti beristirahat karena hanya ingin menolongku saja?”.

Abu Hurairah menjawab “Rasulullah SAW pernah bersabda bahwasannya apabila di antara kalian mampu membantu orang lain yang sedang membutuhkan, maka pahala kalian jauh lebih baik dibandingkan 1 bulan i’tikaf”.

Jamaah sholat Jum’at yang selalu diberi rahmat Allah SWT

Kita sebagai seorang muslim sudah seharusnya merasa terpanggil untuk membantu sesama kita. Sudah sewajarnya juga kita punya semangat serta jiwa yang bisa bermanfaat bagi sesamanya. Indikator kebaikan dari seseorang bisa dilihat dari menolong orang lain yang sedang membutuhkan dan hati nuraninya juga merasa terpanggil untuk membantunya dalam menyelesaikan masalah yang dihadapi orang lain.

Di dalam surat az zariyat ayat 56 dikatakan bahwa orientasi hidup seorang muslim haruslah bermanfaat untuk orang lain. Siapapun iya dan dimanapun ia berada bahkan apa saja profesinya tetap harus bermanfaat untuk orang lain. Bukan menjadi orang egois yang hanya mementingkan diri sendiri dan tidak peduli dengan orang lain.

Misalnya seorang muslim yang bekerja sebagai pedagang yang mana orientasi dalam hidupnya seharusnya bukan hanya ingin meraih keuntungan yang sebesar-besarnya namun juga harus bisa bermanfaat untuk orang lain. Caranya yaitu dengan memberikan pertolongan apa yang dibutuhkannya. Oleh karena itu berbuat baiklah kepada sesama manusia dengan ikhlas maka Allah akan membuat hidup kita berkah.

Contoh Khutbah Jumat Lengkap

www.berbagaireviews.com

  • Doa khutbah jumat

www.nahimunkar.org

Jamaah sholat Jum’at sekalian yang dirahmati Allah

Taqwa telah menjadi kata yang tidak asing lagi didengar kita. Taqwa kepada Allah SWT menurut para ulama yaitu menjalankan semua perintah serta menjauhi semua larangannya Allah SWT. Akan tetapi kalimat tersebut kerap kali pemahamannya disalahgunakan sehingga banyak yang mengartikan dengan dangkal.

Pernahkah kita bertanya dalam diri Apa saja bentuk dari perintah Allah SWT? di dalam kitab suci Alquran kita akan banyak menemukan perintah-perintah Allah SWT. Baik itu perintah kepada sesama manusia, binatang dan juga alam semesta.

Sedangkan perintah tersebut juga punya jenis yang berbeda-beda, mulai dari tentang syariat agama sampai dengan tentang hukum alam. Barangsiapa yang taat dengan semua perintah yang Allah berikan, maka tentunya ia akan mendapatkan ganjaran dan begitupun sebaliknya, apabila melakukan larangan Allah maka ia juga akan mendapatkan balasannya.

Allah adalah Maha adil jadi Allah tidak akan memilah dan memilih. Allah juga tidak lalai dan tidak tidur. Manusia yang akan mendapatkan ganjaran dari ibadah syariat seperti salat, puasa, zakat, mengaji dan lain sebagainya akan diberikan Allah SWT ketika di akhirat nanti.

Akan tetapi beda halnya dengan sunnatullah seperti misalnya belajar dan bekerja dengan giat, maka ia akan mendapatkan ganjarannya semasa ia masih ada di dunia seperti menjadi sukses. Bukankah hukum yang ada di masyarakat dan alam merupakan bentuk dari ciptaan dan ketentuan Allah SWT.

Lalu Mengapa manusia masih ragu dengan penyakit dan kemiskinan yang diakibatkan karena melanggar perintah Allah SWT. Dan akhirnya jangan bertanya lagi mengapa rezeki tidak cepat datang meskipun sudah beritikaf dan tahajud sekalipun.

Kita sebagai hamba Allah harus sadar bahwa kita masih mengamalkan setengah dari taqwa yang seharusnya. Sedangkan taqwa yang setengahnya lagi dilakukan oleh umat yang lainnya. Tidak sedikit di antara kita yang tidak dapat menghayati dan bahkan ada yang belum paham dan mengerti apa Allah perintahkan kepada kita.

Contoh Khutbah Jumat Terbaru

thegorbalsla.com

Sayyidina Umar bin Khattab berkata bagaimana bisa banyak manusia yang diperbudak sedangkan ibunya telah melahirkannya dengan merdeka.

Pada saat itu ia sedang mempertanyakan hakikat dari dirinya sebagai manusia yang sejatinya manusia telah merdeka. Bayi-bayi yang lahir ke dunia tidak hanya lahir dengan keadaan yang suci namun juga merdeka dari keterbatasan.

Maka dari itu sesungguhnya penjajah merupakan bentuk dari lingkaran atas sifat hakiki dari seorang manusia yang sebenarnya. Saat pada orang-orang yang melakukan kedzaliman kepada kita, makalah islam memperbolehkan kita untuk melakukan pembelaan pada diri kita.

Bahkan apabila datang penjajah dalam bentuk serupa ancaman kepada jiwa, maka Islam juga memperbolehkan kita untuk melawan dan bahkan boleh ada peperangan untuk mempertahankan diri kita. Itu juga yang pernah dilakukan oleh para ulama beserta santrinya pada zaman dahulu, saat Indonesia dijajah oleh Jepang dan Belanda.

Perjuangan yang telah mereka lakukan zaman dahulu adalah elemen yang begitu penting dari sejarah bangsa Indonesia. Sebab mereka semua bukan hanya berbeda antar suku saja melainkan juga berbeda daerah dan bahkan beda agama.

Hal tersebut dikarenakan kemerdekaan memang tentang persoalan manusia yang keseluruhan dan bukan hanya untuk kepentingan personal semata. Islam juga telah mengakui tentang masalah penjajahan dan juga kemerdekaan itu yang universal.

Jamaah Jum’at rahimakumullah

Indonesia sebagai tanah air juga menjadi salah satu elemen yang sangat penting dalam perjuangan yang dilakukan oleh para pahlawan pada zaman dahulu. Tanah air bagaikan sebuah rumah yang di dalamnya berisi oleh ratusan dan bahkan jutaan manusia.

Islam juga telah mengakui terhadap hak tempat tinggal yang aman sehingga kita diperbolehkan untuk membela diri jika suatu saat terjadi suatu ancaman yang bisa membahayakan tempat tinggal yang kita miliki.

Bahkan telah disebutkan dalam surat mumtahanah ayat 8 yang artinya “Allah tidak akan memberikan larangan kepadamu untuk melakukan kebaikan serta bersikap adil terhadap orang-orang yang tiada memerangimu sebab agama serta tidak akan mengusir kamu dari negaramu. Sungguh Allah sangat suka dengan orang-orang yang adil”.

Contoh Khutbah Jumat Bulan Ramadhan

pwnuntb.or.id

  • Doa khutbah jumat

thegorbalsla.com

Hadirin shalat jumat yang senantiasa mendapatkan barokah Allah SWT.

Bagi seorang muslim yang melakukan kebaikan pasti dia mampu mengambil hikmah dari bulan Ramadhan. Caranya yaitu dengan menjadi pribadi yang lebih baik ketika masih bukan ramadhan dan setelahnya. Sebab apabila kita masih sama saja dengan bulan-bulan sebelum ramadhan tiba, maka kita termasuk orang yang rugi.

Sebab tanda dari amalan kita diterima kartika bulan ramadhan yaitu adanya perubahan sikap setelah bulan ramadhan. Hal tersebut dikarenakan sejarah jeleknya orang yaitu orang yang beribadah hanya selama bulan ramadan saja.

Pesan pertama yang harus dilakukan setelah selesai bulan ramadhan yaitu senantiasa bertaqwa kepada Allah SWT. Sebagaimana yang telah Allah firmankan di dalam al-quran “Wahai orang-orang yang kalian beriman bertakwalah kalian semua kepada Allah SWT dan perhatikanlah setiap apa yang kalian perbuat. Sungguh Allah adalah Maha Mengetahui atas semua yang kamu lakukan.”

Pesan kedua yang disampaikan yaitu ingatlah perlu sesungguhnya umur kita ini terbatas. Dan pasti nantinya kita akan ditanyakan oleh Allah SWT. “Kedua kaki yang dimiliki seorang hamba tidak akan bisa beranjak ketika sudah datang hari akhirat nantinya hingga ia selesai ditanya tentang usia yang sudah ia habiskan.” (HR Tirmidzi no 2417). Jadi umur yang diberikan Allah SWT kepada kita harus benar-benar kita manfaatkan dengan sebaik mungkin.

Pesan ketiga untuk cinta yaitu bertobat telah sebelum waktunya terlambat dan sebelum Allah memanggil kita. Sebagaimana yang telah diriwayatkan oleh Abu Bakar Asshiddiq “Tidakkah seorang hamba yang telah melakukan dosa dan selanjutnya ia bersuci dan berdiri menjalankan shalat 2 rakaat seraya mohon ampun dirinya kepada Allah SWT. Kecuali hanya Allah yang akan memberikan ampunan kepadanya.”

Pesan terakhir yaitu sudah seharusnya kita senantiasa mengikutkan kebaikan dengan maksiat, adalah salah satu tanda yang tidak diterimanya amalan ketika bulan Ramadan. Allah disebutkan juga oleh para ulama bahwasannya diantara balasan kebaikan yaitu adanya kebaikan berikutnya. sedangkan diantara balasan kecelakaan yaitu kecelakaan yang berikutnya pula.

Contoh Khutbah Jumat Terbaik

satriabajahitam.com

  • Doa khutbah jumat

thegorbalsla.com

Jamaah salat Jumat rahimakumullah, marilah kita semua senantiasa bertakwa hanya kepada Allah SWT dan belajar serta menjalankan semua syariat-Nya. Caranya adalah dengan mencari ilmu yang manfaat. Sebab ilmu itulah yang akan menjadi cahaya sekaligus menjadi petunjuk.

Sedangkan kebutuhan kegelapan dan kesesatan yang nyata. Para ulama merupakan pewaris nabi, sebab pada zaman dahulu nabi tidak pernah mewariskan hartanya seperti uang, melainkan nabi hanya mewariskan ilmunya yang bermanfaat kepada umat.

Oleh karena itu siapa orang yang mencari ilmu bermanfaat, maka artinya ia sudah berhasil mengambil bagian dari ilmu yang telah diwariskan nabi. Pelajarilah segala macam ilmu, sebab kemuliaan bisa Anda dapatkan dari ilmu tersebut, baik itu di dalam kehidupan dunia dan juga di akhirat.

Selain itu, ilmu yang bermanfaat juga akan memberikan pahala yang mengalir terus sampai hari kiamat. Seperti firman Allah dalam surat al-mujadilah ayat 11 menyebutkan bahwa “Allah SWT akan meninggikan derajat orang-orang yang beriman di antara kalian dan orang-orang yang telah diberikan ilmu pengetahuan sebanyak beberapa derajat.

” Dengan kita mempunyai ilmu yang sebanyak-banyaknya, maka kita tidak akan rugi. Apalagi jika ilmu tersebut akan kita amalkan sebaik-baiknya. Maka bisa Anda rasakan sendiri bahwasannya ilmu yang diwariskan oleh para nabi, para ulama terdahulu dan juga orang-orang suci masih bisa kita rasakan sampai saat ini bahkan sesudah berjuta-juta tahun lamanya.

Namun pengaruh yang nabi berikan terpuji, jalan yang mereka ambil masih diikuti, nama mereka juga masih terus disebut hingga sekarang. Selain itu, usaha para nabi dan ulama patut untuk kita syukuri.

Apabila di dalam majelis menyebutkan nama mereka, maka setiap orang yang mendengarkan akan berdoa dan memintakan rahmat sebaik-baiknya. Apabila disebutkan sebagai amal saleh serta adab yang luhur, maka mereka semua merupakan teladan bagi kita dalam melaksanakannya. Oleh karena itu Belajarlah ilmu dan amalkanlah, sebab belajar ilmu termasuk jihad fisabilillah.

Manfaatkanlah sebaik mungkin ilmu yang Anda miliki dimanapun Anda berada. Sebab ilmu yang sudah kita miliki tidak akan pernah bisa hilang, tidak akan pernah dapat dicuri dan juga tidak akan berat saat kita bawa mati. Maka raihlah ilmu sebanyak-banyaknya dan amalkanlah kepada orang-orang di sekitar kita supaya hidup kita berkah dengan mengamalkan ilmu yang bermanfaat.

Baca Juga Doa Mandi Wajib

Contoh-contoh khutbah sholat Jum’at di atas bisa Anda jadikan sebagai referensi saat akan melakukan khutbah. Jadi, semoga contoh khutbah sholat Jum’at di atas bisa bermanfaat untuk siapa saja yang membacanya terutama bagi Anda yang sedang membutuhkan.

Doa Iftitah: Makna, Hukum, Macam Macam, Adab serta Keutamaanya

Doa iftitah – Sholat merupakan suatu ibadah wajib yang dimulai dari takbiratul ihram dan diakhiri dengan mengucap salam. Terdapat berbagai bacaan doa di dalam sholat yang kita jalankan. Salah satu doa yang sering kita baca dalam sholat adalah doa iftitah. Doa ini dibaca sebelum kita membaca surat Al fatihah dan sesudah melakukan takbiratul ihram. 

Doa iftitah pada dasarnya berisi suatu permohonan maupun harapan yang kita panjatkan kepada Allah Ta’ala. Mungkin antara warga NU (Nahdhatul Ulama) dengan Muhamadiyah terdapat perbedaan bacaan pada doa iftitah. Namun, kesemuanya memiliki dasar yang diriwayatkan dari hadits Nabi Muhamad SAW.

Tidak ada sesuatu yang salah selama kita tetap berpegang pada Al Quran dan As Sunah. Untuk lebih memahami tentang doa iftitah, yang meliputi bagaimana bacaannya, apa saja macam-macamnya, bagaimana hukumnya, serta apa saja keutamaannya, mari kita simak ulasannya di bawah ini!

Doa Iftitah Dalam Bahasa Arab

www.elsholat.com

Doa di bawah ini merupakan doa iftitah yang umum atau biasa dibaca oleh kaum muslim saat mengerjakan ibadah sholat, baik itu sholat sunah maupun sholat wajib..

Doa Iftitah Dalam Bahasa Latin

thegorbalsla.com

Lafal doa iftitah dalam Bahasa Arab di atas jika ditulis dalam huruf latin yaitu :

“Allaahu akbaru 

kabiiraw walhamdu lilaahi katsiran

wa subhaanallaahi bukrataw wa’ashiila

innii wajjahtu wajhiya lilladzii fatharas samaawaati wal ardha 

haniifam muslimaw wamaa anaa minal musyrikiina

Inna shalaatii wa nusukii wa mahyaaya wa mamaatii lillaahi Rabbil ‘aalamiina

Laa syariikalahu wa bidzaalika umirtu wa anaa minal muslimiina”

Makna dari Doa Iftitah

www.netsains.net

“Allah Maha Besar

Lagi sempurna kebesarannya dan sebanyak-banyaknya pujian bagi Allah

Maha Suci Allah sepanjang pagi dan senja hari

Saya hadapkan wajah saya kepada Tuhan pencipta langit dan bumi

Dengan kepasrahan diri dan kepatuhan dalam keadaan muslim dan saya bukan dari golongan musrik (orang yang menyekutukan Allah)

Sesungguhnya sholatku, ibadahku, hidup dan matiku hanya milik Allah semata Tuhan seru sekalian alam

Tidak ada sesuatu pun yang menyamainya dan dengan itulah saya diperintahkan, dan saya termasuk dari golongan orang muslim (orang yang beragama Islam)

Hukum Membaca Doa Iftitah

www.an-najah.net

Hukum asal membaca doa iftitah dalam sholat adalah sunah. Hal ini berarti jika dikerjakan maka kita akan mendapat pahala namun jika kita tinggalkan pun, kita tidak akan mendapatkan dosa. Terlepas dari itu semua, ternyata terdapat sebuah riwayat hadits dari HR. Abu Daud dan Hakim yang menyatakan jika Rosulullah pernah bersabda :

“Tidak akan sempurna sholat yang dilakukan seseorang sampai dia bertakbir untuk menyanjung dan memuji Allah lalu membaca surat dalam Al quran yang dianggapnya mudah.”

Hadits lain tentang hukum membaca doa iftitah juga diriwayatkan oleh Abu Hurairah yang digolongkan ke dalam hadits shohih yaitu setelah takbiratul ihram, biasanya Nabi Muhammad akan diam sejenak dan membaca sebuah ayat, maka Abu Hurairah bertanya kepada Nabi Muhammad tentang ayat apa yang beliau baca, dan Rasulullah SAW pun membaca doa iftitah.

Selain itu, berdasarkan kitab karya Imam An Nawawi yang berjudul Al Adzkar menyatakan jika doa-doa ini (doa iftitah) hukumnya mustahabbah atau sunah baik kala mengerjakan sholat sunah maupun sholat wajib. 

Adab Membaca Doa Iftitah

pondokislam.com

Dalam membaca doa iftitah terdapat berbagai adab yang mesti kita perhatikan. Yang dimaksud adab di sini adalah tata cara atau hal yang harus kita perhatikan saat membaca doa iftitah baik saat mengerjakan sholat sunah maupun sholat wajib. Adapun adab membaca doa iftitah ini ditulis oleh Imam An Nawawi dalam kitab karya beliau yang berjudul Al Adzkar.

Adab dalam pembacaan doa iftitah adalah sebagai berikut :

  1. Baik untuk makmum ataupun imam, pembacaan doa iftitah ini dibaca dengan tidak mengeraskan suara atau lirih (sir) 
  2. Anda tidak perlu melakukan sujud syahwi ketika Anda lupa membaca doa iftitah karena doa iftitah di hukumi sunah dalam sholat
  3. Menggabungkan doa iftiah hukumnya sunah
  4. Anda tidak perlu membaca doa iftitah jika Anda melaksanakan sholat di akhir waktu
  5. Anda dapat membaca doa iftitah pada rakaat kedua dalam sholat jika pada rakaat pertama Anda lupa membacanya
  6. Jika Anda terlambat datang ke masjid sehingga menjadi makmum masbuk maka Anda boleh membaca doa iftitah ataupun tidak membacanya. Hal ini tergantung dari kemampuan yang Anda miliki namun yang perlu diingat yaitu Anda tetap harus membaca Surat Al Fatihah karena termasuk ke dalam rukun sholat.

Macam-macam Doa Iftitah

thegorbalsla.com

Doa iftitah yang dibaca dalam sholat ternyata memiliki bacaan yang beragam. Perbedaan bacaan doa-doa tersebut didasarkan pada riwayat hadits shahih yang disampaikan oleh Rasulullah SAW kepada para sahabat. Untuk macam-macam bacaan doa iftitah dapat Anda lihat penjelasannya di bawah ini.

  • Doa Iftitah 1

Bacaan doa iftitah 1 di bawah ini merupakan bacaan doa iftitah yang sering dibaca oleh Nabi Muhammad SAW sewaktu melaksanakan sholat fardhu. Bacaan doa iftitah ini diriwayatkan oleh Imam Muslim dan Imam Bukhari dan tergolong ke dalam hadist shahih. Bunyi bacaan doa iftitah 1 yaitu :

Bacaan latin doa iftitah tersebut adalah 

Allahumma baa’id bainii wabaina khathaayaaya kamaa baa’adta bainal masyriqi wa maghribi

Allahumma naqinii min khathaayaaya kamaa yunaqats tsaubul abyadhu minad danas

Allahummaghsilnii min khathaayaaya bil maa’i wats tsalji

Sedangkan arti dari doa iftitah 1 tersebut adalah Ya Allah, jauhkanlah hamba dari kesalahan-kesalahan hamba, seperti halnya Engkau menjauhkan antara arah timur dengan barat. Ya Allah, bersihkanlah hamba dari kesalahan-kesalahan yang hamba lakukan, seperti halnya baju putih yang bersih dari noda. Ya Allah, basuhlah hamba dari kesalahan-kesalahan hamba menggunakan salju, air biasa, serta air es.

  • Doa Iftitah 2

Doa iftitah yang kedua ini merupakan bacaan doa iftitah yang di panjatkan oleh salah seorang sahabat nabi dan diriwayatkan oleh Imam Muslim. Melalui doa iftitah ini, Rasulullah bersabda jika doa tersebut mampu membuka pintu-pintu langit sehingga Nabi muhammad merasa kagum atas doa yang dibaca oleh sahabat tersebut.

Lafal Doa Iftitah 2 :

Kalimat latin dari doa iftitah 2 ini adalah :

Allahu akbar kabiroo 

wal hamdu lillaahi katsiiro 

wa subhaanallaahibukrotaw wa ashiilaa

Yang memiliki makna yaitu :

Maha Besar Allah dengan sebesar-besarnya 

dan segala puji bagi Allah dengan sebanyak-banyaknya pujian

Maha suci Allah pada pagi hingga senja hari

  • Doa Iftitah 3

Bacaan doa iftitah 3 ini diriwayatkan oleh Abu Daud, Imam Muslim, dan Tirmidzi. Doa iftitah ini dibaca ketika Allah melaksanakan sholat tahajud pada tengah malam yang berbunyi :

Kalimat latin dari doa iftitah 3 tersebut adalah :

Allahumma rabba jib rilaa wa miikaaiilaa, wa israafiila faa thirassamaa waati wal ardhi, ‘aalimalghoibi wasyahaadati anta tahkumu baina ‘ibaadika fiimaa kaanuu fiifi yakhtalifuuna

Ihdinii limakh tulifa fiihi minal haqqi bi idznika tajdi mantasyaa‘u ilashiraathimmustaqiim

Sedangkan arti dari doa iftitah 3 tersebut adalah Ya Allah, Tuhan malaikat Jibril, Mikail, dan Isrofil, Tuhan pencipta langit dan bumi. Yang mampu mengetahui masalah ghaib dan yang nyata. Engkau yang mampu memutuskan perselisihan diantara hambamu. Berikanlah petunjuk kepada hamba tentang kebenaran atas perselisihan melalui ijinmu. Sesungguhnya Allah Maha pemberi petunjuk bagi siapa pun yang Dia kehendaki. 

  • Doa Iftitah 4

Doa iftitah yang keempat ini merupakan doa iftitah yang diriwayatkan oleh Ibnu Majah, yang berbunyi :

Lafal latin dari bacaan doa iftitah di atas yaitu 

Innii wajjahtu wajhiya lil ladzii fathoros samaawaati wal ardho 

haniifam mushlimaw wamaa ana minal musyrikiin 

innaa sholaatii wanusukii wamahyaaya wamamaatii lillahirabbil aalamiin

Laa syariikalahu wa bidzaalika umirtu wa ana minal muslimin.

Doa iftitah tersebut memiliki arti yaitu sesungguhnya saya menghadapkan wajah kepada Tuhan yang menciptakan langit dan bumi dengan keadaan tunduk dan saya bukan termasuk golongan orang yang menyekutukan Allah. Sesungguhnya sholat yang aku kerjakan, ibadahku, hidup serta matiku hanyalah milik Allah Tuhan seru sekalian alam. 

Tidak ada sesuatu pun yang menyamainya. Dan dengan itu aku diperintahkan, dan aku termasuk dalam golongan orang-orang muslim.

  • Doa Iftitah 5 

Doa iftitah 5 ini merupakan doa iftitah yang dibaca oleh sahabat Nabi yang membuat malaikat sebanyak 12 saling berebut untuk mencatatnya di hadapan Allah. Doa ini diriwayatkan oleh Imam Muslim yang berbunyi :

Bacaan latin dari doa tersebut adalah :

alhamdulillahi hamdan kasiiran tayyiban mubaarokan fiihi

Yang memiliki arti segala puji bagi Allah dengan pujian yang besar, bagus, lagi penuh keberkahan.

  • Doa Iftitah 6

Doa iftitah yang keenam ini merupakan doa yang sering dibaca nabi Muhammad SAW baik saat sholat sunah maupun sholat fardhu. Doa ini diriwayatkan oleh Imam Muslim dan tergolong ke dalam hadits shahih. Bacaan doa iftitah 6 yaitu :

Bacaan latin dari doa iftitah 6 tersebut adalah :

Wajjahtu wajhiya lilladzii fatharassamaawaati wal ardho hanifawwamaa ana minal musyrikiina

Inna sholaatii wa nusukii, wa mahyaaya wa mamaatii lillahi rabbil ‘aalamiina

Laa syariikalahu wa bidzalika umirtu wa ana minal muslimiina

Allahumma antal malika laa ilaha illaa anta rabii 

wa ana ‘abuka dzolamtu nafsii wa’taraftu bidzambii faa ghafirlii dzunuubii jamii’an innahu laayaghfirudzunuuba ilaa anta 

wahdinii lah sanil akhlaaqi laa yahdii lahsanihaa illa anta, washrif ‘annisayyi ahaa, laa yashrifu ‘annii sayyiahaa illa anta, labbaika wa sa’daika, walkhairukulluhu bi yadaika, wasyarru laisa ilaika, ana bika wa ilaika tabaarakta wa ta’aalaita, astaghfiruka wa atuubu ilaik

Makna dari doa iftitah di atas adalah aku hadapkan wajahku kepada Allah yang menciptakan langit dan bumi, dengan memegang agama yang haq dan aku bukanlah termasuk golongan orang yang menyekutukannya. Sesungguhnya sholat yang aku kerjakan, ibadahku, hidup serta matiku hanyalah milik Allah Tuhan seru sekalian alam. 

Tidak ada yang menyamainya dan atas dasar itu aku diperintahkan dan aku berasal dari golongan orang yang lurus. Ya allah, Engkau merupakan raja, tak ada Tuhan yang berhak disembah selain Engkau. Aku adalah hambamu dan kaulah Tuhanku. Aku mengakui dosa yang telah aku lakukan dengan menganiaya diri sendiri. Oleh sebab itu, hamba mohon ampunilah segala kesalahan hamba. 

Sesungguhnya tidak ada dzat yang mampu mengampuni selain Engkau. Berikanlah petunjuk kepadaku terhadap akhlak yang baik karena tidak akan ada yang bisa menunjukkannya selain Engkau. Jauhkanlah aku dari akhlak yang buruk karena tak akan ada yang mampu menjauhkannya selain Engkau. Aku penuhi setiap panggilanmu dengan rasa gembira, segala kebaikan di tanganMu, dan tanpa keburukan.

Karena pertolongan serta rahmatmulah aku hidup, dan hanya kepadamulah aku akan kembali. Allah Maha Suci lagi Maha Tinggi, hamba memohon ampunan dan bertaubat kepadaMu. 

Tambahan keterangan : untuk kata pada doa iftitah yang terdapat dalam kurung tersebut merupakan kata tambahan berdasarkan hadits nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan oleh Abu Daud.

  • Doa Iftitah 7

Doa iftitah yang ketujuh ini merupakan doa iftitah yang diriwayatkan oleh Ibnu Majah, Imam Bukhari, dan Ahmad yang merupakan bacaan doa iftitah yang sering dibaca Rasulullah saat sholat tahajud.

Bacaan latin dari doa tersebut adalah :

Allahumma lakalhamdu anta nuurus samaawaati wal ardhi wa manfiihinna walakal hamdu anta qoyyimus samaawaati wal ardhi waman fiihinna, walakal hamdu anta robbus samaawaati wal ardhi waman fiihinna, antal haqqu, wawa’dukal haqqu, waqoulukal haqqu, waliqoo’ukal haqqu, waaljannatu haqqu, waannaaru haqqu, wasysya’atu haqqu

Allahumma laka asylamtu, wabika amantu, wa’alaika tawakkaltu, wailaika anabtu, wabika khoosomtu, wailaika haakamtu, faghfirlii maa qoddamtu wamaa akhhortu, wamaa asrortu wamaa a’lantu, antal muqoddimu wa antal mu’akhiru, anta ilaahii laa ilaaha illa anta

Sedangkan artinya yaitu Ya Allah, segala puji hanyalah milikmu. Engkau sebagai sinar bagi langit dan bumi serta segalanya yang ada di sana. Segala puji hanyalah milikmu, Kaulah dzat pengatur langit dan bumi serta segala yang ada di dalamnya. Maha benar Engkau, janjimu adalah benar, firmanmu adalah benar, pertemuan denganmu adalah benar.

Surga itu memang benar, kiamat itu benar, serta kiamat itu pun juga benar. Ya Allah, hanya kepadamulah hamba memasrahkan diri, hanya kepadamulah hamba beriman, hanya kepadamulah hamba bertawakkal, hanya kepadamulah hamba bertaubat, hanya kepadamulah hamba berdebat, hanya kepadamulah hamba memohon keputusan.

Oleh sebab itu, hamba mohon ampun atas dosa yang telah maupun akan hamba lakukan. Yang hamba lakukan secara sembunyi-sembunyi maupun yang hamba lakukan secara terang-terangan. Engkau adalah awal dan akhir. Engkaulah Tuhanku. Tidak ada Tuhan yang patut untuk disembah selain Engkau.

Keutamaan Membaca Doa Iftitah

sintarysani.wordpress.com

Jika kita telaah lebih dalam mengenai makna dari doa iftitah maka kita akan mendapatkan suatu kesimpulan jika doa ini merupakan perasaan batin seorang hamba kepada Tuhannya, yang mengalir dari jiwa yang terdalam. Dengan membaca doa iftitah, maka kita akan merasa bertemu atau menghadap Allah secara langsung.

Doa iftitah diawali dengan berbagai kalimat tayibah seperti takbir (Allahu Akbar), tahmid (Alhamdulillah), dan tasbih (Subhanallah). Kemudian dilanjutkan dengan kalimat yang menyatakan jika kita menghadapkan wajah kita kepada Allah Ta’ala, serta rasa patuh dan pasrah kita kepada Allah. Di dalam doa iftitah juga terdapat pengakuan kita sebagai umat muslim. 

Ternyata, doa iftitah yang selalu kita baca ketika sholat memiliki berbagai keutamaan yang mungkin selama ini belum pernah kita sadari. Beberapa keutamaan doa iftitah antara lain : 

  • Sebagai bentuk pendekatan diri kepada Allah SWT

Banyak cara yang dapat kita lakukan untuk mendekatkan diri kita kepada Allah, dan salah satunya adalah melalui bacaan doa iftitah. Isi kandungan doa iftitah terdiri dari berbagai aspek mulai dari permohonan ampun kepada Allah, memohon perlindungan dan keselamatan kepada Allah, serta meminta petunjuk kepada Allah.

Jadi, secara tidak langsung doa iftitah berperan sebagai sarana untuk mendekatkan diri kita kepada Sang Khalik. Berdasarkan hadits riwayat HR bukhari no. 7405 dan Muslim no. 2675 dijelaskan bahwa jika seorang hamba mendekat kepada Allah sepanjang satu jengkal maka Allah akan mendekat kepadanya sepanjang satu hasta.

Jika seorang hamba mendekatkan diri kepada Allah sepanjang satu hasta maka Allah akan mendekatinya sepanjang satu depa. Jadi, semakin kita mendekat kepada Allah maka Allah juga akan semakin mendekat kepada kita.

  • memperoleh pahala sebagai amalan sunah

Hukum membaca doa iftitah dalam sholat adalah sunah, baik dibaca saat sholat sunah maupun sholat fardu. Jadi, jika kita membaca doa iftitah dalam sholat maka kita akan mendapatkan pahala amalan sunah yang akan menambah berat timbangan kebaikan kita pada yaumul hisab nantinya.

Amr bin Auf bin Zaid Al Muzani menjelaskan jika Rasulullah SAW pernah bersabda jika ada seorang hamba yang menghidupkan satu sunah yang berasal dari sunah nabi maka orang tersebut akan mendapatkan pahala sesuai dengan pahala orang-orang yang mengamalkannya namun tidak akan mengurangi pahala mereka meski sedikit saja.

Hadits tersebut tergolong hadits shahih yang diriwayatkan oleh Ibnu Majah no. 209.

  • Dibukakan pintu langit

Keutamaan membaca doa iftitah yang ketiga adalah dibukakannya pintu langit. Hal ini berdasarkan penjelasan sahabat Nabi Muhammad SAW yaitu Sayyida Ibnu Umar RA. Tatkala itu, sahabat Umar sedang melaksanakan sholat dengan Nabi Muhammad SAW di dalam masjid. Kemudian Nabi Muhammad mendengar doa iftitah yang dibaca oleh seorang laki-laki.

Kemudian Nabi Muhammad bertanya mengenai siapakah laki-laki yang mengucapkan kalimat tersebut. Dan Rasulullah pun berkata jika beliau merasa heran dengan bacaan kalimat tersebut karena memiliki kemampuan untuk membuka pintu-pintu langit. Sejak saat itulah sahabat Umar tidak pernah melewatkan bacaan doa iftitah dalam setiap sholatnya.

  • Diangkat doanya oleh para malaikat

Mengenai keutamaan doa iftitah yang keempat ini diriwayatkan dari sahabat Nabi Muhammad yaitu Anas bin Malik RA. Beliau mengatakan jika pada suatu hari ada seorang laki-laki muslim yang sedang mengerjakan sholat di dalam masjid kemudian membaca salah satu doa iftitah. Melihat hal tersebut Nabi Muhammad bersabda :

“Saya melihat ada malaikat sebanyak 12 yang dengan cepat menuju ke arahnya seraya saling berebut untuk mengangkat doa orang itu kepada Alaah Ta’ala”.

Hadits ini tergolong hadits shohih yang diriwayatkan oleh HR Muslim No. 1385. Hal ini memberikan kejelasan jika doa iftitah memiliki kedudukan tersendiri sehingga doa ini mampu membuat para malaikat membawa doa orang yang membacanya ke hadapan Allah SWT.

Baca Juga Biografi Sunan Kudus

Meski hanya sekedar amalan sunah namun doa iftitah memiliki keutamaan yang luar biasa. Jadi, bagi kita orang muslim sudah selayaknya untuk membiasakan diri dalam membaca doa iftitah ketika sholat. Bacaan doa iftitah tergolong ke dalam bacaan yang mudah untuk diingat dan dihafalkan. Jika belum bisa yang panjang, maka Anda dapat menghafalkan bacaan yang pendek terlebih dahulu.

Doa Sholat Tahajud: Niat, Syarat, Tata Cara Pelaksanaan

Doa sholat tahajud – Sholat tahajud merupakan salah satu sholat malam. Sholat ini sah apabila di lakukan pada malam hari. Nabi Muhammad menganjurkan untuk memperbanyak melakukan sholat sunah tahajud. Pelaksanaan sholat tahajud sendiri sama dengan pelaksanaan sholat sunah yang membedakan adalah mengenai niat dan keutamaannya.

Banyaknya keistimewaan dari sholat tahajud, membuat para orang muslim berlomba dalam mendirikannya. Setelah tidur malam, maka Anda dapat bangun pada sepertiga malamnya untuk melaksanakan sholat tahajud. Sehingga apabila Anda ingin melakukan sholat tahajud, maka sebaiknya Anda tidur malam terlebih dahulu kemudian melaksanakan sholat tahajud. Berikut ini merupakan sedikit pembahasan seputar sholat tahajud.

Keistimewaan Bagi Seorang Muslim yang Mendirikan Sholat Tahajud

www.tongkronganislami.net

Adanya sholat tahajud sebagai sholat sunah bukanlah tanpa alasan, melainkan adanya berbagai keutamaan dari sholat tahajud yang bisa di peroleh bagi orang yang senantiasa istikamah menjalankannya. Berikut ini merupakan beberapa keistimewaan dari di dirikannya sholat tahajud.

  • Perintah dari Allah SWT

Sholat sunah yang di perintahkan di kerjakan oleh Allah adalah sholat tahajud. Hal tersebut juga sudah tercantum dalam Al-Qur’an surat Al-Isra’ pada ayat 79.

Ayat tersebut memiliki kandungan bahwa agar selalu menggunakan sebagian dari waktu malam nya untuk beribadah yaitu dengan mendirikan sholat tahajud. Sholat tahajud dapat di gunakan sebagai perantara untuk mendapat kan tempat yang mulia di sisi Allah.

  • Sholat Sunnah Utama

Sholat yang paling utama dan wajib di kerjakan adalah sholat fardhu lima waktu, yaitu shubuh, dzuhur, ashar, magrib, isya. Kemudian selain sholat fardhu, juga terdapat sholat sunah. Sunah disini memiliki makna, apabila sholat tersebut di kerjakan, maka pelakunya akan mendapatkan pahala dan keutamaan.

Tetapi apabila di tinggalkan, maka pelakunya juga tidak akan mendapatkan dosa. Sholat tahajud merupakan sholat sunah yang sangat di anjurkan untuk di laksanakan. Bahkan Rasulullah, selalu menghiasi malam-malamnya untuk sholat tahajud, beliau tidak pernah terlewat malamnya untuk melaksanakan sholat tahajud. 

Tahajud merupakan sholat sunah yang di utamakan juga tertera dalam hadis riwayat muslim yang berisi bahwa terdapat penjelasan dari Rasulullah SAW. Sholat sunah di malam hari merupakan sholat yang paling utama setelah utamanya sholat fardhu.

  • Kunci Masuk Surga

Memperbanyak sholat tahajud merupakan salah satu upaya agar mempermudah setiap muslim untuk masuk surga. Hal tersebut juga telah di riwayatkan oleh Imam Tirmidzi dalam sebuah hadis yang berisi bahwa Rasulullah SAW bersabda yaitu, menyebarkan salam, memberi makan orang yang kelaparan, mempererat tali silaturrahmi, menjalankan sholat pada waktu orang lain tertidur merupakan salah satu cara agar selamat memasuki surga.

  • Pahala yang Berlimpah

Pelaksanaan sholat sunah tahajud pada malam hari merupakan suatu upaya atau bentuk kegiatan menghidupkan kembali sunah Rasulullah. Menghidupkan sunah Rasulullah merupakan perbuatan yang sangat di sukai serta mendapatkan pahala yang besar. 

Hal tersebut juga terdapat dalam suatu hadis yang di riwayatkan oleh Ibnu Majah, bahwasanya, siapapun orang yang selalu istikamah menghidupkan sunah Rasul. Karena ke istikamah nya, maka perbuatannya juga di tiru oleh orang lain. Orang tersebut akan mendapatkan pahala dari dirinya dan dari orang-orang yang mendirikan sunah tersebut. 

  • Terkabul nya Hajat serta Terampuni nya Dosa

Keistimewaan bagi orang-orang yang selalu mengamalkan sholat tahajud, bukan hanya pahala berlimpah. Melainkan hajatnya juga di kabulkan. Sehingga apabila Anda memiliki hajat, maka dirikanlah sholat tahajud.

Kemudian terampuninya dosa. Sholat tahajud yang secara istikamah di lakukan, maka dengan sendirinya, dosa-dosa orang yang mendirikan sholat akan di ampuni oleh Allah SWT.

  • Penyebab Utama Doa Terkabul

Waktu sholat tahajud, merupakan waktu yang sangat mustajab untuk memanjatkan doa. Sholat di sepertiga malam terakhir merupakan waktu-waktu yang ijabah. Sehingga Anda harus bisa menggunakan kesempatan sebaik-baiknya, agar doa yang Anda panjatkan dapat di ijabahi.

  • Semakin Dekat dengan Allah SWT

Sholat di malam hari merupakan suatu kegiatan yang di biasa di lakukan oleh orang muslim. Oleh karena itu, mereka dekat dengan dengan Allah.

Demikian juga hal nya apabila Anda ingin dekat dengan Allah, maka perbanyaklah mendirikan sholat malam yaitu sholat tahajud. Selain mendekatkan diri dengan Allah, sholat tahajud juga di percaya dapat menekan atau menyembuhkan berbagai penyakit. Seperti terhindarnya diri dari strees dan kanker.

  • Mendapatkan Kemuliaan

Orang yang senantiasa mengamalkan sholat tahajud di sepertiga malamnya, akan mendapatkan kemuliaan dengan cara di angkat nya derajatnya ke tempat yang terpuji. Bahkan perihal kemuliaan, Rasulullah SAW.

Pernah bersabda bahwa malaikat Jibril mendatangi beliau dan menyampaikan beberapa pesan  mengenai kemuliaan. Dalam pesan tersebut jibril mengatakan bahwa, seorang muslim akan mendapatkan kemuliaan jika ia menghidupkan malam-malam terakhirnya yaitu sepertiga malamnya.

  • Kesehatan

Orang yang mendirikan sholat tahajud di sepertiga malam terakhir, maka akan mendapatkan kesempatan dalam menghirup udara yang bersih. Hal tersebut di karenakan udara pagi, masih belum tercampur dengan polusi atau hiruk pikuk dunia. Sehingga, udara pada waktu-waktu tersebut masih bersih dan sehat.

  • Sarana Penenangan Jiwa dan Pikiran

Bekerja tentunya membuat orang lelah. Baik dalam hati maupun pikiran. Selain dengan beristirahat, kelelahan hati dan pikiran dapat di sembuhkan dengan cara mendirikan sholat tahajud.

Sholat dalam kesunyian malam, akan menenangkan jiwa serta membuat pikiran menjadi lebih jernih. Oleh karena itu, sholat tahajud di percaya bisa menjadi sarana yang di gunakan untuk membuat jiwa dan pikiran lebih tenang.

Niat dalam Mendirikan Sholat Tahajud

plus.kapanlagi.com

Niat sebaiknya di ucapkan dalam hati sebelum melaksanakan sholat. Kemudian pada saat mendirikan sholat, niat bisa di lafalkan melalui mulut. Sehingga pada saat melaksanakan sholat tahajud, maka orang yang hendak sholat telah tau bahwa ia hendak melaksanakan sholat tahajud.

Niat merupakan hal yang penting. Dikarenakan orang tidak termasuk mendirikan sholat tahajud, apabila ia hanya berniat melaksanakan sholat sunah saja tanpa bermaksud mendirikan sholat tahajud. Banyaknya sholat sunah malam selain tahajud, maka apabila seorang muslim ingin melaksanakan sholat tahajud, maka ia harus benar-benar berniat untuk sholat tahajud. Berikut ini merupakan beberapa niat dari sholat tahajud.

“Usholli Sunnatan Tahajjudi Rok’ataini Mustaqbilal Qiblati LIllahi Ta’ala”

Dalam niat tersebut, seorang muslim berniat melaksanakan sholat tahajud hanya karena Allah SWT. Sebanyak dua rokaat dalam keadaan menghadap kiblat. Sholat tahajud dilaksanakan minimal sebanyak 2 rokaat, maksimal tak terhingga. Berdasarkan kemampuan seorang muslim. Pada saat melaksanakan sholat tahajud, seorang muslim harus benar-benar melaksanakan sholat tersebut hanya untuk mendapatkan ridho dari Allah.

Selain niat tersebut, berikut ini juga terdapat niat sholat tahajud lain. Sebenarnya kedua niat ini memiliki esensi dan tujuan yang sama. Perbedaannya hanya saja terletak dari segi isi atau teks nya saja. Niat yang pertama merupakan niat yang lengkap, sedangkan niat yang kedua ini, menghilangkan kata “menghadap kiblat” berikut ini niatnya,

“Usholli Sunnatan Tahajjudi Rok’ataini Lillahi Ta’ala”

Niat tersebut memiliki arti, bahwa mendirikan sholat tahajud sebanyak 2 rokaat hanya karena Allah SWT. 

Kemudian mengenai pelafalan dari niat.niat terletak di dalam hati. Tetapi, apabila Anda ingin melafalkan niat agar lebih meyakinkan, maka hal tersebut tidak lah salah. Pelafalan niat boleh di lakukan tetapi jangan berlebihan.

Maksud dari berlebihan disini yaitu, melafalkan niat dengan suara yang keras sehingga mengganggu orang lain yang sedang tidur, dan sebagainya. Niat sholat tahajud bukan hanya di laksanakan atau diniatkan sebelum melakukan sholat tahajud. Tetapi niat tersebut bisa di niatkan sebelum tidur.

Sehingga apabila Anda berniat ingin melakukan sholat tahajud, maka sebelum tidur, niat lah melaksanakan sholat tahajud. Sehingga meskipun tidak terbangun pada waktu sholat tahajud. Maka akan mendapatkan pahala dari sholat tahajud.

Syarat-syarat Sholat Melaksanakan Tahajud

www.islampos.com

Pada saat seorang muslim akan mendirikan sholat wajib, maka syarat-syarat nya harus terpenuhi, agar sholat yang di dirikannya menjadi sah. Tak hanya sholat wajib, sholat sunah tahajud. Juga memiliki syarat yang menjadi sah nya sholat tersebut pada saat di dirikan. Berikut ini merupakan syarat sah nya sholat tahajud.

  • Dilaksanakan pada Malam Hari

Waktu menjadi syarat pertama dalam melaksanakan sholat tahajud. Apabila Anda tetap ingin melaksanakan sholat tahajud pada siang hari, maka sholat tersebut bukan lah sholat tahajud, melainkan sholat sunah biasa. Waktu pengerjaan sholat tahajud yang sangat bagus adalah sepertiga malam.

Tetapi apabila Anda ingin mengerjakan sholat tahajud pada malam hari tetapi tidak pada waktu tersebut juga di perbolehkan. Tetapi setiap sholat baik sholat fardhu atau pun sholat tahajud, memiliki satu waktu utama untuk di laksanakan di bandingkan waktu yang lain.

  • Setelah Tidur

Sholat tahajud di laksanakan setelah Anda terbangun dari tidur. Sehingga apabila Anda berniat melaksanakan sholat tahajud, maka Anda harus tidur dulu.

Hal tersebut menjadi penting dan menjadi salah satu syarat yang harus di penuhi untuk melaksanakan sholat tahajud. Pasalnya apabila Anda belum tidur, dan melaksanakan sholat, maka sholat yang di laksanakan itu, bukan lah sholat tahajud. Tetapi cukup sholat malam saja.

  • Mengetahui dan Memenuhi Rukun dalam Sholat Tahajud

Setiap sholat baik sholat fardhu atau pun sunah, memiliki rukun yang wajib di penuhi agar sholat yang di dirikan menjadi sah. Umumnya rukun dari sholat sunah tahajud, sama saja dengan rukun sholat yang lain. Di bawah ini merupakan rukun yang harus terpenuhi saat menjalankan sholat tahajud.

Pertama, memiliki kesucian jasmani. Pada saat melaksanakan sholat tahajud, badan harus terhindar dari najis atau pun hadas. Sehingga sebelum melaksanakan sholat tahajud, seorang muslim harus dan wajib mensucikan diri dengan cara berwudhu.

Kedua, suci dari hadas besar, yaitu haid dan nifas. Sudah barang tentu bahwa wanita yang sedang mengalami haid atau pun nifas tidak sah apabila ia mendirikan sholat. Karena ia belum suci. Ketiga, tempat yang akan di gunakan untuk melaksanakan sholat tahajud harus lah suci dari segala macam najis.

Oleh karena itu, sebelum mendirikan sholat tahajud, hendaknya setiap muslim memerhatikan tempat yang akan di gunakan untuk sholat. Apakah sudah bersih atau masih kotor dan sebagainya. Keempat, menutupi aurat. Pada saat melaksanakan sholat, maka aurat harus lah tertutup. Baik laki-laki maupun perempuan.

Selain itu, juga menggunakan pakaian khusus yang baik untuk sholat. Perempuan dapat menggunakan mukena yang tidak terdapat lubang, yaitu mukena terusan. Sedangkan untuk laki-laki memakai sarung, kemeja dan juga peci.

Tata Cara Pelaksanaan Sholat Tahajud

www.idntimes.com

Tata cara dari sholat tahajud, sama saja dengan sholat pada umumnya. Yaitu, sebelum melakukan sholat tahajud, hendaknya untuk berniat terlebih dahulu di dalam hati. Setelah niat, maka hal yang harus di lakukan adalah takbirotul ihrom.

Takbirotul ihrom merupakan kegiatan yang menandakan bahwa telah memasuki rokaat pertama dalam sholat. Kemudian cara yang selanjutnya yaitu sebagai berikut.

  • Rokaat Pertama

Setelah takbirotul ihrom, hal yang harus di lakukan adalah membaca doa iftitah, dilanjutkan dengan pembacaan Al-Fatihah kemudian membaca ayat al-Quran. Pembacaan ayat Al-Qur’an dapat di lakukan sesuai dengan kemampuan. Tetapi Rasulullah saat melaksanakan sholat tahajud, memilih ayat yang panjang untuk di baca. 

Kemudian melaksanakan ruku’ di sertai dengan tumakninah. Setelah itu, bangun dari ruku’ yaitu melaksanakan i’tidal dengan tumakninah. Kemudian sujud dengan tumakninah, lalu melakukan duduk iftirasy. Selanjutnya sujud kedua, dan di lanjutkan untuk berdiri memasuki rokaat kedua pada sholat tahajud.

  • Rokaat Kedua

Pada rokaat kedua, sama saja dengan rokaat pertama. Yaitu, setelah bangun dari sujud untuk melaksanakan sholat tahajud di rokaat kedua, pada saat berdiri, bacaan yang di baca pertama kali adalah Al-Fatihah, kemudian dilanjutkan untuk membaca ayat Al-Qur’an, kemudian ruku’ disertai dengan tumakninah lalu bangun drai ruku’ melakukan iktidal yang disertai dengan tumakninah. 

Kemudian melaksanakan sujud yang di sertai dengan tumakninah kemudian duduk iftirasy lalu melakukan sujud kedua, kemudian membaca tahiyat akhir pada saat duduk tasyahud akhir, lalu mengakhiri sholat dengan bacaan salam.

Rukun sholat tahajud tersebut hanya sampai pada rokaat kedua. Karena sholat tahajud, hanya bisa di lakukan minimal 2 rokaat, apabila ingin melaksanakan sholat tahajud sebanyak 8 rokaat, maka cara yang di lakukan yaitu dengan melaksanakan sholat tahajud sebanyak 8 rokaat dengan empat kali salam. Sehingga dilaksanakan 2 rokaat sebanyak 4 kali, agar mencapai 8 rokaat. 

Doa Setelah Mendirikan Sholat Tahajud

doadzikirwirid.blogspot.com

 

Sholat tahajud merupakan sholat sunah yang khusus, oleh karena itu, sholat tahajud juga memiliki doa khusus yang bisa di panjatkan setelah melaksanakan sholat tahajud. Berikut ini merupakan doa khusus sholat tahajud.

Artinya : 

“Ya Allah ya Robby. Segala puji hanyalah tertuju pada Engkau. Engkau adalah cahaya yang menerangi bumi seisinya di sertai dengan langit seisinya. Engkau pula yang telah mengurus bumi seisinya di sertai dengan langi seisinya. Segala puji hanya tertuju pada Engkau. Engkau yang menjadi penguasa dari bumi seisinya dan langit seisinya. Segala puji hanya tertuju pada Engkau. Engkau menjadi raja dan pemimpin di bumi seisinya dan di langit serta seisinya.

Segala puji hanya tertuju pada Engkau. Engkau adalah suatu kebenaran, seluruh janji-janji-Mu merupakan kebenaran, seluruh firman-firman-Mu juga merupakan kebenaran. Kelak akan bertemu dengan-Mu merupakan suatu kebenaran dan surgamu merupakan hal yang benar. Neraka yang Engkau tunjukkan merupakan suatu kebenaran. Para nabi yang telah Engkau utus juga merupakan kebenaran. 

Rasulullah sebagai utusan Engkau juga suatu kebenaran. Peristiwa hari kiamat yang telah Engkau sebutkan dalam kitab-Mu juga merupakan kebenaran yang tidak bisa tertolak. Ya robby, hanya kepada Engkau lah kuberikan segala pasrahku, ku berikan segala imanku dan hanya kepadamu lah aku meyakini bahwa aku akan kembali. Hanya dengan karunia dari pertolongan Engkau aku dapat berdebat dengan orang yang engkau murkai sehingga aku mampu memberikan hukuman.”

Doa tersebut merupakan doa yang di baca setelah selesai melaksanakan sholat tahajud. Apabila Anda ingin menambahkan doa lain yang sesuai dengan hajat, maka hal tersebut bisa di lakukan. Doa tahajud di atas merupakan doa yang khusus di panjatkan setelah melaksanakan sholat tahajud. 

Memperbanyak doa setelah melaksanakan sholat tahajud, merupakan hal yang tepat. Hal tersebut di karenakan waktu sholat tahajud, merupakan waktu yang mustajab dan waktu yang utama di gunakan untuk berdoa. Sehingga sebaiknya, menggunakan kesempatan waktu tersebut untuk berdoa memohon agar di kabulkan hajat yang sedang di inginkan.

Baca Juga Contoh Pantu Agama

Itulah sedikit ulasan mengenai sholat tahajud. Meskipun sholat tahajud, merupakan sholat sunah, tetapi apabila Anda ingin melaksanakan sholat tahajud, maka segala rukun dan syaratnya harus lah terpenuhi dengan benar, sehingga sholat yang di dirikan menjadi sah. 

Hal yang perlu diingat adalah waktu dalam melaksanakan sholat tahajud, yaitu setelah bangun tidur, dan hal tersebut harus lah di penuhi. Karena apabila melaksanakan sholat tahajud sebelum tidur, maka yang di laksanakan bukanlah sholat tahajud, melainkan sholat sunah malam biasa saja dan sholat sunah malam memiliki keutamaan yang berbeda jauh dengan sholat tahajud.

Sholat tahajud dapat di dirikan sebanyak-banyak nya sesuai dengan kemampuan. Tetapi juga terdapat ulama yang berpendapat bahwa, sholat tahajud maksimal hanya sebanyak 12 rokaat. Tetapi juga terdapat pendapat ulama yang menyatakan sholat tahajud dapat dilakukan dengan bilangan rokaat yang tidak terbatas.

Perbanyak lah menjalankan sholat tahajud, karena dengan sholat tahajud, maka pahala yang di peroleh juga berlimpah. Selain itu, hajat yang di inginkan menjadi terkabul karena di lakukan pada saat-saat atau pada waktu yang ijabah untuk memanjatkan doa.

Doa Zakat Fitrah: Tata Cara, Hukum serta Keutamaannya

Doa zakat fitrah – Zakat fitrah dalam arti lain adalah zakat jiwa, yang mana zakat fitrah ini bisa membersihkan diri. Sehingga zakat fitrah ini diwajibkan untuk dilakukan oleh setiap muslim, bahkan bayi baru lahir pun wajib untuk mengerluakan zakat. Zakat fitrah berbeda dengan zakat mall. Karena zakat fitrah ini dikeluarkan oleh tiap muslim tanpa melihat dari segi apapun, baik itu kekayaan dan jenis kelaminnya.

Bahkan, porsi untuk melaksanakan zakat fitrah ini sudah ditentukan dan berlaku untuk semua muslim. Banyak sekali keutamaan yang bisa Anda dapatkan dengan berzakat yaitu bisa membersihkan diri dari perbuatan yang dilarang agama selama puasa di bulan Ramadhan.

Sebelum seseorang melakukan zakat, harus memenuhi rukun zakat fitrah. Salah satu rukun zakat yaitu  melafadzkan niat zakat fitrah. Nah, bagi Anda yang masih bingung mengenai doa zakat fitrah, pada ulasan kali ini akan dibahas secara lengkap.

Bahkan dilengkapi juga dengan niat zakat fitrah, penerima zakat fitrah, hukum, tata cara, ketentuan zakat fitrah, doa zakat fitrah untuk suami dan istri dan lain sebagainya. Selengkapnya berikut ini ulasannya.

Doa Zakat Fitrah 

infotanahlaut.com

Selama ini belum ada referensi yang jelas mengenai doa zakat, karena yang ada hanya niat doa zakat. Untuk melakukan zakat, ada beberapa macam niat zakat yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan. Misalnya zakat yang dikeluarkan untuk diri sendiri, untuk istri, anak dan lain sebagainya.

Untuk doa zakat fitrah ini belum ada referensi yang jelas, namun hanya ada niatnya. Untuk niat ini pun ada beberapa macam, tergantung siapa yang akan dibayarkan zakat tersebut.

Niat Zakat Fitrah

Nah, berikut macam-macam niat zakat fitrah:

Niat Zakat Fitrah Untuk Diri Sendiri

ﻧَﻮَﻳْﺖُ ﺍَﻥْ ﺍُﺧْﺮِﺝَ ﺯَﻛَﺎﺓَ ﺍﻟْﻔِﻄْﺮِ ﻋَﻦْ ﻧَﻔْﺴِﻰْ ﻓَﺮْﺿًﺎ ِﻟﻠﻪِ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰ.

Nawaitu anukhrija zakaatal fithri ‘annafsii fardlol lillaahi ta’aalaa.

Artinya:.

Aku berniat membayar zakat fitrah untuk diri sendiri, karena Allah Ta’ala.

Niat Zakat Fitrah Untuk Istri.

ﻧَﻮَﻳْﺖُ ﺃَﻥْ ﺃُﺧْﺮِﺝَ ﺯَﻛَﺎﺓَ ﺍﻟْﻔِﻄْﺮِ ﻋَﻦْ ﺯَﻭْﺟَﺘِﻲْ ﻓَﺮْﺿًﺎ ِﻟﻠﻪِ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰ.

Nawaitu anukhrija zakaatal fithri ‘anzaujatii lillaahi ta’aalaa.

Artinya:

Aku berniat untuk membayar zakat fitrah untuk istriku, karena Allah Ta’ala.

Niat Zakat Fitrah Untuk Anak Laki-Laki.

ﻧَﻮَﻳْﺖُ ﺃَﻥْ ﺃُﺧْﺮِﺝَ ﺯَﻛَﺎﺓَ ﺍﻟْﻔِﻄْﺮِ ﻋَﻦْ ﻭَﻟَﺪِﻱْ … ﻓَﺮْﺿًﺎ ِﻟﻠﻪِ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰ.

Nawaitu an ukhrija zakaatal fithri ‘anwaladii ……… fardlol lillaahi ta’ala.

Artinya:.

Aku berniat membayarkan zakat fitrah untuk anak laki-laki ….( namanya) …. Allah Ta’ala.

Niat Zakat Fitrah Untuk Anak Perempuan

ﻧَﻮَﻳْﺖُ ﺃَﻥْ ﺃُﺧْﺮِﺝَ ﺯَﻛَﺎﺓَ ﺍﻟْﻔِﻄْﺮِ ﻋَﻦْ ﺑِﻨْﺘِﻲْ … ﻓَﺮْﺿًﺎ ِﻟﻠﻪِ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰ.

Nawaitu an ukhrija zakaatal fithri ‘an bintii ……… fardlol lillaahi ta’ala.

Artinya:.

Niat mengeluarkan zakat fitrah untuk anak perempuan …. (namanya) ….. karena Allah Ta’ala.

Niat Zakat Fitrah Untuk Diri Sendiri Dan Keluarga.

ﻧَﻮَﻳْﺖُ ﺃَﻥْ ﺃُﺧْﺮِﺝَ ﺯَﻛَﺎﺓَ ﺍﻟْﻔِﻄْﺮِ ﻋَﻨِّﻰْ ﻭَﻋَﻦْ ﺟَﻤِﻴْﻊِ ﻣَﺎ ﻳَﻠْﺰَﻣُﻨِﻰْ ﻧَﻔَﻘَﺎﺗُﻬُﻢْ ﺷَﺮْﻋًﺎ ﻓَﺮْﺿًﺎ ِﻟﻠﻪِ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰ.

Nawaitu Anukhrija Zakaatal Fitri ‘Annii Wa ‘An Jami’i Maa Yalzamunii Naffaqootuhum Syar’an Fardlol Lillaahi Ta’ala.

Artinya:.

Niat mengeluarkan zakat fitrah untuk diri saya sendiri serta keluarga karena Allah Ta’ala.

Niat Zakat Fitrah Untuk Orang Yang Diwakilkan.

ﻧَﻮَﻳْﺖُ ﺃَﻥْ ﺃُﺧْﺮِﺝَ ﺯَﻛَﺎﺓَ ﺍﻟْﻔِﻄْﺮِ ﻋَﻦْ (..…) ﻓَﺮْﺿًﺎ ِﻟﻠﻪِ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰ

Nawaitu anukhrija zakaatal fithri ‘an ….. Fardlol lillaahi ta’aalaa.

Artinya:.

Niat mengeluarkan zakat fitrah untuk ….(sebutkan nama) …. karena Allah ta’ala.

Doa Menerima Zakat Fitrah

thegorbalsla.com

Disunnahkan kepada orang-orang yang menerima zakat untuk mendoakan dengan doa yang baik untuk orang yang memberi zakat. Bagi penerima zakat, berikut ini doa yang bisa di lafalkan:

Aajarokallaahu fiimaa a’thoita, wa baaroka fiimaa abqoita waja’alahu laka thohuuron

Artinya: Semoga atas apa yang telah kau berikan, Allah melimpahkan pahala. Dan semoga harta yang kau simpan Allah memberikan keberkahan. Semoga Allah menjadikan zakat tersebut sebagai pembersih bagimu.

Tata Cara Dalam Zakat Fitrah

migoberita.blogspot.com

Ada banyak hal yang perlu disinggung mengenai tata cara zakat fitrah. Mulai dari syarat zakat fitrah, orang-orang yang wajib mengeluarkan zakat, orang yang berhak menerima zakat, waktu yang tepat untuk mengeluarkan zakat, ketentuan zakat fitrah, besarnya zakat fitrah dan lain sebagainya. 

A. Syarat Zakat Fitrah

Ada 3 syarat zakat fitrah yang perlu Anda ketahui. Adapun berikut ini ketiga syarat tersebut:

  1. Beragama Islam.
  2. Memiliki harta yang lebih dari keperluan untuk diri sendiri dan keluarga, dengan kata lain harta yang dimiliki mencukupi untuk keperluan diri sendiri dan orang-orang yang ditanggungnya. Harta ini bisa mencukupi malam terakhir Ramadan dan hari raya.
  3. Masih bisa menemui masa akhir Ramadhan dan awal syawal, sehingga untuk bayi yang baru lahir di malam satu Syawal atau sudah melebihi akhir bulan ramadhan tidak diwajibkan untuk zakat fitrah. Sebaliknya jika bayi lahir di malam terakhir bulan ramadhan, maka diwajibkan untuk membayar zakat fitrah.

B. Orang Yang Wajib Mengeluarkan Zakat.

Tidak semua orang wajib mengeluarkan zakat, karena ada beberapa yang harus dipenuhi. Adapun seperti memenuhi syarat diatas yang berlaku untuk semua orang baik itu anak kecil hingga orang tua. 

C. Besarnya Zakat Fitrah

Ada ketentuan dalam mengeluarkan zakat fitrah. Makanan yang harus dikeluarkan untuk zakat fitrah umumnya beras atau makanan pokok yang sesuai dengan tempat yang bersangkutan. Berhubung di Indonesia nasi adalah makanan pokoknya, jadi  beras menjadi bahan pokok untuk berzakat.

Untuk besarnya zakat fitrah yang dikeluarkan yaitu satu sha’ gandum atau makanan pokok lainnya. Satu sha’ jika disamakan dalam kilogram yaitu 2,5 Kilogram. Sedangkan jika satu sha’ disamakan dalam satuan liter yaitu 3,5 liter. Besaran zakat fitrah ini tidak bisa dikurangi dalam keadaan apapun.

Namun, akan lebih baik jika dilebihkan dan itu tidak menjadi masalah. Dewasa ini seringkali kita menjumpai orang-orang membayar zakat fitrah dengan menggunakan uang. Mungkin sebagian orang bertanya apakah bisa zakat fitrah dalam bentuk uang? Ada beberapa perbedaan dari beberapa fuqoha atau ahli fiqih mengenai permasalahan ini.

Dari beberapa fuqoha ada yang membolehkan dan ada yang melarang. Sebagian ulama seperti Imam Ibnu Taimiyah, Imam Bukhori, Imam Tsauri dan Imam Abu Hanifah memperbolehkan zakt fitrah berupa uang asalnya sesuai dengan harga beras 2,5 Kg.

Para fuqoha yang memperbolehkan zakat fitrah dengan uang ini menggunakan dalil dalam Al Qur’an yang terdapat pada surat At Taubah ayat 103 yang artinya: “Ambillah zakat dari sebagian mereka harta mereka”. Jika di simpulkan dari ayat tersebut bahwa zakat merupakan sebagian harta yang dikeluarkan seperti emas, perak dan uang.

Sehingga membayar zakat diperbolehkan menggunakan uang. Selain menggunakan dalil tersebut sebagai landasan memperbolehkan zakat menggunakan, para fuqoha juga menggunakan sabda Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wa sallam bahwa:

“Cukupilah mereka (kaum fakir serta miskin) di hari ini (Idul Fitri) dari meminta”. 

Dari sabda Rosulullah SAW ini bisa disimpulkan bahwa zakat fitrah kepada fakir dan miskin bisa dilakukan dengan memberinya uang.

Sedangkan beberapa ulama seperti jumhur ulama Malikiyah, Syafiiyah dan juga Hanabilah yang tidak membolehkan membayar zakat menggunakan uang dengan alasan tidak sesuai dengan ketentuan yang telah berlaku. Sebagai seorang muslim, kita harus bisa bersikap bijak dalam menghadapi perbedaan pendapat tersebut, alangkah lebih baiknya jika kita mengikuti salah satu madzab yang sudah menjadi panutan kita. 

Allah SWT tidak pernah memberikan beban kepada hamba-Nya, kecuali dari batas kemampuan yang dimilikinya. Perdebatan memang terjadi mengenai perbedaan pendapat mengeluarkan zakat fitrah dalam bentuk uang.

Seperti halnya Imam Abu Hanifah, Hasan Al Bisri, Sufyan Ats Tsauri dan Umar bin Abdul Aziz juga menyetujui atas diperbolehkannya zakat fitrah menggunakan uang. Selain itu, ulama hadits juga telah menyetujuinya, seperti Imam Bukhori dengan menggunakan dalil serta argumentasi yang bisa diterima oleh umat islam.

D. Orang-Orang Yang Berhak Menerima Zakat Fitrah

Ada ketentuan mengenai besaran zakat fitrah yang harus dikeluarkan. Namun, terlepas dari itu juga ada ketentuan mengenai orang yang berhak untuk menerima zakat fitrah. Dalam Al Qur’an surat At Taubah ayat 60, telah ditegaskan orang-orang yang berhak menerima zakat fitrah, yang terdiri dari:

  • Orang fakir
  • Orang miskin.
  • Amil zakat atau pengurus zakat
  • Orang yang baru masuk Islam atau muallaf.
  • Budak yang belum merdeka.
  • Orang yang sedang terlilit hutang.
  • Orang yang berjuang di jalan Allah seperti guru mengaji dan lain-lain.
  • Musafir atau orang yang tengah melakukan perjalanan jauh untuk melakukan kebaikan, bukanlah perjalanan maksiat.

Mustahiq merupakan delapan golongan yang berhak menerima zakat fitrah. Yang mana delapan golongan ini sudah ditegaskan dalam Al Qur’an. Untuk memberikan zakat fitrah ini, Anda bisa  membayarkannya melalui amil zakat atau pengurus zakat. Bahkan, Anda juga bisa memberikannya secara langsung pada salah satu dari delapan golongan tersebut.

Selain ada delapan golongan yang berhak menerima zakat, ada juga dua golongan yang tidak boleh menerima zakat. Golongan ini meliputi anak cucu atau keluarga Rasulullah SAW. Selain itu, orang yang tidak boleh menerima zakat yaitu keluarga  orang yang berzakat seperti istri, anak, cucu, kakek, bapak, dan lain-lain.

E. Waktu Untuk Mengeluarkan Zakat Fitrah

Ada juga ketentuan mengenai waktu untuk mengeluarkan zakat fitrah, sehingga tidak bisa dilakukan dengan sembarangan. Zakat fitrah ini hanya dilakukan di bulan Ramadhan, sehingga waktu untuk mengeluarkan zakat fitrah ini bisa dimulai sejak awal bulan ramadhan. Untuk akhir zakat fitrah yaitu sebelum sholat Hari Raya Idul Fitri.

Jika Anda membayar zakat melebihi batas akhir waktu zakat, maka pemberian tersebut dianggap sebagai shodaqoh dan bukan zakat fitrah. Sehingga jika hal tersebut terjadi, belum bisa menggugurkan kewajiban seseorang untuk mengeluarkan zakat fitrah.

Untuk mengeluarkan zakat fitrah, para ulama sudah membagi menjadi 5 jenis, yaitu:

  • Waktu jawaz

Pada waktu ini diperbolehkan untuk membayar zakat, dengan kata lain waktu yang diperbolehkan yaitu sejak dimulainya bulan Ramadhan.

  • Waktu wajib 

Waktu wajib yang mana pada waktu ini sangat diwajibkan untuk membayar zakat fitrah. Lebih tepatnya waktu ini mulai matahari terbenam di akhir bulan Ramadhan.

  • Waktu afdhal 

Waktu yang paling utama dan paling tepat untuk membayar zakat fitrah yaitu sebelum sholat id.

  • Waktu makruh

Waktu yang di makruhkan untuk membayar zakat yaitu setelah dilaksanakannya sholat hari raya idul fitri, sehingga hanya dianggap sebagai shodaqoh.

  • Waktu haram

Dikatakan waktu haram jika membayar zakat dilakukan setelah sehari setelah berlangsungnya hari raya.

Hukum Zakat Fitrah

www.dream.co.id

Pada tahun kedua Hijriyah, ketentuan zakat fitrah di syariatkan bersamaan dengan Ramadhan bagi semua orang Islam yang masih hidup. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda yang berkenaan dengan zakat fitrah yang berbunyi “Rasulullah SAW telah mewajibkan untuk mengeluarkan zakat fitrah pada setiap manusia di bulan Ramadlan”.

Dalam hadits lain juga dijelaskan berkenaan mengenai zakat fitrah yang diriwayatkan oleh Imam Bukhori dan Imam Muslim, disebutkan bahwasanya:

“Dari Ibnu Umar ra bahwasannya, Rosulullah SAW telah mewajibkan orang yang merdeka atau budak untuk zakat fitrah dengan ketentuan sebanyak sha’ kurma atau satu sha’ gandum. Rosulullah SAW mewajibkan setiap orang untuk membayar zakat fitrah, baik itu anak kecil hingga orang tua.

Baik itu perempuan atau laki-laki muslim. Rosulullah SAW memerintahkan untuk pelaksanaan zakat sebelum sholat hari raya Idul Fitri”. Bisa kita ketahui dari kedua hadits tersebut bahwa hukum zakat fitrah adalah wajib. Orang-orang yang diwajibkan untuk membayar zakat ini harus memenuhi syarat yang telah ditentukan.

Adapun syarat tersebut seperti beragama Islam, dilakukan saat terbenamnya matahari saat akhir puasa Ramadhan serta memiliki kelebihan makanan pokok untuknya serta keluarganya atau siapapun yang menjadi tanggungannya di hari tersebut. Jika seseorang sudah memenuhi syarat tersebut, maka wajib untuk mengeluarkan zakat fitrah.

Zakat fitrah diwajibkan kepada setiap orang yang sudah memenuhi syarat, sehingga dalam pelaksanaannya harus sesuai dengan peraturan yang ada. Penting untuk diketahui batas akhir pelaksanaan zakat fitrah yaitu sebelum sholat Hari Raya Idul Fitri.

Jika zakat fitrah dilakukan setelah sholat idul fitri, maka hal tersebut dianggap sebagai shodaqoh. Karena pembayaran setelah hari raya idul fitri merupakan perbuatan haram dan siapa yang melakukannya maka akan mendapatkan dosa.

Seperti halnya jika orang baligh meninggalkan sholat tanpa alasan, tentu saja akan mendapatkan dosa besar. Menurut Ibnu Ruslan, hukumnya haram jika mengakhirkan pembayaran zakat fitrah hingga lewat hari raya Idul Fitri.

Sesuai dengan kesepakatan para ulama, orang yang membayar zakat fitrah lewat hari raya Idul Fitri tidak diperbolehkan, karena hukumnya haram, sehingga bisa mendapatkan dosa. Seperti halnya meninggalkan sholat wajib hingga lewat waktunya, sehingga mendapatkan dosa besar.

Dikatakan dosa jika melaksanakan zakat fitrah lewat hari raya Idul Fitri ini perlu kita pahami dalam konteks jika tidak ada alasan yang syar’i. Jika terlewat dalam membayar zakat fitrah dikarenakan adanya alasan yang syar’i, maka orang tersebut wajib untuk  mengqadlanya dengan segera. Hal ini juga sesuai dengan apa yang dijelaskan dalam kitab fiqh terutama dalam madzhab Syafi’i. 

“Mengakhirkan zakat fitrah hingga melewati hari raya Idul Fitri tidak dibolehkan dan hukumnya haram, jika seseorang itu mengakhirkannya maka dia akan berdosa dan wajib untuk mengqodla”. 

Selain itu, ada juga keterangan lain yang berhubungan dengan hal ini:

“Bagi orang yang mengakhirkan pembayaran zakat fitrah hingga lewat hari raya Idul Fitri, maka diwajibkan untuk mengqadla dengan segera kesalahannya tersebut. Jika saja kesalahan tersebut dilakukan bukan karena keinginannya, maka maka dia tidak harus mengqadlanya dengan segera”.

Keutamaan Zakat Fitrah

jatim.tribunnews.com

Setelah mengetahui doa zakat fitrah, tata cara pelaksanaan, waktu dianjurkan membayar zakat, orang yang wajib membayar zakat serta orang yang berhak menerima zakat. Terlepas dari itu, kita juga perlu mengetahui keutamaan dari zakat fitrah. Bagi orang yang menjalankan zakat fitrah, ada banyak keutamaan yang bisa didapatkan.

Selain mendapatkan pahala yang besar, orang yang berzakat fitrah juga dijanjikan surga oleh Allah SWT. Bagi siapa saja yang tidak lupa dengan zakatnya, maka pintu surga akan selalu dibuka. Selain kedua keutamaan tersebut, ada juga keutamaan lain yang bisa didapatkan.

Hal ini sesuai dengan hadits Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Ibnu Abbas ra, bahwasanya: “Rasulullah SAW telah mewajibkan zakat fitrah bagi setiap orang muslim. Karena zakat fitrah ini sebagai pembersih dari perkataan serta perbuatan keji selama berpuasa.

Selain itu, keutamaan zakat fitrah ini yaitu sebagai bekal makan bagi orang miskin untuk merayakan hari raya Idul Fitri”. Jika disimpulkan dari hadits tersebut bahwasannya keutamaan orang yang melaksanakan zakat fitrah yaitu bisa membersihkan diri perbuatan keji orang yang berpuasa.

Keutamaan lain dari zakat fitrah yaitu menjadi penyempurna puasa, jika di ibaratkan sujud sahwi sebagai penyempurna sholat.

Tentu saja keutamaan ini sangat dibutuhkan manusia. Karena meskipun berpuasa, setiap orang pastinya masih melakukan hal-hal yang dilarang oleh syariat. Sehingga dengan berzakat fitrah ini bisa menjadi pembersih dosa kita selama berpuasa, dengan kata lain puasa ini bisa menjadi penyempurna terhadap apa yang masih kurang. 

Imam Waki’ Ibnu Al Jarrah rahimahullahu ta’ala berkata:

”Zakat fitrah yang dilakukan pada bulan Ramadhan ini di ibaratkan seperti sujud sahwi yang dilakukan pada sholat wajib sebagai pengganti kekurangan dalam sholat”.

Bagi orang yang berpuasa bisa mendapatkan keutamaan zakat fitrah tersebut. Zakat fitrah ini juga berdampak pada kemaslahatan umat, karena orang yang menerimanya akan sangat terbantu. Di ibaratkan zakat fitrah ini yaitu menjadi salah satu bentuk kepedulian terhadap sesama.

Dengan kata lain, seorang muslim yang tidak membayar zakat, itu tandanya tidak peduli terhadap saudara sesama muslim. Padahal dalam Islam membantu sesama memang harus untuk dilakukan.  Ada keutamaan lain yang bisa didapatkan orang yang membayar zakat yaitu bisa mewujudkan kebahagiaan secara merata pada kaum muslimin di hari raya Idul Fitri. 

Hari raya Idul Fitri merupakan hari kemenangan bagi setiap muslim. Sehingga bagi kaum muslim yang sudah berhasil mengerjakan puasa satu bulan penuh, tibalah kemenangan dan kebahagiaan di hari raya Idul Fitri. Namun, kemungkinan kebahagiaan tersebut tidak mudah didapatkan oleh orang yang kurang mampu seperti faqir dan miskin.

Hal ini dikarenakan mereka memiliki kekurangan harga. Maka dari itu, dengan adanya zakat fitrah ini setidaknya bisa meringankan beban mereka dan tetap bisa merayakan hari raya Idul Fitri dengan bahagia tanpa harus memikirkan harus makan apa hari itu. 

Baca Juga Biografi Sunan Kudus

Itulah ulasan lengkap mengenai doa zakat fitrah, keutamaan zakat fitrah, tata cara melakukan, orang yang berhak mendapatkan zakat fitrah, keutamaan zakat fitrah dan lain sebagainya. Dengan adanya ulasan ini diharapkan bisa menambah wawasan kita dalam menjalankan zakat fitrah.